P. 1
Eksplanasi Teori Hubungan Internasional

Eksplanasi Teori Hubungan Internasional

|Views: 358|Likes:
Ini adalah sebuah tulisan mengenai eksplanasi dasar dari teori studi hubungan internasional itu sendiri. Saya menulisnya berdasarkan 5W + 1H yang bisa dipahami secara sederhana.
Ini adalah sebuah tulisan mengenai eksplanasi dasar dari teori studi hubungan internasional itu sendiri. Saya menulisnya berdasarkan 5W + 1H yang bisa dipahami secara sederhana.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Zulfikar Tito Enggartiarso on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

NAMA NIM FAKULTAS/JURUSAN MATA KULIAH

: ZULFIKAR TITO ENGGARTIARSO : F1I012003 : FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK / HI 2012 : PENGANTAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

EKSPLANASI DASAR ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL BERDASARKAN 5W + 1H WHAT? “What” adalah pertanyaan paling dasar dari apa yang ingin kita ketahui, dan yang ingin kita ketahui sekarang adalah definisi Ilmu Hubungan Internasional. Sebenarnya definisi tentang apa itu Ilmu Hubungan Internasional masih debateable diantara para ahli dan praktisi HI. Ada diantara mereka yang menganggap bahwa Ilmu Hubungan Internasional mencakup semua hubungan antar-negara. Dengan demikian, ruang lingkup dari Ilmu Hubungan Internasional menjadi sangat luas. Definisi yang cocok dengan pernyataan diatas adalah dari Goer Schwarzenberger, beliau menyatakan bahwa Ilmu Hubungan Internasional adalah bagian dari sosiologi yang khusus mempelajari masyarakat internasional. Tetapi ada juga yang ingin mempersempit pandangan tentang apa itu Ilmu Hubungan Internasional dengan menekankan pada aspek politik dari hubungan antar-negara, hingga pengaruhnya terhadap politik luar negeri negara lain bisa dipelajari. Suatu definisi dari Ilmu Hubungan Internasional dalam arti sempit mengatakan bahwa: “Ilmu Hubungan Internasional sebagai subjek akademis terutama memperhatikan hubungan politik antar-bangsa”.1 Definisi ini menekankan pada hubungan politik dan berdasarkan pernyataan tersebut, Ilmu Hubungan Internasional dapat dilihat sebagai suatu bagian dari Ilmu Politik. Menurut buku yang saya baca dari Charles A. McClelland, studi Ilmu Hubungan Internasional bukan merupakan studi hubungan antar-bangsa tetapi hubungan antar-negara. Jadi sebenarnya nama Ilmu Hubungan Internasional harusnya diganti menjadi Ilmu Hubungan Inter1

Stanley Hoffman (ed): “Contemporary Theory in International Relations” dalam “Theory and The International System” karangan Charles A. McClelland hal. VII

[1]

negara atau Inter-state Relations. Sondermann dalam rangka ini, berpendapat bahwa istilah Ilmu Hubungan Inter-negara akan menimbulkan kekacauan terhadap pengertian federasi, dimana jelas melibatkan hubungan antar-negara-negara bagian.2 Saya menemukan salah satu tokoh Ilmu Hubungan Internasional bernama Frederick Halliday, seorang penulis berkebangsaan Irlandia dan seorang akademisi di Ilmu Hubungan Internasional dan fokus pada studi timur tengah. Beliau berpendapat bahwa studi Hubungan Internasional hanyalah menempati daerah pinggiran dalam pengajaran ilmu-ilmu sosial. Sementara itu Steve Chan membuat definisi bahwa hubungan internasional adalah sebagai interaksi antara aktor-aktor yang tindakan-tindakannya atau kondisi-kondisinya memiliki konsekuensi akibat yang penting bagi pihak-pihak lain diluar yurdiksi efektif unit politik (negara) mereka. Conway W. Henderson mengemukakan hal yang berbeda tentang studi Hubungan Internasional, beliau mengungkapkan bahwa studi HI adalah studi mengenai siapa memperoleh apa, kapan dan bagaimana dalam hal diluar negaranya atau dalam hal melintasi garis-garis batas nasional. George A. Lopez dan Michael S. Stohl mendefinisikan hubungan internasional sebagai suatu aktifitas manusia dimana para individu atau kelompok dari suatu bangsa/negara berinteraksi, resmi atau tidak, dengan para individu atau kelompok dari negara lain. Karen Mingst menyatakan bahwa hubungan internasional adalah studi yang mempelajari tentang interaksi diantara berbagai macam aktor yang berpartisipasi dalam politik internasional, yang mencakup negara, organisasi internasional, organisasi non pemerintah, kesatuan sub nasional seperti birokrasi dan pemerintahan local, dan para individu. WHO? Pertama saya membuka web theory-talks.org, saya bisa menemukan banyak tokoh-tokoh dalam bidang studi Hubungan Internasional. Dari mulai klasik sampai yang terbaru, saya mengambil beberapa tokoh seperti Robert Jervis yang berbicara dalam bidang realis, senjata nuklir dan kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa.3 Lalu ada lagi tokoh „soft power‟ yaitu
2

Fred A. Sondermann: “The Linkage between Foreign Policy and International Politics” dalam Charles A. McClelland: “Theory and The International System” hal. VIII 3 http://www.theory-talks.org/2008/07/theory-talk-12.html (diakses pada 29 Desember 2012, 2:08 PM)

[2]

Joseph S. Nye Jr. yang pernah menjadi Top Ten pemikir studi Hubungan Internasional. Beliau adalah pengkritik unilateralisme Amerika Serikat karena hal itu bukan cara yang tepat untuk mempertahankan diri di dunia yang semakin saling tergantung. Beliau pula menyuarakan pendapatnya bahwa politik masa depan akan bergantung pada kerjasama dan dalam wawancara atau Talk tersebut, beliau menyatakan pentingnya Amerika berkaca pada Inggris di era abad 19an.4 Ada lagi tokoh wanita yang berpengaruh di studi ilmu Hubungan Internasional, beliau adalah Susan Strange. Pemikir dalam grup „realisme‟ yang paling tidak konvensional dan berbeda dari pemikir realisme lain. Ia adalah yang disebut oleh Robert Cox, pemikir realisme lainnya, sebagai „penyendiri‟ daripada „seorang yang suka berkelompok‟. Susan Strange juga berperan mendirikan dan mengembangkan sebuah disiplin ilmu yaitu bidang Ekonomi Politik Internasional. Ada lagi banyak tokoh-tokoh dalam Ilmu Hubungan Internasional yang kita bisa jadikan acuan. Ini tergantung dari bagaimana kita melihat atau perspektif kita dalam Ilmu Hubungan Internasional seperti realisme, liberalisme, masyarakat internasional dan ekonomi politik internasional. Di realisme, kita punya Hans J. Morgenthau, seorang realis sejati Ilmu Hubungan Internasional Jerman-Amerika dan tokoh terkemuka pada abad kedua puluhan. Beliau pernah berkata bahwa politik adalah perjuangan memperoleh kekuasaan atas manusia, dan apapun tujuan akhirnya, kekuasaan adalah tujuan terpenting dan cara-cara memperoleh, memelihara, dan menunjukan kekuasaan menentukan teknik tindakan politik. Hans J. Morgenthau mengkhususkan dirinya pada aliran realisme neoklasik. Banyak teori-teorinya yang sedikit radikal dimana beliau berteori wanita dan laki-laki adalah binatang politik. Lalu ada „animus dominandi‟yang bermakna manusia haus akan kekuasaan dan akan melakukan apapun demi mendapatkan kekuasaan. Di aliran realisme klasik, kita punya beberapa tokoh yang terkenal karena pemikiran-pemikirannya di aliran realisme klasik. Ada sejarawan Yunani Kuno, Thucydides. Teoritisi politik Italia pada masa Renaisan, Niccolo Machiavelli dan yang terakhir adalah filsuf hukum dan politik Inggris abad ketujuh belas yaitu Thomas Hobbes dan pemikirannya tentang dilema keamanan.

4

http://www.theory-talks.org/2008/05/theory-talk-7.html (diakses pada 29 Desember 2012, 2:31 PM)

[3]

Didalam liberalisme kita mengenal beberapa aliran lagi seperti liberalisme sosiologis dengan tokohnya seperti James Rosenau dan Karl Deutsch. Lalu ada liberalisme interdependensi atau ketergantungan, kita punya tokoh terkenal Richard Rosecrance, David Mitrany (1966) dan Ernst Haas. Di aliran liberalisme institusional, Woodrow Wilson dengan visi nya untuk mengubah hubungan internasional dari “hutan” atau politik kekuasaan di dunia yang kacau menjadi “kebun binatang” atau pergaulan erat yang diatur dan damai. Lalu di liberalisme republican kita punya beberapa tokoh hebat dari mulai Immanuel Kant di akhir abad kedelapan belas sampai Dean Babst pada sekitar tahun 1964. Didalam pendekatan Masyrakat Internasional, kita punya Martin Wight pada sekitar tahun 90an dan juga Hedley Bull pada tahun 1969. Inti pemikiran Wight dan Masyarakat Internasional ini adalah bahwa hubungan internasional ini harus dipahami sebagai suatu “masyarakat” negara-negara yang berdaulat. Singkatnya studi HI harus sedekat mungkin dengan dunia sosial hubungan internasional. Pendekatan Ekonomi Politik Internasional merupakan pendekatan yang mencakup beberapa teori lagi. Ada merkantilisme, pendukung merkantilisme adalah Alexander Hamilton, salah seorang founding fathers dari Amerika Serikat lalu ada juga Friedrich List, seorang ekonom Jerman. Lalu ada liberalisme ekonomi dimana ekonomi seharusnya dibebaskan dan tidak ada intervensi dari pemerintah, bapak dari liberalisme ekonomi adalah Adam Smith (17231790). Tokoh lainnya dari liberalisme ekonomi adalah David Ricardo (1772-1823) dengan teori “hukum keunggulan komparatif”. WHY? Ketika ditanyakan „why?‟ itulah saat dimana kita harus memberikan alasan kuat dan mendasar tentang mengapa kita memilih suatu pilihan tertentu. Berhubungan tentang Ilmu Hubungan Internasional ini, ada beberapa faktor atau alasan mengapa kita harus mempelajari Ilmu Hubungan Internasional. Tetapi alasan utamanya adalah terdapatnya fakta di dunia bahwa seluruh penduduk di dunia terbagi dalam wilayah komunitas politik yang terpisah, negaranegara merdeka yang sangat mempengaruhi cara hidup manusia. Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti terikat dengan negara tertentu, dengan sangat sedikit pengecualian, Jadi setiap

[4]

laki-laki, perempuan dan anak-anak pasti menjadi seorang warga negara suatu negara dan menganut suatu sistem negara yang pada akhirnya mempengaruhi cara hidup mereka. Terdapat kenyataan pula bahwa umat manusia di dunia ini hidup terpisah. Orang yang hidup di suatu kelompok pasti akan menyadari bahwa tidak hanya mereka yang hidup di dunia ini tetapi juga ada kelompok masyarakat yang lain atau the others, diluar mereka. Nah kesadaran inilah yang membentuk adanya interaksi, kebutuhan kerjasama dan lain-lain dengan the others. Menurut Steve Chan, kita mempelajari hubungan internasional karena hubungan internasional mempengaruhi kehidupan kita, kita ingin mengetahui hubungan internasional dengan lebih baik, dan kita ingin mengelola masalah internasional lebih efektif. Lalu alasan lainnya adalah berdasar pada negara-negara di dunia ini tidak bisa tidak peduli terhadap negara lain. Mungkin secara hukum, negara-negara di dunia mempunyai kedaulatan masing-masing dan tidak bisa diganggu gugat. Tetapi masing-masing negara membutuhkan negara yang lain maka dari itu Ilmu Hubungan Internasional diperlukan untuk dipelajari untuk mempelajari cara, sifat dan konsekuensi dari bagaimana metode kita untuk berhubungan dan bersahabat bahkan berperang dengan negara-negara lain di dunia. Ilmu Hubungan Internasional sangat penting dan cocok untuk dipelajari karena mempelajari hampir semua ilmu khususnya politik dan sosial karena hubungan negara tidak terbatas pada satu bidang saja. Ilmu Hubungan Internasional mempelajari ekonomi, bahasa, politik, hukum dan lain-lain sehingga orang yang mempelajari diharapkan bisa untuk menanggulangi berbagai masalah negara khususnya pada hubungan ke luar negara. WHEN? Subjek Hubungan Internasional mulai dikemukakan pada awal era modern yaitu sekitar abad keenambelas dan ketujuhbelas. Ketika banyak area di Eropa menjadi negara-negara yang berdaulat yang juga berdekatan mulai terbentuk. Juga sejak abad kedelapanbelas, hubungan antara negara-negara merdeka mulai disebut sebagai “hubungan internasional”. Di abad kesembilanbelas dan keduapuluh, sistem negara ini mulai meluas ke seluruh dunia dan “hubungan internasional” juga mulai dipelajari dan diaplikasikan tidak hanya di Eropa lagi tetapi mulai berlaku juga di seluruh dunia.

[5]

Ini juga berkaitan dengan Perang Tiga Puluh Tahun di Eropa dan Perjanjian Westphalia. Perang dan perjanjian ini membuka pintu bagi sistem negara yang modern dan kongkrit. Perang yang dimulai pada tahun 1618 dan berakhir pada tahun 1648 ini berawal dari pemberontakan kaum aristokrat Protestan di Bohemia terhadap kekuasaan bangsa Spanyol. Berbagai isu masuk dalam perang tersebut sehingga keadaan semakin tidak kondusif dan kacau. Perdamaian Westphalia membuat banyak aturan-aturan dan prinsip politik yang sama sekali baru dalam sistem negara di Eropa saat itu. Perjanjian yang dibuat dan disepakati pada tahun 1648 ini merupakan cita-cita para pangeran atau para penguasa saat itu untuk mengakhiri perang yang berlangsung kurang lebih tiga puluh tahun. Jadi mari kita simpulkan bahwa Ilmu Hubungan Internasional mulai intens dan mengemuka dimulai dari abad keenambelas dan ketujuhbelas. WHERE? Kalau ditanyakan „where?‟ kepada Ilmu Hubungan Internasional, saya kira kita bisa mulai dari Yunani Kuno pada masa 500 SM – 100 SM dan setelah itu ada Kekaisaran Romawi. Dari 2 hal ini kita bisa sebut bahwa Ilmu Hubungan Internasional itu mulai ada di Eropa,karena sistem negara sendiri juga berasal dari Eropa. Ilmu Hubungan Internasional mempelajari hubungan antar negara atau sistem negara, tetapi yang kita bicarakan diatas yaitu Yunani Kuno dan Kekaisaran Romawi belumlah sistem negara modern. Sistem negara modern mulai dikenal saat akhir dari Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) dan Perdamaian Westphalia yang mengakhirinya. Kita buat pengecualian di Eropa Barat pada Zaman Pertengahan. Saat itu “ilmu hubungan internasional” tidak bisa diaplikasikan karena sistem saat itu lebih kepada kekaisaran daripada sistem negara. Negara-negara ada tetapi tidak berdaulat sepenuhnya dan tidak mempunyai batasbatas wilayah yang jelas dalam pengertian modern. Saat itu Paus sebagai pemimpin agama dan Kaisar sebagai pemimpin politik saling berkesinambungan sehingga tidak merdeka sepenuhnya. Banyak peristiwa bersejarah dan momen-momen penting yang terjadi yang berkaitan dengan sistem kenegaraan atau sistem internasional bahkan, yang terjadi di Eropa oleh sebab itu kembali lagi kita simpulkan bahwa Ilmu Hubungan Internasional muncul pertama kali di Eropa.

[6]

HOW? Ketika diharuskan menjawab „how?‟, ini berkaitan dengan metode atau cara bagaimana Ilmu Hubungan Internasional ini bisa teraplikasi dalam sistem kenegaraan juga bagaimana kita mempelajari Ilmu Hubungan Internasional itu sendiri. Ilmu Hubungan Internasional adalah ilmu aplikatif, lebih banyak praktek daripada teori karena Ilmu HI sendiri berkolerasi dan terus aktual dengan kondisi masa kini. Belajar Ilmu HI bisa dari mana saja, buku, slide-slide presentasi sampai menonton saluran teve berita pun bisa menjadi media belajar. Artikel di koran dan internet, isu-isu konspirasi, dan lain-lain bisa menjadi bahan perbincangan dalam Ilmu Hubungan Internasional tentu saja dengan tetap mengedepankan referensi dan logika. Ilmu HI harus menjadi dasar ketika banyak pejabat Indonesia membuka hubungan dengan negara-negara luar walaupun dengan sesama negara ASEAN. Dengan Ilmu Hubungan Internasional menjadi dasar ilmu dari hubungan internasional itu sendiri, banyak solusi yang bisa didapatkan dari sisi tersebut. Menurut Conway W. Henderson, berakhirnya perang dingin merupakan saat yang tepat untuk mempelajari hubungan internasional. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini dan semuanya berhubungan dengan dunia internasional. Tumbangnya komunisme, runtuhnya tembok Berlin, kemenangan kapitalisme saat ini membawa perubahan yang signifikan dalam konstelasi politik global. Banyak sekali kekuatan-kekuatan baru, masalah baru seperti nuklir dan pertikaian antar etnis atau agama. Kerjasama yang terjadi pun sekarang makin luas, maka janganlah kita ragu dan mulailah kita untuk mempelajari studi Ilmu Hubungan Internasional.

[7]

DAFTAR PUSTAKA

[1] Jackson, Robert dan Georg Sorensen. “Introduction to International Relations” Pengantar Studi Hubungan Internasional. Terjemahan: Dadan Suryadipura. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009). [2] McClelland, Charles A. “Theory and The International System” Ilmu Hubungan Internasional: Teori dan Sistem. Terjemahan: Mien Joebhaar dan Ishak Zahir. (Jakarta: CV Rajawali, 1981). [3] Griffiths, Martin. Lima Puluh Pemikir Studi Hubungan Internasional. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001 [4] Slide presentasi “Aliran-aliran dalam HI” dari Bapak Achmad Sururi, S.IP., MA (Oktober 2012) [5] http://www.theory-talks.org/ (diakses pada 29 Desember 2012) [6] http://asrudiancenter.wordpress.com/2008/07/03/studi-hubungan-internasional/ (diakses pada 9 Januari 2012)

[8]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->