PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI JANGKA

PANJANG TAHUN 2012-2025 DAN JANGKA MENENGAH TAHUN 2012-2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka mempercepat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dan sejalan dengan komitmen Pemerintah yang telah meratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi Tahun 2003, dipandang perlu menyusun Strategi Nasional Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 20122025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014; b. bahwa Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014 dimaksudkan sebagai acuan langkah-langkah Pemerintah strategis untuk Kementerian/Lembaga memastikan dan

Daerah

terwujudnya

penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 20122025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014; Mengingat …

- 2 -

Mengingat

:

1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang

Pengesahan United Nations Convention Againts Corruption, 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4620);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN PRESIDEN TENTANG STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI JANGKA PANJANG TAHUN 2012-2025 DAN JANGKA MENENGAH TAHUN 2012-2014.

Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan: 1. Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan

Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014 yang selanjutnya disebut Stranas PPK adalah dokumen yang memuat visi, misi, sasaran, strategi, dan fokus kegiatan prioritas

pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang tahun 2012-2025 dan jangka menengah tahun 20122014, serta peranti anti korupsi. 2. Aksi ...

- 3 2. Aksi PPK adalah kegiatan atau program yang dijabarkan dari Stranas PPK untuk dilakukan oleh Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah. 3. Peran serta masyarakat adalah peran aktif perorangan, Organisasi Masyarakat Masyarakat, dalam atau Lembaga dan Swadaya

pencegahan

pemberantasan

tindak pidana korupsi. 4. Hasil pelaksanaan Stranas PPK meliputi hasil

pemantauan, evaluasi, dan laporan capaian Aksi PPK, serta hasil evaluasi Stranas PPK.

Pasal 2 Stranas PPK sebagaimana terlampir merupakan satu

kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

Pasal 3 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah menjabarkan dan melaksanakan Stranas PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, melalui Aksi PPK yang ditetapkan setiap 1 (satu) tahun.

Pasal 4 Dalam menetapkan Aksi PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal dengan 3, Kementerian/Lembaga Kementerian/Badan yang melakukan koordinasi urusan

membidangi

perencanaan pembangunan nasional. Pasal 5 ...

Pasal 5

- 4 (1) Dalam menetapkan Aksi PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pemerintah Daerah melakukan koordinasi dengan Kementerian yang membidangi urusan

pemerintahan dalam negeri. (2) Dalam hal koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kementerian yang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri didukung oleh Kementerian/Badan yang membidangi nasional. urusan perencanaan pembangunan

Pasal 6 (1) Pemantauan dan evaluasi oleh pelaksanaan Aksi PPK, yang

dikoordinasikan membidangi nasional. (2) Pemantauan dan

Kementerian/Badan perencanaan

urusan

pembangunan

evaluasi

pelaksanaan

Aksi

PPK

sebagaimana dimaksud pada ayat (1), didukung oleh instansi terkait lainnya. (3) Hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Aksi PPK digunakan sebagai bahan evaluasi Stranas PPK.

Pasal 7 (1) Kementerian/Lembaga menyampaikan laporan capaian pelaksanaan Aksi PPK sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada urusan Kementerian/Badan perencanaan yang

membidangi nasional.

pembangunan

(2) Pemerintah ...

(2) Pemerintah

Daerah

menyampaikan

laporan

capaian

pelaksanaan Aksi PPK sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Kementerian yang membidangi

- 5 urusan pemerintahan yang dalam negeri dan urusan

Kementerian/Badan

membidangi

perencanaan pembangunan nasional.

Pasal 8 Kementerian/Badan yang membidangi urusan perencanaan pembangunan nasional menyampaikan hasil pelaksanaan Stranas PPK kepada Presiden setiap 1 (satu) tahun sekali atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Pasal 9 (1) Dalam melaksanakan Stranas PPK, Kementerian/

Lembaga dan Pemerintah Daerah melibatkan peran serta masyarakat. (2) Pelibatan peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dimulai dari tahap penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan. (3) Mekanisme sebagaimana dengan pelibatan dimaksud peran pada serta ayat (2), masyarakat disesuaikan Kementerian/

karakteristik

masing-masing

Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Pasal 10 ...

Pasal 10 (1) Hasil pelaksanaan Stranas PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, menjadi bahan pelaporan pada forum Konferensi Negara-Negara Peserta (Conference of the States Parties) Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi 2003.

- 6 (2) Bahan pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh Kementerian/Badan yang urusan perencanaan yang pembangunan urusan membidangi nasional, politik dan

Kementerian

membidangi

hubungan luar negeri, dan instansi terkait lainnya.

Pasal 11 Biaya pelaksanaan Stranas PPK dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan sumber lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 12 Ketentuan mengenai tata cara koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan dalam Peraturan Presiden ini, diatur lebih lanjut oleh Kementerian/Badan yang membidangi urusan perencanaan pembangunan nasional.

Pasal 13 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal

diundangkan. Agar ...

- 7 -

Agar

setiap

orang

mengetahuinya, Presiden

memerintahkan ini dengan

pengundangan

Peraturan

penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2012 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AMIR SYAMSUDIN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 122

Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, ttd. Bistok Simbolon

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful