You are on page 1of 16

LAPORAN PRAKTIK KLINIK DAN PEMBELAJARAN KLINIK 1. JURNAL KEGIATAN PRAKTIK 2.

LESSON PLAN COACHING:
•Post Partum Care (PPC) •Ante Natal Care (ANC) •Intra Natal Care (INC) 3. PROSES COACHING DAN EVALUASI 4. PRIOR KNOWLEDGE Oleh: Ismarwati P3.73.24.3.07.003

ismarwt@gmail.com Hp 0812 888 3767

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES JAKARTA III PROGRAM STUDI D IV BIDAN PENDIDIK CIPTO MANGUNKUSUMO

JAKARTA 2007

Jakarta. 2005 2.73.07.003 PRESEPTOR/MENTOR LOKASI TANGGAL/WAKTU : IBU SITI NURYATI AMKeb : R 110. Edisi 7. 2007/2008 3. DESKRIPSI Kegiatan Coaching di Ruang Nifas bertujuan untuk membimbing Mahasiswa Semester V untuk mendapatkan pengalaman ketrampilan yang komprehensif dalam memberikan asuhan kebidanan pada Ibu Post partum dengan dengan fokus ketrampilan PPC. Askeb III.3. 2003 . 2006/2007 4. Basic Maternity Nursing. Buku panduan praktik Klinik dan pembelajaran Klinis.LESSON PLAN COACHING Post partum Care (PPC) NAMA PRAKTIKAN NPM : ISMARWATI : P3. Daftar Tilik Praktik Klinik Kebidanan DIII Kebidanan Poltekkes Jakarta III Jurusan kebidanan. EGC. Mahasiswa mampu melakukan Post Partum Care dengan benar dan systematis Sumber Materi/ Daftar Pustaka : 1. Kumpulan Materi Kuliah DIII Kebidanan Poltekkes Jakarta III Jurusan kebidanan. 18JANUARI 2008 NAMA MAHASISWA SEMESTER KOMPETENSI : MULLY WIDA ANNAZRA : V : Mahasiswa mampu melakukan Post Partum Care dengan sistematis dan benar sesuai dengan penuntun belajar PPC ASAL INSTITUSI MAHASISWA : AKBID BUDI KEMULIAAN JAKARTA ============================================================== OBYEKTIF PERILAKU SISWA Tanpa melihat penuntun belajar. Proses yang dilakukan dalam Coaching ada 3 tahap yaitu: Pertemuan Pra klinik.24. Observasi/bimibingan selama Mahasiswa melaksanakan Praktik dan pertemuan Paska klinik . Program D4 Bidan pendidik Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Jakarta III. Persis Hary hamilton alih bahasa Ni Luh Gede Yasmin Asih. RSIA BUDI KEMULIAAN JAKARTA : JUM’AT.

Meminta Mahasiswa untuk membahas ulang praktek Post Partum Care (PPC) yang telah dilakukan. Memperhatikan keberadaan klien Pos partum saat memberi umpan balik kepada Mahasiswa .TAHAPAN COACHING Tahapan Pre klinik 10 menit Deskripsi 1. Melakukan 2. Kursi 3 buah 2. Bersama yang menyepakati bersama. 3. Daftar Ibu dalam Nifas/PPC 2. Tanya jawab Diskusitanya jawab Alat bantu: 1. Perkenalan (Salam) kepada Mahasiswa 2. Mahasiswa. Menentukan tujuan spesifik yang akan dicapai pada praktek Metode dan Alat Bantu Metode 1. 1 alat set Alatuntuk tilik: Pemeriksaan Mahasiswa berlatih PPC saran-saran perbaikan saat Mahasiswa melakukan PPC 3. Memberikan pengamatan dorongan positif saat Metode: Observasi dan Alat bantu: 1. Meja 1 buah Proses Bimbingan Selama Praktik 30 Menit 1. disepakati penuntun belajar PPC yang dianggap oleh dipraktekkannya. tujuan dan proses praktik. 5. Merujuk kepada penuntun Belajar saat Mahasiswa berlatih PPC 4. Format Coaching 3. Review sulit praktek PPC yang di yang akan dalam akan dikerjakannya langkah-langkah Mahasiswa. Menanyakan pada Mahasiswa langkah mana yang ingin dilatih secara khusus dalam 4. ketentuan harus Menyepakati target kompetensi yang akan dicapai dalam praktik 6. Mencatat kinerja Mahasiswa penuntun belajar selama pengamatan 5. 2.

6. Memberi saran spesifik perbaikan 7. Meminta kepada PPC Metode: Mahasiswa Tanya JawabAlat bantu: 1. Merujuk kembali dilakukan dengan lebih baik dengan belajar PPC 6. Menanyakan dilakukan 3. Pemeriksaan Ibu menyebutkan yang telah Nifas/PPC 3. Daftar tilik: 2. Memberi salam kepada Mahasiswa 2. Meminta Mahasiswa PPC menyebutkan yang telah langkah-langkah 4. Bersama Mahasiswa menentukan tujuan/goal praktek ayng akan datang Mengetahui Preseptor/mentor Praktikan (Ibu siti nuryati AMKeb) (Ismarwati) EVALUASI (RESUME COACHING) NAMA PRAKTIKAN : ISMARWATI . Format Coaching penuntun tentang praktek PPC yang baru saja Diskusi dilakukan dengan baik Mahasiswa PPC langkah-langkah 5. Memberi komentar perbaikan hanya pada saat kenyamanan dan keamanan klien dipertaruhkan Pasca klinik 10 Menit 1. Memberi umpan balik positif untuk langkah-langkah yang telah dikerjakan dengan baik oleh Mahasiswa 8.

Awalnya mahasiswa tampak gugup dan ragu-ragu Menjelaskan mahasiswa tampak tenang mengungkapkan bersedia untuk dibimbing.24. RSIA BUDI KEMULIAAN JAKARTA : JUM’AT. Bersama Mahasiswa menentukan tujuan spesifik yang akan di capai pada PPC: Mampu melakukan pemeriksaan involusi dan memeriksa luka jahitan perineum termasuk mengidentifikasi pengeluaran lochea. Kegiatan Coaching 1. melihat luka jahitan perineum 3. Persiapan Melakukan pendekatan kepada Mahasiswa yang akan di Coaching (Menjalin Trust/ melakukan tujuan hubungan coaching. Selama praktek Melakukan observasi saat Mahasiswa melakukan PPC: sebagian besar langkah PPC sudah dilakukan dengan benar.07. menentukan involusi.NPM PRESEPTOR/MENTOR LOKASI TANGGAL/WAKTU NAMA MAHASISWA KOMPETENSI : P3. Beberapa langkah masih memerlukan bimbingan yaitu: pemeriksaan Involusi (Tinggi Fundus Uteri). Mahasiswa minta dibimbing dalam mengidentifikasi involusi rahim dan memeriksa luka jahitan perineum.003 : IBU SITI NURYATI AMKeb : R 108.73. memeriksa luka jahitan perineum dan mengidentifikasi lochea Memberi suport dan saran saat mahasiswa melakukan tindakan PPC Mengobservasi kegiatan Mahasiswa melakukan PPC dengan menggunakan daftar tilik PPC. 18 JANUARI 2008 : MULY WIDA ANNAZRA (Semester V) : Mahasiswa mampu melakukan Post Partum Care dengan sistematis dan benar sesuai dengan penuntun belajar PPC A. Menanyakan ketrampilan apa yang diinginkan dalam bimbingan praktek PPC. saling percaya): dengan melakukan dan perkenalan.3. 2. Sesudah Praktek . Memberi masukan dan saran secara langsung untuk perasat yang masih raguragu seperti pada saat mengkaji involusi.

Rekomendasi • Untuk Peralatan coaching hendaknya dapat disiapkan sesuai jumlah mahasiswa yang mengikuti praktik coaching • Untuk Mahasiswa yang akan dilakukan coaching hendaknya disiapkan sesuai jumlah praktikan sehingga dapat mempersiapkan diri dalam kegiatan coaching Lampiran : 1. alternatif dilakukan mencari Mahasiswa ayng sedang praktik di UGD 3. Faktor pendukung dan penghambat dalam Coaching 1. Hasil Coaching Mahasiswa Kompetent dalam ketrampilan PPC B. Dokumentasi asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas (klien yang dilakukan PPC) .Menanyakan perasaan Mahasiswa saat dibimbing: Mahasiswa mengatakan seolah-diuji. memeriksa haemoroid dengan posisi sim Meminta peserta menyebutkan langkah-langkah yang baik telah dilakukan: Catatan: 1. mendiskusikan tentang praktek yang telah dilakukan: teknik memeriksa involusi dengan palpasi. merasa gugup namun berusaha untuk mengerjakan dengan sistematis Memberi umpan balik.Faktor Penghambat • Peralatan terbatas sementara praktikan ada 5 orang sehingga menunngu alat selesai digunakan • Mahasiswa yang praktik pagi di ruang PPC hanya 2 orang. Melaporkan hasil PPC kepada Bidan jaga untuk follow up potensial perdarahan post partum. Menganjurkan kepada Mahasiswa untuk memantau perdarahan. Faktor pendukung: • Pembimbing (Ibu Siti Nuryati) sangat membantu dalam kegiatan coaching • Mahasiswa Kooperatif dalam kegiatan coaching • Klien yang dipakai untuk coaching kooperatif • Suasana tempat coaching nyaman 2. TTV secara intensif dan segera melaporkan pada koordinator ruangan jika terjadi kondisi yang memburuk 2. ternyata ditemukan kontraksi rahim kurang adekuat sehingga potensial perdarahan post partum . Penuntun Belajar /daftar tilik Pemeriksaan Ibu Nifas yang 2.

Persis Hary hamilton alih bahasa Ni Luh Gede Yasmin Asih. Buku panduan praktik Klinik dan pembelajaran Klinis. Program D4 Bidan pendidik Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Jakarta III. 2007/2008 3. Basic Maternity Nursing. Proses yang dilakukan dalam Coaching ada 3 tahap yaitu: Pertemuan Pra klinik. Askeb I. Kumpulan Materi Kuliah DIII Kebidanan Poltekkes Jakarta III Jurusan kebidanan. EGC.LESSON PLAN COACHING Ante Natal Care (ANC) NAMA PRAKTIKAN NPM PRESEPTOR/MENTOR LOKASI TANGGAL/WAKTU NAMA MAHASISWA KOMPETENSI : ISMARWATI : P3.3.003 : IBU SITI NURYATI AMKeb : R Poliklinik Kebidanan RSB BUDI KEMULIAAN :Rabu .07. Observasi/bimibingan selama Mahasiswa melaksanakan Praktik Laboratorium dan pertemuan Paska klinik Mahasiswa mampu melakukan Ante Natal care l : Mahasiswa mampu melakukan Ante Natal Care (ANC) ASAL INSTITUSI MAHASISWA . 2006/2007 4. dengan benar dan systematis Sumber Materi/ Daftar Pustaka : 1. DESKRIPSI Kegiatan Coaching bertujuan untuk membimbing Mahasiswa Semester V untuk mendapatkan pengalaman ketrampilan yang komprehensif dalam memberikan Asuhan Kebidanan pada ANC.24. Jakarta.73. 2005/2006 2. 23 JANUARI 2008 : Mega Lestari (Semestar V) : AKBID BUDI KEMULIAAN JAKARTA dengan sistematis dan benar sesuai dengan penuntun belajar ============================================================== OBYEKTIF PERILAKU SISWA Tanpa melihat penuntun belajar. Edisi 7. 2003 . Daftar Tilik Praktik Klinik Kebidanan DIII Kebidanan Poltekkes Jakarta III Jurusan kebidanan.

Daft ar tilik: ANC Form at Coaching 1 set Alat-alat untuk ANC Mahasiswa melakukan praktik ANC 3. Perkenalan (Salam) kepada Mahasiswa ulang praktek ANC yang Metode dan Alat Bantu Metode 2. Bersama yang menyepakati bersama. Meminta Mahasiswa untuk membahas Diskusi-tanya telah jawab Alat bantu: 1. Merujuk kepada penuntun Belajar saat Mahasiswa berlatih ANC 4. Memberikan dorongan positif dan saran-saran perbaikan saat Alat bantu: 1. Melakukan pengamatan saat Metode: Observasi Mahasiswa melakukan praktik ANC 2. disepakati penuntun belajar ANC yang dianggap oleh dipraktekkannya. tujuan dan proses praktik. 3. 3. ketentuan harus Menyepakati target kompetensi yang akan dicapai dalam praktik ANC 6. Menanyakan pada Mahasiswa langkah mana yang ingin dilatih secara khusus dalam 4. 5. Meja 1 buah dilakukan. Mencatat kinerja Mahasiswa dalam penuntun pengamatan 5. Mahasiswa. Review sulit praktek ANC yang di yang akan dalam akan dikerjakannya langkah-langkah Mahasiswa. Memperhatikan keberadaan klien saat memberi umpan balik kepada Mahasiswa belajar selama . 2.TAHAPAN COACHING Tahapan Pre klinik 10 menit Deskripsi 1. Kursi 3 buah 2. Menentukan tujuan spesifik yang akan dicapai pada praktek ANC Proses Bimbingan Selama Praktik 30 Menit 1.

Format Coaching sufatnya fatal/membahayakan 1. Merujuk kembali dilakukan dengan lebih baik dengan penuntun belajar ANC 7. Memberi umpan balik positif untuk langkah-langkah yang telah dikerjakan dengan baik oleh Mahasiswa 9. Memberi komentar perbaikan hanya pada Pasca klinik 10 Menit saat ada tindakan yang Metode: Diskusi Alat bantu: Mahasiswa ANC menyebutkan yang telah 1. Memberi salam kepada Mahasiswa 3. Meminta langkah-langkah 5.6. Bersama Mahasiswa menentukan tujuan/goal praktek ayng akan datang Mengetahui Preseptor/mentor Praktikan (Ibu siti nuryati AMKeb) (Ismarwati) EVALUASI (RESUME COACHING) . Meminta kepada tentang praktek ANC yang baru saja Mahasiswa Tanya Jawab- dilakukan dengan baik Mahasiswa ANC langkah-langkah 6. Memberi saran spesifik perbaikan 8. Daftar tilik: Pemeriksaan ANC menyebutkan yang telah 2. Menanyakan dilakukan 4.

mahasiswa tenang mengungkapkan bersedia untuk dibimbing (sehari sebelumnya Mahasiswa mengalami coaching di PPC) Menanyakan ketrampilan apa yang diinginkan dalam bimbingan praktek ANC. 2. Mahasiswa minta dibimbing dalam mengidentifikasi usia kehamilan dan palpasi menurut Leopold Bersama Mahasiswa menentukan tujuan spesifik yang akan di capai pada ANC yaitu : mampu mengidentifikasi usia kehamilan dan palpasi menurut Leopold. RSB BUDI KEMULIAAN : Rabu.NAMA PRAKTIKAN NPM PRESEPTOR/MENTOR LOKASI TANGGAL/WAKTU : ISMARWATI : P3. Persiapan Melakukan pendekatan kepada Mahasiswa yang akan di Coaching (Menjalin Trust/ melakukan hubungan saling percaya): melakukan tampak perkenalan. 23 JANUARI 2008 : AKBID BUDI KEMULIAAN NAMA MAHASISWA : MEGA LESTARI (Semester V) ASAL INSTITUSI MAHASISWA KOMPETENSI : Mahasiswa mampu melakukan Ante Natal Care (ANC)dengan sistematis dan benar sesuai dengan penuntun belajar ANC A.07.24. Beberapa langkah masih memerlukan bimbingan yaitu: pemeriksaan Tinggi Fundus Uteri untuk mengidentifikasi usia kehamilan dengan menggunakan Cm.73. melakukan palpasi Leopold II untuk menentukan bagian-bagian janin Memberi suport dan saran saat mahasiswa melakukan tindakan ANC Mengobservasi kegiatan Mahasiswa melakukan ANC dengan menggunakan daftar tilik ANC Memberi masukan dan saran secara langsung untuk perasat yang masih raguragu seperti pada saat mengukur Tinggi Fundus Uteri. Kegiatan Coaching 1. dan mahasiswa tampak siap untuk di coaching Menjelaskan tujuan coaching.Selama praktek Melakukan observasi saat Mahasiswa melakukan ANC: sebagian besar langkah ANC sudah dilakukan dengan benar. palpasi leopold II dan III .003 : IBU SITI NURYATI AMKeb : Poliklinik Kebidanan.3.

Faktor Penghambat • Ruangan yang dipakai untuk coaching ANC hanya 1 tempat sementara yang praktik coaching ada 4 orang sehingga menunggu ruangan yang kosong. mendiskusikan tentang praktek yang telah dilakukan: teknik palpasi. Melaporkan hasil pemeriksaan kepada Bidan jaga untuk follow keluhan nyeri pada pinggang. Penuntun Belajar/daftar tilik Pemeriksaan Ibu hamil/ANC 2. Faktor pendukung: • Pembimbing (Ibu Siti Nuryati) sangat membantu dalam kegiatan coaching • Mahasiswa Kooperatif dalam kegiatan coaching • Klien dan keluarga (Suami) yang dipakai untuk coaching kooperatif • Suasana tempat coaching nyaman 2. Catatan: 1. Akhirnya memakai poliklinik Karyawan 3. Faktor pendukung dan penghambat dalam Coaching 1. mengukur tinggi Fundus uteri. Mendiskusikan temuan yang diperoleh: Klien mengeluh sakit pinggang. striae gravidarm). konseling untuk keluhan yang dirasakan klien (sakit pinggang. (Pasien dikonsulkan kepada dokter umum yang jaga) 2.3. dalam hal ini bisa kerjasama memakai ruangan laboratorium AKBID Lampiran : 1. persiapan persalinan. Sesudah Praktek Menanyakan perasaan Mahasiswa saat dibimbing: Mahasiswa mengatakan sudah bisa meskipun masih belum terbiasa untuk menentukan bagian-bagian janin saat melakukan palpasio leopold II. Hasil Coaching Mahasiswa Kompetent dalam ketrampilan ANC B. Dokumentasi Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil (klien yang dilakukan ANC) LESSON PLAN COACHING . Rekomendasi • Untuk Ruangan coaching ANC hendaknya dapat disiapkan sesuai jumlah mahasiswa yang mengikuti praktik coaching. cemas saat mengetahui disekitar perut terdapat guratan striae gravidarm Memberi umpan balik.

Persis Hary hamilton alih bahasa Ni Luh Gede Yasmin Asih. Jakarta. 2007/2008 3. Basic Maternity Nursing. 2006/2007 4. 2007 5.Asuhan Persalinan Normal (APN) NAMA PRAKTIKAN NPM PRESEPTOR/MENTOR LOKASI TANGGAL/WAKTU NAMA MAHASISWA ASAL INSTITUSI KOMPETENSI : ISMARWATI : P3. 2005 2.73. EGC. Daftar Tilik Praktik Klinik Kebidanan DIII Kebidanan Poltekkes Jakarta III Jurusan kebidanan. JNPK: Buku asuhan persalinan Normal.24. DESKRIPSI Kegiatan Coaching APN di Ruang Laboratorium Kelas bertujuan untuk membimbing Mahasiswa Semester V untuk mendapatkan pengalaman ketrampilan ketrampilan Pertolongan Persalinan Proses yang dilakukan dalam Coaching ada 3 tahap yaitu: Pertemuan Pra klinik.07. Mahasiswa mampu melakukan Asuhan persalinan Normal pada phantom dengan benar dan systematis Sumber Materi/ Daftar Pustaka : 1. Program D4 Bidan pendidik Jurusan kebidanan Poltekkes Depkes Jakarta III. Edisi 7. Buku panduan praktik Klinik dan pembelajaran Klinis. Askeb II.3. Observasi/bimibingan selama Mahasiswa melaksanakan Praktik dan pertemuan Paska klinik TAHAPAN COACHING Tahapan Deskripsi Metode dan Alat yang komprehensif dalam memberikan Asuhan Persalinan Normal dengan fokus . 24JANUARI 2008 : RUTIAH (Semester V) : AKBID BUDI KEMULIAAN JAKARTA : Mahasiswa mampu melakukan Asuhan Persalinan sistematis dan benar sesuai dengan Normal dengan penuntun belajar ============================================================== OBYEKTIF PERILAKU SISWA Tanpa melihat penuntun belajar.003 : IBU SITI NURYATI AMKeb : R Laboratorium Kelas AKBID BUDI KEMULIAAN : KAMIS. 2003 . Kumpulan Materi Kuliah DIII Kebidanan Poltekkes Jakarta III Jurusan kebidanan.

Phantoom Ibu hamil .Pre klinik 10 menit 1. Meminta Mahasiswa untuk membahas ulang praktek Asuhan Persalinan Normal (APN) yang telah dilakukan. Daftar APN 2. Memperhatikan keberadaan klien Pos partum saat memberi umpan balik kepada Mahasiswa 6. Review sulit praktek APN yang di yang akan dalam akan dikerjakannya langkah-langkah Mahasiswa. 3. 1 set Alatuntuk alat tilik: saran-saran perbaikan saat Mahasiswa melakukan langkah-langkah APN 3. Format Coaching 3. jawab 2. Kursi 3 buah 2. tujuan dan proses praktik. Diskus i-tanya jawab Alat bantu: 1. Memberikan pengamatan melakukan dorongan saat Metode: Observasi ketrampilan positif dan Alat bantu: 1. Meja 1 buah Tanya Proses Bimbingan Selama Praktik 30 Menit 1. Mahasiswa. Memberi komentar perbaikan hanya melakukan ketrampilan Pertolongan persalinan 4. ketentuan harus Menyepakati target kompetensi yang akan dicapai dalam praktik 6. 5. Perkenalan (Salam) kepada Mahasiswa 2. disepakati penuntun belajar APN yang dianggap oleh dipraktekkannya. Menentukan tujuan spesifik yang akan dicapai pada praktek Bantu Metode 1. Merujuk kepada penuntun Belajar saat Mahasiswa APN 4. Bersama yang menyepakati bersama. Mencatat kinerja Mahasiswa dalam penuntun belajar selama pengamatan 5. Melakukan Mahasiswa APN 2. Menanyakan pada Mahasiswa langkah mana yang ingin dilatih secara khusus dalam 4.

003 .24.pada saat kenyamanan dan keamanan Pasca klinik 10 Menit klien dipertaruhkan 1. Memberi umpan balik positif untuk langkah-langkah yang telah dikerjakan dengan baik oleh Mahasiswa 10.07. Meminta Mahasiswa menyebutkan langkah-langkah APNyang telah dilakukan dengan lebih baik 7. Format Coaching langkah-langkah APN yang telah dilakukan Metode: Diskusi 4. Daftar tilik: Langkahlangkah APN 2. Bersama Mahasiswa menentukan tujuan/goal praktek ayng akan datang Mengetahui Preseptor/mentor Praktikan Mahasiswa menyebutkan Alat bantu: 1. Merujuk kembali dengan penuntun belajar APN 8. Meminta dengan baik 6. Menanyakan kepada Mahasiswa tentang Tanya Jawab- (Ibu siti nuryati AMKeb) (Ismarwati) EVALUASI (RESUME COACHING) NAMA PRAKTIKAN NPM : ISMARWATI : P3. Memberi saran spesifik perbaikan 9.3.73. Memberi salam kepada Mahasiswa praktek APN yang baru saja dilakukan 5.

24 JANUARI 2008 : RUTIAH (Semester V) : AKBID BUDI KEMULIAAN JAKARTA : Mahasiswa mampu melakukan Asuhan Persalinan Nornal dengan sistematis dan benar sesuai dengan penuntun belajar A. Bersama Mahasiswa menentukan tujuan spesifik yang akan di capai padaAPN: mampu melakukan teknik pengeluaran bahu dengan sangga susur untuk menghindarkan ruptur perineum.Mahasiswa tampak siap untuk dilakukan coaching Menjelaskan mahasiswa dibimbing tampak meskipun tenang dalam mengungkapkan bersedia praktek pertolongan persalinan sudah mendapatkan partus 24 orang tetapi masih merasa membutuhkan bimbingan untuk review ketrampilan Menanyakan ketrampilan apa yang diinginkan dalam bimbingan praktekAPN. Memberi suport dan saran saat mahasiswa melakukan langkah-langkah APN Mengobservasi kegiatan Mahasiswa melakukanAPN dengan menggunakan daftar tilik Memberi masukan dan saran secara langsung untuk perasat yang masih raguragu seperti pada saat mengeluarkan bahu janin dengan teknik sangga susur 3. Mahasiswa minta dibimbing dalam teknik mengeluarkan bahu bayi dengan teknik sangga susur dan memeriksa luka jahitan perineum. untuk saling percaya): dengan melakukan dan perkenalan. Persiapan Melakukan pendekatan kepada Mahasiswa yang akan di Coaching (Menjalin Trust/ melakukan tujuan hubungan coaching. Sesudah Praktek .PRESEPTOR/MENTOR LOKASI TANGGAL/WAKTU NAMA MAHASISWA ASAL INSTITUSI KOMPETENSI : IBU SITI NURYATI AMKeb : R Laboratorium Kelas AKBID BUDI KEMULIAAN :KAMIS. Selama praktek Melakukan observasi saat Mahasiswa melakukan langkah-langkah APN: sebagian besar langkahAPN sudah dilakukan dengan benar dan systematis Beberapa langkah masih memerlukan bimbingan yaitu: teknik mengeluarjkan bahu dengan sangga susur. Kegiatan Coaching 1. 2.

Menanyakan perasaan Mahasiswa saat dibimbing: Mahasiswa mengatakansudah berusaha melaksanakan dengan baik namum mengakui ada beberapa langkah yang masih ragu seperti teknik mengeluarkan bahu janin dengan sangga susur. mendiskusikan tentang praktek yang telah dilakukan: teknik mengeluarkan bahu. Faktor pendukung dan penghambat dalam Coaching 1. Catatan: 1. Rekomendasi Untuk mendapatkan gambaran coaching yang utuh sebaiknya pada saat praktik klinik dapat dilakukan coaching secara paralel sambil praktik klinik. tindakan katetarisasi ayng dilakukan setelah memeriksa perineum dan placenta sudah lahir. Lampiran : 1. Meskipun mahasiswa sudah melakukan pertolongan persalinan masih perlu melakukan latihan dengan phantom untuk mereview ketrampilan yang masih ragu-ragu 2. Faktor pendukung: • Pembimbing (Ibu Siti Nuryati) sangat membantu dalam kegiatan coaching • Mahasiswa Kooperatif dalam kegiatan coaching • Klien yang dipakai untuk coaching kooperatif • Suasana tempat coaching nyaman 2. Sehingga kurang memberikan gambaran secara utuh dalam melaksanakan cioaching pada suasana nyata. Dokumentasi APN yang dibuat oleh Mahasiswa yang di coaching . Penuntun Belajar/ daftar tilik APN 3.Faktor Penghambat • Keterbatasan klien di INC maka kegiatan ciaching dialihkan dengan phantoom. memberi suport dan menenangkan klien saat kala II.Seharusnya pada kala III dilakukan pengecekan kandung kemih dan dilakukan kateterisasi jika kandung kemih penuh. Hasil Coaching Mahasiswa Kompetent dalam ketrampilan APN B. 3. Memberi umpan balik. Observasi kontarksi uterus dan perdarahan. mengosongkan kandung kemih.