You are on page 1of 20

REFERAT MUMPS

Oleh: Suhardimansyah (K1A1 09 003) Pembimbing: dr. Hj. Musyawarah, Sp.A

PENDAHULUAN
mumps mumps
Parotitis merupakan penyakit sistemik pada anak yang sampai saat ini masih sering dijumpai. Mumps merupakan salah satu virus penyebab parotitis yang tersering. Saat ini sudah tersedia vaksin yang dapat mencegah parotitis yang disebabkan oleh mumps Sebelum ditemukan vaksin parotitis pada tahun 1967, parotitis epidemika merupakan penyakit yang sangat sering ditemukan pada anak.

terutama kelenjar parotis yang terletak pada tiaptiap sisi muka tepat di bawah dan di depan telinga. Virus menyerang kelenjar air liur di mulut. Mumps atau parotitis epidemika merupakan self limiting disease yang disebabkan oleh infeksi virus yang paling sering terjadi pd anak usia sekolah dan .DEFINISI   Mumps (Parotitis Epidemika) adalah penyakit infeksi akut dan menular yang disebabkan virus.

campak. yang juga mencakup parainfluenza. dan virus penyakit Newcastle.  .ETIOLOGI Penyebab adalah virus mumps / Myxovirus Paroiditis  Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus.

 Di RSCM Jakarta sejak tahun 1994 – 1998 = 61 kasus  .  Di Amerika Serikat tahun1993 = 692 kasus (laporan CDC).EPIDEMIOLOGI Endemik seluruh dunia  Paling banyak Umur 5 – 9 tahun  Jumlah kasus berkurang tiap tahunnya  Insidens dibanding periode sebelum tahun 1967.

Kel / saraf . napas  viremia  jar. parotis /sal.PATOGENESIS  Virus  hidung / mulut  proliferasi : kel.

Pembesaran kelenjar parotis dan submndibular .MANIFESTASI KLINIK Gambar 1.

Submaxillaris Gld. kelenjar lain .MANIFESTASI KLINIK Masa  tunas : 16 – 18 hari Derajat berat : berbeda-beda  lokalisasi >> Parotitis uni/bilateral  Gld. Sublingualis Orchitis. Meningoensefalitis.

Parotis Gej. 1 – 3 hari  bawa telinga : ke atas & ke luar  nyeri hebat  6 – 10 hari  unilateral Inf.MANIFESTASI KLINIK     Infeksi Gld. gld. Umum : demam dll Sakit telinga : mengunyah Pembesaran kelenjar parotis :  maks. submaxillaris & sublingualis  dapat tanpa parotitis .

bilateral 2 % D/ tanpa parotitis  Complement Fixing Ab.  .MANIFESTASI KLINIK   Epididymo-orchitis Sering : urutan ke-2 Sesudah / mendahului parotitis Manifestasi tunggal    Unilateral 20 – 30 %.

MANIFESTASI KLINIK   Gejala : Demam dll Nyeri abd-bawah   Testis bengkak & nyeri (4x) Demam turun  bengkak testis berkurang Atrofi 50% Sterilitas & impotensi kurang    .

MANIFESTASI KLINIK       Meningoensefalitis : 10% 3 – 10 hari post parotitis Mendahului / tanpa parotitis Gejala umum : demam Tanda-tanda rangsang mening  Likuor : pleositosis  limfosit Protein meningkat P/ baik  tanpa sequele .

sakit kepala. rasa nyeri dan demam hilang dengan cepat. dan malaise.DIAGNOSIS Diagnosis penyakit parotitis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium. Setelah pembengkakan parotis mencapai puncaknya. anoreksia. kecuali gejala klinis yang muncul tidak klasik untuk parotitis. Dalam waktu 24 jam dari gejala prodromal.  . pasien mungkin akan mengeluh sakit telinga dan nyeri pada kelenjar parotis ipsilateral. dengan kelenjar biasanya kembali ke ukuran normal dalam waktu 7 sampai 10 hari.  Gejala prodromal meliputi demam ringan.

enzyme immunoassay. Complement fixation assay. tes IgM. HAI.Tes Khusus Isolasi virus dari cucian tenggorok/hidung  Tes serologik: titer igG.  . dan tes RT-PCR.

Staphylococcus aureus. lymphocytic choriomeningitis virus.DIFERENSIAL DIAGNOSIS  DD/: Adenitis : servikal ant. coxsackieviruses dan enteroviruses lainnya. human herpesvirus B6 (penyebab roseola) cytomegalovirus. human immunodeficiency virus. preaurikular Parotitis supurativa Recurrent parotitis  Virus mumps satu-satunya penyebab parotitis epidemika. . parainfluenza virus tipe 1 dan 3. dan nontuberculous Mycobacterium. influenza A virus. Parotitis juga dapat disebabkan oleh Epstein Barr virus.

PENGOBATAN  Self limiting disease  Pengobatan simptomatik Tirah baring Jamin intake (disesuaikan dgn kemampuan mengunyah) Gammaglobulin   Insiden orchitis kurang Kortikosteroid  orchitis Nyeri  analgesik .

◦ Kekebalan pasif juga dapat diperoleh dari ibu  Aktif ◦ Pemberian rutin vaksin parotitis hidup yang dilemahkan.Secara umum → hindari kontak .PROFILAKSIS . ◦ Post infeksi → kebal seumur hidup .Spesifik  Passif ◦ Gamma globulin parotitis hiperimun tidak efektif dalam mencegah parotitis atau mengurangi komplikasi.

KOMPLIKASI  Komplikasi meliputi ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Meningioensefalitis. Nefritis Prankreatitis Miokarditis Mastitis Ketulian Komplikasi Okuler Artritis Purpura Trombositopeni Embriopati Parotitis . (sering pada masa anak) Orkitis. Epididimitis (laki-laki setelah masa pubertas) Ooforitis.

4%. Sequelae permanen jarang terjadi. yang sulit dibedakan dengan meningitis bakteri. kerusakan neurologis dan kematian dapat terjadi.  .PROGNOSIS Prognosis mumpss ecara umum dengan tanpa komplikasi adalah sangat baik. Myelitis sementara atau polyneuritis jarang. Sekitar 10% dari semua pasien yang terinfeksi berkembang dalam bentuk meningitis ringan.  Prognosis pasien dengan ensefalitis umumnya baik. Dilaporkan angka kejadian ensefalitis mumps sebesar 5 kasus per 1000 kasus mumps yang dilaporkan. namun. sedangkan laporan kasus ensefalitis angka kematian rata-rata 1.

938-941. p. Mumps. The Journal of Allergy and Clinical Immunology Volume 118. Vol. 3. No. Gondongan (Mumps atau Parotitis). I. Desember 2004.medscape. I Md Gd. 11. Dalam: Nelson Ilmu Kesehatan Anak. 1. et.jevuska.com/gondongan-mumps-atauparotitis pada bulan April 2013 California Department of Public Health – December 2012. 2006.1075-1077 Mumps. Parotitis Epidemika. In: Russell W Steele. Mumps (Parotitis Epidemika). p. Diakses dari http://www.A Marissa Tania Stephanie Pudjiadi. 6. Yvonne. Chieff Editor: Medscape Reference: 2012. 2000. Juni 2009. 134-137 Maldonado. Studi Sero epidemiologi pada Antibodi Mumps Anak Sekolah Dasar di Jakarta.com /2007/04/02/mumps-parotitis-epidemika pada bulan April 2013 Depkes RI. Hindra Irawan. Celine Hanson. Mumps (parotitis Epidemika). Artikel Kedokteran. Sp.jacionline.org /article/S0091-6749(06)01582-X/fulltext pada bulan April 2013 JEVUSKA. 12th Edition Second Printing Revised May 2012 Vikas S. 2007. Diakses dari http://emedicine. Issue. Epidemiology and Prevention of Vaccine Preventable Diseases.   . Diakses dari http://ppdsikafkunud. Sri Rezeki S. Dalam: Anak. Mumps: Case and Outbreak Investigation: 2012 Germaine L Defendi. Melisa. Hendry.al. Sari Pediatri. Sari Pediatri. p 47-51 Satari. Mumps resurgence in the United States. Pinkbook 2012. Orkitis pada Infeksi Parotitis Epidemika: laporan kasus. Dwi Lingga Utama. p. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas.DAFTAR PUSTAKA   Bahan Kuliah Power Point dr. Vol.158        Anggraeni. Kancherla. Diakses dari http://www.com pada bulan April 2013. Jakarta: 2008. Bag/SMF IKA FK UNUD-RSUP Sanglah Denpasar. p. No.