You are on page 1of 3

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku sehingga penderita tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dan penderita tidak dapat berobat di karena kan ekonomi yang kurang. ( Yolianingsih, 2010) Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak enam tahun lalu memperkirakan bahwa beberapa ratus juta orang telah menderita karena penyakit sendi dan tulang (reumatik dan asam urat) ,dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun 2020. (Achmad,2008) Menurut badan kesehatan dunia WHO, penderita asam urat pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 230 juta.prevalensi asam urat di dunia sangat bervariasi dan penelitian epidemiologi menunjukkan peningkatan kejadian asam urat, terutama di Negara – negara maju,karena di Negara maju mereka mengkonsumsi makanan yang berlemak dan mengandung kadar purin yang tinggi. (Achmad,2008) Asam urat sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia .berdasarkan data asam urat di dunia tercatat sebanyak 47.150 jiwa orang di dunia menderita asam urat kejadian asam urat terus meningkat pada tahun 2005 jumlah penderita asam urat bertambah banyak dari tahun 2004 dan menyerang pada usia pertengahan 40-59 tahun . ( WHO, 2004). Penyakit asam urat yang terus meningkat prevalensinya, baik di negara maju maupun berkembang dan hanya sedikit penderita asam urat yang terkontrol dengan baik di amerika angka kejadian asam urat mencapai 2-13% sedangkan di Jawa Tengah adalah sebesar 24,3% pada laki-laki dan 11,7% pada perempuan. ( Ramaiah,2006 ). Menurut Kinmen dan Kelly (2000) dalam penelitiannya di Amerika mengatakan bahwa mengkonsumsi sayur-sayuran yang tinggi purin dan orang obesitas dapat meningkatkan risiko kejadian asam urat atau gout sebesar 2-3 kali dibandingkan dengan orang non obesitas,menyimpulkan sayur tinggi purin dan

Kejadian tertinggi terjadi pada laki-laki berumur antara 40-50 tahun dan berumur lebih dari itu pada wanita.1% pada kadar <7 mg%. Gout jarang sekali terjadi pada anak-anak dan wanita premenopous.3-17. p<0.9 mg%.69. Pada suatu studi didapatkan insidensi gout 4. dan prevalensi dapat lebih tinggi pada beberapa kelompok etnik tertentu. Sedangkan menurut data yang dikemukan oleh Johnstone (2005). diperkirakan antara 2. IK 95% : 1. (2004). 2005). dan tidak umum terjadi pada laki-laki yang berumur di bawah 30 tahun.001 dan OR : 1. dan penduduk di daerah Pasifik Selatan lainnya.56.2% di Eropa dan Amerika Serikat sampai 10% pada laki-laki dewasa pada populasi Maori di Selandia Baru. 2009). Samoan. IK 95% : 1. Bali mendapatkan prevalensi hiperurisemia sebesar 18.16-1. lebih dari setengah jumlah pasien yang didiagnosis menderita gout adalah pasien yang teratur mengkonsumsi alkohol. Prevalensi hiperurisemia belakangan ini menunjukkan peningkatan di seluruh dunia.( Kinmen dan kelly. Sementara menurut Vazquez-Mellado et al.36% (Wisesa dan Suastika. 2009). Insidensi kumulatif gout mencapai angka 22% setelah 5 tahun.58.87. Kejadian gout bervariasi antara 0. 2009).19. 1.5% pada kadar 7-8. diduga karena peningkatan prevalensi hipertensi dan penggunaan obat-obatan.2000) Angka kejadian hiperurisemia di masyarakat berdasarkan berbagai kepustakaan barat sangat bervariasi. 2. Penelitian lapangan yang dilakukan pada penduduk Kota Denpasar. hiperurisemia terjadi pada 530% populasi umum. dan 0. 0.2% (Wisesa dan Suastika. prevalensi gout bervariasi dari 0. dkk. Maori. Hal tersebut diduga karena asupan makanan yang tinggi purin seperti ikan laut dan faktor genetik (Luk dan Simkin.6%.001. 2008). pada kadar asam urat >9 mg% (Hidayat. Hiperurisemia dan gout umum dijumpai pada penduduk Filipina. Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara .46 .obesitas sentral merupakan faktor prediktor independen hiperurisemia pada usia pertengahan (40-59 tahun) masing-masing OR : 2. Menurut Johnstone (2005).9% pada kadar asam urat darah >9 mg%. Besarnya angka kejadian hiperurisemia pada masyarakat Indonesia belum diketahui secara pasti.29 . Range of motion ( ROM ) adalah gerakan dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan (Suratun. p<0.

1. 1.3 Tujuan Penelitian 1. .3.3.4. 1. 1.4 Penelitian ini dapat bermanfaat dalam memperkaya khasanah keilmuan dan pengembangan pengetahuan tentang partisipasi pria dalam keluarga berencana.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas .3 Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan untuk melanjutkan pengembangan penelitian tentang kejadian penyakit asam urat (arthritis gout) di wilyah kerja Puskesmas Bambu Apus 1.2 Dapat memberikan informasi pada tenaga pelayanan kesehatan tentang hubungan kebiasaan mengkonsumsi sayur-sayuran dengan kekambuhan penyakit asam urat pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bambu Apus 1. 2005) 1.4. 1.4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bermanfaat untuk kepentingan akademis maupun bidang praktis secara aplikatif.2 Tujuan Khusus Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peneurunan kekakuan sendi pada lansia penderita penyakit asam urat di Kelurahan Bambu Apus Jakarta Timur.maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah belum diketahinya efektivitas latihan ROM terhadap peneurunan kekakuan sendi pada lansia penderita penyakit asam urat di Kelurahan Bambu Apus Jakarta Timur.1 Dapat memberikan informasi dan masukan bagi perencanaan program pada dinas kesehatan untuk penanggulangan terhadap peningktan penyakit asam urat di wilyah kerja Puskesmas Bambu Apus 1. 1.1 Tujuan Umum Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peneurunan kekakuan sendi pada lansia penderita penyakit asam urat di Kelurahan Bambu Apus Jakarta Timur. 1.normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry.4.4.asam urat merupakan masalah kesehatan yang selalu ditemukan sepanjang tahun di dalam kehidupan masyarakat.