LAPORAN PENDAHULUAN PERAWATAN KOLOSTOMI Purwanti, 0906511076 A.

Pengertian tindakan Penyakit tertentu menyebabkan kondisi-kondisi yang mencegah pengeluaran feses secara normal dari rektum. Hal ini menimbulkan suatu kebutuhan untuk membentuk suatu lubang (stoma) buatan yang permanen atau sementara. Lubang yang dibuat melalui upaya bedah (ostomi) dibentuk di ileum (ileostomi) atau di kolon (kolostomi). Lokasi kolostomi ditentukan oleh masalah medis dan kondisi umum klien. Ada tiga jenis bentuk kolostomi, yaitu: 1. Loop colostomy 2. End colostomy 3. Double colostomy Ini juga menentukan konsistensi feses, ostomi yang sering mengeluarkan feses cair (ileostomi) menyebabkan diperlukan perawatan ekstra, seperti pergantian kantung. Kantung ostomi digunakan untuk mengumpulkan feses. Sistem kantung yang efektif melindungi kulit, menampung materi feses, bebas dari bau yang tidak sedap, dan memberikan rasa nyaman serta tidak menarik perhatian orang. Peran perawat selain menjaga kondisi kantung ostomi, juga mempertimbangkan lokasi ostomi, ukuran, tipe dan jumlah keluaran stoma, aktivitas fisik klien, keinginan pribadi klien, usia, dan keterampilan klien, serta biaya peralatan (Potter & Perry, 2005). Kantung harus dikosongkan, dicuci, dan jika sistem ostomi dua-buah kantung digunakan, kantung tersebut harus diganti sepanjang hari. Perawatan kulit juga penting untuk mencegah kulit terpapar pada feses yang dapat membuat iritasi. Untuk kolostomi di kolon sigmoid atau transversal, pengosongan kantung lebih jarang (Potter & Perry, 2005). B. Tujuan tindakan Perawatan kolostomi memiliki tujuan sebagai berikut (McCann, 2004): 1. 2. Untuk memberikan kenyaman kepada klien. Mencegah terjadinya infeksi.

Peralatan penutup atau klem. Kantung ostomi. Mempertahankan kenyaman pasien dan lingkungannya. Lap basah. 4. D. 2004): 1. yaitu sebagai berikut (McCann. Barier kulit (wafers. C. Hollihesive. 5. Menyebabkan cedera pada stoma dari penggunaan yang ikat pinggang (belt) yang tidak benar. dan komplikasi tindakan Indikasi tindakan ini. pasta atau bedak). 3. Gagal untuk memposisikan dengan benar pouch tepat diatas stoma. seperti Stomahesive.Klien yang memiliki diversi usus sementara atau permanen. Komplikasi dari tindakan ini adalah (McCann.3. 2004): 1. Indikasi. kontra indikasi. Alat dan bahan yang digunakan Alat dan bahan yang digunakan meliputi (McCann. Plester hipoalergik dan atau ikat pinggang. handuk. Tindakan ini (perawatan kolostomi) ditujukan pada pasien dengan sebagai berikut: . 2. Sarung tangan sekali pakai. pouching system . Mencegah iritasi kulit sekitar stoma. 2. 6. 7. 2004): 1. 4. Pembersih kulit (Sween atau Bard) atau sabun lembut. Reaksi alergi dari penggunaan produk ostomi. 3. baskom cuci bersih air hangat.

4. 3. Longitudinal). Sirkuler). lapisan otot memanjang (M. Lengkung ini disebut fleksura hepatica. yaitu lapisan selaput lendir (mukosa). Kolon desenden: panjangnya 25 cm.stoma measuring guide E. Anatomi daerah yang akan menjadi target Usus Besar merupakan saluran pencernaan berupa usus berpenampang luas atau berdiameter besar dengan panjang 1. Kolon transversum: panjangnya 38 cm membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desenden.7 m dan penampang 5-6 cm. dan lapisan jaringan ikat. Pada bagian bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang kita sebut umbai cacing yang mempunyai panjang 6 cm. terletak di bawah abdomen bagian kiri. . Berada di bawah abdomen sebelah kanan tepat pada lekukan yang disebut fleksura lienalis. usus besar merupakan lanjutan dari usus halus dan mengelilingi usus halus sampai ke anus. lapisan otot memanjang (M. lapisan otot melingkar. Kolon asendens: bagian yang memanjang dari sekum ke fossa iliaka kanan sampai sebelah kanan abdomen. 2.5-1. Sekum seluruhnya ditutupi oleh peritoneum agar mudah bergerak dan dapat diraba melalui dinding abdomen. Usus besar mempunyai struktur sebagai berikut: 1. Panjangnya 13 cm terletak di bawah abdomen sebelah kanan. Sekum: kantong lebar yang terletak pada fossa iliaka dekstra. Usus besar memiliki beberapa lapisan.

Kolon sigmoid: bagian ini merupakan kelanjutan dari kolon desenden. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. F. Perhatikan jumlah drainase dari stoma. lipatan.BAB). dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Kaji pemahaman klien akan kolostomi. 5. Panjangnya 40 cm dalam rongga pelvis sebelah kiri yang berujung pada rektum. Rektum dan anus. Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus.5. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. 4. Kaji kulit di sekitar stoma. perhatikan adanya jaringan parut. maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). 3. seperti vitamin K. atau tonjolan kulit. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. 2005): 1. Protocol atau prosedur tindakan Prosedur pada tindakan kolostomi ini sebagai berikut (Potter & Perry. yaitu pada kolon desendens. Kaji kondisi kantung/barier kulit yang terpasang untuk melihat adanya kebocroan dan perhatikan penampakan stoma dibawanya dan insisi bedah.Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting. . Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar . Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. yang merupakan fungsi utama anus. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. terletak miring dalam ronga pelvis. Kolon sigmoid ditunjang oleh mesentrium yang disebut mesokolon sigmoideum. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus.

menyesuaikan dengan klem atau peralatan penutup. . Pilih waktu yang optimal untuk mengganti kantung/barier kulit (saat klien merasa nyaman. Buat irisan radial dari bagian tengah lubang. 14. 7. Pasang pada posisi yang memfasilitasi pengosongan kantung. menutup gorden dan juga kamar. berdiri bila klien merasa mampu. Tunggu hingga kering (1-2 menit). Pasang plester hipoalergi dan/atau ikat pinggang sesuai kebutuhan Lipat ujung bagian bawah kantung ke arah atas untuk pada sisi lempengan di atas barier kulit. 15. kulit dengan menggunakan sabun dan air biasa. geser klem dan kosongkan isinya Bersihkan kulit dengan lembut dengan menggunakan pembersih Apabila muncul darah setelah dicuci. Gunting secara melingkar pada sisi barier kulit. Bilas dan keringkan. 11. Siapkan kantung ostomi. 13. beraturan. 17.6. 16. Jelaskan prosedur kepada klien. 12. Lepaskan pelapis dari barier dan tempelkan barier dengan kantong sebagai satu unit ke kulit. pastikan klien bahwa Observasi kondisi kulit dan stoma. 8. 10. Siapkan barier kulit dengan menggunakan penyegel kulit atau pasta karaya. 18. sebelum pemberian obat-obat yang mempengaruhi fungsi usus). isi dengan barier tipe pasta. Amankan klem. Rapikan dan tahan selama 1-3 menit. Anjurkan klien untuk Bila terdapat lipatan abdomen/jika kontur abdomen tidak duduk saat pemasangan kantung. sejumlah kecil darah adalah hal yang normal. Atur posisi klien telentang atau Cuci tangan dan kenakan sarung tangan. Lepaskan pelapis kertas dari lempengan kantong dan tempelkan pada sisi barier yang mengkilat dan tidak tertutup. Lubangi barier kulit sedikit lebih besar dari stoma sampai 30 mm. Jaga privasi klien dengan Apabila kantung telah penuh. 9. dari bagian bawah kantong ke dalam bedpan. mengobservasi daerah tersebut tiap hari.

J. 6th Ed.S. A. kemampuan klien untuk melakukan perawatan kolostomi secara mandiri. (2004).A. Hal-hal yang harus dicatat setelah tindakan (dokumentasi) Hal-hal yang harus dicatat setelah tindakan perawatan kolostomi meliputi (McCann. termasuk didalamnya warna. 2.G. (2005). Catat respons klien dan evaluasi perkembangan dari pembelajaran/penyuluhan yang diberikan. kondisi stoma dan kulit disekitarnya. 3. 2004): 1. yang sesuai. Catat tanggal dan waktu penggantian kantung ostomi (pouching system). Nursing Procedures 4th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. tempat sampah. Catat penampakan dari stoma dan kulit peristomal. jumalh dan penampakan feses. Fundamentals of Nursing: Concepts. . & Perry. Catat informasi yang berhubungan: tipe kantung dan barier kulit. Ml: Elsevier Mosby. dan konsistensi. tipe.19. Catat karakteristik drainase. Potter. Buang peralatan lama ke dalam kantung plastik dan buang ke Lepaskan sarung tangan yang kotor dan buang ke tempat sampah Cuci tangan. G. and Practice. 5. 21.A. jumlah. Process. 22. Bantu klien untuk mengambil posisi yang nyaman jika dibutuhkan. Dokumentasikan penyuluhan yang diberikan kepada klien dan isi penyuluhan. Louis. 4. St. 20. 23. DAFTAR PUSTAKA McCann. P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful