Asma Anak

Blok Kardiopulmonar

batuk ( konstriksi/ spasme bronkus)  Penyakit familiar  Kegawatan medis yang lazim dijumpai di ruang gawat darurat .5% ( < ekspiratoar yang paroksimal berulang-ulang  Whezing.Asma bronkiale  Prevalensi 14 th )  Jalan nafas bawah  Dispneu : 10%( 6 – 7th ) 6.

blokade adrenergik beta .mite dsb)  Antibodi (Ig E)  Sel yang tersensitasi ( sel Mast) mediator inflamasi  bronkokontriksi 2.partikel udara. Gangguan sistem saraf otonom /n.tertawa-> bronkokontriksi .bulu binatang. misal :hawa dingin.asap rokok. Proses imunologis :  Allergen (debu rumah.Vagus  Sistem kolinergik (adrenergik alfa.Patogenesis asma 1.

Pencetushistamin Bronkokontriksi.sekresi berlebihan Obstruksi jalan nafas Sesak nafas & mengi Pa co2 Pa02 Asidosis metabolik/respiratorik meninggal .odem mukosa.

sembuh sama sekali.hilang. sampai meninggal .bronkopneumonia. masih menderita. 40-45 tahun – Dapat baik. bronkiektasis. corpus alineum  Prognose : – umur. pubertas.Deff diag & prognosis  DD : – Bronkiolitis. sembuh ttp masih sensitif thdp allergen. bronkitis asmatis – Asma kardiale – Tuberkulosa.

Berdasarkan frekuensi serangan .1. 3. gejala dan tanda diluar serangan . Derajad penyakit   1. 2. serta obat yang digunakan seharihari ( lihat tabel GINA ) Dibagi menjadi : Asma episodik jarang Asma episodik sering Asma persisten / kronik .

Derajad serangan   1. 4. Berdasarkan gejala dan tanda klinis . 3. pemeriksaan laboratorium (lihat tabel GINA) Derajad serangan asma tidak tergantung pada derajad penyakit asma Serangan ringan Serangan sedang Serangan berat Serangan sangat berat . uji fungsi paru .2. 2.

sesak nafas.PaCO2) .nadi.kewaspadaan.posisi.otot bantu nafas.mengi.PaO2.retraksi.bicara.laju nafas.pulsus paradoksus  fungsi paru (PEFR atau FEVI)  laboratorium (SaO2.Derajad serangan asma lihat tabel GINA  Parameter klinis: aktivitas.s ianosis.

Tujuan tatalaksana serangan  Meredakan penyempitan jalan nafas secepat mungkin  Mengurangi hipoksemia  Mengembalikan fungsi paru ke keadaan normal secepatnya  Rencana tatalaksana untuk mencegah kekambuhan .

Penanganan asma di rumah  Untuk serangan asma ringan saja – Terapi awal : obat B agonis kerja pendek (hirupan ) 3 x dalam satu jam . atau B agonis peroral – Bisa tambahkan steroid peroral – Lakukan penilaian/ respons :  Jika tidak berhasil segera dibawa ke klinik atau ke RS .

aminophilin ) Sangat berat Ruang rawat intensif ( intubasi /ventilator . analisa gas darah ) .Penanganan derajad serangan di RS Masuk Klinik Rawat jalan /IGD nilai derajad serangan & tatalaksana awal Ringan boleh pulang Sedang Ruang rawat sehari Berat Ruang rawat inap ( obat-2an injeksi mis kortikosteroid .

beri obat pengendali :  atau  Mondok RS sehari atau lebih (serangan sedang)  Mondok RS di ruang rawat inap atau rawat intensif (serangan berat ) .selang 20 menit.Tata laksana awal  Nebulisasi B2 agonis (1-2 x.) ke 3-4 ditambah antikolenergik Boleh pulang ( serangan ringan ) beri obat pereda : bronkodilator(hirup/oral) & kortikosteroid oral.

prednisolon B-agonis (kerja panjang ): salbutamol . serangan)= bronkodilatator   B-agonis (kerja pendek) :salbutamol. Pengendali (controller)       Anti inflamasi non steroid : sodium kromogylat Anti inflamasi steroid : prednison . Pereda (reliever.Obat asma 1. terbutalin Xantin : theofilin . Lepas lambat/terkendali : theofilin SR Anti histamin baru : ketotifen Antileukotrin . aminophilin 2.

Kompetensi Dokter umum (kuratif)  Anamnesa/riwayat penyakit  Pemeriksaan fisik  Diagnose dan deff diagnosa  Penilaian derajad asma  Tatalaksana di Klinik rawat jalan atau IGD  Tatalaksana di ruang rawat inap dan di ruang rawat intensif ( dokter spesialis anak) .

psikis Obat dan terapi imunologik Pendidikan . iritan . 3. 2. reffluk gastroesofagus . ISPA . infeksi . Penghindaran faktor-2 pencetus ( alergen .Pencegahan 1. kegiatan jasmani . cuaca .

Pasien risiko tinggi          Serangan asma yang mengancam jiwa Memerlukan intubasi Pneumotoraks / pneumomediastinum Serangan asma yang lama Penggunaan steroid sistemik ( belum lama atau baru lepas ) Kunjungan ke IGD atau rawatan RS setahun terakihir Tidak teratur berobat Kurangnya persepsi tentang sesak nafas Penyakit psikiatrik / psikososial .

Referensi 1. GINA ( Global initiative for Asthma ) Searching internet  GINA Home ( Asthma Management and Prevention ) – – – Obat – obat dan management terapi Tabel penilaian derajad serangan asma Edukasi asma 2. PPNA = Pedoman Nasional Penanganan Asma pada Anak .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful