You are on page 1of 12

TUGAS 2

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI
(LIMBAH PEMUCAT/PEMUTIH KHLORIN)

OLEH :

 A  MUH. AGUNG TRIADI PUTRA  ANDI SRIWAHYUNI  WA ODE IDAMANSARI

(D121 (D121 11 002) (D121 11 003)

)

(D121 11 001)

PROGRAM STUDI LINGKUNGAN JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 20013

.

Pada tahun 1810 Sir Humprey Davy. Pada suhu -340C. Pada umumnya klorin dijumpai dalam bentuk terikat dengan unsur atau senyawa lain membentuk garam natrium klorida (NaCl) atau dalam bentuk ion klorida di air laut. Scheele belum dapat memastikan kandungan gas tersebut. Reaksi dari percobaan tersebut adalah sebagai berikut: 4HCl(ag)+MnO2(s) ————-> Cl2(g)+MnCl2(ag)+2H2O(l) Pada saat itu. Klorin pertama kali diidentifikasi oleh seorang ahli farmasi dari Swedia. bersifat sangat reaktif dan merupakan jenis oksidator kuat yang mudah bereaksi dengan berbagai unsur lain.LIMBAH PEMUCAT/PEMUTIH KLORIN  Karakteristik Senyawa Klorin Klorin (Cl2) merupakan salah satu unsur yang ada di bumi dan jarang dijumpai dalam bentuk bebas. . Menurut Scott (1994) dalam menyatakan bahwa klorin dalam suhu kamar berbentuk gas halogen (Golongan VII). pada tahun 1774 dengan meneteskan sedikit larutan asam klorida (HCl) pada lempeng mangan oksida (MnO2) yang menghasilkan gas berwarna kuning kehijauan. Klor atau turunannya di perairan berasal dari limbah industri yang menggunakan klor misalnya sebagai desinfektan atau pelarut yang di buang ke perairan. seorang ahli kimia Inggris menyatakan bahwa gas kuning kehijauan pada percobaan Scheele adalah sebuah unsur dan menamakannya chlorine. klorin berbentuk cair dan pada suhu -1030C berbentuk padatan kristal kekuningan. yang berarti khloros dalam bahasa Yunani atau hijau. Carl Wilhem Scheele.

Lebih jauh lagi. dan ekstraksi brom. klorin memegang peranan penting yaitu banyak benda-benda yang kita gunakan sehari-hari mengandung klorin seperti peralatan rumah tangga. dapat larut dalam air. karbon tetraklorida. Klorin tergolong dalam grup unsur halogen (pembentuk garam) dan diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis. Jika sebuah oksidator melepaskan elektron. pembersih. kertas. maka akan terjadi proses oksidasi dan struktur kimia dari molekul .  SIFAT-SIFAT Gas klorin berwarna kuning-kehijauan.  PEMANFAATAN PEMUCAT / PEMUTIH KLORIN Dalam kehidupan manusia. senyawa klorin baik dalam bentuk klorin dioksida (ClO2) atau sodium hipoklorid (NaOCl). Klorin dalam bentuk garam (misal NaCl) merupakan bentuk paling aman. pelarut. semprotan.Secara alami. Pada suhu 10oC. Pada industri tekstil dan kertas. Pemutihan dengan menggunakan klorin.10 volume klorin. mudah bereaksi dengan unsur lain. obat dan produk farmasi. klorin terdapat dalam bentuk ion klorida dengan jumlah relative jauh lebih besar dibandingkan ion-ion halogen lainnya. dan berbagai produk lainnya.77 volume. kloroform. sedangkan dalam bentuk gas. Merupakan gas berwarna kuning kehijauan dan dapat bersenyawa dengan hampir semua unsur. proses oksidasinya selalu melibatkan atom Cl. satu volume air dapat melarutkan 3. pendingin. klorin dapat diperoleh dengan mengekstraksi larutan garam NaCl dengan cara elektrolisis. sedangkan pada suhu 30oC hanya 1. klor digunakan untuk pembuatan klorat. alat-alat kesehatan.

 Pengolahan Limbah Sianida dengan Oksidator Klorin Pengolahan limbah sianida dapat dilakukan dengan beberapa cara. karena banyak sifat yang sesuai dengan yang diharapkan dalam senyawa organik ketika klor mensubtitusi hidrogen. Kimia organik sangat membutuhkan klor. baik sebagai zat oksidator maupun sebagai subtitusi. Bahan kimia ini akan membunuh mikroorganisme dengan daya oksidasinya. Penggunaan senyawa klorin sebagai pemutih memungkinkan terjadinya produk samping atau limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Oksidasi sianida dengan menggunakan klorin merupakan metode yang paling umum digunakan.tersebut berubah dan warnanya juga berubah. seperti dalam salah satu bentuk karet sintetis. Klor atau klorin merupakan bahan kimia bersifat oksidator yang berfungsi untuk menghilangkan pertumbuhan mikroorganisme. Klorin merupakan bahan kimia yang murah dan mempunyai daya desinfeksi sampai beberapa jam setelah penambahannya. namun tidak dianjurkan karena menurut penelitian klor berpotensi menghasilkan Trihalometan (THMs) yang disebabkan oleh adanya reaksi antara senyawa-senyawa organik berhalogen dalam air limbah dengan klor. Beberapa jenis limbah yang dapat diolah dengan menggunakan oksidator klor adalah limbah yang mengandung sianida seperti pada industri metal plating dan industri tambang. dan merupakan metode yang paling efektif. Contoh aplikasi klorin dalam pengolahan limbah adalah sebagai oksidator dalam pengolahan limbah sianida. Meskipun dalam pengolahan air limbah klor juga dapat digunakan. Salah satunya adalah dengan menggunakan senyawa klorin. Trihalomentan merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik dan mutagenik. Klorin yang bersifat . Penggunaan klorin dalam pengolahan air minum dimanfaatkan sebagai desinfektan.

maka dari itu pH 8. terjadi dengan hidrolisis alkalin seperti berikut: CNCl + 2NaOH ———> NaCNO + NaCl + H2O Reaksi diatas berlangsung dalam 10 ± 30 menit pada pH 8.5 ± 9. Sianogen klorida merupakan zat beracun dan sangat mudah menguap. Maka dari itu. gas klorin atau hipoklorit bereaksi dengan sianida untuk menghasilkan sianogen klorida. Jika pHnya naik hingga 10 ± 11. Oksidasi sianida dengan menggunakan klorin terbagi atas dua tahap. . Pada tahap pertama. Maka dari itu. namun larutan ini tidak mampu menghilangan senyawa anorganik. oksidasi dengan menggunakan klorin dari sianida menjadi sianat selalu terjadi pada pH lebih tinggi dari 9. yang stabil dan lebih rendah toksisitasnya daripada sianida. NaCN + Cl2 ——–> CNCl + NaCl NaCN + NaOH + H2O ——-> CNCl + 2NaOH 2NaCN + Ca(OCl)2 + 2H2O ——–> 2CNCl + Ca(OH)2 + 2NaOH Reaksi ini tidak tergantung pada pH dan hampir terjadi secara cepat. Metode ini juga cocok dilakukan secara manual dan berjalan pada kondisi ambient. Pada pH yang lebih rendah. maka reaksi dapat selesai dalam waktu 5 ± 7 menit. Konversi sianogen klorida menjadi sianat. Sianogen klorida terpecah secara cepat di atas pH 10.5 sangat dianjurkan. harus langsung dikonversi menjadi senyawa yang tidak berbahaya. perlakuan reaksi ini harus pada sisi yang aman untuk mencegah pembentukan sianogen klorida.0 merupakan pH minimum untuk pembentukan sianat sianogen klorida.5 ± 10 dan nilai pH lebih dari 10. pada tahap kedua. sianida dikonversi menjadi sianat. sianat dihidrolisa menjadi karbondioksida dan gas nitrogen. Metode ini dapat dioperasikan pada system batch maupun continue.sebagai oksidator paling efektif adalah NaOCl 5%. konversi sianat sangat lambat. Pada tahap pertama.0 dan suhu 20°C.

sianat dihidrolisa untuk menghasilkan ammonia dan karbondioksida. kecuali jika ada keberadaan klorida bebas. Dengan keberadaan klorin bebas. Tapi metode ini jarang digunakan karena membutuhkan biaya yang tinggi dan membutuhkan netralisasi pada efluen. 3Cl2 + 4H2O + 2Na2CNO ———–> 3Cl2 + (NH4)2CO3 + Na2CO3 Klorin tidak ikut serta dalam reaksi. namun reaksi ini sangat lambat. Dengan keberadaan klorin. 3Cl2 + 6NaOH + (NH4)2CO3 + Na2CO3 ——-> 2NaHCO3 + N2 + 6NaCl + 6H2O Seperti dengan seluruh aplikasi breakpoint klorinasi.Pada tahap kedua.5 ± 9. diudara ambien. reaksi masih membutuhkan 1 ± 1. Reaksi berjalan pada pH alkali.9. reaksi juga dapat berjalan dengan durasi yang baik. produk lain seperti N2O dan NCl3 juga dapat terbentuk.5) 2NaCNO + H2SO4 + 4H2O ———> (NH4)2SO4+ 2NaHCO3 Reaksi ini bisa selesai dalam 5 menit. ammonia secara cepat terkonversi menjadi gas nitrogen. namun pada pH 8. namun hanya mempercepat proses reaksi.  DAMPAK PEMUCAT/PEMUTIH KLORIN Dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan. Cara lain menghidrolisa sianat dengan menggunakan kondisi asam (pH < 2.5 jam untuk bias selesai dengan sempurna. gas khlorin dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan oksigen seperti terlihat dalam reaksi dibawah ini : CL2 + H2O ---------à HCL + HOCL 8 HOCl ---------à 6 HCl + 2HclO3 + O3 . Reaksi berjalan selama beberapa jam pada pH 10.

” (Chlorine Institute.0 ppm gas khlorin terasa pedas dan memerahkan mata. 1980). emphisema dan bronkitis” (Waldbott. Terpapar dengan klorin tidak boleh melebihi 0. Akibat-akibat akut untuk jangka pendek : Pengaruh 250 ppm selama 30 menit kemungkinan besar berakibat fatal bagi orang dewasa. sesak nafas.paru seperti pnumonitis.0 ppm selama 30 –60 menit dapat menyebabkan penyakit paru-paru ( pulmonari oedema ) dan bisa menyebabkan emphysema dan radang paru-paru.Dengan adanya sinar matahari atau sinar terang maka HOCl yang terbentuk akan terdekomposisi menjadi asam khlorida dan oksigen. pengkaratan pada gigi dan besar kecenderungan munculnya penyakit paru-paru seperti tbc dan emphisema. Pada kadar antara 3. menimbulkan masalah dengan cabang tenggorok. ada kemungkinan “menjadi tua sebelum waktunya. hidung dan trakt respiratory (saluran kerongkongan didekat paru-paru). . Terjadi irritasi tinggi waktu gas itu dihirup dan dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar. Kesehatan Manusia Gas khlorin dapat mencemari atmosfer. Akibat-akibat yang kronis/sublethal untuk jangka panjang : Untuk jangka panjang dari pengaruh gas klorine. Klorin sangat potensial untuk terjadinya penyakit di kerongkongan. Klorin dapat mengganggu pernapasan. Dan bila terpapar dengan kadar sebesar 14. asam hydroklorik dan hypoklorus “dapat mengakibatkan peradangan jaringan tubuh yang terkena. Pengaruh 14 s/d 21 ppm selama 30 s/d 60 menit menyababkan penyakit pada paru.0 – 6. merusak selaput lendir dan dalam wujud cairnya dapat membakar kulit. 1978). Jika berpadu dengan udara lembab.5 ppm selama 8 jam kerja sehari-40 jam per minggu.0 – 21.

3 ppm (untuk 30 menit): sesak nafas berat dan kepala sangat pening. 15-20 ppm: batuk lebih keras.0 ppm: krongkongan gatal atau rasa kering. Ini merupakan penyebab dari berbagai penyakit seperti lever. 10.Indikasi gangguan bila terkontaminasi klorin adalah 0. jenis senyawa klorin dan yang terpenting dalah tingkat toksisitas dari senyawa tersebut. 1000 ppm: pasti mati.2 ppm: hidung terasa gatal.0 ppm: trakt respiratori menjadi sangat diganggu. terasa tercekik. Juga menyebabkan pengendapan kolesterol dalam darah dan stroke. pernapasan. Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh senyawa klorin sangat tergantung dari kadar. Penelitian membuktikan bahaya klorin yang dapat merusak vitamin B. tensi darah rendah dan cacat lahir. Apabila bereaksi dengan asam dari tumbuhan yang membusuk akan terbentuk trihalomethans (THMs) yang bersifat karsinogen. 1. ginjal. Zat klorin hanya bagus apabila digunakan sebagai pemutih. C dan E dalam tubuh. 5 ppm : peradangan hidung. sesak nafas dan muntah-muntah. baik itu udara. air. juga berdampak pada lingkungan. tercekik. batuk. pengkaratan gigi dan sesak nafas. dan komunitas makhluk hidup yang ada di lingkungan yang terkena dampak tersebut. 30 ppm: berbahaya untuk kehidupan selanjutnya atau untuk sehat seperti batuk hebat. . 1. sesak di dada. susah nafas. Kementerian kesehatan telah mengeluarkan beberapa senyawa yang terkait dengan khlorin dan mampu membahayakan manusia sebagai berikut : Ekosistem dan Lingkungan Klorin selain berdampak pada kesehatan. 250 ppm: kemungkinan besar fatal (orang mati).

3 ppm dapat membunuh ikan dengan cepat. ke dalam ekosistem dan mencemari makhluk hidup didalamnya. terjadinya nekrosis antar tulang daun. sehingga zat tersebut dapat dengan mudah masuk. padat dan cair. Sebaiknya air limbah terolah dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau mencuci mobil dan tidak langsung dibuang ke badan air peneriman. menyebabkan daun terlihat keputihan. klorin pada effluent yang dibuang ke badan air penerima akan dapat menimbulkan efek merugikan terhadap ekologi perairan.0. berpotensi mencemari perairan. tepi daun nampak seperti hangus. Selain itu senyawa klorin juga dapat menyebabkan masalah lingkungan yang bersifat global seperti CFCs yang terurai di atmosfer melepaskan klorin yang dapat merusak lapisan ozon. Gas buang dari pembakaran senyawa organoklorin juga dapat mengganggu habitat kehidupan di lingkungan tersebut. Menurut Water Research Centre. Pencemaran satu makhluk dalam ekosistem berarti menyebabkan distribusi massa klorin ke makhluk hidup lain. Material .2 . Hewan Klorin pada konsentrasi 0. Tumbuhan Beberapa kerusakan yang disebabkan oleh polutan udara yaitu klorin (Cl2) yang berasal dari kilang minyak. baik dalam fase gas. Pembuangan limbah yang mengandung klorin ke perairan.Senyawa klorin yang banyak digunakan sebagai penjernih/koagulan air tentu banyaK dimanfaatkan oleh PDAM.

gas klorin dapat bereaksi keras dengan bahan yang mudah terbakar maupun bahan kimia lain. klorin dipakai di dalam tingkat terawal pada stage I yang disebut juga klorin dan klorin dioksid stage atau klorinisasi. sehingga dapat menimbulkan ledakan. Di dalam industri pulp. serta stage terahkir (stage IV) yang disebut juga klorin dioksid stage. karena dalam proses pemutihan (bleaching). Begitu juga bila bereaksi . termasuk karbon. kertas dan tekstil. klorin dan bahan lainnya keluar dalam bentuk limbah cair dan padat. Sementara bau yang keluar dari semua industri pulp dan kertas adalah akibat dari proses pemasakan chips kayu dengan kimia sodium/natrium hidrosida (NaOH) dan sodium/natrium sulfida (Na2S). Dalam proses produksi pulp dan kertas. Hal ini tentu saja menjadi larutan yang sangat korosif dan harus hati-hati dalam memilih material yang akan digunakan. Selain itu. dan kedua. untuk bahan pemutih dan penghalus pulp. dan logam.kaporit mengandung setidaknya 80% asam sulfat. Dalam sebuah kasus. klorin mempunyai dua kegunaan : pertama. Karena sifat higroskopik asam sulfat pekat maka ia akan menyerap kelembaban dari klorin. klorin banyak digunakan. hanya sedikit perhatian terhadap klorin karena pada dasarnya klorin kering tidak korosif. untuk mendrop oksigen pada senyawa sulfur yang berada di liquor hitam (black liquor). Sulfida dari unsur Na2S dapat bereaksi langsung dengan klorin. Larutan yang mengandung asam sulfat dan klorin. pemilihan material dibuat seolah-olah asam sulfat merupakan satu-satunya konstituen jika larutan jenuh dengan klorin tetapi mengandung kurang dari sekitar 80% asam sulfat namun berdasarkan pemilihan material harus didasarkan tidak hanya pada asam sulfat tetapi juga pada klorin basah. ketika larutan asam sulfat .Larutan apa pun yang melibatkan klorin basah sangat korosif. Dari prosess produksi industri tersebut. Jadi. berat persentase asam sulfat menentukan apakah larutan akan mempercepat korosi.

Manusia Apabila kadar klorin dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (150 mg/Nm3 dengan waktu pengukuran 24 jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan upaya – upaya : a) Menggunakan alat pelindung diri.dengan gas-gas hydrokarbon (metan. terhadap senyawa nitrogen dan senyawa yang non-logam seperti phospor. Pencegahan -Sumber Tidak Bergerak a) Memasang scruber pada cerobong asap. baik dalam bentuk cair maupun gas. b) Mengurangi aktifitas di luar rumah. b) Memodifikasi pada proses pembakaran. . etan). c) Bila terjadi korban keracunan chlorin maka lakukan: . 2. boron dan silikon. seperti masker gas. Penanggulangan Penanggulangan adalah langkah terakhir yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif polutan hidrokarbon pada manusia. .  Pengendalian 1.Berikan pengobatan atau pernafasan buatan. asetilen.Kirim segera ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat. b) Mengatur pertukaran udara di dalam ruang seperti mengunakan exhaust-fan. Langkah penanggulangan dapat berupa : a) Mengganti peralatan yang rusak. .