You are on page 1of 25

ANGGARAN DASAR PERSATUAN BULUTANGKIS SELURUH INDONESIA (PB JRM) BAB I UMUM Pasal 1 Nama, Tempat Kedudukan dan Waktu

1) Organisasi ini bernama Persatuan Bulutangkis Jaya Raya Metland (PB JRM) 2) PB JRM didirikan pada tanggal Negara Republik Indonesia 2007 di Jakarta dan selanjutnya berkedudukan di Ibu Kota

3) PB JRM didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan
Pasal 2 Azas

PB JRM berazaskan Pancasila Pasal 3 Tujuan dan Tugas Pokok

(1) Tujuan PB JRM adalah : a. Membentuk manusia Indonesia seutuhnya. b. Mempertinggi harkat dan martabat bangsa c. Meningkatkan mutu dan prestasi olahraga bulutangkis Indonesia d. Mempupuk persahabatan antar bangsa melalui olah raga bulutangkis

(2) Untuk mencapai tujuan itu PB JRM mempunyai tugas pokok sebagai berikut : a. Mengembangkan dan membina bulutangkis sebagai olahraga rakyat

b. Menghimpun seluruh masyarakat bulutangkis dalam wadah organisasi PB JRM c. Memperkuat dan memperluas organisasi PB JRM d. Meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional e. Menyelenggarakan kejuaraan antar perkumpulan dan perorangan secara berencana ditingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan nasional maupun internasional. f. Memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional serta kerjasama internasional melalui bulutangkis. g. Meningkatkan hubungan kerjasama dengan KONI/KOI dan induk organisasi keolahragaan di Indonesia dan organisasi bulutangkis Asia dan dunia. h. Upaya-upaya lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan yang ada.

BAB II KEANGGOTAAN

Pasal 4 Anggota dan Warga

1) Anggota PB JRM adalah perkumpulan bulutangkis 2) Warga adalah perorangan yang menjadi anggota perkumpulan bulu tangkis dan perorangan sebagai pelatih, wasit maupun pengurus yang terdaftar di tingkat Pengurus Kabupaten/Pengurus Kota, Pengurus Provinsi dan Pengurus Besar 3) Syarat-syarat dan kewajiban keanggotaan PB JRM diatur dalam Angaran Rumah Tangga BAB III ORGANISASI

Pasal 5 STATUS ORGANISASI

(1) PB JRM adalah satu-satunya Induk organisasi olahraga bulutangkis nasional.

(2) PB JRM merupakan bagian dari pembinaan olahraga yang tergabung dan dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)/ Komite Olimpiade Indonesia (KOI)

(3) PB JRM pada dasarnya mengacu pada ketentuan Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asian Confederation (BAC) Pasal 6 SUSUNAN ORGANISASI (1) Susunan organisasi PB JRM berbentuk piramida mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi sampai ke tingkat Pusat

(2) Di Kecamatan berfungsi sebagai Koordinator yang diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan PB PB JRM

(3) Di Kabupaten/Kota dibentuk Pengurus Kabupaten/Kota

(4) Di Provinsi dibentuk Pengurus Provinsi

(5) Di Pusat dibentuk Pengurus Besar

Pasal 7 KELENGKAPAN ORGANISASI

(1) Di Pusat selain Pengurus Besar, dibentuk Dewan Pengawas, Dewan Penasehat dan Dewan Kehormatan.

(2) Di Provinsi selain Pengurus Provinsi dapat dibentuk Dewan Pengawas dan Dewan Penyantun/Dewan Penasehat.

(3) Di Kabupaten/Kota selain Pengurus Kabupaten/Kota dapat dibentuk Dewan Pengawas dan Dewan

Wakil Ketua dan Sekretaris dipilih dari anggota Dewan Pengawas. Dewan Kehormatan terdiri dari mantan-mantan Ketua Umum PB PB JRM dan atau tokoh nasional yang dipilih oleh Pengurus b. Tingkat Pusat dipimpin oleh Pengurus Besar b. Koordinator Kecamatan ditunjuk oleh Pengurus Kabupaten/Kota (2) Pemilihan Dewan Pengawas . Tingkat Provinsi dipimpin oieh Pengurus Provinsi c. Pasal 8 Pimpinan (1) Susunan Pimpinan : a. Ketua Dewan Kehormatan dipilih dari dan oleh anggota Dewan Kehormatan. (3) Pemilihan Dewan Penyantun/Dewan Penasehat : a. Tingkat Kabupaten/Kota dipimpin oleh Pengurus Kabupaten/Kota Pasal 9 Pemilihan Pengurus (1) Pemilihan Pengurus : a. Di tingkat Pusat diadakan Musyawarah Nasional diselenggarakan sekali dalam 4 (empat) tahun b. diseienggarakan sekali dalam 4 (empat) tahun c.Penasehat. a. Ketua Dewan Pengawas. Pengurus Besar dipilih oleh Musyawarah Nasional b. Pengurus Kabupaten/Kota dipilih oleh Musyawarah Kabupaten/Kota d. Dewan Penyantun/Dewan Penasehat dipilih oleh pengurus sesuai tingkatannya dari tokoh masyarakat yang dipilih oleh Pengurus b. Di tingkat Provinsi diadakan Musyawarah Provinsi. Ketua Dewan Penyantun/Dewan Penasehat dipilih dari dan oleh anggota Dewan Penyantun/Dewan Penasehat (4) Pemilihan Dewan Kehormatan : a. Di tingkat Kabupaten/Kota diadakan Musyawarah Kabupaten/Kota diselenggarakan sekali dalam 4 (empat) . Dewan Pengawas dipilih oleh formatur dalam Musyawarah sesuai jenjang kepengurusan b. Pengurus Provinsi dipilih oleh Musyawarah Provinsi c. BAB IV MUSYAWARAH / RAPAT Pasal 10 Musyawarah dan Rapat (1) Musyawarah Nasional/Provinsi/Kabupaten/Kota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi organisasi PB JRM : a.

Perlengkapan yang diperoleh secara sah . Di Pusat diadakan : 1. Musyawarah Kerja Provinsi 4. Musyawarah Kerja Nasional 4. Surat-surat berharga c.tahun (2) Dalam organisasi PB JRM dikenal adanya musyawarah dan rapat sebagai berikut : a. Rapat-rapat lain yang diadakan Pengurus Kabupaten/Kota (3) Musyawarah Kerja diadakan sekali dalam setahun di setiap tingkatan Pasal 11 Pengambilan Keputusan 1) Setiap keputusan yang diambil dalam musyawarah/rapat didasarkan pada musyawarah untuk mufakat 2) Apabila ayat 1 Pasal ini sungguh-sungguh tidak tercapai mufakat dapat dilakukan dengan pemungutan suara (voting) BAB V PERBENDAHARAAN Pasal 12 Perbendaharaan (1) Perbendaharaan terdiri dari : a. Rapat-rapat lain yang diadakan oleh Pengurus Provinsi c. Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa 3. Musyawarah Provinsi Luar Biasa 3. Rapat pengurus Kabupaten/Kota 5. Rapat Pengurus Besar 5. Di Provinsi diadakan : 1. Di Kabupaten/Kota diadakan : 1. Musyawarah Kabupaten/Kota 2. Rapat-rapat lain yang diadakan oleh Pengurus Besar b. Musyawarah Nasional Luar Biasa 3. Musyawarah Nasional 2. Musyawarah Provinsi 2. Rapat Pengurus Provinsi 5. Musyawarah Kerja Kabupaten/Kota 4. Uang b.

d. (2) Untuk dapat diterima menjadi anggota.hal yang belum di tetapkan dalam Anggaran Dasar. maka perkumpulan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . Benda-benda berharga/bergerak dan tidak bergerak (2) Untuk memperoleh. diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (2) Musyawarah Nasional tersebut ayat (1) pasal ini diiakukan atas permintaan dan persetujuan dari sekurangkurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pengurus Provinsi BAB VII PENUTUP Pasal 14 Penutup (1) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan dan diubah oleh Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar biasa yang diadakan untuk itu. (2) Pelaksanaan dan ketentuan-ketentuan serta hal . memelihara dan mempertanggungjawabkan perbendaharaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga BAB VI PEMBUBARAN Pasal 13 Dasar Pembubaran (1) PB JRM hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional yang di adakan khusus untuk itu. Atribut-atribut organisasi e. (3) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditentukan dengan keputusan rapat pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSATUAN BULUTANGKIS SELURUH INDONESIA (PB JRM) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Persyaratan Keanggotaan dan Bentuk (1) Anggota PB JRM adalah perkumpulan bulutangkis yang telah terdaftar di Kabupaten/kota dimana perkumpulan bulutangkis berdomisili.

Memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan oleh perkumpulan yang bersangkutan dan wajib memberikan biodata sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (2) Prosedur menjadi anggota bagi perkumpulan bulutangkis dilakukan sebagai berikut : a. Di tingkat provinsi/daerah berbentuk 1 (satu) Pengurus Provinsi c. Di tingkat pusat berbentuk 1 (satu) Pengurus Besar b. Mempunyai susunan pengurus dan pelatih minimal untuk 4 (empat) tahun c. Melampirkan bukti-bukti seperti yang disyaratkan pada pasal 1 ayat (2) c. Pengurus Kabupaten/Kota adalah : a. Mempunyai program kerja d. Calon warga mengajukan surat permohonan/mendaftarkan diri secara resmi kepada pengurus perkumpulan bulutangkis b. Mengisi formulir pendaftaran dan mendaftarkan diri sebagai anggota PB JRM (3) Setiap perkumpulan bulutangkis yang terdaftar secara sah pada kepengurusan tingkat Kabupaten/Kota. Perkumputan bulutangkis (yang ditandai dengan domisili kantor/alamat sekretariatnya) harus berdomisili di wilayah Kabupaten/Kota tempat perkumpulan tersebut terdaftar g. b.a. Setiap warga dan anggota wajib memenuhi dan mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan lain yang ditetapkan oleh PB JRM. maka anggota perkumpulan tersebut secara perorangan dinyatakan sah sebagai warga PB JRM. Membayar uang pangkal dan iuran anggota tiap bulan kepada pengurus Kabupaten/Kota f. Setiap warga dan anggota wajib menjunjung tinggi nama baik PB JRM dan memelihara persatuan dan kesatuan serta menjalin hubungan baik. olahragawan pada khususnya dan masyarakat pada . Mempunyai pedoman organisasi yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB JRM h. Pengurus Provinsi. Pengurus Kabupaten/Kota setelah menerima anggota baru wajib melaporkan kepada Pengurus Provinsi d. Di tingkat kabupaten/kota berbentuk 1 (satu) Pengurus Kabupaten/Kota Pasal 2 Prosedur Penerimaan Warga dan Anggota (1) Prosedur menjadi warga perkumpulan bulutangkis dilakukan sebagai berikut : a. Pengurus perkumpulan bulutangkis harus mendaftarkan perkumpulannya secara resmi kepada Pengurus Kabupaten/Kota sesuai domisilinya b. Mempunyai anggota pemain sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang b. (4) Bentuk Pengurus Besar. antar pengurus. Pengurus Provinsi wajib melaporkan keberadaan Pengurus Kabupaten/Kota dan perkumpulan bulutangkis yang ada di daerahnya kepada PB PB JRM Pasal 3 Kewajiban dan Hak-hak Warga dan Anggota (1) Kewajiban Warga dan Anggota a. Mempunyai tempat latihan/lapangan bulutangkis e.

Setiap warga dan anggota harus mengutamakan kepentingan nasional pada umumnya dan PB JRM pada khususnya daripada kepentingan perkumpulan atau pribadi d. Setiap warga dan anggota wajib menjunjung tinggi disiplin organisasi dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela e. Mempunyai hak memilih dan dipilih dalam pemilihan kepengurusan organisasi PB JRM. Pasal 4 Uang Pangkal dan Uang luran (1) Besarnya uang pangkal dan iuran diserahkan penentuannya kepada musyawarah Kabupaten/Kota masingmasing disesuaikan dengan situasi dan kondisi kebutuhan setempat (2) Pembayaran uang pangkal bersama uang iuran dapat dilakukan sekaligus untuk 1 (satu) tahun atau lebih BAB II KEHILANGAN STATUS KEWARGAAN DAN KEANGGOTAAN SERTA SANKSI Pasal 5 Kehilangan Status Kewargaan dan Keanggotaan (1) Kehilangan status kewargaan dalam PB JRM hilang disebabkan : a. Secara berkala sesuai dengan tingkat organisasi. Diberhentikan karena melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga atau ketentuan organisasi yang ditetapkan oleh PB JRM Pasal 6 Sanksi (1) Sanksi didalam organisasi PB JRM berlaku terhadap : . wajib melaporkan kegiatan dan keanggotaan (2) Hak Warga dan Anggota : a. Berhenti atas permintaan sendiri c. Mendapatkan hak perlindungan dan pelayanan yang sama dari PB JRM b. Berhenti atas permintaan sendiri b. Perkumpulan membubarkan diri dan atau dikeluarkan dari keangotaan d. Meninggal dunia b. Perkumpulan membubarkan diri dan atau dikeluarkan dari keanggotaan c. Diberhentikan karena melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau ketentuan organisasi yang ditetapkan oleh PB JRM (2) Status keanggotaan dalam PB JRM hilang disebabkan : a.umumnya c. Mempunyai hak turut serta dalam segala kegiatan resmi PB JRM sesuai dengan ketentuan organisasi PB JRM c. Setiap warga dan anggota berkewajiban meningkatkan prestasi dan berkualitas. f.

Perkumpulan. Warga atau anggota yang sedang menjalani skorsing kehilangan haknya sebagai warga atau anggota selama sanksi tersebut berlaku. Teguran lisan b. d. Pengurus Provinsi. Pusdiklat/ Pelatda yang bersangkutan. Sanksi terhadap warga dilakukan oleh perkumpulan bulutangkis yang bersangkutan dan atau keputusan Pengurus Kabupaten/Kota. Pengurus Provinsi. Pusdiklat/Pelatda yang bersangkutan (5) Pencabutan Sanksi : Pengurus Besar. Munas/Mukernas dapat memberikan sanksi kepada Pengurus Besar (4) Sanksi kepada warga Pengurus Besar. Sangsi yang dijatuhkan terhadap warga atau anggota harus diberitahukan oleh pengurus yang bersangkutan kepada pengurus sesuai dengan tingkatannya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak sanksi tersebut diberlakukan e. Warga (2) Sanksi terdiri dari : a. Pengurus Provinsi. Apabila teguran/peringatan seperti tersebut pada ayat (3) huruf “g” tidak ditanggapi. Pengurus Provinsi dan Pengurus Besar b. Pemberhentian (3) Pelaksanaan Sanksi : a. Skorsing paling lama 24 (dua puluh empat) bulan d. sedangkan kewajibannya sebagai warga atau anggota harus tetap dipenuhi f. Pengurus Besar yang tidak menjalankan fungsinya dalam waktu maksimal 1 (satu) tahun terus menerus dan telah diberikan peringatan secara tertulis 2 (dua) kali berturut-turut dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari dapat dijatuhi sanksi oleh pengurus satu tingkat diatasnya. Dewan Pengawas dapat memberikan teguran/peringatan h. Pengurus Kabupaten/Kota. Pengurus Provinsi dan Pengurus Besar b.a. Sanksi terhadap perkumpulan bulutangkis dilakukan oleh Pengurus Kabupaten/Kota. Pasal 7 Pembelaan Diri dan Banding Warga/Anggota PB JRM yang dikenakan sanksi dapat melakukan pembelaan diri dan banding dengan cara sebagai berikut : . Sanksi yang dijatuhkan terhadap pengurus berdasarkan hasil keputusan rapat pengurus lengkap yang bersangkutan atau ditetapkan oleh organisasi satu tingkat diatasnya yang diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan PB PB JRM c. Pengurus Kabupaten/Kota dapat menjatuhkan sanksi langsung kepada warga dan memberitahukan kepada pengurus asal perkumpulan. Pengurus Kabupaten/Kota dapat mencabut sanksi menurut ayat (2) dan (4) huruf “a” pasal ini dan memberitahukan kepada pengurus asal perkumpulan. Koordinator Kecamatan. g. Pengurus Besar. Peringatan tertulis c. Terhadap perkumpulan bulutangkis Pengurus Kabupaten/Kota. Pengurus Provinsi. Terhadap Pengurus Besar yang tidak menjalankan fungsinya dalam waktu maksimal 1 (satu) tahun secara terus menerus.

Seorang Ketua Umum dan paling banyak 3 (tiga) orang Wakil Ketua Umum. Keputusan banding adalah keputusan final yang tidak dapat diganggu gugat. Pembelaan diri dilakukan melalui rapat pengurus lengkap sesuai tingkatan organisasi. Pengurus Besar PB JRM terdiri dari 1. BAB III ORGANISASI Pasal 8 SUSUNAN DAN KELENGKAPAN ORGANISASI (1) Induk Organisasi PB JRM dipimpin oleh Pengurus Besar pada tingkat Pusat. 2. (2) Pengurus Provinsi yang memenuhi persyaratan adalah yang memiliki susunan kepengurusan sesuai ayat (4) huruf “b” pasal ini dan telah mempunyai paling sedikit 4 (empat) Pengurus Kabupaten/Kota dengan susunan pengurus sesuai ayat (4) huruf “c” dan Pengurus Kabupaten/Kota yang memenuhi persyaratan adalah yang telah mempunyai susunan kepengurusan sesuai ayat (4) huruf “c” pasal ini dan telah mempunyai paling sedikit 2 (dua) perkumpulan bulutangkis dengan susunan pengurus sesuai pasal 1 ayat (2) (3) Di tingkat Pusat/Provinsi dapat diangkat Koordinator Wilayah PB JRM (4) Struktur Kepengurusan a. d. b.(1) Pembelaan diri : a. maka warga/anggota perkumpulan yang terkena sanksi tersebut dapat mengajukan banding. 3. Pengajuan pembelaan diri diajukan kepada organisasi pemberi sanksi. c. Apabila dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari pengajuan banding seperti tersebut pada ayat (2) huruf “a” dan “b” pasal ini tidak ditanggapi oleh organisasi pemberi sanksi. Apabila dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari pengajuan pembelaan diri seperti tersebut pada ayat (1) huruf “a” dan “b” pasal ini tidak ditanggapi oleh organisasi pemberi sanksi. Pengajuan pembelaan diri dapat dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah penetapan pemberian sanksi. Pengajuan banding dapat dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah pembelaan diri ditolak. Pengurus Provinsi pada tingkat Provinsi. b. e. (2) Banding : a. sedang yang terkena sanksi langsung oleh Pengurus Kabupaten/Kota dapat banding kepada Pengurus Provinsi dan warga yang terkena sanksi langsung oleh Pengurus Besar dapat banding kepada Rapat Lengkap PB PB JRM dengan Dewan Pengawas. Setiap warga/anggota yang dijatuhi sanksi oleh perkumpulannya dapat banding kepada Pengurus Kabupaten/Kota. maka sanksi tersebut dinyatakan gugur. c. Apabila dalam pembelaan diri tidak dihasilkan keputusan. maka sanksi tersebut dinyatakan gugur d. Seorang Sekretaris Jenderal dan 1 (satu) orang wakil Sekretaris Jenderal. Pengurus Kabupaten/Kota pada tingkat Kabupaten/kota. Seorang Bendahara dan 1 (satu) orang Wakil Bendahara 4. Ketua-Ketua Bidang dan Sub Bidang sesuai kebutuhan .

Seorang Ketua Umum dan atau paling banyak 3 (tiga) orang Wakil Ketua Umum 2. Ketua-Ketua Seksi sesuai kebutuhan dan 1 (Satu) orang Wakil Ketua Seksi (5) Bagan Struktur organisasi Pengurus Besar sebagaimana tercantum pada lampiran I Anggaran Rumah Tangga ini. para ilmuwan dan orang-orang yang dianggap ahli dan perlu untuk itu. Pengurus Kabupaten/Kota PB JRM terdiri dari: 1. (2) Dewan Pengawas berfungsi : a. Musyawarah Provinsi dan Musyawarah Kabupaten/Kota sesuai dengan Anggaran Dasar pasal 9. Seorang Ketua Umum dan paling banyak 2 (dua) orang Wakil Ketua Umum 2.Wakil Ketua 1 (satu) orang . b. Pengurus Kabupaten/Kota sebanyak 2 (dua) orang.Sekretaris 1 (satu) orang . (7) Pengurus Besar.b. Mengingatkan pengurus diminta atau tidak diminta apabila terjadi penyimpangan didalam pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan keputusan keputusan amanat Musyawarah Nasional. . (6) Susunan pengurus pada tingkat Pengurus Besar. Seorang Sekretaris Umum dan paling banyak 1 (satu) orang Wakil Sekretaris Umum 3. Pengurus Provinsi PB JRM terdiri dari: 1. Pengurus Provinsi dan Pengurus Kabupaten/Kota dapat menyesuaikan komposisi kepengurusan menurut kebutuhan masing-masing. Musyawarah Provinsi dan Musyawarah Kabupaten/Kota dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. Menyelenggarakan pertemuan dengan pengurus sesuai tingkatan nya untuk mensikapi permasalahan yang ditemukan Dewan Pengawas (3) Keanggotaan Dewan Pengawas adalah wakil-wakil dari Pengurus Provinsi sesuai tingkatannya dan atau yang dipilih oleh formatur.Ketua 1 (satu) orang . Musyawarah Provinsi dan Musyawarah Kabupaten/Kota.Anggota paling banyak 6 (enam) orang untuk Pengurus Besar dan untuk Pengurus Provinsi. Seorang Bendahara dan 1 (Satu) orang Wakil Bendahara 4. Pasal 9 Dewan Pengawas (1) Dewan Pengawas dipilih oleh Musyawarah Nasional. Seorang Bendahara dan 1 (satu) orang Wakil Bendahara 4. Pengurus Provinsi dan Pengurus Kabupaten/Kota dapat mengangkat tim ahli dan anggotanya terdiri dari mantan pemain berprestasi. Seorang Sekretaris dan 1 (Satu) orang Wakil Sekretaris 3. Ketua-Ketua Bidang sesuai kebutuhan dan masing-masing 1 (Satu) orang Wakil Ketua Bidang c. (4) Susunan Dewan Pengawas terdiri dari : .

(3) Keanggotaan Dewan Penyantun/Penasehat adalah tokoh-tokoh masyarakat. Anggota serta Sekretaris yang dijabat oleh Sekretaris Jenderal/Sekretaris Umum sesuai tingkatannya. Pengurus Provinsi. Pengurus Kabupaten/Kota sesuai dengan Anggaran Dasar pasal 9 (2) Dewan Penyantun/Penasehat berfungsi untuk memberi masukan baik diminta ataupun tidak diminta mengenai pembangunan perbulutangkisan yang berkualitas serta membantu pencarian dana/sponsor. Pasal 10 Dewan Kehormatan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali (1) Dewan Kehormatan diangkat oleh Pengurus Besar sesuai dengan Anggaran Dasar pasal 9. (2) Dewan Kehormatan : a. Berfungsi memberi pertimbangan dan masukan terhadap pelaksanaan kebijakan Pengurus Besar b.(4) Dalam pelaksanaan tugasnya. Dewan Pengawas mengadakan rapat dalam 1 (satu) tahun. (4) Susunan Dewan Penyantun/Penasehat adalah Ketua. Pasal 11 Dewan Penyantun/Dewan Penasehat (1) Dewan Penyantun/Penasehat dipilih oleh Pengurus Besar. Membina keutuhan organisasi perbulutangkisan Indonesia (3) Keanggotaan Dewan Kehormatan adalah mantan-mantan Ketua Umum Pengurus Besar dan tokoh-tokoh yang berjasa besar pada perbulutangkisan Indonesia (4) Susunan Dewan Kehormatan adalah Ketua dan Anggota. Pasal 12 Pemilihan /Pengesahan /Pengukuhan / Pemberhentian Pengurus (1) Pengurus Besar dipilih oteh Musyawarah Nasional (2) Pengurus Provinsi dipilih oleh Musyawarah Provinsi (3) Pengurus Kabupaten/Kota dipilih oleh Musyawarah Kabupaten/Kota (4) Pengesahan/Pengukuhan/Pemberhentian Pengurus : a. Pengurus Besar hasil Musyawarah Nasional/Musyawarah Nasional Luar Biasa dikukuhkan/ dilantik oleh KONI Pusat dan diberhentikan oleh Musyawarah Nasional sesuai berakhirnya masa bakti atau apabila ada permintaan dan atau persetujuan untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa sesuai Anggaran Rumah Tangga pasal 17 ayat (4) .

Kejuaraan Nasional. Apabila permohonan pengukuhan/pelantikan kepengurusan tersebut ditolak disebabkan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. maka kepengurusan yang bersangkutan tidak dapat mengikuti kegiatan resmi PB JRM seperti Musyawarah Nasional/ Musyawarah Kerja Nasional. Pengurus Kabupaten/Kota. maka pengurus demisioner tetap menjalankan tugas harian yang tidak menentuan kebijakan dan pengambilan keputusan serta menyelenggarakan musyawarah ulang sesuai dengan tingkatan organisasi dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penolakan (5) Bagi kepengurusan yang telah habis masa baktinya dan telah diberikan peringatan oleh tingkat kepengurusan diatasnya sebanyak 2 (dua) kali dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari tidak menanggapi peringatan tersebut. Pengurus Besar. Kejuaraan Provinsi. h.”d” pasal ini. Pengurus Provinsi. Apabila pemilihan pengurus telah dilakukan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga namun kepengurusan sesuai timgkatannya yang berwenang mengukuhkan/melantik tidak bersedia /menolak. f.b. g. i. Pengurus Kabupaten/Kota tidak memberikan jawaban atas permohonan pengesahan/pelantikan dimaksud.”c”. Pengurus Kabupaten/Kota hasil Musyawarah Kabupaten/ Kota/Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa dikukuhkan/dilantik oleh Pengurus Provinsi setelah direkomendasi oleh Ketua Umum KONI Kabupaten/Kota dan diberhentikan oleh Musyawarah Kabupaten/Kota setelah berakhirnya masa bakti atau apabila ada permintaan dan atau persetujuan untuk Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa sesuai Anggaran Rumah Tangga pasal 17 ayat (4) d. Pengurus Kabupaten/Kota dianggap telah menyetujui. e. Pengurus Provinsi. Pengurus Perkumpulan Bulutangkis hasil rapat anggota perkumpulan yang bersangkutan dikukuhkan/dilantik oleh Pengurus Kabupaten/Kota dan diberhentikan oleh Rapat Anggota Perkumpulan/Warga yang bersangkutan atau apabila ada permintaan dan atau persetujuan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota perkumpulan anggota tersebut untuk pergantian pengurus. Musyawarah Kabupaten/Kota /Musyawarah Kerja Kabupaten/ Kota. Pengurus Kabupaten/Kota tidak dibenarkan menunjuk pelaksana sementara dengan batas waktu tertentu dan dengan penugasan tertentu. Kejuaraan Kabupaten/Kota serta kegiatan lainnya dan atau dibekukan dan dapat dibentuk kepengurusan yang . Musyawarah Provinsi/Musyawarah Kerja Provinsi. Pengurus Provinsi. Perkumpulan Bulutangkis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal permohonan pengesahkan/pelantikan bila dianggap bertentangan dengan ayat (4) huruf “b”. Penangguhan/penolakan pengukuhan/pelantikan melebihi batas waktu dimaksud ayat (4) huruf “f” pasal ini. maka kepengurusan yang terpilih dimaksud dapat melakukan banding kepada kepengurusan yang tingkatnya lebih tinggi. Pengurus Provinsi hasil Musyawarah Provinsi/Musyawarah Provinsi Luar Biasa dikukuhkan/dilantik oleh Pengurus Besar setelah direkomendasi oleh Ketua Umum KONI Provinsi dan diberhentikan oleh Musyawarah Provinsi setelah berakhirnya masa bakti atau apabila ada permintaan dan atau persetujuan untuk Musyawarah Provinsi Luar Biasa sesuai Anggaran Rumah Tangga pasal 17 ayat (4) c. Pengurus Provinsi dan Pengurus Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya dapat menangguhkan/menolak untuk mengukuhkan/melantik kepengurusan Pengurus Provinsi. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari seperti tersebut pada ayat (4) huruf “e” pasal ini ternyata Pengurus Besar. Pengurus Besar. maka Pengurus Besar.

(6) Ketua Umum tidak dibenarkan/dilarang memegang jabatan rangkap dalam tingkatan kepengurusan yang sama pada cabang olahraga yang sama. Tidak dapat aktif dalam jangka waktu minimal 6 (enam) bulan b. Musyawarah Kerja/Musyawarah Nasional. (7) Persyaratan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan ditetapkan oleh Musyawarah Kerja/Musyawarah Kabupaten/Kota. Provinsi. Mengundurkan diri b.baru sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 13 Syarat-syarat Pengurus (1) Warga Negara Indonesia (2) Memiliki dedikasi. Melalaikan tugas kewajiban organisasi (2) Anggota Pengurus tingkat Pusat. Pasal 14 Pembebasan dari Tugas Jabatan Pengurus (1) Anggota pengurus tingkat Pusat. loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi dalam membangun perbulutangkisan (3) Warga salah satu perkumpulan bututangkis yang telah sah menjadi anggota atau perorangan yang menjadi simpatisan PB JRM. (5) Seseorang yang sedang menduduki jabatan Ketua Umum pada cabang olahraga yang lain tidak dibenarkan mencalonkan atau dicalonkan sebagai calon Ketua Umum PB JRM di semua tingkatan. Kabupaten/Kota dapat dibebaskan dari tugas jabatannya karena : a. Musyawarah Kerja/Musyawarah Provinsi. Kabupaten/Kota dapat dibebaskan dari tugas jabatan untuk sementara karena : a. (4) Berkelakuan baik dan tidak pernah diberhentikan sebagai warga PB JRM. Provinsi. Berhalangan tetap (3) Permohonan non aktif salah seorang pengurus dengan alasan menurut ayat (1) huruf “a” dan pengunduran diri ayat (2) huruf “a” pasal ini disampaikan secara tertulis kepada pengurus sesuai dengan tingkatan organisasi (4) Poses pemberhentian terhadap Ketua Umum dilakukan melalui Musyawarah Luar Biasa sesuai tingkatan organisasi Pasal 15 Pengisian Jabatan Antar Waktu . Diberhentikan c.

Rapat Pleno Pengurus Kabupaten/Kota h. Musyawarah Kabupaten/kota Luar Biasa. Rapat Pengurus Lengkap Pengurus Besar c. Rapat Pleno Pengurus Provinsi e. BAB IV RAPAT MUSYAWARAH Pasal 16 Tentang Rapat – Rapat (1) Rapat-rapat PB JRM terdiri dari: a.(1) Jika terjadi kekosongan jabatan dalam susunan pengurus maka pengurus mempunyai wewenang untuk mengisi kekosogan itu (2) Pengisian kekosongan jabatan Ketua Umum yang diakibatkan oleh pasal 14 dilakukan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa/ Musyawarah Provinsi Luar Biasa. rapat dilanjutkan dan segala keputusannya dinyatakan sah Pasal 17 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional diadakan 4 (empat) tahun sekali dimana Pengurus Besar dan Dewan Pengawas memberikan pertanggungjawaban (2) Musyawarah Provinsi diadakan 4 (empat) tahun sekali dimana Pengurus Provinsi dan Dewan Pengawas memberikan pertanggungjawaban. rapat ditunda paling lama 30 (tiga puluh) menit dan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dari 3 (tiga) macam jabatan kedudukan dalam kepengurusan. Rapat lainnya sesuai kebutuhan organisasi (2) Rapat-rapat dapat berlangsung dan dianggap sah bilamana dihadiri oleh 50 % + 1 (satu) dari jumlah pengurus yang ada (3) Bilamana korum rapat tidak tercapai seperti dimaksud pada ayat (2) pasal ini. Rapat Anggota Perkumpulan Bulutangkis k. Rapat Pengurus Lengkap Pengurus Kabupaten/Kota i. Rapat Pengurus Harian Pengurus Kabupaten/ Kota j. Perkumpulan sesuai tingkatannya dengan berpedoman kepada Anggaran Rumah Tangga pasal 17 dengan ketentuan pengunduran diri dapat diikuti oleh seluruh/sebagian personalia pengurus dan atau menurut kemauan individu masing-masing. Rapat Pleno Pengurus Besar b. Rapat Pengurus Lengkap Pengurus Provinsi f. Rapat Pengurus Harian Pengurus Besar d. Rapat Pengurus Harian Pengurus Provinsi g. (3) Musyawarah Kabupaten/ Kota diadakan 4 (empat) tahun sekali dimana Pengurus Kabupaten/ Kota dan .

(6) Musyawarah Nasional /Musyawarah Provinsi /Musyawarah Kabupaten/ Kota pada pokoknya bertugas untuk : a. Menetapkan/penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB JRM (Khusus untuk Munas) e. (13) Pada dasarnya pengambilan keputusan dalam Musyawarah adalah Musyawarah untuk mufakat seperti diatur Anggaran Dasar pasal 11 . anggota yang bersangkutan. Pengurus Kabupaten/Kota. Pengurus Provinsi mempunyai hak suara 1 (satu) c. Musyawarah Provinsi Luar Biasa : Atas permintaan dan atau persetujuan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pengurus Kabupaten/Kota yang sah c.6. Menetapkan tata tertib dan acara b. (10) Apabila setelah 1 (satu) jam pengunduran berakhir jumlah utusan yang hadir tetap belum mencapai 50% + 1 (satu) maka musyawarah dilanjutkan dan segala keputusan dinyatakan sah (11) Hak Suara dan Surat Kuasa : a.8. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban c.7. Memilih pengurus baru (7) Musyawarah Nasional diikuti oleh para peserta yang terdiri dari . Muskabupaten/Kota dilaksanakan sesuai dengan ayat (2. Pengurus Besar tidak diperkenankan menerima kuasa/mandat mewakili Pengurus Provinsi (12) Untuk Musprov.10 dan 11) pasal ini. Musyawarah Nasional Luar Biasa : Atas permintaan dan atau persetujuan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pengurus Provinsi yang sah b.9. Musyawarah Kabupaten/Kota Luar Biasa : Atas permintaan dan atau persetujuan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Perkumpulan Bulutangkis yang sah (5) Musyawarah Luar Biasa untuk penggantian Ketua Umum yang disebabkan berhalangan tetap dapat dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus ada permintaan dari Pengurus Provinsi.Dewan Pengawas memberikan pertanggungjawaban. Menetapkan program kerja d. (9) Apabila jumlah utusan yang hadir kurang dari 50% + 1 (satu) dari Pengurus Provinsi yang sah maka musyawarah diundur maksimum selama 1 (satu) jam.3. (4) Musyawarah Luar Biasa untuk penggantian pengurus maupun Ketua Umum dapat dilakukan sewaktu-waktu yang diatur sebagai berikut : a. Pengurus Besar mempunyai hak suara 1 (satu) b. Pengurus Besar dan utusan Pengurus Provinsi yang sah serta dapat dihadiri oleh peninjau yang diundang oleh Pengurus Besar (8) Musyawarah Nasional adalah sah apabila dihadiri utusan sekurang kurangnya 50% + 1 (satu) dari Pengurus Provinsi yang sah.

Tingkat Nasional oleh Pengurus Besar b. uang pangkal. maka dilakukan secara voting /pemungutan suara dengan ketentuan sebagai berikut : a.(14) Pada waktu bersamaan dengan Munas dapat dilaksanakan Kejuaraan Nasional Bulutangkis (15) Pemilihan pengurus lengkap PB JRM dilaksanakan sebagai berikut : a.Anggota formatur (16) Sistem dan tata cara pemilihan Ketua Umum dapat dilakukan secara musyawarah mufakat apabila tidak tercapai musyawarah mufakat. Tingkat Provinsi oleh Pengurus Provinsi c. Musyawarah Provinsi.Ketua Umum terpilih sebagai ketua formatur . Dewan Pengawas dan Pengurus Provinsi b. sumbangan. (4) Kelalaian atau penyelewengan terhadap keuangan organisasi yang dapat dibuktikan secara sah oleh tim verifikasi/akuntan publik dapat dikenakan sanksi dari yang berwenang dan sanksi organisasi menurut Anggaran Rumah Tangga pasal 6 . Ketua Umum dan dewan Pengawas dipilih secara langsung oleh peserta Musyawarah Nasional. Musyawarah Kerja Nasional dihadiri oleh Pengurus Besar. Voting/pemungutan suara tertutup untuk pemilihan orang b. Voting/pemungutan suara terbuka untuk pemilihan bukan orang (17) Musyawarah Kerja Nasional : a.Kelengkapan susunan pengurus dipilih oleh formatur dengan jumlah gasal maksimum 5 (lima) orang dengan komposisi : . (2) Pertanggungjawaban keuangan organisasi dilakukan a. Musyawarah Kabupaten/Kota b. Tingkat Kabupaten/Kota oleh Pengurus Kabupaten/Kota (3) Di tingkat Pusat / Provinsi mengadakan penelitian / pemeriksaan mengenai keuangan dan kekayaan organisasi dengan / dapat memakai jasa akuntan publik. Musyawarah Kabupaten/ Kota dilaksanakan dan berlaku menurut ketentuan Anggaran Rumah Tangga pasal ini sesuai tingkatan kewenangannya BAB V PERBENDAHARAAN ORGANISASI Pasal 18 Keuangan (1) Keuangan organisasi didapat dari uang iuran. hasil mengadakan pertandinganpertandingan dan usaha-usaha lain yang sah. Musyawarah Kerja Nasional diadakan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dan pada saat yang sama dapat dilakukan Kejuaraan Nasional (18) Tata cara Musyawarah Provinsi.

Pasal 19 Perbendaharaan (1) Pencatatan perbendaharaan organisasi seperti termaksud dalam Anggaran Dasar pasal 12 harus dilakukan dengan prinsip akuntasi yang berlaku umum (2) Segala perbendaharaan/kekayaan dan sebagainya yang didapat dengan cara apapun yang berhubungan dengan perbulutangkisan tanpa sepengetahuan/persetujuan pimpinan organisasi. Pengurus Kabupaten/Kota yang tidak mengikuti kejuaraan satu tingkat diatasnya 2 (dua) kali berturut-turut dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga pasal 5 dan 6 . Pengurus Provinsi. (2) Pengurus Besar. Pengurus Kabupaten/Kota yang tidak menyelenggarakan kejuaraan sesuai tingkatannya dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga pasal 5 dan 6 (3) Pengurus Besar. Pasal 20 Yayasan Bulutangkis Indonesia (1) Yayasan Bulutangkis Indonesia dapat dibentuk di tiap kepengurusan PB JRM sesuai dengan tingkatannya untuk membantu dan mendukung kelancaran kegiatan PB JRM (2) Yayasan Bulutangkis Indonesia dibentuk oleh Pengurus PB JRM dan bertanggung jawab kepada pengurus PB JRM sesuai dengan tingkatan nya dalam bentuk penyampaian laporan tertulis secara periodik (3) Ketua Umum Yayasan Bulutangkis Indonesia dijabat oleh Ketua Umum Pengurus PB JRM atau yang ditunjuk oleh Ketua Umum sesuai tingkatannya. Pengurus Provinsi. (4) Dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku BAB VI UMUM Pasal 21 Kejuaraan Nasional (1) Pengurus Besar wajib menyelenggarakan Kejuaraan Nasional antar perkumpulan dan perorangan melalui jenjang kejuaraan/kompetisi sesuai dengan tingkat organisasi dilakukan sekali 1 (satu) tahun secara berselang. baik bersifat kolektif maupun perorangan penanganannya dikoordinasikan oleh pimpinan organisasi. merupakan penyimpangan dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi dan dapat dikenakan sanksi menurut Anggaran Rumah Tangga pasal 6 (3) Usaha penghimpunan dana melalui sponsor dan dana kontrak atau dalam bentuk usaha lain dengan pihak penyandang dana untuk mendukung kegiatan perbulutangkisan.

(4) Waktu dan tempat penyelenggaraan Kejuaraan Nasional ditetapkan oleh Pengurus Besar PB JRM dan segala sesuatu yang berkenaan dengan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional diatur oleh suatu panitia yang diangkat oleh Pengurus Besar. Provinsi diperbolehkan mengundang tim luar daerah untuk mengadakan pertandingan di daerahnya. Kabupaten/Kota. Pengurus Kabupaten/Kota. (4) Ketentuan-ketentuan lainnya sebagaimana dimaksud ayat (3) pasal ini diatur oleh Pengurus Besar PB JRM. Perkumpulan bulutangkis diperbolehkan mengirim anggotanya baik yang ada di daerah maupun Pelatnas ke luar negeri (anggota BWF dan BAC) untuk mengikuti pertandingan. segala konsekwensi menjadi tanggung jawab Pengurus Besar dan atau yang diberi kuasa oleh Pengurus Besar (3) Pengurus Provinsi setempat dimana kejuaraan internasional diadakan dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia kejuaraan tersebut (4) Penentuan tim nasional berikut tim manajer dengan segala persiapannya untuk mengikuti kejuaraan internasional dilakukan oleh Pengurus Besar (5) Pengurus Besar memberikan dispensasi keikutsertaan anggota dari perkumpulan bulutangkis /provinsi atas biaya sendiri dengan penilaian kualitas prestasi oleh Pengurus Besar dimaksud ayat (2) pasal ini Pasal 23 Mengundang / Mengirim Dari / Ke Luar negeri (1) Dengan persetujuan Pengurus Besar. maka Provinsi. (3) Dengan persetujuan Pengurus Besar. Kabupaten/Kota atau anggota (perkumpulan bulutangkis) diperbolehkan mengundang tim luar negeri anggota Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asian Confederation (BAC). Pasal 22 Kejuaraan Internasional (1) Sebagai anggota Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asian Confederation (BAC). maka Pengurus Provinsi. untuk mengadakan pertandingan-pertandingan di daerahnya. maka PB JRM dapat mengikuti /melaksanakan kejuaraan Internasional yang tidak bertentangan dengan peraturan disesuaikan dengan program kerja PB JRM (2) Keputusan untuk turut serta/melaksanakan turnamen sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini. . Pasal 24 Mengundang/Mengirim dari/Ke Luar Daerah Dengan persetujuan Pengurus sesuai dengan tingkatannya. (2) Pengurus Besar dapat mempercayakan penyelenggaraan pertandingan kepada Pengurus Provinsi dan Pengurus Provinsi yang bersangkutan akan mendapat hasil pertandingan sebesar 20% dari hasil bersih (diluar hasil penjualan karcis) kecuali ditentukan lain oleh Pengurus Besar. maka Perkumpulan.

b. yang pelaksanaannya ditentukan Pengurus Provinsi dan proses pembentukannya dibantu oleh Pengurus Besar. waktu dan tempat pelaksanaannya ditentukan oleh Pengurus Kabupaten/Kota (7) Status Pusdiklat: a. (3) Puslatwil diadakan khusus sebagai wadah untuk mempersiapkan anggota perkumpulan provinsi berprestasi yang berkualitas yang waktu dan tempat pelaksanaannya ditentukan oleh Pengurus Besar bekerjasama dengan Pengurus Provinsi (4) Pelatprov diadakan khusus sebagai wadah untuk mempersiapkan atlet provinsi berprestasi yang berkualitas yang waktu dan tempat pelaksanaannya ditentukan oleh Pengurus Provinsi (5) Pusdiklat diadakan khusus sebagai wadah mempersiapkan anggota perkumpulan muda usia berkualitas di provinsi. Pada tingkat Kabupaten/Kota disebut Pemusatan latihan Kabupaten/Kota (Pelatkab/kota) f. Pasal 26 Pusat Latihan Nasional. Pada tingkat nasional disebut Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) b. Pada tingkat Provinsi disebut Pusat Pendidikan dan latihan (Pusdikat) e. Pada tingkat kepengurusan tertentu dapat dibentuk pemusatan latihan lainnya (2) Pelatnas diadakan khusus sebagai wadah mempersiapkan anggota perkumpulan berprestasi yang berkualitas yang waktu dan tempat pelaksanaannya ditentukan oleh Pengurus Besar. Pusdiklat berada dibawah tanggungjawab Pengurus Provinsi dengan difasilitasi Pengurus Besar atas kerjasama dengan pihak kedua sebagai sponsor selaku Bapak Angkat. Pada tingkat wilayah disebut Pemusatan Latihan Wilayah (Pelatwil) c. Pengelola Pusdiklat diangkat/dikukuhkan dan diberhentikan oleh Pengurus Besar untuk jangka waktu tertentu atas usul Pengurus Provinsi c. Pengurus Besar PB JRM bertindak selaku pengawas (8) Promosi/Degradasi anggota Pelatnas dilaksanakan setelah kalender tahunan kejuaraan bulutangkis tahun berjalan berakhir dan atau dilakukan pada awal tahun berikutnya dengan ketentuan yang ditetapkan Pengurus Besar (9) Ketentuan lainnya dituangkan dalam Pedoman Kerja/Peraturan Pengelolaan Pelatwil/Pelatprov/Pusdiklat .Pasal 25 Hadiah Uang dan Uang Kontrak Pembagian hadiah uang dan uang kontrak/iklan yang diperoleh atlet diatur oleh Pengurus Besar PB JRM. Pemusatan Latihan Wilayah. Pemusatan Latihan Daerah dan Pusat Pendidikan dan Latihan (1) Pemusatan latihan bulutangkis terdiri dari: a. (6) Pelatkab/Kota diadakan khusus sebagai wadah untuk mempersiapkan anggota perkumpulan Kabupaten/Kota yang berkualitas. Pada tingkat Provinsi disebut Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) d.

2. c. Antar perkumpulan disatu wilayah Pengurus Kabupaten /Kota b. harus ada ijin dari perkumpulan bulutangkis asal dan diketahui Pengurus Kabupaten/Kota yang bersangkutan serta wajib dilaporkan kepada Pengurus Provinsi. Antar Pengurus Kabupaten /Kota c. Perpindahan antar Negara harus ada ijin dari Perkumpulan bulutangkis asal dan diketahui Pengurus Kabupaten/Kota. Antar Negara (2) Dalam tenggang waktu 1 (satu) bulan menjelang Kejuaraan Nasional /Provinsi/Kabupaten/Kota tidak diizinkan adanya perpindahan atlet dari perkumpulan baik tingkat Pengurus Kabupaten/Kota maupun Pengurus Provinsi (3) Perpindahan anggota perkumpulan/warga dimaksud ayat (1) pasal ini dianggap sah sebagai anggota perkumpulan/warga yang baru setelah memenuhi prosedur/persyaratan sebagai berikut : a. Pasal 27 Rekruitmen Atlet Masuk Pelatnas/Pusdiklat/ Pelatprov/Pelatkab/Kota Prosedur merekrut atlet masuk Pelatnas/Pusdiklat/Pelatprov/Pelatkab/kota diatur oleh pengurus sesuai tingkatannya Pasal 28 Perpindahan dan Pengunduran Diri Anggota/Warga Perkumpulan Bulutangkis (1) Perpindahan anggota perkumpulan/warga bulutangkis terbagi atas : a. Anggota perkumpulan/warga tersebut menyampaikan permohonan ijin pindah secara tertulis dengan menyebutkan nama perkumpulan bulutangkis/Negara tujuan dengan tembusan kepada Pengurus Besar. Pengurus Besar PB JRMsegera membuat surat keputusan dan memberitahukan kepada BWF. BAC.4. Pengurus Kabupaten/kota yang bersangkutan b. Perpindahan antar Pengurus Provinsi harus ada ijin dari perkumpulan bulutangkis dan diketahui Pengurus Kabupaten/Kota dan Pengurus Provinsi asal yang bersangkutan serta wajib dilaporkan kepada Pengurus Besar. Perpindahan antar Pengurus Kabupaten/Kota dalam suatu wilayah provinsi. Pengurus Provinsi yang selanjutnya diajukan kepada Pengurus Besar PB JRM untuk pertimbangan dapat/tidak usulan tersebutdisetujui. Pengurus Provinsi.3. Apabila disetujui.Bulutangkis yang ditetapkan Pengurus Besar.1. Asosiasi bulutangkis negara tujuan kepindahan. Anggota perkumpulan/warga bulutangkis yang diijinkan untuk pindah perkumpulan/negara lain tidak . Antar Pengurus Provinsi d. c. c. Ijin perpindahan tertulis dari perkumpulan bulutangkis asal dipergunakan untuk perijinan perpindahan pada tingkat kepengurusan secara berjenjang sesuai wilayah kepindahan anggota perkumpulan/warga bersangkutan diatur sebagai berikut : c. Memperoleh ijin perpindahan tertulis dari perkumpulan bulutangkis asal c. Khusus untuk anggota perkumpulan /warga bulutangkis yang menjadi anggota Pelatnas apabila melakukan perpindahan antar negara harus didahului dengan pengajuan surat permohonan pengunduran diri dari Pelatnas secara jelas menyebutkan perkumpulan bulutangkis/negara tujuan kepindahan.

(4) Prosedur. Tata Tertib b. Continental Championship.dierbolehkan untuk bermain mewakili perkumpulan/negara lain tersebut selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak surat keputusan dikeluarkan pada kejuaraan perorangan yang terdiri dari World Championship. Apabila dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari. harus terlebih dahulu menyelesaikan segala kewajibannya kepada perkumpulanbulutangkis dimana ia selama ini telah menjadi anggota termasuk biaya pembinaan dan perpindahan. a. Anggota yang pindah. Uber Cup. maka pengunduran diri dari anggota perkumpulan/warga bulutangkis tersebut menjadi sah dan Pengurus Kabupaten/Kota/Pengurus Provinsi asal dan Pengurus Besar PB JRM dinyatakan tidak menyetujui pengunduran diri/perpindahan tesebut tanpa persyaratan. Perkumpulan bulutangkis asal dan perkumpulan bulutangkis baru (penerima pindahan) yang diketahui oleh kepengurusan ditingkat wilayah yang bersangkutan. Asian Games. dan kejuaraan beregu yang terdiri dari : Thomas Cup. World Senior Championship. b. b. tempat asal dan penerima pindahan. b.1 Pengunduran diri dan atau perpindahan setiap anggota perkumpulan/warga bulutangkis harus dilakukan secara tertulis kepada perkumpulan bulutangkis yang bersangkutan dengan memberikan tembusan kepada Pengurus Kabupaten/Kota dan Pengurus Provinsi masing-masing disetai dengan tanda terima. Sudirman Cup. Setiap anggota perkumpulan/ warga bulutangkis yang me ngundurkan diri dari keanggotaan/perkumpulannya. d. tata tertib perpindahan/pengunduran diri anggota perkumpulan /warga bulutangkis diatur sebagai berikut : a.1. Olimpiade.2. maka perpindahan/ pengundurkan diri anggota perkumpulan/warga bulutangkis tersebut menjadi sah dan Pengurus Kabupaten/Kota/Pengurus Provinsi/ Pengurus Besar asal dinyatakan telah menyetujui perpindahan/pengunduran diri tersebut tanpa persyaratan. Apabila dalam tenggang waktu masing-masing 14 (empat belas) hari Pengurus Kabupaten/Kota/Pengurus Provinsi/ Pengurus Besar yang bersangkutan tidak dan tidak memberikan jawaban tertulis. . tidak dibenarkan bermain pada perkumpulan bulutangkis yang lain. Anggota perkumpulan/warga bulutangkis yang pindah sebagaimana dimaksud ayat (3) pasal ini dinyatakan efektiif mengikuti/mewakili perkumpulan bulutangkis setelah 1 (satu) bulan sejak tanggal surat ijin kepindahan dari perkumpulan bulutangkis asal. Proses perijinan pindah dan pelaksanaan perpindahan atlet anggota perkumpulan/warga bulutangkis ini.3. b. SEA Games. SEA Games dan pertandingan internasional lainnya yang melibatkan 2 (dua) atau lebih tim dari asosiasi bulutangkis. senantiasa didasarkan atas kesepakatan antar anggota perkumpulan/warga bulutangkis.3. Setiap perkumpulan bulutangkis berkewajiban untuk memberikan jawaban tertulis permohonan perpindahan/ pengunduran diri anggota/warganya dalam tenggang waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari terhitung tanggal diterimanya surat permohonan pengunduran diri termaksud (tanda terima) b.2. dinyatakan dapat bermain untuk dan atas nama perkumpulan bulutangkis yang baru setelah tenggang waktu 1 (satu) bulan terhitung tanggal kepindahan dari perkumpulan bulutangkis asal. perkumpulan/warga bulutangkis yang bersangkutan tidak memberikan jawaban tertulis.5.4. Setiap anggota perkumpulan/warga bulutangkis yang akan melakukan perpindahan ke perkumpulan bulutangkis yang lain. Perkumpulan bulutangkis dari setiap anggota/warga yang pindah dari perkumpulan bulutangkis yang menerima kepindahan anggota itu harus memberikan laporan tertulis dengan mencantumkan domisili asal anggota yang bersangkutan kepada Pengurus Kabupaten/Kota/Pengurus Provinsi dan Pengurus Besar. Asian Games. e. a. Prosedur a.

e. maka Kabupaten/Kota dan Provinsi yang bersangkutan wajib menyelesaikan masalah tersebut dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari b. Perpindahan anggota perkumpulan/warga antar negara akan sah apabila sudah disetujui oleh Pengurus Besar PB JRM melalui surat keputusan (5) Hak mendapatkan imbalan penggantian pembinaan bagi perkumpulan bulutangkis : a. Imbalan dimaksud ayat (5) pasal ini harus dilunasi pada saat anggota perkumpulan/warga yang bersangkutan melakukan perpindahan dengan disertai bukti pembayaran yang pembagian dan besarannya terlampir pada lampiran VI Anggaran Rumah Tangga ini c. d. dengan memperhatikan pula tenggang waktu tidak lebih dari 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal permohonan anggota perkumpulan/warga bulutangkis. Imbalan uang transfer bagi anggota perkumpulan/warga bulutangkis yang pindah ke luar negeri diatur dengan pembagian dan besarnya seperti pada lampiran VII Anggaran Rumah Tangga ini (6) Arbitrase a. Setiap sengketa dan / atau ketidaksepakatan mengenai pengunduran diri atau perpindahan anggota perkumpulan/warga bulutangkis yang terjadi antara perkumpulan bulutangkis yang berbeda. Setiap ketidaksepakatan mengenai perpindahan/pengunduran diri seorang anggota perkumpulan/warga bulutangkis dan berada dalam lingkungan satu Kabupaten/Kota dan Provinsi. Perpindahan anggota perkumpulan/warga bulutangkis dari perkumpulan bulutangkis yang satu ke perkumpulan bulutangkis lain hanya dilakukan 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun. dapat dikenakan sanksi seperti yang diatur datam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB JRM. maka keputusan yang ditetapkan Pengurus Provinsi bersifat mengikat kedua belah pihak. maka perkumpulan bulutangkis asal berhak untuk mendapatkan imbalan penggantian biaya pembinaan dari perkumpulan bulutangkis yang baru. Dalam hal dimaksud ayat (6) huruf “c” pasal ini. Terhadap setiap masalah perpindahan/pengunduran diri anggota Kabupaten/kota dan Provinsi yang tidak terselesaikan oleh perkumpulan bulutangkis maupun Pengurus Kabupaten/kota dan Pengurus Provinsi maka anggota perkumpulan/warga bulutangkis dan/atau perkumpulan bulutangkis yang bersangkutan agar diselesaikan berdasarkan musyawarah/mufakat. BAB VII LAMBANG/BENDERA/MARS PB JRM Pasal 30 Lambang . maka Kabupaten/kota dan Provinsi yang bersangkutan harus membantu menyelesaikan atau meminta bantuan Pengurus Provinsi maupun Pengurus Besar c.Organisasi Dalam dan Luar Negeri Setiap warga dibenarkan duduk menjadi anggota organisasi-organisasi luar dan dalam negeri dimana PB JRM tercatat sebagai anggota yang tujuan organisasi tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB JRM. (7) Setiap pelanggaran dari warga terhadap ketentuan tata tertib ini. b.b.6. Dalam kasus perpindahan/mutasi. Pasal 29 Organisasi .

Huruf PB JRM: terdiri dari 4 (empat) dihubungkan dengan gambar setengah lingkaran sebanyak 5 (lima) biji warna merah dibawah shuttle cock. syair ditulis oleh Hadi Sepoetro. . melambangkan tahun 1945 e. b. Gambar Kapas berjumlah 17 (tujuh belas) biji yaitu melambangkan angka keramat (hari Proklamasi) c. Terdiri dari 5 (lima) warna yang melambangkan azas Pancasila sebagaimana digambarkan dalam lampiran II Anggaran Rumah Tangga ini yang mempunyai arti sebagai berikut : * Kuning : Kejayaan Tuhan Yang Maha Esa * Hijau : Kesejahteraan dan Kemakmuran * Putih : Suci dan Kejujuran * Hitam : Kekal dan Abadi * Merah : Keberanian b. Gambar Shuttle Cock dengan delapan bulu. Bendera PB JRM wajib dipergunakan pada setiap kegiatan PB JRM. rendah hati tapi kuat dan tekun. Musyawarah Provinsi dan kejuaraan bulutangkis di tingkat pusat dan daerah Mars PB JRM a. f. Mars PB JRM adalah lagu yang diciptakan oleh J. melambangkan bulan 8 (delapan) Agustus d. Bendera PB JRM berwarna kuning dan hijau. sebagaimana digambarkan dalam lampiran III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran Rumah Tangga ini.A. antara lain Musyawarah Nasional. Gambar Padi: sebanyak 51 (lima puluh satu) butir yang melambangkan hari lahir PB JRM yaitu tahun 1951 tanggal 5 Mei. partiturnya dirinci pada lampiran IV yang merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari Anggaran Rumah Tangga ini. Bendera a. b. Kuning melambangkan Kejayaan dan warna hijau sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran dan ditengahnya digambarkan secara lengkap lambang PB JRM.Lambang PB JRM adalah sebagai berikut : a. keuletan. Gambar Perisai: adalah simbol ketahanan. Mars PB JRM wajib diperdengarkan pada setiap kegiatan PB JRM BAB VIII HUBUNGAN PB JRM DENGAN LEMBAGA/ BADAN OLAH RAGA NASIONAL/INTERNASIONAL Pasal 31 Hubungan PB JRM dengan Lembaga / Badan Olah Raga Nasional / Internasional (1) Pengurus Besar dapat mengadakan hubungan dengan organisasi/ lembaga-lembaga /badan-badan olahraga nasional/internasional yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan PB JRM. Bachtiar Wiwi.

Pengurus Kabupaten/Kota.Lain – lain (1) Segala sesuatu yang belum/tidak diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini.(2) Pengurus Besar dapat menarik wakil-wakilnya yang ditunjuk duduk dalam organisasi/ lembaga / badan olahraga nasional/ internasional sewaktu-waktu bilamana dianggap perlu. (2) Segala perubahan yang ada pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dilakukan dalam Sidang Musyawarah Nasional. (2) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditentukan dengan keputusan rapat pengurus sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Pembagian dan besarnya penggantian biaya pembinaan dalam perpindahan anggota perkumpulan bulutangkis Dalam perpindahan anggota perkumpulan bulutangkis asal berhak mendapat penggantian biaya pembinaan (Anggaran Rumah Tangga pasal 28 ayat 5) yang besar dan pembagiannya diatur sebagai berikut : . Pengurus Kabupaten/Kota dalam lingkungannya masing-masing sesuai dengan ketetuan-ketentuan yang ada pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Provinsi yang ada atau atas panggilan/permintaan Pengurus Besar dengan persetujuan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Provinsi yang sah dapat diadakan Musyawarah Luar Biasa untuk menentukan pembubaran organisasi atau keperluan darurat yang dianggap sangat penting 2. Pengunduran diri secara menyeluruh baik Pengurus Besar maupun Pengurus Provinsi. BAB IX PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal 32 1. dapat diatur lebih lanjut dalam peraturan-peraturan/ketentuan-ketentuan khusus tersendiri oleh Pengurus Besar dalam lingkungan nasional Pengurus Provinsi. tanpa persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Provinsi/ Kabupaten/Kota dan dalam lingkungan/wilayah masing-masing tidak dapat dibenarkan BAB X HAL-HAL LAIN DAN PENUTUP Pasal 33 Hal. Pasal 34 Penutup (1) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan dan diubah oleh Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar biasa yang diadakan untuk itu.

Dari perkumpulan bulutangkis dalam dua wilayah Pengurus Kabupaten/Kota sebesar minimal Rp.Atlet non pelatnas tingkat Provinsi : US $ 25.5 dunia .Ranking 6 . 5.b dan c diatas diatur sebagai berikut : e. 15 % untuk Pengurus Besar PB JRM dan 10 % untuk Pengurus Provinsi asal .000 : US $ 15.2. 1.a.000 : US $ 10. b dan c diatas) maka surat perpindahan dinyatakan tidak berlaku dan anggota perkumpulan bulutangkis tidak dapat mengikuti kejuaraan/event apapun e.000 : US $ 7.000 (lima juta rupiah) d.500 : US $ 5.10 dunia . Apabila penggantian biaya pembinaan tersebut tidak dilunasi (butir a. Perkumpulan bulutangkis /negara tujuan harus memberikan kompensasi penggantian uang pembinaan kepada perkumpulan bulutangkis dan PB PB JRM yang jumlahnya minimum sebagai berikut : .PB JRM untuk atlet pelatnas adalah 75 % untuk perkumpulan bulutangkis asal.000 (lima juta rupiah) c.Ranking 1 .3.000 Pembagian antara perkumpulan bulutangkis dengan PB. Untuk perpindahan anggota perkumpulan bulutangkis karena kasus tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah/mufakat Lampiran VII Pembagian dan besarnya penggantian biaya pembinaan dalam perpindahan anggota perkumpulan bulutangkis ke luar negeri 1.000.1. Perpindahan antar perkumpulan bulutangkis dalam satu Kabupaten/Kota 100 % untuk perkumpulan bulutangkis asal e.000 : US $ 20. Perpindahan antar perkumpulan bulutangkis dan antar Provinsi 75 % untuk perkumpulan bulutangkis asal 15 % untuk Pengurus Kabupaten/Kota 10 % untuk Pengurus Provinsi asal f. Dari perkumpulan bulutangkis dalam dua wilayah Pengurus Provinsi sebesar minimal Rp.000 (satu juta rupiah) b.Ranking diatas 16 dunia . 5.000.Atlet Pelatnas tanpa ranking . Perpindahan antar perkumpulan bulutangkis dan antar Kabupaten/Kota dalam satu Provinsi 85 % untuk perkumpulan bulutangkis asal 15 % untuk Pengurus Kabupaten/Kota e.000. Dari perkumpulan bulutangkis dalam satu wilayah Pengurus Kabupaten/Kota sebesar minimal Rp. Pembagian dimaksud butir a.Ranking 11 – 16 dunia .