PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Oleh: Ginandjar Kartasasmita Bahan Kuliah SP 605 Program

Pasca Sarjana ITB Jakarta, 1 Desember 2003 Sesuai dengan tujuan mata kuliah ini yaitu, untuk membahas konsep-konsep pembangunan yang bertumpu pada masyarakat sebagai jembatan antara p embangunan mikro dan makro, maka pada kesempatan ini bahasan pokok yang akan disampaikan adalah tentang pemberdayaan masyarakat . Konsep pemberdayaaan masyarakat mencakup pengertian pembangunan masyarakat (community development) dan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat (community-based development)

I.

Pendahuluan

Pertama-tama perlu terlebih dahulu dipahami arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. Suatu masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mental serta terdidik dan kuat serta inovatif, tentunya memiliki keberdayaan yang tinggi. Namun, selain nilai fisik di atas, ada pula nilai-nilai intrinsik dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan, seperti nilai kekeluargaan, kegotong-royongan, kejuangan, dan yang khas pada masyarakat kita, kebinekaan. Keberdayaan masyarakat adalah unsur-unsur yang memungkinkan suatu masyarakat bertahan (survive) , dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri dan mencapai kemajuan. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang di dalam wawasan politik pada tingkat nasional kita sebut ketahanan nasional. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat kita yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memberdayakan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat. Meskipun pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata sebuah konsep ekonomi, dari sudut pandang kita pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi secara harafiah berarti kedaulatan rakyat di bidang ekonomi, di mana kegiatan ekonomi yang berlangsung adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep ini menyangkut masalah penguasaan teknologi, pemilikan modal, akses ke pasar dan ke dalam sumber-sumber informasi, serta keterampilan manajemen. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan, maka aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi kegiatan nyata tersebut, negara mempunyai birokrasi. Birokrasi ini harus dapat berjalan efektif, artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan publik ( public policies) dengan baik, untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. Dalam paham bangsa Indonesia, masyarakat adalah pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan iklim yang menunjang. Selanjutnya berturut-turut akan dibahas visi pembangunan, konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigma pembangunan, pendekatan, aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam mewujudkannya. Bahasan ini akan ditutup dengan rekomendasi penyempurnaan mekanisme pembangunan dalam
www.ginandjar.com

Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat

rangka pembangunan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, yang perlu dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. II. Visi Pembangunan

Menurut Tap MPR Nomor: IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, visi pembangunan nasional adalah: “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin“. Visi tersebut menunjukkan aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya yang mengarah kepada keadaan modern. Setiap aspek terdiri atas tingkatan individual maupun masyarakat yang saling berhubungan dalam wilayah yang sama. Aspek ekonomi pada tingkat individual mencakup mandiri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Aspek ekonomi pada tingkat masyarakat mencakup berdaya saing, maju, sejahtera. Aspek politik pada tingkat individual mencakup berkesadaran hukum. Aspek politik pada tingkat masyarakat mencakup demokratis dan berkeadilan. Hubungan antara tingkatan individu dan masyarakat dalam aspek politik menunjukkan peluang munculnya demokratisasi yang didasari oleh posisi individual yang kuat dari sisi hukum. Aspek sosial pada tingkat individual mencakup sehat, cinta tanah air, berkesadaran lingkungan. Aspek sosial pada tingkat masyarakat mencakup perwujudan kedamaian. Pada aspek sosial ini terdapat hubungan timbal balik antara tindakan individu dalam merespons orang lain serta pembentukan kedamaian masyarakat secara umum. Aspek budaya pada tingkat individual mencakup beriman, bertakwa, berakhlak mulia, memiliki etos kerja tinggi, dan berdisiplin. Kondisi keagamaan di sini berfungsi sebagai nilai atau pembentuk budaya ekonomi yang modern sekaligus beretika. Sedangkan mengenai misi pembangunan nasional yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat GBHN mengatakan antara lain: “Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan vang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.“ Pada misi tersebut secara jelas juga ditunjukkan aspek ekonomi yaitu pengusaha kecil, pengusaha menengah, koperasi, SDA dan SDM produktif, mandiri, maju, berdaya saing. Dengan mengetengahkan ekonomi kerakyatan, ciri umum yang bisa dikemukakan ialah menganut mekanisme pasar yang disertai dengan penguatan aspek sosial dan politik dalam rangka alokasi sumberdaya ekonomi. Sekali lagi, di sini tidak dianut hanya ekonomi pasar, melainkan bersamasama disertai dengan keputusan politik maupun kesepahaman/norma di antara anggota masyarakat terutama dalam rangka mengalokasikan aset atau membuka askes bagi lapisan menengah ke bawah. Aspek sosial mencakup individu yang berwawasan lingkungan dan menerima paham keberlanjutan lingkungan. Aspek politik dan budaya tidak ditunjukkan secara tegas, melainkan tercakup dalam pengertian ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, penguatan ekonomi kerakyatan dipandang sebagai transformasi sekaligus aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dalam arah kebijakan yang tertuang dalam GBHN, pemberdayaan masyarakat dikelompokkan dalam Pembangunan Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa aspek politik akan

www.ginandjar.com

2

sosial.“ § Kembali di sini secara konsisten dikemukakan aspek ekonomi berupa petani. arah pemberdayaan masyarakat adalah expanding the capacity of society. kapasitas dan kapabilitasnya. Keempat bidang ini saling mengkait. kerajinan rakyat. yang tidak sekaligus meniadakan rezim sebelumnya dalam suatu gerakan struktural atau revolusi. Pemberdayaan masyarakat dalam konteks GBHN dan Propenas dipandang sebagai koreksi atas kekeliruan strategi pembangunan pada masa sebelumnya. Oleh karena itu. Arah kebijakan tersebut antara lain dinyatakan: § “Mempercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama petani dan nelayan melalui penyediaan prasarana. yaitu melalui pemberdayaan masyarakat. agribisnis. mengingat pembangunan daerah berpeluang untuk dijadikan sebagai instrumen penguatan demokrasi. penguasaan teknologi. Akan tetapi ide ini juga muncul bersamaan dengan meningkatnya konflik di daerah. sehingga memiliki akses dan kemampuan untuk mengambil keuntungan timbal balik dalam bidang ekonomi. prasarana fisik. Salah satu upaya dalam menumbuhkembangkan dan memperkuat lembaga dan organisasi masyarakat adalah dengan meningkatkan akses.com 3 . pengembangan kelembagaan. Pemberdayaan merupakan upaya menumbuhkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power). pemberdayaan masyarakat adalah memberikan wewenang dan pelayanan sehingga kapasitas dan kapabilitas masyarakat dalam empat bidang tersebut dapat berkembang.“ “Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah sesuai dengan potensi dan kepentingan daerah melalui penyediaan anggaran pendidikan yang memadai. Yang bisa dilakukan ialah mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah baru yang mungkin segera muncul. namun sedikit demi sedikit melakukan perbaikan dalam bentuk menyusun rule of game yang lebih baru yang mengarah kepada demokrasi. Perubahan ini dilakukan dalam konsep reformasi. Tindakan ini mengubah ciri www.ginandjar. tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat (partisipasi masyarakat) sehingga mereka mampu mengelola dirinya sendiri dalam memecahkan masalahnya sendiri (pemberdayaan). Masalah ini perlu dipecahkan segera.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat memegang peranan penting. di mana krisis ekonomi telah menurunkan kapasitas ekonomi masyarakat. industri kecil dan kerajinan rakyat. Peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan desentralisasi sehingga peranan pemerintah dan masyarakat di daerah semakin mengemuka. sosial dan budaya. penguasaan teknologi. pembangunan sistem agribisnis. Dengan kata lain. kapasitas. Pelaksanaan rencana pembangunan yang telah ditetapkan dalam GBHN mensyaratkan penerjemahan lebih lanjut dalam bentuk UU Nomor 25/2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas). nelayan. dengan skala waktu lima tahun. di mana kini desakan demokratisasi meningkat. Tindakan semacam ini dapat menghasilkan kemajuan atau pembangunan manakala diwadahi oleh lembaga dan organisasi modern. politik. wewenang. Norma-norma di atas sejalan dengan keadaan empiris. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan krisis ekonomi sejak tahun 1997 memberi pelajaran bahwa masalah-masalah masa kini bersifat mendadak serta tidak bisa diramalkan secara lebih pasti. Upaya pengambilan keputusan ini mengandaikan tumbuhnya dan merupakan tindakan rasional. Pada saat yang sama terjadi perubahan politik. politik. Aspek politik tidak ditunjukkan secara eksplisit. maka pemberdayaan masyarakat adalah proses peningkatan akses. industri kecil. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat miskin. Aspek budaya perlu dipandang sebagai transformasi etika menuju kemodernan. dan pemanfaatan sumber daya alam. dan budaya dalam bentuk pelimpahan kekuasaan. kapabilitas masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi. serta pemanfaatan sumberdaya alam. walaupun di muka telah disebutkan bahwa aspek ini menjadi implikasi dari pembangunan daerah. Aspek sosial mencakup pengembangan kelembagaan dan pendidikan.

maka akan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi. yang berarti makin besar investasi. Pembangunan menurut beberapa literatur ekonomi pembangunan seringkali didefinisikan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dari peningkatan pendapatan riil perkapita melalui peningkatan jumlah dan produktivitas sumber daya.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat masalah semata-mata dari sisi negatif menjadi dilema yang sekaligus memiliki sisi negatif dan positif. Pada intinya model ini berpijak pada pemikiran Keynes (1936) yang menekankan pentingnya aspek permintaan dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang. 1. ada baiknya kita tinjau terlebih dahulu konsep pembangunan yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dalam arti yang luas. yaitu yang menekankan pentingnya akumulasi modal (physical capital formation) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital). Teori mengenai pertumbuhan ekonomi dapat ditelusuri setidak-tidaknya sejak abad ke-18. makin rendah produktivitas kapital atau semakin tinggi capital output ratio. Meningkatnya pendapatan yang dapat diperoleh oleh kaum pemilik modal akan mendorong investasi-investasi baru karena kelompok ini mempunyai hasrat menabung dan menanam modal (marginal propensity to save and invest) yang www. akan terbuka inovasi-inovasi baru yang pada gilirannya akan mendorong perluasan pembagian kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembagian kerja akan meningkatkan produktivitas yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan. Di sinilah strategi pemberdayaan masyarakat dipandang cocok untuk mengatasi kesulitan akses dan penurunan kapasitas ekonomi. menciptakan integrasi sosial untuk mengatasi konflik-konflik di pusat dan di daerah. Dengan meluasnya pasar. Sebaliknya. sekaligus mendukungnya dengan etika atau nilai baru dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. masyarakat dalam suatu perekonomian harus mempunyai tabungan yang merupakan sumber inves tasi. Malthus. Konsep Pemberdayaan Masyarakat Dalam Konteks Perkembangan Paradigma Pembangunan. Salah satu pandangan yang dampaknya besar dan berlanjut hingga sekarang adalah model pertumbuhan yang dikembangkan oleh Harrod (1948) dan Domar (1946).com 4 . yaitu tingkat tabungan (investasi) dan produktivitas modal (capital output ratio).ginandjar. dan Ricardo yang disebut sebagai aliran klasik. Makin besar tabungan. Dari pandangan itu lahir konsep-konsep mengenai pembangunan sebagai pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh dua unsur pokok. III. Dalam model ini diasumsikan terdapat penawaran tenaga kerja yang sangat elastis. makin rendah pertumbuhan ekonomi. Ini berarti para pengusaha dapat meningkatkan produksinya dengan mempekerjakan tenaga kerja yang lebih banyak tanpa harus menaikkan tingkat upahnya. Setelah Adam Smith. Menurut A dam Smith (1776) proses pertumbuhan dimulai apabila perekonomian mampu melakukan pembagian kerja (division of labor). Setelah Adam Smith muncul pemikiran-pemikiran yang berusaha mengkaji batas -batas pertumbuhan (limits to growth) antara lain Malthus (1798) dan Ricardo (1917). berkembang teori pertumbuhan ekonomi modern dengan berbagai variasinya yang pada intinya dapat dib agi menjadi dua. Adam Smith juga menggarisbawahi pentingnya skala ekonomi. menunjang demokratisasi lewat otonomi daerah. Agar dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dalam model Harrod-Domar. Konsep -konsep Pembangunan Sebelum kita membahas hal-hal pokok mengenai konsep pemberdayaan. Dilema aktual tersebut menghadirkan sisi masalah sekaligus peluang bagi peningkatan keberdayaan masyarakat miskin. Arthur Lewis (1954) dengan model surplus of labornya memberikan tekanan kepada peranan jumlah penduduk. Berbeda dengan Harrod-Domar yang memberikan tekanan kepada pentingnya peranan modal.

lisensi. Kemudian kita lihat bahwa kemajuan ekonomi di negara-negara industri baru yang miskin sumber alam di belahan kedua abad ke-20. Nurkse (1953) menunjukkan bahwa perdagangan merupakan mesin pertumbuhan selama abad ke-19 bagi negara-negara yang sekarang termasuk dalam kelompok negara maju seperti Amerika Serikat. Sementara itu berkembang sebuah model pertumbuhan yang disebut neoklasik. Selanjutnya. Dua di antaranya yang penting adalah dari Rostow (1960) dan Chenery-Syrquin (1975). www. The Drive to Maturity. Dengan demikian. Hongkong. Preconditions for Growth. penanaman modal. Transformasi pengetahuan dan ide baru tersebut dapat terjadi melalui kegiatan perdagangan internasional.com 5 . Dalam teori neoklasik. komunikasi. yang mendorong pertumbuhan ekonomi. transformasi dari negara yang terkebelakang menjadi negara maju dapat dijelaskan melalui suatu urutan tingkatan atau tahap pembangunan yang dilalui oleh semua negara. teknologi dianggap sebagai faktor eksogen yang tersedia untuk dimanfaatkan oleh semua negara di dunia. The Take-off. Pesatnya perkembangan industri dan pertumbuhan penduduk di Inggris yang miskin sumber alam telah meningkatkan permintaan bahan baku dan makanan dari negara-negara yang tersebut di atas. yaitu teori mengenai tahapan pertumbuhan. dan Selandia Baru. maka pertumbuhan semua negara di dunia akan konvergen. Australia. dari perekonomian yang didominasi oleh sektor pertanian menjadi didominasi oleh sektor industri dan jasa. perkembangan perekonomian akan mengalami suatu transformasi (konsumsi.ginandjar. dan aktivitas R & D. yang merupakan pengembangan pemikiran dari Collin Clark dan Kuznets. Menurut Rostow. Pada abad itu kegiatan industri yang termaju terkonsentrasi di Inggris. yang berarti kesenjangan akan berkurang. Teori pertumbuhan selanjutnya mencoba menemukan faktor-faktor lain di luar modal dan tenaga kerja. produksi dan lapangan kerja). Chenery dan M. Teori human capital ini selanjutnya diperkuat dengan berbagai studi empiris. Sumber pertumbuhan dalam teori endogen adalah meningkatnya stok pengetahuan dan ide baru dalam perekonomian yang mendorong tumbuhnya daya cipta dan inisiatif yang diwujudkan dalam kegiatan inovatif dan produktif. Pandangan-pandangan yang berkembang dalam teori-teori pembangunan terutama di bidang ekonomi memang mengalir makin deras ke arah manusia (dan dalam konteks plural ke arah masyarakat atau rakyat) sebagai pusat perhatian dan sasaran sekaligus pelaku utama pembangunan (subjek dan objek sekaligus). Dalam perekonomian yang terbuka. pertumbuhan yang bervariasi di antara negara-negara yang membangun melahirkan pandangan mengenai teknologi bukan sebagai faktor eksogen. Kanada. Taiwan. Menurut Becker (1964) peningkatan produktivitas tenaga kerja ini dapat didorong melalui pendidikan dan pelatihan serta peningkatan derajat kesehatan. Teori pertumbuhan neoklasik mulai memasukkan unsur teknologi yang diyakini akan berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara (Solow.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat lebih tinggi dibandingkan dengan kaum pekerja. tapi sebagai faktor endogen yang dapat dipengaruhi oleh berbagai variabel kebijaksanaan (Romer. di mana semua faktor produksi dapat berpindah secara leluasa dan teknologi dapat dimanfaatkan oleh setiap negara. dan The Age of High Mass Consumption. yaitu tahap Traditional Society. Menurut pemikiran H. antara lain untuk Amerika Serikat oleh Kendrick (1976). Syrquin (1975).B. dan Singapura. Rostow mengemukakan lima tahap yang dilalui oleh suatu negara dalam proses pembangunannya. Ini semua menuntut kualitas sumber daya manusia yang meningkat. juga didorong oleh perdagangan inter nasional. 1990). pendidikan. 1957). Dalam kelompok teori pertumbuhan ini ada pandangan yang penting yang dianut oleh banyak pemikir pembangunan. Mengenai peran perdagangan dalam pertumbuhan. Tingkat investasi yang tinggi pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. seperti Korea. Salah satu teori berpendapat bahwa inves tasi sumber daya manusia mempunyai pengaruh yang besar terhadap peningkatan produktivitas. konsultasi. pertumbuhan yang terjadi di Inggris menyebar ke negara lain melalui perdagangan internasional.

Salah satu metode yang umum digunakan dalam menilai pengaruh dari pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakat adalah dengan mempelajari distribusi pendapatan. Sebuah model.al. sedangkan BHN menekankan pada penyediaan public services disertai jaminan kepada masyarakat miskin agar dapat memperoleh pelayanan tersebut. Berbeda dengan distribusi pendapatan yang menggunakan konsep relatif. Namun. Cara pandang di atas mendominasi pemikiran-pemikiran pembangunan (mainstream economics) dekade 50-an dan 60-an dengan ciri utamanya bahwa pembangunan adalah suatu upaya terencana untuk mengejar pertumbuhan ekonomi agregat. seperti makanan pokok. yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin bahkan dapat menjadi lebih miskin. Masalah pengangguran juga makin mendapat perhatian dalam rangka pembangunan ekonomi yang menghendaki adanya pemerataan. RWG menekankan pada peningkatan produktivitas dan daya beli masyarakat miskin. Todaro (1985) mengemukakan bahwa terdapat kaitan yang erat antara pengangguran. pendidikan dasar. Pada umumnya mereka yang tidak dapat memperoleh pekerjaan secara teratur adalah mereka yang termasuk dalam kelompok masyarakat miskin. Bahkan di banyak negara kesenjangan sosial ekonomi makin melebar.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Salah satu harapan atau anggapan dari pengikut aliran teori pertumbuhan adalah bahwa hasil pertumbuhan akan dapat dinikmati masyarakat sampai di lapisan yang paling bawah. Meskipun pembangunan harus berkeadilan. lebih dapat memanfaatkan kesempatan. berkembang pendekatan kebutuhan dasar manusia atau basic human needs (BHN) (Streeten et al. analisis mengenai tingkat kemiskinan menggunakan konsep absolut atau kemiskinan absolut. keduanya berbeda dalam hal kebijaksanaan yang diambil. kelompok masyarakat yang sudah baik keadaannya dan lebih mampu. pengalaman pembangunan dalam tiga dasawarsa (1940-1970) menunjukkan bahwa yang terjadi adalah rakyat di lapisan bawah tidak senantiasa menikmati cucuran hasil pembangunan seperti yang diharapkan itu.com 6 . ketidakmerataan pendapatan. dan kemiskinan. Pembagian pendapatan berdasarkan kelas-kelas pendapatan (the size distribution of income) dapat diukur dengan menggunakan kurva Lorenz atau indeks Gini. Oleh karena itu. 1974 ). Strategi BHN disusun untuk menyediakan barang dan jasa dasar bagi masyarakat miskin. harus pula disadari bahwa pemikiran semacam ini masih banyak pengikut dan pendukungnya sampai saat ini walaupun bukti-bukti empiris dan uji teoritis menunjukkan bahwa trickle down process tidak pernah terwujud khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. berkembang berbagai pemikiran untuk mencari alternatif lain terhadap paradigma yang semata-mata memberi penekanan kepada pertumbuhan.. Walaupun RWG dan BHN mempunyai tujuan yang sama.. Dengan demikian.ginandjar. Maka berkembang kelompok pemikiran yang disebut sebagai paradigma pem bangunan sosial yang tujuannya adalah untuk menyelenggarakan pembangunan yang lebih berkeadilan. 1981). dampak dan hasil pembangunan juga dapat diukur dengan melihat tingkat kemiskinan (poverty) di suatu negara. a ntara lain karena posisinya yang menguntungkan (privileged). Masih dalam rangka mencari jawaban terhadap tantangan paradigma keadilan dalam pembangunan. Upaya untuk memadukan konsep pertumbuhan dan pemerataan merupakan tantangan yang jawabannya tidak henti-hentinya dicari dalam studi pembangunan. Mereka yang memperoleh pekerjaan secara terus -menerus adalah www. Ide dasarnya adalah pemerintah harus mempengaruhi pola pembangunan sedemikian rupa sehingga produsen yang berpendapatan rendah (yang di banyak negara berlokasi di perdesaan dan produsen kecil di perkotaan) akan mendapat kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan secara simultan menerima sumber ekonomi yang diperlukan. sehingga akan memperoleh semua atau sebagian besar hasil pembangunan. air dan sanitasi. perawatan kesehatan. Selain distribusi pendapatan. yang dinamakan pemerataan dengan pertumbuhan atau redistribution with growth (RWG) dikembangkan berdasarkan suatu studi yang disponsori oleh Bank D unia pada tahun 1974 (Chenery. disadari bahwa pertumbuhan tetap penting. et. Dan. Hal ini disebabkan oleh karena meskipun pendapatan dan konsumsi makin meningkat. dan perumahan.

Dengan demikian. misalnya. Goulet. Dalam rangka perkembangan teori ekonomi politik dan pembangunan perlu dicatat pula bahwa aspek ideologi dan politik turut mempengaruhi pemikiran-pemikiran yang berkembang. Era pascaindustri menghadapi kondisi-kondisi yang sangat berbeda dari kondisi-kondisi era industri dan menyajikan potensi-potensi baru yang penting guna memantapkan pertumbuhan dan www. 1970). Untuk memperbaiki nasib buruh. 1992). memecahkan masalah pengangguran dapat memecahkan masalah kemiskinan dan pemerataan pendapatan. resep pembangunan untuk daerah pinggiran adalah revolusi (Frank. Tavares dan Serra. serta Cariola dan Sunkel. Selain itu. Dengan demikian. Oleh karena itu. Dengan demikian. aliran ini mengambil perspektif perjuangan kelas internasional antara para pemilik modal (para kapitalis) di satu pihak dan kaum buruh di lain pihak. 1957). Menurut teori ini barang-barang yang dikonsumsikan oleh masyarakat miskin cenderung lebih bersifat padat tenaga kerja dibandingkan dengan konsumsi masyarakat yang berpendapatan lebih tinggi. Patut dicatat adanya dua aliran dalam teori ketergantungan. Aliran ini tidak membedakan secara tajam mana yang termasuk struktur internal ataupun struktur eksternal. (1977) yang mengkaji falsafah dan etika pembangunan. maka perlu mengambil prakarsa dengan menumbangkan kekuasaan yang ada. keterbelakangan negara-negara Amerika Latin terjadi pada saat masyarakat prakapitalis tergabung ke dalam sistem ekonomi dunia kapitalis. timbul struktur ketergantungan yang merupakan rintangan yang hampir tak dapat diatasi serta merintangi pula pembangunan yang mandiri. (2) memelihara keberagaman budaya dan lingkungan. Beberapa ahli berpendapat pula bahwa pemerataan pendapatan akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja (Seers. Pandangan bahwa pembangunan tidak seyogyanya hanya memperhatikan tujuan-tujuan sosial ekonomi. Sedangkan aliran kedua. 1969. berkembang luas. Masalah-masalah demokrasi dan hak-hak asasi manusia menjadi pembicaraan pula dalam kajian-kajian pembangunan (antara lain lihat Bauzon. melihat masalah ketergantungan dari perspektif nasional atau regional. masyarakat tersebut kehilangan otonominya dan menjadi daerah "pinggiran" (periphery) negara metropolitan yang kapitalis. mengetengahkan bahwa proses pembangunan harus menghasilkan (1) terciptanya "solidaritas baru" yang mendorong pembangunan yang berakar dari bawah ( grassroots oriented). Oleh karena itu. 1982).Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat mereka yang berpendapatan menengah dan tinggi. subjek yang perlu dibangun adalah "bangsa" atau "rakyat" dalam suatu negara (nation building). 1967).ginandjar. Dengan demikian. yaitu aliran Marxis dan Neo-Marxis.com 7 . 1974. serta aliran non-Marxis. Menurut teori ini (Baran. dan sebaliknya merupakan konsumen barang-barang jadi yang dihasilkan industri-industri di negara-negara metropolitan tersebut. Menurut aliran ini struktur dan kondisi internal pada umumnya dilihat sebagai faktor yang berasal dari sistem itu sendiri. Dalam pembahasan mengenai berbagai paradigma yang mencari jalan kearah pembangunan yang berkeadilan perlu diketengahkan pula teori pembangunan yang berpusat pada rakyat. meskipun struktur internal ini pada masa lampau atau sekarang dipengaruhi oleh faktor-faktor luar negeri (lihat misalnya Dos Santos dan Bernstein. Aliran Marxis dan Neo-Marxis menggunakan kerangka analisis dari teori Marxis tentang imperialisme. Dalam menghadapi tantangan pembangunan maka konsep negara atau bangsa ini perlu dijadikan landasan untuk mengadakan pembaharuan-pembaharuan. Salah satu di antaranya adalah teori ketergantungan yang dikembangkan terutama berdasarkan keadaan pembangunan di Amerika Latin pada tahun 1950-an. dipandang sebagai faktor yang berasal dari sistem kapitalis dunia itu sendiri. pemerataan pendapatan akan menyebabkan pergeseran pola permintaan yang pada gilirannya akan menciptakan kesempatan kerja. Daerah (negara) pinggiran dijadikan "daerah-daerah jajahan" negara-negara metropolitan. Mereka hanya berfungsi sebagai produsen bahan mentah bagi kebutuhan industri daerah (negara) metropolitan tersebut. menurut aliran ini. karena kedua struktur tersebut. dan (3) menjunjung tinggi martabat serta kebebasan bagi manusia dan masyarakat. Ciri utama dari teori ini adalah bahwa analisisnya didasarkan pada adanya interaksi antara struktur internal dan eksternal dalam suatu sistem.

pengalaman tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan produksi dan pendapatan (wealth) hanya merupakan alat saja. Menurut pandangan ini tujuan pokok pembangunan adalah memperluas pilihan-pilihan manusia (Ul Haq. bisa menjadi paling miskin di hari kemudian. 1997). untuk menikmati kehidupan atau untuk aktif dalam kegiatan kebudayaan. sedangkan tujuan akhir pembangunan harus manusianya sendiri. 1985). tujuan ini sering terlupakan oleh keinginan untuk meningkatkan akumulasi barang dan modal. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien Gini yang meningkat dari 0.38 pada tahun 1978 (Cheetham dan Peters. penggunaan kemampuan yang telah dipunyai untuk bekerja. Paradigma ini memberi peran kepada individu bukan sebagai objek. Masih dalam taraf pengembangan sekarang muncul pula gagasan pembangunan yang berkelanjutan yang erat kaitannya dengan kesejahteraan yang semakin terus meningkat dari generasi ke generasi -. 2. Dalam konsep ini pemakaian dan hasil penggunaan sumber daya alam dan lingkungan yang merusak sumbernya tidak dihitung sebagai konstribusi terhadap pertumbuhan tetapi sebagai pengurangan aseet. (2) pemerataan kesempatan.ginandjar. Palestina. seperti bangsa Mesir.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat kesejahteraan manusia. adalah paradigma pembangunan manusia. Pengalaman. Meskipun belum memuaskan beberapa pihak.com 8 . sehat dan berumur panjang. melainkan sebagai pelaku yang menetapkan t ujuan. Konsep ini diprakarsai dan ditunjang oleh UNDP. Paradigma yang terakhir. yakni: (1) peningkatan produktivitas. terdapat peningkatan ketimpangan antara kota dan desa. (3) kesinambungan pembangunan. Banyak pengalaman pembangunan menunjukkan bahwa kaitan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia tidaklah terjadi dengan sendirinya. berbagai aliran pemikiran dalam studi pembangunan. dan politik. Penting kita perhatikan hal ini. yang mengembangkan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index). yang berkembang selama ini.34 pada tahun 1976 menjadi 0. Kedua. Indeks ini merupakan indikator komposit/ gabungan yang terdiri dari 3 ukuran. Pertama. 1984). yang tidak dapat dilepaskan dari paradigma pembangunan sosial dan berbagai pandangan di dalamnya yang telah dibahas terdahulu. pendidikan (sebagai ukuran knowledge) dan tingkat pendapatan riil (sebagai ukuran living standards). Pengertian ini mempunyai dua sisi. dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya.jaminan pemerataan pembangunan antargenerasi --. Pembangunan yang berpusat pada rakyat menghargai dan mempertimbangkan prakarsa rakyat dan kekhasan setempat. kesenjangan ini baru menurun ketika infrastruktur www. Menurut Badan Pusat Statistik (1999). pengetahuan dan keahlian yang meningkat. dan India. mengendalikan sumber daya. Paradigma pembangunan manusia yang disebut sebagai sebuah konsep yang holistik mempunyai 4 unsur penting. pembentukan kemampuan manusia seperti tercermin dalam kesehatan. Demikianlah. konsep pembangunan manusia dapat dianggap paling lengkap dan dikatakan sebagai sudah merupakan sintesa dari pendekatan-pendekatan sebelumnya. Walaupun sederhana. keadilan dan kelestarian pembangunan itu sendiri (Korten. sementara penduduk kota mampu mendayagunakan prasarana publik. serta (4) pemberdayaan manusia. karena bangsa yang kaya hari ini. sosial. yaitu kesehatan (sebagai ukuran longevity). tujuan utama dari pembangunan adalah menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakatnya untuk menikmati kehidupan yang kreatif. dan yang tujuan utamanya adalah pertumbuhan manusia yang didefinisikan sebagai perwujudan yang lebih tinggi dari potensi-potensi manusia. Masalah Kesenjangan Ketika pada awal 1970-an pembangunan infrastruktur dan pertanian di pedesaan belum menampakkan hasilnya. Menurut pendekatan ini. Logika yang dominan dari paradigma ini adalah suatu ekologi manusia yang seimbang. dengan sumber-sumber daya utama berupa sumber -sumber daya informasi dan prakarsa kreatif yang tak habis-habisnya.

masyarakat terasing dan mereka yang putus sekolah. perambah hutan. terutama ke kawasan timur Indonesia. indeks Gini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Faktor penyebab utama adalah menurunnya persentase pendapatan yang diterima oleh 40 persen kelompok berpendapatan rendah.98 persen dari seluruh wilayah Indonesia harus menampung penduduk sekitar 61. Angka ini relatif terjaga hingga 1993. tetapi juga kesenjangan pendapatan antargolongan pendapatan. Perkembangan penanaman modal menunjukkan bahwa lokasi kegiatan sebagian besar berada Jawa. mendayagunakan potensi daerah secara optimal dengan membangun sarana dan pras arana sehingga terbentuk jaringan transportasi antardaerah dan antarwilayah yang lebih luas dan menyatu yang memungkinkan lancarnya arus barang dan perpindahan penduduk. yaitu buruh tani. perluasan kesempatan kerja yang produktif. Kondisi ini mencerminkan paradoks pembangunan. Persebaran kegiatan penanaman modal yang tidak merata menyebabkan perputaran kegiatan ekonomi dan peningkatan kemakmuran penduduk antardaerah menjadi tidak seimbang. dalam pidato pengukuhannya sebagai www. Menurut data BPS. Pada tahun 1984 koefisien indeks Gini menurun menjadi 0. Di sisi lain. yang mampu mendorong penyebaran kegiatan penanaman modal secara merata ke seluruh daerah. kesenjangan cenderung meningkat sehingga perlu dipecahkan. jumlah penduduk tersebar secara tidak merata. Pada tahun 1996 dan 1999 yang mencerminkan sebelum dan pada saat dampak krisis ekonomi.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat dan pertanian mulai bisa dikembangkan sejak akhir 1970-an. Sebaliknya jumlah penduduk Kalimantan. Kunci dari pemecahan masalah kesenjangan adalah pelaksanaan otonomi daerah secara efektif dan efisien. Jaman baru ini ditandai oleh keterbukaan dan persaingan. Tantangan utama untuk mengurangi kesenjangan pendapatan antar golongan penduduk adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan kelompok masyarakat berpendapatan rendah.6 persen dari total jumlah penduduk.com 9 . Krisis ekonomi juga menyiratkan bahwa masalah yang harus diatasi tidak hanya kemiskinan. buruh nelayan. petani berlahan sempit. Dalam keadaan demikian. Iwan Jaya Azis. Tantangan lainnya adalah merumuskan kebijaksanaan pembangunan. NTT. Hal ini berarti kesenjangan antargolongan pendapatan cenderung meningkat terutama di daerah perkotaan. Di satu sisi berbagai hasil pembangunan telah dicapai sehingga jumlah penduduk miskin berkurang. Konsekuensi dari ketidakmerataan persebaran penduduk ini adalah prasarana dan sarana yang disediakan untuk menunjang kegiatan sosial ekonomi. baik berupa kebijaksanaan perpajakan maupun keuangan. Maluku dan Irian Jaya hanya 11. Bali dan Sumatera. Saat ini kita sudah memasuki jaman dunia baru.ginandjar. besar sekali kemungkinan makin melebarnya kesenjangan. dan meningkatnya persentase pendapatan yang diterima oleh 20 persen kelompok berpendapatan tinggi. yang peluangnya belum tentu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh golongan yang ekonominya lemah. Akibat selanjutnya peluang usaha dan kemampuan sumberdaya manusia antar daerah juga tidak berimbang. Sensus Penduduk 1990. NTB.33. misalnya. yang sangat berbeda dengan yang kita kenal selama ini. Perbedaan peluang usaha dan prasarana mempengaruhi minat untuk menanamkan modal di daerah. dan kesehatan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan penduduk menjadi terpusat di Jawa dan Bali. nelayan. Jawa dan Bali dengan luas wilayah hanya 6. Disamping itu perlu dilakukan penciptaan lapangan kerja baru. Masalah-masalah kesenjangan inilah yang harus kita hadapi saat ini. serta tenaga kerja dengan upah rendah di daerah perkotaan.1 juta km2 atau 58. Tantangan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan antardaerah adalah mendorong penyebaran penduduk dan tenaga kerja secara lebih merata ke berbagai wilayah tanah air.1 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah penduduk ini tidak sebanding dengan luas wilayah yang mencapai 1. fasilitas pendidikan.3% dari luas wilayah Indonesia. Akibatnya angka kepadatan penduduk di Jawa dan Bali sangat tinggi. serta penentuan sistem pemberian imbalan/upah yang layak.

tetapi juga nilai tambah sosial dan nilai tambah budaya. yaitu meningkatkan kemampuan rakyat. 3. yang menghendaki “inclusive democracy. Konsep ini lebih luas dari hanya semata-mata memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) atau menyediakan mekanisme untuk mencegah proses pemiskinan lebih lanjut (safety net). khususnya pembangunan ekonomi. dapatlah diartikan bahwa pemberdayaan tidak saja menumbuhkan dan mengembangkan nilai tambah ekonomi. Kalau UUD 1945 dibaca dengan baik. dan harga dirinya. Bagian yang tertinggal dalam masyarakat harus ditingkatkan kemampuannya dengan mengembangkan dan mendinamisasikan potensinya. dengan kata lain. Padahal kita memikul tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat sebagai salah satu tujuan kita membuat negara yang merdeka. yang pemikirannya belakangan ini banyak dikembangkan sebagai upaya mencari alternatif terhadap konsep-konsep pertumbuhan di masa yang lalu. Kemajuan yang ingin diupayakan melalui pembangunan nasional. Dengan proses pembangunan yang terus berlanjut. serta dipelajari latar belakang pemikiran para penyusunnya. demokrasi ekonomi adalah kegiatan ekonomi dilaksanakan dari rakyat. seperti telah ditunjukkan di atas. Atau dengan rumusan UUD 45: "Produksi dikerjakan oleh semua. Dalam bidang ekonomi tegas diamanatkan Demokrasi Ekonomi. Dasar pandangannya adalah bahwa upaya yang dilakukan harus diarahkan langsung pada akar persoalannya. Masalah utamanya. rasa percaya diri. www. martabat. dipahami sejarah penyusunannya. and sustainable" (Chambers. atau menurut kata-kata UUD 45: "kemakmuran bagi semua orang!" Arah perkembangan ekonomi seperti yang dikehendaki oleh konstitusi itu tidak dapat terjadi dengan sendirinya. rakyat dan lingkungannya mampu secara partisipatif menghasilkan dan menumbuhkan nilai tambah ekonomis. justru ketidakseimbangan itu dapat makin membesar yang mengakibatkan makin melebarnya jurang kesenjangan. participatory. Secara praktis upaya yang merupakan pengerahan sumber daya untuk mengembangkan potensi ekonomi rakyat ini akan m eningkatkan produktivitas rakyat sehingga baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam di sekitar keberadaan rakyat dapat ditingkatkan produktivitasnya. Dengan demikian. 1995). 1996).com 10 . memberdayakannya. Dalam upaya mengatasi tantangan itu diletakkan strategi pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian. kemajuan yang diukur melalui membesarnya produksi nasional tidak otomatis menjamin bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan kesejahteraan secara merata. Rakyat miskin atau yang berada pada posisi belum termanfaatkan secara penuh potensinya akan meningkat bukan hanya ekonominya. untuk semua di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. tetapi juga harkat. empowering. yakni yang bersifat "people-centered. jelas bahwa republik ini disusun berdasarkan semangat kerakyatan. Pemberdayaan Masyarakat: Memadukan pertumbuhan dan pemerataan Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang". dan untuk rakyat. oleh rakyat. haruslah meningkatkan kemakmuran atas dasar keadilan sosial. Dengan lebih tegas lagi. Jadi. adalah ketidakseimbangan dalam kemampuan dan kesempatan untuk memanfaatkan peluang yang terbuka dalam proses pembangunan. gender equality and intergenerational equity”. appropriate economic growth. Konsep ini berkembang dari upaya banyak ahli dan praktisi untuk mencari apa yang antara lain oleh Friedman (1992) disebut alternative development. partisipasi rakyat meningkatkan emansipasi rakyat. Demokrasi Ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat di bidang kehidupan ekonomi.ginandjar. Artinya. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat guru besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menunjukkan pula kerisauannya bahwa perdagangan bebas tidak harus akan bermanfaat terhadap perbaikan distribusi pendapatan (Azis.

30. Gini rationya 0. keduanya tidak harus diasumsikan sebagai " incompatible or antithetical ". dengan mendorong memotivasikan dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya.com 11 . selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. dengan penekanan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. employment intensive. tetapi dengan devisa yang lebih kecil pula (Brown. yang dapat dijangkau oleh masyarakat pada lapisan paling bawah. Konsepnya adalah pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pertumbuhan yang dihasilkan oleh upaya pemerataan. yakni bukan yang vertikal menghasilkan "trickle-down". Untuk itu. Konsep ini mencoba melepaskan diri dari perangkap "zero-sum game" dan "trade off". Taiwan adalah salah satu negara dengan tingkat kesenjangan yang paling rendah ditinjau dengan berbagai ukuran (tahun 1987. lapangan kerja. 1995). Kedua. dan pemasaran di perdesaan. " the right kind of growth ". keterbukaan. perlu ada program khusus bagi masyarakat yang kurang berdaya. dan pasar. informasi. setiap masyarakat. Di sini titik tolaknya adalah pengenalan bahwa setiap manusia. Pengalaman Taiwan menunjukkan bahwa pertumbuhan dan pemerataan dapat berjalan beriringan. serta ketersediaan lembaga-lembaga pendanaan. Perkuatan ini meliputi langkah-langkah nyata. jalan. pelatihan. tetapi dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi yang dapat dipeliharanya secara berkelanjutan (Brautigam. Dalam rangka pemberdayaan ini. Ia bertitik tolak dari pandangan bahwa dengan pemerataan tercipta landasan yang lebih luas untuk pertumbuhan dan yang akan menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan. memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan individu anggota masyarakat. Demikian pula www. Dalam kerangka pikiran itu. Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu. Dalam rangka ini diperlukan langkah-langkah lebih positif. menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling). Artinya. karena. dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input). termasuk yang terendah di dunia). 1995). listrik. Masukan berupa pemberdayaan ini menyangkut pembangunan prasarana dan sarana dasar baik fisik. karena program-program umum yang berlaku untuk semua. seperti irigasi. karena seperti dikatakan oleh Donald Brown (1995). teknologi. Yang dicari adalah seperti dikatakan Ranis. yakni "broadly based. upaya yang amat pokok adalah peningkatan taraf pendidikan. maupun sosial seperti sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Menanamkan nilai-nilai budaya modern seperti kerja keras. " the pattern of growth is just as important as the rate of growth". seperti yang terbukti tidak berhasil. memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering). Hal terakhir ini besar artinya bagi negara-negara berkembang yang mengalami kelangkaan devisa dan lemah posisi neraca pembayarannya. Oleh karena itu. tetapi yang bersifat horizontal (horizontal flows). tidak selalu dapat menyentuh lapisan masyarakat ini.ginandjar. Hasil pengkajian berbagai proyek yang dilakukan oleh International Fund for Agriculture Development (IFAD) menunjukkan bahwa dukungan bagi produksi yang dihasilkan masyarakat di lapisan bawah telah memberikan sumbangan pada pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan investasi yang sama pada sektor-sektor yang skalanya lebih besar. kalau demikian akan sudah punah. di mana terkonsentrasi penduduk yang keberdayaannya amat kurang. tetapi juga pranata-pranatanya. serta akses ke dalam sumber-sumber kemajuan ekonomi seperti modal. tidak ada masyarakat yang sama sekali tanpa daya. dan derajat kesehatan. seperti dikatakan oleh Kirdar dan Silk (1995). upaya memberdayakan masyarakat. dapat dilihat dari tiga sisi. Pertumbuhan itu dihasilkan bukan hanya dengan biaya lebih kecil.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Konsep ini tidak mempertentangkan pertumbuhan dengan pemerataan. serta pembukaan akses ke dalam berbagai peluang (opportunities) yang akan membuat masyarakat menjadi makin berdaya. hemat. and not compartmentalized" (Ranis. 1995). Pertama. dan kebertanggungjawaban adalah bagian pokok dari upaya pemberdayaan ini.

menyebabkan kegagalan pasar untuk mewujudkan harapan itu (Brown. dan membangun kemampuan untuk memajukan diri ke arah kehid upan yang lebih baik secara sinambung. budaya dan politik masyarakat. Perubahan struktural yang diharapkan adalah proses yang berlangsung secara alamiah. Ketiga . pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan. serta eksploitasi yang kuat atas yang lemah. Melindungi tidak berarti mengisolasi atau menutupi dari interaksi. which is fundamental to an alternative development.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat pembaharuan institusi-institusi sosial dan pengintegrasiannya ke dalam kegiatan pembangunan serta peranan masyarakat di dalamnya. Pemberdayaan masyarakat bukan membuat masyarakat menjadi makin tergantung pada berbagai program pemberian (charity) . yaitu yang menghasilkan harus menikmati. IV. Oleh karena itu. prasarana. Kekuatan sosial yang tidak berimbang. Proses ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat (capacity building) melalui pemupukan modal yang bersumber dari surplus yang dihasilkan dan pada gilirannya dapat menciptakan pendapatan yang dinikmati oleh rakyat. pembudayaan dan pengamalan demokrasi. yang umumnya bersandar pada peran pasar dalam alokasi sumber daya. prasarana dan sarana yang dialokasikan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan harus ditempatkan sebagai rangsangan untuk memacu percepatan kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Friedman (1992) menyatakan “The empowerment approach. memampukan. oleh karena kekurangberdayaan dalam menghadapi yang kuat. Dalam proses pemberdayaan. 1995). Melindungi harus dilihat sebagai upaya untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang. Dengan demikian. Karena. Pengertian pemupukan modal seperti itu menunjukkan bahwa bantuan dana.ginandjar. Pemberdayaan masyarakat dapat dipandang sebagai jembatan bagi konsep-konsep pembangunan makro dan mikro. Teori-teori ekonomi makro. agar kebijaksanaan pada tingkat makro mendukung upaya mengatasi kesenjangan yang harus dilakukan dengan kegiatan yang bersifat mikro dan langsung ditujukan pada lapisan masyarakat terbawah. direct (participatory) democracy. www.com 12 . pada dasarnya setiap apa yang dinikmati. harus dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah. diperlukan intervensi yang tepat. Oleh karena itu. Pendekatan. serta dengan praanggapan bahwa kebijaksanaan ekonomi makro yang tepat akan menguntungkan semua lapisan masyarakat. Proses transformasi itu harus digerakkan oleh masyarakat sendiri. dan sarana harus dikelola secara tertib dan transparan dengan berpegang pada lima prinsip pokok. Pendekatan-pendekatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat Strategi pembangunan yang bertumpu pada pemihakan dan pemberdayaan dipahami sebagai suatu proses transformasi dalam hubungan sosial. karena hal itu justru akan mengerdilkan yang kecil dan melunglaikan yang lemah. places the emphasis on autonomy in the decision-marking of territorially organized communities. ekonomi. Begitu pula sebaliknya yang menikmati haruslah yang menghasilkan. harus dihasilkan atas usaha sendiri (yang hasilnya dapat dipertukarkan dengan pihak lain). Oleh karena itu. memberdayakan mengandung pula arti melindungi. and experiential social learning”. perlindungan dan pemihakan kepada yang lemah amat mendasar sifatnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat. local self-reliance (but not autarchy). dalam kenyataannya tidak dapat menghasilkan jawaban yang memuaskan bagi masalah kesenjangan. Dalam kerangka pemikiran itu berbagai input seperti dana. Sungguh penting di sini adalah peningkatan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut diri dan masyarakatnya. 1. Metodologi dan Ukuran Keberhasilan Pem berdayaan Masyarakat. tujuan akhirnya adalah memandirikan masyarakat.

pengelolaan dana dan pelestarian hasil dapat dengan mudah digulirkan dan dikembangkan oleh masyarakat dalam lingkup yang lebih luas (replicable). upaya itu harus terarah (targetted ). karena secara sendiri-sendiri masyarakat miskin sulit dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. serta pengerahan sumber daya yang tersedia dan pengembangan potensi yang ada secara nasional. serta tokoh-tokoh dan individu-individu yang mempunyai kemampuan untuk membantu. Mengikutsertakan masyarakat yang akan dibantu mempunyai beberapa tujuan. maka desentralisasi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan teramat penting. dapat dikelola oleh masyarakat secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan (accountable). Model pendekatan ini mencoba meminjam pola yang diterapkan dalam sistem www. Selain itu sekaligus meningkatkan keberdayaan (empowering) masyarakat dengan pengalaman dalam merancang. mudah diterima dan didayagunakan oleh masyarakat sebagai pelaksana dan pengelola (acceptable). Karena itu seperti telah disinggung di muka. menggunakan pendekatan kelompok. mungkin kemajuan-kemajuan kecil. demikian pula antara satu wilayah dengan wilayah lain. programnya harus bersifat nasional. dan dilihat dari penggunaan sumber daya juga lebih efisien.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Pertama. keempat . Salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan terutama oleh LSM adalah advokasi. 1965). dalam upaya ini diperlukan perencanaan berjangka. pemberdayaan masyarakat harus dapat dilihat baik dengan pendekatan komprehensif rasional maupun inkremental.com 13 . hasilnya dapat dilestarikan oleh masyarakat sendiri sehingga menciptakan pemupukan modal dalam wadah lembaga sosial ekonomi setempat ( sustainable ).ginandjar. Dengan demikian. juga tidak selalu merata. atau suatu kondisi dengan kondisi lainnya. Dalam pendekatan ini. Kemajuan dapat dicapai secara bertahap. Dalam pengertian pertama. yang mencakup seluruh masyarakat. dan mempertanggungjawabkan upaya peningkatan diri dan ekonominya. Selanjutnya untuk kepentingan analisis. memberikan pendapatan yang memadai dan mendidik masyarakat untuk mengelola kegiatan secara ekonomis (profitable). program ini harus langsung mengikutsertakan atau bahkan dilaksanakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran. Juga lingkup bantuan menjadi terlalu luas kalau penanganannya dilakukan secara individu. Dalam upaya ini perlu dilibatkan semua lapisan masyarakat. Berdasarkan konsep demikian. mengelola. ketiga . baik pemerintah maupun dunia usaha dan lembaga sosial dan kemasyarakatan. Pada satu sektor dengan sektor lainnya dapat berbeda percepatannya. melaksanakan. dengan program yang dirancang untuk mengatasi masalahnya dan sesuai kebutuhannya. Ia ditujukan langsung kepada yang memerlukan. dan kelima . Ini yang secara populer disebut pemihakan. dengan curahan sumber daya yang cukup besar untuk menghasilkan dampak yang berarti. maka pemberdayaan masyarakat harus mengikuti pendekatan sebagai berikut: Pertama. pendekatan kelompok adalah yang paling efektif. Ketiga . langkah demi langkah. Kedua. yakni supaya bantuan tersebut efektif karena sesuai dengan kehendak dan kemampuan serta kebutuhan mereka. Di samping itu kemitraan usaha antara kelompok tersebut dengan kelompok yang lebih maju harus terus -menerus di bina dan dipelihara secara sating menguntungkan dan memajukan. perubahan yang diharapkan tidak selalu harus terjadi secara cepat dan bersamaan dalam derap yang sama. Tingkat pengambilan keputusan haruslah didekatkan sedekat mungkin kepada masyarakat. kedua . Pendekatan advokasi pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun 1960-an di Amerika Serikat (Davidoff. tetapi merupakan subjek dari upaya pembangunannya sendiri. Dengan pendekatan yang kedua. Pendekatan utama dalam konsep pemberdayaan adalah bahwa masyarakat tidak dijadikan objek dari berbagai proyek pembangunan.

bahwa setiap penelitian tentang suatu masalah sosial selalu dilakukan untuk memperbaiki situasi sosial yang ada. 2. Dua metoda penelitian evaluatif yang bersifat bottom-up adalah rapid rural appraisal (RRA). baik dalam kegiatan perencanaan. Dan. Menurut paham ini kegagalan pemerintah sering terjadi karena memaksakan pemecahan masalah yang seragam kepada masyarakat yang realitanya terdiri dari kelompok-kelompok yang beragam. Subyektifitas ini bertolak dari sikap dasar. Ketidakpedulian terhadap heterogenitas masyarakat. pelaporan. membantu mereka mengorganisasikan diri. Masyarakat pada dasarnya bersifat majemuk. menjadi kewajiban moral para peneliti untuk memahami aspirasi masyarakat yang diteliti. dan mendampingi secara mental dan intelektual warga masyarakat yang diteliti dalam usaha mereka untuk mendatangkan perbaikan yang mereka dambakan. Metoda Rapid Rural Appraisal (RRA) www. Metodologi Evaluatif dalam Pemberdayaan Masyarakat Pemahaman tentang masalah pemberdayaan masyarakat memerlukan sikap subyektif dalam penelitiannya.ginandjar. dalam penelitian semacam ini masalah penelitian tidak dapat dipisahkan dari masalah evaluasi. Kemajemukan atau pluralisme inilah y ang perlu dipahami. Dengan demikian. pendekatan advokasi menekankan pada pendamping dan kelompok masyarakat dan membantu mereka untuk membuka akses kepada pelaku-pelaku pembangunan lainnya. serta mempunyai keinginan dan kemampuan untuk berbuat demikian. Pendekatan advokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakekatnya masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok yang masing-masing mempunyai kepentingan dan sistem nilai sendiri-sendiri. di mana kekuasaan tidak terdistribusi secara merata dan akses keberbagai sumber daya tidak sama (Catanese and Snyder. sudah merupakan suatu hasil evaluasi. 1986).com 14 . dan participatory rural appraisal (PRA). Seringkali pendekatan advokasi diartikan pula sebagai salah satu bentuk “penyadaran” secara langsung kepada masyarakat tentang hak dan kewajibannya dalam proses pembangunan. dan evaluasi. Untuk melaksanakan evaluasi apakah proyek yang telah dilaksanakan selama jangka waktu tertentu telah sungguh mendatangkan perbaikan y ang sesuai dengan harapan warga masyarakat. mengakibatkan individu-individu tidak memiliki kemauan politik dan hanya segelintir elit yang terlibat dalam proses pembangunan. Dengan demikian. Dalam jangka panjang diharapkan dengan pendekatan advokasi masyarakat mampu secara sadar terlibat dalam setiap tahapan dari proses pembangunan. Keputusan untuk meneliti suatu masyarakat dengan tujuan untuk mendatangkan perbaikan ke dalam masyarakat itu. 1993). untuk meluruskan ketimpangan yang ada. perlu dilakukan suatu penelitian. pemantauan. bukan hanya untuk sekedar melukiskan serta menerangkan kenyataan yang ada (Buchori. dan memperlakukan warga masyarakat yang sedang diteliti sebagai obyek yang hanya menjalani kenyataan sosial yang ada secara pasif. a. Dalam kerangka ini. Para peneliti harus menempatkan diri mereka sebagai bagian dari masyarakat yang sedang diteliti dan memandang warga masyarakat yang sedang diteliti sebagai subyek yang mempunyai hak moral untuk mengatur kehidupan mereka. melalui antara lain pemberdayaan masyarakat. menggalang dan memobilisasi sumber daya yang dapat dikuasai agar dapat meningkatkan posisi tawar ( bargaining position) dari kelompok masyarakat tersebut. di mana penasehat hukum berhubungan langsung dengan klien. pelaksanaan.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat hukum. Tidak ada penelitian sosial yang akan dapat mendatangkan perbaikan terhadap kondisi sosial yang ada selama para peneliti menempatkan diri mereka sebagai pakar yang berdiri di luar kenyataan sosial yang diteliti.

studi atau penelitian formal yang dilakukan oleh petugas atau lembaga ahli-ahli penelitian. biasanya dengan latar belakang akademis yang berbeda. Metoda PRA bertujuan menjadikan warga masyarakat sebagai peneliti. Walaupun ada beberapa kesamaan antara metoda PRA dan RRA. Komunikasi dan kerjasama di antara masyarakat desa dan aparat perencana dan pelaksana pembangunan (development agent ) adalah sangat penting. Di samping itu. seperti tim kerja kecil yang bersifat multidisiplin. Metoda RRA penekannya a dalah pada kecepatannya (rapid) dan penggalian informasi oleh órang luar. perencana. dilakukan berulang-ulang. Kritik PRA terhadap pembangunan adalah bahwa program-program pembangunan selalu diturunkan "dari atas" (top down) dan masyarakat tinggal melaksanakan.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Metoda RRA digunakan untuk pengumpulan informasi secara akurat dalam waktu yang terbatas ketika keputusan tentang pembangunan perdesaan harus diambil segera. banyak program pembangunan yang gagal atau tidak dapat diterima oleh kelompok sasaran meskipun program-program tersebut sudah direncanakan dan dipersiapkan secara matang. untuk meningkatkan pengertian atau pemahaman terhadap kondisi perdesaan. metoda RRA juga berguna dalam memonitor kecenderungan perubahan-perubahan di perdesaan untuk mengurangi ketidakpastian yang terjadi di lapangan dan mengusulkan penyelesaian masalah yang memungkinkan. (b) triangulasi dari pengumpulan data. (a) perspektif sistem. cara. Untuk itu diperlukan cara kerja yang khas. yakni dengan partisipasi masyarakat keadaan itu diperbaiki dan juga keterampilan-keterampilan analitis dan perencanaan dapat dialihkan kepada masyarakat. Proses perencanaan program tidak melalui suatu 'penjajagan kebutuhan' ( need assesment) masyarakat. Sedangkan metoda PRA penekannya adalah pada partisipasi dan pemberdayaan. Konsekuensinya.com 15 . Dengan demikian secara bertahap ketergantungan pada pihak luar akan berkurang dan pengambilan prakarsa dan perumusan program bisa berasal dari aspirasi masyarakat (bottom up). menggunakan sejumlah metode. dan pelaks ana program pembangunan dan bukan sekedar obyek pembangunan. Metoda Participatory Rural Appraisal (PRA) Konsepsi dasar pandangan PRA adalah pendekatan yang tekanannya pada keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan. dan pemilihan teknik yang khusus. Metoda ini bertujuan untuk menghasilkan pengamatan kualitatif bagi keperluan pembuat keputusan untuk menentukan perlu tidaknya penelitian tambahan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan. tetapi ada perbedaan secara mendasar. dan cepat. karena masyarakat tidak diikutsertakan dalam penyusunan prioritas dan pemecahan masalahnya. b. metoda RRA merupakan proses belajar yang intensif untuk memahami kondisi perdesaan. Pada dasarnya. Metoda PRA didasarkan pada penyempurnaan dan modifikasi dari metoda AEA (Agroecosystems Analysis) dan RRA (Rapid Rural Appraisal) yang dilakukan oleh kalangan LSM dan peneliti yang bekerja di wilayah Asia dan Afrika. Dewasa ini banyak program pembangunan yang dilaksanakan sebelum adanya kegiatan pengumpulan semua informasi di daerah sasaran. tetapi seringkali dilaksanakan hanya berdasarkan asumsi. survei. metoda RRA menyajikan pengamatan yang dipercepat yang dilakukan oleh dua atau lebih pengamat atau peneliti. Akibatnya program tersebut sering tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tidak adanya rasa memiliki terhadap program itu. dan (c) pengumpulan data dan analisis secara berulang-ulang (iterative). dalam kerangka untuk memahami masalah-masalah di perdesaan. Dengan PRA. Menurut James Beebe (1995). Metoda RRA memiliki tiga konsep dasar yaitu. Cara kerja tersebut tersebut dipusatkan pada pemahaman pada tingkat komunitas lokal yang digabungkan dengan pengetahuan ilmiah.ginandjar. www.

angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. dan PRA adalah menu yang menyajikan daftar metoda dan teknik terbuka dan beragam. Metoda PRA pada umumnya digunakan untuk mengevaluasi 4 (empat) macam proses. orang luar sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai pelaku. Untuk mengetahui seberapa jauh pemberdayaan masyarakat telah berhasil. di mana peran ekonomi teramat penting. di atas budaya www. Manusia juga harus mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi melalui pembangunan spiritual. Metoda PRA dibangun berdasarkan (a) kemampuan. karena sasaran utamanya adalah memandirikan masyarakat. Tidak seperti dalam RRA. Berbagai Ukuran Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat. manajemen sumber daya alam. kesehatan. bebas dan informal. Alat-alat yang digunakan dalam metoda PRA serupa dengan yang digunakan dalam metoda RRA. sejauh mungkin yang dapat diukur untuk dapat dibandingkan. yaitu: (1) appraisal dan perencanaan secara partisipatoris. pemantauan. Di bidang ini. seperti yang antara lain telah disebut di atas indeks Gini. sebagai bagian dari pember dayaan masyarakat. dan (c) pemberdayaan masyarakat desa setempat dalam prosesnya (Khan and Suryanata. dan lain-lain). Pembangunan manusia yang berkualitas bukan hanya menyangkut aspek ekonominya.ginandjar. tetapi juga sisi lainnya. saling belajar dan saling berbagi pengalaman. Selain itu juga sedang dikembangkan oleh Bappenas bersama BPS semacam angka indeks kesejahteraan rakyat yang menggabungkan indikator ekonomi. keamanan pangan. jumlah desa miskin. analisis data dan pengembangan intervensi seperti pada program-program pengembangan masyarakat yang didasarkan pada pengertian terhadap program secara keseluruhan. yaitu pendidikan dan kesehatannya. upah minimum dan sebagainya. peranan industri kecil.com 16 . evaluasi program secara partisipatoris. (2) pelaksanaan. 1994). maka metoda PRA mempunyai prinsip-prinsip: belajar dari masyarakat. dan rata-rata umur harapan hidup. 3. SLTP. yakni untuk menciptakan. perlu ada pemantauan dan penetapan sasaran. jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. juga telah banyak ukuran dikembangkan antara lain persentase penduduk yang buta aksara. persentase penduduk yang kurang gizi. tetapi berbeda dalam tingkat partisipasi dari masyarakat desa dalam praktik di lapangan. angka partisipasi sekolah untuk SD. Dengan penekanannya pada partisipasi. (b) penggunaan teknik-teknik fasilitatif dan partisipatoris. nilai tukar pertanian. Terkait dengan itu adalah pembangunan budaya.kemampuan masyarakat desa setempat. Proses ini akan memberdayakan masyarakat dan memberi kesempatan kepada mereka untuk melaksanakan kegiatan dalam memecahkan masalah mereka sendiri yang lebih baik dibanding dengan melalui intervensi dari luar.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Menurut Robert Chambers (1987) PRA lebih cocok disebut sebagai metoda dan pendekatan-pendekatan jamak daripada metoda dan pendekatan tunggal. kesehatan. SLTA dan perguruan tinggi. keterlibatan semua kelompok masyarakat. dan pendidikan ke dalam suatu angka indeks. Cara mengukurnya telah banyak berkembang. Pemberdayaan masyarakat dengan sendirinya berpusat pada bidang ekonomi. Di dunia internasional indeks kesejahteraan semacam ini telah dikembangkan oleh UNDP yang dikenal dengan nama Human Development Index (HDI) seperti telah dikemukakan di atas. dalam rangka membangun masyarakat berakhlak. (4) pelatihan dan orientasi untuk peneliti dan masyar akat desa. (3) penyelidikan berbagai topik (seperti. masyarakat desa yang dilibatkan dalam PRA memainkan peran yang lebih besar dalam pengumpulan informasi. menghargai perbedaan dan triangulasi.

Salah satu ukurannya. Berarti birokrasi pemerintah harus dapat menyesuaikan dengan misi ini. guru. 2) Birokrasi harus membangun partisipasi rakyat. dan agar aparat dapat segera membantu jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh rakyat. 3) Untuk itu maka birokrasi harus menyiapkan masyarakat dengan sebaiknya. artinya tidak seluruh aspirasi dan potensinya tersalurkan. menghargai prestasi dan siap bersaing. Dalam rangka ini ada beberapa upaya yang harus dilakukan: 1) Birokrasi harus memahami aspirasi rakyat dan harus peka terhadap masalah yang dihadapi oleh rakyat. V. Ini merupakan bagian dari upaya pendidikan sosial untuk memungkinkan rakyat membangun dengan kemandirian. pemberdayaan masyarakat harus melibatkan segenap potensi yang ada dalam masyarakat. 5) Birokrasi harus membuka jalur informasi dan akses yang diperlukan oleh masyarakat yang tidak dapat diperolehnya sendiri. maka birokrasi harus (1) ditingkatkan kewenangannya sampai di lapisan terendah. merupakan jawaban yang berjangkauan jauh ke depan dan berkesinambungan dalam membangun masyarakat yang maju. Pemberdayaan masyarakat harus pula berarti membangkitkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakatnya. 4) Birokrasi harus membuka dialog dengan masyarakat. adalah hak berpolitik (mengikuti pemilu) dan hak sipil. Pemberdayaan teknologi. mandiri dan sejahtera. dokter. baik pengetahuannya maupun cara bekerjanya. dan bidan. sikap budaya kerja keras. Mekanisme Pemberdayaan Masyarakat Seperti dikemukakan di atas. Beberapa aspek di antaranya dapat diketengahkan sebagai berikut: Pertama. kreatif.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. seperti indikator yang dikembangkan Dasgupta (1993). agar benar -benar mampu memberikan bimbingan dan pemberdayaan masyarakat. 6) Birokrasi harus menciptakan instrumen peraturan dan pengaturan mekanisme pasar yang memihak golongan masyarakat yang lemah. LSM dapat berfungsi sebagai pelaksana program pemerintah (mewakili pemerintah). disiplin. Terutama titik berat harus diberikan kepada aparat pada tingkat yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Kedua. Ukurannya tentu sangat relatif dan terutama bersifat kualitatif. Dalam pembangunan budaya perlu dikembangkan orientasi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. berilah sebanyak-banyaknya kepercayaan pada rakyat untuk memperbaiki dirinya sendiri. ingin maju. Untuk dapat menjalankan misinya. maupun fungsional seperti PPL. agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat efektif. Maka.ginandjar. Di sini yang mempunyai potensi berperan besar adalah lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM). aspek politik juga terdapat dalam pemberdayaan masyarakat. dapat menjadi pembantu (konsultan) pemerintah. tetapi dapat juga menjadi pembantu rakyat dalam program pemerintah. baik secara hirarkis seperti aparat desa dan kecamatan. Artinya. (2) ditingkatkan kualitasnya. Keterbukaan dan konsultasi ini amat perlu untuk meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat. Aparat pemerintah membantu memecahkan masalah yang tidak dapat diatasi oleh masyarakat sendiri. peranan pemerintah teramat penting. di samping organisasi-organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional dan lokal. www.com 17 . Masyarakat yang secara politik terisolasi bukanlah masyarakat yang berdaya. organisasi-organisasi kemasyarakatan di luar lingkungan masyarakat sendiri.

Penduduk miskin pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam mengembangkan dirinya. Selain itu.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Sebaliknya LSM. atau sering disebut sebagai local community organization . Kelima. Oleh karena itu. dengan membangun manusia modern namun dengan dasar-dasar kekeluargaan dan kegotongroyongan yang menjadi ciri demokrasi Indonesia. komunikator.com 18 . dapat pula direkrut sarjana-sarjana untuk menjadi pendamping purna waktu. Keempat. oleh karena tumbuh dan berakar dari kalangan masyarakat sendiri. pendamping perlu mengenal dan mengadakan komunikasi yang intensif dengan kelompok. Departemen Pendidikan Nasional (Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan atau SP3). ataupun dinamisator. koperasi. LSM harus diperlakukan sebagai mitra pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat. mereka dapat saling memperkuat dan saling menutupi kelemahan. Tentunya yang dimaksudkan di sini adalah LSM yang murni dan bukan kepanjangan tangan dari kepentingan politik yang hanya menggunakan rakyat sebagai alat politik. Pendamping yang paling efektif adalah dari anggota masyarakat itu sendiri. Misalnya kelompok-kelompok masyarakat (pokmas) yang terdiri dari atas 10 sampai 30 kepala keluarga. Formalisasi kelompok sebagai badan (entity) ekonomi harus diarahkan ke dalam bentuk koperasi. yaitu anggota masyarakat yang telah lebih sejahtera dan telah berhasil dalam kehidupan dan kegiatan ekonominya. Departemen Tenaga Kerja (Tenaga Kerja Mandiri Profesional atau TKST). Departemen Sosial (Petugas Sosial Kecamatan atau PSK dan Karang Taruna). Ketiga . pendamping dapat diambil dari petugas lapangan pada tingkat kecamatan dan desa dari berbagai departemen dan lembaga kemasyarakatan. lembaga masyarakat yang tumbuh dari dan di dalam masyarakat itu sendiri. Dalam rangka ini. antara lain dari Departemen Dalam Negeri (Latihan Pembangunan Desa Terpadu atau LPDT). kelompok sinoman. Namun. Secara bersama-sama. kelompok paketan dan sebagainya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (Petugas Lapangan KB atau PLKB). Koperasi harus menjadi sasaran bagi pengembangan kelompok masyarakat yang sudah dapat melampaui tahap awal kerjasama dan kerja bersama dalam kelompok. Pendamping bertugas menyertai proses pembentukan dan penyelenggaraan kelompok masyarakat sebagai fasilitator. untuk itu kelompok dan anggota-anggotanya harus benar-benar dipersiapkan. diperlukan pendamping untuk membimbing penduduk miskin dalam upaya memperbaiki kesejahteraannya. aparat setempat harus menjalin kerjasama erat dengan LSM. atau yang benar-benar tumbuh dari masyarakat sendiri seperti kelompok arisan. www. pendamping. Lingkup pembinaan yang dilakukan para pendamping meliputi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. antara lain dari kalangan alumni penerima beasiswa Supersemar. Departemen Pertanian (Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL dan Penyuluh Pertanian Spesialis atau PPS). Kelompok-kelompok masyarakat serupa itu adalah yang paling efektif untuk upaya pemberdayaan masyarakat. Koperasi merupakan wadah ekonomi rakyat yang secara khusus dinyatakan dalam konstitusi sebagai bangun usaha yang paling sesuai untuk demokrasi ekonomi Indonesia. Secara sendiri-sendiri penduduk miskin sulit dapat mengatasi hambatan yang menyebabkan kemiskinannya. agar bentuk koperasi dapat sungguh-sungguh menunjang upaya meningkatkan kegiatan usaha para anggota yang dilakukan secara bersama. Dinamika kelompok dan sinergi diharapkan dapat menghasilkan nilai dari upaya individual dalam kelompok. Kelembagaan dalam masyarakat tersebut sebaiknya dikembangkan oleh masyarakat sendiri. atau sekurang-kurangnya tidak terjadi kesimpangsiuran yang dapat mengakibatkan benturan yang hanya akan merugikan rakyat. Lembaga ini dapat bersifat semi atau kuasiformal seperti PKK atau Karang Taruna.ginandjar. dapat pula mengembangkan programnya sendiri. Selain itu. Untuk maksud tersebut. agar program LSM dapat bersinergi dengan program pemerintah. yakni kualitas para anggota dan pengurus kelompok serta peningkatan kemampuan usaha anggota. Koperasi dapat merupakan wahana yang efektif bagi upaya pemberdayaan masyarakat. sesuai dengan namanya.

KTT Pembangunan Sosial di Kopenhagen tahun 1992 juga telah memuatnya dalam berbagai kesepakatannya. Upaya itu harus meliputi penyempurnaan kelembagaan desa. kelembagaan perencanaan sudah cukup kuat. yang dapat membantu kegiatan perencanaan meskipun pada taraf yang sederhana. guru. Potensi dunia usaha dan masyarakat yang mampu untuk turut memberdayakan masyarakat cukup besar. juga akan mempertebal persatuan dan kesatuan bangsa. Mulai dari Kabupaten/Kota. karena kuatnya solidaritas sosial. penguatan sumber daya manusia serta pengembangan budaya masyarakat desa yang tanggap pada perubahan atau dapat disebut pula modernisasi masyarakat desa. sebagai aliran dari bawah ke atas. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif. Yang masih lemah dan harus diperkuat dalam proses perencanaan ini adalah kemampuan perencanaan pada tingkat desa. organisasi kemasyarakatan. Rapat Konsultasi Regional Pembangunan. dan Rapat Konsultasi Nasional Pembangunan. keikutsertaan masyarakat yang lebih mampu. mengorganisasikan program latihan. serta para petugas lainnya yang ada di desa dan hidup di tengah-tengah masyarakat desa. Bantuan modal yang diberikan kepada penduduk miskin tersebut berasal dari masyarakat yang telah lebih mampu. mantri statistik. VI. pemberdayaan masyarakat harus dicerminkan dalam proses perencanaan pembangunan nasional. karena telah ada Bappeda. Bagi penduduk miskin yang telah mampu menabung dapat mengajukan bantuan modal berupa kredit Kukesra dengan menyampaikan rencana kegiatan produktif. Dalam Takesra dan Kukesra. sampai ke Forum Koordinasi Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota. Pemberdayaan masyarakat dapat lebih optimal jika terjadi keterkaitan dalam kemitraan usaha di antara yang telah mampu dengan yang masih tertinggal terutama melalui penyediaan modal usaha untuk pengembangan usaha penduduk miskin. Keenam . menghadiri pertemuan kelompok. dokter puskesmas. Bias-bias Pemikiran tentang Konsep Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah strategi. Ketujuh. Model seperti ini pernah dikembangkan melalui gerakan nasional tabungan keluarga sejahtera (Takesra) dan kredit usaha keluarga sejahtera (Kukesra). seperti LSM. bidan desa. dan lembaga kemasyarakatan lainnya. bahkan telah berkembang dalam berbagai literatur di dunia barat. Forum Koordinasi Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) di kecamatan. penduduk miskin yang termasuk dalam kategori keluarga prasejahtera dan sejahtera I mendapatkan bantuan suntikan tabungan dengan maksud untuk membiasakan menabung dan mengelola keuangan dengan baik. dapat pula ikut serta sebagai pendamping. Disamping itu.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat para dokter. secara swadaya dan sukarela perguruan tinggi.ginandjar. Mereka yang tidak nyaman terhadap konsep partisipasi dan demokrasi dalam pembangunan tidak akan merasa tenteram www. pendamping harus siap bekerja setiap waktu. Dewasa ini upaya tersebut telah dilakukan mulai dari Musyawarah Pembangunan Desa/Kelurahan (Musbangdes).com 19 . khususnya dunia usaha dan swasta. dan perlu dikembangkan. Upaya ini yang prakarsanya diambil oleh pemerintah dapat diperluas. karena selain penting artinya untuk memperkukuh perekonomian nasional. juru penerang. Di tingkat kecamatan telah ada pula pejabat teknis seperti PPL. dalam berbagai bentuk pola kemitraan langsung terutama antara usaha swasta dengan usaha ekonomi rakyat. Banyak pemikir dan praktisi yang belum memahami dan mungkin tidak meyakini bahwa konsep pemberdayaan merupakan alternatif pemecahan terhadap dilema-dilema pembangunan yang dihadapi. sekarang telah banyak diterima. Namun. Mereka yang berpegang pada teori-teori pembangunan model lama juga tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan pandangan-pandangan dan tuntutan-tuntutan keadilan. serta membantu kelompok dalam memperoleh akses terhadap berbagai pelayanan yang dibutuhkan. upaya mewujudkannya dalam praktik pembangunan tidak selalu berjalan mulus. Forum Koordinasi Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi.

karena kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia. Padahal upaya pemberdayaan masyarakat. dan mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di lapisan bawah. www. Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan sumber daya dan dana. Lebih lanjut. bahkan merupakan sumber pertumbuhan yang lebih lestari ( sustainable ). di satu pihak. Bias kedua adalah anggapan bahwa pendekatan pembangunan yang berasal dari atas lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi pembangunan di tingkat bawah (grass-root). memperkuat serta memberdayakannya. Bias pertama adalah adanya kecenderungan berpikir bahwa dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari dimensi moralnya.com 20 . Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha sosial (charity) dan bukan usaha penguatan ekonomi. dan bukan dengan memberi kepercayaan.ginandjar. adalah bahwa orang miskin adalah miskin karena bodoh dan malas. tetapi salah alamat. Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan bawah itu kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui. dan bahkan merugikan rakyat. Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan norma masyarakat. diartikan bahwa investasi harus selalu diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan. disadari pula adanya berbagai bias terhadap pemberdayaan masyarakat sebagai suatu paradigma baru pembangunan. cara menanganinya haruslah bersifat paternalistik seperti memperlakukan orang bodoh dan malas. Bias kelima adalah anggapan bahwa lembaga-lembaga yang telah berkembang di kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan kurang efektif bahkan menghambat proses pembangunan. Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan yang ditujukan untuk rakyat.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat dengan konsep pemberdayaan ini. dimensi material lebih penting daripada dimensi kelembagaannya. apakah tepat masyarakat miskin dipersilahkan memilih sendiri bagaimana memanfaatkan dana bantuan yang diperolehnya. tetapi umumnya dalam kerangka waktu (time frame) yang lebih panjang. Di lain pihak. akan menghasilkan pertumbuhan. Bias keenam adalah bahwa masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya. Dengan demikian. Akibatnya kebijaksanaan-kebijaksanaan pembangunan menjadi kurang efektif karena kurang mempertimbangkan kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat. Bias ketujuh berkaitan dengan di atas. Bias ketiga adalah bahwa pembangunan masyarakat banyak di tingkat bawah lebih memerlukan bantuan material daripada keterampilan teknis dan manajerial. Bias keempat adalah anggapan bahwa teknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari masyarakat itu sendiri. mereka harus dituntun dan diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam perencanaan meskipun yang menyangkut dirinya sendiri. misalnya ICOR. Anggapan demikian dapat menyebabkan pendekatan pembangunan yang. tidak memecahkan masalah. pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor. terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang sangat luas dan beragam tahap perkembangannya ini. Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek pembangunan. Bias kedelapan adalah ukuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan. Oleh karena itu. dan dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya. Ini tercermin pada keraguan sementara kalangan. Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi-sisi sosial budaya dari pembangunan dan potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan pembangunan. Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan pikir an yang demikian.

Permasalahannya adalah adanya prasyarat perbankan yang membuat masyarakat lapisan bawah umumnya dinilai tidak bankable. modal produktif yang utama adalah tanah. Transformasi struktural ini meliputi proses perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern. misalnya dengan pengairan. VII. Bagi masyarakat petani yang masih dominan dalam ekonomi rakyat. serta pemberdayaan sumber daya manusia. atau pemilihan jenis budi daya (untuk memperoleh nilai komersial yang tinggi). www. bermitra dengan petani dan usaha-usaha kecil di sektor pertanian dan perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan memiliki risiko tinggi. Pertama. mixed landuses). Persoalan ini tidak mudah. Karena itu kebijaksanaan pemilikan. Namun. Untuk dapat melakukan hal itu memang harus ada alternatif. Pemilikan tanah yang makin mengecil (marjinalisasi) harus dicegah. Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di perkotaan. program transmigrasi dan sebagainya. serta menciptakan surplus yang dapat digunakan untuk membayar kembali kreditnya dan melakukan pemupukan modal. acapkali terasa tidak terimbangi dengan kebijaksanaan investasi melalui sektor perbankan yang lebih terpusat pada investasi besar. Perubahan struktural serupa ini mensyaratkan langkah-langkah mendasar yang meliputi pengalokasian sumber daya. dari ketergantungan kepada kemandirian. karena menyangkut budaya dan hukum waris. Berkaitan dengan itu.com 21 . Pengalaman Taiwan (dan Jepang sebelumnya) menunjukkan bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan yang menyebabkan ekonominya menjadi kukuh. kurang produktif. Sebelum membahas s trategi utama pemberdayaan masyarakat serta d engan memperhatikan berbagai pandangan termasuk bias -bias terhadap konsep pemberdayaan itu. Bias kesepuluh berkaitan dengan di atas. dan memiliki masa investasi yang panjang. karena itu kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran di sektor itu.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Bias kesembilan adalah anggapan bahwa sektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional. di sektor industri yang justru banyak disubsidi dan diproteksi. adalah ketidakseimbangan dalam akses kepada sumber dana. yang cukup tinggi di Indonesia seperti tercermin pada perbandingan tabungan masyarakat dengan PDB (di atas 30%. termasuk salah satu tingkat tertinggi di dunia). penguatan kelembagaan. dalam rangka proses modernisasi budaya masyarakat.ginandjar. dan sebagian cukup besar di antaranya untuk investasi di sektor properti yang bersifat sangat spekulatif. dari ekonomi lemah ke ekonomi yang tangguh. kebiasaan untuk membagi tanah semakin kecil sebagai warisan harus dihentikan. antara lain berupa pemanfaatan lahan secara lebih efisien (misalnya mixed farming . yang akibatnya juga mendorong urbanisasi. Kecenderungan menabung pada rakyat. penguasaan dan penggunaan tanah sangat penting dalam melindungi dan memajukan ekonomi rakyat ini. beberapa langkah strategis harus ditempuh untuk mengembangkan ekonomi rakyat melalui pemberdayaannya. Di samping itu akses masyarakat kepada lingkungan hidup yang sehat yang tidak tercemar akan mengurangi beban dan menambah produktivitas masyarakat. Keadaan ini menyebabkan terbatasnya i nteraksi antara lembaga keuangan yang melayani pemberian kredit dengan masyarakat kecil yang memerlukan kredit. Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka pengembangan Ekonomi Rakyat Guna memperkuat kedudukan dan peran ekonomi rakyat dalam perekonomian nasional diupayakan untuk mendorong percepatan perubahan struktural (structural adjustment atau structural transformation ). diversifikasi usaha tani. pemupukan. Masalah yang paling mendasar dalam rangka transformasi struktural ini ternyata adalah akses ke dalam dana. Tersedianya kredit yang memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi usaha rakyat sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. penciptaan lapangan kerja perdesaan di luar pertanian (agroindustri dan jasa). Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan menghambat upaya untuk secara sungguh-sungguh membangun usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan. dari ekonomi subsisten ke ekonomi pasar. peningkatan akses ke dalam aset produksi ( productive assets). Dalam rangka ini upaya untuk memelihara dan meningkatkan produktivitas (dan dengan demikian nilai aset) lahan harus ditingkatkan.

tetapi teknologi sederhana yang aplikasinya dapat meningkatkan produktivitas atau keterjaminan produksi dan segera memberi hasil berupa peningkatan pendapatan. persyaratan teknis perbankan seperti yang biasa digunakan di sektor modern. Ka rena itu. Kebijaksanaan baik yang secara langsung dikuasai perrintah atau secara tidak langsung. Stabiltas ekonomi amat penting bagi ekonomi Karena yang pertama-tama dirugikan jika terjadi gejolak adalah rakyat. Wadah koperasi amat cocok untuk kegiatan ini. Ini tentunya pemerintah. juga www. dan kedua. Lebih jauh lagi. dengan biaya atau bunga. kualitas dan tingkat keterampilan rendah menjadi karakteristik pula dari ekonomi rakyat. Unsur penting lainnya adalah informasi pasar. dalam operasinya mereka biasanya menghadapi kekuatan usaha besar yang melalui persaingan tak seimbang akan mengambil keuntungan yang lebih besar. Misalnya. Inilah sebenarnya tujuan utama bantuan modal kerja. yang memiliki dua sisi: pertama. tetapi berdasarkan prospek kegiatan usaha. khususnya pada usaha besar. kualitas produk harus ditingkatkan. penilaian pemberian kredit tidak harus berdasarkan agunan. Mereka adalah price taker karena jumlahnya yang sangat banyak dengan pangsa pasar masing-masing yang sangat kecil. menanam sayur di lahan kering. Sebagai produsen dan penjual. Untuk memperbaiki keadaan ini. ada pada saat diperlukan. yang dipinjamkan kepada anggota masyarakat. tidak ada insentif untuk meningkatkan mutu. tidak dapat diterapkan di sini. tetapi juga tugas dunia usaha untuk turut membantu. langkah yang amat mendasar yang harus ditempuh adalah membuka akses ekonomi rakyat ke dalam modal. rakyat harus pula diorganisasikan untuk bersama-sama memasarkan hasil produksinya sehingga sedikit banyak memperkuat posisinya. harga. Demikian pula penentuan tingkat suku bunga harus memperhatikan kondisi ekonomi rakyat yang senyatanya. dan sebagainya sehingga produksi rakyat sejalan dengan permintaan pasar. yang dimiliki. Dengan demikian. Selain itu. dan menguntungkan usaha ekonomi rakyat. modal makin banyak terkonsentrasi pada sektor modern. khusus untuk yang bergerak di sektor pertanian bahan makanan umumnya penawaran rakyat hampir inelastis sempurna. pengetahuan mengenai penetasan telor itik. sebesar yang ditentukan masyarakat sendiri dengan cara yang sesuai dengan tradisi dan budaya setempat. amatlah strategis sifatnya. karena keuntungan dari peningkatan mutu justru akan ditarik oleh usaha besar.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Akhirnya. standar. Kita tidak berbicara tentang teknologi tinggi yang rumit.ginandjar. mengenai kecenderungan permintaan di pasar domestik maupun pasar internasional.com yang rayat. Akses ke dalam modal harus diartikan sebagai keterjangkauan. Untuk itu memang diperlukan pendekatan yang berbeda dengan cara-cara perbankan konvensional. Tugas pemerintah yang amat penting adalah pengelolaan ekonomi makro menunjang bagi ekonormi rakyat. yaitu menanamkan prinsip monetisasi di perdesaan. kualitas. dan pemupukan modal adalah landasan dalam perubahan struktural yang tumbuh dan berkembang. memperkuat posisi transaksi dan kemitraan usaha ekonomi rakyat. Selain itu. posisi dan kekuatan rakyat dalam perekonomian sangatlah lemah. Misalnya. dalam jangkauan kemampuan untuk memanfaatkannya. Kelompok masyarakat yang mengelola modal usaha ini diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga dana di perdesaan. yang berakibat makin lebarnya jurang kesenjangan. Karenanya. meskipun tidak harus satu-satunya. dikelola. Mereka tidak dapat menambah atau mengurangi persediaan secara cepat dengan naik atau turunnya harga. Untuk itu pertama-tama rakyat harus dibantu dengan prasarana dan sarana perhubungan yang akan memperlancar pemasaran produknya. Modal usaha tersebut adalah hibah kepada masyarakat. harga. paling tidak pada tahap awal. membangun lembaga pendanaan perdesaan. Tidak kurang penting pula adalah akses ke dalam teknologi. Terlebih lagi sifat produknya umumnya tidak tahan lama. pemeliharaan ikan di kolam kecil. harus 22 . dan hasilnya dinikmati oleh rakyat sendiri. atau pengaturan dan pengelolaan sumber air. Kedua. Akibatnya. yang merupakan bagian terbesar ekonomi rakyat. Monetisasi merupakan dasar pemupukan modal. Secara mendasar dan sesuai dengan tujuan membangun kemandirian masyarakat perdesaan.

fasilitator juga berfungsi sebagai mediator untuk memungkinkan komunikasi yang setara dari penduduk miskin dan marjinal kepda pihak lainnya sehingga akses kepada penduduk miskin terbuka lebar. yaitu kalau yang menghasilkan harus menikmati. Strategi pembangunan yang bertumpu pada pemihakan dan pemberdayaan dipahami sebagai suatu proses transformasi dalam hubungan sosial. ekonomi. hal ini meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pemecahan masalah pembangunan. e. Perluasan kesempatan (promoting opportunity ). Pemberdayaan masyarakat ( community empowerment). pemberian wewenang kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dikaitkan dengan unsur penting. dan hasilnya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat di daerah. Dengan demikian. 2. Aparat pemerintah daerah merupakan pihak yang paling mengetahui masalah yang dihadapi oleh masyarakatnya. Secara ringkas. Peningkatan kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam melayani kebutuhan penduduk miskin dan marjinal. d. Begitu pula sebaliknya yang menikmati haruslah yang menghasilkan. (2) ketersediaan sumber daya manusia yang memadai. yaitu (1) kemantapan kelembagaan. Selanjutnya kelancaran distribusi arus barang dan jasa pada umumnya amat penting pula bagi ekoncmi rakyat di lapisan paling bawah. tokoh mas yarakat ataupun anggota masyarakat setempat yang telah lebih mampu dan lebih maju. meliputi: a. Dengan demikian. serta memberi pengetahuan manajerial. pembinaan dan koordinasi penanggulangan kemiskinan sejauh mungkin didelegasikan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. misalnya. Upaya untuk memelihara nilai tukar sektor pertanian. Untuk meningkatkan dan menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat. khususnya aparatur pemerintah daerah. Pembentukan iklim demokrasi dan partisipasi secara umum di tingkat nasional sampai desa. strategi utama pemberdayaan masyarakat yang perlu dilakukan secara simultan adalah: 1. bantuan pembangunan dari pemerintah berupa dana. yang umumnya tidak banyak mempunyai pilihan. budaya dan politik masyarakat di daerah. Perubahan struktural yang diharapkan adalah proses yang berlangsung secara alamiah. sampai menjadi nilai yang inheren pada setiap tindakan dalam program pemberdayaan masyarakat. oleh daerah sendiri. tetapi juga menunjukkan suatu proses pembangunan yang dilaksanakan di daerah.com 23 .Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat diarahkan untuk meningkatkan ekoncmi rakyat. b. amatlah penting. demokrasi memungkinkan pelebaran makna permasalahan dari lapisan bawah kepada elite masyarakat. c. Pelaksanaan pembangunan ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan seluruh aparatur pemerintah di daerah dan penyiapan masyarakat. Penyediaan fasilitator untuk menggerakkan kehidupan kelompok dan masyarakat lokal. prasarana dan sarana tersebut diberikan langsung kepada penduduk miskin. Desentralisasi dan kemandirian dalam pengambilan keputusan agar masalah dan penyelesaiannya memiliki akar empiris yang kuat. Pendamping diutamakan berasal dari aparat desa setempat.ginandjar. serta (3) potensi ekonomi daerah untuk menggali sumber pendapatannya sendiri. Ini dapat didukung dengan pengembangan infrastruktur perdesaan. Penduduk miskin dibina dan diarahkan untuk membentuk kelompok masyarakat sasaran (pokmas) dengan bimbingan yang dilakukan oleh pendamping. Keberlanjutan program atau proyek dengan memfasilitasi gerakan masyarakat dalam memelihara maupun meningkatkan hasil program dan proyek tersebut. Pendelegasian kewenangan ini bukan hanya proses administrasi. meliputi: www.

pembangunan fisik diarahkan untuk meningkatkan dan mempercepat perolehan impak kepada perkembangan ekonomi wilayah. dalam rangka pembangunan prasarana di perdesaan. Demikianlah pokok-pokok pikiran mengenai pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah konsep pembangunan yang berakar pada rakyat dan bertujuan memampukan dan memandirikan masyarakat. pandangan-pandangan di atas masih banyak kekurangannya dan jelas perlu terus disempurnakan dan diperkuat baik dengan kajian-kajian empiris maupun teoretis. serta sebagai pertahanan dari krisis yang mungkin menghadang secara mendadak.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat a. lembaga/kelompok swadaya masyarakat. Misalnya. Pemberian legalitas kepada properti penduduk miskin agar bisa digunakan sebagai modal kerja dan perolehan kredit mikro/kecil. maka koordinasi amat penting untuk menyatukan berbagai upaya agar menghasilkan sinergi. kelancaran dan kecepatan dalam penyaluran dana serta pembangunan prasarana dan sarana sehingga dapat segera digunakan sepenuhnya oleh kelompok masyarakat tepat jumlah dan tepat waktu sesuai dengan jangka waktu yang disediakan. Pemberian akses kepada lembaga pendidikan. c. kelengkapan pencatatan sebagai dasar pengendalian dan penyusunan informasi dasar yang lengkap. Pembangunan prasarana dan sarana fisik di bidang transportasi. Kelima . lembaga budaya. Pertama. IX. dan pengendalian. Penyusunan kebijakan publik dalam bidang ekonomi. prasarana.com 24 . lembaga politik. Keempat. kemampuan masyarakat bersama aparat untuk meningkatkan nilai tambah dari investasi tersebut dan menciptakan akumulasi modal. penyempurnaan mekanisme pembangunan perlu dilakukan mulai dari tahap perencanaan. Pengembangan perlindungan sosial (enhancing social security). perumahan. Karena pembangunan di tingkat perdesaan dan pemberdayaan masyarakat menyangkut kegiatan banyak sektor. komunikasi. Pembangunan jaringan kerjasama antara individu. secara umum dalam rangka pembangunan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. c. pelaksanaan. www. Pembentukan atau penguatan kelompok atau organisasi secara modern agar penduduk miskin dapat memanfaatkan akses ekonomi. Kedua. masyarakat harus diberi kepercayaan untuk memilih kegiatan usahanya dan diberi bimbingan berupa pendampingan supaya berhasil. politik.ginandjar. dan lembaga ekonomi. dengan demikian lapisan bawah dan kelompok marjinal memiliki modal untuk bersaing dalam kehidupan modern. serta untuk menghindari tumpang tindih sehingga dapat dijamin efisiensi dalam upaya mencapai hasil yang optimal. membangun kesiapan masyarakat dalam menerima dan mendayagunakan dana. meliputi: a. dan budaya dialokasikan kepada lapisan miskin dan marjinal. kesehatan. 3. harus juga sejauh mungkin dilaksanakan oleh masyarakat. terutama untuk daerah-daerah tertinggal. lembaga sosial. b. penajaman sasaran pembangunan dengan pengertian bahwa investasi pemerintah melalui bantuan dana. jaringan berguna untuk memperluas batas kemampuan individu atau kelompok. prasarana dan sarana benar-benar mencapai kelompok sasaran yang paling memerlukan sehingga meningkatkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. sosial. operasional dan bermanfaat bagi evaluasi dan penyempurnaan program yang akan datang. Ketiga. Keenam. sekurang-kurangnya masyarakat ikut serta di dalamnya. Sebagai pendekatan yang relatif baru. Penutup Sebagai penutup. lembaga pemerintahan. politik. terutama kepada keluarga miskin dan golongan perempuan. b. dan sarana. lembaga ekonomi. sosial dan budaya bagi peningkatan ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

). Development and Democratisation in the Third World: Myths. Economic Development: The History of An Idea. Brown. vol. Laporan Sosial Indonesia 1998: Kemiskinan. Kesenjangan Antara Ekonomi Makro dan Gejala Mikro: Keterbatasan Ilmu Ekonomi? Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Dalam Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1964. Mochtar. Washington: Crane Russak. Baran. ---------. J. sebagai bahan awal kiranya bermanfaat dan dapat menggugah serta merangsang para pelajar dan pemikir berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial untuk mengembangkannya lebih lanjut. ---------. Jakarta. New York: Columbia University Press. Gary S. Azis. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional . 1999.). “Poverty-Growth Dichotomy”. New York: Holmes and Meier. Development and Democratization in the Third World: Myths. Penyunting: Wardaya dan Hardiman.A. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional .. 29 Februari 1996. New York: Monthly Review Press. Arndt. Panduan Program Inpres Desa Tertinggal . Kenneth E (ed). Deborah. Human Capital: A Theoritical Approach and Empirical Analysis with Special Reference to Education . 1995. Brautigam. Hopes and Realities.. Modernization.. Bauzon (ed). 1957. Human Organization. People: From Impoverishment to Empowerment. 54. Pembinaan Program dan Pendampingan Pokmas IDT . Gramedia Pustaka Umum. Pengangguran dan Setengah Pengangguran. Becker. dan Sunkel O. Snyder. “Basic Concepts and Techniques of Rapid Appraisal”.. dan bagi para praktisi sebagai bahan referensi. Hunt (eds) The Latin Ameri can Economies: Growth and the export sector. 1995. 1995. 1830-1930. Uner Kirdar dan Leonard Silk (eds. juga dalam R. Hopes and Realities. Cortez Conde and S. E . Uner Kirdar dan Leonard Silk (eds. Washington: Crane Russak. Heinz W.Departemen Dalam Negeri. and J. 1986. BPS. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. P. 1993. Cariola. Jakarta. Iwan Jaya. Bauzon. 1994. Second and third Worlds dalam Kenneth E. 1995. Donald. Kaji Tindak Program Inpres Desa Tertinggal Tahun Pertama. James. Chicago: The University of Chicago Press. Remigio.C. Anonim. 1982. Un Siglo de Historia Economica de Chile.J. Pengantar Perencanaan Kota.A. New York: New York University Press. “Reducing Poverty: Lesson from Taiwan”. www. Badan Perencanaan Masyarakat” Pembangunan Nasional (2003) “Kebijakan Strategis Pemberdayaan Badan Pusat Statistik. People: From Impoverishment to Empowerment. C. New York: New York University Press. 1992. Spring 1995. The Political Economy of Growth. Buchori. Development. Walter Fernandes dan Rajesh Tandon (eds.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Namun.com 25 . Madrid: Ediciones Cultura Hispanica. Jakarta. 1987.) Riset PartisipatorisRiset Pembebasan. Penyunting: Sussongko. 1992. Beebe. Daftar Pustaka Agpalo.ginandjar.. Penerbit Erlangga. and Civilization: Reflections on the Prospects of Political Systems in the First. “Pengantar”. 1. 1880-1930.Departemen Dalam Negeri. No. Catanese.

1995. “Shortcut Methods in Social Information Gathering for Rural Development Projects”. Ginandjar. Andre G. Hollis B. Husken. New York: Oxford University Press. Yogyakarta. Redistribution with Growth. 1965. Pemberdayaan Masyarakat: Sebuah Tinjauan Administrasi. Kendrick. Ekonomi Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. New York: Columbia University Press. Bernstein (ed). London: Macmillan. Malang. 15 April 1995. eds. Historical Studies of Chile and Brazil. Economic Journal.ginandjar. 1992. Denis. “Advocacy and Pluralism in Planning”. Patterns of Development. M Rutten. John W. 1936.F. The Crisis of Development Theory and the Problems of Dependency in Latin America: Underdevelopment and Development. 1995. John. Problematika. Kartasasmita. The General Theory of Employment. Empowerment: The Politics of Alternative Development. “Pengurangan Kemiskinan Selama Pemerintahan Orde Baru”. and Employment dalam Econometrica. 1987. London: Monthly Review Press . Journal of the American Institute of Planners. dan Moshe Syrquin. R. Grasindo dan KITLV. et al. Harcourt: Brace and World. ---------.. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Administrasi pada Fakultas Ilmu Administrasi Pemangunan Universitas Brawijaya. Pembangunan Menuju Bangsa yang Maju dan Mandiri: Sebuah Tinjauan Mengenai Berbagai Paradigma. Interest. J-P Dirkse. T. Davidoff.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Chambers. 1946. Poverty and Livelihoods: Whose Reality Counts? Uner Kirdar dan Leonard Silk (eds.. 1993. New York. Jakarta: CIDES. Administrasi Pembangunan . An Essay in the Dynamic Theory. ---------... Chenery. Domar. Capital Expansion. Partha. 27 Mei 1995. Paul. The Formation and Stocks of Total Capital . New York: Atheneum. Dasgupta. 1977.. Bahan Kuliah Bagian I. Cambridge: Blackwell. and Money. Rate of Growth. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. dan Peran Birokrasi dalam Pembangunan. 1976. People: From Impoverishment to Empowerment. RJ dan RK Peters. Keynes. Pidato Penerimaan Penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa Dalam Ilmu Administrasi Pembangunan dari Universitas Gajah Mada.com 26 . 1995. Cheetham. ---------. E. 1950-1970. Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Frank. Jakarta. dan H. Friedman. Khon Kaen University: Rural Systems Research and Farning Systems Reseach Project. 1948. Goulet. New York: Oxford University Press. The Cruel Choice: A New Concept in the Theory of Development. John M.). Harrod. New York: New York University Press. Robert. 1997. ---------. Dos Santos. Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial: Indonesia di Bawah Orde Baru. www. 1967. 1975. ---------. Harmondsworth: Penguin. Malang.D. Proceedings of the 1985 International Conference on Rapid Rural Appraisal. 1969. New York: Oxford University Press. dalam F. An Inquiry into Well-Being and Destitution.1974.

.. 1992. Bauzon (ed). Rubin. 1995. 1990. People Centered Development . Lewis. Future Improvement of Society. Bureaucrats and People: Grassroot Participation in Third World Development. Maluku. The Ford Foundation: Southeast Asia Regional Office. Montgomery. The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto. Kirdar. 1970.. An Inquiry into The Nature and Causes of The Wealth of Nations. New York: Marcell Decker. W. Adam. Nurkse.A. Irian Jaya (Ringkasan Eksekutif). Smith. Seers.ginandjar. Budgeting: Theory. The Meaning of Development . John D. People Centerd Delopment: Alternative for a World Crisis dalam K enneth E. Concept. 1984. Program IDT: Penelitian Data Dasar Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Tertinggal Sulawesi Tengah. New York: Peter Lang. Development and Underdevelopment: The Political Economy of Inequality . Otubusin. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional . Paul O. New York: New York University Press. Press. Economic Development with Unlimited Supplies of Labour . 1953. Handbook of Public Budgeting . Jakarta. 1798. Manchester: The Manchester School. Hopes and Realities. Rostow. New York: New York University Press. 1995. New York: Oxford University Press. dalam International Development Review . Sajogyo et al. West Harford: Kumarian Press. On The Principles of Political: Economy and Taxation .). 1954. W. bagian dari The Meaning of Development . Uner Kirdar dan Leonard Silk (eds. Paul. Baltimore: The John Hopkins University Press. Dennis A. Problems of Capital Formation in Underdeveloped Countries. Vol 11 no 4. Korten. People: From Impoverishment to Empowerment. . Romer. New Approaches Suggested by The Columbia Employment Programme. Dudley. Ranis. Irene S.M. 1995. Cambridge: Cambridge University Press.).com 27 . 1988. David C. David. Boulder: Lynne Rienner Publisher. Malthus. 1992. T homas R. Gustav. “Reducing Poverty: Horizontal Flows Instead of Trickle Down”.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Khan. Mitchell A dan John T. A. dalam International Labour Review . Methods and Issues dalam Jack Rabin (ed). ----------. 1994. Rondinelli. Inc. 1969. Inc. 1960. Ragnar. Development Projects as Policy Experi ments: An Adaptive Approach to Development Administration . 1992. 1993. Development and Democratisation in the Third World: Myths. Essay on the Principal of Population as its Affects. 1993. 1917. Passe-Smith.W. www. New York: Routledge. People: From Impoverishment to Empowerment. 1776. A Review of Participatory Reseach Techniques for National Resources Management. Washington: Crane Russak.Yayasan Agro Ekonomika. ---------. Endogenous Technological Change dalam Journal of Political Economy . Uner dan Leonard Silk (eds. Unequal Exchange and Dependency: A Dialectical Development . Seligson.. Ricardo. New York: Modern Library. dan Krisnawati Suryanata. Cambridge: Cambridge Univ. Exploitation..

New York: Oxford University Press. Streeten. Ul Haq.. Mahbub.com 28 . J. Reflections of Human Development . Technical Change and the Aggregate Production Function dalam Review of Economics and Statistics. Human Development Report 1995 : New York: Oxford University Press 1995. et al.: New York: Oxford University Press. Michael P. Mexico: Fondo de Cultura Economico. New York: Oxford University Press 1990. Todaro. dan Serra. ---------. Human Development Report 1985 .ginandjar. 1985. 1985. Serra. M. August 1957. www. New York: Oxford University Press. 1981. Human Development Report 1990 .C. et al. 1995.New York: Oxford University Press. Meeting Basic Human Needs in Developing Countries. 1974. UNDP. Paul. Desarrollo Latinoamericano: Ensayos Criticos. Mas allá del estanciamento. dalam J. Robert M. Tavares.Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat Solow. ---------. Economic Development Report in the Third World .