You are on page 1of 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Hemoroid merupakan penyakit yang umum terjadi. Pada usia sekitar 50 tahun, 50 % individu mengalami berbagai tipe hemoroid. Pasien dengan gangguan hemoroid mencari pertolongan medis terutama akibat nyeri dan perdarahan rectal. Walaupun tidak mengancam jiwa, penyakit ini dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman. Hemoroid adalah pelebaran varises satu segmen atau lebih vena-vena hemoroidales. Secara kasar hemoroid biasanya dibagi dalam 2 jenis, hemoroid interna dan hemoroid eksterna. Hemoroid interna merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media. Sedangkan hemoroid eksterna merupakan varises vena hemoroidalis inferior.

Sesuai istilah yang digunakan, maka hemoroid interna timbul di sebelah luar otot sfingter ani, dan hemoroid eksterna timbul di sebelah dalam sfingter. Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Kedua jenis hemoroid ini sangat sering terjadi dan terdapat pada sekitar 35% penduduk baik pria maupun wanita yang berusia lebih dari 25 tahun. Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman.(Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2, 2000) Ditilik dari sejarahnya, hemoroid sudah dikenal selama berabad-abad dan diduga masih termasuk salah satu penyakit yang umum ditemukan di mana-mana. Di Amerika Serikat, hemoroid ditemukan dengan jumlah kasus meliputi 4,4% dari seluruh penduduk; paling banyak pada umur 45-65 tahun. Namun sayangnya frekuensi pasti dari hemoroid sulit diketahui. Seseorang yang menderita hemoroid cenderung malu mengutarakan penyakitnya dan takut membayangkan tindakan yang mungkin akan dilakukan dokter. Di samping itu, hemoroid memang bukanlah penyakit yang mematikan. Gejalanya dapat hilang timbul, dan pada sebagian besar kasus gejala hemoroid sudah lenyap dalam beberapa hari saja. Menurut data WHO, jumlah penderita hemoroid di dunia pada tahun 2008 mencapai lebih dari 230 juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat menjadi 350 juta jiwa pada tahun 2030.( www.fkuii.org, 2009) Di Indonesia sendiri penderita hemoroid terus bertambah. Menurut data Depkes tahun 2008, prevalensi hemoroid di Indonesia adalah 5,7 persen, namun hanya 1,5 persen saja yang terdiagnosa. Jika data Riskesdas (riset kesehatan dasar) 2007 menyebutkan ada 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami hemoroid, maka secara epidemiologi diperkirakan pada
1

maka kelompok kami tertarik untuk mengangkat makalah ini dengan judul “ Asuhan Keperawatan pada Tn. sedangkan pada tahun 2010 sebanyak 325 penderita dan pada tahun 2011 sebanyak 332 orang penderita. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan diketahui bahwa jumlah penderita penyakit Hemoroid pada tahun 2009 sebanyak 424 orang penderita.1 Tujuan Umum Agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuannya dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan hemoroid yang dirawat di ruang perawatan bedah RSUD Palembang Bari dan untuk memberikan informasi mengenai hemoroid pada para pembaca agar dapat menjadi referensi untuk pembelajaran dan upaya preventif dalam mencegah penyakit Hemoroid. (Medrec RSUD Palembang BARI . 2004). c.2. Dan pada tahun 2011 sampai dengan bulan oktober terdiri dari 58 orang.”S” dengan Diagnosa Post Operasi Hemoroid di Ruangan Perawatan Bedah RSUD Palembang Bari”. Berdasarkan data dari Medical Record RSUD Palembang Bari jumlah penderita hemoroid pada tahun 2009 terdiri dari 62 orang penderita. pada tahun 2010 terdiri dari 65 orang penderita. Dapat menganalisa dan merumuskan serta memprioritaskan diagnosa keperawatan klien hemoroid. 1. Dapat melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada klien hemoroid. sedangkan pada tahun 2010 sebanyak 427 penderita dan pada tahun 2011 sebanyak 436 orang penderita. 2012) Berdasarkan penjelasan diatas. Dapat melakukan pengkajian asuhan keperawatan pada klien dengan hemoroid. 1. e. Dari data Dinas Kesehatan Kota Palembang diketahui bahwa jumlah penderita penyakit hemoroid pada tahun 2009 sebanyak 329 orang penderita. 2 .2 TUJUAN 1. d.2 Tujuan Khusus a.2. Dapat melakukan tindakan keperawatan pada klien hemoroid.3 juta orang (Hemoroid Care. b.tahun 2030 prevalensi hemoroid di Indonesia mencapai 21. Dapat menyusun rencana keperawatan pada klien hemoroid.

4 TEMPAT Pengkajian dan anamnesa dilakukan pada Tn. 3 .3 WAKTU Pengkajian dan anamnesa dilakukan pada tanggal 09 Februari 2012 pada pukul 11. “S” di Ruang Perawatan Bedah RSUD Palembang Bari.00 WIB 1.1.