P. 1
ALAT PELINDUNG DIRI

ALAT PELINDUNG DIRI

|Views: 788|Likes:
Published by Laras Murni Rahayu

More info:

Published by: Laras Murni Rahayu on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2014

pdf

text

original

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.

Yang telah memberikan rahmat, taufiq serta hidayahNya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Alat Pelindung Diri” ini dengan baik dan tepat waktu. Dalam penyelesaian makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dwi Prihanto selaku dosen pembimbing mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan, yang telah sabar membimbing kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik. 2. Kedua orang tua kami yang telah mendidik dan member doa restu kepada kami, dan 3. Teman-teman kami khususnya PTI Offering A „11 Kami menyusun makalah ini dengan sebaik mungkin. Namun, jika terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami sangat mengharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya serta merupakan wujud kepedulian kita terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kita. Wassalamu‟alaikum Wr. Wb. Malang, Oktober 20011 Penyusun iii

Daftar isi:
Cover………………..……………..……………………………………..i Kata Pengantar …………………………………..….…………………..ii Daftar Isi………………………..…..…………………………………iii Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang…………………….………………………….. B. Rumusan Masalah…………………………………………….. C. Tujuan ………………………………….…………………....... Bab II Pembahasan A. Pengertian Alat Pelindung Diri………………………….…..... B. Kelebihan dan Kekurangan APD.. …………………………… C. Macam – Macam Alat Pelindung Diri…………..…………..... D. Ketersediaan dan Keamanan APD……………………………. E. Cara Merawat APD yang Baik dan Benar……………………. F. Perlunya pemahaman akan jaminan sosial sebagai hak kesejahteraan pekerja…………………………………………………………… BAB III PENUTUP A.Kesimpulan…………………………………………………….. B.Saran……………………………………………………………. 1

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang
Di dalam kegiatan sehari-hari dalam melakukan aktivitas, kita sering tidak menduga akan mendapat resiko kecelakaan pada diri kita sendiri. Banyak sekali masyarakat yang belum menyadari akan hal ini. Baik diloingkungan kerja, di jalan raya , maupun di tempat – tempat umum dan lingkungan rumah. Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengem-bangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi. Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya. Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit, sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan. Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat 2 lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%. Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja. APD tidak mencegah insiden bahaya, hanya mengurangi akibat dari kecelakaan itu sendiri. Karena itu, alat pelindung harus digunakan dalam kegiatan yang beresiko terjadi kecelakaan berdasarkan factor yang mempengaruhinya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu APD?

Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan karena hanya melindungi bukan mencegah 4. 8. gunakan pedoman yang benar-benar sesuai dengan standar keselamatan kerja (K3L 'Kesehatan. filter (digunakan untuk menahan frekuensi tertentu pada tahanan yang berubahubah dan lain-lain) dan penyerap (cartridge). Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia. Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya pada kecelakaan 3. 4. Pengertian Alat Pelindung Diri Alat Pelindung Diri (APD) merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di tempat kerja agar .Supaya kita bisa lebih berhati-hati dalam bekerja . B.Mengetahui bagaimana merawat APD supaya tetap steril. Kelebihan dan Kekurangan APD Kekurangan : 1. Semua jenis APD harus digunakan sebagaimana mestinya. APD yang mempunyai masa kerja tertentu seperti kanister. Tujuan . Bagaimana cara merawat APD yang baik dan benar? 5. Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan administrasi tidak berfungsi dengan baik. APD dapat menularkan penyakit bila dipakai berganti-ganti. Cara pemakaian APD yang salah karena kurangnya pengetahuan tentang penggunaan APD yang baik dan benar. Mengurangi resiko akibat kecelakan kerja yang terjadi baik sengaja maupun tidak sengaja 2. Kemampuan perlindungan yang tak sempurna karena memakai APD yang kurang tepat dan perawatannya yang tidak baik 2. 3 BAB II PEMBAHASAN A.2. 7. 6. 7 5. Keselamatan Kerja dan Lingkungan'). APD yang sangat sensitive terhadap perubahan tertentu.Agar kita tahu bagaimana cara bekerja yang baik dan benar . Apa kekurangan dan kelebihan APD? 4. Apakah ada jaminan apabila terjadi kecelakaan kerja C. Siapa yang harus memberikan APD? 3. tahan lama. Kelebihan : 1. 3. Fungsi dari ADP ini hanya untuk mengura gi akibat dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya bukan untuk menyelamatkan nyawa. APD tak memenuhi persyaratan standar karena perawatannya tidak baik dan kualitasnya buruk.

kadangkadang lobang telinga kanan tak sama dengan yang kiri. ada tali pengaman yang menyangga tubuh kita. 9 4. cairan kimia. alat berat. Sehingga saat kita terjatuh. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat. Berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh. Sepatu Karet (sepatu boot) Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. biasanya digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat serta tempat tertutup atau boiler. 11 . Harus dapat menahan beban sebesar 80 Kg.terlindungi dari bahaya kerja. 2. Tali Pengaman (Safety Harness) Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian.sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu.pesawat. Tali Keselamatan (safety belt) Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa (mobil. Kelemahan: tidak tepat ukurannya dengan lobang telinga pemakai. benda panas.MACAM-MACAM ALAT PELINDUNG DIRI 1. Sarung Tangan Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan. 3. dsb. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat. benda panas. Sepatu pelindung (safety shoes) Seperti sepatu biasa. cairan kimia. 10 6. 5. 8 C. dsb. Jenis : Penggantung unifilar Penggantung berbentuk U Gabungan penggantung unifilar dan bentuk U Penunjang dada (chest harness) Penunjang dada dan punggung (chest waist harness) Penunjang seluruh tubuh (full body harness) 7. Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising. tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Sumbat Telinga Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi tertentu saja. Safety Helmet Safety Helmet merupakan alat pelindung kepala yang melindungi kepala dari benda-benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1.8 meter. dan lain-lain).

dilapisi kertas . 1 tahun 1970 pasal 14 butir c menyatakan bahwa ”pengurus (pengusaha) diwajibkan untuk menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada pekerja yang berada dibawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang . Dari kapas: daya atenuasi paling kecil antara 2 – 12 dB. Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB Ada kebocoran dapat mengurangi atenuasi + 15 dB Dari lilin : . plastik yang lunak. Standar Amerika. artinya perbedaan refraksi.karena hantaran suara melalui tulang masih ada. ada 16 jenis kaca dengan sifat-sifat tertentu 9. Yang disenangi adalah jenis karet dan plastic lunak. 11. Tutup Telinga Ada beberapa jenis: Atenuasinya: pada frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB) Untuk frekuensi biasa 25-30 dB. 13 10. D. Masker (Respirator) Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu. dsb).karena bisa menyusaikan bentuk dengan lobang telinga. beracun. 12 8. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses) Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas) agar tidak terkena benda-benda.Bahan sumbat telinga : Karet. Ketersediaan APD Dalam UU No. plastik keras. Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi.harus lebih kecil dari 1/16 dioptri. Alat pelindung mata terhadap radiasi : Prinsipnya kacamata yang hanya tahan terhadap panjang gelombang tertentu. Pelindung wajah (Face Shield) Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda). kapas. Jas Hujan (Rain Coat) Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).bisa lilin murni . tapi tak lebih dari 50 dB.kapas Kelemahan: Kurang nyaman Lekas kotor. SYARAT OPTIS TERTENTU Lensa tidak boleh mempunyai efek distorsi/ efek prisma lebih dari 1/16 prisma dioptri. lilin.

meletakkan APD pada tempatnya setelah selesai digunakan.” 14 APD harus tersedia sesuai dengan risiko bahaya yang ada di tempat kerja. tidak akan melindungi pekerja secara efektif namun tidak menutup kemungkinan untuk muncul kejadian baru karena memakai safety shoes yang tidak sesuai ukuran. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja. maka APD yang harus digunakan adalah face shield dan goggles untuk perlindungan mata dan wajah (Wentz. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan Secara spesifik sebagai berikut: a. 15 E. melakukan pembersihan secara berkala. bolong atau tanpa system . 4. 5. dan akan menjadi masalah jika digunakan oleh pekerja yang ukurannya berada diatas atau dibawah ukuran tersebut (Rosskam. Karena itu adalah penting APD bisa digunakan oleh pekerja secara nyaman dan tidak menimbulkan bahaya baru (Imamkhasani. APD biasanya didisain berdasarkan rata-rata ukuran orang Amerika Utara atau Eropa. Untuk memberikan perlindungan yang baik maka pakaian harus pas dan sesuai. Goggles face shield Kenyamanan APD APD adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi pekerja dari bahaya di tempat kerja. Contohnya safety shoes yang terlalu kebesaran atau kekecilan. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan (retak-retak. 1991). 2. Contohnya di pengelasan risiko bahaya yang ada seperti infrared dan radiasi.memasuki tempat kerja tersebut. 1996). 1998). 3. memastikan APD yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru. Banyak alasan pekerja enggan menggunakan APD salah satunya adalah karena faktor kenyamanan. Cara Merawat APD yang Baik dan Benar 1. memeriksa APD sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai. dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. kebersihan serta kondisinya 6. Helm Safety/ Helm Kerja (Hard hat) Helm kerja dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan.

kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini.kebocoran arus harus lebih kecil dari 9 mA. Api harus padam setelah 5 detik. topi tidak boleh pecah atau benda tak boleh menyentuh kepala. dari bahaya api dan lain sebagainya. kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya. Kacamata Safety (Safety Glasses) Kacamata safety dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. b. Tahan terhadap tegangan listrik tinggi. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kacamata safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. Setiap manajemen lini harus memiliki catatan jumlah karyawan yang memiliki helm kerja dan telah mengikuti training. Jarak antara lapisan luar dan lapisan dalam dibagian puncak . selama 3 menit. Setiap manajemen lini harus memiliki catatan jumlah karyawan yang memiliki kacamata safety dan telah mengikuti training. Tidak menyerap air dengan direndam dalam air selama 24 jam. Penyimpanan masker harus terjamin sehingga terhindar dari debu.biasanya terbuat dari logam -Yang digunakan untuk pemadam kebakaran. Tahan terhadap listrik tegangan rendah. diuji dengan mengalirkan arus bolak-balik 2200 volt dengan frekuensi 60 Hz selama 1 menit kebocoran arus harus kurang dari 9mA 17 Manfaat Topi/Tudung: Untuk melindungi kepala dari zat-zat kimia berbahaya dari Iklim yang berubah-ubah. kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin). dengan nyala api bergaris tengah 1 cm.000 volt dengan frekuensi 60 Hz. Sepatu Safety (Safety Shoes) Alat pelindung kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari tertimpa .suspensinya) 16 TOPI PENGAMAN Untuk penggunaan yang bersifat umum dan pengaman dari tegangan listrik yang terbatas. 18 c. 4-5 cm. PENGUJIAN MEKANIK Dengan menjatuhkan benda seberat 3 kg dari ketinggian 1m. Pengujian listrik: Tahan terhadap listrik tegangan tinggi diuji dengan mengalirkan arus bolak-balik 20. -Tanpa perlindungan terhadap tenaga listrik. Air yang diserap kurang 5% beratnya Tahan terhadap api PENGUJIAN DAYA TAHAN TERHADAP API Topi dibakar selama 10 detik dengan pembakar Bunsen atau propan.

kontruksi bangunan. Sarung tangan o Sarung tangan dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. asap dan uap logam) pencemaran oleh gas atau uap e. kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya. industri. kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin). Masker/ Perlindungan Pernafasan (Mask/ Respiratory Protection) Pelindung pernafasan dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. pengecoran logam. tertusuk benda tajam. Engineering control. Contohnya adalah penggunaan exhaust dan system ventilasi untuk meminimalisir bahaya debu atau gas.yaitu dengan menambahkan berbagai peralatan dan mesin yang dapat mengurangi bahaya dari sumbernya. pekerjaan yang berpotensi bahaya peledakan. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. terkena bahan kimia berbahaya dan jasad renik. bahaya listrik. Memberikan perlindungan terhadap sumber-sumber bahaya seperti: kekurangan oksigen pencemaran oleh partikel (debu.yaitu: 1. kebersihan serta kondisinya. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sepatu safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. dan/atau bahaya binatang dan lainlain. o Penyimpanan sarung tangan harus terjamin sehingga terhindar dari debu. uap panas.atau berbenturan dengan benda-benda berat. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat pelindung pernafasan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. Sepatu safety dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. Kondisi dan kebersihan alat pelindung pernafasan menjadi tanggung jawab karyawan yang bersangkutan. Jenis Pelindung kaki berupa sepatu keselamatan pada pekerjaan peleburan. tempat kerja yang basah atau licin. Setiap manajemen lini harus memiliki catatan jumlah karyawan yang memiliki sepatu safety dan telah mengikuti training. kabut. tergelincir. terkena cairan panas atau dingin. Kontrol terhadap kebersihan alat tersebut akan selalu dilakukan oleh managemen lini. Ada beberapa metoda yang dapat dilakukan dalam mengendalikan bahaya di tempat kerja untuk menurunkan tingkat kecelakaan akibat kerja. 19 d. terpajan suhu yang ekstrim. Akan tetapi pengendalian dengan system . 20 o Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sarung tangan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. bahan kimia dan jasad renik.

yaitu dengan membuat berbagai prosedur kerja termasuk kebijakan manajemen dalam implementasi K3. Tujuannya adalah agar pekerja bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah ditetapkan sehinggan kecelakaan atau kesalahan kerja dapat dihindari. Mengurangi bahaya dengan cara menurunkan konsentrasi bahan kimia yang digunakan.yaitu: 1. 2. Contohnya hádala menggunakan metodawater 21 base sebagai pengganti solven base. Administrative control. Termasuk didalam adminstarsi control yaitu dengan menyediakan alat pelindung diri (APD) atau personnel pertective equipment (PPE) bagi setiap pekerja yang terpajan dengan bahaya di tempat kerja. yaitu dengan cara mengganti bahan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya. Contohnya adalah menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi yang lebih rendah sehingga tingkat bahaya pajanannya menjadi lebih rendah. Tujuannya adalah agar pekerja bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah ditetapkan sehinggan kecelakaan atau kesalahan kerja dapat dihindari. Substitue.yaitu dengan membuat berbagai prosedur kerja termasuk kebijakan manajemen dalam implementasi K3. Moderate. 3. Simplify. Administrative control. Termasuk didalam adminstarsi control yaitu dengan menyediakan alat pelindung diri (APD) atau personnel pertective equipment (PPE) bagi setiap pekerja yang terpajan dengan bahaya di tempat kerja. 2. Metoda lain yang dapat digunakan untuk pengendalian bahaya adalah Inherently Safer Alternative Method. Water base lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan solven base. 3. Mengurangi bahaya dengan cara membuat prosesnya menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah di control. Metoda lain yang dapat digunakan untuk pengendalian bahaya adalah Inherently Safer Alternative Method. 3.dimana metoda ini memiliki empat strategi pengendalian bahaya. Contohnya adalah penggunaan exhaust dan system ventilasi untuk meminimalisir bahaya debu atau gas.yaitu dengan menambahkan berbagai peralatan dan mesin yang dapat mengurangi bahaya dari sumbernya.engineering control membutuhkan dana yang besar. yaitu dengan cara meminimalkan tingkat bahaya dari sumbernya dengan cara mengurangi jumlah pemakaian atau volume penyimpanan dan proses. Akan tetapi pengendalian dengan system engineering control membutuhkan dana yang besar. 4.yaitu: 22 . Engineering control. 2. PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD atau PPE) PADA PARA PEKERJA Ada beberapa metoda yang dapat dilakukan dalam mengendalikan bahaya di tempat kerja untuk menurunkan tingkat kecelakaan akibat kerja. Minimize.dimana metoda ini memiliki empat strategi pengendalian bahaya.yaitu: 1.

Water base lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan solven base. Contohnya adalah menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi yang lebih rendah sehingga tingkat bahaya pajanannya menjadi lebih rendah.karena tidak ada satu metodapun yang betul-betul bisa menurunkan bahaya dan resiko sampai pada posisi nol. Minimize. Berdasarkan temuan dari survei yang penulis lakukan sejak tahun 2004 sampai saat ini banyak sekali ditemukan kesalahan dan kekurangan dalam menggunakan APD di berbagai perusahaan baik lokal maupun yang berskala international (lihat grafik). Sebagai dampak dari hal tersebut para pekerja hanya diberikan APD seadanya tanpa mempertimbangkan tingkat bahaya di tempat kerja yang dihadapi setiap hari.1. Contohnya hádala menggunakan metodawater base sebagai pengganti solven base. yaitu dengan cara mengganti bahan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya.Undang ini adalah untuk melindungi kesehatan pekerja tersebut dari risiko bahaya di tempat kerja. Semua metoda pengendalian tersebut dapat dilakukan secara bersamaan.tidak mendapatkan pelatihan yang mencukupi mengenai keselamatan . Moderate. Tujuan dari penerapan Undang. Berdasarkan Undang-Undang RI No. Untuk itu sebagai pertahanan dan perlindungan terakhir bagi pekerja adalah dengan menggunakan APD. Ada dua faktor utama yang melatar belakangi masalah ini yaitu rendahnya tanggung jawab management terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja dan rendahnya tingkat kesadaran para pekerja dalam menggunakan APD. Manajemen sebagai wakil dari pemegang saham atau pemilik perusahaan sepenuhnya bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja dengan menyediakan tempat kerja yang aman dan alat pelindung diri yang memadai. Simplify. Mengurangi bahaya dengan cara membuat prosesnya menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah di control. 23 Kesadaran para pekerja akan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja ternyata masih sangat rendah. yaitu dengan cara meminimalkan tingkat bahaya dari sumbernya dengan cara mengurangi jumlah pemakaian atau volume penyimpanan dan proses. Jenis APD/PPE yang diperlukan dalam berbagai aktifitas kerja di industri sangat tergantung pada aktifitas yang dilakukan dan jenis bahaya yang terpapar.artinya para pekerja masih besar kemungkinanya terpajan terhadap bahaya ditempat kerja. 2. Namun pada kenyataannya manajemen perusahaan masih menempatkan keselamatan dan kesehatan pekerja diurutan bawah dari skala prioritas dari suatu program perusahaan terutama kalau sudah berhubungan dengan anggaran keuangan. 4. 3. Substitue. Mengurangi bahaya dengan cara menurunkan konsentrasi bahan kimia yang digunakan. 1 tahun 1970 bahwa pengurus atau pimpinan tempat kerja berkewajiban menyediakan alat pelindung diri (APD/PPE) untuk para pekerja dan para pekerja berkewajiban memakai APD/PPE dengan tepat dan benar.

Banyak pekerja yang main kucing-kucingan dengan supervisor atau manager dalam menggunakan APD.sakit.berat. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau informasi tentang APD dan jenis atau kondisi bahaya yang dihadapi. Dengan alasan-alasan tersebut akhirnya para pekerja dipaksa menerima APD seadanya atau bahkan tanpa APD dalam bekerja (lihat grafik). APD menggangu kelacaran dan kecepatan pekerjaan.dan kesehatan kerja di tempat kerja dan bahkan ada perusahaan yang secara sengaja membodohi para pekerja dengan mengatakan pekerjaan yang mereka lakukan tidak berdampak terhadap kesehatan pekerja atau tidak berbahaya.keuangan perusahaan tidak mampu mendanainya. Merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak berbahaya atau berdampak pada kesehatannya.yaitu: 25 1. Anggarannya terlalu besar. APD yang tersedia sudah mencukupi karena banyak perusahaan lain juga menggunakan APD yang sama. 4. Dalam beberapa diskusi dengan para pekerja dan berdasarkan observasi penulis ditemukan beberapa alasan akan rendahnya kesadaran para pekerja akan penggunaan APD. Hal lain yang juga ditemukan dalam survey ini adalah penggunaan APD yang tidak tepat atau sesuai dengan paparan bahaya yang dihadapi. Banyak perusahaan yang menjual APD tidak memberikan informasi atau training yang memadai tentang penggunaan. Tidak di rekomendasikan oleh induk perusahaan. 2. 4. Dalam berbagai survey yang dilakukan juga di temukan banyak perusahaan yang sudah menyediakan APD yang sangat baik buat para pekerja.Meskipun sebenarnya APD tersebut tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan.jenis. Adabeberapa alasan klasik yang selalu dikemukakan oleh pihak manajemen tehadap para pekerja dalam penyediaan APD yaitu: 1.pusing.perawatan APD dan dampak kesehatan pengunaan APD.aplikasi. 2. Kesalah pahaman terhadap fungsi APD akibat kurangnya pengetahuan akan fungsi dan kegunaan APD. Ini merupakan alasan yang paling banyak dikemukakan oleh para pekerja. Ketidak nyamanan dalam penggunaan APD selama bekerja. Susah menggunakan dan merawat APD. 3.berkeringat atau lembab. Kondisi seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan tidak ada masalah. Tingkat paparan masih dibawah nilai ambang batas (NAB).sesak dan sebagainya. Namun masalah yang dihadapi oleh pihak manajemen adalah rendahnya tingkat kesadaran para pekerja dalam menggunakan APD secara benar selama bekerja. 5.bahkan ada beberapa perusahaan yang menyediakan APD secara berlebihan atau over spec bagi para pekerja. Ketidak nyamanan disini diantaranya adalah panas.fungsi. . 24 3. 5. Terutama bagi para pekerja yang sudah bertahun-tahun melakukan pekerjaan tersebut.

Pekerja mendapatkan APD yang sesuai dengan pajanan bahaya yang dihadapi. * Apakah jaminan sosial itu? Menurut Undang-undang no. karena kurangnya sosialisasi dari badan-badan penyelenggara jaminan sosial di Indonesia. Pekerja mengetahui dengan baik dampak kesehatan dari pajanan bahaya-bahaya tersebut. Adanya kebijakan/prosedur/WI yang mengatur penggunaan APD bagi pekerja. Bahkan banyak dari pekerja yang tidak terekspos mengenai sistem jaminan sosial yang diselenggarakan di Indonesia.salah satunya dengan menyediakan APD yang sesuai dengan standar. Untuk bisa mengetahui lebih jauh mengenai hak kesejahteraan sosial anda ssebagai pekerja. Pekerja mengetahui dengan baik cara-cara pengendalian bahaya tersebut. Untuk mencapai hal ini maka kondisi-kondisi berikut harus terpenuhi: 1.poster. 7.pengendalian resiko dan penggunaan APD. 9. 4.26 Apabila APD digunakan secara benar dan sesuai dengan spesifikasi yang di tetapkan. Pekerja mengetahui dengan baik bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja. * Bagaimana penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia? Di Indonesia. 8. Pekerja secara konsisten dan benar menggunakan APD pada saat melakukan pekerjaan. ada baiknya anda mempelajari lebIh dahulu dasar mengenai jaminan sosial. 27 F. 3. Adanya komitmen dari manajemen untuk melindungi pekerja. 5.stiker dan singnage. 10. Perlunya pemahaman akan jaminan sosial sebagai hak kesejahteraan pekerja Berbagai pertanyaan mengenai jaminan sosial sering diajukan oleh pekerja di Indonesia. Penurunan tingkat kecelakaan dan sakit akibat kerja akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga perusahaan akan menjadi lebih sehat. jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup dan pekerjaan yang layak. Jaminan sosial dalam hal ini berhubungan dengan kompensasi dan program kesejahteraan yang diselenggarakan pemerintah untuk rakyatnya. Adanya training secara regular tentang tata cara pengenalan resiko. 6.maka tingkat kecelakaan dan sakit akibat kerja akan dapat dikurangi. Pekerja memakai APD secara tepat dan benar selama bekerja. 2. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Adanya program komunikasi untuk meningkatkan awareness pekerjang dalam menggunakan APD seperti regular meeting. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah .

seperti sakit. jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal. 29 Hari Tua Hari Tua adalah kondisi dimana seorang karyawan telah mencapai usia 55 tahun atau mengalami cacat total tetap setelah ditetapkan oleh dokter atau memenuhi persyaratan tertentu. biaya pemeriksaan. Kecelakaan Kerja Kecelakaan Kerja adalah peristiwa kecelakaan yang terjadi dalam bekerja. Dengan kata lain. serta santunan uang bagi pekerja yang tidak mampu bekerja. ASABRI (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). dan cacat. seperti jaminan kecelakaan kerja. Kematian Kematian adalah peristiwa meninggal dunia yang bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja. meliputi: biaya rawat jalan. dll. Apa saja sih yang ditanggung oleh JAMSOSTEK? Skema Jamsostek meliputi program-program yang terkait dengan risiko. Pekerja sektor formal disini 28 maksudnya adalah para karyawan perusahaan-perusahaan swasta dan tidak termasuk pekerja sektor informal seperti pekerja rumah tangga. rawat inap. • Sedangkan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi tenaga kerja termasuk keluarganya.menentukan 4 macam jaminan sosial yang terdiri dari JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). perawatan. Jamsostek merupakan asuransi sosial bagi pekerja (yang mempunyai hubungan industrial) beserta keluarganya. pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan. • Apabila pekerja meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. TASPEN (Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri). diagnostik. serta pelayanan gawat darurat. buruh industri kecil. termasuk penyakit yang timbul dalam bekerja dan kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. mereka berhak untuk memperolah Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayar sekaligus atau secara berkala. mereka atau keluarganya berhak atas Jaminan Kematian (JK) berupa biaya pemakaman dan santunan berupa uang. dan ASKES (Asuransi Kesehatan Indonesia). • Apabila pekerja telah mencapai usia 55 tahun atau mengalami cacat total/seumur hidup. Pemeliharaan Kesehatan Hak karyawan dalam bentuk pelayanan yang diberikan jika . • Cakupan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meliputi: biaya pengangkutan. jaminan kematian. * Apa itu JAMSOSTEK? JAMSOSTEK adalah salah satu badan penyelenggara jaminan sosial yang mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security. korban kriminilitas dan lain-lain. jaminan pemeliharaan kesehatan. dan jaminan hari tua. pengobatan. biaya rehabilitasi.

24% dari upah sebulan Kelompok II : 0.000. sebesar 6% dari upah sebulan bagi tenaga kerja yang sudah berkeluarga. Hak pelayanan kesehatan ini berlaku bukan hanya untuk karyawan.54% dari upah sebulan. yaitu seorang istri dan maksimal 3 anak kandung.. 30 Dasar perhitungan iuran jaminan pemeliharaan kesehatan dari upah sebulan setinggi-tingginya Rp.000.000. Pabrik Bahan Peledak. Selanjutnya 50 % upah Biaya Pengobatan/Perawatan Maksimal Rp 8. dll Kelompok V Perusahaan Angkutan Laut/Udara. Perusahaan Penggalian. tapi juga untuk tanggungannya. dll Kelompok III Industri Makanan.-(satu juta rupiah) Jenis Kelompok Usaha Kelompok I Perusahaan Dagang. jaminan kematian dan jaminan pemeliharaan kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh pengusaha Iuran jaminan hari tua sebesar 3. sebesar 5.70% dari upah sebulan. Kelompok IV : 1. Jaminan Hari Tua .. 300. Kelompok V : 1. dan 3% dari upah bagi tenaga kerja yang belum menikah.000. Pabrik Rokok.Laut Rp. sebesar 0.30% dari upah sebulan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. Perusahaan Jasa. Bank.70% ditanggung oleh pengusaha dan sebesar 2% ditanggung oleh tenaga kerja. Perusahaan Farmasi.27% dari upah sebulan. Jasa Hiburan. Catatan iuran premi JAMSOSTEK Iuran jaminan kecelakaan kerja. Hotel.000. Pabrik Minuman dan Alkohol. 4 bulan kedua 75 % upah. dll Kelompok IV Pabrik Kendaraan bermotor. 400.000.000. Kelompok III : 0. 150. Iuran Premi JAMSOSTEK Jaminan Kecelakaan Kerja Kelompok I : 0.karyawan tersebut mengalami gangguan kesehatan. Percetakan.1.74 % dari upah sebulan.Santunan Cacat Total-tetap: Sekaligus 70 % x 70 bulan upah . Perusahaan Angkutan Darat. dll Besar Jaminan Kecelakaan Kerja (PP Nomor 64 tahun 2005) Biaya Transport Darat Rp.Sementara tidak mampu bekerja 4 bulan pertama 100% upah. Konveksi. Jaminan Kematian. Perkebunan Rakyat.Udara Rp. Pertambangan. dll Kelompok II Pabrik gula.89% dari upah sebulan.

Surakarta . JKK.000.000.000.000... Suharso. JHT dan JPK..= Rp 9.200.000.200.000. 200.000.Berkala (2 tahun) Rp.000.3.32 Tabel Prosentase Cacat Tetap Sebagian 33 Tata Cara Pengajuan JKK Apabila terjadi kecelakaan kerja pengusaha wajib mengisi form jamsostek 3 (laporan kecelakaan tahap I) dan mengirimkan kepada PT. Jamsostek! Tentukan Iuran premi yang menjadi tanggung jawab dan dibebankan kepada karyawan tsb! Jawab: J K M : 0.per bulan Biaya pemakaman Rp.000.000.000.000. Form Jamsostek 3a berfungsi sebagai pengajuan permintaan pembayaran jaminan disertai bukti-bukti: ..Biaya Rehabilitasi Patokan harga RS DR.J P K : 6.Beban Pengusaha: Rp 187.000. Jamsostek tidak lebih dari 2X 24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan sembuh/meninggal.ditambah 40 % Prothese anggota badan Alat bantu (kursi roda) Ilustrasi: Seorang karyawan Bank swasta yang telah menikah dengan dikaruniai 2 anak didaftarkan oleh perusahaannya sebagai peserta Jamsostek untuk benefit : JKM.000.J H T : 5.000.500..= Rp 171. Jamsostek tidak lebih dari 2x24 Jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan.Rp 60. 200..24% x Rp... pengusaha wajib mengisi form 3a (laporan kecelakaan tahap II) dan dikirim kepada PT.70% x Rp.1. 3.00% x Rp.= Rp 60.30% x Rp 3.+ Iuran Premi Jamsostek: Rp 247. Jamsostek akan menghitung dan membayar santunan dan ganti rugi kecelakaan kerja yang menjadi hak tenaga kerja/ahliwaris.00% x Rp.Beban Karyawan: 2. 31 Santunan Kematian Sekaligus 60 % x 70 bulan upah Berkala (2 tahun) Rp..J K K : 0. Upah terakhir ybs adalah IDR 3.per bulan. 1.per bulan Sebagian-tetap: % tabel x 70 bulan upah Kurang fungsi: % kurang fungsi x % tabel x 70 bulan upah.000.= Rp 7.000. Selanjutnya PT.3..000. Tentukan besar iuran premi per bulan yang harus dibayarkan ke PT.000.200. Setelah tenaga kerja dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat / meninggal dunia.

Sesuai PSAK no.000. Regulasi ini menyiratkan perlunya tiap perusahaan mengantisipasi kewajiban masa depannya secara bijaksana baik melalui jasa asuransi atau lembaga keuangan lainnya. Kwitansi biaya pengobatan dan perawatan serta kwitansi pengangkutan. Jamsostek disertai bukti-bukti : Kartu peserta Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan Identitas ahli waris (photo copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga) PT.000.(enam juta rupiah) Biaya Pemakaman Rp. 200.. Santunan Berkala sebesar Rp. 34 Dengan PP No. seperti upah.gaji.000. cuti tahunan. Jamsostek akan membayar jaminan kepada yang berhak.000. 83 Tahun 2000..000.Fotokopi kartu peserta.000. 1. cuti sakit.. ditetapkan : Santunan Kematian sebesar Rp.(tiga juta rupiah) Biaya pemakaman sebesar Rp 600. Besar Jaminan Kematian: Dengan PP No.000. Biaya pemakaman sebesar Rp 200. berhak memperoleh jaminan kecelakaan kerja meskipun hubungan kerja telah berakhir.(enam ratus ribu rupiah) Dengan PP Nomor 64 Tahun 2005. Pengusaha/Keluarga dari tenaga kerja yang meninggal dunia mengisi dan mengirim form 4 kepada PT. 35 KEPUTUSAN MENAKERTRANS RI NOMOR : KEP67/MEN/IV/2004 TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING Pasal 2 Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja asing di Indonesia wajib mengikutsertakan tenaga kerja asing yang bersangkutan dalam Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 6.000.(dua ratus ribu rupiah). bagi laba dan bonus serta imbalan non moneter. . iuran jaminan sosial.. Hak atas hubungan jaminan kecelakaan kerja sebagaimana dimaksud diatas diberikan apabila penyakit tersebut timbul dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak hubungan kerja berakhir. ditetapkan : Santunan kematian sebesar Rp 3.. ditetapkan : Santunan kematian sebesar Rp 1. 14 Tahun 1993.500.000.(satu juta lima ratus ribu rupiah)./ bulan (selama 24 bulan) Hak Setelah Hubungan Kerja Berakhir Tenaga kerja yang berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk dinyatakan menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja.(satu juta rupiah). Surat keterangan dokter yang merawat dalam bentuk form Jamsostek 3b atau 3c...000. tiap perusahaan juga diwajibkan memenuhi penyiapan pembayaran Imbalan pasca kerja.24-Revisi 2004 dinyatakan bahwa tiap perusahaan selain wajib memenuhi pembayaran Imbalan kerja jangka pendek.

memeriksa APD sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai. meletakkan APD pada tempatnya setelah selesai digunakan. * Apa itu ASKES? ASKES adalah penyelenggara jaminan pemeliharaan atau asuransi kesehatan bagi Pegawai Negri Sipil. Bersihkan dan rawatlah APD agar tetap terjaga kesterilannya karena pemakaian APD secara bergantian dapat menyalurkan penyakit atau virus-virus dari pekerja lain. 2. memastikan APD yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru. . Letakkanlah APD pada tempatnya setelah digunakan agar tetap terjaga kelayakannya dan supaya tetap awet. Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Tujuan dan Manfaat JKDK Tujuan Perlindungan atas pekerja termasuk bagi keluarga dan Perusahaan.000.000. Cara Merawat APD yang Baik dan Benar : 1. disiplin dan rasa memiliki sehingga meningkatkan produktivitas. Setelah diberikan peringatan tetapi tidak melaksanakan kewajibannya dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan ijin usaha.Sanksi Bagi Pengusaha Yang Melanggar hukuman kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggitingginya Rp 50. 4. Manfaat Jaminan bagi pekerja dan Perusahaan. pemeriksaan dan pengobatan gigi. Perusahaan tidak dibebani biaya-biaya unpredictable. 3. Ikut secara riil dalam memberikan kontribusi kepada Pembangunan Daerah. pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter umum dan atau paramedis. Dengan pengalihan resiko kepada Asuransi. melakukan pembersihan secara berkala. Memberi ketenangan dan percaya diri sehingga tercipta disiplin kerja. Menciptakan Sense of Belonging dan kerjasama antara pekerja dan Perusahaan. Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI. 36 Kesejahteraan pekerja akan menambah motivasi. Veteran. periksalah kelayakan APD sebelum digunakan agar kita tahu apakah alat itu masih layak kita gunakan untuk bekerja atau tidak.. pelayanan yang disediakan oleh ASKES hanya mencakup mengenai kesehatan seperti : konsultasi medis dan penyuluhan kesehatan. Berbeda dengan pelayanan JAMSOSTEK yang mencakup semua elemen. dan lainnya. tahan lama untuk digunakan. Meningkatkan kesejahteraan pekerja sehingga tercipta produktivitas dan meningkatkan keuntungan Perusahaan. Mendorong motivasi untuk lebih tekun bekerja.(lima puluh juta rupiah).

maka kembalikan dan jangan dipakai. Sepatu Karet (sepatu boot) Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Sepatu pelindung (safety shoes) Seperti sepatu biasa. MACAM-MACAM ALAT PELINDUNG DIRI 1.37 Pastikan peralatan APD yang akan kita gunakan aman untuk keselamatan kita dan para pekerja lain agar tidak terkaji sesuatu yang tidak diinginkan. benda panas. Tali Keselamatan (safety belt) 39 Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa (mobil. Kalau memang saat kita memeriksa. Jagalah APD dengan cara-cara yang sudah ditentukan. periksalah dengan seksama. Sehingga saat kita terjatuh. tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. 4. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang . bukan menghilangkan kecelakaan itu sendiri. APD tersebut tidak layak untuk digunakan. alat berat. 5. kebersihan serta kondisinya. 3) APD harus sesuai dengan jenis kegiatan dan tempat pekerjaan. Apabila ada APD yang tidak sesuai dengan standart. Mulai dari kebersihan. 1) APD( alat perlindungan diri) merupakan alat yang digunakan untuk mengurangi resiko akibat kecelakaan. cairan kimia.pesawat. kondisi serta kelayakan pakai. dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. Safety Helmet Safety Helmet merupakan alat pelindung kepala yang melindungi kepala dari benda-benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. 2) APD dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat. maka segera gantilah dengan yang baru dan yang berkualitas baik. 6. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan Saat kita melaksanakan pemeriksaan kelayakan APD. 38 BAB III PENUTUP A. dan lain-lain). dsb. Kesimpulan Alat Pelindung Diri adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja. 2. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat. ada tali pengaman yang menyangga tubuh kita. 4) APD harus selalu dirawat agar dapat digunakan sesuai dengan ketentuan. 3.

7. Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses) Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas). karena kurangnya sosialisasi dari badan-badan penyelenggara jaminan sosial di Indonesia. Masker (Respirator) Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu. 41 8. ada baiknya anda mempelajari lebIh dahulu dasar mengenai jaminan sosial. * Bagaimana penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia? Di Indonesia. Pelindung wajah (Face Shield) 42 Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda) 11. dsb. 40 5. . Pemahaman akan jaminan sosial sebagai hak kesejahteraan pekerja Berbagai pertanyaan mengenai jaminan sosial sering diajukan oleh pekerja di Indonesia. Jaminan sosial dalam hal ini berhubungan dengan kompensasi dan program kesejahteraan yang diselenggarakan pemerintah untuk rakyatnya. beracun. 9. cairan kimia. 43 * Apakah jaminan sosial itu? Menurut Undang-undang no. Bahkan banyak dari pekerja yang tidak terekspos mengenai sistem jaminan sosial yang diselenggarakan di Indonesia. 6. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah menentukan 4 macam jaminan sosial yang terdiri dari JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) dan ASKES (Asuransi Kesehatan Indonesia). Sarung Tangan Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. benda panas. Jas Hujan (Rain Coat) Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat). 10. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1. Tali Pengaman (Safety Harness) Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Untuk bisa mengetahui lebih jauh mengenai hak kesejahteraan sosial anda ssebagai pekerja. jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup dan pekerjaan yang layak. dsb).menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat.8 meter.

go.depnakertrans.wordpress.naker http://lindariski. Setiap pekerja sebaiknya menggunakan APD.html.id/news. 2.com/2008/04/04/alat-pelindung-diri/ . 44 Daftar Pustaka http://hiperkes.B.com/2010/04/makalah-apd. 4.com/2008/04/04/alat-pelindung-diri/ http://www. SARAN 1. Penyuluhan tentang APD kepada semua masyarakat agar dapat mengurangi angka kecelakaan.com/2011/07/intisari-permenaker-no08-thn-2010ttg.blogspot. agar dalam penggunaan lebih optimal.gajimu. Penggunaan APD sebaiknya sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. 3.shvoong.707.com/main/pekerjaan-yanglayak/pekerjaan-yanglayak/ jaminan-sosial http://id.wordpress.html http://m.blogspot. Pemantauan terhadap APD harus rutin dilakukan.html http://hiperkes.com/exact-sciences/physics/2110400-pengertian-filter/ http://wishnuap.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->