KONSEP DASAR

S. JUHANDA JURUSAN TEKNIK KIMIA – ITENAS / SEM. PENDEK 2010/2011

KLASIFIKASI DAN JENIS ENERGI : Secara umum, energi dibagi menjadi : 1. Energi transisional, yakni energi yang sedang bergerak dan dapat berpindah melintasi suatu batas sistem. 2. Energi tersimpan, yakni energi yang berwujud sebagai massa atau posisi pada suatu medan

gaya. Bentuk energi ini biasanya paling mudah
dikonversi menjadi bentuk energi transisional.

BENTUK ENERGI DALAM TERMINOLOGI TEKNIKI KIMIA

1. Energi Mekanik
2. Energi Listrik 3. Energi Termal

4. Energi (Ikatan) Kimia

BENTUK ENERGI DALAM TERMINOLOGI TEKNIKI KIMIA (1)

Energi Mekanik:  Energi yang dapat digunakan untuk “mengangkat /menggerakan” suatu

benda.
 Bentuk transisionalnya disebut kerja.  Energi mekanik dapat disimpan dalam bentuk energi potensial atau

energi kinetik.  Contoh energi potensial seperti benda dalam pengaruh medan gravitasi, energi yang berkaitan dengan fluida yang terkompresi, energi pada regangan elastis suatu pegas, dan energi pada suatu medan magnetik.  Contoh energi kiknetik adalah energi yang dikandung suatu benda yang sedang bergerak dengan kecepatan tertentu.  Energi mekanik dapat dengan mudah dikonversikan menjadi energi bentuk lain.

BENTUK ENERGI DALAM TERMINOLOGI TEKNIKI KIMIA (2)

Energi Listrik :  E nergi yang berhubungan dengan arus dan akumulasi elektron.  Bentuk transisionalnya adalah aliran elektron melalui sebuah

konduktor.  Energi listrik dapat disimpan sebagai energi medan elektrostatik atau sebagai energi medan induksi.  Energi medan elektrostatik adalah energi yang dihasilkan oleh adanya akumulasi muatan (elektron) pada pelat-pelat kapasitor.  Sedangkan energi medan induksi kadang-kadang disebut juga energi medan elektromagnetik, adalah energi yang timbul akibat aliran elektron melalui kumparan induksi.  Energi inipun mudah dikonversi menjadi bentuk energi lainnya.

BENTUK ENERGI DALAM TERMINOLOGI TEKNIKI KIMIA (3)

Energi Termal (panas) :  Energi yang berkaitan dengan getaran atomik dan molekuler.

 Energi termal adalah bentuk energi dasar, dalam arti semua bentuk
energi yan lain dapat dikonversi menjadi energi termal (konversi sebaliknya dibatasi oleh Hk. II Termodinamika).  Bentuk transisional energi termal adalah panas.  Energi termal dapat disimpan pada semua media sebagai panas sensibel dan panas laten.  Panas sensibel selalu diikuti oleh kenaikan temperatur sedangkan panas laten selalu diikuti dengan perubahan fasa.

BENTUK ENERGI DALAM TERMINOLOGI TEKNIKI KIMIA (4)

Energi (Ikatan) Kimia :

 Energi ikatan kimia, adalah energi yang muncul akibat adanya

interaksi elektron, dimana dua atau lebih atom dan/atau molekulmolekul bergabung menjadi suatu senyawa kimia yang stabil.  Energi kimia hanya dapat terjadi dalam bentuk energi tersimpan.

 Jika di dalam suatu reaksi kimia , energi dilepaskan , maka reaksi
tersebut dinamakan reaksi eksotermis. disebut reaksi endotermik.  Salah satu contoh pemanfaatan energi ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari eksotermis. adalah reaksi pembakaran yang merupakan reaksi Sedangkan kebalikannya

BENTUK AKHIR ENERGI DI INDUSTRI PROSES KIMIA :

1. Energi Termal
2. Energi Mekanik 3. Energi Listrik

BENTUK AKHIR ENERGI DI INDUSTRI PROSES KIMIA (1):

1. Energi termal : biasa dimanfaatkan untuk reaksi kimia

(endotermik), reboiler pada kolom distilasi, fluida panas pada alat penukar kalor,

evaporasi, pengeringan, dan unit-unit lain yang membutuhkan pemanasan.

Contoh-contoh (1) :

Contoh-contoh (2) :

U-Tube Heat Exchanger

Contoh-contoh (3) :

Plate and frame Heat Exchanger

Contoh-contoh (4) :

Tubular Heat ExchangerR

HE

Contoh-contoh (5) :

A Horizontal Recieculating Syphon reboiler Reboiler

A Forced Recirculating Fired Heater Reboiler

Contoh-contoh (6) :

Reboiler Water TubeBoiler

Demethanaizer Reboiler

Contoh-contoh (7) :

Rotary Drum Dryer

Indutrial Dryer

Triple Effect Evaporator

Multi Effect Evaporator

Low Tempeartur Multi Effect Evaporator on Desalination Sea water

Contoh-contoh (8) :

Centrifugal Spray Dryer for Plant Extract

BENTUK AKHIR ENERGI DI INDUSTRI PROSES KIMIA (2):

2. Energi mekanik : dibutuhkan secara tak langsung untuk proses pencampuran, pengaliran bahan

(pompa,
reduction

kompresor,
(pengecilan

konveyor),
ukuran),

size
dan

pemisahan.

Contoh-contoh (1) :

Industrial Grinding Mill

Industrial Grinding Mill

Industrial Grinding Mill

High Pressure Suspension Grinding Mill

Contoh-contoh (2 ):

A motor driver Reciprocating Compressor

Diagram of a Rotary Screw Compressor

A three-stage Diaphragm Compressor

A Single Stage Centrifugal Compressor

Reciprocating Refrigerant Compressor for Industrial Refrigeration

Centrifugal Air Compressor

Contoh-contoh (3 ):

Agitator Horizontal Mixer Industrial Mixer (Agitator)

Chemical Tanks with Mixer/Agitator

Liquid Mixer/Agitator

Contoh-contoh (4):

Rotary Mechanical Diesel Fuel Injection Pump

High Pressure mud Pump for Oil field

Rotary Piston Vacuum Pump

Industrial Pump for Water Supply

High Pressure Pump

Chemical Industrial Pump

Industrial Centrifugal Pump

Contoh-contoh (4):

Conveyor on Production Line at Food Processing

Conveyor in The Cement Production

Conveyor on Packaging Line

Conveyor for Transportation Rock

Sorting boxes in Warehouse

BENTUK AKHIR ENERGI DI INDUSTRI PROSES KIMIA (3):

3. Energi listrik :
dibutuhkan untuk reaksi kimia, proses-

proses elektrolisis, sumber panas, penghasil energi mekanik, penerangan dan kelistrikan pabrik.

Contoh-contoh (1):

Nickel Plating

Copper Plating

Gold Plating

Contoh-contoh (2):

Aluminium Production

Fuel Cell

Contoh-contoh (3):

Caustic Soda Production

Contoh-contoh (4):

KONVERSI ENERGI (1)

► Sumber energi tidak selalu tersedia dalam bentuk akhirnya. ► Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan,

tetapi energi dapat dikonversi dari satu bentuk ke
bentuk lainnya . ► Pemanfaatan energi ini selalu diikuti oleh rugi-rugi (losses) dan penurunan kualitas energi.

KONVERSI ENERGI (2)

Rugi-rugi (losses)

Energi-1

Peralatan Konversi Energi (Energy Convertor Equipment)

Energi-2

Konsep Efisiensi

PERKEMBANGAN KONVERSI ENERGI (1)
Tabel 1. Some Significant Events in the History of Energy Conversion

PERKEMBANGAN KONVERSI ENERGI (2)
Tabel 1. Some Significant Events in the History of Energy Conversion (continued)

PERKEMBANGAN KONVERSI ENERGI (3)
Tabel 1. Some Significant Events in the History of Energy Conversion (continued)

PERKEMBANGAN KONVERSI ENERGI (4)
Tabel 1. Some Significant Events in the History of Energy Conversion (continued)

CONTOH KONVERSI ENERGI (1)

Table 2. Energy Transformation Matrix
From: Chemical Energy Thermal Energy Mechanical Energy To: Thermal Energy Furnace Heat exchanger Refrigerator, Heat Pump Gearbox Electrical generator Mechanical Energy Diesel engine Steam turbine Electrical Energy Fuel cell Thermocouple

Nuclear Energy

Fission reactor

Nuclear steam turbine Nuclear power plant

CONTOH KONVERSI ENERGI (2):
Bentuk Energi Peralatan konversi energi (Efisiensi) Tungku api (65%) Boiler (65 – 85%) Pemanas uap (80%) Reaksi endotermik (70%) Turbin uap (80%) Sistem turbin uap (35%) Turbin gas (35%) Motor bakar-dalam (30%) Generator listrik (90%) Motor listrik (90%) Pemanas listrik (90%) Baterai (90%) Elektrolisis (80%)

ikatan kimia

panas

mekanik

listrik

EFISIENSI KONVERSI ENERGI (1) :

Efisiensi (dalam konteks energi) menyatakan nisbah energi yang termanfaatkan berdasarkan tujuan pengkonversian yang telah ditetapkan dengan jumlah energi yang tersimpan di dalam sumber sebelum adanya pengkonversian Efficiency is a measure of the quality of an operation or of a characteristic of a device. Several types of efficiencies are widely used. It is important to clearly distinguish among them.
.

EFISIENSI KONVERSI ENERGI (2):

Energi yang tak termanfaatkan sesuai dengan tujuan

RUGI-RUGI (LOSSES)

Tugas seorang sarjana teknik kimia = meminimalisasi rugi-rugi energi/ meningkatkan efisiensi energi

Gbr. 1. Type of efficiencies

Work = Power

Contoh (1)

The efficiency of a machine that transmits mechanical power is measured by its mechanical efficiency; the fraction of the power supplied to the transmission device that is delivered to another machine attached to its output

Thus a gear-box for converting rotational motion from a power source to a device driven at another
speed dissipates some mechanical energy by fluid and/or dry friction, with a consequent loss in power transmitted to the second machine.

The efficiency of the gearbox is the ratio of its power output to the power input, a value less than one. For example, a turboprop engine with a gearbox efficiency of 0.95 will transmit only 95% of its power output to its propeller.

Contoh (2)

Another type of efficiency that measures internal losses of power is used to indicate the quality of performance of turbo machines such as pumps, compressors and turbines. These devices convert flow energy to work (power), or vice versa.

Here the efficiency compares the output with a theoretical ideal in a ratio. The resulting efficiency ranges from 0 to 1 as a measure of how closely the process approaches a relevant isentropic process.

A turbine with an efficiency of 0.9, will, for example, deliver 90% of the power of a perfect (isentropic) turbine operating under the same conditions. This efficiency, sometimes referred to as isentropic efficiency or turbine efficiency.

Contoh (3)

Another form of isentropic efficiency, sometimes called compressor efficiency (or pump efficiency),
is defined for compressors (or pumps). It is the ratio of the isentropic work to drive the compressor (or pump) to the actual work required.

Because the actual work required exceeds the isentropic work, this efficiency is also less than to 1. A third type of efficiency compares the magnitude of a useful effect to the cost of producing the effect, measured in comparable units.

An example of this type of efficiency compares the net work output, wn, of a heat engine to the heat supplied, qa, to operate the engine. This is called the to (nth = wn /qa) For example, the flow of natural gas to an electrical power plant provides a chemical energy flow rate or heat flow rate to the plant that leads to useful electric power output. It is known from basic thermodynamics that this efficiency is limited by the Carnot efficiency, as will be discussed in the next section.

Contoh (4)

Another example of this type of efficiency as applied to refrigerators and heat pumps is called the coefficient of performance, COP. In this case the useful effect is the rate of cooling or heating, and the cost to produce the effect is the power supplied to the device.

The term "coefficient of performance" is used instead of efficiency for this measure of quality because the useful effect usually exceeds the cost in comparable units of measure.

There are two definitions for COP, one for a refrigerator and another for a heat pump.

KONDISI ENERGI DI INDONESIA (1) (MINYAK BUMI) :
 BBM untuk rakyat  SUBSIDI  Cadangan minyak bumi menipis.  Indonesia bukan penghasil minyak bumi besar di dunia  Operator-operator penambangan minyak bumi di Indonesia  Chevron Texaco, Conoco Phillips, BP, UNOCAL, Total Indonesie, Vico Indonesia, ExxonMobile,CNOOC, PetroChina, MedcoEnergy, PERTAMINA, Kondur Petroleum, dll
Tahun 1987 1989 1991 1993 1995 1997 1999 2000 2001 Produksi (juta barrel/hari) 1.158 1.231 1.450 1.327 1.328 1.330 1.355 1.272 1.214 Cadangan (juta barrel) 9000 5110 5910 5170 4980 4980 5200 5102 5120

PERTAMINA
 Perusahaan Pertambangan Minyak Nasional yang berhak melakukan kegiatan pengilangan.  UP (Unit Pengolahan) I Pangkalan brandan

(kapasitas 5.000 barel/hari), UP II Dumai (170.000
barel/hari), UP III Plaju (130.000 barel/hari), UP IV Cilacap (348.000 barel/hari), UP V Balikpapan

(280.000 barel/hari), UP VI Balongan (120.000
barel/hari), dan UP VII Sorong (10.000 barel/hari)

KONDISI ENERGI DI INDONESIA (2) (BATUBARA:

Sumberdaya No 1 Banten 2 Bengkulu 3 Nanggro Aceh Darussalam 4 Jambi 5 Jawa Timur 6 Kalimantan Barat 7 Kalimantan Selatan 8 Kalimantan Tengah 9 Kalimantan Timur 10 Papua 11 Riau 12 Sumatera Barat 13 Sumatera Selatan 14 Sumatera Utara Jumlah Provinsi Hipotetik 356.965.434 356.965.434 Tereka 10.343.039 28.150.000 146.000 186.670.000 3.309.370.143 19.226.136.612 395.018.419 121.670.000 1.215.000.000 64.306.100 9.941.252.056 1.500.000 34.499.562.369 Terunjuk 531.810.000 181.138.560 1.058.811.881 838.600.000 692.860.105 924.403.140 4.227.623.686 Terukur 50.000.000 48.880.000 1.420.626.359 8.692.310 2.375.064.031 286.840.000 115.268.339 193.228.324 4.498.599.363 Jumlah 10.343.039 50.000.000 28.150.000 48.880.000 146.000 186.670.000 5.261.806.502 19.772.932.916 3.828.894.331 121.670.000 2.340.440.000 872.434.544 11.058.883.520 1.500.000 43.582.750.852 Terkira 43.891.000 387.730.000 1.943.660.000 37.500.000 266.030.000 2.678.811.000

Cadangan Terbukti 51.389.000 1.412.780.000 1.885.747.000 107.052.000 1.511.450.000 4.968.418.000 Jumlah 95.280.000 1.800.510.000 3.829.407.000 144.552.000 1.777.480.000 7.647.229.000

Sumber = Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2002

KONDISI ENERGI DI INDONESIA (3) (BATUBARA):
 Share 3.1% dari cadangan dunia (Amerika Utara = 24,3%, Rusia =

23,4% dan Cina = 11%)
 Klasifikasi batubara Indonesia adalah lignit (58.6%), sub-bituminous (26.6%), bituminous (14.4%), dan sisanya antrasit.

 Perusahaan penambang batubara di Indonesia ; PT Tambang
Batubara Bukit Asam, PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin, PT Berau Coal, dll  135 juta ton.

 Cadangan batubara Indonesia  200 tahun.

KONDISI ENERGI DI INDONESIA (4) (GAS ALAM):

 Gas alam digunakan sebagai bahan baku utama industri

petrokimia.
 Diubah menjadi LNG  Arun NGL, Badak NGL, Tangguh NGL (dalam proyek)  Sebagian besar (70%) pemanfaatan gas alam ditujukan untuk keperluan ekspor dan sisanya untuk keperluan domestik  Pengguna terbesar gas alam domestik adalah sektor industri pupuk (41%), PLN (35%), Krakatau Steel (8%), Perusahaan Gas

Negara (8%), petrokimia (3%), semen (1%), dan industri lainnya
(2%).  Operator-operator minyak bumi di Indonesia juga menambang gas alam.

KONSUMSI ENERGI PRIMER INDONESIA :

tenaga air 4% batubara 13% gas alam 15%

minyak bumi 66% panas bumi 2%

sumber = Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

PEMBANGKIT LISTRIK :
► Indonesia memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 39.6 GW dengan 56% diantaranya (20.76 GW) dimiliki oleh PLN  s/d th 2004. ► Sebagian besar pembangkit milik PLN menggunakan bahan bakar batubara – PLTU batubara sebesar 36%. Kemudian berturut-turut gas alam - PLTG (24%),

BBM – PLTU minyak (23%), tenaga air - PLTA (14%),
dan tenaga panas bumi - PLTP (4%).

Proyeksi Permintaan Energi Listrik di Indonesia :

Deskripsi Jawa-Bali Penjualan energi (TWh) Laju pertumbuhan (%) Puncak permintaan (MW) Jumlah pelanggan Luar Jawa Penjualan energi (TWh)

2001

2002

2003

2004

2005

2006

69,12 11,5 13,326 20.12

74,82 6,5 14.174 20.78

81,74 6,7 14.862 21.74

89,27 7,0 15.844 22.80

97,47 7,3 16,965 23.95

106.22 7,2 18.168 25.16

16.41

17.63

19.39

21.41

23.72

26.28

Laju pertumbuhan (%)
Puncak permintaan (MW) Jumlah pelanggan

7.3
3.85 9.48

7.4
4.12 9.95

10.0
4.52 10.69

10.4
4.98 11.50

10.8
5.50 12.38

10.8
6.07 13.32

sumber = http://www.pln.co.id

SUMBER-SUMBER ENERGI ALTERNATIF :
 merupakan sumber energi tak terbatas dan dapat dikembalikan keberadaanya.  layak untuk dikembangkan jika melihat potensinya cukup melimpah di Indonesia.  Dilihat dari perkembangannya, pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia dibagi menjadi tiga, yakni :
1. Energi yang sudah dikembangkan secara komersial (biomassa, panas bumi, dan tenaga air).

2. Energi yang sudah dikembangkan tapi masih terbatas
(energi surya, angin) 3. Energi yang sudah dikembangkan tapi masih pada tahap penelitian (energi samudera).

Contoh-contoh sumber energi alternatif (1)

1. Tenaga biomassa kayu. Biomassa jenis ini sering dijumpai sebagai sumber energi di
pedesaan atau industri-industri kecil. Sebagian besar digunakan untuk menyuplai
energi panas dengan cara dibakar. Meskipun merupakan sumber energi terbarukan, tapi jika penggunaannya tidak disertai oleh usaha-usaha melakukan konservasi maka akan berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan. 2. Tenaga biomassa limbah pertanian. Biomassa jenis ini contohnya adalah tandan kosong sawit, tempurung sawit, sekam padi, jerami, sabut dan tempurung kelapa, dll. Produktivitas sekam padi Indonesia mencapai 13 juta ton/tahun dengan anggapan bahwa kapasitas produksi beras nasional sekitar 30 juta ton/tahun. Salah satu jenis pemanfaatan energi ini adalah melalui proses gasifikasi. Salah satu yang sudah diresmikan adalah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menggunakan sekam padi di Haurgeulis, Indramayu dengan kapasitas 100 kW. PLTD ini merupakan pengembangan prototipe unit gasifikasi sekam padi yang telah dikembangkan sebelumnya dengan kapasitas 18 kW.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (2)

.3. Tenaga biomassa limbah petenakan. Contohnya adalah kotoran-kotoran sapi (baik
perah maupun pedaging, kerbau, ayam, babi, itik. Salah satu jenis pemanfaatan
energi ini adalah anaerobic digester yang akan menghasilkan biogas dengan komposisi metana (CH4) sekitar 60%, CO2 (±40%), dan sisanya dalam jumlah kecil adalah H2S, H2O, O2, dan N2. Sebagai contoh adalah sapi perah, kotoran yang

dihasilkan 1,5 ekor sapi perah per hari mampu menggantikan minyak tanah sekitar
0,6 liter per hari. 4. Tenaga biomassa limbah agroindustri seperti limbah pabrik tahu, limbah pabrik tapioka, limbah pabrik gula, industri penggergajian kayu. Pemanfaatan biomassa ini bermacam-macam seperti teknologi gasifikasi dan genset gas atau diesel untuk kapasitas kecil 20 – 100 KW. Sedangkan kapasitas lebih besar lagi, yakni dapat menggunakan teknologi kogenerasi dan combined cycle (akan dibahas kemudian). Tabel 1.6. di bawah ini adalah contoh aplikasi

Contoh-contoh sumber energi alternatif (3)

5. Tenaga air besar. Sumber tenaga ini meliputi sungai, waduk, dan bendungan.

Potensi tenaga air di Indonesia cukup besar, yakni 75 GW yang tersebar di 1315
lokasi. Tapi pemanfaatannya masih jauh di bawah potensinya, yakni 4,2 GW atau sekitar 5,6% saja (lihat tabel 1.3). Dari potensi di atas, 34 MW dapat dikembangkan menjadi pembangkit listrik skala besar (di atas 100 MW). Sisanya adalah

pembangkit listrik skala mini dengan kapasitas 200 kW – 10 MW.
6. Tenaga surya termal. Potensi energi ini di Indonesia rata-rata adalah 4.8 kWh/m2/hari. Dengan perincian, Kawasan Barat Indonesia 4.5 kWh/m2/hari dan Kawasan Timur Indonesia 5.1 kWh/m2/hari. Hal ini mengindikasikan bahwa radiasi

surya tersedia hampir merata sepanjang tahun mengingat Indonesia terletak pada
kawasan beriklim tropis. Salah satu pemanfaatan energi surya termal (pemanfaatan secara langsung) adalah memasak (kompor surya), mengeringkan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, tanaman pangan.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (4)

7. Tenaga air kecil (mikro hidro). Dari 75 GW potensi tenaga air di atas, 0.5 GW di

antaranya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga mikro hidro
(PLTMH). Pembangkit listrik jenis ini cocok diterapkan di lingkungan pedesaan yang sulit terjangkau oleh listrik. Pengertian mikro hidro adalah pembangkit listrik tenaga air yang menghasilkan kapasitas daya 200 kW ke bawah. Baru-baru

ini PLTMH di Leuwikiara, Dusun Citalahab, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah,
Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan penghargaan ASEAN Energy Award tahun 2004 untuk kategori energi baru dan terbarukan. Penerapan PLTMH lainnya terletak di Desa Cintamekar, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang

dengan kapasitas 120 kW yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik 122
KK. Pemanfaatan mikro hidro ini sudah 11% dari total potensinya. Jumlah ini lebih baik dari sumber-sumber yang lain.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (5)

8. Tenaga surya fotovoltaik. Pemanfaatan energi surya fotovoltaik digunakan untuk

memenuhi kebutuhan listrik, pompa air, televisi, telekomunikasi, dan lemari
pendingin. Pemanfaatannya sudah sekitar 5 MW. 9. Tenaga gelombang laut. Energi yang terkandung dalam gelombang berkisar antara 20-70 kW/m yang diukur pada rata-rata garis depan depan gelombang. Dengan

kata lain, gelombang pantai sepanjang 1 km dapat menghasilkan daya sekitar 2070 MW. Jika daya tersebut dikonversikan menjadi listrik dengan efisiensi 50%, maka akan dihasikkan listrik sebesar 10-35 MW. Pengembangan energi gelombang terus dikaji melalui proyek percontohan pembangkit listrik tenaga

gelombang di Pantai Baron, Yogjakarta dengan kapasitas 1.1 MW. Bila percobaan
ini berhasil, maka kemungkinan untuk diterapkan di lokasi pedesaan sepanjang pantai Indonesia semakin besar.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (6)

10. Tenaga panas bumi. Seperti yang telah disinggung di atas bawah terdapat beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) baik yang dikelola oleh PLN maupun swasta. Sebagai daerah vulkanik, potensi tenaga ini di Indonesia mencapai 20 GW (5.3 GW di Jawa, 9.6 GW di Sumatera, sisanya di Sulawesi dan pulau lainnya). Namun pemanfaatannya baru sekitar 4% dari total potensi (800 MW). Berdasarkan

penelitian bahwa terdapat 70 daerah sumber energi panas bumi yang mempunyai
prospek untuk dikembangkan. Pengembangan panas bumi masih mengalami hambatan terutama karena jarak sumber panas bumi yang jauh dari pusat pengguna dan kebanyakan terdapat di kawasan hutan lindung.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (6)

11. Tenaga angin. Potensi energi angin Indonesia secara umum kecil karena kecepatan angin pada umumnya rendah yaitu antara 3-4 m/detik. Tetapi di beberapa daerah tertentu khususnya di Kawasan Timur Indonesia, kecepatan anginnya lebih dari 5 m/detik. Meskipun kecepatan anginnya rendah, namun masih memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik skala kecil. Diperkirakan potensi energi angin sekitar 0.5 GW yang sudah dimanfaatkan hanya 0.5 MW. Energi angin dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik, antara lain untuk listrik pedesaan, pengisian baterai, dan keperluan mekanik seperti pemompaan air atau aerasi. Percobaan pembangkit listrik tenaga angin ini sudah dilakukan di Oesao, Kupang NTT.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (7)

12. Tenaga fuel cell (sel bahan bakar). Merupakan sumber energi yang ramah lingkungan karena tidak berisik dan emisi rendah. Selain itu panas yang terbuang dapat di-recovery. Fuel cell adalah sebuah perangkat elektrokimia yang mengubah energi kimia ke energi listrik secara kontinu. Pada sebuah baterai biasa , energi kimia yang diubah oleh sebuah sel adalah tetap. Jika bahan bakar (fuel) dan oksidan di baterai telah habis , maka baterai tersebut harus di ganti atau di isi ulang (charge). Perbedaan mendasar sebuah sel bahan bakar dengan baterai biasa ditentukan dengan supply bahan bakar (oksidan) ke dalam sel . Pada sel bahan bakar , energi dipasok terus menerus , hal ini tidak ubahnya dengan sebuah mesin yang memerlukan bahan bakar untuk mengubah dari energi kimia menjadi energi mekanik. Sedangkan pada sel bahan bakar , energi yang dihasilkan langsung menjadi energi listrik.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (8)

13. Energi biodiesel. Merupakan bahan bakar pengganti solar (mesin diesel)

dengan bahan baku minyak nabati, seperti minyak sawit, kedelai, jarak pagar,
kelapa, biji rami, biji kapas, biji bunga matahari, dan minyak-minyak lain yang mengandung fatty acid (asam lemak). Proses utamanya adalah reaksi esterifikasi dan trans-esterifikasi asam-asam lemak menjadi metil ester

(biodiesel). Di Indonesia, potensi minyak sawit (CPO) cukup melimpah dan
diperkirakan pada tahun 2012 Indonesia akan menjadi produsen CPO terbesar dunia dengan kapasitas produksi 15 juta ton/tahun. Baru-baru ini sedang dikembangkan pula perkebunan percontohan jarak pagar di Lombok dan

Sumbawa sebagai bahan baku alternatif biodiesel selain minyak sawit. Ditinjau
dari emisi gas buang yang dihasilkan, biodiesel merupakan energi yang ramah lingkungan.

.

Contoh-contoh sumber energi alternatif (9)

14. Energi bioetanol. Merupakan bahan bakar pengganti bensin dengan bahan baku tanaman-tanaman yang mengandung karbohidrat/pati dalam jumlah besar. Contohnya adalah ketela, jagung, tebu, singkong, kentang, gandum, di mana bahan-bahan tersebut difermentasi untuk menghasilkan etanol. Proses selanjutnya adalah pemurnian etanol yang dihasilkan dengan cara distilasi dan dehidrasi. Pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bensin akan meningkatkan bilangan oktan dan menyempurnakan reaksi pembakaran sehingga ramah lingkungan. 15. Tenaga nuklir. Merupakan energi yang diperoleh dari pemanfaatan teknologi nuklir melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Energi nuklir (PLTN) mempunyai potensi yang cukup baik untuk dikembangkan di Indonesia, walaupun merupakan energi alternatif urutan terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful