SMALL GROUP DISSCUSION KASUS 1 Chair Sekretaris Scriber KASUS Tn.

B, seorang tukang kayu datang ke rumah sakit dengan keluhan mual, muntah, nyeri mata kemerahan, serta penglihatan kabur setelah mengalami jatuh dan benturan batu pada matanya.dari hasil pemeriksaan tonometri didapatkan nilai IOP (Intra Okular Presure) 50 mmHg. Pupil terlihat membesar dan terfiksasi. Konjungtiva kemerahan dan kornea keruh (beruap), iris terganggu fungsinya, halo (+), dan penurunan visus serta lapang pandang perifer. Saat ini klien diberikan terapi betoptic, diamox, xalatan, dan manitol sambil menunggu pemeriksaan lanjutan untuk menentukan terapi selanjutnya. STEP 1 1. IOP ? 2. Tonometri ?
3. Halo ? 4. Terapi betoptic ?

: Winsen Sanditaria : Dewi Seftiani : Reni Retnowati

(Deya) (Anisa F.) (Siska) (Meta) (Anisa S.) (Winsen) (Dewi S.) (Fitri) (Ade) (Deya)

5. Diamox ? 6. Lapang pandang perifer ? 7. Xalatan ?
8. Terfiksasi ?

9. Manitol ?
10. Visus ?

Jawaban :
1. IOP

 Tekanan bola mata, normal 15-20 mmHg (Anisa S.), 10-20 mmHg (Reni)  pemeriksaan TIO: apalasia, schiotz (Meta)

2. Tonometri 3. Halo

 jika kita melihat lampu/cahaya, disekitarnya seperti ada pelangi (Ade)  (LO)  (LO)

4. Terapi betoptic 5. Diamox

6. Lapang pandang perifer pandangan sempit, tidak bisa melihat luas (Siska)

27

7. Xalatan 8. Terfiksasi 9. Manitol 10. Visus

 (LO)  tidak bergerak, diam (Himas), pupil kaku, susah digerakkan (Siska)  (LO)  ketajaman penglihatan (Anisa S.

STEP 2 1. Diagnosa medis ? (Reni) 2. Fungsi terapi betoptic, diamox, xalatan, dan manitol ? (Dewi.S) 3. Terapi selain obat-obatan ? (Fitri) 4. Hubungan jatuh dengan IOP meningkat dan keluhan lain ? (Ade dan Deya) 5. Kenapa dia bisa mual muntah ? (Himas) 6. Apakah ada saraf yang terganggu, apa ? (Anisa F.) 7. Penyebab kornea keruh ? (Siska) 8. Pemeriksaan diagnostic ? (Meta) 9. Kenapa bola mata mengeras seperti batu dn badan biliaris mengeluarkan banyak air ? (Anisa S.) 10. Komplikasi ? (Winsen) 11. Penatalaksanaan ? (Dewi S.) 12. Penyebab dan akibat fungsi iris tergamggu ? (Ade) 13. Klasifikasi penyakit ? (Himas) 14. Etiologi kasus ? (Deya) 15. Predisposisi dan presipitasi ? (Siska) 16. Pencegahan ? (Meta) 17. Patofisiologi ? (Semua) 18. ASKEP ? (Semua) 19. Pendidikan kesehatan ? (Winsen) 20. Manifestasi klinis ? (Siska) STEP 3
1. Glaukoma akibat trauma  Akibat TIO meningkat karena keluar masuknya cairan

terganggu sehingga merusak retina (Meta) Disebut glaucoma jika TIO > 25 mmHg (Siska), TIO > 21 mmHg (Ade) TIO meningkat karena kerusakan sekresi cairan humor aqueos (Winsen)

27

Iritis (Anisa S) 11. bola mata seperti batu) (Meta. alcohol belatruk.) 13. nyeri mata. LO 9. Nyeri  merangsang saraf simpatis  mual muntah (Anisa S. penglihatan kabur. Meta. hipertensi). control mata (winsen. trauma. Dewi S. operasi pembuatan lubang cairan pada bola mata. absolute (sudah parah. Obat mata. penuaan (Ade) Primer (terbuka dan tertutup) . kesehatan keselamatan kerja (Winsen. laser.) 14. Anisa S. Glaukoma tertutup karena iris terdorong ke depan  trauma. Hati-hati. katark. ulkus kornea (Himas). Akibat: cahaya masuk tidak normal  penurunan visus (Anisa F. Anisa S. kornea keruh. Glaukoma sudut terbuka : saluran untuk keluar aquos humor tidak tertutup tapi terhambat karen penuaan. jaga kesehatan mata. Mual. LO 18. Dewi S.) 6.) 20. Anisa S) 15. die. pengangkatan bola mata (Meta. muntah. TIO meningkat.) 17. LO 5. Ada. penggunaan kortikosteroid. LO 19.penurunan visus dan lapang pandang perifer. TIO meningkat  cairan banyak yang menghalangi pandangan (Windy) 8. (Siska. LO 4.) 12. LO 16. degenerative. Peradangan. Kebutaan (Reni). Keluar masuknya cairan tidak terkontrol akibat TIO meningkat (Himas) 10. misalnya DM. nyeri kepala di bagian belakang 27 . tapi belum diketahui (Semua) 7.2. LO 3. Himas. konjungtiva kemerahan. kemerahan. congenital. sekunder (dari penyakit lain. trauma. Penyuluhan : control mata.

Anatomi fisiologi mata 3. Penatalaksanaan 27 . manitol 2. Asuhan keperawatan 7. diamox. Patofisiologi 5. Konsep penyakit 4.STEP 4 Anatomi Fisiologi Penatalaksanaan: Pencegahan Farmakologi Non farmako GLAUKOM A Patofisiologi ASKEP Pendidikan Kesehatan Konsep Penyakit: Definisi Etiologi Manifestasi Klinik Klasifikasi Pemeriksaan Diagnostik Komplikasi Predisposisi & Presipitasi STEP 5 1. Pendidikan kesehatan 6. xalatan. Terapi betoptic.

Aquoeus humor diproduksi oleh korpus siliaris yang berada di belakang iris. Saluran eferen dari kanalis Schlemm menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Besarnya aliran keluar aquoeus humor melalui sudut bilik mata depan juga tergantung 27 . Volumenya adalah sekitar 250 ul. berarti bola mata itu terbentuk dengan baik. Anatomi Fisiologi Mata Terkait Kasus A. aquoeus humor mengalir melalui pupil ke kamera anterior lalu ke jalinan trabekular di sudut kamera anterior. Aliran aquoeus humor ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklik di lapisan endotel. Aqueous Humor Aliran aqueous humor yang normal Aquoeus humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase aquoeus humor juga meningkat. bola matanya menjadi kempes. dan kecepatan pembentukannya yang bervariasi diurnal adalah 1.5-2 uL/menit. Kalau tekanannya terlalu tinggi. Tekanan bola mata ini gunanya untuk membentuk bola mata. Kalau tekanannya terlalu rendah. berarti bola mata itu menjadi keras seperti kelereng. Sejumlah kecil aquoeus humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sklera (aliran uveoskleral).1. Fungsi dari Aquoeus humor adalah untuk memberikan tekanan pada bola mata. Setelah memasuki kamera posterior. Kalau tekanannya normal.

keadaan kanal Schlemm dan keadaan tekanan vena episklera. Di otak. Tekanan intraokuler dianggap normal bila kurang daripada 20 mmHg pada pemeriksaan dengan tonometer aplanasi. Tekanan yang tinggi mengakibatkan serabut saraf N. opticus tertekan ke belakang. Syaraf Mata Syaraf-syaraf yang terdapat di mata : No Nama saraf Jenis saraf II Opticus Sensorik Retina mata Otot bola mata dan III Okulomotoris Motorik otot kelopak mata Berkaitan dengan penglihatan Menggerakan bola mata (kiri dan kanan) Untuk akomodasi dan Otot bola mata Kelopak mata atas. Otot penggerak bolamata Kelenjar lakrimalis dan otot penggerak mata kontraksi iris Untuk memutar bola mata Membawa impuls yang berkaitan dengan sensai rasa. 27 . Motorik bola mata. Oftalmikus Motorik V b. B. Bila tekanan lebih dari 25 mmHg pasien menderita glaukoma (tonometer Schiotz). Menuju Fungsi IV Trokhlearis Trigeminus a. Yang terjadi pada penderita glaukoma adalah kerusakan serabut saraf mata (N II atau saraf optik) dan menyebabkan daerah tidak melihat (titik buta) yang terjadi sebagai akibat adanya tekanan bola mata atau tekanan intra okular yang tinggi. bayangan tersebut akan bergabung di pusat penglihatan dan membentuk suatu benda (vision). VII Facial Motorik Fungsi saraf mata normal umumnya akan meneruskan bayangan yang kita lihat ke otak. keadaan jalinan trabekulum.pada keadaan sudut bilik mata depan. Maksilaris VI Abdusen Motorik Pergerakan rektus lateral Mempengaruhi pergerakan otot-otot mata dan sekresi air mata. nyeri. kelenjar lakrimal kelopak mata bawah. Pada tekanan lebih tinggi dari 20 mmHg yang juga disebut hipertensi oculi dapat dicurigai adanya glaukoma. raba dan suhu.

Anatomi mata D. hubungan penglihatan ke otak terganggu dan terjadi kebutaan. Konjungtiva Konjungtiva adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak mata (konjungtiva palpebra). menyerupai membran dan membentuk lingkaran ditengahnya. Akibatnya. TIO yang terlalu tinggi C. Konjungtiva palpebra melipat kedalam dan menyatu dengan konjungtiva bulbar membentuk kantung yang disebut sakus konjungtiva. dan menyuplai darah. aktivitas lakrimasi. bagian palpebra tampak merah muda karena pantulan dari pembuluh – pembuluh darah yang ada didalamnya. Walaupun konjungtiva transparan. Pupil adalah ruangan ditengah – tengah iris.terjepit dan mengalami kematian akibat berkurangnya aliran darah. kecuali darah pupil. Fungsi dari konjungtiva adalah memproduksi air mata. menyediakan kebutuhan oksigen ke kornea ketika mata sedang terbuka dan melindungi mata dengan mekanisme pertahanan nonspesifik yang berupa barier epitel. pembuluh – pembuluh darah kecil dapat dari konjungtiva bulbar diatas sklera mata. ukuran pupil bervariasi dalam merespon intensitas cahaya dan memfokuskan objek ( akomodasi ) untuk memperjelas penglihatan. Iris Iris struktur berwarna. Trauma tumpul pada konjungtiva dapat menimbulkan edema yang tidak menimbulkan gangguan penglihatan. Iris mengandung dilator involunter dan otot – otot spingter yang mengatur ukuran pupil. 27 .

Lensa tersusun dari sel – sel epitel yang dibungkus oleh membran elastis. Nutrisi sel kornea didapat melalui difusi dari cairan akueus. ketebalannya dapat berubah – ubah menjadi lensa cembung bila refraksi lebih besar. 27 . dan oksigen yang terlarut dalam film prekorneal. Selain itu. Beberapa kelainan mata seperti glaukoma ataupun akibat trauma tumpul dapat menimbulkan edema kornea dengan keluhan penglihatan kabur. Persarafan kornea berasal dari divisi oftalmik nervus trigeminus. Kornea Kornea merupakan membran pelindung dan ‘jendela’ yang dilalui berkas cahaya menuju retina. Fungsi iris adalah mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. akan terjadi kelumpuhan otot sfingter pupil sehingga pupil akan membesar dan reaksi terhadap cahaya akan hilang. misalkan karena trauma tumpul. Bila hifema penuh dan sukar diserap kembali dapat menghalangi sekresi aquoeus humor sehingga mengakibatkan glaukoma sekunder. Kelengkungannya lebih besar dibandingkan permukaan mata lainnya. terletak dibelakang iris. Kornea yang sehat adalah avaskular dan tidak memiliki saluran limfatik. Lensa mata merupakan suatu kristal. kapiler pada limbus.pupil mengecil jika cahaya terang atau untuk penglihatan dekat. Perbatasan antara kornea dan sklera disebut sebagai limbus (ditandai dengan adanya sulkus yang dangkal – sulkus sklera). halo (+). terbagi kedalam ruang anterior dan posterior. pada trauma berat. berbentuk bikonfek ( cembung ) bening. Kornea meliputi seperenam dari permukaan anterior bola mata. maka dapat menimbulkan hifema (darah pada bilik mata depan). E. dan kornea keruh. Bila terdapat kerusakan pada iris. Kornea mempunyai fungsi utama merefraksikan cahaya yang masuk ke mata.

Sakit kepala dan nyeri mata dapat terjadi ketika kondisi memburuk. Klasifikasi • Primary Open-Angle Glaucoma/ Glaukoma Sudut-Terbuka Primer 27 . • Glaukoma adalah bagian penyakit mata yang menyebabkan proses hilangnya penglihatan. Individu melaporkan bahwa is melihat “halo” cahaya di sekitar benda. tetapi proses ini dapat dicegah dengan obat-obatan. yang dimulai di penglihatan perifer. terapi laser dan pembedahan. Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di • celah pupil . Glaukoma kronis ditandai oleh penurunan secara lambat ketajaman penglihatan dan penglihatan kabur.2. Penglihatan yang tadinya kabur lama kelamaan akan kembali normal. Konsep Glaukoma A. • • Pembesaran mata dapat terjadi. Etiologi Penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler ini disebabkan oleh : • Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan ciliary. secara mendadak. Manifestasi Klinik • • • • Bila memandang lampu neon/sumber cahaya maka akan timbul warna pelangi Mata terasa sakit karena posisi mata dalam keadaan membengkak. Glaukoma akut ditandai oleh nyeri mata hebat dan gangguan lapang pandang di sekitar neon. C. B. Definisi • Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga menyebabkan rusaknya saraf optik yang membentuk bagian-bagian retina retina dibelakang bola mata. Mata mungkin merah dan nyeri jika disentuh. D.

Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Pemeriksaan Diagnostik • Tonometri digunakan untuk pemeriksaan TIO. Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya. Gejalanya adalah sakit mata hebat. Cara pemeriksannya adalah penderita berbaring tanpa bantal. • Secondary Glaukoma/ Glaukoma Sekunder Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak. Tonometri yang sebaiknya digunakan adalah dengan menggunakan Tonometer Schiotz. diabetes. pandangan kabur dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi.Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. • Acute Angle-Closure Glaucoma / Glaukoma Sudut-Tertutup Akut Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. • Congenital Glaukoma/ Glaukoma Kongenital Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran. arthritis maupun operasi mata sebelumnya. sehingga resiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga. kemudian matanya ditetesi pantocain 127 . biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. trauma. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda. E. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini. Glaukoma jenis ini bersifat turunan. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah-muntah. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen.

yang mengalami perubahan peggaungan dan degenerasi saraf optic. 5/7. struktur mata internal. • • Gonioskopi digunakan untuk melihat secara langsung ruang anterior untuk Oftalmoskopi digunakan untuk melihat secara langsung diskus optik dan membedakan antara glaukoma sudut tertututp dengan glaukoma sudut terbuka. Harus diwaspadai adanya glaucoma apabila terdapat penggaungan >0.3 diameter papil (Cup and Disc Ratio). terutama bila diameter vertical lebih besar dari diameter horizontal • Pengetesan lapang pandang. Untuk pendeteksian kerusakan penglihatan khas glaukoma. Humphrey visual field test untuk pemeriksaan lapangan pandang • Mengukur tekanan bola mata Non Contact Tonometry (NCT) • Pengambilan gambaran saraf optik OCT Print out alat OCT 27 .5. Tekanan normalnya antara 10-20 mmHg atau 7/7. yang harus diperhatikan adalah papil. Suruh pasien melihat ibu jarinya yang diacungkan didepan matanya dan letakkan tonometer di puncak kornea.2% satu kali. 5-10.

27 . Untuk glaukoma jenis tertentu. yaitu : 1. Resiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orang tua dan anak-anak. 9. 6. Meskipun untuk sebagian individu. Terdapat 2% dari populasi usia 40 tahun yang terkena glaukoma. 3. anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk terkena glaukoma. Bila anda mengetahui bahwa anda pemakai obat-abatan steroid secara rutin.Semua pemeriksaan tidak menimbulkan rasa sakit tetapi sangat diperlukan kerja sama pasien yang baik. 5. Tekanan bola mata tinggi Tekanan bola mata diatas 21 mmHg berisiko tinggi terkena glaucoma. tekanan bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik. 2. sangat dianjurkan memeriksakan diri anda ke dokter spesialis mata untuk pendeteksian glaukoma. 7. Riwayat glaukoma di dalam keluarga. obat inhaler untuk penderita asthma. Miopia (rabun jauh) Diabetes (kencing manis) Hipertensi (tekanan darah tinggi) Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya Obat-obatan Pemakai steroid secara rutin misalnya: Pemakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang tidak dikontrol oleh dokter. obat steroid untuk radang sendi dan pemakai obat yang memakai steroid secara rutin lainnya. Untuk mengukur tekanan bola mata dapat dilakukan dirumah sakit mata dan/atau dokter spesialis mata. 4. Angka ini akan bertambah dengan bertambahnya usia. buruk) 8. F. Predisposisi Faktor resiko glaucoma antara lain. Umur Risiko glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia.

Patofisiologi Trauma Konstusio Bola Mata Konjungtiva Pembuluh Darah Konjungtiva Robek Kornea Edema Kornea Fungsi Kornea Pembelokan Cahaya oleh Air Distraksi Cahaya (Berpendar) Penglihatan Kabur Vasokonstriksi Pembuluh Darah Iris & Badan Silier Lensa Sublokasi Lensa Zonulazinni menonjol ke COA Mendorong Iris ke Depan Retina & Opticus Kerusakan Retina & Optikus Kelumpuhan Spincter Pupil Pupil Dilatasi & Terfiksasi Fungsi Iris Terganggu  Reaksi thdp Cahaya Lamabat / Hilang Hifema Darah menyumbat COA Sudut Mata Menutup Aliran Humor Aquous Terganggu Inflow > Outflow  TIO Perdarahan Subkonjungtiva Kemerahan Konjungtiva Aliran Darah ke GI  Fungsi GI  Peristaltik  Lambung Teregang Menekan Baroreseptor Impuls ke Pusat Muntah di Medula Oblongata Aliran Darah ke N.Opticus & Retina  Iskemi Menekan N.Opticus & Retina  Visus Merangsang Saraf Nyeri Traktus Spinotalamus Kortex Cerebri Nyeri Merangsang Saraf Simpatis Lapang Pandang Perifer  Ansietas Gangguan Persepsi Sensori Resiko Cidera Mual Muntah Anorexia 27 .3.

Bahan selektif beta. Menggunakan pelindung mata jika memiliki pekerjaan yang beresiko tinggi Tidak menggunakan steroid dalam jangka waktu lama. Sebagai akibatnya. terutama bagi orang yang usianya diatas 40 tahun dan yang memiliki riwayat keluarga penderita glaukoma. Pemeriksaan dan perawatan mata harus berlangsung secara bertahap. • • • Menghindari jatuh yang mengakibatkan trauma pada mata. B. Farmakoterapi 1) Antagonis Beta-Adrenergik • • Berfungsi menurunkan TIO dengan mengurangi pembentukan Humor Penghambat Beta yang umum adalah Timolol. Pada usia 40 tahun screening mata perlu dilakukan setiap setahun sekali/ 6 bulan sekali.5 tahun hingga 5 tahun (usia prasekolah) dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan tajam penglihatan. Pada anak 2. • Pencegahan Melakukan pengukuran tekanan bola mata secara rutin. Mengontrol penyakit yang menjadi factor resiko glaukoma. 2) Bahan Kolinergik • Bahan kolinergik topical (misalnya Pilokarpin Hidroklorida 1 % . Levobunolol (Betagen). dan Optipranolol (Metipranolol). screening lebih dibutuhkan lagi. seperti DM dan cedera. bahkan intensitas screening menjadi 5 tahun sekali. Karbakol) digunakan dalam penanganan glaukoma jangka pendek dengan penyumbatan pupil akibat efek langsungnya pada reseptor parasimpatis iris dan badan siliar. • • Pemeriksaan mata rutin setiap 6 bulan sekali. spincter pupil akan 27 . penderita DM. dan penderita kelainan vaskular.4. Masuk usia 10 tahun.4 %. • hipertensi. mata minus atau plus tinggi. Penatalaksanaan A. seperti Bataksolol (Betoptic) hanya mempengaruhi tempat reseptor beta tertentu. Asetilkolin Klorida. Aqueus.

Non-Farmakoterapi 1) Bedah Laser untuk Glaukoma Pembedahan laser untuk memperbaiki aliram Humor Aqueus dan menurunkan TIO dapat diindikasikan sebagai penanganan primer glaukoma atau bisa juga dipergunakan jika terapi obat tidak bisa ditoleransi. dan menyebabkan konstriksi pembuluh darah konjungtiva. seperti yang terjadi setelah trauma. aliran keluar Humor Aqueus. volume jaringan iris pada sudut akan berkurang. Misasetazolamid ( Diamox ) diberikan secara sistemik untuk menurunkan TIO dengan menurunkan pembuatan Humor Aqueus. • Contohnya adalah Epinefrin dan Fenilefrin Hidroklorida ( Neosynephrine ) 4) Inhibitor Anhidrase Karbonat • Inhibitor Anhidrase Karbonat. Laser dapat digunakan pada berbagai prosedur yang berhubungan dengan penanganan glaukoma. iris mengencang. • • Dapat diberikan secara oral atau intravena. menurunkan produksi Humor Aqueus. 5) Diuretika Osmotik Bahan hiperosmotik oral ( Gliserol ) atau intravena ( misalnya Manitol ) dapt menurunkan TIO dengan meningkatkan osmolalitas plasma dan menarik air dari mata ke dalam peredaran darah. • Berguna untuk penanganan jangka pendek glaukoma akut dan untuk menurunkan TIO preoperative. Contohnya : 27 .berkonstriksi. C. Agonis Adrenergik Topikal menurunkan TIO dengan meningkatkan berfungsi saling sinergi dan bukan saling belawanan. • Digunakan untuk menangani glaukoma sudut terbuka ( jangka panjang ) dan glaukoma penutupan sudut ( jangka pendek ) dan galukoma yang sembuh sendiri. Iris perifer tertarik menjauhi jaring-jaring trabekula. memperkuat dilatasi pupil. Perubahan ini memungkinkan Humor Aqueus mencapai saluran keluar dan akibatnya terjadi penurunan TIO 3) Agonis Adrenergik • • Digunakan bersama dengan bahan penghambat beta-adrenergik.

Macam-macam bedah konvensional. Tabung terbuka diimplantasi ke kamera anterior dan menghubungkan dengan medan pengaliran episklera. infeksi. antara lain : • Iridektomy Perifer atau Sektoral Untuk mengangkat sebagian iris untuk memungkinkan aliran Humor Aqueus dari kamera posterior ke kamera anterior. Pengkajian 1) Pengumpulan Data a) Nama Usia Data klien : Tn. • Prosedur Seton Meliputi penggunaan berbagai alat lintasan Aqueus Sintetis untuk menjaga kepatenan fistula pengaliran. B :- 27 . Hifema ( darah di kamera anterior mata ). kegagalan filtrasi. • Trabekulektomy ( Prosedur Filtrasi ) Untuk menciptakan saluarn pengairan baru melalui sklera.• Laser Trabeculoplasty Tindakan ini dilakukan dengan local anestesi unutk membuat lubang di jaringan trabekular untuk membuka sudut unutk mempermudah aliran keluar Humor Aqueus. Diindikasikan pada penanganan glaukoma dengan penyumbatan pupil. • Laser Iridotomy/ Iridektomy Perifer Mengurangi tekanan dengan mngeluarkan bagian iris untuk membangun kembali outflow Humor Aqueus. Komplikasi meliputi Hipotoni ( TIO rendah yang tidak norma ). Asuhan Keperawatan A. Trabekulektomy meningkatkan aliran keluar Humor Aqueus dengan memnita struktur pengairan pengaliran yang alamiah. 2) Bedah Konvensional Prosedur bedah konvensional dilakukan bila teknik laser tidak berhasil atau peralatan laser tidak tersedia. Alat ini paling sering digunakan pada mereka yang memiliki TIO tinggi. yang berisiko terhadap pembedahan atau yang prosedur filtrasi awalnya gagal. 5.

c) • Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan sekarang: P : jatuh dan benturan batu pada mata klien Q: mual. dan myopia tinggi. kemerahan.Alamat Jenis Kelamin Pendidikan Agama Pekerjaan Suku Bangsa Tanggal pengkajian Diagnosa Medis Nomor Rekam Medis b) Keluhan Utama :: Laki-laki ::: Tukang kayu ::: Glaukoma :- Klien mengeluh mual. nyeri mata. • d) Riwayat kesehatan keluarga: Apakah keluarga pernah mempunyai penyakit glaucoma. kemerahan. muntah. penyakit lain yang diderita seperti DM. • Pola eliminasi dan keseimbangan cairan 27 . • Pola nutrisi Tanyakan pada klien tentang riwayat diet. serta penglihatan kabur setelah mengalami jatuh dan benturan batu pada matanya. makanan dan nutrisi yang dikonsumsi selama ini. Pola Kehidupan Sehari-hari • Pola aktivitas Tanyakan pada klien apakah terjadi gangguan pada aktivitasnya sehari- hari. penglihatan kabur R: mata S: T: • Riwayat kesehatan masa lalu: Apakah klien pernah mengalami trauma yang mengenai mata. muntah. arteriosklerosis. nyeri mata.

kemerahan. serta frekuensi dan keluhan BAK/BAB. • Pola tidur dan istirahat Tanyakan mengenai kebiasaan tidur dan istirahat klien.Tanyakan pada klien berapa volume cairan yang dikonsumsi setiap hari. nyeri mata. penglihatan Frekuensi Keluhan Sebelum Sakit Sesudah sakit 27 . • Inspeksi Postur dan gambaran klien Kesimetrisan mata Alis Kelopak mata Konjungtiva Sklera ::::: kemerahan :Pemeriksaan fisik Keadaan umum Klien mengalami mual. Pemeriksaan Nutrisi+elektrolit • Frekuensi • Jenis • Pantangan • Keluhan Eliminasi BAB • • BAK • Frekuensi • Keluhan Istirahat dan Tidur • Kebiasaan • Frekuensi • Keluhan e) • kabur. muntah.

xalatan. Pada kasus. sulit berkonsentrasi dan sensitif. berduka karena kehilangan penglihatan.Iris Kornea Pupil Lensa mata • Pemeriksaan penglihatan • Penurunan visus : terganggu fungsinya : keruh (beruap) : pupil terlihat membesar dan terfiksasi :- Pemeriksaan lapang pandang: lapang pandang perifer Halo positif Palpasi Palpasi ringan pada kelopak mata untuk menentukan adanya pembengkakan dan kelemahan. palpasi sakus lakrimalis dengan menekankan jari telunjuk pada kantus medial untuk menentukan adanya regurgitasi material purulen yang abnormal atau air mata berlebihan yang merupakan indikasi hambatan duktus nasolakrimalis. nilai IOP klien 50 mmHg. h) Data penunjang • Pemeriksaan diagnostic Pengukuran tonometri: mengkaji tekanan intraokuler (TIO). dan manitol. • Terapi Klien diberikan terapi betoptic. 2) Pengelompokan Data a) Data Subjektif 27 . normalnya 1021 mmHg. f) TTV • • • • • • BB = TB =- Suhu = RR TD HR ===- g) Data Psikososial Mencakup ansietas yang ditandai dengan bicara cepat. diamox. mudah berganti topik.

diamox. dan kornea keruh. kornea keruh. serta penglihtan kabur setelah mengalami jatuh dan benturan batu pada matanya. nyeri mata. Gangguan Persepsi Sensori (visual) 3. DS : Klien mengeluh nyeri mata DO : Mata kemerahan. DO: Penurunan visus dan lapang pandang perifer. IOP = 50 mmHg. pupil membesar dan terfiksasi. muntah. 4. dan manitol B. kemerahan.• Klien mengeluh mual. DS: TIO ↑ → menekan nervus optikus dan retina → DO: kerusakan nervus optikus dan retina → visus Penurunan visus dan lapang dan lapang pandang perifer ↓ → penglihatan pandang perifer kabur → ansietas TIO ↑ → menekan nervus optikus dan retina → DS : - Ansietas Resiko tinggi Cedera DO : - kerusakan nervus optikus dan retina → visus dan lapang pandang perifer ↓ → resiko tinggi 27 . pupil membesar dan terfiksasi. xalatan. b) Data Objektif • • • • • • • • Pemeriksaan tonometri: nilai IOP (Inta Okular Pressure) 50 mmHg Pupil terlihat membesar dan terfiksasi Konjungtiva kemerahan Kornea keruh (beruap) Iris terganggu fungsinya Halo positif Penurunan visus serta lapang pandang perifer Klien diberikan terapi betoptic. dan Etiologi Trauma → sublukasi lensa → zoula zinnia menonjol ke COA → menekan iris ke depan → menyumbat COA → sudut mata menutup → aliran aqueous humor terganggu → inflow > outflow → TIO ↑ → aliran darah ke nervus optikus dan retina ↓→ iskemia → nyeri TIO ↑ → menekan nervus optikus dan retina → kerusakan nervus optikus dan retina → visus dan lapang pandang perifer ↓ → Gangguan persepsi sensori (visual) Masalah Nyeri 2. konjungtiva kemerahan. Data yang menyimpang 1. DS: Klien mengeluh penglihatan kabur. halo (+). Analisa Data No. IOP = 50 mmHg.

konjungtiva hari. Gangguan Persepsi Sensori (visual) berhubungan dengan kerusakan nervus optikus dan retina yang ditandai dengan klien mengeluh penglihatan kabur. mengeluh nyeri b. • Berikan lingkungan gelap • Stress dan sinar dan tenang. Diagnosa Keperawatan 1. jam TIO yang dengan kriteria: ditandai a. kemerahan. berkurang/tidak kemerahan. Mandiri : • Pertahankan tirah baring • Tekanan pada ketat pada posisi semimata meningkat Fowler dan cegah tindakan jika tubuh datar yang dapat meningkatkan dan maneuver TIO (batuk.. Ansietas berhubungan dengan penglihatan kabur sekunder terhadap kerusakan nervus optikus dan retina yang ditandai dengan penurunan visus dan lapang pandang perifer. IOP = 50 mmHg. 27 . • Mengidentifikasi nadi.cedera C. Nyeri berhubungan dengan peningkatan TIO yang ditandai dengan klien mengeluh nyeri mata.Nyeri mata klien dengan klien berkurang. pupil membesar dan terfiksasi. 3. adanya nyeri mata yang dan kornea dirasakannya dan TIO klien keruh. meningkat. 4. pupil membesar dan terfiksasi.klien menunjukan tidak kemerahan. dan kornea keruh. konjungtiva kemerahan. jam jika klien menerima agens osmotic intravena. keperawatan selama …. akan meningkatkan TIO yang dapat mencetuskan nyeri. • Observasi tekanan darah. TIO klien mata. penurunan visus dan lapang pandang perifer. Resiko tinggi cedera berhubungan dengan penurunan visus dan lapang pandang perifer. halo (+). pupil • Jangka panjang : membesar dan Setelah dilakukan tindakan terfiksasi. IOP = 50 mmHg. Intervensi Keperawatan No. seperti pada aktivitas tersebut. terkontrol. IOP = 50 mmHg. bersin. Diagnosa Keperwatana Tujuan Intervensi Rasional Nyeri • Jangka pendek : berhubungan Setelah dilakukan tindakan dengan keperawatan pada klien peningkatan dalam waktu …. 1. 2. D. Valsava diaktifkan mengejan). dan pernapasan tiap kemajuan atau 24 jam jika klien tidak penyimpangan dari menerima agens osmotic hasil yang secara intravena dan tiap 2 diharapkan. dan kornea keruh.

• Berikan analgesic narkotik • Mengontrol nyeri. manitol dapat mencetuskan hiperglikemis pada klien diabetes mellitus. yang diresepkan jika klien Nyeri hebat akan mengalami nyeri hebat dan mencetuskan evaluasi keefektifannya. tetes mata miotik memperlancar drainase akuos humor dan menurunkan produksinya.• Observasi derajat nyeri • Mengidentifikasi mata setiap 30 menit kemajuan atau selama fase akut. Pengontrolan TIO adalah esensial untuk memperbaiki penglihatan. • Observasi asupan-haluaran • Mengidentifikasi tiap 8 jam saat klien kemajuan atau mendapatkan agens penyimpangan dari osmotic intravena. • Observasi ketajaman • Mengidentifikasi penglihatan setiap waktu kemajuan atau sebelum penetesan obat penyimpangan dari mata yang diresepkan. hasil yang diharapkan. penyimpangan dari hasil yang diharapkan. tajam dapat penglihatan turun terus menyebabkan menerus. hasil yang diharapkan. dehidrasi. 27 . nyeri Agens osmotic pada mata tidak hilang bersifat dalam waktu 30 menit hiperosmolar dan setelah terapi obat. maneuver Valsava dan meningkatkan TIO. haluaran dengan cepat. Kolaborasi : • Berikan obat mata yang • Agens osmotic diresepkan untuk glaucoma intravena akan dan beritahu dokter jika menurunkan TIO terjadi hipotensi. urine <24ml/jam.

tipe sudut terbuka : . penglihatan lebih tidak salah dosis. • Dorong mengekspresikan kerusakan perasaan tentang nervus optikus • Jangka Panjang : kehilangan / kemungkinan dan retina yang kehilangan penglihatan Setelah dilakukan tindakan ditandai keperawatan selama 3x24 dengan klien Jam klien dapat mengeluh mempertahankan lapang penglihatan ketajaman penglihatan tanpa kabur. lanjut. atur kehilangan perabot .Pilikarpin Hidroklorida . 27 . contoh.2. dan kornea keruh. • Tunjukan pemberian tetes • Mengontrol TIO.Obat Miotik Topikal ini meyebabkan konstriksi pupil. mencegah mata.kehila ngan lanjut dapat dicegah. mengikuti jadwal. pupil membesar dan terfiksasi. Meskipun kehilangan penglihatan telah terjadi tak dapat diperbaiki (meskipun dengan pengobatan). kehilangan lebih lanjut penurunan visus dan lapang pandang perifer. penglihatan malam Kolaborasi : • Berikan obat sesuai indikasi : Kronis. Gangguan Mandiri : • Jangka Pendek : Persepsi Setelah dilakukan tindakan • Pastikan derajat / tipe Sensori kehilangan penglihatan keperawatan selama 1x24 (visual) Jam klien dapat berhubungan berpartisipasi dalam dengan program pengobatan. contoh menghitung kehilangan tetesan. halo (+). lapang pandang / kurangi kekacauan. IOP = 50 mmHg. • Menurunkan • Lakukan tindakan untuk bahaya keamanan membantu pasien sehubungan menangani keterbatasan dengan perubahan penglihatan. perbaiki sinar terhadap sinar suram dan masalah lingkungan. • Mempengaruhi harapan masa depan pasien dan pilihan intervensi • Sementara intervensi dini mencegah kebutaan. ingatkan memutar penglihatan dan kepala ke subjek yang akomodasi pupil terlihat. pasien menghadapi kemungkinan atau mengalami pengalaman kehilangan penglihatan sebagian atau total. sederhana.

Menurunkan laju produksi aqueus humor Tipe sudut sempit (sudut tutup): . • Klien memperlihatkan pemahaman penyakit dan istruksi yang diberikan. contoh asetazolamid (diamox) Mandiri • Dorong percakapan untuk mengetahui keprihatinan. . Catatan .Menurunkan sekresi aqueus humor dan menurunkan TIO • Pengetahuan informasi dan mekanisme kopig yang tepat akan mengurangi kecemasan klien.Asetazolamid (Diamox) memudahkan keluarnya aqueus humor.Timolol maleat (Timoptic). .emosional. Jangka Panjang : • Klien bisa mengatsi cemasnya . Ansietas berhubungan dengan penglihatan kabur sekunder terhadap kerusakan nervus optikus dan retina yang ditandai dengan penurunan Jangka Pendek : • Klien menyatakan stress. . perasaan dan tingkat pemahaman klien.Miotik (sampai pupil dikonstriksikan) 3. atau akomodasi. • Pengenalan terhadap lingkungan membantu mengurangi • Orientasikan klien pada lingkungan yang baru.Menurunkan pembentukan aqueus humor tanpa mengubah ukuran pupil. Pilopine HS Gel) .(IsotoCarpin.ketakutan dan depresi berkurang. dan mendilatasi pembuluh keluar traktus selama serangan akut/ sebelum pembedahan.Inhibitor karbonik anhidrase. OcusertPilo.Membuat kontraksi otot sfinter iris. 27 .betaksalol (betopic) . Timoptic kontraindikasi pada adanya bradikardia atau asma. mendalamkan bilik anterior. . penglihatan.

• Dorong partipasi dalam aktivitas social dan pengalihan perhatian bila memungkinkan (kunjungan orang terdekat.Kunci roda brankar atau tempat tidur. • Dorong klien untuk tetap melakukan perawatan diri dan menjalankan kebiasaan hidup sehari-hari (bila mampu). kursi tanpa sandaran) atau benda berbahaya dari area yang 27 . radio. . .Singkirkan benda-benda yang mudah jatuh (seperti tempat sampah. tisu. . seperti: . Jangka Panjang : • Klien tidak mengalami cidera atau gangguan visual. rekaman audio) Mandiri • Kurangi risiko bahaya dari • Mencegah cedera.Pasang pengaman tempat tidur. • Klien yang mengalami gangguan visual bergantung pada masukan indera yang lain untuk mendapatkan informasi.visus dan lapang pandang perifer. .Berikan pencahayaan yang adekuat. • Perawatan diri dan kemandirian akan meningkatkan rasa sehat. visus dan • Klien mampu lapang pandang mengidentifikasi dan perifer. lingkungan klien. tv. • Dorong partisipasi keluarga atau orang yang berarti dalam perawatan klien. • Partisipasi keluarga dan orang terdekat akan membuat klien lebih nyaman • Isolasi social dalam waktuluang terlalu lama dapat menimbulkan perasaan negative 4. • Klien mampu mencegah aktivitas yang meningkatkan risiko cedera. ansietas dan peningkatan keamanan. menyingkirkan benda-benda berbahaya dari lingkungan.Turun dari tempat tidur dari sisi mata yang tidak sakit dan tempat tidur berada dalam posisi rendah. Resiko tinggi Jangka Pendek : cedera • Klien mampu berhubungan mengidentifikasi hal-hal dengan yang meningkatkan risiko penurunan cedera (jatuh). • Jelaskan intervensi sedetildetilnya. • Klien melaporkan tidak mengalami cedera (jatuh). perkenalkan diri pada setiap interaksi dan terjemahkan setiap suara asing.

• Beritahu klien untuk • Meningkatkan naik dan turun 1 kali rasa dalam satu waktu. jarum. . untuk ambulasi sesuai kebutuhan. mata saat melakukan aktivitas beresiko tinggi seperti ambulasi pada 27 . tisu. .dilewati klien untuk ambulasi. • Beritahu klien untuk • Mencegah pusing mengubah posisi secara perlahan • Beritahu klien agar • Mencegah jatuh tidak meraih benda untuk akibat perubahan stabilitas saat ambulasi kedalaman persepsi. keseimbangan. . Benda/objek mungkin tidak terletak di tempat seperti yang dilihat klien. pensil. • Dorong klien untuk • Memberikan menggunakan peralatan sumber adaptif (tongkat. walker) stabilitas. Meraih yang berlebihan akan mengubah pusat gravitasi yang akan menyebabkan klien jatuh.Dorong klien untuk menggunakan pegangan kamar mandi jika mungkin.Bersihkan lantai dari objek kecil seperti peniti. telepon.Letakkan alat-alat seperti bel pemanggil. atau pengontrol di tempat yang mudah dijangkau klien pada sisi yang tidak terpengaruh. • Tekankan pentingnya • Mencegah menggunakan pelindung cedera.

cara kerja dan efek samping obat . dan pelangi disekitar lampu. waktu pemberian. 7. dan menjaga berat badan yang memadai. 3. Pasien mendapatkan instruksi tertulis yang berisi nama obat. meliputi iritasi berlebihan. Selalu memperhatikan bagaimana penampilan dan yang dirasakan di mata. 6. Pasien harus waspada bahwa tanggung jawab mereka meliputi perawatan mata yang baik pemeliharaan kesehatan fisik yang baik dan gaya hidup yang konsisten dengan tingkat stress yang rendah. 2. pandangan kabur. berair. Pendidikan Kesehatan 1. frekuensi. 5. menghindari asupan cairan yang berlebihan. Mempertahankan nutrisi yang baik dan pembatasan garam. Frekuensi kunjungan tindak lanjut bergantung pada tingkat dan stabilitas TIO dan luasnya kerusakan yang telah ditimbulkan. Melakukan pemeriksaan tindak lanjut untuk menentukan keefektifan terapi. 6. memantau TIO. dan mengkaji lapang pandang penglihatan. Ingatkan klien agar menggunakan obat-obatan resep dan jangan memebeli obatobatan bebas atau yang lain tanpa sepengetahuan dokter. Perubahan yang tidak lazim harus dilaporkan pada dokter. Menekankan pemberian obat sebagai rutinitas sehari-hari dan memahami pengobatan harus dilanjutkan meskipun TIO telah terkontrol. 4. 8.malam hari dan saat berada di tengah anakanak atau binatang peliharaan. berkabut. 27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful