BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kamauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan, dan kemandirian, adil dan merata serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia (lansia) dan keluarga miskin. Bidan adalah tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan pada tiap tatanan pelayanan kesehatan, baik ditingkat primer, sekunder maupun tertier. Pelayanan kebidanan berfokus kepada perempuan, bayi baru lahir, balita, serta keluarga dan masyarakat. Kebijakan pelayanan kesehatan yang berkenaan dengan profesii bidan seperti yang tertuang di dalam Permenkes RI No.HK.02.02/Menkes/491/I/2010 tentang Izin Penyelenggaraan Praktik Bidan, bahwa : bidan dalam menjalankan praktik berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi : pelayanan kebidanan, pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam memberikan pelayanan pada tiap tatanan pelayanan, diperlukan kompetensi, yaitu kompetensi klinis dan kompetensi non klinis. Kompetensi klinis adalah kompetensi bidan dalam praktik kebidanan. Sedangkan kompetensi non klinis meliputi : filosofi bidan, cara berfikir, komunikasi, kepemimpinan serta semua tampilan bidan yang berasal dari hati dan intuisi yang meliputi : kesabaran, keikhlasan, simpati, empati serta memperhatikan hak-hak yang harus diterima oleh pasien dan mitra kerja tim. Bidan dengan kualifikasi D-IV kebidanan klinik yang mampu bekerja dan dibutuhkan di rumah sakit, Puskesmas rawat inap, maupun di layanan klinis kebidanan lain, secara khusus sebagai mitra spesialis obstetri dan ginekologi dan mitra spesialis anak sampai saat ini belum tersedia, hal ini juga relevan dengan Kepmenkes 369/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan mengenai kualifikasi lulusan pendidikan Bidan setingkat Diploma IV merupakan bidan profesional yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan maupun praktik perorangan. Bidan dapat berperan sebagai pemberi layanan, pengelola dan pendidik. Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak melalui peningkatan kualitas asuhan kebidanan yang optimal, maka pemerintah telah mengeluarkan kebijakan, dengan dikeluarkannya Kepmenkes RI No.591 Tahun 2007, yaitu tentang kebutuhan tenaga kesehatan mahir sebagai mitra pendamping dokter spesialis untuk

kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kebidanan serta perlunya kemampuan patnership bidan dengan mitra kerja spesialis. Menyelenggarakan riset kebidanan dan pengkajian untuk mengembangkan keilmuan klinis kebidanan. Melalui pendidikan D-IV Kebidanan diharapkan bidan mampu memberikan penanganan awal dan penapisan awal pada kasus-kasus kegawatdaruratan dan patologi kebidanan. Utnuk itu bidan harus mampunyai pengetahuan. Menghasilkan lulusan bidan yang mampu mengelola asuhan kebidanan lanjut. 3. mengidentifikasi dan menerapkan kebutuhan ilmu pengetahuan dan tekhnologi pelayanan klinis kebidanan serta melaksanakan asuhan kebidanan secara optimal. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan lulusan bidan mahir yang memiliki kemampuan klinis sebagai mitra spesialistik kebidanan dan anak. Menghasilkan lulusan bidan yang mampu melaksanakan dan mengambil keputusan (clinical judgement) asuhan kebidanan lanjut. keterampilan dan sikap yang profesional dan berkualitas agar mampu memberikan asuhan kebidanan yang optimal. 4. serta mampu bersaing di era globalisasi. jenis dan kualitas yang optimal dna memadai. Misi Pendidikan 1. yang mampu memberikan asuhan kebidanan lanjut yang berkualitas dan optimal. dengan kemampuan profesional untuk bertindak sebagai bidan mahir dalam pelayanan klinis kebidanan sebagai mitra spesialis kebidanan dan anak. maka perlu dikembangkan Program Studi Diploma IV Kebidanan Klinik. Untuk mendukung pencapaian hal tersebut maka diperlukan tenaga kesehatan lulusan D-IV khususnya D-IV kebidanan dengan jumlah. 2. profesional. Visi Pendidikan Membangun program diploma kebidanan yang unggul dalam menghasilkan lulusan. yaitu pada level pendidikan Diploma IV termasuk D-IV kebidanan. 5. mengidentifikasi kasuskasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal serta mampu memberikan pertolongan pertama pada kasus-kasus kegawatdaruratan obstetri berbasis kompetensi klinis. B. Menghasilkan lulusan bidan yang mampu menganalisis hasil-hasil kajian riset kebidanan dan pengembangan ilmu dalam bidang klinis kebidanan.mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Untuk menjawab tantangan tuntutan pelayanan kebidanan yang profesional. . C.

evidense based. Mampu mengidentifikasi kasus-kasus kegawatdaruratan obstetri neonatal. serta melakukan kolaborasi dan konsultasi dengan mitra kerja dan interdisiplin tenaga kesehatan lain yang terkait. 3. Pendidikan Program Diploma IV Kebidanan Klinik diselenggarakan secara profesional dengan mengikuti kaidah dan ciri pendidikan profesi. yaitu : 1. Mampu mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan praktik kebidanan serta menemukan alternatif pemecahan masalahnya. memiliki integritas tinggi serta mempunya kualifikasi profesional di bidang klinis kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan. Mampu melaksanakan sistem rujukan yang aman pada kasus kebidanan dan anak. 4. Mampu melaksanakan peran sebagai bidan mahir mitra pendamping spesialistik kebidanan dan anak di dalam ruang lingkup pelayanan klinis kebidanan. 5. Mempunyai keterampilan manajerial dan dasar-dasar profesionalisme yang memadai dalam ruang lingkup pelayanan klinis kebidanan. Mampu mengambil keputusan secara tepat dan cepat dalam mengatasi masalahmasalah yang muncul dalam pelaksanaan praktik atau asuhan kebidanan. E. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orientasi Pendidikan Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam pelayanan kebidanan serta tuntutan kebutuhan masyarakat. jika berada pada tingkat pelayanan primer. berjiwa pancasila. kebutuhan masyarakat. 7. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam kebidanan. 6. 9.D. . adanya era globalisasi serta upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya mendekatkan pelayanan klinik spesialistik untuk akselerasi penurunan angka kematian ibu dan anak sehingga orientasi pendidikan senantiasa berbasis ilmu pengetahuan dan tekhnologi kebidanan. Kegiatan akademik dan pengembangan institusi diarahkan untuk menghasilkan lulusan bidan mahir yang mampu melaksanakan peran sebagai klinisi kebidanan yang bermitra dengan spesialis kebidanan dan anak. beretika. era globalisasi serta tujuan pembangunan kesehatan. berbudi pekerti luhur. Tujuan Pendidikan Menghasilkan bidan mahir sebagai mitra spesialistik kebidanan dan anak yang cerdas. memberi pertolongan pertama. 8. Mempunyai keterampilan klinis kebidanan yang memadai dalam merencanakan. melaksanakan dan mengevaluasi asuhan kebidanan dan program-program asuhan kebidanan. 2. Tujuan pendidikan Diploma IV Kebidanan adalah untuk menghasilkan Sarjana Sains Terapan di Bidang Klinis Kebidanan yang : 1. mendiagnosisi kasus obstetri neonatal. Mampu mengambil keputusan klinis kebidanan (clinical judgment) dengan tepat dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara optimal. Mampu mengikuti perkembangan sistim informasi kesehatan serta ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam pelayanan kebidanan.

serta mengikuti perkembangan masyarakat. mastery learning dan problem solving. negara dan dunia. 5. 3. 4. pengabdian pada masyarakat. Belajar dengan kaidah Problem based learning. .2. kemampuan clinical judgment. Mengikuti kaidah pencapaian kompetensi dan kualifikasi profesional bidan. competency based. Belajar dengan kaidah pembelajaran orang dewasa. Menggunakan pengalaman klinik.

Distribusi Mata Kuliah Persemester Distribusi mata kuliah persemester disesuaikan dengan kompetensi yang harus dicapai dan merupakan gabungan dari penambahan kurikulum internasional. 401 Bd.BAB II STRUKTUR PROGRAM A. 304 Bd. 305 Bd. 402 Bd. Struktur Program Beban studi Kurikulum Pendidikan D-IV Kebidanan peminatan Bidan Klinik berjumlah 42 SKS. 501 Jumlah Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Lanjut I Asuhan Kebidanan Lanjut II PKK I PKK II Metodologi Penelitian Skripsi / KTI Humaniora dan Filsafat Ilmu Jml SKS 4 6 7 8 2 3 2 32 T 2 3 1 1 7 P 2 3 1 1 7 K 7 8 3 18 B. 307 Bd. STRUKTUR PROGRAM PENDIDIKAN D-IV KEBIDANAN KLINIK No Kode KM 1 2 3 4 5 6 7 Bd. terdiri dari Kurikulum Inti sebanyak 32 SKS dan Kurikulum Institusional sebanyak 10-12 SKS yang harus dikembangkan oleh institusi penyelenggaraan program. . 306 Bd.

meliputi : diagnosis persalinan. penggunaan tekhnologi diagnostik kehamilan. prognosis. baik di tingkat Puskesmas rawat inap. penatalaksanaan. bayi dan balita. Peneliti Melakukan penelitian dalam ruang lingkup penelitian klinis kebidanan. pengobatan. serta menjalin kemitraan dengan spesialis kebidanan dalam asuhan kebidanan pada kehamilan yang optimal. 6. maupun layanan klinis kebidanan yang lain. pengobatan. deteksi dini kasus beresiko dan kegawatdaruratan. Peran Dalam upaya pelayanan kebidanan yang berfokus pada kesehatan reproduksi dan klinis kebidanan. 1. kemampuan bekerjasama dengan mitra spesialis kebidanan dan anak sesuai lingkup peran klinisi kebidanan yang berbasis kompetensi bidan terutama kompetensi yang ke-4. 2. meliputi : diagnosis kehamilan. 5. penggunaan tekhnologi diagnostik dalam persalinan. keputusan klinis dan pertolongan kegawatdaruratan dalam kehamilan. 7 dan 9 pada Standar Profesi Bidan sesuai Kepmenkes 369/Menkes/SK/III/2007. Pengelola Mengelola asuhan dan pelayanan kebidanan pada setiap tatanan institusi pelayanan kebidanan. deteksi dini kasus beresiko dan kegawatdaruratan. 3. neonatus. Kompetensi Kompetensi lulusan Program Studi D-IV Kebidanan Klinik adalah memiliki kemampuan praktik kebidanan terkini berdasar evidence based kebidanan. Pelaksana Pemberi pelayanan kebidanan pada wanita sepanjang siklus kehidupannya serta memberikan asuhan pada bayi baru lahir. keputusan klinis dan pertolongan kegawatdaruratan dalam persalinan. serta menjalin . prognosis. Memberikan asuhan yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama masa kehamilan berdasar evidence based. Memberikan asuhan yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama persalinan berdasar evidence based. B. serta memiliki kemampuan identifikasi dan penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal sesuai dengan kewenangannya. Pendidik Memberikan pendidikan kesehatan dan konseling dalam asuhan kebidanan pada setiap tatanan layanan klinis kebidanan 4. Rumah Sakit.BAB III POKOK PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA IV KEBIDANAN KLINIK A. penatalaksanaan. 2. maka bidan berperan sebagai : 1.

serta menjalin kemitraan dengan spesialis kebidanan dalam asuhan kebidanan pada ibu nifas dan menyusui yang optimal. Memberikan asuhan yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi berdasar evindece based. penatalaksanaan. 5. 4. . Memberikan asuhan yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan pada bayi dan balita berdasar evindece based. prognosis. deteksi dini kasus beresiko dan kegawatdaruratan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi.3. penatalaksanaan. penatalaksanaan. Memberikan asuhan yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama nifas dan menyusui berdasar evindece based. meliputi : diagnosis. meliputi : diagnosis. pendidikan kesehatan/promotif. serta menjalin kemitraan dengan spesialis anak dalam asuhan kebidanan pada bayi baru lahir secara optimal. penggunaan tekhnologi untuk diagnostik. serta menjalin kemitraan dengan spesialis kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi yang optimal. Memberikan asuhan yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan pada bayi baru lahir berdasar evindece based. prognosis. Program Studi Diploma IV Kebidanan Klinik diselenggarakan untuk menerima lulusan dari D-III Kebidanan yang ingin mengikuti pendidikan profesional dan lanjut dalam disiplin ilmu kebidanan dengan peminatan sebagai klinisi lanjut dalam profesi bidan dengan lama pendidikan satu tahun atau 2 (dua) semester. D. prognosis. prognosis. deteksi dini kasus beresiko dan kegawatdaruratan dalam masa nifas dan menyusui. penggunaan tekhnologi untuk diagnostik. 6. kemitraan dengan spesialis kebidanan dalam asuhan kebidanan pada persalinan yang optimal. Institusi ini menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam disiplin ilmu kebidanan klinik. penggunaan tekhnologi untuk diagnostik. Lama Pendidikan Lama pendidikan 2 (dua) semester dan batas maksimal terpanjang 4 (empat) semester. pendidikan kesehatan/promotif. meliputi : diagnosis. serta menjalin kemitraan dengan spesialis anak dalam asuhan kebidanan pada bayi dan balita secara optimal. deteksi dini kasus beresiko dan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir. C. Bentuk dan Nama Institusi Program Studi Diploma IV Kebidanan merupakan begian dari Politeknik Kesehatan. deteksi dini kasus beresiko dan kegawatdaruratan pada bayi dan balita. penatalaksanaan. penggunaan tekhnologi untuk diagnostik. meliputi : diagnosis.

seminar dan penugasan. ditunjang dengan kemampuan komunikasi konseling. serta merujuk jika berada pada layanan klinik tingkat primer. jurnal. Dalam kegiatan praktik disertai alat penuntun belajar dan alat evaluasi. Pada pelaksanaan praktik peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. diberikan pembekalan kegiatan praktik klinis kebidanan tambahan untuk pemenuhan kompensasi klinis kebidanan. Kegiatan pembelajaran teori dapat berupa pembelajaran teori di kelas. praktik laboratorium dan praktik klinik kebidanan. 2. 3. Untuk calon mahasiswa yang post graduate langsung dari D-III Kebidanan tanpa pengalaman klinis. Proses pembelajaran dilakukan dengan menekankan pada learning by group serta latihan individual menggunakan daftar tilik dan penuntun berlajar. diskusi presentasi. Diharapkan peserta didik dapat mencapai tingkat proficient pada model. bedah pustaka. bermitra dengan spesialis kebidanan dan anak. . Pada akhir setiap unit lahan praktik atau unit kompetensi praktik dilakukan kegiatan seminar kasus kebidanan sesuai kasus critical yang ditemui dan dilakukan evaluasi praktik klinik di lahan praktik oleh pembimbing. Kegiatan praktik diselenggarakan di laboratorium atau di lahan praktik. keterampilan atau psikomotor. diutamakan pada bidan yang sudah mempunyai pengalaman klinis minimal 2 tahun. pendalaman keterampilan klinik kebidanan dan lanjutan praktik pada ruang lingkup patologi kebidanan dan spesialistik dengan konsep praktik mandiri. Praktik klinik difokuskan pada perubahan-perubahan praktik klinik berdasarkan evidence based. masing-masing kelompok dibimbing oleh pembimbing dari Jurusan Kebidanan dan lahan praktik. Peserta Didik Peserta didik Program Diploma IV Kebidanan Klinik berasal dari lulusan D-III Kebidanan yang terakreditasi. Proses Pembelajaran Kegiatan perkuliahan di kelas teori. bedah buku. Pengalaman peserta didik diperoleh dari situasi nyata di lahan praktik.E. kolaborasi dengan mitra kerja. Praktik laboratorium difokuskan pada pendalaman materi atau lanjutan praktik tang merupakan updating keterampilan yang telah dimilik berdasar konsep evidence based. Kegiatan pembelajaran praktik laboratorium untuk mata kuliah keahlian yang membutuhkan latihan. Praktik laboratorium merupakan kegiatan terstruktur yang ditunjang dengan alat dan bahan habis pakai di laboratorium. Setiap peserta didik ditugaskan membuat laporan kasus praktik dan dokumentasi asuhan kebidanan. tutorial. 1. Selain itu juga peserta didik dilatih untuk pengambilan keputusan klinik pada kasus kebidanan atau dengan probandus dan pasien langsung. F. mengenal tekhnologi kebidanan dan mampu melaksanakan prosedur diagnosis kebidanan.

Metode tersebut digunakan sesuai dengan karakteristik mata kuliah masing-masing. dosen ahli dari perguruan tinggi lain atau keilmuan lain yang terkait dengan kebutuhan kompetensi pembelajaran klinik kebidanan. rumah sakit pusat. sehingga diketahui keberhasilan. Penyelenggaraan Program Diploma IV Kebidanan Klinik ini menggunakan dosen ahli/ expert/ narasumber klinisi kebidanan. IBI). Untuk mata kuliah keahlian tertentu didatangkan Dosen ahli atau narasumber expert di bidangnya. I. telah mengikuti pelatihan preseptor-mentor kebidanan. . spesialis anak. Tenaga Pengajar Pemilihan dan penunjukkan tenaga pengajar disesuaikan dengan ketentuan dan sifat mata kuliah yang diberikan. mampu menjadi role model bagi peserta didik. metode pembelajaran yang diterapkan merupakan kombinasi beberapa metode yaitu : No Uraian Kegiatan Bobot Alokasi Waktu Ket 1 Tutorial/ceramah 1 SKS 1 jam/Mgg/Smt 1 jam = 60 menit Seminar/latihan/diskusi/ 2 1 SKS 2 jam/Mgg/Smt belajar mandiri 3 Laboratorium 1 SKS 2 jam/Mgg/Smt 4 Praktik klinik 1 SKS 4 jam/Mgg/Smt Dalam satu semester terdapat 16-19 kali pertemuan pembelajaran termasuk ujian formatif dan sumatif. rumah sakit khusus ibu dan anak. Pembimbing praktik lapangan diutamakan yang sudah menempuh jenjang Diploma IV Kebidanan. Pengajar untuk mata kuliah keprofesian adalah tenaga pengajar yang memenuhi kualifikasi profesi bidan dengan level minimal 1 tingkat diatas jenjang Diploma IV. Penilaian hasil belajar dilakukan dengan beberapa jenis pengukuran melalui test formatif dan test sumatif. ujian lisan. Perinasia. hambatan dan permasalahan dalam penyelenggaraan program pembelajaran. yaitu spesialis obstetri ginekologi. Penilaian Hasil Belajar Penilaian hasil belajar pada prinsipnya adalah untuk memberikan umpan balik kepada dosen dan peserta didik dalam menemukan tingkat keberhasilan. serta klinisi profesi bidan yang berasal dari organisasi profesi terkait (POGI. Tekhnik ujian dilakukan dengan ujian tulis. Nilai akhir mata kuliah merupakan gabungan J. mengikuti up daring pengetahuan dan keterampilan kebidanan serta memiliki dedikasi dan kesediaan untuk menjadi pembimbing praktik. H. IDAI. ujian keterampilan. Lahan Praktik Lahan praktik untuk peminatan Program Diploma IV Kebidanan Klinik diutamakan pada layanan klinik kebidanan yang mempunya layanan klinik spesialistik kebidanan dan anak. Metode Pembelajaran Untuk mencapai tujuan pendidikan. yaitu : rumah sakit umum daerah.G. BP/RB/Klinik kebidanan dan Puskesmas rawat inap/ PONED.

Penilaian terhadap aspek penyelenggaraan program pendidikan meliputi penilaian terhadap penerapan kurikulum. sistem instruksional. 2. laboratorium atau di lahan praktik dengan observasi terhadap tindakan langsung atau simulasi dalam mengerjakan pokok bahasan tertentu. Afektif (sikap) : penilaian terhadap sikap. dan angka kelulusan kuantitatif dan kualitatif. Kognitif (pengetahuan) : penugasan materi melalui kemampuan dalam menggunakan pendapat baik secara lisan. 1. dapat dilakukan dengan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Normatif (PAN). mean dan standar deviasi dari nilai pada populasi peserta didik. Penilain dari aspek peserta didik. Untuk mengkonversi skor nilai menjadi huruf mutu. maupun tulis. ide dll. 4. 3. Untuk peserta didik dengan nilai D diberi kesempatan untuk mngikuti remedial ujian pada tahun yang sama. meliputi aspek : 1. Kehadiran kuliah : ujian semester dapat diikuti oleh peserta didik jika kehadiran pada setiap mata kuliah > 75 % dari total tatap muka/ kehadiran dosen. Jika kehadirannya < 75%. Kelulusan mata kuliah diperhitungkan dari nilai penugasan. Psikomotor (keterampilan) : penilaian dilakukan di kelas. argumentasi. . ujian tengah semester. yang bobotnya masing-masing ditentukan oleh penanggung jawab mata kuliah dengan tim pengajar sesuai sifat mata kuliah. Aspek penilain meliputi aspek peserta didik dan penyelenggaraan program. maka peserta didik tidak diperkenankan mengikuti ujian semester untuk mata kuliah yang bersangkutan. ujian akhir semester.gabungan atau kumulatif dari serangkaian bentuk ujian dan penugasan pada test formatif dan sumatif. quis. seminar. tingkah laku dan pendapat sehari-hari dalam menghadapi suatu persoalan dan dalam mengemukakan pendapat. Penilaian dengan pendekatan PAP menggunakan acuan sebagai berikut : Skor Absolut 79 – 100 68 – 78 56 – 67 41 – 55 0 – 40 Huruf Mutu A B C D E Angka Mutu 4 3 2 1 0 Penilaian dengan menggunakan PAN memperhitungkan distribusi skor. Salah satu indikator penilaian yang digunakan pada aspek penyelenggaraan program adalah borang akreditasi institusi diknakes.

Telah menyelesaikan ujian komprehensif . K. IPK > 2. ujian skripsi dan ujian praktik komprehensif kompetensi fisiologis dan patologis klinis kebidanan sesuai ruang lingkup peran bidan.76 – 3.00 2) Predikat sangat memuaskan : IPK 2.50 3) Predikat memuaskan : IPK 2. 2.01 – 2.75 Ujian akhir program meliputi : ujian tulis komprehensif.76 untuk praktik. Ketentuan Kelulusan Ujian Akhir Program : Predikat kelulusan akhir program ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif akhir program (IPK) yaitu : 1) Predikat cumlaude : IPK 3.ST).51 – 4. Tidak ada nilai E dan atau D 3. Gelar Akademik Mahasiswa program pendidikan Diploma IV Kebidanan Klinik dinyatakan lulusan dan mendapat ijazah serta gelar sebutan jenjang kesarjanaan Sarjana Sains Terapan (S.Batas minimal kelulusan untuk setiap mata kuliah adalah 2 untuk teori 2.50 2. apabila memenuhi syarat-syarat : 1.

untuk itu diperlukan suatu upaya untuk mendekatkan program ini dengan mitra kerja bidan. . pendidik/dosen yang berkualitas serta peserta didik yang bermotiavasi tinggi untuk mencapai tingkat kompetensi yang ditetapkan. dan dalam pengembangan kurikulum institusional hendaknya gayut dengan kurikulum inti. Akhirnya keberhasilan dalam implementasi kurikulum ini bergantung kepada kinerja dari para pengelola pendidikan secara profesional. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting.BAB IV PENUTUP Kurikulum Program Diploma IV Kebidanan Klinik ini disusun sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di institusi masing-masing. sehingga dapat menghasilkan lulusan bidan mahir yang mampu memberikan asuhan kebidanan yang optimal.

Puskesmas dan Klinik. Kemauan dan kemampuan institusi / pengelolanya yang sangat interest untuk menyelenggarakan pendidikan Program Diploma IV Kebidanan Klinik C. Oleh karena itu tenaga kebidanan yang khususnya bekerja di rumah sakit dan puskesmas dituntut bukan saja dalam meningkatkan mutu yang memadai dan dapat mengikuti perkembangan IPTEK di bidang kesehatan serta mampu menggunakan IPTEK secara lebih efektif dan efisien. TUJUAN PENYELENGGARAAN 1. sangat mendukung dan interest dalam mewujudkan penyediaan tenaga kebidanan melalui pendidikan Program DIV Kebidanan Klinik. LATAR BELAKANG Dalam era globalisasi peningkatan sumber data manusia khususnya tenaga kebidanan yang bekerja baik di rumah sakit maupun di Puskesmas merupakan tuntutan pembangunan yang tidak dapat dielakkan lagi. STRENGTH FAKTOR (KEKUATAN) PENYELENGGARAAN 1. Hal tersebut seiring dengan perkembangan pembangunan di bidang pendidikan kebidanan diharapkan jenjang pendidikan DIII Kebidanan sudah dapat ke jenjang pendidikan tinggi yaitu Program Diploma IV Kebidanan. B. dilain pihak kita dipicu untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia khususnya tenaga kebidanan di rumah sakit dan puskesmas. Selaras dengan itu semua kami sebagai bagian dari penyelenggaraan Pendidikan Tenaga Kesehatan yang ada. Dewasa ini tenaga kebidanan di rumah sakit maupun puskesmas lulusan DIII Kebidanan baik PNS maupun non PNS masih banyak dan belum dapat kesempatan untuk mengikuti Program Diploma IV Kebidanan karena berbagai faktor [enyebab. Tujuan Umum Meningkatkan kualitas dan profesional bidan sehingga mempunyai dampak terhadap penurunan angka kematian dan angka kesakitan serta meningkatkan kemampuan hidup sehat. Untuk itu perlu upaya-upaya dalam memecahkan permasalahan tersebut melalui program-program alternative yang dapat mempercepat tercapainya tujuan pembangunan di bidang kesehatan salah satu program yang dimaksud adalah Program Pendidikan Diploma IV Kebidanan Klinik khusus bagi lulusan D III Kebidanan PNS maupun non PNS yang berkerja di Rumah Sakit.BAB I PENDAHULUAN A. tetapi juga pengukuhan / kualifikasi sebagai tenaga kebidanan yang profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. . Animo lulusan D III Kebidanan yang sudah PNS maupun non PNS 2.

. c. b. baik skill. Membantu menyiapkan sumber daya kebidanan yang diharpkan (profesional) sesuai dengan tuntutan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Berperan dalam kualitas tenaga bidan khususnya Program Diploma IV Kebidanan Klinik sehingga menjadi tenaga yang handal dalam mengatasi dan mengantisipasi permasalahan yang ada. knowledge maupun attitude.2. Tujuan Khusus a. Meningkatkan kompetensi bidan sehingga mampu mengantisipasi kebutuhan pelayanan kebidanan sesuai dengan tuntutan masyarakat perkembangan IPTEK.

Sebelah Barat : 2...... Mk persegi atau ...... menunjukkan variasi antara . Keadaan suhu udara di Kota Palembang pada tahun ....... Dengan luas ... 3. Pendanaan Untuk operasional pendanaan sepenuhnya dari . Geografi Poltekkes Palembang Jurusan Kebidanan terletak antara ...... KHUSUS 1..... dengan rata-rata kecepatan angin . Lokasi Institusi Lokasi institusi berada di Jalan Jendral Sudirman KM 3 Komplek RSMH Palembang 30126 Telp/Fax. 0711-360952.. dapat kita lihat jumlah lulusan D III Kebidanan yaitu . Bujur timur.BAB II DATA PENUNJANG A.. sampai dengan . 3...Sebelah Utara : ..... a...... jiwa dan penduduk perempuan sebanyak ........ Keadaan Alam Keadaan iklim tropis dengan variasi curah hujan pada tahun .. UMUM GAMBARAN UMUM 1... B... 4..... jiwa dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak .... jiwa..... Tanah b..... sedangkan rata-rata kelembaban udara sebesar .. sebanyak ..... Sarana dan Fasilitas Sarana dan fasilitas yang dimiliki oleh Poltekkes Palembang Jurusan Kebidanan akan digunakan juga oleh mahasiswa Program Diploma IV Kebidanan Klinik... Keadaan Demografis Jumlah penduduk Kota Palembang tahun .Km perjam..... 2........ Ha dan berbatasan dengan : ... Animo Masyarakat Strenght faktor penyelenggaraan pendidikan Program D IV Kebidanan Klinik yang cukup strategi adalah animo lulusan D III Kebidanan yang ingin melanjutkan ke DIV Kebidanan Klinik sangat tinggi. orang dimana bidan-bidan ini tersebar di wilayah Palembang........Sebelah Selatan : .. Sarana ........Sebelah Timur : ... milimeter.. sampai dengan ..... lintang selatan sampai dengan . sebanyak ......

Kursi Dosen .Ranjang 2 tingkat .Lemari .Telepon .Kursi Mahasiswa : 6 buah : 6 buah : 6 buah : .Ruang Kurikulum .Faximile .LCD ..File Cabinet .Ruang Rapat .Ruang Kajur .Pos Penjaga .Meja Kursi Kerja .Komputer .Ruang Staf Keuangan .Ruang Perlengkapan ..Mushola Peralatan Kantor : .Dispenser Peralatan Asrama .Pengeras Suara .Ruang Laboratorium .Bak penampungan air .Ruang Kemahasiswaan .Ruang Dapur .Ruang Serbaguna .Ruang Dosen ..Asrama .Ruang PKK .Gedung : .Kasur : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 6 ruang : 1 ruang : .Kipas Angin .Kursi Tamu .Ruang Staf TU . kamar : 1 ruang : 1 buah : 1 ruang : : 1 unit : 1 buah : : : : : Peralatan Ruang Belajar .Ruang Perpustakaan .Meja Dosen ..Ruang Kuliah .

Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang .Tenaga kesehatan yang mempunyai latar belakang D III Kebidanan .Televisi c.Penyataan untuk kembali ke institusi pelayanan kebidanan .Daerah Binaan 5. Praktik lapangan yang dilaksanakan di lahan praktik dengan bimbingan intensif dari pembimbing lapangan/instruktur : .Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang . Persyaratan Administrasi .Rumah Sakit BARI Palembang .Kursi Makan .Mini bus L 300 . Persyaratan Akademik Lulus seleksi ujian masuk sesuai ketentuan pedoman Sipensimaru Pusdiknakes Kemenkes RI.Puskesmas-puskesmas di Palembang . Jumlah Peserta Didik Berjumlah 40 orang.Mobil Avanza : 6 buah : : 1 buah : 1 buah : 1 buah 4.Ruang Makan terdiri dari : .Meja makan besar .Rumah Sakit Dr.Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu . Sarana Penunjang .Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih .Rekomendasi dari atasan langsung tentang prestasi kerja . Praktik dilaboratorium Kebidanan di kampus b. Lahan Praktik Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dan yang wajib kepada mahasiswa akan dapat direalisasikan dalam dua tahap : a. Syarat Peserta Didik a. .Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter .Berkelakuan Baik b.Bidan Praktik Swasta di Palembang .Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun sebagai bidan .Rumah Sakit Umum Daerah Pangkalan Balai . c. Muhammad Husein Palembang .

M. Tenaga Non Pendidikan/pengelola Tenaga Pengajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Hj.Pd. M.Pd.Kes Dra. M. SST Lily Novianti. Siti Hindun.Sos Nurdiyanti. M.Kes Rosyati Pastuty. S.Pd. M. Murdiningsih. Nyimas Neneng S. S. SDM Institusi SDM Institusi kita kategorikan dalam 3 kajian yaitu : 1.Kes Dra. M. Hasbiah Muhayan.Kes Hj. Chairuna MB. Hj. M.6. SST Indah Puji Septeria. S. S. Tenaga Pendidikan/Dosen 2. S. SST. S. S.Keb Pendidikan Tenaga Administrasi No 1 2 3 4 5 Nama Salimah. Hj. Ibrahim Dian Lestari. SST Pendidikan . M. Nurdjani.Kes Eprilla.Kes Nesi Novita. SST.SiT.Kes Hj.Pd. M.Kes Hj. SKM. CI Lapangan 3. Rochmah KM. S.Sos Nilawati Marlina.SiT.Kes Hj. SST.Kes Hj.Pd.Pd. M. Diah Sukarni. S. M.Sos Pendidikan Tenaga Laboratorium No 1 2 3 4 Nama H. S. M.Kes Hj. S. Syamsiah Zachri. Syarifah Ismed.Sos Hermansyah. M.Kes Hj. S.

semangat dan dedikasi serta kerja sama lintas program dan lintas sektoral.BAB III PENUTUP Penyelenggaraan pendidikan Program Diploma IV Kebidanan Klinik dapat direalisasikan dalam waktu dekat sangat diharapkan. S. untuk menjawab tantangan dan fenomena di bidang kesehatan. petunjuk tekhnis penyelenggaraan dan pengelolaan program pendidikan yang digariskan Pusdiknakes Kemenkes RI. Atas perhatian Ibu. semoga Ibu dapat merealisasikannya/ mengabulkannya sebagaimana harapan kami. Hormat Kami. kami haturkan terima kasih. Demikianlah proposal penyelenggaraan pendidikan Program Diploma IV Kebidanan Klinik ini disampaikan. SST. petunjuk pelaksanaan. Murdiningsih. 19571229 197811 2 001 . khususnya kualitas untuk pelayanan kebidanan (Kesehatan Ibu dan Anak). Dengan demikian tujuan penyelenggaraan pendidikan itu sendiri dapat segera terwujud.Kes NIP.Pd. Kami selalu berusaha untuk berbuat inovatif untuk kesempurnaan di masa yang akan datang dengan selalu mengacu kepada pedoman umum. Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Palembang Hj. Kami dari institusi penyelenggara beserta staf pengelola masih menyadari masih adanya suatu kelemahan yang harus diupayakan dengan tekad. M. yaitu pada Tahuk Akademik 2012/2013.