P. 1
Formatif+II+Neurosains+2011

Formatif+II+Neurosains+2011

|Views: 18|Likes:
Published by Al FatiRa

More info:

Published by: Al FatiRa on May 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

Formatif II Neurosains 2011 1. Epinefrin adalah neurotransmitter yang dilepaskan dari neuron postganglion simpatis adrenergik (S) 2.

Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom (S) 3. Epinefrin meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung (B) 4. Penghambat enzim asetilkolin esterase meningkatkan sekresi keringat (B) 5. Kurarin adalah inhibitor kompetitif asetilkolin di reseptor kolinergik otot ranka (B) 6. Atropin adalah inhibitor kompetitif asetilkolin di reseptor kolinergik kelenjar keringat (B) 7. Asetilkolin tidak dilepaskan dari neuron preganglion simpatis adrenergik (S) 8. Seluruh kelenjar keringat disarafi oleh sistem saraf simpatis adrenergik (S) 9. Sebagian dari neuron-neuron postganglionik parasimpatis adalah neuron adrenergik (S) 10. Semua reseptor sensorik untuk refleks viseral adalah reseptor viseral (S) 11. Sebagian dari neuron postganglionik parasimpatis dapat mengubah norepinefrin menjadi epinefrin (S) 12. Epinefrin meningkatkan proses metabolisme penghasil energi (B) 13. Pada transmisi sinaps, efek aktivitas caraka kedua adalah mengubah permeabilitas membran sel saraf pascasinaps (B) 14. Komunikasi antar sel peka rangsang selalu melibatkan perubahan potensial membran pascasinaps (S) 15. IPSP penting dalam mekanisme umpan balik positif dan negatif (S) 16. Habituasi menurunkan respon rangsang berulang-ulang (B) 17. Pada potensial pemicu (pacemaker potential) kecuraman potensial membran istirahat diperankan oleh kanal ion HCN (B) 18. Rangkaian listrik pascasinaps (EPSP) diakibatkan oleh aktivitas kanal ion natrium (B) 19. Pada akson bermielin tidak terdapat kanal ion Ca2+ yang dapat menimbulkan potensial aksi (B) 20. Paparan suhu 20 oC akan mengaktifkan reseptor TRPA1 (S) 21. Reaksi yang terjadi pada fase II metabolisme obat adalah oksidasi (S) 22. Obat yang Vd nya besar terdistribusi terutama di jaringan ekstravaskular (B) 23. Glukosa dapat melewati blood brain barrier (B) 24. Untuk diekskresi, obat harus bersifat lipofilik (S) 25. Natrium bikarbonat meningkatkan ekskresi salisilat (B) 26. OATP adalah transporter yang mencegah obat masuk ke dalam otak (S)

Obat mudah diabsorbsi dalam bentuk nonion (B) 28. Lumbal Pungsi (LP) pada leptomeningitis supuratif: cairan liquor (CSS) keruh (B) 47.27. Karbidopa meningkatkan absorbsi levodopa di saluran cerna (S) 29. Peningkatan aktivitas asam glutamat dapat menyebabkan kematian sel otak (B) 40. Toksisitas obat terutama ditentukan oleh cara pemberiannya (S) 32. sebab sel targetnya adalah sel neuroglia (S) 48. Tramadol adalah obat yang bekerja di reseptor opioid (B) 39. Afinitas obat yang kuat terhadap reseptor tidak menentukan efikasinya (B) 33. Interval lucid biasanya ditemukan pada apopleksia sanguenia serebri (S) 45. Pendarahan subarakhnoid dapat bersifat arterial/venous/arterial + venous (B) 44. Infeksi virus SSP (mis: cytomegally. Bioavailibilitas obat yang diberikan per-rektal lebih besar dari pemberian sublingual (S) 31. Demielinasi dan remielinasi yang berlangsung terus menerus pada neuropati menimbulkan gambaran Union Bulb pada sampel/biopsi lesi-nodul pada saraf (B) 50. rabies. Lebih dari 90% obat bekerja dengan berikatan dengan reseptor (B) 35. Benzodiazepin adalah agonis GABA karena berikatan dengan reseptor GABA (S) 37. Buprenorfin meningkatkan ambilan dopamin di celah sinaps (S) 36. poliomyelitis). Degenerasi anterograd neuron motorik serebri (lesi UMN) akan berdampak atrofi otot skelet secepat yang terjadi pada lesi yang mengenai neuron kornu anterior medulla spinalis (lesi LMN) (S) 46. Penyalahgunaan obat (drug abuse) berkaitan dengan peningkatan aktivitas kolinergik di sistem limbik (S) 38. Proses induksi enzim dalam metabolisme terjadi segera setelah pemberian obat yang bersifat induksi enzim sitokrom tertentu (S) 30. gejala dan keluhan klinik ditemukan bersifat serius. Suatu antagonis nonkompetitif menurunkan efek maksimal suatu obat (B) 34. Spina bifida dapat menyebabkan hidrosefalus noncommunicans (S) 42. Bila ditemukan beberapa jaringan SSP dalam rongga nasofaring disebut lesi heterotopik (B) 43. Respons biologik terjadi bila obat yang terikat reseptor menimbulkan perubahan konformasi reseptor (B) 41. Kompresi dan/atau herniasi ke dalam area batang otak merupakan penyebab kematian SSP utama pada trauma kapitis (B) 49. Demensia dapat ditemukan pada berbagai kondisi (fisiologik/patologik) dan mempunyai kronologi-proses yang bervariasi intra badan neuron-akson-vaskular (B) .

genetika. Makin muda usia kehamilan saat terjadi infeksi primer T. T. gondii menginfeksi manusia melalui perantaraan vektor (S) 58. Kejang otot hiperrefleksia disebabkan oleh toksin botulinum (S) 54. Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang umum ditemukan sebagai penyebab meningitis (B) 53. biokimia. fisiologi. perkembangan. farmakologi. pengembangan bedah saraf dapat dilihat dengan terciptanya suatu sistem telementoring dan telesurgery (B) . Bakteremia merupakan rute utama mikroorganisme mencapai sistem saraf pusat (B) 52. Diagnosis toksoplasmosis kongenital dengan memeriksa IgG & IgM antitoksoplasma dari darah ibunya (S) 59. fungsi. dari paru-paru memperluas kerusakan ke intraserebral (B) 56. Infeksi SSP terutama pada pasien immunocompromised oleh Cryptococcus neoformans dapat bersifat hematogen. makin kecil persentase janin yang terinfeksi (B) 61.51. dan patologi dari susunan saraf (B) 62. Kucing merupakan hospes definitif Toxoplasma gondii (B) 57. Terhalangnya pelepasan asetilkolin ke saraf parasimpatis oleh toksin tetanus dapat menyebabkan paralisis (S) 55. Di masa depan. Ilmu bedah saraf adalah disiplin ilmu yang mempelajari penyakit susunan saraf yang memerlukan tindakan pembedahan (B) 64. Penyakit pada manusia adalah segala perubahan yang menyebabkan kelainan struktur atau fungsi pada tubuh atau bagian tubuh tertentu (B) 63. gondii. Neurosains adalah cabang ilmu yang mempelajari struktur. Sebagian besar toksoplasmosis pada individu imunokompeten bersifat asimptomatis (B) 60.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->