You are on page 1of 1

Absorbsi ion Absorbs ion-ion di lakukan secara transport aktif. Absorbsi ion natrium.

Natrium di keluarkan oleh usus halus 20-30 gram setiap harinya, sedangkan kita memakan 5-8 gram natrium setiap harinya. Maka dari itu usus halus mempunyai kemampuan mereabsorbsi 25-35 gram natrium setiap harinya. Natrium juga berperan mereabsorsi gula dan asam-asam amino. Absorbsi ion klorida. di dalam kimus terdapat keelektronegetifan sedangkan di dalam ruang antar sel bersifat keelektropositifan. Sehingga pada saat usus menyerap ion natrium secara tidak langsung ion klorida akan terserap. Absorbs ion bikarbonat. ion bikarbonat sebelumnya di sekresi oleh pancreas dan empedu, kemudian di lanjutkan ke duodenum. Pada saat penyerapan ion natrium, usus halus mengeluarkan ion H. dan di dalam usus terjadi reaksi kimia antara bikarbonat dan hydrogen, sehingga menjadi asam bokarbonat. Kemudian asam bikarbonat di pecah menjadi air dan karbon dioksida. Kabon dioksida di serap oleh pembuluh darah dan di teruskan ke jantung, dari jantung di teruskan ke paru-paru, dan di paru-paru carbon doksida di pecah( proses respirasi). Absorbsi zat-zat gizi Absorbsi karbohidrat. Karbohidrat di pecah menjadi monosakarida. Monosakarida terdiri dari glukosa, galaktosa, fruktosa. Tetapi yang di absorsikan lebih banyak glukosa. Absorbsi protein. Protein diubah menjadi dipepton, tripepton, dan asam amino bebas. Absorbsi lemak. lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Kemudian di serap oleh usus halus.

Absorbsi usus besar Usus besar juga berfungsi sebagai reabsorbsi. Cairan dan elektrolit yang merupakan sisa absorbs dari usus halus di absorbs ulang di balam usus besar.