You are on page 1of 131

1

BAB I PENDAHULUAN

A. GAMBARAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI Profil lulusan Program Studi Teknik Industri Universitas Hasanuddin merujuk kepada bidang pekerjaan atau jenis pekerjaan yang berkaitan dengan langsung dengan industri. Adapun profil lulusan yang diharapkan dapat berperan sebagai: 1. Operational Engineer 2. Plant Engineer 3. Industrial Designer 4. Quality Control Engineer 5. Project Engineer 6. Researcher / dosen 7. Konsultan Industri 8. Entrepreneur Untuk mencapai peran tersebut lulusan sarjana Program Studi Teknik Industri diharapkan bersifat sebagai integrator, team worker, creative dan adaptif. Nilai lebih lulusan Teknik Industri terletak pada kemampuan untuk berpikir integral atau secara system, dan pada saat yang bersamaan mampu mengoptimalkan detail atau elemen system tersebut. Prospek alumni Program Studi Teknik Industri selalu terbuka luas mengingat kebutuhan akan sarjana dibidang ini sangat dibutuhkan dalam menunjang kebutuhan industri. Jenis industri yang dapat menjadi prospek pekerjaan bagi alumni tidak terbatas pada beberapa jenis industri saja, tetapi meliputi seluruh jenis industri maupun jasa. B. KOMPETENSI LULUSAN Kurikulum pendidikan teknik industri harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu menunjukkan kemampuan merancang, mengembangkan, mengimplementasikan dan memperbaiki sistem integral yang terdiri dari

2 orang, material, informasi, sistem peralatan dan energi serta mampu analitik,

mengintegrasikan

menggunakan

pendekatan

komputasional dan eksperimen yang sesuai (http://www.abet.org).

Kompetensi Utama (U) 1. Menerapkan pengetahuan: matematika, sain, ilmu sosial, dan asas enjiniring untuk memecahkan persoalan teknik industri. 2. Menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional, dan/atau eksperimental untuk memecahkan persoalan teknik industri. 3. Merencanakan, merancang, memperbaiki, dan/atau mengoperasikan suatu: sistem integral yang merupakan persoalan teknik industri. 4. Mengintegrasikan komponen dan/atau proses suatu sistem manufaktur yang meliputi: bahan, mesin dan peralatan, sumber daya insani, energi, informasi, dan/atau modal. Kompetensi Pendukung (P) 1. Menumbuhkan 2. Menggunakan kemampuan bekerjasama dalam kelompok yang teknik, keterampilan, dan/atau tools untuk: bersifat multidisiplin. mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan/atau memecahkan persoalan teknik industri. 3. Menanamkan kesadaran tentang tanggung jawab profesional dan etikal. 4. Menumbuhkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Kompetensi Lain-Lain (L) 1. Menumbuhkan penguasaan wawasan yang luas sehingga dapat memahami dampak penerapan keilmuan teknik industri terhadap konteks global/sosial. 2. Menanamkan kesadaran tentang pentingnya belajar berkelanjutan. 3. Membahas isu kontemporer. 4. Memberikan penguasaan untuk menerapkan teknik dan analisis baru dan/atau teknologi manufaktur maju, yang diperlukan dalam menjalankan praktek profesi keteknik-industrian.

3

C. ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN Bahan ajar sebagai salah satu materi utama dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting keberadaaannya. Ketersediaan bahan ajar sangat membantu baik pihak pengajar maupun pihak yang diajar, agar proses perkuliahan dapat berjalan efektif dan efisien. Bagi pihak pengajar, ketersediaan bahan ajar memudahkan untuk memastikan bahwa keseluruhan aspek bahan mengajar tidak luput untuk disajikan. Di samping itu, dengan adanya bahan ajar, materi perkuliahan akan lebih konsisten, walaupun terjadi penggantian dosen / pengajar. Bagi mahasiswa, manfaat dari ketersediaan bahan ajar adalah memudahkannya untuk mendapatkan content perkuliahan dengan lebih detail, sehingga diharapkan dapat berujung pada meningkatnya prestasi mahasiswa. Mata kuliah Ergonomi Industri merupakan salah satu Mata Kuliah Pilihan dalam Program Studi Teknik Industri. Peserta Mata Kuliah ini ratarata adalah sebanyak 20 orang mahasiswa dalam satu kelas. Nilai ratarata kelas adalah B- (66 – 70). Dengan belum tersedianya bahan ajar selama ini, tingkat kesulitan mahasiswa cukup tinggi untuk dapat mendapatkan material perkuliahan Ergonomi Industri dengan lengkap dan detail. Buku-buku text Ergonomi Industri sejauh ini masih sulit didapatkan di toko-toko buku di Makasar, dan jika ada dijual dengan harga yang cukup tinggi dan sebagian besar dalam Bahasa Inggris. Untuk memudahkan mahasiswa, selama ini dosen menyediakan hand out Mata Kuliah, atau membagi mahasiswa dalam kelompok untuk mempresentasikan topik tertentu yang diambil yang diambil dari bab tertentu dalam satu buku. Dengan cara ini mahasiswa tidak perlu membeli buku yang cukup mahal, dan dapat memahami secara garis besar seluruh topik melalui presentasi kelompok lain. Tetapi cara ini menyulitkan mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman secara lengkap tentang topik-topik tersebut. Atas dasar inilah, penyusunan bahan ajar Mata Kuliah Ergonomi Indusri dipandang sangat penting untuk dilakukan.

kejelasan uraian. mesin dan peralatan. Merencanakan. MINGGU KE SASARAN MATERI STRATEGI KRITERIA Bobot Nilai PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PENILAIAN (%) Membuat landasan yang efektif untuk proses pembelajaran selanjutnya Informasi Kontrak dan Tujuan. Mengintegrasikan komponen dan/atau proses suatu sistem manufaktur yang meliputi: bahan. dan/atau memecahkan persoalan teknik industri. memperbaiki. I 0 II. dan/atau mengoperasikan suatu: sistem integral yang merupakan persoalan teknik industri. energi. Rencana Pembelajaran dan keterkaitan dengan Mata Kuliah lain Ice Breaking Membentuk Kelompok kerja dan memilih ketua secara demokratis Kuliah + Tugas Kajian Pustaka (PjBL) + presentasi Ketepatan pemakaian konsep dgn contoh. kemutakhiran bahan pustaka. Kompetensi Pendukung : Menggunakan teknik. merancang. dan/atau tools untuk: mengidentifikasi. menganalisis. III Mampu memahami pengertian biomekanika dan penerapannya dalam perancangan sistem kerja − Mampu mengukur konsumsi energi manusia ketika bekerja − Mampu menghitung beban yang optimal menurut jenis pekerjaan sesuai ketahanan tubuh.4 RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK MATA KULIAH: ERGONOMI Kompetensi Utama : 5. merumuskan. keterampilan. 6. dan/atau modal. sumber daya insani. informasi. Manfaat. − Mampu memahami postur manual handling yang baik − BIOMEKANIKA DAN MANUAL HANDLING 10 .

kemampuan analogi Kejelasan langkah pemecahan kasus.V − − VI. ketepatan langkah dan alasan. 20 10 10 . kemampuan analogi Ketuntasan Gagasan pada rancangan. kejelasan alasan.5 − Kuliah + Tugas Mampu mengukur Kajian pustaka konsumsi energi (PjBL) +Presentasi manusia ketika bekerja Mampu memahami siklus fisiologi manusia ketika melakukan ASPEK FISIOLOGIS pekerjaan DAN PSIKOLOGIS Memiliki MANUSIA DALAM pemahaman tentang BEKERJA cara mengelola kelelahan dalam bekerja Mampu merancang sistem kerja yang dapat meminimumkan kelelahan Studi kasus + presentasi (case study) Mengevaluasi pencapaian sasaran pembelajaran yang telah dilakukan Ketepatan pemakaian konsep dgn contoh. Mampu menggunakan data ANTHROPOMETRI anthropometri yang sesuai untuk kenyamanan dan keamanan pemakainya Kejelasan langkah pemecahan kasus. ketelitian. kejelasan uraian. kemutakhiran bahan pustaka. ketepatan langkah dan alasan. IX − Mampu memahami aspek-aspek lingkungan kerja yang harus diperhatikan dalam perancangan sistem kerja yang baik Mampu merancang lingkungan kerja yang kondusif dan tidak berbahaya Kuliah+Studi Kasus (PjBL) +presentasi LINGKUNGAN KERJA − − X. ketelitian. Kerja sama Tim pada presentasi. XI Kuliah+Tugas Mampu melakukan merancang produk pengukuran (PjBL) +presentasi anthropometri. VII UTS − VIII. Kreativitas. 10 − IV. kejelasan alasan.

6 - XII. ketepatan langkah dan alasan. kemampuan analogi 10 − XIV. ketelitian. kejelasan alasan. Kejelasan langkah pemecahan kasus. XIII - Mampu memilih. Kerja sama Tim pada presentasi.XV − − Mampu memahami hubungan antara makro ergonomi dengan ergonomic mikro Mampu memahami metode CRT dan MOQS Mampu memahami penerapan Kaizen dalam perusahaan Kuliah+Studi Kasus (PjBL) +presentasi MAKRO ERGONOMI 10 Studi kasus + presentasi (case study) Mengevaluasi seluruh sasaran pembelajaran Uji kompetensi dan remedial XVI Kejelasan langkah pemecahan kasus. ketelitian. kemampuan analogi 20 TOTAL 100 . Kreativitas. kejelasan alasan. merancang control yang sesuai dengan kegunaannya Mampu merancang display yang ergonomis ANALISA DAN PERANCANGAN KONTROL DAN DISPLAY YANG ERGONOMIS Kuliah+Tugas merancang display (PjBL) +presentasi Ketuntasan Gagasan pada display dari model yang dipilih. ketepatan langkah dan alasan.

dengan harapan dapat sedini mungkin mencegah kelelahan yang terjadi akibat sikap atau posisi kerja yang keliru. kemampuan manusia dan keterbatasannya untuk merancang suatu sistem kerja yang baik agar tujuan dapat dicapai dengan efektif. aman. nyaman dan efektif bagi manusia. PENDAHULUAN Sasaran Pembelajaran: − Mampu memahami pengertian ergonomi − Mampu memahami perkembangan sejarah keilmuan ergonomi − Mampu memahami bidang-bidang penerapan ergonomi B. aman dan nyaman (Sutalaksana. gemuk atau kurus. 1979). prosedur kerja dan lingkungan kerja. anak-anak atau orang tua. dan lingkungan yang produktif. karakteristik manusia sangat berpengaruh pada desain dalam meningkatkan produktivitas kerja manusia . dikaitkan dengan profil tubuh manusia. Ergonomi merupakan suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat manusia. keterbatasan. baik orang dewasa. pekerjaan dan fasilitas pendukungnya. Sedangkan metode pendekatannya adalah dengan mempelajari hubungan manusia. utuh atau cacad tubuh. Fokus utama pertimbangan ergonomi menurut Cormick dan Sanders (1992) adalah mempertimbangkan unsur manusia dalam perancangan objek. peralatan. PENGERTIAN ERGONOMI Ergonomi adalah ilmu yang menemukan dan mengumpulkan informasi tentang tingkah laku. dibutuhkan adanya data pendukung seperti ukuran bagian-bagian tubuh yang memiliki relevansi dengan tuntutan aktivitas. dan karakteristik manusia untuk perancangan mesin. sistem kerja. Untuk itu. Jadi. kemampuan. laki-laki dan perempuan.7 BAB II OVERVIEW ERGONOMI A.

3) Penyelidikan tentang aspek fisiologis dan psikologis manusia dalam bekerja.8 untuk mencapai tujuan yang efektif. Penyelidikan ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan system kerja yang lebih sesuai dengan kelebihan dan keterbatasan manusia. dengan memahami aspek fisiologis dan psikologis. 2) Penyelidikan tentang aspek biomekanika dan kekuatan fisik pada saat kerja. temperatur. aman dan nyaman. Meliputi penyelidikan mengenai kondisi lingkungan fisik tempat kerja dan fasilitas kerja. kebisingan. Penyelidikan dengan mengukur ketahanan serta keterbatasan fisik manusia . PENERAPAN ILMU ERGONOMI Penyelidikan ergonomi dibedakan menjadi empat kelompok. C. yakni : 1) Penyelidikan tentang tampilan/display. keselamatan. Penyelidikan pada suatu perangkat (interface) yang menyajikan informasi tentang lingkungan dan mengkomunikasikannya pada manusia antara lain dalam bentuk tanda-tanda. sehat. angka. 4) Penyelidikan tentang lingkungan kerja. dan lambang. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan adanya pengetahuan tentang kesesuaian. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ERGONOMI − 1800-1900 à prioritas utama pada optimasi produksi − PD I à didominasi oleh ahli psikologi − PD II à banyak kegagalan dalam perang akibat disain peralatan yang salah − 1949 à textbook pertama tentang ergonomi − 1957 à organisasi ergonomi (HFS) berdiri D. misalnya pengaturan cahaya. Aspek ini merupakan tahapan perkembangan manusia. keamanan. kepresisian. dan suara. yang kemudian dikembangkan dalam penyelidikan di bidang ergonomi. dan kenyamanan manusia dalam menggunakan hasil produk desain. 5) Aspek makro ergonomi.

proporsi dan skala mebel. dan bergerak). perilaku dan budaya manusia duduk. Psikologi dijadikan studi karena dianggap penting untuk menelaah perilaku dan hal-hal yang dipikirkan oleh manusia sebagai pengguna desain. bahkan yang paling vital mengakibatkan terganggunya sistem otak dan saraf. Jadi perancangan dudukan yang terlalu tinggi atau rendah akan berpengaruh buruk pada kenyamanan. dan psikologi eksperimen (perilaku manusia). Suparto (2003) mengungkapkan hal penting yang diperhatikan dalam perancangan yaitu memperhatikan kemampuan elemen-elemen kursi untuk menanggapi dan membentuk keseimbangan dan kestabilan pada saat orang duduk di atasnya. berdiri. Misalnya dalam perancangan desain kursi. antropometri (ukuran-ukuran tubuh manusia). jarak bebas yang diperlukan oleh pola aktivitas dan sifat aktivitas yang dijalani. beberapa disiplin ilmu ergonomi yang terlibat antara lain anatomi dan fisiologi (struktur dan fungsi pada manusia). Untuk memperoleh manfaat dan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas. sehingga didapatkan ukuran yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan data dalam perencanaan desain. mengambil sesuatu. manusia adalah faktor utama yang mempengaruhi bentuk. Berkenaan dengan penyelidikan tersebut. sedangkan pada saat berdiri tegak pusat gravitasi akan berada 10 cm di depan dan sekitar 15 cm di atas titik acuan duduk. meliputi aspek social organisasi.9 kajian ilmu ergonomi. Pengambilan data ukuran yang keliru mengakibatkan kegagalan desain. fisiologi psikologi (sistim syaraf dan otak manusia). Studi tentang psikologi eksperimen dalam desain diperlukan untuk mengetahui kebutuhan dimensi/ukuran tubuh manusia (misalnya saja kebiasaan. Pusat gravitasi tubuh pada saat duduk tegak berada sekitar 22 cm di muka dan 24 cm di atas titik acuan duduk (titik acuan duduk adalah perpotongan bidang sandaran dan alas duduk). untuk mendapatkan system kerja yang lebih optimal. mebel harus dirancang sesuai dengan ukuran tubuh manusia. mengurangi keseimbangan duduk. struktur dan fungsi tubuh manusia terganggu dan berubah. bahkan bahaya yang lebih besar adalah terjadinya hambatan dalam sirkulasi darah atau gumpalan darah . kelelahan pada daerah punggung khususnya tulang belakang. Seperti yang diungkapkan Ching (1987) dalam perencanaan desain mebel. yang menitikberatkan kajian pada aspek yang lebih luas.

Menggunakan prinsip-prinsip kinesiologi dalam perancangan desain (studi . Sama seperti yang diungkapkan Sritomo (2000). reliabilitas. maupun kelayakan ekonomis seperti analisis nilai. 2. Fokus perhatian dari sebuah kajian ergonomis akan mengarah ke upaya pencapaian sebuah perancanganan desain suatu produk yang memenuhi persyaratan ‘fitting the task to the man’ (Granjean. evaluasi ergonomis. Memahami bahwa manusia merupakan fokus utama perancangan desain. EVALUASI ERGONOMI DALAM PERANCANGAN DESAIN Esensi dasar dari evaluasi ergonomi dalam proses perancangan desain adalah sedini mungkin mencoba memikirkan kepentingan manusia agar bisa terakomodasi dalam setiap kreativitas dan inovasi sebuah ‘man made object’ (Sritomo. yakni : 1. terlebih keamanan dahulu maupun dilakukan kenyamanan. sebelum yakni perihal keselamatan. desain dipasarkan kajian/evaluasi/pengujian yang menyangkut berbagai aspek teknis fungsional. dan marketing. 1982).10 (thrombophlebitis). sehingga hal-hal yang berhubungan dengan struktur anatomi (fisiologik) tubuh manusia harus diperhatikan. demikian juga dengan dimensi ukuran tubuh (anthropometri). sehingga setiap rancangan desain harus selalu memikirkan kepentingan manusia. sebaiknya kesehatan. Untuk melaksanakan kajian atau evaluasi (pengujian) bahwa desain sudah memenuhi persyaratan ergonomis adalah dengan mempertimbangkan faktor manusia. dalam hal ini ada empat aturan sebagai dasar perancangan desain. Secara ringkas. 2000). kerugian akibat tidak menerapkan prinsip ergonomi dalam system kerja adalah sebagai berikut: • Biaya medis yang tinggi • Output produksi yang lebih rendah • Kualitas kerja yang rendah • Meningkatnya turnover pekerja • Penurunan penjualan E.

MTI-ITB. Iftikar Z. 1989 Kroemer. kepuasan dan etos kerja.R. F. 4. Butterworths. 1993 Niebel. New York. 1994 Mc. Sebutkan kerugian bila suatu system kerja mengabaikan aspek ergonomi!! 4. Cormick & Ernest J.E. Ergonomics: How to Design For Ease and Efficiency. New York. Pertimbangan mengenai kelebihan maupun kekurangan (keterbatasan) yang berkaitan dengan kemampuan fisik yang dimiliki oleh manusia di dalam memberikan respon sebagai kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan pengaruhnya dalam perancangan desain. attitude. et al. Mc Graw-Hill. DAFTAR PUSTAKA Galer.A. tujuannya untuk menghindarkan manusia melakukan gerakan kerja yang tidak sesuai. A. Sutalaksana.Human Factors in Engineering and Design. 3.. New Jersey. Methods. K. moral.. EVALUASI 1.11 mengenai gerakan tubuh manusia dilihat dari aspek biomechanics).H.and Freivalds. Standards and Work Design. Sebutkan bidang-bidang penerapan ergonomi!! 3. 1979 ..W. Jelaskan pengertian dari ergonomi!! 2. London. Mengaplikasikan semua pemahaman yang terkait dengan aspek psikologik manusia sebagai prinsip-prinsip yang mampu memperbaiki motivasi. Jelaskan tahap-tahap sejarang perkembangan ilmu ergonomi!! G. 9th Ed.B. Mc Graw Hill. Teknik TataCara Kerja. Prentice Hall. Applied Ergonomics Handbook. tidak beraturan dan tidak memenuhi persyaratan efektivitas efisiensi gerakan. I.1999.

Menurut Frankel dan Nordin. PENGERTIAN BIOMEKANIKA Biomekanika merupakan ilmu yang membahas aspek-aspek biomekanika dari gerakan–gerakan tubuh manusia. Menurut Caffin dan Anderson (1984). − Mampu memahami postur manual handling yang baik B. PENDAHULUAN Sasaran Pembelajaran: − Mampu memahami pengertian biomekanika dan penerapannya dalam perancangan sistem kerja − Mampu mengukur konsumsi energi manusia ketika bekerja − Mampu menghitung beban yang optimal menurut jenis pekerjaan sesuai ketahanan tubuh. anthropometri. occupational biomechanics adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar pekerja dan peralatannya. lingkungan kerja dan lain-lain untuk meningkatkan performansi kerja dan meminimisasi kemungkinan cidera.1. BIOMEKANIKA B. Biomekanika merupakan salah satu dari .12 BAB III BIOMEKANIKA DAN MANUAL HANDLING A. dan dasar ilmu kedokteran (biologi dan fisiologi). biomekanika menggunakan konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada berbagai macam bagian tubuh dan gaya yang bekerja pada bagian tubuh pada aktivitas seharihari. Biomekanika merupakan kombinasi antar keilmuan mekanika. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi dan fisiologi.

Walaupun biomekanik berdasarkan pada prinsip fisika dan matematika yang dikembangkan pada tahun 1600an dan 1700an oleh Galileo. Dalam system ini tubuh dapat didorong atau ditarik oleh sebuah aksi yang biasa disebut gaya. dengan sikap kerja tertentu. Ilmu Biomekanika membahas mengenai manusia dari segi kemampuankemampuannya seperti kekuatan. Descrates. daya tahan. Dalam biomekanika banyak disiplin ilmu yang mendasari dan berkaitan untuk dapat menopang perkembangan biomekanika. Newton. Prinsip biomekanik dapat diaplikasikan pada system tubuh manusia yang istirahat. Ilmu Kinetika. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep. atau system tubuh yang bergerak disebut dinamik. yaitu: 1. Biomekanika dan cara kerja adalah pengaturan sikap tubuh dalam bekerja. Pada ilmu kedokteran. biomekanika dibagi menjadi 2 (dua) pandangan. Tujuannya untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik. Sikap kerja yang berbeda akan menghasilkan kekuatan yang berbeda pula dalam melakukan tugas. dimana kekuatan/ketahanan fisik maksimum dan kemungkinan cidera minimum. Disiplin ilmu ini tidak terlepas dari kompleksnya masalah yang ditangani oleh biomekanika ini. yaitu penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup kekuatan atau daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajari bagaimana cara kerja serta peralatan harus dirancang agar sesuai dengan kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktifitas kerja tersebut. merupakan ilmu yang mempelajari tentang faktor-faktor gaya . Euler dan lainnya. Dalam hal ini sangat erat kaitannya dengan hokum Newton. kecepatan dan ketelitian.biasa disebut Statik. penelitian pertama biomekanika berhubungan dengan fungsi otot dan tulang dari pada tubuh manusia telah ada di awal tahun 1500an oleh Leonardo Da vinci. Dalam hal ini penelitian biomekanika mengukur kekuatan dan ketahanan fisik manusia dalam melakukan pekerjaan tertentu.13 empat bidang penelitian informasi hasil ergonomic. analisis. desain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedokteran.

pada dasarnya ada 2 jenis model gerakan. yaitu gaya reaksi bahu (RE) dan momen reaksi bahu (MS) B. adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat gerak tanpa memperhatikan bidang mana atau bagaimana sifat gerakannya atau sudutnya apakah penuh atau tidak. Two-segment Static Model Menggambarkan beban diterima oleh bahu (shoulder). dimana pemakaian otot maksimum di bawah 15%. 3. antara lain: 1. Menggunakan grup otot yang lebih kecil untuk kecepatan dan ketelitian. Ilmu Kinematika. 4. yaitu gaya reaksi siku (RE) dan momen reaksi siku (ME). Dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. faktor-faktor manusia teknik terfokus pada sistem musculoskeletal. Mencegah Range of Motion (ROM) sendi yang berlebihan. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dalam biomekanika. Menjaga kekuatan otot. Single. Menyeimbangkan antara gerakan yang statik dan gerak yang dinamis.14 yang menyebabkan benda bergerak atau diam. APLIKASI BIOMEKANIKA Pada banyak kegiatan/ pekerjaan sehari-hari secara tidak langsung ilmu biomekanika telah diaplikasikan. Melalui sistem automatic dan biomechanic. Dalam melakukan tugas-tugas yang manipulatif. ilmu biomekanika menganalisanya sebagai pembebanan yang statis. .segment Static Model Menggambarkan beban diterima oleh siku (elbow). 2. 2. 2. yaitu: 1. 1. Ini merupakan sendi yang memiliki dua segmen yaitu segmen distal dan segmen proximal. seperti mengecat langit-langit rumah atau operator dengan display yang tidak sesuai.

Beberapa penerapan ilmu biomekanika pada industri atau kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: 1. ilmu mekanika digunakan untuk mengukur besarnya gaya yang dibutuhkan oleh seorang operator untuk melakukan suatu pekerjaan dengan postur tubuhnya. Dengan meng-aplikasikan ilmu biomekanika. dan industri. di samping tingkat ergonomisnya tinggi. 4. aplikasinya dalam industri menyatakan besarnya gaya otot yang diperlukan oleh seorang operator dalam menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika dan mekanika. mulai dari sport science. Dengan ilmu biomekanika. .15 Prinsip-prinsip biomekanika ini memiliki penerapan sangat luas. Dengan ilmu biomekanika. kita mengetahui dan memahami serta dapat menentukan sikap kerja yang berbeda dapat menghasilkan kekuatan atau tingkat produktivitas yang terbaik. 2. orthopedics. sehingga tingkat produktivitas meningkat dan tingkat kecelakaan menjadi minimum. Dalam perindustrian. 3. 5. Aplikasinya yang lain adalah menentukan perancangan sistem tempat kerja dengan pertimbangan dari gerakan-gerakan tubuh manusia/ pekerja. Dengan ilmu biomekanika ini. aplikasinya digunakan dalam mengevaluasi pekerjaan operator sehingga dapat menghasilkan cara kerja yang lebih baik yang meminimumkan gaya dan momen yang dibebankan pada operator supaya tidak terjadi kecelakaan kerja. jelas bahwa kita akan lebih mudah untuk menentukan rancangan sistem tempat kerja.

Biostatics adalah bagian dari biomekanika umum yang hanya menganalisis tubuh pada posisi diam atau bergerak pada garis lurus dengan kecepatan seragam (uniform). (Tayyari. yaitu : 1. General Biomechanic.16 Anatomy Theorretical Mechanics Anthropometri Kinesiology Bioinstrumentation Biomechanics General Biomechanics Occupational Biomechanics Workplace Design Tool & Equipment Design Seating Devices Design Biostatics Biodynamics Biokinematic s Biokinetics Manual Material Handling Screening & Assigment of Personal Job Design & Redesign Gambar 3. material dan . Diagram Ilmu Biomekanika Sumber : Contini dan Drill (1966) Biomekanika diklasifikasikan menjadi 2. 1997). Didefinisikan sebagai bagian dari biomekanik terapan yang mempelajari interaksi fisik antara pekerja dengan mesin. yaitu: a. Biodinamic adalah bagian dari biomekanik umum yang berkaitan dengan gambaran gerakan-gerakan tubuh tanpa mempertimbangkan gaya yang terjadi (kinematik) dan gerakan yang disebabkan gaya yang bekerja dalam tubuh (kinetik). Occupational Biomechanic. Dibagi menjadi 2. Adalah bagian dari biomekanika yang berbicara mengenai hukumhukum dan konsep-konsep dasar yang mempengaruhi tubuh organic manusia baik dalam posisi diam maupun bergerak.1. b. 2.

jaringan penghubung (Connective Tissue) dan otot.pertanyaan dirancang untuk menyesuaikan dengan kondisi alam. Identifkasi awal dalam masalah cedera otot (muskoletal) • Langkah awal Langkah awal dalam mengevaluasi dalam tempat kerja adalah rekam medis. • Peta ketidaknyamanan tubuh.17 peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan keluhan pada sistem kerangka otot agar produktifitas kerja dapat meningkat. lokasi dan keragaman gejala.yang dikembangkan oleh OSHA (1990) yang ditunjukkan pada gambar sebelumnya. Para pekerja menandai tubuh mereka yang mengalami sakit dan kemudian menentukan tingkat nyeri dengan Visual analogue scale (VAS). . • Gejala survey Jenis dari kuosioner. Alat yang seriing digunakan dalam mensurvey pekerja adalah peta ketidaknyamanan tubuh yang dikembangkan oleh Corleet dan Bishop (1976). keamanan dan jaminan. Dalam biomekanik ini banyak melibatkan bagian-bagian tubuh yang berkolaborasi untuk menghasilkan gerak yang akan dilakukan oleh organ tubuh yakni kolaborasi antara tulang.

Ketika melakukan pekerjaannya.3. sebagai bagian dari pekerjaan.18 Gambar 3. tendon dan syaraf yang terkait. akibat dari melakukan kerja yang berulang. posisi pinggang tertentu pada waktu yang lama. suhu yang rendah. sebelum CTD .2 Peta Ketidaknyamanan Tubuh dengan rating rasa sakit yang dirasakan B. dan getaran. Jika aktivitas tersebut dilakukan berulang-ulang kali. atau membengkokkan siku pada posisi yang tidak nyaman. seperti mengangkat kedua lengan di atas kepala. CUMULATIVE TRAUMA DISORDERS (CTD) Cumulative trauma disorders didefinisikan sebagai sakit pada kumpulan otot. Trauma yang berulang pada bagian tubuh tertentu ini bisa berlangsung lama. atau memutar pinggang. Resiko kerja yang berimplikasi pada CTD adalah seperti tarikan otot pada bagian tertentu yang berulang dan terus menerus. seorang operator melakukan suatu gerakan yang sama berulang-ulang kali. hal tersebut bisa menyebabkan cidera. CTD merupakan penyebab paling banyak dalam kasus kecelakaan kerja.

dan mengulurkan lengan untuk menjangkau benda yang jauh.19 dapat terdiagnosa. Memastikan pekerja paham akan job requirement dan tipe-tipe alat yang diperlukan dalam pekerjaan. Factor lain yang diketahui dapat menyebabkan hal ini adalah postur pekerja ketika sedang melakukan pekerjaan. Memastikan pekerja melakukan posisi mengangkat yang benar. sehingga mereka dapat memilih alat dengan ukuran yang sesuai 2. jika kebutuhan kekuatan pada suatu pekerjaan melebihi kapabilitas operator. menjaga posisi pinggang pada posisi netral ketika bekerja 3. untuk 75% wanita.67 cm. Posisi statis pada waktu yang lama. Kegiatan aerobik juga dapat mengakibatkan low back pain. maka resiko akan cidera otot (musculoskeletal injury) akan meningkat tiga kali lipat. Hal ini terjadi jika ada ketidaksesuaian antara kebutuhan pekerjaan dengan kapabilitas operator.4. melebihi beban maksimum yang diperbolehkan. seperti membungkuk sampai di bawah lutut. B. Tulang belakang . Banyak pekerja yang mengangkat beban dengan bertumpu pada tulang belakangnya. LOW BACK PAIN Low back pain (nyeri di punggung bagian bawah) merupakan salah satu penyebab utama cidera pada tempat kerja. menghindari melakukan tekanan yang keras tanpa bantuan alat. Penelitian lain menunjukkan bahwa hamper sepertiga dari masalah low back pain. seperti kegiatan membungkuk. Tulang Belakang Tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra / ruas tulang. memanjat. Bukti epidemis menunjukkan. Memastikan pekerja paham bagaimana melakukan pekerjaan dengan posisi yang nyaman. dan mengangkat secara berulang kali. Pada orang dewasa panjang tulang belakang dapat mencapai 57 . belajar menggunakan keseluruhan tangan sebisa mungkin. Kunci untuk mencegah terjadinya CTD ini adalah: 1.

Faktor ini sangat berhubungan dengan pekerjaan yang bersifat material handling. yang mempelajari interaksi fisik antara pekerja dengan peralatan. memberi fleksibilitas untuk memutar dan membungkuk 4. Hematopoiesis (tempat pembuatan sel darah merah dalam sum-sum tulang). Merupakan gudang untuk menyimpan mineral (contoh kalsium). 5. yaitu: 1. MANUAL HANDLING C. tetapi tidak dimaksudkan untuk mengangkat. 3. dan memberikan fleksibilitas untuk bergerak memutar atau membungkuk. PENGERTIAN MANUAL HANDLING Biomekanika adalah ilmu yang menggunakan hukum-hukum fisika dan konsep-konsep mekanika untuk mendeskripsikan gerakan dan gaya pada berbagai macam bagian tubuh ketika melakukan aktivitas. 2. C.20 memiliki 33 ruas yang terdiri dari 24 buah ruas merupakan tulang-tulang yang terpisah dengan 9 ruas lainnya bergabung membentuk 2 tulang. mesin dan material. Usaha fisik ini banyak . Pekerjaan ini membutuhkan usaha fisik sedang hingga besar dalam durasi waktu kerja tertentu. Untuk pergerakan (otot melekat kepada tulang untuk berkontraksi dan bergerak). Fungsi tulang belakang adalah sebagai berikut. misalnya penanganan atau pemindahan material secara manual. Secara umum biomekanika industri (occupational biomechanics) didefinisikan sebagai sub disiplin dalam biomekanika. Meskipun kemajuan teknologi telah banyak membantu aktivitas manusia. terlihat bahwa tulang belakang adalah sebagai penyangga tubuh. seperti pengangkatan dan pemindahan secara manual. namun tetap saja ada beberapa pekerjaan manual yang tidak dapat dihilangkan dengan pertimbangan biaya maupun kemudahan. Melindungi organ–organ tubuh (contoh tengkorak melindungi otak). Dari penjelasan di atas.1. yang bertujuan untuk meningkatkan performansi pekerja dengan meminimasi resiko dari cidera otot (musculoskeletal injury). atau pekerjaan lain yang dominan menggunakan otot tubuh. Menahan jaringan tubuh dan memberi bentuk kepada kerangka tubuh.

Hal ini juga dijumpai pada saat pertama pekerja memulai pekerjaan baru dan tidak dibolehkan untuk beristirahat. Hal ini sering kali kita jumpai apada aktivitas yang intens dan tanpa persiapan. codera otot atau sakit pada persendian tulang. yang menjadi isu besar di negara-negara industri belakangan ini. .21 mengakibatkan kecelakaan kerja ataupun low back pain. Hal ini terjadi akbiat adanya saraf yang terganggu.2. • Muscle Overuse Injuries Muscle overuse injuries merupakan suatu cidera dimana terjadi akibat akumulasi urat-urat pada otot serat timbunan asam laktat sehingga terbentuk pembengkakan pada otot dan persendian tulang. • Inflammatory response to a sustained or repetitive load Keadaan ini merupakan cidera seperti muscle overuse dimana akan terjadi pada kegiatan yang tidak berkala. sindrom cuff rotator pada bahu serta sindrom costaclavicular pada bahu dan leher. cidera berat dapat terjadi seperti salah urat. maka kemungkinan besar pembebaban pekerjaan yang diberikan tidak tepat sasaran. C. RESIKO PADA PEKERJAAN BERAT YANG TERDAPAT DALAM MANUAL HANDLING Terdapat beberapa tipe cidera muskuloskeletal pada pekerjaan berat yang terdapat dalam manual handling: • Muscle Overexertion Injuries Ketika pekerjaan dilakukan melebihi dari kekuatan otot aktif. Sementara itu. Jika pekerjaan didesain dengan tidak memperhatikan kekuatan dari pekerja (pria dan wanita) serta postur yang dimilki. terjadi pembebanan yang berulang pada tiap-tiap otot yang bekerja ketika melakukan usaha dan pekerjaan berat. • Work-Related Musculosceletal Disorders Cidera muskuloskeletal dan penyakit lainnya paling banyak terjadi pada industri yang mempunyai tingkat kronis. seperti rasa sakit pada pergelangan tangan.

Beberapa tempat kerja didesain secara dinamis sehingga sistem yang lain cukup fleksibel untuk mengakomodasi lebih dari satu jenis ukuran material. ataupun ukuran peralatan yang digunakan. dilakukan dengan memindahkan material atau produk antara stasiun kerja secara mekanik. perbedaan tingkatan konveyor dan kebutuhan yang diperlukan pada ruang yang sama. jumlah. Analisis aliran material pada beberapa perusahaan dilakukan untuk menghilangkan kegiatan operasi yang tidak memberikan nilai tambah dalam production line (SME 1998. Beban dari baki.3. Beberapa metode dilakukan dengan menggunakan konveyor horizontal. tong. atau berat dari unit-unit beban sehingga semuanya dapat dipindahkan dengan peralatan yang lebih kuat. . botol. Dead Weight Principle.22 C. melaksanakan metode dan menggunakana peralatan dengan baik ketika bekerja dengan berbagai pekerjaan. mereduksi rasio beban dari suatu container atau peralatan pemindah lainnnya untuk dibawa. Mechanization Principle. dilakukan dengan meningkatkan ukuran. dilakukan dengan standarisasi terhadap jenis. Standardization Principle. Adaptability Principle. maual Hal ini juga line memungkinkan terjadinya pekerjaan sepanjang production yang telah diautomatisasi sehingga ada pengawasan serta perbaikan terhadap mesin apabila terjadi kesalah sepanjang pemindahan material. 2000). Unit Load Principle. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam perancangan sebuah sistem pemindahan material (material handling). kaleng. STRATEGI UNTUK MEREDUKSI FAKTOR-FAKTOR RESIKO DALAM PENANGANAN/PEMINDAHAN SECARA MANUAL • Analisis Aliran Material Merupakan salah satu cara terbaik dalam mereduksi terjadinya kecelakaan dalam pemindahan material secara manual. sebaiknya diminimasi sehingga memungkinkan untuk tidak ditangani oleh pekerja lain ataupun menggunakan peralatan pemindah bahan.

khususnya untuk pekerjaan mengangkat dengan berbagai jenis material tiap shift. pelatihan oneon-one kepada pekerja baru di suatu stasiun kerja akan diperlukan untuk mendapatkan keahlian sehingga dapat menghindario terjadinya cidera yang berlebihan saat bekerja. kecuali pembebanan dan penurunan beban. Sebagai contoh. Menggunakan gravitasi dalam melakukan pemindahan lebih praktis. telah dilakukan sebuah usaha terpadu dalam perusahaan untuk mendidik pekerja mengangkat dengan baik. penggunaan gravityfeed conveyor. Menyediakan automatisasi untuk memasukkan penanganan dan fungsi penyimpanan . pemberian laber. Beberapa sistem atumatisasi dapat melakukan berbagai macam aktivitas seperti inspeksi. Pelatihan Kepada Pekerja Jenis Pelatihan Dalam beberapa tahun. Pekerja dapat mengikuti petunjuk berikut : ü Perencanaan Pengangkat ü Menentukan cara terbaik dalam mengangkat ü Ambil pegangan/gagang yang aman dan buka kedua kaki untuk mendapatkan posisi yang stabil ü Gunakan kekauatn kaki untuk mengangkat objek yang berat ü Hindari jalan berliku ketika mengangkat ü Mengganti mengangkat yang berat atau pekerjaan dengan gaya yang besar dengan pekerjaan ringan • . Automation Principle . tempat luncuran dan alat lainnya. Bimbingan untuk latihan mengangkat Ada beberapa jenis pelatihan mengangkat dan force exertion yang pada umumnya harus diketahui oleh pekerja. seperti atomatisasi penumpukan. pengeakan.23 Gravity Principle. Untuk pekerjaan khusus dimana peralatan digunakan dan penggunaan tenaga sangat tinggi. Meluncurkan material lebih baik daripada mengangkatnya karena menggunakan gaya gravitasi dalam pemindahannya.

berat beban yang diangkat oleh dua orang akan lebih ringan dan hal ini tentunya akan mereduksi terjadinya cidera. Beberapa peralatan tersebut dapat digunakan untuk lebih dari satu pekerjaan . Hal ini tentunya sangat cocok untuk memindahkan material yang sangat besar dimana material tersebut mungkin saja tidak berat tetapi mempunyai permukaan yang luas sehingga seorang pekerja saja tidak dapat menggemgam material tersebut. pekerja tidak seharusnya diberikan pelatihan untuk menggunakan peralatan tersebut. kotak dengan dua atau lebih dimensi.24 ü Gunakan otot yang kuat pada pekerjaan berat dan saat pemindahan beban. dimensi atau distribusi berat. Contohnya untuk penanganan lembaran kayu yang sangat besar. sehingga mengetahui lingkungan dan keperluan . One-One Lifting and Force Exertion Training Salah satu cara yang umum digunakan untuk memberikan pelatihan kepada pekerja baru adalah dengan menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan pengalamannya pada minggu pertama. Pada dasarnya. Apalagi jika peralatan tersebut sudah sangat sering kita temukan dalam aktivitas sehari-hari. karung besar. pipa. ketika sebuah peralatan direkomndasikan untuk membuat pemindahan material lebih ergonomic. Two-Person Handling Training Beberapa objek sangat sulit untuk dipindahkan kecual dua pekerja yang melakukannya yang dikarenakan berat. Training Handlers in the Use of Handling Assist Devices Terdapat banyak peralatan pendukung yang digunakan dalam memndahkan material dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya. Penanganan dengan dua orang sebaiknya tidak di pertimbangakn atas dasar ergonomis dalam menentukan pembebanan karena dengan dua pekerja hampir seluruh material dapat dipindahkan. Pendekatan ini cukup sukses apabila pengalaman pekerja merupakan bakat alami dan dapat mengetahui teknik tersebut lebih baik dari pada diberikan pelatihan secara manual. Pada umumnya. dll.

25 pekerjaan sangat penting ketika memilih jenis peralatan yang akan digunakan. bagian pengiriman dan penerimaan barang. Training in The Use of Back Belts and Gloves Di bagian pergudangan. Dengan cara ini. pekerja tidak akan diberikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kapasitas pekerja sehingga dapat meminimalisir terjadinya cidera dalam bekerja. beberapa perusahaan menyediakan sabuk belakang fleksibel bagi pekerjanya berulang. Selection Seleksi pekerja untuk melakukan pekerjaan berat telah ditawarkan kepada pekerja sebagai salah satu cara untuk mereduksi cidera musculoskeletal ketika bekerja. Hal ini juga memberikan pengaruh terhadap proses bisnis yang lebih yang melakukan pekerjaan mengangkat secara • • . Perancangan Ulang Pada Stasiun Kerja Dan Pekerjaan Perancangan ulang pada stasiun kerja ataupun pekerjaan dimaksudkan untuk mereduksi resiko terjadinya cidera dan juga rasa sakit yang diderita oleh pekerja selama proses pemindahan material. pekerja menggunakan sabuk untuk mengingatkan mereka mengangkat dengan baik. Pekerja di gudang. Beberapa proses operasi sukup sulit untuk dikembangkan mengikuti konsep ergonomi dikarenakan faktor teknologi yang belum tersedia. Sementara itu. pusat barang dan dibeberapa pekerjaan pertanian. proses seleksi dapat dilakukan ketika proses staffing. Jika ukuran atau bentuk sarung tangan tidak tepat. pekerjaan pertanian dan beberapa perusahaan manufaktur menggunakan sarung tangan untukmelindungi tangan mereka.Meskipun buktinya belum jelas bahwa sabuk belakang yang fleksibel melindungi tulang belakang. akan mengakibatkan penangana material akan semakin sulit karena tangan akan kehilangan kekuatan untuk menggenggam.

26 fleksibel khususnya bagi para staff operation ketika ingin berlibur. Kedua tangan mengangkat pada posisi berdiri ( tidak mengangkat dengan satu tangan atau duduk atau dengan posisi berlutut) Maksimal 8 jam per hari (untuk pekerjaan mengangkat yang berulang) Beban padat atau beban stabil Tempat kerja harus mencukupi luasnya untuk bergerak nyaman Temperatur lingkungan ( 700F ± 100 ) Mengangkat dengan kecepatan yang rendah atau sedang. ataupun pada saat sedang sakit. menarik. saat pelatihan. memikul. mendorong ataupun menarik dengan rantai Mendorong. Posisi terbaik dalam zona ini adalah sekitar 51 cm-114 cm dari atas lantai. Hal ini dapat mereduksi erjadinya cidera pada pekerja. BEBAN YANG DIPERBOLEHKAN (PERMISSIBLE LOAD) . C. bahan-bahan. sebagai cara lain apabila mengangkat beban tidak dimungkinkan.4. Gunakan sabuk. Jaga jarak beban sekitar 36 cm dari badan Mengangkat dan menurunkan. Bukan menekan. Lantai yang rata. atau alat bantu lainnya untuk Kurangi jumlah perpindahan material. Berikut beberapa panduan umum yang dilakukan sehingga akan menjadikan proses pemindahan secara manual ke dalam safe lifting zone: Jaga posisi angkat di atas lutut dan di bawah bahu. tidak licin. Mereduksi belokan dan mengurangi hal-hal ekstrim dalam pekerjaan mengangkat yang berulang. ataupun produk dalam production line serta antar stasiun kerja Ikuti petunjuk analisis aliran material ketika melakukan pengaturan pada sebuah stasiun kerja atau pada jalur perpindahan baru.

Kedalaman baki ditentukan oleh volume material. . misalnya satu jam. Penggunaan pembagi atau pengganjal untuk mengisi bagian-bagian/parts dapat membuat distribusi beban menjadi rata dengan cara memberi sedikit dorongan ke arah hilangnya kendali. termasuk konfigurasi dan ukuran dari beban dan seberapa mudah beban tersebut dapat dipindahkan. Panjang baki mempengaruhi kumpulan otot yang bekerja ketika beban ditangani secara manual. Tekanan biomekanik yang terjadi pada pinggang pekerja dapat meningkat secara signifikan ketika beban dipindahkan dari badan secara horizontal. Desain baki/palet Berikut adalah petunjuk perancangan baki dimana akan mempengaruhi jumlah beban yang mampu untuk dikendalikan: Lebar baki menjelaskan jarak horizontal pusat massa dan beban dari tulang pinggang pekerja. baki yang mempunyai panjang lebih dari 48 cm tidak dapat dipegang tanpa melibatkan kedua bahu pekerja.27 Faktor-Faktor Yang Berperan Untuk Mengangkat Beban Yang Bisa Diterima • Ukuran Objek yang Diangkat: Container Design Ukuran berat yang aman untuk diangkat tergantung dari beberapa faktor. Bahan atau material yang lepas dalam satu suatu baki dapat menyebabkan berat yang diangakat tidak tidak terdistribusi secara merata antara kedua tangan. Kedalaman yang direkomendasikan dalam perancangan baki adalah 13 cm atau dibawahnya apabila baki dikendalikan secara manual. Secara umum. Panjang yang direkomendasikan adalah 48 cm atau kurang dari itu dengan batas maksimal 61 cm untuk penanganan secara manual. produk atau permintaan persediaan dalam sebuah proses produksi atau dalam jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Lebar 36 cm atau lebih dianjurkan dalam perancangan baki dan tidak lebih dari 51 cm apabila baki dikendalikan secara manual.

Tekanan biomekanik pada tulang pinggang yang efektif dan dapat diterima adalah kurang dari 9 kg untuk objek 51 cm. Gagang yang baik adalah dibuat dengan tinggi di bawah 102 cm. . prores metabolisme akan lebih efisien sebesar 11% dengan gagang. Penyediaan gagang pada peti tidak perlu dilakukan karena biayanya sangat mahal. Ukuran peti/kotak Dimensi/ukuran memaksimalkan kotak beban untuk yang meminimasi dapat diterima tekanan seperti dan pada perancangan baki sebelumnya. Berikut diantaranya. ada beberapa keuntungan apabila terdapat gagang dimana hal ini lebih tepat digunakan pada beberapa produk/material. perancangan gagang pada peti juga membutuhkan banyak peralatan tambahan untuk mengakomodasi tangan dalam memegang. Selain itu. Gagang baki dipastikan pada posisinya sehingga pusat massa dari beban mendekati titik dimana baki sesuai dengan jari-jari dan tangan. gagang diperlukan untuk mencegah terjadinya fatique Gagang juga diperlukan untuk peti berukuran besar. Studi tentang handle positioning mengindikasikan bahwa sudut antara 30o-45o disarankan untuk keseluruhan dari tinggi angkat. Lokasi lift juga sangat mempengaruhi dalam pemilihan gagang/pegangan mana yang baik digunakan pada sebuah baki. Jika peti diangkat pada jarak yang cukup jauh. lebar mengangkat pada 76 cm di atas lantai. penambahan gagang dapat meningkatkan berat yang direkomendasikan sampai 10% Jika peti yang selalu diangkat dan kemudian dilepas lagi.28 Perancangan gagang atau pegangan dapat mengakibatkan suatu perbedaan yang besar pada berat yang diterima oleh baki. Namun demikian. Jika berat peti lebih dari yang direkomendasikan. Perbedaan utama adalah pada kebanyakan peti/kotak tidak mempunyai gagang dan diangkat berhadapan pada sudut-sudut dan alas kotak.

Faktor koreksi pada persamaan mengangkat manual oleh NIOSH dibatasi untuk mereduksi beban yang diterima sampai 30%. Derajat asimetris pengangkat Koreksi dibatasi pada suatu bidang datar disekitar tulang belakang dan di depan badan yang meliputi 135o. Pengukurannya dapat dilakukan dengan cara berikut : Mengambil titik tengah jarak antara mata kaki Mengambil titik tengah jarak antara kedua tangan Memproyeksikan titik tengah pada lantai. Rotasi yang berlebihan juga bisa diterima oleh bagian pinggang bawah karena interaksi gaya tekan dan pergeseran pada tulang belakang pinggang. yaitu H pada persamaan NIOSH (NIOSH 1994) TInggi vertical pada awal dan akhir dari pengangkatan Hal ini menjelaskan tentang bagian otot mana yang dapat memindahkan beban. Jenis Pegangan yang Digunakan • . Jarak vertical dari pengangkat Semakin besar jarak vertikal. lalu ikuti Ukur jarak antara titik tengah.29 Jarak horizontal dari tangan ke punggung bagian bawah Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam pendistribusian beban dengan kedua tangan adalah jarak horizontal dimana beban dikendalikan oleh punggung bawah. Analisis biomekanik menjelaskan tentang resiko gaya yang berlebihan pada pinggang Lokasi horizontal dari seorang pengangkat Ini diukur pada awal sampai akhir pemindahan dan juga dapat diukur sebelum pemindahan dilakukan apabila jaraknya lebih jauh. semakin banyak waktu yang digunakan pengangkat dan memungkinkan semakin sedikit otot-otot bagian atas yang dilibatkan.

lumayan/sedang. Akan tetapi nilai RULA yang rendah tidak memberikan garansi bahwa tempat kerja terbebas dari ergonomic hazard.30 Petunjuk manual mengangkat (The NIOSH 1991 Manual Lifting Guidelines) memasukkan sebuah faktor gabungan yang menghubungkan tentang bagaimana suatu objek dapat ditangani dengan baik sebelum dipindahkan. dan distribusi beban pada tangan. Resiko akan dinilai dengan kisaran. gaya dan pergerakan yang dilakukan. RULA atau Rapid Upper Limb Assessment (dikembangkan oleh McAtamney dan Corlett. jenis gagang. Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh untuk penanganan yang aman adalah lantai/pijakan yang stabil. RULA ini dibuat untuk mendeteksi postur kerja atau faktor resiko yang membutuhkan investigasi lebih lanjut. Kategori-kategori tersebut adalah baik. Tool ini akan memberikan suatu nilai yang menjelaskan suatu pekerjaan dimana nilai tersebut mencerminkan keadaan postur. Faktor Lingkungan Berat yang diterima pada pekerjaan mengangkat yang dilakukan secara berulang dapat membuat perubahan beban kerja yang dipengaruhi oleh suhu tempat kerja. . 1993) menyediakan media penghitungan rating beban muskuloskeletal dalam suatu pekerjaan dimana seseorang akan memiliki resiko dari pembebanan bagian atas tubuh dan leher. kekuatan per unit pada area tangan atau jari. Metode lain adalah dengan menghitung RWL dan LI. jangkauan gagang. dan nilai yang tinggi belum tentu menggambarkan bahwa workplace tersebut memiliki beberapa masalah. Dimana kisaran (score) yang tinggi mencerminkan resiko yang semakin tinggi. Salah satunya adalah metode RULA. tidak baik dan juga diuraikan dalam istilah keseimbangan gagang/pegangan. pegangan/gagang yang stabil dan beban yang stabil • Perhitungan Beban yang diperbolehkan Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah beban yang sesuai dengan prinsip biomekanika. khususnya panas.

Revisi tersebut menghasilkan RWL (1991).31 Perhitungan RWL dan LI Sebuah lembaga yang menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Amerika. yaitu batas beban yang dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cedera meskipun pekerjaan tersebut dilakukan secara berulang-ulang dalam durasi kerja tertentu (misal 8 jam sehari) dan dalam jangka waktu yang cukup lama. NIOSH (National Institute of Occupational safety and Health) melakukan analisis terhadap kekuatan manusia dalam mengangkat atau memindahkan beban.82 + 4. serta merekomendasikan batas maksimum beban yang masih boleh diangkat oleh pekerja yaitu Action Limit (AL) dan Maximum Permitable Limit (MPL) pada tahun 1981.003[V-75])) : Jarak vertical dari lantai ke posisi awal beban (dalam cm) .0032 A) : Assimetris (dalam derajat) : Faktor pengali frekuensi : Faktor pengali kopling (handle) : Faktor pengali vertikal = (1-(0. RWL didefinisikan dengan persamaan berikut: RWL = LC x HM x VM x DM x bAM x FM x CM Keterangan : RWL : Batas beban yang direkomendasikan LC HM H DM D AM A FM CM VM V : Konstanta pembebanan = 23 kg : Faktor pengali horizontal = 25/H : Jarak horizontal beban (dalam cm) : Faktor pengali perpindahan = 0. Kemudian persamaan tersebut direvisi sehingga dapat mengevaluasi dan menyediakan pedoman untuk range yang lebih luas dari manual lifting.5/D : Jarak vertical antara posisi awal dan akhir beban (dalam cm) : Faktor pengali asimetrik = 1 – (0.

Garis Sagital adalah garis yang melalui titik tengah kedua mata kaki bagian dalam dan berada pada bidang sagital. Faktor pengali kopling Coupling Good Fair Poor (Sumber : Waters et al . Perhitungan RWL dilakukan pada titik origin dan destination dari proses loading. karena faktor jarak perpindahan dan tinggi benda kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap RWL.32 Tabel 3. Hal ini untuk mengetahui pada titik manakah terjadi metode pengangkatan yang paling kritis. yaitu perhitungan Lifting Index (LI). kanan dan kiri.00 1. LI = berat beban / RWL : jarak antara kedua tangan dengan lantai. akan dipilih RWL yang terendah. : jarak perbedaan ketinggian vertikal antara destination dan origin dari pengangkatan.00 0. Garis Asimetrik adalah garis horizontal yang menghubungkan titik tengah garis yang menghubungkan kedua mata kaki bagian dalam dan proyeksi titik tengah beban pada lantai.1. diproyeksikan pada lantai.95 0. Vertical Location (V) Vertical Travel Distance (D) Lifting Frequency (F) selama periode 15 menit Sudut asimetrik (A) : sudut yang dibentuk antara garis asimetrik dan pertengahan garis sagital.1994) Horizontal Location (H) antara 2 tumit. Untuk perhitungan selanjutnya.90 .90 V≥75 cm 1. : angka rata-rata pengangkatan/ menit : jarak telapak tangan dari titik tengah Type V<75 cm 1. saat posisi tubuh netral (tangan berada di depan tubuh dan tidak ada perputaran pada bahu dan kaki).00 0. Bidang sagital adalah bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian. Perancangan tempat kerja harus memperhatikan batasan-batasan ini.

penggunaan kedua tangan. yang menggambarkan pada suatu kondisi dan metode pengangkatan tertentu. Pada situasi seperti ini. Hal ini terutama terjadi pada pekerjaan mengangkat dengan frekuensi yang tinggi (≥15 lifts per min) ( Petrofsky and lin 1978). Kelelahan mengurangi kemampuan dari otot-otot yang aktif. NIOSH merekomendasikan bahwa frekuensi mengangkat dihitung diatas 15 menit per periode. Faktor konsumsi oksigen dan kapasitas aerobic tubuh menjadi faktor yang diukur untuk menentukan pembebanan kerja sehingga beben yang diberikan bisa diterima. Kelelahan Otot Lokal Menentukan Beban Yang Dapat Diterima Dalam pekerjaan mengangkat yang dilakukan berkali-kali.33 Kondisi pengangkatan yang baik. kaki dapat terjadi secara bersamaan apabila waktu pemulihan tidak cukup. belakang. Pada kebanyakan pekerjaan mengangkat. Petunjuk Perancangan Frekuensi Pekerjaan Mengangkat • Faktor-Faktor Metabolisme yang Mendukung Beban Bisa Diterima Dalam mengangkat. terdapat frequensi mengangkat yang cukup intensif untuk beberap menit diikuti dengan aktivitas ringan sebelum periode penanganan intensif. akan memiliki LI < 1. Kelelahan pada lengan. berat yang direkomendasikan pada masing-masing pengangkat dihitung secara terpisah dan dikombinasikan untuk mendapatkan indeks frequensi independent gabungan . beban yang diangkat lebih kecil dari RWL sehingga terhindar dari resiko cedera. dan jarak pemindahan sangat penting dalam menentukan jika kelelahan otot lokal akan terjadi (Rodgers 1997). terdapat lebih dari satu jenis material yang akan dipindahakan atau terdapat banyak tempat tujuan untuk dipindahkan. Masing- • . Untuk mereduksi frekuensi beban rangkap pada pekerjaan. tinggi pengangkat. tangan seperti y otot pada bahu.

• • . Penggunaan kereta atau alat bantu lain untuk memindahkan barang direkomendasikan Menyekop Menyekop adalah suatu cangkokan dari satu atau mengangkat dengan kedua tangan . air konveyor ataupun screw conveyor. Sebagai contoh pada penggunaan alat penggali. Pekerjaan menyekop sering melibatkan kegiatan mengangkat yang dilakukan secara berulang dengan lama 15 menit sampai 1 jam.34 masing beban tambahan menjadi lebih berat karena persentase dari kapasitas mengangkat digunakan sebagai kapasitasuntukmenghilangkan kelelahan. tetapi kedua tangan tidak selalu mendapatkan pembebanan yang sama sebelum pemindahan beban. Jika bahan ditangani dengan penjepit gagang maka beban yang dapat diterima mencapai 20 % dari nilai yang dapat diterima ketika menggunakan kekuatan gagang dengan jangkauan 5 sampai 7. Petunjuk Perancangan Pekerjaan Membawa. pada beban yang lebih besar dari 7 kg (15 lb) dengan jarak pemindahan lebih dari 15 m (50 ft). Ketika pekerjaan menyekop dilakukan dengan frekuensi yang cukup tinggi dan merupakan hal pokok dari sebuah pekerjaan serta dilakukan pada lingkungan yang membolehkan penggunaan alat bantu. peralatan pemindah bahan lainnya harus dipertimbangkan. Mengangkat Satu Tangan Dengan mengangkat menggunakan satu tangan. Menyekop dan Mengangkat Dengan Satu Tangan • Membawa ( dengan dua tangan) The Liberty Mutual Carryng Guidelines dikembangkan dilaboratorium simulasi penugasan.5 cm. dan National Berau of Standards (NBS) juga mempelajari portabilitas dengan mengembangkan stndar untuk berat perlatan untuk dibawa secara manual (McGehan 1977). beban yang diterima ketika mengangkat akan lebih besar.

Pekerja tidak bolehkan untuk menumpuk jerami sampai 9 tingkat Pekerja tidak dibolehkan mengambil jerami yang telah ditumpuk dengan lebih dari 9 tingkat Jika pekerja terdiri dari dua orang. . Ketika jerami kayu ingin ditangani secara manual dan berkala. Hal ini ditangani secara manual dengan merotasi drum dari tepi hingga pangkal. penerimaan dan departemen distribusi. Pertimbangan Khusus dalam Perancangan Pekerjaan Mengangkat Secara Manual • Penanganan Jerami Jerami yang terbuat dari kaya digunakan hampir diseluruh industri untuk memindahkan material. Untuk itu. maka jerami dapat ditumpuk dan dapat diambil dari tingkat 12 Jerami sebaiknya selalu ditempatkan di sebelah kanan atas dengan butiran kayu yang dibariskan untuk memudahkan peluncuran Jerami yang rusak sebaiknya dipindahkan dari area kerja untuk dilakukan perbaikan. Dengan ukuran yang berbedabeda menjadikan benda ini sulit untuk ditangani secara manual. maka berikut diberikan petunjuk yang harus diikuti sehingga dapat mereduksi terjadinya resiko cidera yang berlebihan . persediaan dan produk antara produksi. banyak pekerja hanya meluncurkan jerami ke bawah ataupun menumpuk secara horizontal.35 Mengangkat dengan satu tangan telah mnunjukkan bahwa akan meningkatkan terjadinya resiko kelelahan ada tulang belakang. • Penanganan Drum Material cair dan bubuk sering ditempatkan di dalam drum besi ataupun fiber. Drum yang terbuat dari baja biasanya mempunyai kapasitas 208 liter (55 gal) dan berat 23 kg (50 lb) ketika kosong dan 45 sampai 295 kg (100 sampai 650 lb) ketika penuh. Dari pada mengangkatnya. frekuensi mengangkat yang keseringan dengan menggunakan dua tangan lebih disarankan .

peron angkutan dan timbangan sebaiknya diletakakkan dibawah di atas deretan drum sehingga drum tidak harus diangkat 14 sampai 25 cm (6 sampai 10 in) dari atas lantai Pompa udara dan penyedot sabaiknya digunakan untuk memindahkan material cair pada drum. Petunjuk penanganan drum yang harus diiikuti berdasarkan pengukuran dan observasi adalah sebagai berikut : Drum dengan berat lebih dari 115 kg (253 lb) sebaiknya ditangani dengan handcart atau alat bantu lainnya. yang bertujuan untuk mereduksi keperluan drum dimiringkan pada posisi horizontal secara manual atau menggunakan kedua tangan. pekerja harus memegang leher botol dan juga dasar bingkai. Drum dengan beban lebih dari 227 kg (500 lb) sebaiknya ditangani dengan peralatan yang lebih canggih dan kuat. Ketika botol berukuran besar ini ditangani secara manual untuk mengeluarkan isinya. . Benda ini juga mempunyai berat lebih dari 18 kg (40 lb) dan pada jarak yang lebih jauh sangat baik diangkut dengan peron angkutan dan dipindahkan menggunakan forklift. Botol ini mempunyai kapasitas antara 7 sampai 95 liter (2 sampai 25 gal). dan yang paling banyak digunakan berkapasitas 19 sampai 38 liter. Tips terbaik adalah dengan menggunakan fork lift truck. Konveyor.36 Meskipun drum dalam keadaan hampir kosong. Drum dengan berat lebih dari 104 kg (225 lb) sebaiknya ditangani dengan drum carts atau alat bantu lainnya. tidak direkomendasikan untuk melakukan penangan secara manual dengan memutar drum. Drum kecil yang ditangani secara manual sebaiknya mempunyai berat yang tidak lebih dari 18 kg (40 lbm) dan harus padat. dan airveyor dan sekrup sebaiknya digunakan untuk memindahkan bubuk-bubuk kimia. • Penanganan Botol Berukuran Besar Carboys (botol besar) adalah kaca atau botol plastik yang terbungkus oleh kayu atau bingkai plastik dan biasanya berisi asam anorganik.

Menggilir pekerja pada pekerjaan yang dilakukan berkali-kali dapat mereduksi total kerja aerobik dalam menangani pengangkatan karung serta dapat mereduksi terjadinya kelelahan. seperti pompa pengisap atau metode ruang dan pilar ruang hampa udara Gunakan penjepit pada tabung reaksi atau gelas kimia sehingga pekerja tidak dapat memegang gelas kimia tersebut. carboys. . Karung dengan berat dibawah 7 kg (15 lb) dapat ditangani dengan nyaman dengan diangkat setinggi pinggang dan dapat dilakukan oleh kebanyakan orang. snook. Sebagai alternatif. ciriello. gunakan bejana yang mempunyai dua tangkai/gagang atau lekukan untuk membantu menggenggamnya. khususnya di daerah lengan dan tangan.37 Berikut adalah beberapa persoalan yang disarankan untuk dilakukan dalam penanganan botol berukuran besar : Jika kontainer tidak mempunyai alas katup. Berikut akan djelaskan petunjuk perancangan penanganan karung berdasarkan studi mengangkat beban yang dapat diterima (Ciriello dan Snook 1983. pertimbangkan penuangan zat cair kedalam botol pencet dibandingkan dengan penanganan dalam jumlah yang besar dengan container Pemindahan item yang besar dan berat seperti botol. dan kendi sebaiknya menggunakan kereta/gerobak • Penanganan Karung Bahan makanan serta bahan-bahan kimia dalam bentuk bubuk dalamjumlah yang besar ditangani menggunakan tas plastik atau kertas yang tebal. dengan berat berapapun. pertimbangkan penggunaan alat lain untuk membagi cairan. stasiun kerja sebaiknya diatur sehingga memungkinkan karung untuk diluncurkan dari pada diangkat. dan hughes 1993) dan observasi penanganan karung di perusahaan : Jika karung ditangani lebh dari 450 kali dalam 1 shift. Jika penggunaan zat cair sering digunakan dalam jumlah yang sedikit.

kardus atau plastik harus ditangani secara manual.38 Karung dengan berat lebih dari 23 kg (50 lb) sebaiknya tidak diangkat secara manual. 2. Jelaskan pengertian occupational biomekanics! Jelaskan 2 jenis model gerakan dalam biomekanika! Sebutkan beberapa penerapan biomekanika dalam industry Jelaskan mengenari CTD! Bagaimana prinsip-prinsip perancangan system kerja agar mencegah terjadinya CTD? Hal-hal apa saja dalam kerja yang dapat menyebabkan low back pain? Resiko-resiko apa saja dalam pekejaan berat yang terdapat dalam manual handling? Jelaskan beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mereduksi factor-faktor resiko tersebut!! • . 3. Ukurannya biasanya mencapai 2. Jika berat material kurang dari 13 kg (29 lb). 8. pekerja dapat memindahkannya pada jarak yang dekat dengan lingkungan yang tidak berangin menggunakan alat bantu. Jika tidak dimungkinkan untuk ditangani menggunakan alat bantu. letakkan lebih dari 2 pallet atau platform dengan tinggi 38 cm di bawah pallet untuk mereduksi keadaan membungkuk ketika ingin mengangkat. baja. maka sebaiknya diangkat dengan ketinggian antara 51 sampai 102 sm (20 sampai 40 in) atau diluncurkan saja Jika karung diletakkan palletdi atas lantas. kaca. D. 4. lembaran kayu berukuran besar. tebal dan tidak terlalu keras. 6. EVALUASI 1. Penanganan Papan Dinding Atau Lembaran Berukuran Besar Di beberapa perusahan construksi. dan ditangani dengan menggunakan jepitan untuk menggenggam.5 cm. 5. Lembaran tersebut tidak mempunyai pegangan/gagang. 7. Beberapa alat bantu transportasi seperti gerobak dan truk sebaiknya digunakan untuk memindahkan material pada jarak yang jauh atau untuk menangani lembaran yang berat.

DAFTAR PUSTAKA Galer. Human Factors and Ergonomics Society.R. Teknik Industri-ITB.A. Standards and Work Design. 1995. Thomas. Ergonomics: How to Design For Ease and Efficiency.Human Factors in Engineering and Design. 9th Ed. 1994 . sejauh 40cm ke atas. California. Mosby. 1994-1996 Roebuck. Musculoskeletal Disorders in the Workplace : Principles and Practice. Ergonomic Design for People at Work. London. Mc Graw-Hill. Pada kondisi bagaimanakah pekerjaan ini dapat dilakukan?? 13. Laboratorium Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi. 1993 Niebel. K.et. Missouri. 1989 Nordin. John.MTI-ITB. Cidera apa yang biasanya terjadi pada operator pekerjaan dengan work load ringan tetapi dengan waktu kerja yang sangat panjang?? E. New York. et al. 1983. Prentice Hall. Anthropometric Methods: Designing to Fit the Human Body. 12. Proceeding Lokakarya I-III Methods Engineering. January.B. Cormick & Ernest J. I. 10. New Jersey. Frekuensi pengangkatan diharapkan sebanyak 200 kali per jam. Sutalaksana.. Applications Manual for the Revised NIOSH Lifting Equation.39 9.H..al.W. A. al. Jarak pusat massa beban adalah 20cm dari lumbarspine. 1979 Laboratory of Eastman Kodak Co. Water. dari sebuah platform setinggi 20cm dari lantai. Iftikar Z. Methods. New York. 11. 1994 Mc. 1997 Kroemer. et. Vol.and Freivalds. Safety & Human Factors. Mc Graw Hill. Butterworths. Applied Ergonomics Handbook..I.E. Anthropometric Methods: The Human Factor Section Health. Lifetime Learning Publications. Teknik TataCara Kerja.1999. Jelaskan tentang metode RULA! Jelaskan tentang metode perhitungan RWL dan LI !! Jelaskan bagaimana postur manual handling yang dapat meminimasi cidera!! Suatu pekerjaan mengharuskan operatornya mengangkat beban sebesar 20kg. Margareta.

Konsentrasi asam laktat dalam darah . dan faktor lainnya .Temperatur tubuh .Tingkat penguapan.Peredaran udara dalam paru-paru .Komposisi kimia dalam darah dan air seni . Kerja fisik akan mengakibatkan perubahan pada fungsi alat-alat tubuh.Denyut jantung . Pemisahan ini tidak dapat dilakukan secara sempurna.Energi ekspenditure . kerja mental murni relatif lebih sedikit mengeluarkan energi dibandingkan kerja fisik.Konsumsi oksigen . yang dapat dideteksi melalui perubahan : . PENDAHULUAN Sasaran Pembelajaran: − Mampu mengukur konsumsi energi manusia ketika bekerja − Mampu memahami siklus fisiologi manusia ketika melakukan pekerjaan − Memiliki pemahaman tentang cara mengelola kelelahan dalam bekerja − Mampu merancang sistem kerja yang dapat meminimumkan kelelahan B. Apabila dilihat dari energi yang dikeluarkan.40 BAB IV ASPEK FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS MANUSIA DALAM BEKERJA A. karena terdapat hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. kegiatan-kegiatan kerja manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik (otot) dan kerja mental (otak). PENGUKURAN KONSUMSI ENERGI Secara garis besar.

.10!! ! ! Y : energi ekspenditure (kilokalori per menit) X : kecepatan denyut jantung (denyut per menit) Setelah besaran kecepatan denyut jantung disetarakan dalam bentuk energi. Konsumsi energi pada waktu bekerja biasanya ditentukan dengan cara tidak langsung. biasa digunakan parameter indeks kenaikan bilangan kecepatan denyut jantung.0229038  ! + 4. baik dalam penelitian lapangan maupun dalam penelitian laboratorium.80411 − 0. Untuk merumuskan hubungan antara energi ekspenditure dengan kecepatan denyut jantung.kecepatan denyut jantung dengan menggunakan analisis regresi.41 Kerja fisik mengakibatkan pengeluaran energi yang berhubungan erat dengan konsumsi energi. Dalam hal penentuan konsumsi energi. Bentuk regresi hubungan energi dengan kecepatan denyut jantung adalah regresi kuadratis dengan persamaan sebagai berikut: ! = 1.71711. yaitu dengan pengukuran: Kecepatan denyut jantung dan Konsumsi oksigen Bilangan nadi atau denyut jantung merupakan peubah yang penting dan pokok. : pengeluaran konsumsi energi pada pada waktu saat kerja istirahat tertentu (kilokalori/menit energi merupakan selisih antara pengeluaran energi pada waktu kerja tersebut dengan pengeluaran energi pada saat istirahat. maka konsumsi energi untuk suatu kegiatan kerja tertentu bisa dituliskan dalam bentuk matematis sebagai berikut : !" = !" − !" KE : konsumsi energi (kilokalori/menit) Et : pengeluran energi pada saat waktu kerja tertentu (kilokalori/menit) Ei Dengan demikian. Indeks ini merupakan perbedaan antara kecepatan denyut jantung pada waktu kerja tertentu dengan kecepatan denyut jantung pada saat istirahat. dilakukan pendekatan kuantitatif hubungan energi ekspenditure.

1. kerja dan pemulihan. Klasifikasi Beban Kerja dan Reaksi Fisiologis Energy Expenditure Tingkat Pekerjaan Unduly Heavy Very Heavy Heavy Moderate Light Very Light Kkal / menit > 12. !  (! − !) ! − !. SIKLUS KERJA FISIOLOGI Jika denyut nadi dipantau selama istirahat.5 1.5 0. maka waktu pemulihan untuk beristirahat meningkat sejalan dengan beban kerja.5 – 2 1 – 1. ! != R: Istirahat yang dibutuhkan (menit) T: Total waktu kerja (menit per shift) W: Konsumsi energi rata-rata untuk bekerja (kkal/min) S: Pengeluaran energi rata-rata yang direkomendasikan (kkal/min) Biasanya 4 kkal/min untuk wanita dan 5 kkal/min untuk pria Nilai 1.5 10 – 12. PENGUKURAN BEBAN PSIKOLOGIS Aspek psikologi dalam suatu pekerjaan dapat berubah setiap saat. Murrel membuat metode untuk menentukan waktu istirahat sebagai kompensasi dari pekerjaan fisik.5 – 5 <2. pekerja tidak mempunyai waktu istirahat yang cukup sehingga mengalami kelelahan yang kronis.42 C. Dalam keadaan yang ekstrim.5 7.5 adalah nilai basal metabolisme (kkal/min) Tabel 4.5 – 10 5 – 7.5 D.5 Kkal / 8 jam >6000 4800 – 6000 3600 – 4800 2400 – 3600 1200 – 2400 <1200 Detak Jantung Detak / menit >175 150 – 175 125 – 150 100 – 125 60 – 100 <60 Konsumsi Oksigen Liter / menit >2. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan psikologi tersebut.5 2.5 – 1 <0. .5 2 – 2.

Pengukuran denyut jantung Secara umum. berupa alat yang memiliki sumber cahaya yang berkedip makin lama makin cepat hingga pada suatu saat sukar untuk diikuti oleh mata biasa. peningkatan denyut jantung berkaitan dengan meningkatnya level pembebanan kerja.NASA TLX .43 Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri pekerja (internal) atau dari luar diri pekerja/lingkungan (eksternal). 2. Pengukuran beban psikologi dapat dilakukan dengan : 1. Pengukuran waktu kedipan mata Secara umum. Pengukuran beban psikologi secara subjektif Pengukuran beban kerja psikologis secara subjektif dapat dilakukan dengan beberapa metode. atau pun dari tingkah laku dan penuturan pekerja sendiri yang dapat diidentifikasikan.SWAT . Penjelasan indicator beban mental yang akan diukur . NASA TLX Dalam pengukuran beban kerja mental dengan menggunakan metode NASA TLX. pekerjaan yang membutuhkan atensi visual berasosiasi dengan kedipan mata yang lebih sedikit. Pengukuran beban psikologi secara objektif a. dan durasi kedipan lebih pendek. b. Pengukuran dengan metoda lain Pengukuran dilakukan dengan alat flicker. sehingga dalam pengamatan hanya dilihat dari hasil pekerjaan atau faktor yang dapat diukur secara objektif. Baik faktor internal maupun eksternal sulit untuk dilihat secara kasat mata. yaitu : .Modified Cooper Harper Scaling (MCH) Dari beberapa metode tersebut metode yang paling banyak digunakan dan terbukti memberikan hasil yang cukup baik adalah NASA TLX dan SWAT. c. langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : 1.

longgar atau ketat .2. Tinggi Seberapa keras kerja mental dan fisik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerja .mendorong. dengan puas. menarik. PHYSICAL (PD) DEMAND Rendah. Seberapa besar keberhasilan seseorang di dalam pekerjaannya dan seberapa puas dengan hasil kerjanya FRUSTATION (FR) LEVEL Rendah. TInggi Seberapa dibutuhkan mengingat besar untuk dan aktivitas melihat. sederhana atau kompleks. dibandingkan perasaan aman. mengontrol putaran.44 Tabel 4. nyaman. EFFORT (EF) Rendah. terganggu. dan kepuasan diri yang dirasakan. putus asa. Tinggi Seberapa tidak aman. mencari. Indikator beban mental NASA TLX SKALA MENTAL (MD) DEMAND RATING Rendah. TInggi Jumlah aktivitas fisik yang dibutuhkan (mis. dll) TEMPORAL (TD) DEMAND Rendah. TInggi Jumlah dirasakan pekerjaan PERFORMANCE (OP) Tidak tepat. Sempurna tekanan selama yang elemen Apakah pekerjaan berkaitan dengan waktu yang berlangsung. mental dan perceptual yang Apakah pekerjaan tsb mudah atau sulit. tersinggung.

gejala kelelahan dan tipe pekerjaan yang dilakukan memiliki hubungan langsung. Kuesioner yang diberikan berbentuk perbandingan berpasangan yang terdiri dari 15 perbandingan berpasangan. penurunan kendali otot dan ketidaknyamanan dalam beraktivitas. Kelelahan meningkat. Jumlah tally ini kemudian akan menjadi bobot untuk tiap indikator beban mental. dan kemampuan beraktivitas menurun. 3. sementara kelelahan local hanya terjadi pada jaringan yang terpengaruh. Pemberian Rating. bobot dan rating untuk setiap indikator dikalikan kemudian dijumlahkan dan dibagi 15 (jumlah perbandingan berpasangan). Kelelahan seluruh badan meliputi beberapa jaringan. Rating yang diberikan adalah subjektif tergantung pada beban mental yang dirasakan oleh responden tersebut. Seringkali. KELELAHAN (FATIGUE) Kelelahan didefinisikan sebagai penurunan sementara dari kemampuan beraktivitas sebagai akibat dari aktivitas sebelumnya.45 2. Kelelahan local biasanya dapat sembuh total dalam 24 jam. dan kelelahan local. Pada bagian ini responden diminta memberi rating terhadap keenam indikator beban mental. sebagai akibat dari tekanan otot yang meningkat karena lamanya otot bekerja (exertion). sehingga gejala . Pada bagian ini responden diminta untuk melingkari salah satu dari dua indikator yang dirasakan lebih dominan menimbulkan beban kerja mental terhadap pekerjaan tersebut. Pembobotan. E. Untuk mendapatkan skor beban mental NASA TLX. Dari kuesioner ini dihitung jumlah tally dari setiap indikator yang dirasakan paling berpengaruh . Kelelahan muncul sebagai perasaan berkurangnya kekuatan. Hal ini dapat dianalisa melalui rumus berikut: % Maximal Force = required force ÷ worker’s maximal force Terdapat dua tipe kelelahan: kelelahan seluruh badan.

atau mencangkul). yang tidak bermanfaat. atau dengan memperkirakan dari pekerjaan yang sejenis. Penjadwalan yang optimal dapat menyebabkan peningkatan produktivitas dan menurunkan tingkat absensi. atau hypoxemia (keadaan di mana sangat rendahnya kadar oksigen dalam darah) yang berakibat pada kerusakan aliran darah. habisnya persediaan energy. Perkiraan energy expenditure yang dikeluarkan pada suatu pekerjaan tertentu dapat menganalisa efek dari kelelahan seluruh badan. akibat kerja yang memerlukan aktivitas mental dan fisik sebelumnya. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa lama dan intensitas dari kerja sebelumnya dapat memiliki efek negative pada performansi mental. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa metode. yang dapat meminimasi aktivitas kerja yang berulang. cenderung untuk terjadi ketika beberapa otot diaktifkan dalam suatu aktivitas (seperti berjalan. yaitu dapat mempengaruhi kerusakan kapasitas mental secara langsung. sebaliknya. Dengan kata lain. Kelelahan seluruh badan.46 kelelahan dapat diminimalisasi dengan memodifikasi aktivitas pekerjaan. kelelahan mental didefinisikan sebagai kekurangan mekanisme control untuk energetic-kognitif. Gejala kelelahan ini juga merefleksikan jenis masalah musculoskeletal dan neurovascular. Selain itu . . dan kerja per hari yang ideal adalah 8 – 9 jam dengan penjadwalan istirahat yang periodic. Kelelahan mental dicirikan sebagai penurunan kemampuan untuk mempertahankan performansi pada kerja mental. Lamanya waktu untuk melakukan aktivitas pada hari sebelumnya. Energy expenditure dan kelelahan seluruh badan dapat dikendalikan dengan perancangan kerja yang efektif. berlari. Kelelahan local adalah keadaan fisiologis di mana terjadi penumpukan produk sisa. seperti pengukuran oksigen yang dihirup. memperkirakan keperluan energy dengan analisis pekerjaan per elemen. kelelahan mental merupakan kondisi di mana pekerja tidak dapat memberikan kosentrasi dan perhatian yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Tipe kelelahan lain yang sering diabaikan adalah kelelahan mental. atau mempengaruhi kemauan untuk mencurahkan kosentrasi pada tugas yang diberikan. Penelitian menunjukkan bahwa kerja per minggu yang optimal adalah selama 48 jam.

Perhatian perlu diberikan untuk restrukturisasi waktu kerja pada pekerjaan yang memerlukan aktivitas mental yang besar. dengan variasi biologis harian terjadi dalam siklus harian.00 – 17. Dalam istilah operasional. Otomasi industry dan teknologi sering menyebabkan terjadinya proses produksi selama 24 jam. pelatihan dan pendidikan operator. dan mesin-mesin lain. shift biasanya diartikan sebagai katagori khusus dari jam kerja seperti: . mempunyai efek buruk pada performansi kerja. Sebagai contoh.shift pertama / kerja pagi. Perhatian yang sedikit ini berakibat pada fleksibilitas kerja yang menurun.00 . seperti pekerjaan perawatan pesawat terbang. dan perbedaan budaya. status kesehatan operator. penjadwalan kerja seharusnya mempertimbangkan keseluruhan variable yang dapat mempengaruhi performansi pekerja. Sistem biologis manusia mengikuti perubahan harian seiring dengan gelap dan terangnya hari. dan penyesuaian jam biologis tubuh terhadap kondisi-kondisi yang merubah kesesuaian antara siklus suhu tubuh dan level aktivitas sangat terbatas dan sering sangat tidak diinginkan. keterbatasan dan kenyamanan operator. Secara ideal. dengan perhatian yang sedikit pada kebutuhan. antara pukul 06. dan shift kerja yang dimulai sebelum jam 7 malam. Beberapa variable yang harus diperhatikan dengan baik termasuk faktor lingkungan. dan mencapai puncaknya pada pukul 18. dan jam kerja yang tidak regular. ketika kebanyakan orang sedang tidur malam. Penjadwalan kerja ini lebih mengacu pada system yang terkomputerisasi. yang dikenal dengan circadian rhythm. jumlah hari kerja yang meningkat.00. kurangnya waktu istirahat.47 kekurangan istirahat (tidur). Fungsi psikologi dan fisiologi manusia mengikuti siklus 24 jam. suhu tubuh secara bertahap naik seiring dengan aktivitas meningkat. biasanya berlangsung 8 jam. kapal.00. status perkawinan. SHIFT WORK Istilah shift biasanya didefinisikan sebagai jumlah jam di mana individu atau group dijadwalkan untuk bekerja. Umur. Manusia cenderung lebih aktif di siang hari. suhu tubuh manusia berada pada titik terendahnya pada pukul 04. F.

dan dapat diterima dengan baik oleh pihak manajemen dan pihak operator. makin parahnya kondisi kesehatan yang sudah ada. Para pekerja pada ketiga shift tersebut dapat tidur paling banyak pada hari mereka tidak bekerja. biasanya berlangsung selama 8 jam.00 – 01. antara pukul 15. Efek kesehatan yang lain adalah kemungkinan terjadinya gastrointestinal ulcers.48 . Selain itu. Penelitian menunjukkan bahwa para pekerja pada shift ketiga memiliki kuantitas tidur yang paling sedikit. sedang para pekerja pada shift kedua memiliki kuantitas tidur yang paling banyak. terjadinya masalah gastrointestinal dan masalah pencernaan. atau memberlakukan irregular hours. dapat disimpulkan bahwa shift work. khususnya shift malam. sehingga membuat sulit untuk diprediksi. Hal ini lebih jauh dipengaruhi oleh perbedaan individu dalam lama tidur normalnya. Penyakit kardiovaskular atau system nervous tidak dilaporkan terjadi lebih banyak dibandingkan dengan pekerja tanpa shift.00 Shift kerja pada beberapa perusahaan disusun secara permanen. Pertimbangan lain adalah bahwa batas terpaparnya operator dengan bahan . biasanya berlangsung selama 8 jam antara pukul 22. dan dilaporkan 2 – 8 kali lebih besar dibandingkan pekerja tanpa shift. seperti shift breaks. Saat ini. jadwal kerja yang dipadatkan menjadi lebih popular.00 .shift kedua / kerja sore. dan lain-lain. tetapi tetap tidak cukup untuk mengkompensasi kekurangan tidur ketika mereka bekerja. walaupun beberapa lainnya memberlakukan rotasi. Seluruh variasi kerja ini mempengaruhi jam biologis internal dan pengaruh yang terbesar adalah rusaknya kualitas dan kuantitas dari tidur. dan pekerja yang lebih tua akan lebih sulit menyesuaikan diri terhadap shift work. dan sulit untuk didapati oleh operator yang ditugaskan dalam shift tertentu. Berdasarkan literature.00 – 07. pekerja yang sudah lama bekerja dalam shift work tidak mengalami penyesuaian dalam kebutuhan akan lama tidur. dan berpengaruh terhadap pengobatan yang sedang dijalani.shift ketiga / kerja malam. dapat berakibat pada rusaknya pola tidur. hari libur yang bukan akhir minggu.

Jelaskan pekerjaan!! 4. Bagaimana mengukur konsumsi energy manusia ketika bekerja? 2. Bagaimana pengaruh umur terhadap kemampuan menyesuaikan diri terhadap shift work? beberapa metode pengukuran beban psikologis dalam . Jelaskan secara fisiologis. Jelaskan penjadwalan kerja yang optimal secara ergonomis! 8. Sebutkan beberapa jenis pekerjaan yang memerlukan aktivitas mental yang besar!! 9. Bagaimana pengaruh otomasi industry terhadap aspek fisiologi dan psikologis pekerja? 12. Jelaskan kelelahan dari aspek fisiologis!! 5. G. Bagaimana menentukan waktu istirahat sebagai kompensasi dari pekerjaan fisik? 3. EVALUASI 1. perbedaan antara kelelahan seluruh badan dan kelelahan local!! 6. Apa yang disebut dengan irama circadian? Jelaskan!! 10. Jelaskan bagaimana yang disebut dengan kelelahan mental akibat kerja fisik!! 7.49 kimia berbahaya didasarkan pada 8 jam kerja per hari. Jelaskan system biologis manusia!! 11.

Motion and Time Study.Cormick. John Willey&Sons. Textbook of Work Physiology:Physiological Bases of Exercise.. Human Mental Workload. New York. New York. New York.50 H. 1982.M. . Mc-Graw Hill. Methods. 2002.HumanFactorsinEngineeringandDesign. Mc. 1988. Mikell P. and Freivalds. B.. DAFTAR PUSTAKA Barnes.W. Inc. USA.. R. Standards and Work Design. A.. 1992. McGraw-Hill. New York. Design and Measurement of Work. USA.. Niebel. USA.. Hancock & Meshkati. Groover. USA.New York. Elsevier Science Publisher B. John Wiley & Sons..V. New York. 9th Ed.McGraw-Hill.ErnestJ. 1999.. Inc. Fundamentals of Modern Manufacturing. Inc. USA. Astrand & Rodahl. 1986.

PENCAHAYAAN Lingkungan tempat kerja di industry pada saat ini memiliki berbagai macam tuntutan visual. semua membutuhkan . VARIABEL-VARIABEL LINGKUNGAN FISIK Dalam perancangan sistem kerja.51 BAB V LINGKUNGAN KERJA A. merakit.1. Sebagai contoh. lingkungan fisik di sekitar tempat kerja perlu diperhatikan karena performansi kerja seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik kerjanya. inspeksi produk. Kondisi lingkungan fisik yang dimaksud adalah : • • • • • • • Temperatur Kelembaban Pencahayaan Kebisingan Getaran mekanis Bau-bauan Warna B. interaksi dengan komputer. pekerjaan membubut. PENDAHULUAN Sasaran Pembelajaran: − Mampu memahami aspek-aspek lingkungan kerja yang harus diperhatikan dalam perancangan sistem kerja yang baik − Mampu merancang lingkungan kerja yang kondusif dan tidak berbahaya B.

tidak silau. cair. atau terjadi pada suatu permukaan yang berbeda.Pergerakan/perpindahan objek .Visual Work Demands Untuk menghasilkan kondisi pencahayaan yang tepat. Berikut adalah tentang petunjuk dalam merancang pencahayaan tempat kerja. luminensi (brightness).Sensitifitas visual pekerjaan dalam kesalahan . dan nyaman. Pencahayaan yang kurang dapat mengakibatkan kelelahan pada mata. serta warna dan tekstur yang memberikan efek psikologis pada manusia. termasuk pekerjaan yang umum dikerjakan serta untuk perancangan pencahayaan khusus yang akan membuat sebagian besar pekerja merasa nyaman dalam bekerja. datar.Ukuran dan bentuk 3 dimensi dari objek yang dilihat (kecil. Dalam faktor cahaya.Medan pandang disekitar pekerjaan . pemandangan yang menyenangkan. .Waktu yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan Level/Tingkat Penerangan yang Direkomendasikan Iluminasi atau penerangan cahaya adalah ukuran fotometrik dari kuantitas cahaya yang jatuh pada.52 pencahayaan luxmeter. Mata diharapkan memperoleh cahaya yang cukup. derajat kontras antara obyek dan sekelilingnya. atau yang lebih sulit) . Pekerjaan apa saja yang dilakukan pada area tersebut? Apakah pekerja memperhatikan tiap-tiap pekerjaan? Bagaimana pekerja berdiri dan mengamati objek? Berapa lama pekerjaan tersebut harus diselesaikan? Pada sebagian besar pekerjaan.Frekuensi pekerjaan dilakukan .Jarak pandang ( Jarak pandang yang jauh adalah lebih sulit) . seorang perancang terlebih dahulu harus memahami tentang tuntutan visual dari suatu pekerjaan. Pencahayaan diukur menggunakan .Kesesuaian antara objek dan background . lamanya melihat. tuntutan visual dapat dijelaskan kedalam beberapa karakteristik dasar sebagai berikut : . menenangkan pikiran. kemampuan mata untuk melihat obyek dipengaruhi oleh ukuran obyek.

and security based activities.53 pekerjaan atau tugas dari sumber cahaya di tempat itu. Tingkat pencahayaan minimum adalah tingkat yang cukup bagi pekerja dalam melakukan pekerjaan yang paling sulit untuk dikerjakan. Variasi berdasarkan persoalan kualitas dan populasi pengguna seharusnya tidak lebih dari 30% dari yang direkomendasikan oleh IESNA. industrial. .Umur Pengguna (Age of the user) Seorang perancang sebaiknya menyesuaikan tingkat penerangan yang direkomendasikan berdasarkan apa yang diharapkan populasi pekerja. lokasi dan pekerjaan. Hal tersebut terdiri dari indoor. Tahap 2 Tahap 3 pekerjaan Tahap 4 : Ubah nilai yang direkomendasikan sebagaimana yang diperlukan untuk memperkirakan perancangan pencahayaan lainnya ataupun persoalan kualitas. Illuminating Engineering Society of North America (IESNA) telah mengembangkan suatu petunjuk perancangan pencahayaan yang komprehensif untuk mengidentifikasi tingkat penerangan yang tepat untuk suatu pekerjaan. Hal ini dapat diukur menggunakan illuminance meter yang dilakukan secara langsung pada permukaan pekerjaan. Hal ini dikarenakan orang yang berumur 45 tahun tentu sangat berbeda dengan orang yang berumur 20 tahun dimana besarnya cahaya yang diterima oleh retina mata kedua pekerja yang berbeda :Indentifikasi kategori penerangan horizontal dan vertikal :Berdasarkan petunjuk perancangan dan buku panduan. outdoor.Persoalan Kualitas dan populasi pengguna Pentingnya masalah kualitas dalam lingkungan kerja perkantoran dan industri dijelaskan sebagai berikut: . yang direkomendasikan pahami bentuk ataupun persoalan mutu yang sangat mempengaruhi . Tahap 1 :Cari keterangan dari petunjuk/panduan perancangan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang sangat dekat dengan kesamaan berdasarakan daftar yang disajikan.

Bayangan seharusnya dieleminiasi dalam perancangan pencahayaan dengan cara meningkatkan densitas cahaya dari alat pencahayan.Keadaan ruangan ( Room appearance) Penerangan atau pencahayaan pada dinding-dinding ruangan atau langit-langit sebaiknya disesuaikan dengan cahaya yang disediakan untuk tempat kerja atau pekerjaan yang dilakukan di dalam ruangan.Silau (Glare) Glare merupakan cahaya yang sangat terang dan mengganggu nilai dari cahaya. Pekerja dapat dipengaruhi oleh cahay yang berlebihan ini secaralangsung dari sumber cahaya atau dari refleksi dari permukaan yang mengkilat. Cahaya Matahari Alami ( Natural Sunlight) Jendela untuk di tempat terbuka memberikan manfaat psikologi. dll. penambahan pencahayaan.54 umur juga berbeda. Glare yang disebabakan oleh cahaya yang dipancarakan lewat jendela dapat direduksi dengan cara berikut : o Menutup jendela atau smenutup sebagian jendela menggunakan gorden atau tirai yang dapat dipindah-pindahkan o Menutup jendela dengan penyaring densitas netral untuk mereduksi transmitans o Menambahkan tenda atau peralatan lain untuk melindungi jendela dari sinar langsung matahari . . bayangan merupakan kurangnya cahaya yang dikarenakan oleh cahaya dihalangi oleh objek lain ataupun hal lainnya. Akan tetapi. Oleh karena itu. Langit-langit dan dinding ruangan tidak seharusnya mempunyai perbedaan pencahayaan yang sangat ekstrim dari tempat kerja yang berdekatan. hal ini akan menghasilkan glare sebagai sesuatu yang tentunya tidak diinginkan.Perancangan Pencahayaan (Lighting Design) . seorang perancang harus mempertimbangkan tingkat penerangan untuk mengimbangi adanya pengaruh perubahan usia. . . dan cahaya matahari dapat meningkatakan jumlah cahaya pada area kerja.Bayangan (shadows) Kebalikan dari glare.

fokus cahaya utama pada cahaya langsung dan refleksi glare.Task or Supplementary Lighting Pada perencanaan area perkantoran dan industri secara tradisional. Lekapan yang menghadap kebawah umumnya memberikan cahaya langsung. mengontrol dan mendistribusikan cahaya.Kondisi Pencahayaan Khusus (Special Lighting Conditions) . . sedangkan yang menghadap ke atas memberikan cahaya tidak langsung /refleksi ke langit-langit. menyusun dan memilih luminer atau lekapan lampu serta penempatannya secara spesifik harus dikembangkan dan pada akhirnya harus diaplikasikan.Luminer Langsung Dan Tak Langsung (Direct And Indirect Luminaires) Suatu luminer adalah peralatan tetap/lekapan yang menghasilkan. papan informasi atau benda-benda sejenis yang dapat memenatulkan cahaya . Untuk meminimasi glare. o Pembelian layar dengan lapisan anti refleksi o Memasukkan penyaring antiglare pada tampilan layar o Menempelkan kap antiglare di depan layar o Menurunkan cahaya disekitar jika memungkinkan o Mengecat dinding dengan nilai warna yang sedang o Menghindari penempatan jam. beberapa perbaikan dapat dilakukan . dan gangguan. Hal ini tetunya dapat menyebabkan ketidaknyamanan.Pencahayaan Pada Ruang Kerja Komputer Untuk operasi komputer. . kelelahan. sebuah skenario khusus disediakan untuk menyeragamkan penerangan pada area kerja berdasarkan pada pola lekapan. .55 Dalam suatu perancangan pencahayaan. kaca.Tipe lampu Kombinasi lampu dan model peralatan tetap lainnya harus diseleksi untuk menetapkan tingkat penerangan yang diinginkan.Pencahayaan pada Ruang Kerja Inspeksi Anjuran dalam perancangan pencahayaan ruang kerja inspeksi adalah sebagai berikut : . .

gray. memperbaiki penglihatan dan meningkatkan efisiensi dengan mereduksi pandangan yang itu-tu saja. hijau atau biru memberi suasana sejuk dan segar. mauve. silinder dan rusuk penyejuk pada lekapan lampu untuk merduksi glare . gelap memberi kesan sempit. B. warna primer sebaiknya digunakan perancangan warna. or black). atau kejenuhan yang tinggi. WARNA Tujuan dari warna dalam lingkungan kerja tidak lain untuk menginspirasi para pekerja sehingga memungkinkan mereka untuk memperbaiki keamanan. dan bentuk lain. electroluminescent persegi. Berikut adalah petunjuk dalam kecerahan serta tingkat kejenuhan : Untuk area yang luas. (2) Mengecat langit-langit dengan warna yang agak gelap.56 o Kurangi cahaya pantulan dengan (1) mengecat dinding dengan tingkat warna sedang sampai rona gelap (medium chocolate. Selain itu permainan warna dalam desain memberi dampak psikologis bagi pengamat dan pemakainya. misalnya warna merah memberi kesan merangsang. kuning memberi kesan luas dan terang. permainan warna-warna terang memberi kesan luas.Pencahayaan pada Ruang Gelap Ruang gelap digunakan dalam mengembangkan hasil-hasil catatan / kertas film dengan mengunakan teknologi pencahayaan yang aman. termasuk penangkaran sarang lebah. warna yang memberikan keseragaman pantulan sebaiknya dipilih Terang.2. kepingan. tingkat . dan (3) menyediakan lantai ubin atau karpet dengan nilai medium sampai rona gelap o Mengurangi cahaya berlebihan dan terutama penyinaraan untuk penggunaan inspeksi untuk mengontrol sebaran cahaya dalam ruanagn o Menggunakan kap. mengurangi kelelahan mata.

Warna biru merupakan warna yang paling menarik perhatian pada kondisi di mana kurang pencahayaan.3. 8 jam per hari untuk beberapa tahun dapat mengakibatkan terjadinya kehilangan pendengaran (NIOSH 1998). dan kontrol engineering atau proteksi terhadap pendengaran harus .57 Pada iklim sedang. suatu program konservasi pendengaran (hearing conservation) harus dibangun. KEBISINGAN Kebisingan adalah suatu hal yang selalu terjadi dan ada dalam setiap industri. besarnya arus energi per satuan luas). Pengaruh dari kebisingan. sedangkan warna merah merupakan warna yang paling menarik perhatian pada kondisi di mana pencahayaan baik. intensitas (dalam ukuran desibel/dB. Aspek yang menentukan tingkat gangguan bunyi terhadap manusia adalah lama waktu bunyi terdengar. Untuk itu. dan frekuensi (dalam Hertz/Hz. kontras warna antara ruang kerja dan benda yang dirakit disesuaikan Pemilihan jenis warna sebaiknya dikordinasikan dengan tipe pencahayaan yang digunakan. pilihan warna normal untuk ruangan dapat menyeimbangkan suhu ruangan Warna biru dan hijau baik digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi Berbagai peralatan yang berukuran kecil sebaiknya mempunyai tingkat refleksi 20-40 % (Birren 1998) Pada area yang luas. perbedaan warna dapat digunakan untuk memisahkan unit kerja yang satu dengan yang lainnya Permukaan di sekitar sebaiknya mempunyai tingkat kecerahan yang sama dengan permukaan tempat kerja Pada pekerjaan merakit. jumlah getaran per detik). B. Tingkat kebisingan diukur dengan alat sound level meter. antara lain: .Kehilangan Pendengaran (Hearing Loss) Perluasan level kebisingan lebih dari 85dbA.

. sebuah alat pengukur tingkat suara dapat digunakan. batas perluasan kebisingan yang dapat diterima adalah 80 dBA. Catatan harus dibuat sebagai persyaratan dalam komunikasi dan tatap muka yang dilakukan oleh orang-orang yang . metode pengukuran kebisingan mengikuti petunjuk ANSI S12. • Mengukur Tingkat Kebisingan Sebagai peraturan pada umumnya.58 diimplementasikan.000HZ.Peralatan dan Pengukuran Spektrum kebisingan yang dapat didengar adalah dari 20-20. . akan tetapi hal tersebut dapat menimbulkan penurunan performansi kerja akibat gangguan atau bingung.Gangguan dan Kebingungan (Annoyance and Distraction) Meskipun level kebisingan dibawah 80 dBA tidak menimbulkan terjadinya kehilangan pendengaran.Interferens Dengan Komunikasi Interferens dengan kemampuan berbicara diakibatkan dari kebisingan yang umum terjadi seperti pada mesin-mesin produksi dan juga bunyi peralatan perusahaan.99-1996 (ANSI 1996). tentukan area yang menjadi pusat perhatian. Sehingga. . The A-Weighted sound level (dBA) adalah salah satu alatpengukuran yang paling umum digunakan dan diterapkan pada tempat kerja dalam mengukur dasar kebisingan untuk menentukan apakah kebisingan dapat diterima atau dapat menggangu komunikasi.Bagaimana Untuk Mengukur Kebisingan Ketika mengukur kebisingan. . . Untuk kebanyakan pengukuran kebisingan. Hal ini memang sebaiknya dilakukan ketika mereka sedang bekerja dibandingkan ketika kebisingan itu dimulai. Pengukuran kebisingan pada sumbernya akan membantu dalam mengidentifikasi suatu kesalahan pada bagian tertentu dari sebuah mesin dan juga sekaligus dapat memberikan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.Kapan dan Dimana Pengukuran Kebisingan Dilakukan Waktu untuk memonitor kebisingan adalah ketika orang-orang sedang fokus di tempat kerjanya.

59 bekerja pada area yang bising. memberikan perlengkapan pelindung. dll). Miller 1971.Mereduksi tingkat kebisingan atau mengubah spektrum dari sumber kebisingan . pengisolasian peralatan penyebab kebisingan. Perbedaan antara tiap individu dan faktor-faktor yang berpengaruh seperti panas. telah diteliti (Kjlberg 1990. dll. Penelitian tersebut juga menunjukkan berbagai hasil yang sangat bervariasi. dan sikap ke arah sumber kebisingan membuat hal ini semakin sulit untuk memperdiksi efek kebisingan dalam peformansi kerja. Beberapa pertimbangan umum dalam pengukuran kebisingan adalah : o Peralatan harus dikalibrasi sebelum dan setelah melakukan pengukuran o Memberikan beberapa detik untuk menstabilkan alat ukur apabila terjadi perubahan pada jarak o Pegang alat ukur jauh dari badan ( posisi normal bekerja) o Hati-hati dalam mengukur untuk menghindari penamengan microfon dengan objek o Pembacaan sebaiknya dilakukan pada berbagai posisi dan direkam. Metode tersebut menyertakan beberapa teknik berikut : . durasi bekerja. tata akustik yang baik/ memberikan bahan penyerap suara. . motivasi.Menggunakan palang untuk mereduksi penyebaran antara udara dan struktur . • Pendekatan Untuk Mereduksi Kebisingan di Tempat Kerja Ada banyak cara untuk mereduksi kebisingan pada tempat kerja.Memantulkan kebisingan Usaha-usaha pengurangan kebisingan dapat dilakukan dengan pengurangan kegaduhan pada sumber. • Efek Kebisingan Dalam Performansi Kerja Efek dari kebisingan dalam performansi kerja berupa efek mental dan fisik. tingkat kebisingan. tergantung dari jenis pekerjaan.

musik akan mengacaukan pekerjaan tersebut. Observasi tersebut diikuti oleh Faulkner 1969 yang didasarkan atas pengalaman pada beberapa jenis pekerjaan dan menyimpulkan : .Kebanyakan.4. B. sedangkan temperatur yang terlalu dingin .Penyajiannya menggunakan sistem kualitas . lingkungan umumnya akan terasa nyaman.Bagi mereka yang tidak menimati musik mungkin akan mengeluh Jika musik dihadirkan. Ketika keseimbangan termal baik dalam mengalirkan panas dengan sedikit penyesuian fisik. hal ini berkenaan dengan interaksi termal antara orang-orang dengan lingkungan kerja mereka. meskipun banyak orang mengklaim hal tersebut . tetapi tidak semua pekerja lebih suka menikmati musik ketika mereka bekerja sehingga untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Temperatur yang terlalu panas akan mengakibatkan cepat timbulnya kelelahan tubuh.60 • Pertimbangan Khusus Beberapa studi telah dilakukan untuk menyelidiki pengaruh music latar dalam pabrik pada lingkungan kerja.Penggunaan radio portabel atau headset akan menimbulkan resiko tinggi.Musik tidak disajikan dengan tingkat kebisingan di atas 70 dBA . . Begitu pula sebaliknya. petunjuk yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut : .Tidak ada bukti yang akurat bahwa musik dapat meningkatkan produktivitas. dimana terjadi perpindahan panas dari dan ke orang tersebut. SUHU LINGKUNGAN Pada prinsipnya. apabila tidak terjadi keseimbangan termal maka secara otomatis membutuhkan penyesuaian fisik yang cukup besar dan tentunya akan memberikan dampak tersendiri terhadap kesehatan pekerja.Pekerja yang mendengarkan musik sebaiknya sudah mengetahui tipe dan jadwal pekerjaannya .

terjadi pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran dan denyut jantung makin cepat. sensor elektronik juga dapat digunakan.61 membuat gairah kerja menurun. Model yang pertama mempunyai fokus pada tubuh secara keseluruhan dan dengan memperhatikan derajat penyesuaian fisik sebagai tanda dari resiko kesehatan. Tubuh manusia bisa menyesuaikan diri karena kemampuannya penguapan. Dalam kondisi normal. Sedang merkuri di dalam termometer kaca adalah metode klasik. Produktivitas manusia paling tinggi pada suhu 24 – 27° C. Cara klasik untuk mengukur kelembaban adalah dengan mengukur dry-bulb dan wet-bilb psychometric dan kemudian dapatkan nilai kelembaban pada tabel atau grafik. Kelembaban adalah jumlah uap air di udara. tuntutan pekerjaan. Jika udara panas dan kelembaban tinggi. dan temperatur daerah kulit adalah penanda terjadinya resiko. . Kemampuan adaptasi manusia dengan temperatur luar adalah jika perubahan temperatur luar tersebut tidak melebihi 20 % untuk kondisi panas dan 35 % untuk kondisi dingin (dari keadaan normal tubuh). temperatur tiap anggota tubuh berbeda-beda. untuk melakukan proses konveksi.Lingkungan Pada kebanyakan keadaan . dan pakaian. • Penilaian Kondisi Termal Penilaian kondisi termal mengharuskan adanya pembauran pertimbangan antara lingkungan. syarat minimum dalam menilai lingkungan adalah tingkat kelembabannya dan temperatur lingkungan. Temperatur udara (juga disebut suhu buli kering) dapat dikukur dengan termometer standar. Model yang lain memandang transfer panas pada daerah sekitar kulit. radiasi dan . Kelembaban relatif adalah jumlah terkecil dari uap air yang dinyatakan sebagai persentase jumlah air maksimum yang dapat disimpan di udara (saturation point). dua konsep model digunakan. • Keseimbangan Thermal Untuk memahami tentang tegangan termal.

Pakaian Pakaian mempengaruhi jumlah pertukaran panas yang terjadi secara konveksi dan radiasi serta dapat mengubah evaporasi pendingin. • Suhu Nyaman Dibawah kondisi nyaman yang optimal.Temperatur udara antara 23 dan 27oC . diasumsikan penyekatan pakaian sebesar 0.155 m2-oC/W. status kesehatan.62 . Tingkat keragaman tersebut adalah waktu dalam sehari. hal tersebut merupakan potensi untuk menjaga agar badan tetap hangat. musim. 2. Penyekatan pakaian merupakan karakteristik yang mempengaruhi pertukaran panas secara radiasi dan konveksi.7 kPa .5 clo. Untuktekanan dingin. Kondisi lingkungan sebaiknya ada pada kisaran berikut : . titik embun yang lebih baik pada 2oC atau setara dengan tekanan uap air 0. dan tekanan panas yang merupakan nilai panas.Tuntutan Pekerjaan Laju metabolisme adalah suatu pertimbangan karena hal itu mencerminkan nilai panas yang dihasilkan dari dalam tubuh. Untuk ruang kerja pada musim panas.5% terlalu dingin. and Air Conditioning Rngineers (ASHRAE) telah menetapkan musim dingin dan musim panas sebagai zona zaman untuk pekerjaan yang menetap/tidak berpindah-pindah dan sebagian besar pekerjaan berdasarkan data psikopisikal yang dikumplukan dari sekian ratus orang.5 % dari populasi mengatakan terlalu hangat dan 2.Zona Suhu Nyaman The American Society of Heating. . Satu clo adalah penyekatan yang disajikan oleh setelan usaha yang berat dan sama dengan 0. budaya serta harapan. Refrigerating. ketidaknyamanan panas.Unit tradisioanl yang memberikan laporan tentang penyekatan pakaian adalah clo. Variabilitas individu dalam pengukuran tingkat kenyamanan sangat tinggi.Pada batas bawah kelembaban. harus dihilangkan dari lingkungan. . Untuk menciptakan kenyamanan.

dimana terjadi perpindahan energi ke tubuh manusia melalui tangan.Faktor yang Mempengaruhi Perasaan Nyaman Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi sensitifitas individu pada zona termal yang nyaman . bus. Konsisi lingkungan sebaiknya ada pada kisaran berikut : . Whole-body vibration / Getaran pada seluruh tubuh merupakan getaran yang ditransmisikan ke tubuh melalui kursi atau panggung.Pada batas atas kelembaban.Pada batas bawah kelembaban. kaki ataupun tempat duduk. psycometric suhu lembab kurang dari 20oC. Frekuensi getaran untuk seluruh tubuh ini berkisar antara 1 Hz dan 80 Hz. GETARAN Vibrasi/getaran merupakan suatu kejadian yang sering terjadi. psycometric suhu lembab kurang dari 18oC. diasumsikan penyekatan pakaian sebesar 0. . Hal ini dapat kita lihat ketika seseorang sedang mengendarai kendaraan seperti truk. terutama yang getaran yang terjadi pada mesin.63 .9 clo. .7 kPa . o Temperatur o Kelembaban o Kecepatan Udara o Beban Kerja o Pakaian o Pancaran panas B. Untuk tempat kerja pada musim dingin.Temperatur udara antara 20 dan 24oC . dll. Seseorang akan merasakan getaran melalui kontak langsung dengan sumber getaran. kendaraan-kendaraan dan peralatan di tempat kerja. titik embun yang lebih baik pada 2oC atau setara dengan tekanan uap air 0.5.Pada batas atas kelembaban.

bor. Alat ini merupakan perangkat elektronik yang mengukur percepatan pada objek ketika objek yang diukur sedng bekerja. Berdasarkan waktu mula-mula. Persetujuan ini digunakan untuk mengukur getaran pada tubuh yang juga didasarkan pada international standard coordinate systems for whole body (ISO 2631) dan hand and arm vibration (ISO 5349). Metode analisis yang digunakan untuk memecahkan signal yang kompleks kedalam tiap-tiap komponen frekuensi disebut dengan spectral analysis.Analisis Frekuensi Vibrasi Analisis frekuensi merupakan cara alternatif untuk mengetahui besarnya vibrasi. Pengukuran Getaran yang terjadi pada pekerja selalu berdasarkan arah koordinat 3 orthogonal axes. Sistem pada resonansi juga bergetar . gergaji.64 Hand and arm vibration / Getaran pada tangan dan lengan merupakan getaran yang ditransmisikan ke tangan melalui kontak langsung dengan getaran pada tubuh. Getaran yang terjadi pada pekerja diukur menggunakan peralatannya : besarnya percepatan. adan waktu exposure. • Pengukuran Getaran Vibrasi merupakan gerakan yang bergetar secara sederhana maupun kompleks. . respon pergerakan sistem tidak sebanding dengan eksistasi pergerakan. arahan. getaran/vibrasi digambarkan pada frekuensi awal. • Resonansi Ketika frekuensi rangsangan mendekati frekuensi alami.Accelerometers Accelerometer merupakan alat sensor untuk mengukur vibrasi yang paling banyak digunakan. dll. Fenomena ini disebut resonansi. Frekuensi getaran pada tangan dan lengan ini berkisar antara 8 Hz dan 1.500 Hz. dan hal ini akan membantu dalam mengukur getaran yang sangat kompleks. . Konsep ini hampir samam dengan yang dilakukan untuk menganalisis kebisingan. frekuensi. Sumbernya berasal dari penggunanan hand tools seperti gerinda.

Pertama. Kontrol pada . Kriteria getaran pada tubuh pekerja mempunyai standar dengan batasan resonansi getaran 4 sampai 8 Hz untuk sumbu z (kaki ke kepala).Petunjuk Getaran Pada Tangan dan Lengan The American National Standard Guide for the Measurement and Evaluation of Exposure to Vibration Transmitted to the Hand (ANSI S3.Petunjuk Pengukuran Getaran pada Tubuh Pengukuran percepatan RMS yang berkelanjutan diukur menggunakan akselerometer dalam 3 titik kordinat pusat secara serempak dan direkam paling sedikit selama 1 menit. • Evaluasi Vibrasi Pada Pekerja Pengukuran Vibrasi pada pekerja dievaluasi secara normal menggunakan satu atau dua metode. .Jika banyak komponen spektrum yang melamapau batas maksimum amplitudo RMS yang diizinkan pada durasi yang diberikan. penyebarannya dan penerima getaran. • Kontrol dan Reduksi Vibrasi Penyebaran Getaran dapat direduksi menggunakan dua pendekatan umum.34) memaparkan pengukuran getaran sebagai data getaran spektral untuk 1-3 oktaf percepatan RMS dalam satuan meter per detik dan sebagai seluruh berat percepatan frequensi RMS. Hal ini juga merupakan metode yang bertujuan untukmengontrol vibrasi pada sumbernya. Standar ini mengasumsikan kombinasi yang baik antara pelatan dan tangan tidak akan mengganggu pajanan. membandingkan percepatan RMS setiap 1-tiga oktaf pada tingkat yang berlawanan untuk tiap-tiap pusat frekuensi dan untuk mengukur lamanya durasi getaran. maka petunjuk diabaikan. frekuensi 1 sampai 2 Hz untuk sumbu x (depan dan belakang) serta untuk sumbu y (samping kanan ke samping kiri).Kontrol Sumber Getaran Membatasi jumlah getaran pada sumbernya adalah cara langsung yang digunakan unutk mengontrol besarnya getaran.65 dengan percepatan yang lebih baik dalam beberapa waktu dibandingkan dengan eksistasi percepatan pada frekuensi alami. . .

Factor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam mendisain penerangan pada tempat kerja? 3. Jelaskan beberapa petunjuk dalam perancangan warna dalam lingkungan kerja! 6. Sebutkan beberapa cara untuk mereduksi kebisingan pada tempat kerja! . C. . Bagaimana sebaiknya penerangan pada ruang kerja computer? Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan? 4. Sebutkan variable-variabel fisik yang harus diperhatikan dalam menciptakan lingkungan fisik yang kondusif bagi pekerja. Saranung atangan adalah salah satu coontoh isolator yang dapat digunakan unutuk mengurangi terjadinya penyebaran getaran.66 sumber getaran memberikan gambaran akan vibrasi yang tepat dan tentunya akan menimbulkan respon yang tepat pulan untuk mereduksinya.Kontrol Pada Penerima Metode yang umum digunakan adalah menggunakan tindakan pegawai / administratif untuk membatasi batas waktu operator untuk berada pada sumber getaran. Jelaskan aspek. Berapa tingkat kebisingan yang aman dan nyaman bagi pekerja? 9. . Apa pengaruh warna dalam lingkungan kerja? 5. Jelaskan pengaruh dari kebisingan yang berlebihan bagi manusia 8. EVALUASI 1.aspek yang menentukan tingkat gangguan bunyi terhadap manusia! 7.Kontrol Penyebaran Getaran Kontrol penyebaran getaran dilakukan dengan melakukan tindakan langsung pada perantara antara sumber dan objek getaran. Ini mungkin dilakukan dengan menyediakan waktu istirahat atau rotasi antar pekerja. beserta alat ukurnya masing-masing! 2. Metode yang umum digunakan adalah dengan melakukan pemisahan sistem isolator antara pekerja dengan sumber getaran.

Mikell P. 9th Ed.Cormick. Mc-Graw Hill. New York.67 10. Inc. John Willey&Sons.W.. New York. Niebel. and Freivalds. 1992.HumanFactorsinEngineeringandDesign.. New York. 1999. 2002. DAFTAR PUSTAKA Mc. Standards and Work Design. . Jelaskan pengaruh dari getaran yang berlebihan yang diterima pekerja di tempat kerja! D. Methods. USA. Fundamentals of Modern Manufacturing.. Groover.McGraw-Hill.. Pada temperature ruangan berapa produktivitas pekerja dapat optimal? 11. A. B.ErnestJ. USA.

PENDAHULUAN Sasaran pembelajaran: − Mampu melakukan pengukuran anthropometri. pengukuran Sutalaksana volume. Buffon dan White. Seiring berjalannya waktu.68 BAB VI ANTHROPOMETRI A. Namun data-data tersebut hanya sebatas untuk kepentingan ilmu taksonomi. fisiologi dan beberapa lainnya yang sejenis. Anthropometri merupakan ilmu yang secara khusus mempelajari tentang spesifik linier. Seorang ahli matematika berkebangsaan Belgia yang bernama Quetlet pada tahun 1870. merupakan ilmuan pertama yang memperkenalkan anthropometri dengan karyanya yang berjudul 'Anthropometrie'. Sekitar tahun 1940 anthropometri mulai berkembang dan dibutuhkan di bidang industri khususnya pada waktu itu. − Mampu menggunakan data anthropometri yang sesuai untuk kenyamanan dan keamanan pemakainya B. dan tubuh dkk berat. Secara umum anthropometri dapat diartikan sebagai pengukuran tubuh manusia.data anthropometri telah berhasil dikumpulkan. Permulaan pemanfaatan anthropometri secara fisik dapat ditelusuri hingga pada akhir abad ke-18 dan digunakan untuk perbandingan antar ras yang pertama kali dikembangkan oleh Linne. data. PENGERTIAN ANTHROPOMETRI Anthropometri berasal dari kata yunani yaitu 'anthropos' yang berarti manusia dan 'metron' yang berarti mengukur. industri pesawat terbang. Secara lebih menjelaskan (2003) menyelidiki manusia dari segi keadaan dan ciri-ciri fisiknya. manusia (1979) untuk merumuskan bahwa perbedaananthropometri bahwa perbedaan ukuran tubuh tiap individu ataupun kelompok. seperti dimensi Pheasant mengungkapkan .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ukuran handle yang sesuai untuk masing-masing kelompok. kekuatan dan kemampuan bekerja. Ketidaksesuaian ini. Bukan manusia menyesuaikan diri dengan alatnya. nyeri dan lain sebagainya. Berbagai penelitian dalam bidang anthropometri menujukkan bahwa semua alat harus disesuaikan dengan anthropometri penggunanya. produk dan penggunannya dapat dihindari (Bridger. Data anthropometri secara umum dapat dibedakan atas : a) Anthropometri struktural/ statis . Pemakaian data anthropometri mengusahakan agar semua alat disesuaikan dengan dimensi manusia. pusing. Kenyamanan menggunakan suatu alat bergantung dengan kesesuaian ukuran alat dengan ukuran manusia penggunanya.69 anthropometri merupakan bagian dari ilmu tentang manusia yang berhubungan dengan pengukuran ukuran tubuh. bahwa data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan suatu produk dengan tujuan mencari kecocokan/ keserasian antara peralatan yang digunakan. produk dan manusia sebagai pengguna. Dengan kata lain. peralatan. dalam penggunaan selama waktu tertentu dapat menimbulkan stress tubuh berupa lelah. Data anthropometri digunakan dalam ergonomi untuk menentukan dimensi fisik dari tempat kerja. DATA ANTHROPOMETRI Anthropometri merupakan pengetahuan yang menyangkut pengukuran dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat-alat ataupun benda-benda yang digunakan manusia. 2003). Ketepatan membidik handle pelatuk powered drill tools ukuran lebar 50 mm lebih mampu digunakan oleh kelompok perumpuan sedangkan kelompok laki-laki lebih sesuai untuk ukuran lebar 60 mm. Beliau juga menambahkan bahwa anthropometri adalah bagian dari ergonomi yang sangat penting. C. penelitian yang dilakukan oleh Gunnar terhadap 20 orang wanita dan 20 orang laki-laki yang sedang menggunakan handle pelatuk powered drill tools. Median panjang lengan laki-laki 189 ± 10 mm dan kelompok perempuan 174 ± 9 mm. Sebagai contoh. bentuk. furniture dan pakaian untuk meyakinkan bahwa ketidaksesuaian antara dimensi fisik dari peralatan.

Sedangkan posisi duduk yang standard adalah subjek duduk tegak secara horizontal pada permukaan yang datar dan pandangan lurus ke depan dengan bahu santai dan lengan tergantung bebas serta siku tertekuk pada sudut yang tepat. Posisi pengukuran ini biasanya sudah distandarkan. Posisi Standard Pengukuran Berdiri dan Duduk Pengukuran anthropometri statis secara umum dapat ditinjau dari dua posisi utama. Gambar 6. baik itu duduk maupun berdiri. Contohnya: ukuran tinggi badan. tinggi pantat popliteal. Menurut Pheasant (2003) bahwa posisi berdiri yang standard yaitu subjek berdiri tegak dan menatap lurus ke depan dengan bahu rileks dan tangan menggantung lurus di samping tubuh. berat badan dan lain-lain.1. tinggi siku duduk.70 Sehubungan dengan pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan diam. Berikut data standar dari bagian tubuh dan cara pengukuran dari beberapa variasi posisi tersebut (Pheasant: 2003) : .

5. Subjek berdiri tegak dengan kedua tangan tergantung secara wajar. 7. 3. Gambar 6. Ukur jarak vertikal dari lantai ke titik pertemuan antara lengan atas dan lengan bawah. Tinggi bahu (shoulder height) Tinggi siku (elbow height) Ukur jarak vertikal dari lantai sampai bahu yang menonjol pada saat subjek berdiri tegak. Ukur jarak vertikal dari lantai sampai buku jari tengah pada saat subjek berdiri tegak. Sementara subjek berdiri tegak dengan mata memandang lurus ke depan. Data Bagian Tubuh Tinggi badan tegak (stature) Cara Pengukuran Jarak vertikal telapak kaki sampai ujung kepala yang paling atas.1.2. Posisi Berdiri NO. 1. Posisi Berdiri . Tinggi pinggul (hip height) Tinggi height) Tinggi height) ujung jari (fingertip buku jari (knuckle Ukur jarak vertikal dari lantai sampai pinggul pada saat subjek berdiri tegak. 4.71 Tabel 6. Tinggi mata (eye height) Ukur jarak vertikal dari lantai sampai ujung mata bagian dalam (dekat pangkal hidung). 2. Ukur jarak vertical dari lantai sampai ujung jari tengah pada saat subjek berdiri tegak. 6. Subjek berdiri tegak dan memandang lurus ke depan.

Ukur lebar horizontal maksimum bahu pada tonjolan otot deltoid. Data Bagian Tubuh Tinggi duduk (sitting height) ujung atas Cara Pengukuran Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai kepala. Ukur jarak horizontal dari bagian belakang pantat yang tidak tertekan sampai bagian belakang lutut. Subjek duduk tegak dengan memandang lurus ke depan. Tinggi bahu (shoulder height) Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung tulang bahu yang menonjol pada saat subjek duduk tegak. 11. Ukur jarak horizontal dari bagian terluar pinggul sisi kiri sampai bagian terluar pinggul sisi kanan. 13. dan lutut membentuk sudut siku-siku. Posisi Duduk NO. Tebal dada (chest) Tebal perut (abdominal) Ukur jarak maksimum horizontal dari bidang acuan vertical hingga ke bagian depan dada. 15. 18. 16. Biasanya terletak pada titik pertemuan antara paha dan perut. 17. Subjek duduk tegak dan memandang lurus ke depan. Tinggi siku (elbow height) Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung bawah siku kanan. 19. Ukur jarak maksimum horizontal dari bidang acuan vertical hingga bagian depan perut. Ukur jarak vertikal dari lantai hingga permukaan atas lutut. Jarak pantat-lutut (buttockUkur jarak horizontal dari bagian belakang pantat yang tidak tertekan sampai ujung lutut. 9. 8. Tinggi height) Lebar bahu bideltoid (shoulder breadth: bideltoid) Lebar bahu biacromial (shoulder breadth: biacromial) Lebar pinggul (hip breadth) popliteal (popliteal Ukur jarak vertikal dari lantai sampai bagian belakang lutut. Tinggi mata (eye height) Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung mata bagian dalam. 21.72 Tabel 6. Pada posisi duduk knee lenght) Jarak pantat-popliteal (fingertip height) Tinggi lutut (knee height) . Subjek duduk tegak dengan lengan atas vertikal di sisi badan dan lengan bawah membentuk sudut siku-siku dengan lengan atas.2. 14. Ukur jarak horizontal bahu pada antara sisi bagian luar lengan. Subjek duduk tegak. 10. Tebal paha (thigh thickness) Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ke paha bagian atas yang tidak tertekan dan pada titik paha yang paling tebal. 20. 12.

73 standard. Posisi Duduk . 26. Ukur lebar maksimum dari kepala pada bagian atas telinga. Tebal kepala (head length) Lebar kepala (head breadth) Ukur jarak antara dahi dan bagian belakang kepala. Gambar 6. 27.3.

Gambar 6. 23.74 Tabel 6. 22. Ukur jarak dari belakang siku ke ujung jari tengah pada posisi duduk standar. Data Bagian Tubuh Panjang bahu-siku (shoulderelbow length) Panjang siku-ujung jari (elbowfingertip length) Jangkauan reaches) genggam (grip Cara Pengukuran Ukur jarak dari bagian atas bahu ke bagian bawah siku pada posisi duduk standar. Posisi Duduk Tangan Ke Atas . Posisi Duduk Tangan Ke Atas NO. Ukur jarak dari permukaan alas duduk hingga bagian tengah genggaman tangan dengan lengan diluruskan ke atas.4. 35.3.

75 Tabel 6. Posisi Berdiri Tangan Ke Atas NO. Posisi Berdiri Tangan Ke Atas . Ukur jarak vertikal dari lantai hingga bagian tengah genggaman tangan dengan lengan diluruskan ke atas. Gambar 6. 25.5. 24. 36.4. Ukur jarak horizontal dari puunggung ke bagian tengah genggaman dengan tangan dinaikkan sejajar dengan bahu. Ukur jarak dari bahu ke bagian tengah genggaman tangan dengan siku dan pergelangan tangan lurus. 34. Data Bagian Tubuh Panjang lengan atas (upper limb length) Panjang bahu-genggaman (elbow height) Jangkauan genggam vertikal (vertical grip reaches) Jangkauan horizontal reaches) genggaman (horizontal grip Cara Pengukuran Ukur jarak dari bahu ke ujung jari dengan siku dan pergelangan tangan lurus.

32. Posisi Berdiri Dengan Kedua Tangan Direntangkan . Posisi Berdiri Dengan Kedua Tangan Direntangkan NO. Subjek berdiri tegak dan kedua tangan direntangkan horizontal ke samping sejauh mungkin. 33. Gambar 6.5.6. Data Bagian Tubuh Rentangan tangan (span) Cara Pengukuran Ukur jarak horizontal dari ujung jari terpanjang tangan kiri sampai ujung jari terpanjang tangan kanan.76 Tabel 6. Rentangan siku (elbow span) Ukur jarak antara kedua ujung luar siku pada saat tangan dilipat di depan dada dan kedua ujung jari bertemu.

Ukuran Telapak Tangan Dan Kaki NO. horizontal telapak kaki pada Gambar 6. dan lain sebagainya. 29. Ukuran Telapak Tangan Dan Kaki b) Anthropometri fungsional/ dinamis Sehubungan dengan pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat seorang pekerja melaksanakan kegiatannya. Contoh: sudut putar pergelangan tangan. Data Bagian Tubuh Panjang telapak tangan (hand length) Lebar telapak tangan (hand breadth) Panjang length) Lebar telapak kaki (footbreadth) telapak kaki (foot Cara Pengukuran Ukur jarak dari pergelangan tangan ke ujung jari tengah dengan tangan posisi lurus dan kaku. 28. Ukur lebar maksimum bagian terlebar.7. sudut putar kepala. 30. . Ukur ukur lebar maksimum telapak tangan pada posisi tangan lurus dan kaku Ukur jarak dari bagian belakang tumit ke ujung jari kaki terpanjang. 31.77 Tabel 6.6.

.78 Gambar 6.8. Variasi Sudut Putar Anggota Tubuh Manusia Sumber: Ergonomic and design a reference guide. 2006.

8 cm. Posisi awal lengan tangan bagian bawah ditekuk ke kiri semaksimal mungkin. Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun. Posisi awal. 1. Data Bagian Tubuh Putaran lengan Cara Pengukuran Ukur sudut putaran lengan tangan bagian bawah dari posisi awal sampai ke putaran maksimum. Lalu dengan cara yang sama diputar ke kiri sejauh mungkin. Kemudian busur dikalibrasikan ke 0o. v Jenis kelamin Pria pada umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali dibagian dada dan pinggul. 3. Kemudian diputar ke kanan sejauh mungkin (pergelangan dan lengan tangan tetap diam).. jari-jari mencengkram batang tengah busur. antara lain : v Umur Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun (pria) dan 17 tahun (wanita). Roberts menunjukkan bahwa kelompok suku Pigmi di afrika tengah merupakan kelompok manusia terpendek dengan tinggi badan rata-rata 143. Hitung sudut putaran Variasi dimensi anthropometri sering kali menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan dalam meghasilkan rencana system kerja yang “fit” untuk pengguna. v Rumpun dan suku bangsa Perbedaan suku bangsa merupakan salah satu faktor yang membedakan dimensi tubuh manusia. Sudut telapak kaki Ukur sudut putaran vertikal telapak kaki. Posisi awal. 2. kemudian diputar ke kanan sejauh mungkin. Setelah itu kaki dinaikkan setinggi mungkin.F.7. Sementara Hal ini dapat terjadi karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan dimensi tubuh manusia. Faktor-faktor tersebut . Pengukuran Anthropometri Dinamis NO. telapak kaki diputar ke bawah sejauh mungkin. Putaran telapak tangan Ukur sudut putaran cengkraman jari tangan. Sebagai contoh penelitian yang dilakukan oleh D.79 Tabel 6. Kemudian putar dari posisi awal ke kiri sejauh mungkin.

80 kelompok manusia tertinggi yang pernah tercatat adalah kelompok suku Nilote Utara di Sudan bagian Selatan dengan tinggi badan rata-rata 182,9 cm. v Sosio ekonomi dan konsumsi gizi yang diperoleh Kemampuan untuk memberikan nutrisi yang baik untuk golongan ekonomi menengah ke atas memungkinkan masa pertumbuhan dan kesehatan anak-anak pada kelas sosioeekomoni ini lebih baik dari kelas sosio ekonomi dibawahnya. v Pekerjaan atau aktivittas sehari-hari Pekerjaan atau aktivitas sehari-hari seseorang juga merupakan faktor yang dapat menimbulkan variasi ukuran tubuh manusia. v Kondisi waktu pengkuran Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi fisik aktual pada saat pengukuran. Pertimbangan-pertimbangan tersebut meliputi: apakah subjek yang diukur menggunakan pakaian atau tidak. Jika berpakaian, apakah bahan pakaiannya ringan atau berat. Apakah subjek yang diukur bertelanjang kaki atau tidak.

81

Tabel 6.8. Data Estimasi Anthropometri Usia 19-65 Tahun di Inggris (semua dimensi dalam mm kecuali berat badan, Kg)

82 Tabel 6.9. Data Estimasi Anthropometri Usia 19-65 Tahun di Amerika (semua dimensi dalam mm kecuali berat badan, Kg)

Kg) .83 Tabel 6.10. Data Estimasi Anthropometri Pekerja Industri di Hongkong (semua dimensi dalam mm kecuali berat badan.

Data Estimasi Anthropometri Pengemudi di Prancis (semua dimensi dalam mm kecuali berat badan.84 Tabel 6. Kg) .11.

b. Sesuai dengan tubuh pekerja yang bersangkutan (perancangan individual).85 D. yaitu: a. . perancangan fasilitas yang bias disesuaikan. digunakan sebagai data untuk perancangan peralatan. Perancangan berdasarkan individu ekstrim Prinsip ini digunakan apabila kita mengharapkan agar fasilitas yang akan dirancang tersebut dapat dipakai dengan enak dan nyaman oleh sebagian besar orang-orang yang akan memakainya (biasanya minimal oleh 95% pemakai). 1. dan perancangan fasilitas berdasarkan harga rata-rata para pemakainya (Sutalaksana. Sesuai dengan populasi pemakai/ pekerja Terdapat tiga prinsip perancangan untuk populasi yaitu: perancangan fasilitas berdasarkan individu yang ekstrim. atau dapat juga disebut sebagai data anthropometri. METODE PERANCANGAN ANTHROPOMETRI Data-data dari hasil pengukuran. Mengingat bahwa keadaan dan ciri fisik dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga berbeda satu sama lainnya maka terdapat dua pilihan dalam merancang sistem kerja berdasarkan data anthropometri. yang terbaik secara ergonomi. dkk: 1979).

Contoh Kursi Sekretaris Yang Bisa Disesuaikan 3. Perancangan fasilitas berdasarkan ukuran rata-rata para pemakainya. merupakan contoh-contoh dari pemakaian prinsip ini dalam praktek. Prinsip berdasarkan ukuran ekstrim tidak mungkin dilaksanakan bila lebih banyak rugi daripada untungnya. Gambar 6.10. Penggunaan konsep persentil ditujukan untuk memberi aspek keamanan dan kenyamanan bagi manusia sebagai pengguna di dalam alat atau system kerja . Pada perancangan yang sesuai dengan populasi pemakai/pekerja.9. Perancangan fasilitas yang bisa disesuaikan Prinsip ini digunakan untuk merancang suattu fasilitas agar fasilitas tersebut bisa menampung atau bisa dipakai dengan enak dan nyaman oleh semua orang yang memerlukannya. arrtinya hanya sebagian kecil orang yang akan merasa nyama dengan fasilitas tersebut.86 Gambar 6. Prinsip ini hanya digunakan apabila perancangan berdasarkan ukuran ekstrim tidak mungkin dilaksanakan dan tidak layak jika kita menggunakan prinsip perancangan fasilitas yang disesuaikan. dan tinggi kursi sekretaris atau tinggi permukaan mejanya. Kursi pengemudi mobil yyang bisa diatur maju-mundur dan kemiringan sandarannya. Sedangkan fasilitas yang disesuaikan tidak layak untuk dilakukan karena mahal biayanya. konsep persentil banyak digunakan untuk memudahkan dalam merancang. Contoh-Contoh Pemakaian Prinsip Perancangan Berdasarkan Individu Ekstrim 2.

8. 2. 1995): 1. 6.87 yang dirancang. 5. 4. Contoh Visualisasi Sederhana Hasil Rancangan 10. Penentuan sumber data (dimensi tubuh yang akan diambil) dan pemilihan persentil yang akan dipakai. Pemilihan sampel yang akan diambil datanya. Penentuan kebutuhan data (dimensi tubuh yang akan diambil). Penyiapan alat ukur yang akan dipakai. Pengambilan data. 7. Pengolahan data: v Uji kenormalan data v Uji keseragaman data v Uji kecukupan data v Perhitungan persentil data (persentil kecil. Mendefinisikan dan mendiskripsikan populasi pemakai. Visualisasi rancangan dengan memperhatikan: v Posisi tubuh secara normal v Kelonggaran (pakaian dan ruang) v Variasi gerak Gambar 6. . Analisis hasil rancangan. tahapan perencanaan system kerja menyangkut work space design dengan memperhatikan faktor anthropometri adalah sebagai berikut (Roebuck. Secara umum. 3. Menentukan kebutuhan perancangan dan kebutuhannya (establish requirement). rata-rata dan besar) 9.11.

2. Uji Normalitas Data Uji normalitas yang digunakan adalah uji Geary.88 E.05. maka k = 1. 3. dengan rumus sebagai berikut : Data terdistribusi normal jika –Zα/2 < Z < Zα/2 dengan α = 0.96 ≈ 2 .58 ≈ 3 bila tingkat kepercayaan 95%. Uji Keseragaman Data Jika data terdistribusi normal. Uji Kecukupan Data Persamaan yang digunakan untuk menilai kecukupan data adalah: k = tingkat kepercayaan (umumnya digunakan 95%) bila tingkat kepercayaan 99%. maka rumus uji keseragaman yang digunakan adalah : Data yang digunakan adalah data individu sehingga n = jumlah data dan σ adalah standard deviasinya. Jika data tidak terdistribusi normal. PENGOLAHAN DATA ANTHROPOMETRI Menurut Nurmianto (1996). antara lain adalah: 1. beberapa pengolahan data yang harus dilakukan pada data anthropometri. maka k = 2. maka data tersebut harus diasumsikan normal.

12. Ukuran Relatif Dari Perbedaan Persentil Pria Dan Wanita Sumber: Ergonomic and Design A Reference Guide (2006) Rumus persentil yang digunakan adalah: Jumlah kelas Range kelas Fk fi n = 1+3. 4. 50. Misalnya persentil pertama ukuran tinggi tubuh menunjukkan bahwa 99 persen dari populasi yang diukur memiliki tinggi tubuh melebihi angka tersebut.datamin = frekuensi kumulatif data pada kelas ke-i = frekuensi data pada kelas ke-i = jumlah data Panjang kelas = range kelas/jumlah kelas . maka k ≈ 1 s = tingkat ketelitian apabila N’ < N maka data dinyatakan cukup.3 log n = datamax . dan 95. Gambar berikut memperlihatkan perbandingan persentil antara pria dan wanita.89 bila tingkat kepercayaan 68 %. Umumnya persentil yang digunakan dalam perancangan adalah persentil 5. Persentil Persentil pada dasarnya menyatakan persentase manusia dalam suatu populasi yang memiliki dimensi tubuh yang sama atau lebih kecil dari nilai tersebut. Gambar 6.

Jelaskan variabilitas apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang designer yang produknya akan diekspor ke manca negara dalam kaitannya dengan rancangan anthropometri?? Jelaskan ! 7..90 F. and Taylor. DAFTAR PUSTAKA Bridger.. CRC Press. Erlangga. 2003. and Zelnik M. Sebutkan langkah-langkah pengolahan data yang harus dilakukan pada data antrhopometri! 6. Sebutkan contoh data anthropometri dinamis dan data anthropometri statis! 3. EVALUASI 1. Sebutkan factor-faktor yang dapat mempengaruhi variabilitas data anthropometri! 2. G. Openshaw. E. R. Ergonomic a Reference Guide. Jelaskan tiga prinsip perancangan dengan menggunakan data anthropometri untuk populasi! 4. 2006. J. Introduction to Ergonomics 2nd Edition. Jelaskan tahap-tahap perencanaan system kerja yang menyangkut work space design dengan memperhatikan factor anthropometri! 5. Taylor & Francis e-Library. and Weerdmeester. Berikan contoh perancangan yang memerlukan ukuran anthropometri dengan persentil 5. 2003 ..S. Allsteel Inc. S. Ergonomics for Beginner.. B. dan persentil 95. Dul. 2008. Panero. J. persentil50. Dimensi Manusia & Ruang Interior.

et al. The Handbook of Human Factors and Ergonomics Methods.91 Pheasant. CRC Press. S. Taylor & Francis e-Library.. Sutalaksana.. Stanton. Bodyspace Anthropometry. 1979.. ITB. 2003. et al. 2005. . Ergonomics and the Design of Work. Teknik Tata Cara Kerja.

Pada tahap selanjutnya dirasakan perlunya standardisasi tombol dan angka. . Hal ini dapat meliputi perangkat keras seperti misalnya perkakas kerja (tools).92 BAB VII ANALISA DAN PERANCANGAN KONTROL DAN DISPLAY YANG ERGONOMIS A. Mereka pada umumnya dioperasikan dengan tangan atau kaki. control and display. Sejarah perancangan control dimulai pada tahun 1940-1950. beberapa nilai yang kontinyu (pengaturan frekuensi pada radio). CONTROL Controls disebut “ penggerak” dalam standar ISO. dan sebagainya. 2 respon (on-off). elektromekanik) yang mengkonversikan output dari manusia menjadi input bagi mesin. dan lain-lain B. mengirim input ke bagian dari peralatan. panel dan sebagainya. Karakteristik penting dari kontrol bergantung dari penggunaannya. Variasi kontrol antara lain tombol. Kontrol adalah alat (mekanik. merancang control yang sesuai dengan kegunaannya Mampu merancang display yang ergonomis Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas rancang bangun (desain) ataupun rancang ulang (re-desain). Hasil dari kontrol input ditunjukkan ke operator manapun yang berkaitan dengan displays atau indikator atau oleh tindakan selanjutnya dari mesin itu. PENDAHULUAN Sasaran pembelajaran: Mampu memilih. Pada masa itu sering disebut “era tombol dan angka” dalam kehidupan engineering karena banyak penelitian yang telah dilakukan dalam control dan displays.

Beberapa hal berikut adalah alasan mengapa control perlu dirancang dengan baik: n Disesuaikan dengan ergonomi tubuh manusia/operator yang mengoperasikan control tersebut. n Meminimasi terjadinya human error dalam pengoperasian control n Meminimasi resiko terjadinya kecelakaan kerja n Meminimasi keluhan pemakaian alat n Agar efektif dan efisien dalam pengoperasian control n Alasan waktu dan dana Sekumpulan kontrol harus dikelompokkan secara logika agar dapat diakses dengan cepat oleh user. Kemudian perancangan control mulai banyak mendapat perhatian khusus terutama pada penggunaan dalam militer dan industry. seperti penerapan standar MIL STD 1472. SAE J 1138. Woodson ( 1981). dan 1048 HFS/ANSI 100 sudah menetapkan petunjuk rancangan dengan terperinci.93 misalnya dengan ISO standars. Selama bertahun-tahun kontrol merupakan subjek yang diteliti sehubungan dengan mengidentifikasi karakteristik yang membantu pengguna mencapai waktu minimal pada tugas kontrol dengan sedikit usaha dan kesalahan. seperti dengan mengunci ON-OFF l Membuat suatu “pengaturan terpisah” seperti pembuatan pemisah atau penyesuain terpisah seperti pemilihan suatu saluran TV l Membuat suatu “pengaturan yang kuantitatif” suatu suhu atas alat pengatur panas ( ini kasus khusus dari pengaturan terpisah) l Menggunakan “pengendalian yang berlanjut” seperti kemudi suatu mobil l “masuk data” seperti pada keyboard komputer. HDBK 759. dan Mc Cormick dan Sanders ( 1987). 1139. Beberapa penelitian tentang perancangan control dan display diantaranya adalah Cott Van dan Kinkade (1972). Sanders dan McCormick (1987) mencirikan tindakan control sebagai berikut : l Mengaktifkan atau mematikan peralatan. Mungkin hal ini tidak kelihatan terlalu kritis .

94 jika aplikasinya sederhana seperti sebuah spreadsheet. Penempatan kontrol dan display yang tidak tepat akan mengakibatkan inefisiensi dan frustasi bagi user terutama jika user berada dalam tekanan yang besar dan dihadapkan pada sekumpulan kontrol dan display dalam jumlah yang banyak. penerbangan dan pengatur lalu lintas udara. Pengorganisasian kontrol dan display bergantung pada domain dan aplikasi yang dibuat. Sesuai dengan kegunaan fungsionalnya. keseluruhan interface sistem harus diatur sedemikian rupa sehingga tepat dengan posisi user. namun akan menjadi vital jika digunakan misalnya pada aplikasi kendali pabrik. l Control akan “aman” jika tidak dioperasikan dengan tidak hati-hati atau dioperasikan dengan salah atau dengan cara yang berlebihan. namun hal-hal yang perlu diperhatikan harus meliputi apek-aspek berikut: n Aspek fungsional : kontrol diatur sedemikian rupa sehingga terhubung secara fungsional antara satu dengan lainnya. Selain pengaturan kontrol dan display yang saling terkait satu dengan lainnya. misalnya pada area penerbangan (aviation). Hal ini terutama pada domain yang pengerjaan tugasnya secara berurutan. perancangan control harus mengikuti prinsip-prinsip berikut: l jenis control serupa dengan pengalaman yang lazim dilakukan l Ukuran control dan karakteristik gerakan serupa dengan pengalaman yang lazim dilakukan. n Aspek sekuensial: kontrol dan display diorganisasikan dengan menunjukkan urutan penggunaannya pada aplikasi tertentu. l Arah dari operasi control sesuai dengan arah pergerakan mesin l Operasi yang menuntut control yang bagus dan kekuatan kecil akan dilaksanakan dengan tangan. dan kekuatan besar pada umumnya dengan kaki. n Aspek frekuensi: kontrol dan display ditempatkan sesuai dengan frekuensi penggunaannya. . dengan fungsi yang paling sering digunakan diletakkan pada lokasi yang mudah diakses.

Kode control yang tepat juga dapat mengurangi waktu latihan. penggunaan kebiasaan. Pengaturan dan pengelompokan dari control l Locate for The Ease of Operation ( menempatkan untuk kemudahan dari operasi ) l Primary Controls First ( control primer yang pertama ) l Group Related Controls Together (kelompok kontrol yang terkait dengan fungsi yang sama dikelompokkan bersama-sama) l Arrange for Sequential Operation ( menyusun untuk operasi percontohan) l Be Consistent l Dead-Man Control l Guard Against Accidental Activation ( menjaga terhadap pengaktifan yang kebetulan ) l Pack Tightly But Do Not Crowd ( kemasan yang padat tetapi tidak berkerumun ) Karakteristik Control Kode control Tujuan dari pengokodean pada control adalah agar lebih mudah diidentifikasi dengan hasil yang akurat dan operasi yang cepat. Control-Effect Relationships Hubungan antara control dan efek harus dibuat melalui akal sehat. dan teknik lainnya yang pantas. kedekatan dan pengelompokan. warna.95 Control Actuation Force Or Torque Kekuatan atau tenaga putaran yang diterapkan oleh operator untuk penggiatan dari control harus dijaga serendah mungkin. . 6 hal umum yang digunakan dalam metode pengkodean adalah label. lokasi. bentuk. terutama jika control harus sering dioperasikan. persandian. ukuran dan tekstur. persamaan. label.

bentuk dan tekstur dari kode membantu pengidentifikasian control tanpa perlu dilihat.96 a. Posisi control b. Jarak Control Jarak dari control membantu meminimalkan aktivasi control secara tidak sengaja. Lokasi dari kode merujuk pada lokasi control. Untuk control dengan pergerakan yang berotasi. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk meminimalisasi ketidak sengajaan ini antara lain : 1. Sekali menggunakan warna. Mislanya. bukan pada control yang diposisikan dengan pengaturan diskrit. Warna Warna yang digunakan harus spesisfik. Metode pengkodean yang termudah adalah pelabelan. Ukuran. Covering (pengkoveran) . rasio dapat didefinisikan sebagai berikut : ! !"# C/R = !"#$%&'  !"#$!$%& !  !!" Dimana. a adalah pergeseran control dalam derajat dan L adalah panjang dari lengan tuas control. Control/ Rasio Respon Konsep ini diterapkan pada control kontinyu. Desain control operasi minimumnya harus memiliki kriteria di bawah ini : 1. Dalam suatu kasus seorang pekerja yang tidak sengaja menyentuh control yang menyebabkan pisau bergerak ke bawah dan dapat saja melukai lengannya sendiri. Fungsi pengontrolan 2. Ini merupakan rasio antara jarak dari control gerakan dengan gerakan sistem yang dicontrol. control dapat teraktivasi secara tidak sengaja. warna merah untuk kondisi darurat c. Pengamanan Control untuk Aktivasi yang Tidak Disengaja Dalam beberapa situasi. maka warna tersebut harus distandarkan. Ini juga merupakan hal yang dipertimbangkan dalam pengelompokan control-control dalam suatu alat.

Hal ini membantu untuk mengatasi kemungkinan aktivasi yang disengaja. .97 Mengkover control merupakan langkah yang dapat ditempuh meskipun tidak efektif. Orientasi untuk mengontrol arah gerakan yang memungkinkan sedemikian rupa sehingga gerakan yang tidak disengaja paling mungkin terjadi ke arah itu. 2. Beberapa tipe resistensi control : a. Itu berlaku kekuatan untuk mengontrol posisi nol saat control dilepaskan. Hal ini juga membantu operator untuk mengontrol pergerakan halus. Resistensi Resistensi adalah fitur yang diinginkan dari control karena tingkat tertentu. Resistensi elastis Resistensi elastis menawarkan lebih banyak kekuatan kontra sebagai pemindahan control meningkat. Recessing Control 6. Locking (Penguncian) 3. Gerakan resistensi Dua elemen penyusun gesekan resistensi adalah statis dan gesekan geser. Resistensi Inersia Resistensi inersia bervariasi secara langsung dengan control percepatan. Redaman Viskos Resistensi Hal itu bervariasi secara langsung dengan control kecepatan dan tergantung pada perpindahan atau percepatan. Lokasi Memisahkan antara control yang penting dan kurang penting. b. 5. 4. Umpan Balik Pada Operasi Control dapat ditempatkan di permukaan tersembunyi untuk meminimalkan tonjolan permukaan lainnya.

98 Pengoperasian control sebaiknya disertai adanya umpan balik yang bersifat peringatan kepada operator, jika pengoperasian control tersebut salah. Kesesuaian Secara ergonomis hal ini merujuk pada hubungan antara stimuli dan respon dari manusia. Sanders dan McCormick berpendapat bahwa tipe-tipe kesesuaian adalah : 1. Spasial kompatibilitas Dua elemen utama dari kompatibilitas spasial berlaku untuk menampilkan dan mengontrol perangkat dan kesamaan fisik penataan fisik di area kerja 2. Kompatibilitas dari hubungan perpindahan. Tipe kedua meliputi hubungan antara control dan kompatibilitas gerakan untuk memindahkan elemen tampilan, menampilkan elemen tanpa gerakan-terkait, dan sistem gerak control dari respon yang terkait. Contohnya adalah kesesuaian dari control dengan pergerakan mesin. Control dirancang sehingga arah dari pergerakan control adalah sesuai atau cocok dengan pergerakan respon dari pengendalian mesin, suatu sarana (angkut), peralatan, komponen, atau aksesori. 3. Kompabilitas Konseptual. Kesesuaian jenis ini terkait dengan hubungan intrinsik antara item atau konsep. Contohnya adalah tengkorak dan tulang bersilang yang menunjukkan bahaya, titik nyala untuk meningkatkan unit pengisian lapangan, sinyal darurat berkabung, dan sebuah pesawat di peta, yang menunjukkan sebuah bandara. Tampilan Keyboard Elemen penting dari desain keyboard adalah susunan tombol pada papan. Pengaturan terbaik untuk mengoptimalkan kinerja penanganan data dengan perangkat tersebut. Beberapa telah mengembangkan skema pengaturan. Skema yang paling banyak digunakan di dunia barat adalah QWERTY, dieja dari enam tombol paling kiri pada baris atas dari susunan huruf. Namun susunan QWERTY ini masih memiliki kelemahan, antara lain : 1. Tangan kiri sedikit kelebihan beban. 2. Melewatkan baris adalah umum dalam urutan yang sering digunakan.

99 3. Mengetik terlalu banyak dilakukan dengan menggunakan baris atas tombol. 4. Beban di beberapa jari lebih besar dari yang lain. Banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan tampilan QWERTY. Namun demikian tampilan DVORAK juga diterima oleh American National Standards Institute. Tampilan ini dikembangkan dengan berdasarkan beban yang ditumpu oleh tangan kanan lebih banyak dari beban pada tangan kiri. Yamada menyebutkan bahwa tampilan DVORAK lebih mudah dipelajari, lebih cepat digunakan dengan kesalahan yang lebih minim dari tampilan QWERTY. Meskipun tampaknya DVORAK lebih unggul dari QWERTY namun masyarakat yang lebih sering menggunakan QWERTY membuat DVORAK susah diterima pada kalangan masyarakat di negara-negara yang berbahasa Inggris. Pengembangan teknologi perintah dengan suara Desainer perangkat input suara untuk keperluan industri harus menyadari 20 pertanyaan dalam desain. Banyak dari mereka yang berhubungan dengan ergonomi dan bertujuan untuk meminimalkan frustrasi operator. 1. Fungsi pada kebisingan pabrik 2. Kuat terhadap pergeseran 3. Beberapa encoding 4. Buffers 5. Pengeditan 6. Multisensory Prompting 7. Data entri jarak jauh 8. Interupsi penyisihan (Interruption allowance) 9. Umpan balik 10. Multi tasking 11. Kustomisasi 12. Redundant data entry 13. Pesan bantuan 14. Continuous Recognition

100 15. Gender independent recognition 16. Multiple host communication modes 17. User experience level 18. Control of valid vocabulary 19. Branching capability 20. Queueing of input data.

C. DISPLAY C.1. Pengertian Display Display adalah bagian dari lingkungan yang mengkomunikasikan keadaannya langsung kepada manusia dalam bentuk lambang atau tanda. Display bertujuan untuk menampilkan informasi. Layar komputer merupakan display, tachometer pada mesin adalah display, halaman buku adalah display. Persoalan yang sering terjadi adalah display yang tidak mengkomunikasikan keadaan secara langsung dan oleh karena itu kita perlu memikirkan bagaimana merancang suatu alat yang bisa menerjemahkan informasi sehingga mudah dimengerti manusia. Display harus dirancang dengan baik agar dapat menjalankan fungsinya untuk menyajikan informasi yang diperlukan manusia dalam melaksanakan pekerjaannya. Manusia memperoleh informasi dari lingkungannya baik secara langsung (melihat ke jalan, mendengar bunyi) maupun secara tidak langsung. Pengindraan secara tidak langsung tersebut merupakan tipe yang relevan dengan penggunaan display. Dalam hal ini manusia menerima informasi yang tidak dapat dirasakan oleh mekanisme sensori. Contohnya, temperatur gas dalam tangki. Mata dan telinga tidak dapat mendeteksi. Namun pertambahan temperatur tersebut dapat dilihat pada display instrumen. Konsep”Human Centered Design” sangat kuat dalam pembuatan display dan poster karena terkait dengan sifat-sifat manusia sebagai “penglihat dan pemaham isyarat”. Perancangan display yang baik adalah apabila display tersebut dapat menyampaikan informasi selengkap mungkin tanpa menimbulkan banyak kesalahan dari manusia yang menerimanya. Kajian ilmu ergonomi menitikberatkan perancangan display pada interaksi antara manusia dengan display, di mana fungsi utama display

Menggunakan kalimat-kalimat pendek. 7. Realistis sesuai dengan permasalahan. Tidak membosankan. Ciri-ciri display dan poster yang baik adalah: 1. pemilihan kata maupun frase. 5. dan jelas.101 adalah untuk menyajikan informasi dengan format yang jelas (tidak bias) yang dapat dideteksi dengan jelas oleh manusia. 3. Bentuk/gambar menarik dan menggambarkan kejadian. Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian. Menggunakan huruf yang baik sehingga mudah dibaca. penggunaan font yang mudah dilihat. lugas.2. 6. Dapat menyampaikan pesan 2. Proporsi gambar dan huruf huruf memungkinkan untuk dapat dilihat/dibaca. kesederhanaan. Helander merumuskan beberapa faktor lain mengenai readability pada display seperti relevansi. kejelasan. Kemampuan suatu display untuk terdeteksi merupakan kondisi dimana data yang awalnya tidak dapat terdeteksi dapat disadari dan dipahami oleh manusia. lokasi. minimasi kesalahan visual. Legibility dari data adalah persyaratan minimum yang harus dimiliki demi keefektifan display. 4. Kemampuan Signal untuk Terdeteksi Fungsi utama dari display adalah menampilkan data yang benar dalam format yang dapat dimengerti oleh manusia. 8. Readability (Kelayakan Baca) Readability ditentukan setelah legibility. Legibility (Ke-mampu baca-an) Legibility dapat tercapai dengan mengoptimalkan kontras antara karakter dan latar. C. Kondisi-kondisi yang dapat membuat signal lebih mudah terdeteksi adalah : . opimasi dimensi karakter dengan sudut yang tepat dan sebagainya.

3. 5. Data dapat saja berupa data statik ataupun data dinamik. papan pengumuman atau tampilan pada mesin manual. Jenis. Meningkatkan durasi dari signal. Display statis adalah display yang memberikan informasi tanpa dipengaruhi oleh variabel waktu. misalnya peta. 4. atau alat penunjuk temperatur. Sedangkan display dinamis adalah display yang dipengaruhi oleh variabel waktu.3.300 ms. Display menampilkan data pada user yang kemudian diubah menjadi informasi. audio. misalnya speedometer yang memberikan informasi kecepatan kendaraan bermotor dalam setiap kondisi.102 1. gerakan) dapat ditambahkan. Munson menemukan bahwa signal yang dapat terdeteksi haruslah berkisar antara 200 ms. Menambah rasio signal Deatherage menyebutkan bahwa intensitas signal yang dapat terdeteksi adalah 110dB.jenis Display Display didefinisikan sebagai alat yang menyajikan informasi tentang lingkungan yang dikomunikasikan dalam bentuk tanda-tanda atau lambanglambang. Rata-rata tampilan signal yang optimal (tidak terlalu cepat maupun tidak terlalu lambat) C. 2. Patterson menunjukkan bahwa durasi minimum signal untuk suatu peringatan seharusnya berkisar antara 100 ms dengan peningkatan 25 ms atau penurunan 25 ms. . Tampilan data yang multichannel Untuk meningkatkan kemampuan display untuk dapat lebih mudah terdeteksi maka informasi yang multichannel (visual. Pemantauan data yang multichannel Tampilan gambar akan lebih efektif apabila ditambahkan dengan suara dan sebagainya.

ukuran dan sebagainya. 10 dan 5 merupakan angka-angka yang mudah untuk diingat. Interval 4. Di lain sisi. Display digital 2.103 Display Kuantitatif Display kuantitatif menampilkan informasi kuantitatif pada variabel yang berubah atau pada variabel statis. kombinasi penunjukan skala lebih baik jika digunakan. display analog dengan penunjukan yang berubah dan skala tetap jauh lebih baik dibanding display dengan penunjuk tetap dan skala yang berubah. Terdapat tiga jenis display kuantitatif yaitu : 1. Tanda Skala Biasanya. setelah menelaah literatur menyimpulkan bahwa secara umum. skala tetap Grether dan Baker menyebutkan bahwa skala kurang efisien digunakan untuk menampilkan informasi kuantitatif.3 dan 6 merupakan progress angka yang buruk dan sama sekali tidak dianjurkan untuk digunakan. 1. Indikator berubah. Penunjuk harus memiliki sudut paling tidak 20o. Skala berubah. 3. Desain Penunjuk Yang harus diperhatikan disini adalah jarak antara skala dan penunjuk. indikator tetap 3. Menggunakan angka desimal pada skala sama sekali tidak dianjurkan. Penggunaan warna yang seragam pada penunjuk juga disarankan. Desain Skala Desain skala merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan. . Sinclair. 4. Tanda skala ini haruslah tertata rapi dan tidak saling tumpang tindih. untuk deviasi relatif dari nilai tertentu.pilkan sangat banyak penggunaan penunjuk tetap dengan skala yang berpindah dapat dipertimbangkan. Desain skala itu sendiri menyangkut desain penunjuk. progress angka. Panjang Skala Parameter ini ditentukan oleh kisaran dari variabel. Progress angka Angka 1. 2. jika angka yang akan dita.

display menunjukkan 3 kondisi temperatur : dingin. hangat dan panas. cm) = 0. Untuk karakter yang berwarna hitam pada latar putih rasio lebar / tinggi berkisar antara 1:6 hingga 1:8. Display Kualitatif Biasanya variabel pada jenis display ini berubah-ubah. sedangkan untuk huruf kapital perbandingannya adalah antara 1:1 dan 3:5. Jika hendak . D K1 K2 = Jarak pandang dalam cm (in) = Faktor koreksi dari penerangan dan kondisi = Faktor koreksi untuk tingkat kepentingan dari display 2. Contohnya adalah temperatur pada mesin produksi. 3. Orientasi Karakter Orientasi huruf maupun angka harus dalam posisi yang tepat. Ini merupakan perbandingan ketebalan pada tinggi karakter.0022D+ K1 + K2 Dimana. in) = 0.000866D + K1 + K2 H (Tinggi Karakter. Peter dan Adams merekomendasikan hubungan antara tinggi karakter dan variabel seperti di bawah ini : H (Tinggi Karakter. Operator hanya mengambil tindakan apabila temperatur menunjukkan nilai tertentu. Rasio aturan lebar/tinggi. Rasio lebar/ tinggi karakter Untuk angka perbandingannya adalah 3:5. Contohnya.104 5. kisaranrasio lebar / tingginya adalah 1:8 hingga 1:10. Ukuran Tanda Skala Ukuran yang direkomendasikan oleh Figure adalah 71 cm (28 in) Display Alphanumeric (Huruf dan Angka) 1. Berger menyarankan untuk karakter putih pada latar hitam. Tinggi karakter. 4.

Kedipan lampu optimal yang dianjurkan adalah 4 kedipan per detik. hijau. Kontras dengan latar. Display Simbolik Simbol dapat saja merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan informasi pada user. Keuntungan dari penggunaan simbol adalah mudah dipahami oleh orang-orang dari berbagai negara. “on/off”. Tampilan Multichannel Dalam kondisi yang darurat. maka penggunaan penunjuk yang berubah dengan skala tetap adalah yang terbaik. Warna Warna yang dianjurkan adalah merah. Brightness (Kecermelangan) 4. Desain ergonomis dari suatu display haruslah dapat menampilkan informasi yang mudah dipahami dalam waktu yang sesingkat mungkin. Simbol sangat populer digunakan untuk menyampaikan peringatan dan dihunakan secara luas pada rambu-rambu lalu lintas maupun fasilitas publik. Sekumpulan display kualitatif dikenal dengan sebutan status indikator. 3. Simbol adalah gambar2 sederhana dari suatu object yang mengandung suatu maksud tertentu. mislanya “go/no go”. 2. kuning dan putih.105 menggunakan display kualitatif. Unit-unit ini memperlihatkan 2 status informasi yang harus diperhatikan pada sebuah sistem. Parameter yang dipertimbangkan dalam mendesain lampu peringatan adalah : 1. Flash Rate (Rata-rata kedipan) Kedipan lampu merupakan cara yang efektif untuk menarik respon dari operator. penambahan signal visual dapat dipertimbangkan. Setiap simbol yang digunakan harus disetujui oleh ISO (International Standards Organization) dan harus diujicobakan terlebih dahulu di 6 negara. Kondisi tersebut dapat saja ditandai dengan lampu peringatan. “working/idle” dan “normal/abnormal”. 5. .

Garis yang menjelaskan karakter haruslah tajam. Gunakan karakter vertikal. penggunaan gambar jangan sampai membingungkan dan kabur. Contoh Display Simbolik Desain Display Elektronik Sekarang ini banyak simbol-simbol elektronik yang mulai diperkenalkan. Warna oranye dan hijau cukup direkomendasikan • • • • • Luminance dari layar monitor harus lebih besar dari 25 ml Jarak pandang terbaik adalah 71 cm Tinggi karakter minimum adalah 4. maupun liquid crystal.8 Kontras minimum dengan latar yang direkomendasikan adalah 88% .0157 hingga 0.6 mm Rasio lebar dan tinggi karakter harus antara 0. 8.1 hingga 1. Gunakan kontras pada latar.4 dan 0.106 Gambar 7. 3. Jarak titik antara 0.7 dan 0. dot matrix character generators. 7. Minimasi refleksi pada layar. Untuk data yang berubah. Karakteristik VDT yang direkomendasikan: • • Resolusi terbaik adalah antara 9 – 10 scan lines per karakter Pilihlah suatu karakter warna di tengah-tengah diagram chromaticity. Beberap saran pada desain elektronik antara lain : 1. tidak berantakan dan mengunakan pencahayaan warna yang seimbang.6 mm (0. Gunakan dot matrix character 7x7 atau 7x9 2.0236 in) 6. 4. misalnya LEDs (Light-emitting diode). 5.4 kali lebar karakter. Jarak antar karakter antara 1.1.

2200. kemampuan didengar oleh kedua telinga. Beberapa contoh display auditori adalah klakson. Variabel-variabel terkait yang dapat dijadikan parameter untuk menrancang display berupa suara ini adalah kesamaan dengan pesan yang hendak disampaikan. Getaran mekanik. Terdapat hubungan yang rumit antara konsonan phoenemes dan pola spectrographic terkait. 5. alarm dan sirine. energi panas dan impuls elektrik dapat digunakan sebagai bentuk display taktual.00016 inchi). 3000 dan 4200 Hz. Memiliki frekuensi yang harmoni. 3. 2. kebanyakan display auditori juga menyajikan output berupa suara untuk memberi peringatan lebih pada operator. Tidak dianjurkan untuk menggunakan tekanan yang kontinyu pada . Suara yang ditangkap sehari-hari memiliki spektrum antara 100 hingga 8000Hz. Peringatan bahaya haruslah memiliki pola dan tempo yang berbeda secara nyata satu sama lain.107 Display Auditori Display auditori digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk suara. Display Taktual Display taktual digunakan untuk alat peringatan dan digunakan secara ekstensif oleh tuna netra. Jika menggunakan getaran mekanis maka amplitudo yang digunakan berkisar antara 0. Frekuensi antara 150 – 1000Hz 4. Peringatan bahaya dapat saja berupa suara. menggunkan signal modulat (1-3 kali / detik) atau bunti “beep” (1-8 kali/detik) Speech Intelligibility Saat ini.0004cm (0. peningkatan rasio. bel. penggunaan kalimat yang mudah dimengerti. Speech intelligibility merupakan kemampuan untuk menangkap suara peringatan yang dimaksud secara jelas dan benar. Frekuensi vokal berkisar 800. Beberapa pertimbanan dalam pembuatan display auditori antara lain : 1.

Dalam Visual Display . Untuk Display Representatif. OFF pada generator. Untuk jenis Display Kualitatif merupakan penyederhanaan dari informasi yang semula berbentuk data numerik. NORMAL. BELL dan BUZZER untuk menunjukkan informasi kehadiran. Display dan Informasi yang disampaikan terbagi atas tiga tipe. DINGIN. interval pada penunjuk skala yang paling memudahkan pengguna adalah interval dalam satuan. Indera mata sangat sensitif terhadap warna BIRU-HIJAU-KUNING. Jenis Display Kuantitatif memperlihatkan informasi numerik dan biasanya disajikan dalam bentuk Digital ataupun Analog untuk suatu Visual Display. dan (3) Display Representatif. tetapi sangat tergantung juga pada kondisi terang dan gelap. Menurut Galer (1989). Beberapa Hasil Penelitian dalam Perancangan Display • Display dalam bentuk skala kurang efektif dalam menampilkan informasi kuantitatif. (2) Display Kuantitatif. biasanya berupa sebuah “working model” atau “mimic diagram” dari suatu mesin.4. lampu kelap-kelip dan sirine sebagai tanda peringatan (Warning devices). PANAS pada pembacaan temperatur. dibandingkan dengan display dalam bentuk counter (Grether & Baker) • Display analog dengan jarum penunjuk yang bergerak lebih baik dibanding dengan jarum penunjuk yang tetap dan skala yang bergerak (Sinclair) • Diurutkan dari yang terbaik. C. interval sepuluh. Salah satu contohnya adalah diagram sinyal lintasan kereta api. interval pada penunjuk skala yang paling menyulitkan pengguna adalah interval empat. interval tiga. yaitu (1) Display Kualitatif. dan interval lima • Diurutkan dari yang terburuk.108 indra peraba. Voltage antara10 mA sampai 12 mA cukup dapat digunakan untuk menarik perhatian tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi pekerja. dan interval enam • Informasi dapat juga diberikan dalam bentuk kode warna. Contoh display kualitatif misalnya informasi atau tanda ON.

S (1995) terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan warna pada pembuatan display. di mana flashing rate yang optimum adalah 4 per detik • • • Brightness Tampilkan dengan multichannel Buat kontras dengan latar Beberapa parameter disain yang direkomendasikan untuk sinyal tanda bahaya: • • Bunyi dari sinyal tanda bahaya harus memiliki pola tertentu Menggunakan sinyal yang termodulasi ( 1 – 3 kali / detik) atau beep sounds (1 – 8 beep / detik) • • • Sinyal tanda bahaya dapat diperkuat dengan suara Frekuensi sinyal dijaga antara 150 – 1000 Hz Jika jarak ke target pendengar cukup jauh (lebih dari 330 m atau 1000 ft). Sedangkan menurut Bridger. 1989). Beberapa parameter disain yang direkomendasikan untuk lampu tanda bahaya: • • Gunakan pengkodean warna Gunakan flashing light. Kelebihannya antara lain: memberi tanda untuk data-data yang spesifik. • Warna merah dan hijau sebaiknya tidak digunakan bersamaan begitu pula warna kuning dan biru (Galer.109 sebaiknya tidak menggunakan lebih dari 5 warna. membingungkan dan mungkin dapat memberikan reaksi yang salah.R. Hal ini berkaitan dengan adanya beberapa kelompok orang yang memiliki gangguan penglihatan atau mengalami kekurangan dan keterbatasan penglihatan pada matanya. informasi dapat lebih cepat diterima. dan dapat terlihat lebih natural. Sedangkan kekurangan dalam penggunaan warna pada pembuatan display diantaranya: dapat menyebabkan “fatique”. gunakan intensitas tinggi dan frekuensi di bawah 1000 Hz . dan tidak bermanfaat bagi orang yang buta warna.

Hal-hal yg harus diperhatikan dalam pelabelan: 1. Jelaskan pengertian dari control 2. Namun kenyataannya tidak. Fungsi peralatan 5. Penyingkatan kata 6. gunakan frekuensi di bawah 500 Hz C. Mengapa control perlu dirancang dengan baik? 4. familiarity 8. Label dan peringatan label peringatan bisa berisikan test. gambar. semua perangkat atau alat harus aman di gunakan. Biasanya. Standarisasi 4. visibility and legibility 9. Pelabelan harus dilakukan supaya tersedia informasi nyang akurat dari suatu produk. grafik atau kombinasi dari ketiganya. Brevity 7. Lokasi 3.5. Orientasi 2.110 • Jika terdapat penghalang antara sumber sinyal tanda bahaya dengan target pendengar. Label Label berisi peringatan untuk hal-hal yang tidak boleh atau harus dilakukan atas produk tersebut. Ada juga yang berisi peringatan bahaya. huruf dan ukurannya D. Jelaskan prinsip pengaturan dan pengelompokan dari control! 5. Apa manfaat dari control / rasio respon? . disebabkan pengguna alat tidak mengenal betul alat yg digunakan dan tidak memperhatikan peringatan pada alat tersebut sehingga menyebabkan pengguna ini salah menngunakan alat tersebut dan berakibat kecelakaan pada pengguna. agar pengguna produk tersebut berhati-hati. Sebutkan ciri-ciri tindakan control menurut Sanders dan McCormick! 3. EVALUASI 1.

McGraw-Hill. John Willey&Sons. menurut Gether dan Baker? 18. A. Jelaskan jenis-jenis display beserta contohnya masing-masing! apa yang disebut dengan speech intelligibility! 15.. Jelaskan tipe-tipe kesesuaian menurut Sanders dan McCormick! 9.. New York. Jelaskan titik berat kajian ilmu ergonomic pada perancangan display! 12. Mc-Graw Hill. menurut Sinclair? 19. 9th Ed. DAFTAR PUSTAKA Mc. USA. Inc. Jelaskan pengertian tentang display! 11. 2002.Cormick. B. Standards and Work Design. Methods.W. Niebel. New York. Display apakah yang paling efektif dalam menampilkan informasi kuantitatif. New York.. Apa yang disebut dengan resistensi? 8. 1999. Groover. Jelaskan kondisi-kondisi yang dapat membuat signal menjadi lebih mudah terdeteksi! 14.. and Freivalds. Display analog yang bagaimanakah yang lebih baik.111 6. Jelaskan ciri-ciri display yang baik! 13. USA. Apa yang disebut dengan display tactual? 16. Jelaskan prinsip-prinsip dari perancangan display tactual! 17. Mikell P. Apa saja kelemahan keyboard system QWERTY menurut penelitian terdahulu? 10. Jelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi ketidaksengajaan aktivasi control! 7. Fundamentals of Modern Manufacturing.HumanFactors in Engineering and Design. Bagaimana usulan anda tentang perancangan display tanda keadaan darurat pada suatu lantai produksi dengan kondisi penerangan yang redup? Warna apa yang sebaiknya digunakan?? E. . 1992.ErnestJ.

hanya memiliki pengaruh yang terbatas pula pada keefektifan pencapaian sasaran akhir dari . Salah satu kunci sukses dari keefektifan penerapan program-program ergonomi di perusahaan adalah suatu program perbaikan ergonomi yang menyeluruh dalam perusahaan. engineers. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa program-program ergonomi yang lingkupnya terbatas pada level task dan sub-task. OVERVIEW MAKRO ERGONOMI Globalisasi di tandai oleh adanya 3C: Complexity. sehingga memerlukan pendekatan yang lebih multi dan interdisipliner. supervisor. PENDAHULUAN Sasaran pembelajaran: • Mampu memahami hubungan antara makro ergonomi dengan ergonomic mikro • • Mampu memahami metode CRT (Current Reality Tree) Mampu memahami metode MOQS (Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey) • Mampu memahami penerapan Kaizen dalam perusahaan B. dan health and safety personnel.112 BAB VIII MAKRO ERGONOMI A. Hal ini menuntut dimilikinya pengetahuan dasar tentang ergonomi secara meluas di perusahaan. Ini berarti bahwa masalah-masalah yang akan kita hadapi akan makin kompleks. termasuk operator. Competition and Change. manajer.

telah berkembang suatu konsep baru yang disebut dengan makro ergonomi. Dalam pelaksanaan makroergonomi tidak satupun dari area ini yang terabaikan. Suatu sistem pekerjaan melibatkan dua atau lebih individu yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan umum dalam suatu organisasi. bukan pada level task dan sub-task. Makroergonomi merupakan subcabang keilmuan yang terintegrasi karena mencakup pengetahuan. Makro ergonomi bertujuan untuk mencapai keharmonisan dari suatu sistem. rancang-bangun sistem. 2002). ergonomi fisik. dan peralatan dari sistem sosioteknik.113 tujuan program. Sebagai ilmu pengetahuan. dan ergonomi teori. perilaku. Dengan demikian. sehingga perusahaan dapat memiliki tingkat kualitas. penerapan analisis makro ergonomi diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh personel dalam perusahaan dapat memiliki work life yang berkualitas tinggi. atau personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras atau . keamanan. psikologi industri. Makroergonomi telah dikenal sebagai subdisiplin ergonomi yang terkait dengan hubungan manusia.Hendrick:2001). Subdisiplin ergonomi juga berkaitan dengan teknologi yang lain. Makroergonomi adalah suatu subdisiplin ergonomi yang fokus mengkaji mengenai perancangan sistem kerja (Brian. makro-ergonomi mengarahkan untuk mengembangkan suatu pemahaman sistem pekerjaan. Suatu sistem pekerjaan terdiri atas personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras dan lunak. Pada generasi ketiga dari perkembangan ilmu ergonomi (HW. metode. C. Ergonomi makro merupakan suatu perspektif untuk melihat sistem dalam skala yang lebih besar agar investasi dari ergonomi mikro lebih berhasil. PENGERTIAN MAKRO ERGONOMI Makro Ergonomi adalah pendekatan sistem sosioteknik dari tingkatan atas ke bawah yang diterapkan pada perancangan sistem kerja secara keseluruhan pada berbagai level interaksi ergonomi seperti manusiapekerjaan. manusia-mesin dan manusia-perangkat lunak. organisasi dan teknologi. yang sudut pandang analisanya berada pada level system dan persepsi organisasi. dan produktifitas yang tinggi.

Pendekatan proaktif mengharuskan engineer untuk memiliki kemampuan untuk mengantisipasi masalah performansi manusia pada tahap desain awal. atau melalui inspeksi ergonomi. mendesain sebuah sikat gigi atau sebuah warning (larangan) lebih dari sekedar mempertimbangkan persoalan untuk ukuran menetukan tangan keputusan. Pendekatan proaktif mengharuskan engineer untuk mengantisipasi ketidaksesuaian antara pekerja-pekerjaan. Makroergonomi menjadi melebihi teknologi interface mikroergonomi tradisional yang memberikan perhatian khusus pada spesifikasi hardware. semuanya berinteraksi satu sama lain dan dengan teknologi-teknologi yang berbeda dan semuanya memiliki tugas. Masalah diidentifikasi melalui bermacam cara. Ergonomi itu sendiri dalam penerapannya pada industri bertujuan untuk memperbaiki performansi pekerja melalui peningkatan kenyamanan dan kesesuaian pekerja dengan lingkungan dan tempat kerjanya. software. seseorang Desain yang system membaca kerja terus ketajamannnya. Pendekatan reaktif mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya. maka solusi dapat dikembangkan dan diterapkan melalui metode-metode analisis ergonomi. Sebagai contoh. Untuk desain seperti sistem sociotechnical dalam hubungannya dengan “ Human-organization interface technology” membutuhkan makro ergonomic. Tujuan tersebut secara umum dapat dicapai dengan dua pendekatan: reaktif dan proaktif.114 lunak di dalam lingkungan fisik internal. Tentu. seperti yang telah dipaparkan oleh Hendrik dan Kleiner (2000). lingkungan eksternal. pekerjaan. Transportasi dan system manufaktur terdiri dari beberapa orang yang memiliki tingkatan / level yang berbeda. tetapi biasanya muncul dalam laporan kecelakaan/cidera. serta job task requirement. Setelah masalah teridentifikasi. untuk melengkapi kekurangan dan menggabungkan kelebihannya. ketika seorang pekerja manual handling harus mengangkat suatu beban. label tugas mikro atau mikroergonomi dapat menjadi . Penerapan yang terbaik adalah kombinasi antara pendekatan reaktif dan proaktif dalam analisis ergonomi.dan tanggung jawab yang berbeda. dan lingkungan. dan kemudian merancang sedemikian sehingga masalah tersebut dapat dicegah. dan struktur organisasi serta proses agar menjadi lebih baik. maka berat beban tersebut harus berada dalam range kemampuan/ kekuatan pekerja.

Jika analisis ergonomi berfokus pada level task. Ergonomi: Match/Mismatch antara Pekerja-Pekerjaan Makro ergonomi juga merupakan suatu study of work.bahkan ekonomi dan regional. interaksi orang dalam organisasi. dan aspek motivasi dalam bekerja. . lingkungan.1.115 mempertimbangkan teknik yang relevan.political implicationtugas ini sungguh-sungguh dalam realita makroergonomi. dan interaksi mereka merupakan kajian ergonomic. Dan jika desain organisasi dan aspek manajemen. Comparison of the person and task Abilities of person Requirements of the task Mismatches require solutions Gambar 8. factor-faktor social. tetapi analisis makro ergonomi menganalisa pekerjaan dan system pekerjaan dari sudut pandang yang lebih luas dibandingkan dengan analisis ergonomi. Beberapa issue penting dalam makro ergonomi adalah struktur organisasi. analisis makro ergonomi berfokus pada level organisasi.

Job design. Komunikasi yang lebih baik. work system Ergonomics: Task. Keterlibatan karyawan dalam program makro ergonomi dapat memberikan beberapa keuntungan. atau kontrol administrasi yang dapat diterapkan dengan efektif. Makro Ergonomi dan Ergonomi Penggunaan konsep makro ergonomi merupakan suatu pendekatan untuk mengimplementasikan ergonomi tradisional ke dalam level organisasi. keamanan. Pertama. . serta membiarkan mereka sendiri yang memecahkan masalah tersebut akan menghasilkan suatu solusi yang cost-effective.116 Macro-ergonomics: organizations. information Gambar 8. tingkat respon yang lebih cepat.2. equipment. dan produktifitas yang tinggi. Penerapan analisis makro ergonomi diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh personel dalam perusahaan dapat memiliki work life yang berkualitas tinggi. machines. sehingga perusahaan dapat memiliki tingkat kualitas. juga moral karyawan yang lebih baik menjadi tambahan nilai plus bagi penerapan makro ergonomi. Pendekatan makro ergonomi dilakukan oleh sebuah system team dengan latar belakang yang multi dan interdisipliner. keterlibatan karyawan akan menghilangkan ketidaksesuaian antara orang-pekerja. Selain itu para pekerja akan dapat mengidentifikasi permasalahan yang real.

mempersepsikan. namun makro ergonomi memeriksa pekerjaan dan sistem kerja secara lebih luas. namun makro ergonomi melihat dari tingkat pekerjaan dan juga tingkat organisasi. dan karekteristik perceptual dalam merancang dan mengaplikasikan sistem antar manusia dan mesin. Hendrick menjelaskan bahwa generasi kedua meningkatkan penekanan pada pengembangan dan aplikasi penggunaan sistem antar teknologi dan pengguna. Dengan kata lain. Hendrik pada era tahun 80’an. mengolah. Cabang ergonomi ini muncul diakibatkan oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat. Generasi ini menekankan perhatian pada aspek penerapan pengetahuan tentang individu dan organisasi pada perancangan. b. Atau dengan kata lain. Hendrick mendeskripsikan ergonomi dalam sebuah seri dari tiga generasi : a. Generasi kedua Generasi ini ditandai ketika beralihnya perhatian para ahli dengan berkembangnya sistem komputer. lingkungan. atau keseluruhan organisasi sistem kerja dan berkonsentrasi pada pengembangan dan aplikasi dari teknologi dihubungankan dengan organisasi. penyusunan ruang kerja dan lingkungan kerja.117 Makro ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang pertama kali diperkenalkan oleh Hal W. Makro ergonomi dapat dimulai pada tingkat organisasi dari atas ke . implementasi dan penggunaan teknologi baru. generasi ketiga fokus pada makro ergonomi. display. Hal ini meliputi control. Disini para ahli ergonomi menekankan penelitian pada bagaimana manusia menerima. Generasi pertama Ergonomi berkaitan dengan kemampuan fisik. melebihi kecepatan perkembangan organisasi. fisiologis. Makro ergonomi juga meneliti tentang pekerjaan. dan menyimpulkan data dan informasi. Beberapa hal yang dibahas dalam makro ergonomi adalah struktur organisasi. c. interaksi antara orang-orang yang ada dalam organisasi dan aspek motivasi dari pekerja. Generasi ketiga Generasi ini ditandai dengan masuknya unsur eksternal yaitu organisasi dan sistem sosioteknik ke dalam ergonomi. selain itu juga disebabkan terdapatnya kelemahan dalam mikro ergonomi. ergonomi hanya melihat dari tingkat pekerjaan.

dalam kenyataanya keduanya saling melengkapi satu sama lain. Pendekatan holistik dalam intervensi ergonomi menekankan cara berpikir dan bertindak dalam melakukan perbaikan dengan menggunakan teknologi tepat guna. Perbandingan Antara Mikro Ergonomi Dengan Makro Ergonomi Karakteristik Tingkat bahasan Unit kerja Tujuan Focus Alat pengukuran Mikro Tugas. luminasi. decibel. Penerapan pendekatan holistik memungkinkan terjadinya proses tawar menawar untuk mendapatkan suatu perbaikan kondisi kerja yang memenuhi . teknik industri Ergonomi Makro Divisi kerja Mengoptimalkan kerja Peninjauan secara luas Umumnya organisasionaldan mengukur subjektifitas seperti jumlah orang.1. Perbandingan antara kedua konsep ini dapat dilihat pada Tabel 3. Lebih jelasnya sistemik diartikan semua faktor yang diasumsikan mempengaruhi proses perancangan sistem kerja dan diperkirakan dapat menimbulkan masalah harus diperhitungkan dengan cara memasukkan kaidah ergonomi dalam setiap tahap perancangan desain. organisasi psikologi system Makro Ergonomi Pendekatan makroergonomi merupakan suatu proses pemecahan yang sistemik yang selanjutnya dilakukan pengkajian secara holistik dan melalui lintas disiplin ilmu serta melakukan pelibatan komponen atau pihak terkait dengan desain. Tabel 8. perilaku dan moral Organisasi. rentang kendali. psikologi. tenaga. Pemecahan masalah dilakukan secara holistik yang menekankan bahwa semua faktor yang terkait atau yang diperkirakan terkait dengan masalah yang ada harus dipecahkan secara proaktif dan menyeluruh.118 bawah. waktu Aplikasi keahlian Anatomi. Ergonomi dan makro ergonomi tidak bertentangan. psikologi persepsi.1. sub tugas Mengoptimalkan pekerja Perincian Umumnya mengukur secara fisik seperti: luas.

119 keenam kriteria teknologi tepat guna dengan risiko dan dampak seminimal mungkin. Pendekatan interdisipliner menekankan bahwa proses pemecahan masalah dalam suatu sistem dibutuhkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Selain keterlibatan terkait dengan lintas disiplin ilmu pendekatan makroergonomi juga menggunakan partisipasian (ergonomi partisipasi). Wilson dan Haines (1998) mendefinisikan ergonomi partisipasi adalah proses perencanaan dan pengendalian dari sejumlah aktivitas yang melibatkan operator dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam mempengaruhi proses dan hasil untuk mencapai tujuan tertentu. Manuaba (1999) menyatakan bahwa ergonomi partisipasi adalah semua yang akan terlibat terhadap pemecahan masalah atau terlaksananya satu gagasan harus dilibatkan sedini mungkin. Sedangkan Nagamachi (1995) menyatakan bahwa ergonomi partisipasi adalah pekerja aktif terlibat dalam mengimplementasikan pengetahuan dan prosedur ergonomi di tempat kerja mereka. Ergonomi partisipasi berawal dari mengorganisasi tim proyek untuk menyelesaikan masalah-masalah ergonomi di tempat kerja. Ergonomi partisipasi menekankan pada pemecahan masalah secara holistik dengan melibatkan semua pihak terkait sedini mungkin dengan melalui proses yang sistematis (Manuaba, 2003). Partisipasi adalah keikutsertaan pihak terkait dalam sistem yang ada dalam menyelesaikan masalah secara bersama untuk mencapai tujuan tertentu (Adiputra, et al. 1997). Dengan demikian ergonomi partisipasi merupakan proses pemecahan masalah ergonomi dalam suatu sistem dengan melibatkan pihak terkait dari proses perencanaan sampai pada implementasi. Penerapan ergonomi partisipasi terbukti dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam program pelatihan melalui workshop di berbagai negara (Kawakami, et al. 2004). Intervensi ergonomi partisipasi merupakan studi yang cukup berhasil dalam merancang sistem kerja dan cukup efektif dalam mengurangi rasa nyeri serta mengurangi beban kerja pada industri (Laing, et al. 2005). Disamping itu ergonomi partisipasi sangat membantu dalam proses pelatihan pekerja dengan lebih baik dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Beberapa penelitian lain yang cukup berhasil dengan intervensi ergonomi partisipasi diantaranya pada rumah sakit, optimalisasi rotasi kerja pada pekerja pemadam kebakaran,

120 workshop komputer di universitas (Evanof, et al. 1999; Jeppesen, 2003; Robertson, et al. 2002). Di samping metode yang telah disebutkan di atas, dalam makroergonomi juga digunakan beberapa metode lain seperti AHP (Erensal dan Albayrak, 2004). AHP digunakan dalam model pengambilan keputusan dalam makroergonomi.

D. PENERAPAN ANALISIS MAKRO ERGONOMI Beberapa metode analisis sering digunakan untuk menganalisis permasalahan dengan pendekatan makro ergonomi. Salah satu metode analisis dengan pendekatan makro ergonomi yang sering digunakan adalah dengan menggunakan metode analisis kualitatif Current Reality Trees (CRT) dan Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey (MOQS) . D.1. Current Reality Tree (CRT) Current Reality Tree adalah suatu alat analisis sistem yang dapat membantu mendapatkan fundamental underlying forces yang menjaga berjalannya sistem yang sekarang berlangsung (current system), dan sekaligus juga bisa menjadi hambatan dalam program perubahan current system, ke arah masa depan yang diinginkan. Pembuatan Current Reality Tree (CRT) diawali dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan hal-hal mendasar yang menjaga keberlangsungan situasi sekarang (root causes). Beberapa dari roots inilah yang akan menjadi core problems yang harus diatasi, untuk mendapatkan perubahan yang kita inginkan. Langkah awal dari pembangunan CRT, adalah menyatakan problem utama dengan suatu pertanyaan kunci (key question). Selanjutnya, dibuat suatu daftar dari alasan atau jawaban dari key question tadi, yang disebut dengan Undesirable Effects (UDEs). Kemudian UDEs tersebut dihubungkan dengan hubungan logis sebab-akibat. Setiap UDEs harus dipandang sebagai pernyataan, sekaligus sebagai pointer ke pertanyaan yang lebih dalam. Sehingga pada akhirnya dapat diperoleh pemahaman yang lebih dalam, sampai pada akar permasalahan (root causes). Selanjutnya, core problem –

121 yang merupakan prioritas masalah yang harus diselesaikan, adalah root

cause yang menyebabkan lebih dari 70% UDEs.

Key Question: WHY is ……… happening?

Undesirable Effect - UDE Undesirable Effect - UDE

Undesirable Effect - UDE

Undesirable Effect - UDE Undesirable Effect - UDE Undesirable Effect - UDE Undesirable Effect - UDE Root Cause Root Cause and CORE PPROBLEM Undesirable Effect - UDE

Gambar 8.3. Current Reality Tree

Dengan metode CRT, core problem yang akan menjadi prioritas masalah yang harus diselesaikan dalam tahap selanjutnya, yaitu mikro ergonomi, ditentukan secara kualitatif. Metode CRT sangat membantu dalam memberikan pemahaman yang sangat mendalam tentang permasalahanpermasalahan yang terjadi dalam current system. Tetapi, dalam hal pemilihan prioritas masalah –yang akan menjadi program mikro ergonomi pada tahap selanjutnya, diperlukan suatu metode analisis yang dapat memberikan gambaran kuantitatif tentang core problem yang paling besar dampaknya, misalnya biaya yang dapat dihemat paling besar, atau tingkat kecelakaan yang paling besar, dll. Dengan menggunakan ukuran kuantitatif, keberhasilan proyek perbaikan akan dapat lebih terukur, dan dapat memberikan gambaran yang jelas pada system team tentang urgency dari masing-masing root causes.

MACROERGONOMIC ORGANIZATIONAL QUESTIONNAIRE SURVEY (MOQS) Sebagaimana survei Macroergonomic kuisioner dalam Questionnaire penelitian. teknologi dan karakteristik individual.122 D. stress fisik dan psikologis. 2000). Konseptualisasi Menentukan konsep apa yang akan diukur dengan MOQS. Serta menentukan tujuan utama penelitian dan mencocokkannya dengan konsep yang akan diukur dengan kuisioner penelitian. − Elemen keluaran mana yang akan dievaluasi. Survey (MOQS) juga Organizational digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai aspek atau variabel dari suatu sistem kerja (Carayon and Smith. kesehatan fisik dan mental. kondisi organisasi. stress fisik dan psikologis. kinerja serta sikap. masalah lingkungan. Sebagai tambahan. penilaian organisasi. kondisi organisasi. evaluasi pengaruh suatu perubahan pada suatu karakteristik kunci. serta memonitor opini pekerja terhadap implementasi sesuatu yang baru.2. MOQS dapat sangat bermanfaat dalam beberapa tahap seperti pada tahap diagnosa. tugas (task). lingkungan fisik. . kinerja dan sikap (misalnya niat untuk meninggalkan pekerjaan). peralatan kerja. kualitas bekerja. Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam MOQS yaitu pada tahap pengembangan kuisioner. implementasi dan penyebaran kuisioner menjadi sangat penting dalam menentukan kualitas dan kegunaan data yang dikumpulkan. kesehatan mental dan fisik. Metode yang diterapkan dalam mengembangkan. Carayon dan Hoonakker (2001) menekankan bahwa terdapat lima langkah penting dalam mengembangkan suatu survei kuisioner yaitu : 1. MOQS juga digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai variabel keluaran seperti kepuasan kualitas kerja (misalnya kepuasan kerja / job satisfaction). antara lain : − Elemen sistem kerja mana yang akan dievaluasi . peralatan dan teknologi serta karakteristik individual. Informasi dapat berupa tugas.

Tujuan penelitian ini selanjutnya dikomunikasikan kepada pihak manajemen serta kepada responden yang terlibat. Pengujian Awal Kuisioner Dalam hal ini menentukan siapa yang akan berpartisipasi dalam tahap pengujian awal kuisioner yang bertujuan untuk memeriksa kejelasan setiap pertanyaan. Tahap Penetapan Tujuan Tahap ini meliputi perumusan tujuan yang ingin dicapai dalam survei tersebut serta manfaat yang dapat diperoleh oleh pihak perusahaan. petunjuk pengisian. Tahap Pengumpulan Informasi Tahap ini meliputi pengumpulan informasi sebanyak – banyaknya tentang sistem kerja yang diamati. siapa yang menjadi partisipan dalam survei 2.123 2. Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey (MOQS) dalam pelaksanaannya akan melewati beberapa tahap yaitu sebagai berikut: 1. terdapat elemen yang tumpang tindih dan melakukan pemeriksaan ulang setiap dimensi. layout dan sebagainya. 5. Sumber Kuisioner Menelaah jenis survei kuisioner yang telah ada yang memungkinkan untuk digunakan dan sebagai landasan untuk penelitian. serta komitmen perusahaan / pihak manajemen dalam memperbaiki sistem kerjanya. memeriksa apakah 3. Office worker survey (University of Wisconsin – Madison) NIOSH (Job Stress Questionnaire) Karasek’s Job Strain Questionnaire Pembuatan Kuisioner Menentukan bentuk kuisioner yang akan digunakan. . menguji format kuisioner serta menilai durasi waktu pengisian kuisioner. Operasionalisasi Menentukan dimensi dari setiap konsep yang akan diukur. Adapun jenis survei kuisioner dalam ergonomi makro yang telah dikembangkan antara lain: 4. menentukan skala pengukuran serta item pertanyaan.

mengolah. PENGERTIAN KAIZEN Kaizen merupakan filosofi yang berasal dari Jepang. KAIZEN E. lingkaran control kualitas (quality control circle). Filosofi Kaizen ini mendasari berbagai konsep manajemen industry Jepang. serta metode untuk pengumpulan data survei. Tahap Follow – Up Action Merupakan tahap akhir dari penelitian yaitu untuk merencanakan kegiatan atau aksi berikutnya yang harus dilakukan sesuai dengan hasil survei kuisioner yang diperoleh. seperti memberikan usulan perbaikan atau implementasi suatu metode. Secara bahasa. sebagai konsep tentang perbaikan secara terus menerus (continuous improvement) dalam melakukan pekerjaan. teknologi dan komponen baru lainnya pada sistem kerja yang diamati. Tahap Analisis dan Interpretasi Tahap ini meliputi penggunaan metode dan software statistik untuk menyajikan.1. 4. sedangkan Kaizen . Sehingga secara harfiah Kaizen berarti perubahan untuk menjadi baik. Serta mengaitkan hasil olahan statistik tersebut dengan tujuan penelitian. 5. Perbaikan bertahap yang continyu ini diimplementasikan dalam industry dan manajemen. zen berarti baik. Tahap Penyampaian Hasil Tahap ini berkaitan dengan penyusunan format hasil penelitian untuk menggambarkan keadaan sistem kerja yang diteliti. E. 6. yang menyatakan bahwa setiap aspek kehidupan harus secara terus menerus diperbaiki. Tahap Pelaksanaan Tahap ini meliputi penentuan kapan survei akan dilaksanakan. Inovasi dianggap sebagai perubahan yang radikal.124 3. Perusahaan-perusahaan di Jepang membedakan antara inovasi dengan Kaizen. prosedur pelaksanaan. Kai berarti perubahan. seperti TQM (Total Quality Management). aktivitas grup kecil (small group activities). menganalisa dan menginterpretasikan data hasil survei kuisioner. dan sebagainya.

sehingga pada praktiknya kaizen menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi. Kualitas yang dimaksud dalam QCD bukan sekedar kualitas produk melainkan termasuk kualitas proses yang ditempuh dalam menghasilkan produknya. lihat dengan kacamata berbeda l Melewati semua batasan birokrasi l Bisa dipakai untuk referensi Kaizen berikutnya E. Elimination of waste. Konsep 3M = Muda. Dalam kaizen dipercaya bahwa proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula Beberapa alasan perlunya menggunakan Kaizen: l Cepat dan mudah pelaksanaannya l Big impact dapat dirasakan. material yang boros. meningkatkan mutu. Cost. sehingga komitmen manajemen terhadap kualitas sangat dijunjung tinggi. sehingga dapat disimpulkan bahwa filsafat ini mengutamakan proses. Penghilangan pemborosan atau inefisiensi dalam hal ini bisa berupa waktu yang boros.2. Kaizen mengajarkan bahwa perusahaan tidak akan mampu bersaing jika kualitas produk dan pelayanannya tidak memadai. Distribusi (Quality. TIGA FAKTOR KUNCI DALAM PENERAPAN KAIZEN 1. atau dalam bahasa Jepang disebut “muda”. metode kerja yang tidak .QCD). Mura. karena problem solving langsung ke masalah l Hasil bisa langsung dirasakan l Menggunakan SDM yang ada l Fokus pada major issue l Teamwork. Sasaran akhir kaizen adalah tercapainya Kualitas. Delivery -. dan Muri (untuk mengurangi kelelahan. mempersingkat waktu dan efisiensi biaya .125 oleh perusahaan-perusahaan di Jepang merupakan bentuk dari perubahan yang kontinyu. Kaizen menekankan bahwa tahap pemrosesan dalam perusahaan harus disempurnakan agar hasil dapat meningkat. Biaya.

seiton.sumber daya yang lain. dan menjadi metode kerja atau system kerja baru hasil perbaikan tersebut harus menjadi standar bagi karyawan. 2. . seiso. Gambar 8. Lima-S dalam Kaizen 7 waste / muda yang harus dihilangkan dalam Kaizen: 1. mnyimpan dengan teratur. Muda of over production yaitu memproduksi melebihi yang diinginkan oleh konsumen sehingga menimbulkan stock. seiketsu dan shitsuke (membereskan tempat kerja.126 efisien.4. disiplin terhadap prosedur kerja) 3. yang terdiri dari: seiri. dan pemborosan sumber daya. dalam hal ini bermakna bahwa setiap usaha perbaikan harus terdokumentasi dengan baik. jumlah tenaga kerja yang berlebih tidak sesuai kebutuhan. Kaizen lima-S. memelihara kebersihan tempat kerja. Standardisasi. kebersihan pribadi.

menghasilkan reject cenderung mengakibatkan rework atau bahkan material terbuang sia-sia (big Gambar 8. conveyor. ini adalah hasil adanya over production. Muda of processing. 3. ketika opertor berkeliling untuk mencari tools atau untuk mendapatkan benda kerja merupakan sesuatu yang tidak punya nilai tambah (no value added) 5. 7. forklift merupakan sesuatu yang no value added. hal ini merupakan sesuatu yang tidak ada nilainya (non-value added) ketika operator hanya melihat dan menunggu.127 2. Muda of waiting. ketika material bergerak diatas truk. seringkali ditemukan seorang operator menunggu materil tiba baru kemudian mereka menghidupkan mesin. Muda of transportation . 6.5. Tiga Elemen Kunci dari Kaizen . jika dapat memproduksi sesuai yang dibutuhkan pada proses selanjutnya berarti telah melakukan eliminasi muda of inventory. 4. dengan menyusun lagi aliran proses dengan baik seringkali dapat menghilangkan beberapa proses yang tidak perlu of producing rejects. Muda muda). Muda of inventory. Muda of motion .

Rencana (plan) Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut. penerapan Kaizen dapat mengalami kegagalan. dan perubahan yang terjadi mengelola perubahan yang terjadi. sangat jelas bahwa filosofi Kaizen lebih berorientasi pada orang.3.128 Dalam bawah ini: beberapa kasus. E. lebih mudah diimplementasikan. Siklus ini terdiri atas : 6. Penyebab kegagalan tersebut biasanya adalah beberapa hal di l Fokus di area tertentu bukan pada perubahan budaya l Tidak melibatkan semua bagian l Ketakutan gagal dan ragu pada hal baru l Ketidakmampuan untuk melihat proses secara keseluruhan l Salah prioritas utama (produksi. LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN KAIZEN Salah satu langkah penting penerapan kaizen adalah menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan kaizen. dan perubahan yang terjadi melalui Kaien adalah perubahan bertahap yang tidak radikal.4. ▪ Lakukan (do) Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat. perubahan yang terjadi lebih berorientasi pada teknologi. ADAPT &CREATIVITY E. Sedangkan melalui pendekatan metode BPR. KAIZEN DIBANDINGKAN DENGAN BUSINESS PROCESS REENGINEERING Ketika Kaizen disbandingkan dengan metode BPR. yang membutuhkan kemampuan yang tinggi untuk . design. ▪ Periksa (check) adalah perubahan radikal. bisnis) l Ketidakmampuan membaca peluang ke depan l Gagal menerapkan ADOPT. tetapi membutuhkan disiplin jangka panjang dari selruh level karyawan.

untuk mencari akar penyebab masalah dan kemudian melakukan standarisasi Penerapan analisis makro ergonomi diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh personel dalam perusahaan dapat memiliki work life yang berkualitas tinggi. . l Dampak penggunanaan design approach jauh lebih besar jika dibandingkan analytical approach l Design approach dapat dilakukan dengan meningkatkan perencanan/planning yang baik. segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak dalam siklus PDCA sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. kebanyakan ini yang dilakukan. sedangkan PDCA lebih mengacu pada perbaikan Metode pemecahan masalah dilakukan sebagai berikut: l Cara penyelesaian masalah ada dua yaitu analytical approach dan design approach l Analytical approach adalah cara penyelesaian masalah setelah masalah terjadi. dan produktifitas yang tinggi. keamanan.129 Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh. Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini. l Design Approach yaitu mengantisipasi masalah dan mencoba memecahkan masalah yang akan timbul. Siklus PDCA berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standardize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya. SDCA fokus pada kegiatan pemeliharaan. ▪ Tindak (act) Menindaklanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya. l Setelah problem timbul baru dilakukan pengecekan prosedur baru sehingga masalah yang sama timbul lagi. sehingga perusahaan dapat memiliki tingkat kualitas.

Jelaskan tentang metode CRT (Current Reality Tree)! 4. Jelaskan hubungan antara makro ergonomi dengan ergonomic mikro! 3. dan dapat dipastikan bahwa proyek perbaikan tersebut adalah yang memberikan manfaat maksimal. Metode-metode analisis kualitatif yang digunakan dalam makro ergonomi sebaiknya dilengkapi dengan analisis kuantitatif agar keberhasilan proyek perbaikan akan dapat lebih terukur. Jelaskan pentingnya penerapan Kaizen dalam perusahaan! 7. serta membiarkan mereka sendiri yang memecahkan masalah tersebut akan menghasilkan suatu solusi yang cost-effective. Selain itu para pekerja akan dapat mengidentifikasi permasalahan yang real. Jelaskan pengertian dari makroergonomi! 2. Sebutkan manfaat metode MOQS (Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey) ! 5.130 Keterlibatan karyawan dalam program makro ergonomi dapat memberikan beberapa keuntungan. EVALUASI 1. atau kontrol administrasi yang dapat diterapkan dengan efektif. keterlibatan karyawan akan menghilangkan ketidaksesuaian antara orang-pekerja. Pertama. F. Jelaskan tahap-tahap pelaksanaan metode MOQS (Macroergonomic Organizational Questionnaire Survey) ! 6. Jelaskan 7 pemborosan yang harus dihilangkan dalam Kaizen! .

Singapore. Susan. Ergonomic Circles in Assembly Line Manufacturing. 2001.C.M. DAFTAR PUSTAKA Alexander. 1991. Hendrick. Kaizen : The Key to Japan's Competitive Success. Masaaki Imai. Proceeding of Strategic Leadership Seminar.W. Industrial Ergonomics Case Studies.131 G. Gleaves.M. Mosley. Macroergonomis: An Introduction To Work System Design.. James J. Industrial Ergonomics Case Studies. David. Henry. Macroergonomics: A Tool for the Ergonomist. Current Reality Trees. McGraw-Hill International . 1991. Mc Graw-Hill. Mc Graw-Hill. 1991. H.An Action Learning Tool for Root Cause Analysis. Mercurio. USA. 2001. Mc Graw Hill. Kleiner B.