Presentasi Kasus TUMOR MAMMAE DEXTRA e. c.

SUSPEK KARSINOMA MAMMAE SINISTRA

OLEH AWANG WIBISONO 1102008276

PEMBIMBING Dr. HADIYANA Sp.B

SMF ILMU BEDAH RUMAH SAKIT UMUM Dr. Slamet GARUT

PRESENTASI KASUS

IDENTITAS PASIEN - Nama - Umur - Jenis kelamin - Agama - Pekerjaan - Pendidikan - Alamat : 13 April 2013 - Tanggal masuk : : : : : : Islam Ibu Rumah Tangga : SD Ny. N 46 tahun Perempuan

Anamnesa ( Autoanamnesa ) Tanggal 14 April 2004 Keluhan utama Keluhan tambahan makan berkurang, buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan. Riwayat Penyakit Sekarang Penderita datang dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara sebelah kiri sejak ± 2 tahun yang lalu. Awalnya benjolan dirasakan pasien sebesar kelereng diatas puting susu yang dirasakan semakin lama semakin membesar, terutama sejak 1 tahun terakhir. Benjolan terasa nyeri bila dipegang atau ditekan. Dan terasa gatal didaerah 2 : : Benjolan pada payudara sebelah kiri nyeri, gatal, berat badan menurun, nafsu

Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga pasien tidak pernah ada yang menderita penyakit seperti ini. Menstruasi selama ini teratur dengan siklus 28 hari dan lamanya 7 hari. Penderita mendapat menstruasi pertama pada umur 10 tahun.Pernapasan . Berat badan dirasakan penderita menurun sejak 1 tahun terakhir dan nafsu makan dirasakan penderita sangat berkurang sejak 1 bulan terakhir ini. Buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan. Dari puting susu tidak pernah keluar cairan seperti susu ataupun nanah baik dengan sendirinya maupun dengan dipencet.Kesadaran . Penderita tidak pernah memakai alat kontrasepsi apapun. Selama sakit pasien hanya minum obat penghilang rasa nyeri.6˚C 3 . Selama mendapat haid penderita tidak merasa benjolan bertambah semakin besar.Nadi .Tekanan darah .Suhu : : : : Tampak sakit sedang Compos mentis 100/60 mmHg 88 x/menit : : 24 x/menit 36.Keadaan umum . Riwayat Penyakit Dahulu Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya. PEMERIKSAAN FISIK Status Present . Siklus Menstruasi masih teratur hingga saat ini.puting susu.

Bentuk .Inspeksi . tidak sianosis. refleks cahaya +/+ .Mulut gusi tidak berdarah.Mata : : Oval Hitam. serumen . simetris.Rambut . simetris. gigi lengkap.Berat badan .Tinggi badan ..Keadaan gizi : : : 150 cm 46 kg Sedang Status Generalis KEPALA . isokor. benjolan (-) Pembesaran KGB (-) JVP dalam batas normal THORAKS Mammae ( status lokalis ) 4 : Bibir tidak pecah-pecah. liang lapang. simetris. lurus : Conjunctiva ananemis Sklera anikterik Pupil bulat. LEHER .Palpasi : : Bentuk normal. : Bentuk normal.Telinga (-) .

Auskultasi : Bunyi jantung I – II reguler murni.Inferior : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Asites (-).Superior .Inspeksi .Palpasi .Perkusi .Perkusi .Palpasi : Perut datar.- Paru-paru .Jantung .Inspeksi .Perkusi : Pulsasi iktus kordis tidak terlihat : Pulsasi iktus kordis tidak teraba : Batas atas sela iga II parasternal kiri Batas kanan sela iga IV midsternal kanan Batas kiri sela iga V midklavikula kiri .Auskultasi EKSTREMITAS . gallop : Bentuk normal. pergerakan pernapasan simetris : Fremitus taktil kanan = kiri Fremitus vocal kanan = kiri : Sonor pada kedua lapang paru . Ronkhi -/-. Wheezing -/kanan = kiri -/ABDOMEN .Auskultasi : Vesikuler. murmur -/-.Palpasi . simetris : Konsistensi supel Nyeri tekan (-).Inspeksi . meteorismus (-) : Peristaltik usus (+) normal STATUS LOKALIS Pemeriksaan Mammae Mammae Sinistra 5 . Nyeri lepas (-) Hepar tidak membesar Lien tidak membesar .

Pergerakan e. Areola mammae e. Konsistensi c. terfiksasi pada dinding dada dan kulit. areola 6 . Kulit orange (-). nyeri tekan (+). permukaan rata. dimpling (+).- Posisi duduk dengan kedua lengan ke samping dan kedua lengan di angkat 90˚ Inspeksi : a. kulit. anak tumor (-) d. permukaan berbenjol-benjol. peau de’ konsistensinya keras.Mammae Dextra Inspeksi : Bentuk mammae dan papilla mammae dalam batas normal Palpasi : normal. mengkerut (-). jumlahnya 1 buah .Posisi mengangkat dan menurunkan kedua lengan . batas jelas. : Berbenjol-benjol : Kemerahan (+). Permukaan c. : Tampak tonjolan dan radang : Tampak retraksi papil dan kemerahan : Tampak benjolan berukuran ∅ 6x6cm. Permukaan b. Massa tumor : Teraba benjolan berukuran ∅ 6x6cm. Bentuk b. Suhu Raba d. : Keras : Lebih hangat dari suhu jaringan sekitar : Sukar digerakkan : Terletak dikuadran kiri atas. Papila mammae Palpasi : a.

Fungsi hati . massa tumor (-) PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium : .Leukosit .Darah rutin .Kadar gula darah Pemeriksaan rontgent : Thoraks foto batas normal RESUME 7 .Biokimia darah . pergerakan mudah digerakkan.LED : : 10.9 gr% : 3. konsistensi kenyal. suhu raba sama dengan jaringan sekitar.SGPT .8 mg% .Kreatinin : 0.SGOT .Permukaan rata. count .Diff.Masa perdarahan .Masa pembekuan .Fungsi ginjal .Ureum : .800/mm3 : 0/0/1/64/30/5 : 25mm/jam : 1’ 30’’ : 9’ : : 30 u/l : 40 u/l : : 23 mg% : 94 mg% : Paru-paru dan jantung dalam .Hb .

Keadaan Umum . 51 tahun.Kesadaran . datang dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara sebelah kiri sejak ± 2 tahun yang lalu. pekerjaan tani.Seorang wanita.Berat badan .Nadi -Pernapasan . Menstruasi pertama pada usia 10 tahun.Tinggi badan .Suhu . Tidak ada tanda-tanda benjolan bertambah besar selama haid. PEMERIKSAAN FISIK : Status Present . Berat badan dirasakan menurun sejak 1 tahun terakhir sedangkan nafsu makan dirasakan menurun sejak 1 bulan yang lalu.6˚ C : 150 cm : 46 kg : sedang Status Generalis : 8 . Tidak pernah memakai alat kontrasepsi apapun.Tekanan darah .Keadaan gizi : : Tampak sakit sedang : Compos mentis : 100/60 mmHg : 88x/menit : 24x/menit : 36. teratur dengan siklus 28 hari dan lamanya 7 hari. Awalnya benjolan dirasakan pasien sebesar kelereng diatas putting susu dan dirasakan semakin lama semakin membesar. Tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.

Kulit orange (-). peau de’ : Tampak benjolan sebesar bola tennis ukuran : Dalam batas normal : : Dalam batas normal : Dalam batas normal .paru-paru : Dalam batas normal .Leher .Abdomen . Suhu Raba d.Ekstremitas Status Lokalis : Mammae -Dextra -Sinistra diangkat 90˚ Inspeksi : a.Kepala . b.Thoraks .jantung : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal . dimpling (+).Posisi duduk dengan kedua lengan kesamping dan kedua lengan 9 . anak tumor (-) d. Permukaan c. Bentuk ∅ 8x8cm. : Keras : Lebih hangat dari suhu jaringan sekitar : Sukar digerakkan : Tampak tonjolan dan radang : Tampak retraksi papil dan kemerahan : Berbenjol-benjol : Kemerahan (+). Areola mammae e. mengkerut (-). Konsistensi c. Papila mammae Palpasi : a. Permukaan b. Pergerakan : Teraba benjolan berukuran ∅ 6x6cm..

Permukaan 8x8cm. nyeri tekan (+). Kulit orange (-) Palpasi : a.e. terfiksasi pada dinding dada dan kulit. batas jelas. peau de’ konsistensinya keras. Massa tumor : Terletak kuadran kiri atas. Konsistensi c. jumlahnya 1 buah PEMERIKSAAN PENUNJANG : 10 . Pergerakan e. batas jelas. Massa tumor : Keras : Lebih hangat dari suhu jaringan sekitar : Sukar digerakkan : Terletak diseluruh kuadran. Suhu Raba d. b. jumlahnya 1 buah . permukaan berbenjol-benjol. Mammae/ areola mammae : Tampak tumor (+).Posisi mengangkat dan menurunkan kedua lengan Inspeksi : Tampak tumor terfiksasi di kulit Posisi berbaring Inspeksi : a. terfiksasi pada dinding dada dan kulit. permukaan berbenjol-benjol. konsistensinya keras. nyeri tekan (+). Retraksi (+) b. : Teraba benjolan sebesar bola tennis ∅ : Tampak dimpling (+).

years survival rate 41 % .c suspek Ca Mammae dextra T3N0M0 RENCANA TERAPI Operatif Roboransia Analgetik PROGNOSA 5.Foto rontgent thoraks batas normal : Dalam batas normal : Paru-paru dan jantung dalam DIAGNOSIS KLINIS Tumor mammae dextra e.Lab darah ..Quo ad vitam .Quo ad functionam : dubia ad bonam : dubia ad malam : Mastektomi radikal 11 .

mammae sebelah kiri dari inspeksi didapatkan tampak benjoolan pada seluruh kuadran mammae. jumlah tumor 1 buah. pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan foto rontgent thorax diperoleh data sebagaoi berikut: Pada anamnesa adanya tumor di mammae Sinistra. suhu raba lebih hangat daripada suhu jaringan disekitar. retraksi dari papilla mammae. kemerahan. maka diagnosa klinis pasien yang saya temukan adalah tumor mammae dextra e. konsistensi keras. kecenderungan berat badan menurun. sukar digerakkan. dan dilihat dari faktor resiko penderita termasuk pada golongan high risk dilihat dari usia diatas 35 tahun. riwayat menarche yang cepat yaitu < 12 tahun dan menopause yang lambat yaitu >50 tahun. Pada pemeriksaan penunjang laboratorium dan foto thoraks masih dalam batas normal. permukaan berbenjol-benjol. sudah menopause. menstruasi pada usia 10 tahun. ada nyeri tekan. Dari palpasi didapatkan teraba benjolan pada mammae dengan o 6x6 cm. Meskipun tidak ditemukan dalam stadium dini tapi belum ditemukan adanya metastase maka prognosanya sedikit lebih baik daripada yang ditemukan pada stadium yang sudah lebih lanjut dan sudah disertai dengan adanya metastase.c suspek carcinoma mammae T3NoMo grade 2b. batas jelas.DISKUSI Berdasarkan anamnesa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada mammae sebelah kanan dalam batas normal. Jadi penanganan yang terbaik adalah selain 12 . Berdasarkan hal tersebut diatas. ditemukannya benjolan pada mammae. pemeriksaan fisik. nafsu makan berkurang. dan dimpling. menikah dan melahirkan pada usia muda dan kedua orang anaknya disusui sendiri sampai dengan usia 1 tahun. Prognosa pada pasien ini adalah 5-years survival rate 41 %.

Tumor ini tumbuh progresif dan relatif cepat membesar. 4. Dan wanita yang tidak pernah melahirkan anak atau tidak pernah menyusui. Hormon Pertumbuhan kanker payudara dipengaruhi keseimbangan hormone. Etiologi dan Faktor Resiko 1.diagnosa dini juga terapi yang dilakukan terhadap tumor tersebut akan menentukan prognosa terutama jika tumor tersebut bersifat ganas. Diit 13 . yaitu suatu pertumbuhan jaringan payudara abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya tumbuh infiltrat dan destruktif serta dapat bermetastase. 2. Menarche yang cepat yaitu <12 tahun dan menopause yang lambat yaitu setelah umur 50 tahun. Keluarga Dari epidemiologi tampak bahwa kemungkinan untuk menderita kanker payudara 2-3 kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara dan wanita yang pernah karsinoma payudaranya mempunyai resiko lebih tinggi mendapat kanker payudara lain. CARCINOMA MAMMAE Kanker payudara adalah neoplasma ganas. 3. Usia Insiden menurut usia naik sejalan dengan berkembangnya usia.

6.lateral bawah : 10% . Lokasi tumor pada payudara dibagi presentase sebagai berikut : .Adanya metastase kelenjar limfe regional atau adanya metastase jauh . Gejala . 5.medial atas .Kira-kira 70% keluhan kanker payudara berupa adanya benjolan atau massa biasanya tidak nyeri pada payudara.biasanya terkait dengan menstruasi . Virus Pada air susu ibu ditemukan partikel virus yang sama dengan yang terdapat pada air susu tikus yang menderita kanker payudara.lateral atas .medial bawah : 5% 14 : 5% : 45% .Evaluasi lokal lesi/tumor . Gambaran Klinis dan Diagnosis 1.merasakan ada sesuatu pada payudara .Sampai sekarang belum terbukti bahwa diit lemak berlebihan dapat memperbesar atau memperkecil resiko payudara. Gejala dan tanda a. Sinar ionisasi Pada hewan percobaan terbukti adanya peran sinar ionisasi penyebab kanker payudara.

Kira-kira 90% diketahui ditemukan sendiri oleh penderita .areola : 25% .Walaupun jarang tetapi sebagai gejala pertama dapat ditemukan massa aksila atau swelling ( pembengkakan ) lengan. juindice/ikterus.Generalized hardness ( payudara membesar/mengeras ) .Breast pain ( nyeri payudara ) . b.Enlargement ( pembesaran payudara ) .. Dilihat apakah ada abnormalitas antara lain : • • • • • • Besar payudara Kontur Retraksi nipel Udema Kemerahan Retraksi kulit 15 .Retraction ( retraksi ) . berat badan menurun.Itching of the nipple ( gatal pada areola ) .Redness ( kemerahan ) .Apabila sudah terjadi sistemik metastase terdapat gejala antara lain bone pain.Errotion ( erosi ) . Tanda .Inspeksi Pada posisi duduk dengan tangan pasien disamping dan diatas.Nipple discharge ( pengeluaran cairan di areola ) . .

• Asimetris payudara Gejala ini mudah dilihat bila pasien tolak pinggang sehingga otot ppektoralis mayor berkontraksi. tetapi kalau o>5mm dan benjolan mengeras biasanya berisi metastase tumor. Metastase biasanya mengenai kelenjar limfe regional yang bisa diraba secara klinis kalau benjolan limfadenopati o <5mm. 16 . Bisa dilakukan small eruption ± 20mm pada epitel nipple. apalagi ditemukan discharge berupa cairan serous atau bloody. Kalau ditemukan benjolan noduler saat fase menstruasi maka kemungkinan suatu neoplasma. batasnya tidak jelas karena adanya infiltrasi. keras.Palpasi Posisi duduk. biasanya bukan signifikan tumor. Ini dicurigai adanya Paget’s carcinoma. terutama 1-2 minggu sesudah menstruasi. . Biasanya karsinoma mammae tidak nyeri. Apabila dokter sulit menemukan tumor ini dianjurkan 1 bulan lagi datang untuk pemeriksaan ulang. Jika pada perabaan aksila limfadenopati sudah melekat pada kulit pertanda metastase jauh. Lesi/tumor bila o <1cm biasanya sukar diraba dan biasanya pasien yang bisa menemukan.

adanya KGB gambaran retraksi peembesaran Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis dari suatu tumor bersifat ganas atau jinak maka selain dari anamnesa.Jika kelenjar limfe supraklavikula positif teraba ini merupakan metastase tumor payudara dan harus segera dibiopsi. KGB aksila. pemeriksaan fisik yaitu ditemukannya gejala dan tanda dibutuhkan juga pemeriksaan penunjang agar lebih pasti hasilnya. KGB aksila negative dengan screening ini sangat menolong nilai survival 17 . mengeras. Screening programme Dilakukan beberapa pemeriksaan fisik dan mammografi payudara wanita. Pemeriksaan penunjang terdiri dari : 1. dimana kira-kira lebih dari 6/1000 ternyata keganassan kira-kira 80% terjadi pada wanita. Tanda-tanda karsinoma sudah lanjut : • • • • • • • • • • kemerahan adanya udema nodularity ulserasi kulit pembesaran tumor primer fiksasi pada dinding thoraks payudara ditemukan supraklavikula udema dari lengan ipsilateral ditemukan metastase jauh bertambah besar.

Adakah asimetris dari payudara.rate pada wanita. Umumnya wanita menemukan kelainan saat mandi. 3. Self examination Semua wanita dianjurkan pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI ) setiap bulan. Bagi mereka yang postmenopause dapat memeriksa payudara sendiri pada setiap tanggal tertentu yang telah ditentukan sendiri. diperoleh kira-kira 84% wanita mencapai 5years survival rate. apakah ada skin dimpling.Screen radiografi . Dua metode mammografi adalah dengan : . Pemeriksaan SADARI juga sebagai pencegahan.Foto thorak Untuk mengetahui ada metastase pada paru-paru . Teknik SADARI harus digalakkan kepada masyarakat. Pemeriksaan untuk menentukan adanya metastase antara lain dengan : . 2.xerodiografi Kalsifikasi adalah tanda yang paling mudah diketahui pada mammografi yaitu gambaran lostred polymorphic microcalsification.CT Scanning Untuk mengetahui metastase ke hepar dan otak 18 . 4. Mammografi Merupakan teknik yang biasa dilakukan untuk mendeteksi tumor ganas. Wanita premenopause harus memeriksa 7-12 hari sesudah menstruasi.

yaitu sel tumor diaspirasi dengan small needle ( biasanya 22 gauge ) kemudian diperiksakan oleh ahli PA. dilakukan pada pasien dengan gejala meningkatnya tingkat kalsium atau alkalin fosfatase Diagnosa Pasti Hanya dengan pemeriksaan histopatologi dengan cara : 1. false (-) kira-kira 10%. kira-kira 12%. Hasil false (+) rendah. Insisional biopsy Cara ini untuk kasus-kasus ganas yang sudah inoperable ( stadium lanjut ) 3. Fibroadenoma 3.. FNAB ( Fine Needle Aspiration Biopsy ) Suatu pemeriksaan sitopatologi. tidak ada morbiditas dan lebih murah biayanya daripada open excisional. Diagnosis Banding 1. 2. Lipoma 4. Cara ini secara teknis mudah dilakukan. Mammary displasia 2. Eksisional biopsi Diperiksa potong beku atau PA ini untuk kasus-kasus yang diperkirakan masih operable ( stadium dini ).Bone scanning Untuk tulang. Fat necrosis 19 .

Metastase ke KGB mammaria interna . Pada metastase ke vertebra secara langsung melalui vena-vena yang bermuara ke vena intercostalis ( bermuara pada vena vertebralis ).Metastase ke KGB aksila . yaitu klasifikasi menggunakan : Klasifikasi TNM 20 . 2.Tingkat Penyebaran dan Klasifikasi Penyebaran atau metastase karsinoma payudara dapat terjadi dua jalan yaitu : 1. Pada metastase paru-paru melalui vena mammaria iinterna.Metastase ke KGB supraklavikula .Metastase ke KGB subklavikula .Metastase ke hepar Klasifikasi menurut American Joint Committee on Cancer. Melalui sistem limfe . Melalui vena ( pembuluh darah ) akan terjadi metastase ke paruparu dan organ-organ lainnya.Metastase ke KGB mammaria eksterna .Metastase ke KGB sentral .

tetapi o tidak > 1cm : Tumor > 1 cm. o ≤2 cm : o tumor ≤ 0. T1 T1a T1b T1c T2 T3 T4 : Tumor ≤2 cm. papilla mammae tanpa tumor.2 Any N N0 Any N 2b 3a 3b 4 Any T Tumor Size (T) Tx T0 Tis : Tumor primer tidak diketahui : Tidak ada tumor primer atau tidak ada tanda tumor primer : Tumor in situ. tapi o tidak > 2cm : Tumor > 2 cm.5cm. lobular Ca in situ. Ca in situ intraductal. tapi o tidak > 5 cm : Tumor o > 5 cm : Tumor segala ukuran dengan adanya perluasan langsung pada Paget’s disease dari dinding thoraks dan 21 .5 cm : Tumor > 0.Sta ge 0 1 2a Tumor Nod Metast ase M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 ul Tis : Tumor in N0 situ T1 T0 T1 T2 T2 T3 T0 T1 T2 T3 T4 Any T N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1. Ca.

kulit. Melalui Regional Lymfe Node Nx N0 N1 N2 : Kelenjar limfe regional tidak diketahui : Tidak ada metastase ke kelenjar limfe regional : Metastase kelenjar limfe regional ipsilateral tapi masih bisa : Metastase pada kelenjar limfe aksilaris ipsilateral melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya. Metastase Jauh Mx M0 M1 : Metastase jauh tidak ditemukan/tidak diketahui : Tidak ada metastase jauh : Ditemukan metastase jauh termasuk metastase pada kelenjar limfe supraklavikula ipsilateral ( 1 sisi ) Tabel tipe-tipe Histologi dari Ca mammae Tipe dari kanker Pronsent ase 70-80 2-4 1-2 1-2 6-8 2-3 2-3 22 digerakkan payudara Infiltrating ductal medullary ) Tubuler Papilary intraductal Lobular in situ Juvenile Colloid ( mucinous 5-8 Invasive lobular Rare Cancers .

( secretory ) Adenoid cystic Epidermoid Sudifergus - Clinical Staging ( American Joint Committee Stage I Diameter nodul dari Tumor < 2 cm Jika ada. nodul di kulit atau teraba metastase Crude 5-years survival (%) 85 66 41 10 23 . tidak teraba ada metastase Tanpa metastase jauh Stage II Diameter nodul dari tumor < 5 cm Jika mobile Tanpa metastase jauh Stage III Tumor > 5 cm atau adanya tumor dengan ukuran berapapun telah menginvasi terfiksasi pada dinding dada.

b. Modified radical mastectomy Total mastektomi + axillary limfanodesection merupakan standar therapy penderita ca mammae. Anjuran pengobatan menurut Current : a.daerah supra klavikula Stage IV Metastase jauh Histology Staging Semua pasien Nodul negatif Nodul positif 1-3 nodul limfe limfe aksila limfe aksila Crude 5-years survival (%) 63 78 46 62 32 Crude 10-years survival (%) 46 65 25 38 13 aksila positif >4 nodul limfe aksila positif THERAPI 1. Operasi ini adalah 24 . Therapi kuratif Dianjurkan untuk stadium I dan II. Breast conserving surgery dengan radiasi Diberikan pada stadium dini. kasus local invanced ( stadium II bisa diobati dengan cara multi moderaly therapy ) tetapi sebagian besar merupakan terapi paliatif.

Post-menopause 25 . Therapi Hormon 1. daerah internal mammae dan daerah supraklavikula. 2. rasa nyeri.Untuk wanita premenopause dan postmenopause yaitu berupa kombinasi kemoterapi dan tamoxifen. daerah aksila. c. Pre-menopause .operasi yang mengangkat seluruh mammae berikut kulit yang meliputi nipple dan daerah areola kompleks termasuk fasia yang meliputi otot pektoralis sampai kelenjar limfe aksila. Adjuvant therapy . dan berbagai manifestasi pada mammae dan kelenjar limfe regional atau mencegah terjadinya fraktur tulang dan untuk metastase tulang dan dinding thorak yang rekuren. pada penderita yang tidak memberikan respon pada Tamoxifen pada tindakan oovorektomi harus diobati dengan cytotoxic drugs. Diberikan secondary/tertier hormon therapy. Therapi Paliatif Diberikan untuk ca mammae local advanced dengan metastase jauh. 2.Pengobatan pertama berupa primary hormon therapy dipergunakan anti estrogen Tamoxifen yang merupakan endokrin treatment of choice. Penyinaran ini mengenai mammae dinding thoraks. 3. Tujuan penyinaran adalah untuk mengatasi ulserasi.

maka diberikan cytotoxic drugs berupa : # Cyclofosfamide. tiap 3 tahun memeriksa diri ke dokter.a. melaksanakan SADARI tiap bulan 2. Usaha untuk ini adalah dengan melakukan SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ). dilakukan base line mammografi 4. Secondary tertiary hormon therapy yaitu bila pasien tidak merespon terhadap primary endokrin manipulation. Wanita 35-40 tahun. tiap tahun mammografi kalau bisa Catatan : Wanita dengan riwayat keluarga (+) memerlukan pemeriksaan fisik oleh dokter lebih sering dan pemeriksaan mammografi rutin/periodik sebelum umur 50 tahun. Wanita > 40 tahun. methrotrexat dan fluorourasil ( CMF regiment ) atau diberikan adriamisin dan siklofosfamid ( AC regiment ). Yaitu berupa : 1. 3. Primary therapy yaitu Tamoxifen 10mg 2x sehari merupakan infiltrated therapy of choice untuk post menopause dengan metastase. tiap 1 tahun memeriksa diri ke dokter 5. 26 . Wanita < 50 tahun. konsul ke dokter untuk kepentingan mammografi 6. Wanita > 20 tahun. Wanita 20-40 tahun. Wanita >50 tahun. b. # Kemoterapi PENCEGAHAN Kanker payudara tergolong pada keganasan yang dapat didiagnosis secara dini.