DARAH TINGGI

Bp. H, 45 tahun datang ke klinik Sumber Waras karena keluhan pusing, leher terasa kaku dan berdebar-debar sejak 3 hari terakhir. Keluhan dirasakan terutama saat dia banyak pikiran dan bersifat kumat-kumatan. Saat diperiksa dia tampak tegang, tekanan darah 160/100 mmHg, nadi 100x per menit, napas 20x per menit. Pemeriksaan fisik jantungnya didapatkan adanya kesan pembesaran jantung. INTERPRETASI
   

Tekanan Darah 160/100 mmHg Menurut WHO termasuk hipertensi definitif Menurut JNC/DETH (1993) termasuk hipertensi stadium 2 Nadi 100x per menit Masih dalam batas normal

Napas 20x per menit Dalam batas normal

Pemeriksaan fisik Ada kesan pembesaran jantung (perkusi) kemungkinan terjadinya kardiomegali atau hipertrofi otot jantung.

Pemeriksaan Rontgen Thorax Terlihat pembesaran jantung ke kiri (hipertrofi ventrikel sinistra) dan terdapat cardiac pacemaker (sub cutan) yang digunakan untuk pemacu jantung.

DIAGNOSIS BANDING 1. Penyakit Jantung Hipertensi

Adanya riwayat hipertensi, kesan pembesaran jantung (perkusi), dan pada foto rontgen terlihat pembesaran ventrikel kiri. Kemudian dengan faktor resiko umur yang

Koarktasio Aorta Manifestasi klinis tergantung pada tempat dan luasnya obstruksi dan adanya anomali jantung yang menyertainya. Keluhan dapat berupa nyeri kepala yang hebat serta epitaksis yang hilang timbul. 4. 2. Misalnya : disebabkan oleh penyakit ginjal (glomerulonefritis akut). Kelainan ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan. ANAMNESIS Identitas Nama : Bpk. penderita tampak abu-abu disertai curah jantung rendah. keracunan timah). Kadang disertai tungkai dingin. kadang-kadang ada nyeri dada prekordial. paling sering katup aorta bikuspidalis. sinkop atau nyeri kepala. stres akut dan lain-lain. tumor. karsinoid.rentan terkena penyakit hipertensi dan penyakit jantung. kelainan neurologis (ensefalitis. H Umur : 45 tahun Pekerjaan : -Alamat : -Status Pernikahan : -- . Hipertensi Sekunder Terjadinya tekanan darah tinggi akibat penyakit tertentu. penyakit endokrin (hipertiroid). dan juga tingkat stressor di lingkungan kerja khususnya. Sebagian besar keluhan bersifat asimtomatik seperti pusing dan ekstremitas dingin. Pada gambaran foto rontgen terdapat pembesaran jantung (seperti nenas) bagian kiri dan kanan. pusing. 3. Hipertensi Pulmonal Gejala yang dominan adalah tidak toleran terhadap kerja .

nyerinya menjalar atau tidak?  Apakah disertai demam atau kelainan pada organ yang lain?  Sebelumnya pernah diobati atau tidak & obat apa yang dikonsumsi? Karena obat yang pernah diminum memungkinkan dapat menimbulkan hipertensi. DM. kaku leher. golongan penghambat monoamin oxidase. dan rasa berdebar-debar dirasakan?  Pada keadaan bagaimana keluhan dirasakan memberat dan ringan?  Berapa kali keluhan tersebut dirasakan dalam sehari atau seminggu?  Apakah terdapat sesak napas?  Apakah terdapat nyeri dada. kaku leher. leher kaku.Status Pendidikan : -Keluhan Utama Kepala pusing Riwayat Penyakit Sekarang  Apakah pada saat datang ke dokter masih merasakan pusing. Riwayat Penyakit Dahulu  Apakah sebelumnya pernah mengalami hal serupa?  Apakah dulu mempunyai penyakit khusus atau serius (hipertensi. Contoh: golongan kortikosteroid. dan rasa berdebar-debar?  Apakah pusingnya dirasakan pada bagian tertentu saja atau menyeluruh?  Apakah disertai dengan nyeri kepala dan sifat nyerinya bagaimana?  Apakah pusing. golongan simpatomimetik (menaikkan aktivitas saraf simpatis). stroke dan lain-lain)?  Apakah sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit dan diduga penyakit apa? Riwayat Penyakit Keluarga & Lingkungan  Apakah ada di dalam keluarga atau lingkungannya yang menderita penyakit serupa?  Apakah dulu ada keluarga yang pernah menderita penyakit serupa atau penyakit yang berhubungan dengan penyakit pasien? . dan rasa berdebar-debar selalu timbul bersamaan?  Apakah keluhan yang dirasakan timbul secara tiba-tiba?  Berapa lama pusing.

 Apakah mempunyai kebiasaan buruk (merokok. dan pucat 2.     Vital Sign : Tekanan darah = 160/100 mmHg Nadi = 100x per menit Respirasi = 20x per menit Suhu = tidak dilakukan 3. tegang. Inspeksi . Keadaan Umum Pasien tampak bingung. gusi berdarah)? Apakah terdapat sesak napas atau batuk? Adakah mual dan muntah? Apakah terdapat kesulitan BAK atau BAB? Apakah ada perubahan warna pada kulit? Apakah ekstremitas terasa nyeri atau dingin? Apakah ada kelainan pada organ-organ lain? PEMERIKSAAN FISIK 1. lingkungan kerja dan lain-lain)? Anamnesis Sistem          Apakah terdapat pusing/nyeri kepala. minum alkohol. makan banyak kolesterol dan lain-lain)?  Bagaimana keadaan lingkungan di sekitar (kebersihan rumah.Kepala : tampak tegang dan pucat (muka) . kejang? Apakah disertai nyeri dada atau bengkak pada tungkai (udem)? Apakah pernah mengalami perdarahan (epistaksis.

Perkusi   Thorax : terdapat kesan pembesaran jantung Abdomen : tidak ada tanda pembesaran organ 6.Thorax : terdengar bunyi jantung takikardi .Abdomen : tidak ada kelainan PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Radilogi . .. teraba benjolan pada trans cutan (cardiac pace maker).Leher : tidak ada pembesaran limfonodi .   Palpasi Kepala : tidak ada kelainan Leher : tidak ada kelainan .Thorax : pulsasi iktus kordis teraba kuat dan cepat.   Abdomen : tidak ada pembesaran organ atau nyeri tekan Ekstremitas : dalam batas normal 5.Ekstremitas: dalam batas normal 4.Abdomen : tidak ada kelainan . Auskultasi .Thorax : pulsasi iktus kordis kuat/meningkat dan terdapat tonjolan panjang di bawah kulit (cardiac pacemaker ditanam trans cutan).

arteri coronaria. 4. CTR = _ Lebar Batas Kanan dan Kiri______ Lebar Transversal Cavum Thoraxus = 8. ureum. Pada penyakit jantung hipertensi terlihat pembesaran jantung kiri. 3. trans cutan. Dijalankan oleh baterai dan dihubungkan dengan jantung melalui sandapan dan elektroda yang dapat bersifat sementara atau menetap. EKG Untuk mengetahui ada tidaknya kelainan irama pada jantung dan tanda-tanda hipertrofi jantung. dan kreatinin. dapat dimasukan secara intravena. 2.5 cm = 74% Pada orang dewasa. melalui esofagus. dimana alat tersebut merupakan alat pemacu jantung yang menggunakan impuls listrik untuk menimbulkan atau mengatur irama jantung. Alat ini mempunyai derajat yang dapat diprogram dan mempunyai fungsi antitakikardi. Ekokardiografi . Selain itu juga elektrolit untuk melihat kemungkinan adanya kelainan horrmonal aldosteron. dan tanda-tanda bendungan pembuluh paru pada stadium payah jantung hipertensi.5 cm x 100% 11. Pemeriksaan urinalisis juga diperlukan guna melihat adanya kelainan pada ginjal. jika CTR lebih dari 50% maka terjadi kardiomegali. Selain itu juga terlihat cardiac pacemaker yang ditanam secara trans cutan. epicardial. Laboratorium Pemeriksaan darah rutin yang diperlukan adalah hematokrit. elongasi aorta pada hipertensi kronis.Pada gambar rontgen digunakan untuk mengetahui adanya pembesaran jantung atau tidak. untuk menilai fungsi ginjal.

Hal ini diperkuat dengan adanya pembesaran jantung pada pemeriksaan rontgen. Hipertensi Esensial / primer / idiopatik (90-95%) Yang mempengaruhi adalah genetik. hiperaktivitas SS. hiperaldosteronisme primer. khususnya hipertensi kardiogenik. Sindrom Cushing. defek dalam ekskresi Na. Contoh: penyakit ginjal. Ini termasuk golongan penyakit yang terjadi akibat suatu mekanisme kompensasi kardiovaskuler untuk untuk mempertahankan tubuh agar berfungsi normal.Merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang akurat untuk mengetahui dan memantau keadaan jantung (hipertrofi ventrikel. hipertensi vaskuler renal. merokok. Klasifikasi Tekanan Darah (usia > 18 tahun) menurut JNC/ DETH (V) tahun 1997 yaitu: Keterangan Normal Sistole (mmHg) <130 Diastole (mmHg) <85 . Hipertensi Sekunder / renal (5-10%) Hipertensi yang timbul akibat penyakit lain yang diderita. Klasifikasi berdasarkan penyebab (etiologi): 1. didapat diagnosis yaitu hipertensi. lingkungan. yaitu pembesaran ventrikel kiri. sistem RAA. PEMBAHASAN KASUS Ditinjau dari gejala-gejala dan pemeriksaan vital sign. Hipertensi adalah tekanan darah sístole ≥140 mmHg dan diástole ≥90 mmHg. perubahan jantung). 2. dan lain-lain. Simpatis. obesitas. polisitemia. alcohol.

 Usia lanjut -------> hipertensi sístole  Obesitas.  Stres. Hal ini akan meningkatkan tekanan darah.Normal tinggi Hipertensi Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4 130-139 85-89 140-159 160-179 180-209 >210 90-99 100-109 110-119 >120 Kompensasi dengan peningkatan tekanan darah. jika dilakukan akan membantu menurunkan tekanan darah. Maka. sehingga tekanan darah meningkat. dapat meningkatkan tekanan arteri.  Merokok.  Alcohol.  Kurang OR. akan meningkatkan curah jantung dan sirkulasi volume darah akibat perluasan sistem sirkulasi. akan meningkatkan volume plasma dan curah jantung. saraf simpatis mengeluarkan hormon adrenalin dan noreadrenalin yang akan menyebabkan vasokonstriksi dan akan meningkatkan tekanan darah.  Jenis kelamin. jika dikombinasikan dengan kafein dan atau alcohol akan memperburuk hipertensi. Faktor resiko :  Asupan garam banyak. yaitu dengan reflek baroreseptor (reaksi cepat) dan sistem RAA (reaksi lambat). karena dengan OR akan meningkatkan metabolisme di otot dan akan menyebabkan pengeluaran panas tubuh dengan jalan pengeluaran CES (keringat). perempuan > pria  Penyakit jantung dan pembuluh darah Gejala:   Tekanan darah meningkat Sakit kepala . jika lebih dari 1-2 takaran per hari.

Harus mempertahankan penyediaan oksigen yang cukup. Hipertensi dapat mempercepat perkapuran pembuluh koroner dan ini dapat mengurangi aliran darah miokardium dan penyediaan oksigen. Tetapi dengan hipertrofi juga muncul persoalan-persoalan. Tatalaksana: 1. dimaksudkan untuk mengurangi regangan dinding. Tujuan dari pembesaran ventrikel kiri ini dimaksudkan untuk mengurangi regangan dinding. muntah. 2. karena tekanan darah tinggi.  Gagal jantung. karena dengan adanya hipertrofi yang berat. Pada suatu titik tertentu akan terjadi kegagalan dalam pemompaan darah. Pengobatan non-farmakologik Pembatasan asupan garam dalam makanan Mengurangi berat badan apabila obesitas . 3. bingung. 2. kejang. karena pembuluh darah melebar termasuk yang ada di mata (papil udema). gangguan penglihatan (dapat buta). kesadaran menurun. Komplikasi:  Retinopati hipertensif  Ensefalopati hipertensi. Penambahan dalam síntesis kolagen sehingga jantung mempunyai potensi untuk menjadi alat yang kurang efisien sesuai ukurannya. Gejalanya antara lain sakit kepala Herat. perfusi di subendokard dapat menurun. akibat hipertrofi dan akhirnya menjadi dilatasi ventrikel.  Pusing. yaitu: 1. 1. sindroma yang ditandai dengan perubahanperubahan neurologis mendadak atau subakut yang timbul sebagai akibat tekanan arteri yang meningkat dan kembali normal apabila tekanan darah diturunkan. terjadi respon terhadap reseptor-reseptor nyeri di pembuluh darah. Mudah marah  Telinga berdengung  Rasa berat di tengkuk  Sukar tidur  Mata berkunang/kabur.  Hipertrofi ventrikel kiri. Hipertrofi ini menyebabkan penebalan dinding akibat penambahan usuran sel-sel miokard.

mengambat sekresi renin. 4. tidak perlu diberi tambahan kalium. Efek sampingnya sakit kepala. Contoh golongan obatnya tiazid ( hidrokortison. menghambat melepaskan norepinefrin. Cl. gangguan perubahan pembuluh darah perifer. Penghambat ACE. takikardi (bila diberi sendiri) dan retensi Na & air bila tidak diberi dengan diuretik. Diuretik. 2. 3. Vasodilator. Contoh obatnya antara lain kaptopril. dengan cara mempercepat pembentukan urin. contohnya verapamil. Contoh obatnya yaitu propanolol. mekanisme antihipertensinya menghambat reseptor alfa di pembuluh darah terhadap efek vasokonstriksi norepinefrin dan epinefrin sehingga terjadi dilatasi arterial dan vena. mulut kering. Efek sampingnya bronkospasme (maka jangan diberikan pada pasien asma). Prognosis: . Jika obatnya spironolakton. lisinopril. metoprolol. 5. Efek samping antara lain pusing. diltiazem. Resistensi perifer tidak akan berubah pada awal pemberian tetapi pada pemberian kronik. ramipril. Efek samping antara lain hipokalemia maka harus diberikankalium. Contoh obatnya hidralazin. sakit kepala. 6. mekanisme antihipertensinya: mengurangi FDJ dan kontraktilitas myokard. 5. nifedipin. insomnia. lelah. mekanisme antihipertensinya akan menurunkan pembentukan Angiotensin II. Antagonis Kalsium. Mekanisme antihipertensinya yaitu: akan meningkatkan ekskresi Na. bendroflumetiazid). air. sehingga akan terjadi vasodilatasi dan akan menurunkan sekresi aldosteron. mekanisme antihipertensinya untuk merelaksasi otot polos arteriol. resistensi perifer akan menurun. merupakan obat yang akan menurunkan volume plasma dan venous return. atenolol. Penghambat adrenegik. 4. ada 2 macam yaitu:  Beta-blocker.3.  Alfa-blocker. Contoh obatnya Prazosin. 2. Tekanan darah akan menurun akibat berkurangnya curah jantung. Pembatasan alcohol Rutin olahraga Tidak merokok Mengurangi kolesterol Pengobatan farmakologik 1.

. dapat mendekati normal tetapi dapat timbul di waktu lain karena telah mempunyai riwayat hipertensi sebelumnya. Dapat terjadi komplikasi  Dengan pengobatan yang adekuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful