Biogeografi dalam sudut pandang ekologi

17 Juni 2009 at 18:00 (Biologi'ers) (biogeografi, ekologi, individu, kuliah, pola distribusi) Ekologi sebagai suatu ilmu dasar dalam aras pembagian ilmu dengan analogi kue lapis (Odum,1971), ekologi berada pada aras mendatar. Sedangkan dalam hal ini biogeografi terletak pada aras tegak sebagai salah satu ilmu yang bersifat aplikatif. Biogeografi adalah ilmu terpadu yang berkaitan erat dengan ilmu-ilmu yang lain. Seperti biologi populasi, sistematik, geosains, sejarah alam dan ekologi. Ekologi berperan sebagai ilmu yang menfasilitasi keterkaitan hubungan interaksi antar organisme dengan organisme dan organisme dengan lingkungannya. Berdasarkan ilmu-ilmu yang menyusun biogeografi sebagai salah satu bentuk ilmu yang aplikatif, ekologi difokuskan pada interaksi organisme pada saat ini dengan lingkungan fisik dan interaksi satu sama lainnya serta untuk memahami bagaimana hubungan-hubungan ini mempengaruhi dimana spesies dan takson yang lebih luar ditemukan pada masa sekarang. Biogeografi mengkaji pola persebaran organisme baik itu hewan maupun tumbuhan di dunia. Organisme dalam biogeografi berperan sebagai obyek material dan sebaran organisme berperan sebagai obyek formal. Ekologi berperan penting dalam mengkaji obyek material yaitu organisme. Pola distribusi dan persebaran organisme di bumi bersifat dinamis hal ini dipengaruhi oleh proses yang terjadi pada organisme. Pola persebaran organisme suatu tempat dipandang dari sudut pandang ekologi dapat dilihat dari relung ekologi, yaitu syarat-syarat sebuah spesies untuk dapat hidup di suatu wilayah ditentukan oleh semua sumber dan kondisi fisik yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemelimpahannya di suatu wilayah. Dalam biogeografi terdapat dua konsep relung ekologi yaitu relung fundamental dan relung kenyataan. Relung fundamental merupakan total toleransi dari kondisi lingkungan fisik yang pantas untuk bereksistensi. Dan relung kenyataan adalah bagian dari niche fundamental yang betul-betul didiami oleh spesies. Dalam biogeografi persebaran dan distribusi organisme dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor biotik. Faktor pembatas dari faktor biotik yaitu interaksi biotik. Interaksi biotik merupakan interaksi interspesifik antar organisme yaitu kompetisi, predasi, dan mutualisme. Kemudian juga dipengaruhi oleh adaptasi dan aliran gen. Berbagai pembatas tersebut dapat mendorong terjadinya pemencaran (dispersal) dan perpindahan (migrasi). Berbagai proses persebaran yang terjadi dikaji dalam biogeografi dan digambarkan sebagai hasil kajian biogeografi ditampilkan dalam bentuk peta seperti di bawah ini.

Gambar 1. Peta pesebaran Tarsius Sp. di dunia

1

E. Edisi ketiga. Laboratorium Sistematik Tumbuhan. 2008. 1971.Dengan demikian biogeografi menggabungkkan berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji pola distribusi organisme di muka bumi dengan ekologi sebagai motor untuk mengkaji faktor material biogeografi.P. Dasar-dasar ekologi. hal 4-6 Sudjatmiko. Daftar pustaka Odum. Gadjah Mada University Press. hal 3-16 2 . Yogyakarta. H. Diktat kuliah biogeografi.Yogyakarta.

Sedangkan dalam hal ini biogeografi terletak pada aras tegak sebagai salah satu ilmu yang bersifat aplikatif. geosains. Organisme dalam biogeografi berperan sebagai obyek material dan sebaran organisme berperan sebagai obyek formal. Berdasarkan ilmu-ilmu yang menyusun biogeografi sebagai salah satu bentuk ilmu yang aplikatif. Dalam biogeografi persebaran dan distribusi organisme dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor biotik. Pola persebaran organisme suatu tempat dipandang dari sudut pandang ekologi dapat dilihat dari relung ekologi. predasi. Berbagai pembatas tersebut dapat mendorong terjadinya pemencaran (dispersal) dan perpindahan (migrasi). Ekologi berperan sebagai ilmu yang menfasilitasi keterkaitan hubungan interaksi antar organisme dengan organisme dan organisme dengan lingkungannya. Berbagai proses persebaran yang terjadi dikaji dalam biogeografi dan digambarkan sebagai hasil kajian biogeografi ditampilkan dalam bentuk peta seperti di bawah ini. Dalam biogeografi terdapat dua konsep relung ekologi yaitu relung fundamental dan relung kenyataan. Seperti biologi populasi.Biogeografi dalam sudut pandang ekologi Posted by: diniums on: Agustus 19. Relung fundamental merupakan total toleransi dari kondisi lingkungan fisik yang pantas untuk bereksistensi. sistematik. 3 . yaitu syarat-syarat sebuah spesies untuk dapat hidup di suatu wilayah ditentukan oleh semua sumber dan kondisi fisik yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemelimpahannya di suatu wilayah. Ekologi sebagai suatu ilmu dasar dalam aras pembagian ilmu dengan analogi kue lapis (Odum. Ekologi berperan penting dalam mengkaji obyek material yaitu organisme. Faktor pembatas dari faktor biotik yaitu interaksi biotik. 2010 • • In: Uncategorized Tinggalkan Sebuah Komentar Biogeografi mengkaji pola persebaran organisme baik itu hewan maupun tumbuhan di dunia. ekologi difokuskan pada interaksi organisme pada saat ini dengan lingkungan fisik dan interaksi satu sama lainnya serta untuk memahami bagaimana hubungan-hubungan ini mempengaruhi dimana spesies dan takson yang lebih luar ditemukan pada masa sekarang. Interaksi biotik merupakan interaksi interspesifik antar organisme yaitu kompetisi. Dan relung kenyataan adalah bagian dari niche fundamental yang betul-betul didiami oleh spesies. ekologi berada pada aras mendatar. dan mutualisme. Pola distribusi dan persebaran organisme di bumi bersifat dinamis hal ini dipengaruhi oleh proses yang terjadi pada organisme. Biogeografi adalah ilmu terpadu yang berkaitan erat dengan ilmu-ilmu yang lain.1971). sejarah alam dan ekologi. Kemudian juga dipengaruhi oleh adaptasi dan aliran gen.

Menurut Elton (1972) niche didefinisikan sebagai suatu tempat yang berhungan dengan makanan dan kompetisi dan juga status organisme dalam komunitas. Niche menurut Grinnel (1917. Pengertian relung sebenarnya lebih ditekankan pada fungsi setiap organisme terhadap komunitas dibandingkan dengan tempatnya secara fisik didalam habitat (Clarke. Pernyataan ini sesuai dengan definisi yang dikemukakan oleh Olton (dalam Colinvaux. pH. seperti posisi trofiknya serta posisinya didalam gradien suhu. meskipun semua saling berhubungan. artinya tidak termasuk hanya ruang fisik yang diduduki oleh organisme itu tetapi juga peranan fungsional dalam ekosistem. respon psikologi.1973). Menurutnya niche dari hewan dapat didefinisikan dalam range yang lebih luas lagi menurut ukuran dan makanannya. Jadi niche (relung) dapat diartikan sebagai suatu kedudukan dari organisme tetentu dalam ekosistem terikat dengan adaptasi morfologi. Biasanya kedudukannya yang tumpang tindah (niche overlap) hanya sebagian saja dimana sumber daya yang tersedia dibagi dan digunakan oleh dua organisme secara bersama. Niche overlap terjadi apabila dua organisme menggunakan sumber daya atau faktor-faktor lingkungan yang sama. struktur. Relung ekologi (Niche Ekologi) Habitat suatu organisme adalah tempat organisme itu hidup atau tempat dimana suatu individu harus menemukannya. definisi niche ekologi adalah posisi atau status dari struktur adaptasi organisme. dalam hubungannya dengan 4 . dan tidak terjadi overlap jika niche atau kedudukan dari dua organisme memisah secara sempurna. Secara analogi hal ini dapat dikatakan bahwa habitat adalah tempat makhluk itu sedang relung ekologi atau niche merupakan kedudukanya. dan tingkah laku spesifik. kelembaban. dan keadaan lain dari keberadaannya. dalam hubungannya dengan makanan dan musuh. Penjelasannya sebagai berikut: 1. Sedangkan rung atau niche ekologi merupakan istilah yang lebih luas lagi. Dengan demikian niche overlap dapat diartikan sebagai suatu kedudukan atau posisi organisme yang tumpang tindih dengan organisme yang lain di dalam ekosistem dalam hal ukuran habitat dan makanannya. yaitu kedudukan khusus dalam suatu komunitas suatu populasi spesies. Lebih lanjut. Relung sebagai fungsi komunitas(disebut relung kelas 1). Overlap sempurna terjadi jika dua organisme memiliki niche/relung yang identik. 1928) merupakan peran fungsional dan kedudukan organisme dalam komunitas. dan fungsional. Menurut Odum (1959). Colinvaux (1986) mengemukakan bahwa ada beberapa pengertian yang berbeda tentang relung. 1924. Dalam pengertian ini. relung berarti tempat hewan didalam lingkungan biotiknya. yang menyatakan bahwa relung adalah tempat hewan didalam lingkungan biotiknya. 1963). Adapun niche menurut Keindegh (1980).NICHE OVERLAP DAN PENGARUHNYA TERHADAP KOMPETISI Posted on 25 Juni 2010 by cillperqueen I.

Sebagai contoh: Burung Robin yang aslinya hidup di Amerika (Turdus migratorius) mempunyai kemampuan yang sudah teradaptasi yaitu menarik cacing dari liangnya. Kemampuan – kemampuan individu yang sudah teradaptasi merupakan ciri dari populasi atau sejenisnya. Organisme dari suatu jenis dapat bertahan hidup. Relung kelas I dan kelas II sama – sama menjelaskan tentang profesi hewan. bertahan dari bahaya dan berkompetisi sesuiai dengan keperluannya. sedangkan relung kelas II memandang peran burung Robin bagi didinya sendiri (relung jenis) yaitu menarik cacing. Relung jenis ini hanya dapat dijalankan pada kondisi – kondisi tertentu saja. dan ciri itu merupakan relung jenis (species niche ). relung dalam pengertian ini dinyatakan sebagai tingkat trofik. tetapi dari sudut pandang yang berbeda. serta mempertahankan populasinya hanya dalam batas temperatur tertentu. Relung dapat didefinisikan dari sudut pandang individu diantara populasinya. dan Turdus ericetorum) meskipun dapat menarik cacing. Relung kelas II hanya dimiliki oleh burung Robin dari Eropa. dan merupakan relung burung Robin. berkembang biak dan mempertahankan populasinya tidak hanya temperatur. kemampuan burung Robin untuk menarik cacing hanya dapat dilakukan dilingkunan yang banyak cacingnya. dan mempunyai ketrampilan navigasoi untuk bermigarsi ketempat yang jauh sebanyak dua kali dalam setahun. 3. Definisi Hutchinson itu dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut. tumbuh. menerima panggilan al. Misalnya. 2. menghindarkan diri dari elang dan lain – lain.arm dari sesamanya. Colivaux (1986) menyebutkan denga environmental space. Kondisi lingkungan yang mempengaruhi kemampuan jenis untuk bertahan hidup. Burung Robin dari Eropa (antara lain : Turdus merula.makanan dan musuh. Berdasarkan prinsip inilah tampaknya Macfayden (dalam Colinvaux. ular berperan sebagai pemangsa katak dan merupakan makanan burung elang. Maka relung adalah sejumlah kemampuan khusus dari oindividu untuk memenfaatkan sumber daya. 1986) merumuskan definisi tentang relung sebagai berikut. dimana suatu populasi dapat bertahan hidup dan berkembang biak secara optimal. Jika faktor yang dihadapi oleh suatu hewan dalam bertahan hidup. berburu serangga. 5 . artinya jika suatu hewan menduduki suatu tingkat trofik tertentu maka tingkat trofik tersebut merupakan relungnya didalam ramtai makanan. Rentangan temperatur itu merupakan relung hanya dalam satu dimensi yaitu dimensi suhu. Misalnya :Kijang memduduki tingkat trofik II mempunyai relung sebagai trofik II bagi organisme lain dalam rantai makanan yang diduukinya: dalam rantai makanan tersebut kijang mempunyai relung sebagai pemangsa produsen dan menjadi mangsa dari konsumen yang menduduki trofik di atasnya. Relung ini juga da[pat disebut relung komunitas. Maka dari itu penertian relung jenis ini ada hubungannya dengan kondisi – kondisi lingkungan khusus. tumbuh. Sementar itu Hucthinson (dalam Colinvaux. Misalnya . Kemampuan – kemampuan tersebut merupakan cara hidup yang khas dari burung Robin. Relung dalam definisi jenis (relung kelas II). Misalnya relung kelas I menyoroti burung Robin sebagai pemangsa cacing dan menjadi makanan elang (perannya dalam komunitas). Dalam rantai makanan. tetapi juga beberapa faktor yang lain. mungkin kecakapannya berbeda. 1986) menyatakan relung adalah suatu hipervolume yang multidimensional dari akses – akses sumber daya. tumbuh dan berkenbang biak. Relung sebagai kualitas lingkungan (Relung kelas III). relung adalah sejumlah kondisi ekologis diman jenis dapat mengkolonisasi sumber energi secara efektif sehingga mampu berkembang biak dan selanjutnya dapat mengkolonisasi ko0ndisi lingkungan tersebut.

seluruhnya sudah terpisah. Pada jangka panjang di dalam suatu skala waktu evolisiner. bukan yang overlap. Bahkan di dalam jenis ditentukan. tiga jenis ini mempunyai populasi yang sangat tebal / padat. Suatu organisme dekat dengan tetangga di dalam ruang relung atau memiliki potensial pesaing. beberapa organisme mungkin adalah yang lebih terpilih seperti populasi dalam range geografi yang berbeda atau individu dengan posisi yang berbeda dalam intertidial. bisa tukar-menukar selama masih hidup. Di dalam suatu usaha untuk mengamati ini. Seperti didaerah berhawa sedang. Jika faktor yang dihadapi oleh jenis organisme ada 3 faktor misalnya suhu. maka relungnya merupakan relung multidimensional. catbird dan vireo dipandang putih. dan larval planktonic dan sessile dewasa. Relung Dinamika Relung yang direalisir kebanyakan organisme berubah kedua-duanya pada waktunya yang dan dari satu ke lain tempat sebagai phisik dan lingkungan biotik bertukar-tukar. Secara teoritis. waktu berhubungan geologi dan banyak generasi. dan begitu suatu variasi yang luas dari pesaing interspesifik. 1962) menguji dan membandingkan ekologi di sana jenis burung-burung pada bermuda dengan daratan populasi. (Crowell. berkurangnya kompetisi interspesifik perlu diikuti perluasan relung. dengan ketiga kebanyakan aundant menjadi disebut yang utama. Akan tetapi pada organisme lain perubahan relung ini dapat terjadi secara berangsur-angsur misalnya saja pada kadal yang masih muda. Dilingkungan tempat suatu jenis organisme beradaptasi tentunya tersedia banyak faktor lingkungan. Pada contoh ini perubahan bentuk morfologi dari hewan tersebut menyebabkan suatu relung promounced bergeser secara drastis. relung waktu yang berbeda di dalam riwayat hidup mereka. 2. lebih aktif pada suhu lingkungan yang rendah dalam mencari mangsa karena ukuran tubuhnya yang kecil. kelembaban dan kecepatan angin. pemakan tumbuhan sedangkan nyamuk dewasa yang umum dikenal sebagai hewan teresetrial yang terbang dan sebagai binatang penghisap darah. sedangkan kemudian dalam musim. mereka menjadi semakin yang lebih terpilih (Gadgil 1972). dapat tetapi tidak memberikan pengaruh yang kuat terhadap relung ekologis. relungnya disebut relung 3 dimensi. seperti ulat bulu / traktor dan butterflies. awal musim semi adalah suatu waktu ketika tumbuhan tahunan secara relatif terpilih. Banyak contoh lain bisa dikutip.berkembang biak dan mempertahankan populasinya ada. misalnya suhu dan kelembaban maka relung hewan menjadi relung 2 dimensi. katak dan berudu. yang sepanjang hidup dari individu tunggal atau paling banyak beberapa generasi. permukaan tubuhnya lebih cepat menyerap panas. populasi dari yang sama ini tiga jenis pada umumnya lebih 6 . Ada sedikit banyak jenis burungburung darat pada pulau dibandingkan pada tanah daratan. Tekanan selektif. belatung dan lalat. Pada suatu basis jangka pendek itu adalah di dalam suatu skala waktu ekologis. Perubahan relung dapat dipertimbangkan pada dua tingkatan: 1. itu adalah. begitu larva nyamuk yang biasa dikenal sebagai “wriggleworms” yang berhubungan dengan air. di dalam tanah daratan tempat kediaman di mana jika ada banyak lagi yang lain jenis burung-burung. Pada bermuda. Beberapa organisme seperti serangga. di atas. bagaimanapun. Relung dari beberapa organisme tertentu oleh lingkungan phisik mereka. dan relung.

Karena kita tidak dapat mengetahui semua faktor yang berkenaan dengan unit dari organisme. nniche waktu dan niche makanan sehingga julah niche dimensi yang efektif dapat dikurangi menjadi 3 yaitu tempat. Dalam satu ruangan niche dimensi ada niche yang dapat diloncati hanya pada dua sisi. Dapat dibayangkan suatu komunitas yang penuh menempati suatu voleme dalam satu tempat dengan tiga dimensi. Walaupum catbird dan utama sudah biasanya tempat yang lebih retricted dan pencarian makan relung pada pulau barangkali sumber daya tersedia jadilah lebih terbatas. Seperti untuk menyatakan gagasan mengenai hipervolume kita harus mengetahui sesuatu yang esensial yang menyangkut organisme. Selain bentuk kenaikan niche dimensional yang mungkin terjadi niche overlap atau sama-sama mendekati satu sumbu dan masih menyebar atau lurus dengan yang lain. boleh benar-benar menyukai perluasan relung atau singkatan relung. Efek dari kompetisi interspesifik pada luas relung kompleks. dimana hal itu dapat menjadi banyak tetangga dalam dua ruang niche dimensi dan terdiri pada 3 atau lebih dimensi.kecil. tetapi daun-daun memangsa kepadatan di dalam mikrohabitattidak diubah. membentuk perbedaan antara segala jenis burung perlu meskipun demikian mempunyai suatu pengaruh besar pada ekologi dari burung. komunitas itu akan menyerupai jigsaw puzzle tiga dimensi dengan setiap irisan dari satu spesies menempati suatu bagian dari keseluruhan volume. pengaruh terhadap organisme lain sehingga mampu megubah hal-hal yang penting di dalam suatu ekosistem. Kenyataannya niche dari kebanyakan organisme memiliki banyak dimensi yang tidak dapat terlukiskan. secara efektif mengurangi hasil yang lain. Kompetisi dapat dihindari dengan adanya perbedaan niche tempat. Relung multidimensional hipervolume. karena dasar dari niche merupakan hal yang abstrak. vireo dipandang telah memperluas kedua-duanya relung tempatnya dan pencarian makan relung meskipun jenis bersarang pada suatu variasi yang lebih luas pada atas bermuda. Relung tropik. Hubungan antara kelembaban (moisture) dan suhu (temperature) 7 . Jumlah niche dimensi yang banyak memiliki potensi terhadap tetangga terdekat dalam satu ruangan niche. Begitu suatu pesaing yang mengurangi ketersediaan makanan dalam beberapa mikrohabitat. Relung habitat/ relung fisik/ relung ruang. dan di bawah kondisi berbeda. waktu dan makanan. Mengingat rata-rata K dari organisme terseleksi dari suatu kompetisi jumlah dari niche dimensi dapat dibatasi atau dikurangi dengan baik. 2. Walau pun ada. laju metabolisme dan pertumbuhannya. Relung ekologi mempunyai 3 konsep komponen secara historis yaitu: 1. Relung ekologi merupakan tempat dimana menentukan habitatnya dan menentukan status organisme dalam suatu komunitas dan mengetahui kegiatan atau aktivitas terutama mengenai sumber pangan dan energinya. 3. Relung Dimensional Walaupun model hipervolume dari dimensi dari niche merupakan konsep yang sangat luar biasa kuat tetapi ini sangat abstrak untuk dijadikan nilai praktis dan agak sulit untuk mengaplikasikannya dalam dunia nyata. tentu saja perbedaan tak bisa di acuhkan antar tempat kediaman bermuda dan tanah daratan America utara.

yaitu: • • Jika spesies 2 unggul maka akan mengurangi kedudukan atau relung yang dimiliki oleh spesies 1 karena spesies 2 mampu berkompetisi dalam mempertahankan sumber daya dan kedudukannya di dalam ekosistem (digambarkan dengan garis putus-putus). dan terjdi penggunaan sebagian kedudukan dan sumber daya secara bersama-sama. 1. Dalam hal ini ada 2 bentuk kompetisi yang mungkin tarjadi sebagai akibat dari adanya niche overlap atau kedudukan yang tumpang tindih. sehingga relung yang dimiliki oleh spesies 1 semakin berkurang. Unequal overlap terjadi apabila kedudukan dari spesies 1 lebih besr dari pada kedudukan spesies 2. 1. Equal overlap Gambar.1. 1. artinya seluruh kedudukan dari spesies 2 tumpang tindih dengan kedudukan spesies 1. Pada equal overlap besar kedudukan yang dimiliki oleh dua spesies adalah sama besar. sedangkan pada spesies 2 hampir mencapai separuh dari kedudukannya mengalami overlap (digunakan bersama-sama) dengan spesies 1. Sebaliknya jika spesies 1 unggul maka spesies 2 akan terancam keberadaannya. Unequal overlap Gambar. Keadaan ini digambarkan pada grafik dibawah ini. Pada grafik di atas terlihat bahwa kedudukan dari spesies dua (S2) berada di dalam kedudukan spesies satu (S1). karenya spesies 2 tidak mampu bersaing atau berkompetisi dega spesies 1 sehingga tidak mampu mempertahankan kedudukannya dalam ekosistem untuk mendapatkan sumber daya atau faktor-faktor lingkungan yang lain. Abuting niche 8 . An Included Niche Keadaan ini terjadi pada suatu kedudukan dari suatu spesies berada dalam kedudukan dari spesies yang lain. Gambar.1 Macam-Macam Niche Overlap 1. Persaingan atau kompetisi yang muncul antara spesies 1 (S1) dan spesies 2 (S2) cenderung seimbang karena masing-masing spesies memiliki luas kedudukan yang sama. dan diantara kedudukan (niche) tersebut ada sebagian kedudukan yang digunakan secara bersamasama (tumpang tindih/ overlap sebagian). Kompetisi yang timbul dalam menggunakan sumber daya / kedudukan pada keadaan ini tidak seimbang karena kedudukan dari spesies 1 hanya sebagian kecil saja.

kelembaban. Hubungan kompetisi terjadi hanya jika sumber daya dalam keadaan terbatas sementara ukuran populasi organisme melebihi daya dukung lingkunganya.Gambar.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberadaan Relung Ekologi 1. Dalam kasus pertumbuhan populasi kerbau. Dalam kondisi seperti ini hewan-hewan yang kuat biasanya mengusir yang lemah untuk pindah dari kelompoknya atau meninggalkan tempatnya. karena hewan-hewan memakan rumput di savana yang ada di sana. kelembaban. energi dan tempat tinggal. Sebagai contoh. banteng. Kondisi ini terjadi ketika kedudukan dari spesies 1 dan spesies 2 bersinggungan. banteng dan hebivor yang lain. Kisaran suhu. KOMPETISI Kompetisi adalah hubungan antara dua individu untuk memperebutkan satu macxam sumber daya. Jadi setiap organisme dapat menahan suatu kisaran tertentu dari suhu. persaingannya tampak jika salah satu ayam mematuk mematuk yang lain pada saat makan bersama. Sumber daya yang diperebutkan dapat berupa makanan. kerbau liar mengalami pertumbuhan populasi lebih cepat dari kijang. Tempat atau ruang spesies hidup relung habitat. Kedudukan yang ditempati oleh suatu spesies di dalam jaring-jaring makanan (relung trofik). salinitas yang diterima oleh setia spesies dalam suatu habitat ( relung multidimensional). 1. biasanya berkisar dalam kisaran toleransi. Hal ini memungkinkan terjadinya kompetisi secara tidak langsung pada bagian yang bersinggungan. I. Kompetisi dapat terjadi antar individu dalam satu populasi dan individu dari populasi yang berbeda. sehingga hubungan tersebut dapat merugikan bagi salah satu pihak. 1. Persaingan dalam hal sumber daya ruang ati tempat terjadi jika terjadi ledakan populasi sehingga hewan berdesak-desaan di suatu tempat tertentu. Tiap faktor merupakan bagian dari relung suatu spesies. ayam yang di pelihara dalam satu kandang saling memperebutkan makanan jika makanannya diberikan dalam satu tempat. 2. Di taman nasional baluran. pH. Persinggungan kedudukan ini dihasilkan dari kompetisi yang terjadi pada niche overlap sebagai indikasi untuk menghindari terjadinya persaingan (kompetisi). namun tidak sampai terjadi overlap. dan salinitas. Masing-masing organisme memiliki kedudukan (niche) yang tidak saling behubungan satu sama lain sehinga tidak terjadi kompetisi. dan kijang di Taman Nasional 9 . Pada keadaan ini tidak terjadi overlap kerena relung atau kedudukan dari dua organisme memisah secara sempurna. 3. Disjunct niche Gambar. Populasi kijang yang hidup di Taman Nasional Baluran (jawa timur) bersaing dengan kerbau liar dan banteng.

misalnya. jika populasi kerbau tidak dikendalikan. Pada musim kemarau. Peranan dan posisi organisme terhadap lingkungannya didalam suatu ekosistem disebut relung (niche). Jika kemudian dimasukan jangkrik yang lain ke dalam terarium. Niche overlape dan kompetisi Niche overlape terjadi ketika ada dua unit organisme yang menggunakan sumber daya yang sama serta variabel-variabel yang lain yang ada dalam lingkungan. hewan-hewan yang ada di sana akan berebut tempat untuk minum. 10 . kerbau sekitar jam 10. Contoh kompetisi di Taman Nasional Baluran yang penulis amati adalah kopetisi hewan dalam memenuhi kebutuhan air minum. relung jentik – jentik nyamuk adalah tempat – tempat tergenang air tawar.00 malam. Contoh untuk kompetisi sumber daya ruang juga dapat di amati di laboratorium. jika semua hewan minum dalam waktu yang sama. Namun. Beberapa sumber daya itu di bagi-bagi dan sumber daya lainnya di gunakan secara eksklusif oleh masing – masing unit organisme. Unit organisme merupakan unit yang superior dalam persaingan dengan yang lain . Ditinjau dari luas tempatnya. Jangkrik itu biasanya akan menggunakan tutup korek api untuk tempat tinggal. Dalam hubungan timbal balik dengan lingkungannya.Baluran. Jangkrik yang tinggal lebih dulu juga akan mengusir jangkrik pendatang baru jika mendekati jangkrik betina yang sudah tinggal lebih lama dengan dirinya. atau rawa-rawa sempit. niche overlape itu terbagi-bagi. Posisi atau peranan itu juga berlaku terhadap lingkungan fisik yang ada disekitarnya. dengan pembagian waktu sebagai berikut : kijang sebelum petang. korek api itu akan dikuasai sebagai rumahnya. Persaingan akan lebih sering terjadi dan hasilnya hanya salah satu spesies yang dapat bertahan dalam ruang niche yang bertentangan artinya: 1. Misalnya : kambing mempunyai peranan atau berposisi sebagai pemakan rumput dan menjadi mangsa dari harimau didalam lingkungan hidupnya. Hutchinson melakukan penelitian sederhana mengenai niche overlape dan berasumsi bahwa lingkungan itu keadaanya penuh atau padat sehingga tidak ada toleransi untuk tidak terjadi niche ovrlape dalam suatu perode waktu tertentu. sedangkan overlape tidak akan terjadi apabila k2 niche yang dimliki itu berbeda. Dalam pengamatan penulis.sehinggga terjadi kompetisi dalam bagian overlape dari dua niche tersebut. jangkrik yang sudah tinggal lebih dulu akan mengusir jangkrik pendatang baru jika mendekati rumahnya. Dua dasar niche overlape dapat diidentikan berhubungan antara yang satu dengan yang lain meskipun memiliki ekologi yang berbeda. hewan-hewan itu minum pada sore dan malam hari. yang di dalamnya sudah diletakan bekas tutup kotak korek api.organisme mempunyai peranan atau menduduki posisi tertentu bagi pihak lain. cadangan air hanya ada didekat pantai berupa mata air.hewan kijang dan banteng juga akan tidak memperoleh tempat yang cukup merumput. Namun orang juga mengartikan relung sebagai tempat hidup. tetapi juga terjadi dalam hal pasangan kawin. babi rusa pada saat hari mulai gelap. Biasanya. Hampir semua hewan mamalia yang hidup di Taman Nasional Baluran mencari minum di tempat tersebut. dan banteng lebih lama. Jika jangkrik itu dibiarkan di tempat itu untuk beberapa hari. I. Kejadian ini menunjukan bahwa kompetisi tidak hanya terjadi untuk tempat tinggal. Sepasang jangkrek dimasukan kedalam terarium. Overlape terjadi sempurna apabila dua unit organisme memiliki niche yang identik. jenis-jenis hewan yang ada di sana mempunyai waktu sendiri untuk minum.

Jika dua dasar niche tidak menyimpang secara keseluruhan (tanpa overlape) tidak akan terjadi kompetisidan ke2 unit organisme akan menguasai seluruh dasar niche. jika unit organisme yang pertama adalh kompetisi yang superior . Jika salah satu dasar niche dimasuki dengan niche yang lain maka kompetisinya adalah inferior. Dasar niche dapat berbatasan antara yang satu dengan yang lain Pada gambar ini menunjukan tidak ada kompetisi-kompetisi secara langgsung yang terjadi seperti hubungan niche yang merefleksikan kompetisi yang dihindari. Biologi FKIP Universitas Jember 5. overlape secara terpisah-pisah dengan beberapa ruang niche yang terbagi dan beberapa digunakan secara eksklusif oleh setiap organisme setiap unit orgaisme mempunyai tempat berlindung dalam ruang yang tidak bertentangan dan hidup berdampingan karena hal tersebut tidak dapat dihindari dengan adanya kompetitor yang superior yang menguasai ruang niche yang berlainan. Susanto. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 6. sehingga yang lain akan dimusnahkan dan yang lainnya akan menguasai seluruh ruang niche. Ecologi and Field Biologi Fourt Edition. Jakarta: Proyek Pengembangan Guru Menengah Departemen Pendidikan Nasional 2. Wachyu. Kimball. Pianca. New York: Harper Collins Publisher. Dua dasar niche. Robert leo. 2000. Susanto . Smith.2. Pudjo . Evolutionary Ecology. Selanjutnya kedua organisme tersebut akan hidup dengan berkompetisi superior terhadap salah satu niche yang masuk kedalam niche yang lain. 4. 2000.Inc 11 . Satu dasar niche akan menjadi lengkap apabila bersama – sam dengan yang lain pada kondisi ini. 3.Inc 4. Pengantar Ekologi Hewan. Biologi Jilid 3. Jember: P. Pengantar Ekologi Hewan. New York: Harper Collins Publisher. Subchan. hasil dari kompetisi bergantung pada kemampuan relatif berkompet5isi dari 2 unit organisme. Pudyo. 1999. Erick. DAFTAR PUSTAKA 1. 1990. Ekologi Eksperimental. 1999. Jakarta: Erlangga 3. 2005.Drs. maka organisme tersebut akan mengeliminasi prganisme yang terakhir datang di ruang niche yang bertentangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful