BAB IV PERAN IQ,EQ,SQ,CQ,DAN AQ DALAM PERKEMBANGAN PROFESI

OLEH HERNY NURHAYATI,SE

Menurut Daniel Goleman (Emotional Intelligence-1996)
• Orang yang mempunyai IQ Tinggi tapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ nya rata-rata tapi EQ nya tinggi, artinya bahwa penggunaan EQ atau olah rasa justru menjadi hal yang sangat penting

Kecerdasan
• Adalah Sebagian kumpulan kapasitas seseorang untuk bereaksi serah dengan tujuan, berfikir rasional dan mengelola lingkungan secara efektif.

Menurut Gardener (2002)
• Kecerdasan (Intelligen) mencakup 3 hal : 1. Kemampuan untuk menyelasaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. 2. Kemampuan untuk menghasilkan persoalanpersoalan baru untuk diselesaikan. 3. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang Individu

• To Reason well (memberi alasan dengan baik) . • To comprehend well (memahami secara keseluruhan).Ciri – ciri Mendasar Kecerdasan (Intellegens) • To judge well (dapat menilai).

Masalah mengandung tingkat kesulitan. Sering menggunakan abstraksi. 2. 5. 7. Serasi tujuan dan ekonomis (efisien).Ciri-ciri Perilaku Intellegen (Cerdas) 1. . Memerlukan pemusatan perhatian. 3. Keterangan pemecahannya dapat diterima. Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan. Bercirikan kecepatan. 6. 4.

Minat 5. . 2. telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya. Pembawaan . Kapasitas/ batas kesanggupan. 4. Pembentukan . erat kaitan dengan umur. Kematangan. Kebabasan . 3. pengaruh dari luar.Faktor yang mempengaruhi Kecerdasan (Intellegen) 1. terutama dalam memecahkan masalah.

Rumpun atau macam-macam kecerdasan : • • • • • IQ (Intellegence Qoutient) EQ (Emotional Qoutient) AQ (Adversity Qoutient) SQ (Spiritual Qoutient) CQ (Creativity Qoutient) .

serta mengelola dan menguasai lingkungan secara efektif (Marten Pali. 1993) . terarah.IQ (INTELLEGENCE QUOTIENT) • Intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis.

Pengukuran / Klasifikasi IQ • • • • • • • Very Superior Superior Brght normal Average Dull normal Borderline Mental Defective : : : : : : : 130 – 120 – 129 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 69 and bellow .

.Kesimpulan IQ : • Frustasi dan kegagalan dalam bekerja dapat berkurang jika pelaku profesi mencari informasi dangan berbagai cara/strategi bekerja. banyak pikiran untuk keberhasilan dalam berkarya. dengan berbagai alternative.

• Situasi yang kondusif untuk bekerja bisa diciptakan melalui pemberian motivasi atau menumbuhkan motivasi diri sendiri dengan konsep bekerja yang berfokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki setiap individu. .

EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) • Emosi adalah letupan perasaan seseorang .

. memotivasi diri sendiri. kepekaan sosisl dan adaptasi sosial (SEAGEL). perasaan orang lain. kesadaran diri. • Kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi (PETER SALOVELY & JOHN MAYER) • Bertanggung jawab atas harga diri.Pengertian EQ/ Kecerdasan Emosi • Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri. mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain (DANIEL GOLDMAN).

Kemampuan mengendalikan emosi orang lain. 4. 5. Kemampuan memotivasi diri. 2. . 3. Kemampuan mengenal diri (kesadaran diri). Kemampuan mengelola emosi (penguasaan diri). Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati).Aspek EQ (menurut Salovely & Goldman) ada lima: 1.

• Sadar dan menghargai emosi diri sendiri. • Emosi negative untuk membina hubungan.Perilaku Cerdas Emosi : • Menghargai emosi negative orang lain. • Sabar menghadapi emosi negative orang lain. • Saat emosional adalah saat mendengarkan. • Peka terhadap emosi orang lain. .

Disukai Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi. Kemampuan menyesuaikan diri. Kemandirian. Mengendalikan amarah. .EQ Tinggi adalah • • • • • • • Berempati Mangungkapkan dan memahami perasaan.

• Alasan utamanya adalah masyarakat percaya bahwa emosi-emosi sebagai masalah pribadi dan tidak memiliki tempat diluar inti batin seseorang juga batasbatas keluarga. .Kesimpulan EQ : • EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi.

Dr. DANIEL GOLEMAN memberikan satu asumsi betapa pentingnya peran EQ dalam kesuksesan pribadi : • 90 % prestasi kerja ditentukan oleh EQ. • Pengetahuan dan teknis hanya berkontribusi 4 % .

Membangun benteng untuk mencapai keterampilan Emosional (Dr Patricia Patton) 1. Mengekspresikan kanyataan bahwa tidak seorangpun memiliki perasaan yang sama tentang persoalan yang serupa. Paham pentingnya peran emosi dan pemahaman yang memungkinkan anda merasakan perbedaan besar dalam bagaimana kita mengendalikan emosi. . 2.

6.dan berbagi bersama. 7. Memungkinkan orang lain menjadi diri sendiri. 5. 4.Mengekang emosi adalah tindakan yang tidak sehat yang dapat mengarahkan kita kepada halhal yang negative. 8. . perhatian.3. Mengetahui diri sendiri dan menghargai potensi yang kita miliki. Mengetahui keterbatasan diri sendiri. Mempertajam intuisi pemecahan masalah. Mengetahui pentingnya kasih sayang.

Menurut Robert K Cooper. . PH.D • Meningkatkan kecerdasan dengan “masuk kedalam hati dan keluar dari fikiran”.

Germanto.SQ (SPIRITUAL QUOTIENT) • Spiritual adalah inti dari pusat diri sendiri. menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu (Agus N. 2001) . • Kecerdasan spiritual adalah sumber yang ilhami.

kecerdasan spiritual “SQ”. bisa menyikapi segala sesuatu secara lebih jernih dan benar sesuai hati nurani kita.Menurut VICTOR FRANK (PSIKOLOG) • Pencarian manusia akan makna hidup merupakan motivasi utamanya dalam hidup. yang cenderung lebih bermakna dan bijak. . • Kearifan spiritual adalah sikap hidup arif dan bijak secara spiritual.

Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. 2. MAmpu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman. 4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. 5.Ciri – Ciri SQ Tinggi : 1. 3. Memiliki prinsip dan visi yang kuat. .

. Memiliki Prinsip dan Visi Yang Kuat : Prinsip adalah suatu kebenaran yang hakiki dan fundamental berlaku secara universal bagi seluruh umat. yang berupa nilai-nilai yang permanen dan mendasar. Prinsip merupakan pedoman berprilaku.a.

• Prinsip Kebaikan.3 prinsip utama bagi orang yang spiritualnya tinggi : • Prinsip kebenaran. . • Prinsip Keadilan.

. Visi yang kuat : • Visi adalah cara pandang bagaimana memandang sesuatu dengan visi yang benar.b.

. bermoral dalam arti taat pada hukum.Suatu ungkapan seorang pakar : • “NO RELIGION WITHOUT MORAL. NO MORAL WITHOUT LAW” • Oleh karena itu SDM sebagai pelaksana suatu profesi haruslah yang beraga dalam arti beriman dan bertakwa.

.CQ (CREATIVITY QUOTIENT) KECERDASAN KREATIVITAS • Adalah potensi seseorng untuk memunculkan sesuatu yang penemuanpenemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya.

5. . Perumusan Kembali : Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbada dengan yang sudah lazim. Kelancaran : Kemampuan memproduksi banyak ide.GUIL FORD mendeskripsikan 5 ciri kreativitas : 1. Keaslian : Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinil sebagai hasil pemikiran sendiri. 4. 3. Penguraian : Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci. Keluwesan : Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan jalam pemecahan masalah. 2.

Kepasihan (kemampuan menghasilkan sejumlah gagasn dan ide prmecahan masalah dengan lancar). Keluwesan (Kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah ) . 2.Kreativitas terdiri dari dua unsur : 1.

kritik orang lain. tahut bersenang-senang. tidak ada masalah. kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang. kegiatan mental yang sulit diarahkan. .Hambatan untuk menjadi Kreatif : • Kebiasaan. waktu. dibanjiri masalah. takut gagal.

2. 4. Teknik brainstorming. . Kuantitas gagasan. 3.Beberapa cara memunculkan gagasan kreatif yaitu : 1. Memfokuskan tujuan. Sinektik.

.Kesimpulan CQ : • SDM sebagai pelaksana suatu profesi dengan tingkat kecerdasan kreativitas (CQ) yang tinggi. adalah mereka yang kreatif. mampu mencari dan menciptakan terobosan-terobosan dalam membatasi berbagai kendala atau permasalahan yang muncul dalam lembaga profesi yang mereka geluti.

AQ (ADVERSITY QUOTIENT) KECERDASAN DALAM MENGHADAPI MASALAH • Adalah kemampuan/ kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. .

merinci AQ berdasarkan penelitiannya : • AQ tingkat “Quitters” (orang-orang yang berhenti). • AQ tingkat “ Campers” (Orang yang berkemah) • AQ tingkat “Climbers” (Orang yang mendaki) .Paul G Stoltz.

Rentang AQ : • AQ rendah (0 – 50) • AQ sedang (95 – 134) • AQ tinggi (166 – 200) .

.Analisa SWOT • Merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menelaan tingkat keberhasilan pencapaian cita-cita/ karier.

• “W” Weakness (Kelemahan) adalah seluruh kekurangan yang ada pada diri sendiri dan kurang mendukung cita-cita/karier.SWOT • “S” Strenght (kekuatan) adalah sebuah potensi yang ada pada diri sendiri yang mendukung citacita/karier. • “T” Traits (Ancaman) adalah segala sesuatu yang dapat menggagalkan rencana citacita/karier yang berasal dari diri sendiri atau lingkungan. . • “O” Opportunity (peluang) adalah segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan cita-cita/karier.

Skema pengambilan keputusan Keputusan Spiritual Masalah timbul Kebebasan memilih Keputusan Emosional Keputusan Persepsi Sumber : Ari Ginanjar. ESQ Power 2003 .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful