Membangun diagram Pareto (2

)
April 8, 2008 oleh tshahindra
Dalam tulisan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai contoh aplikasi diagram pareto, dimana sudah menggunakan tabel untuk kemudian disusun dalam bentuk diagram agar memudahkan pemahaman mengenai bagian mana yang paling memberikan porsi terbesar atau pengaruh terbesar dari suatu keadaan atau masalah. Untuk lebih jelasnya, setiap langkah pembuatan diagram pareto adalah sebagai berikut :

        

Mencatat semua data mentah. Buat kategori serta data penghubung lainnya. Mengurutkan data. Siapkan lembar kerja, letakkan kategori diatas dan tempatkan data mulai dari yang terbesar. Anda bisa gunakan secara manual atau aplikasi program komputer untuk memudahkan hal ini. Memberi label pada sumbu vertikal sebelah kiri. Buatlah label di sebelah kiri tabel secara seimbang intervalnya, mulai dari 0 sampai angka terbesar atau pembulatan. Buat unit satuannya. Memberi label pada sumbu horizontal. Yakinkan bahwa setiap data atau daftar kategori yang dibuat memiliki lebar yang sama dan jarak yang sama. Kemudian beri nama untuk setiap data tersebut, misal data A, data B, data C dst. Buatlah grafik batang untuk setiap data, dimana tinggi grafik batang tersebut sesuai dengan jumlah data setiap kategori. Misal data A berjumlah 100, data B berjumlah 80, data C berjumlah 30 dst. Tinggi grafik batang dibuat seimbang dan proporsional dengan jumlah data. Membuat data kumulatif. Yakni kumulatif atau kumpulan penjumlahan dari setiap data. Membuat grafik kumulatif. Ini adalah grafik opsional, tapi akan sangat membantu jika dibuat. Selanjutnya buatlah label persentase pada sumbu vertikal sebelah kanan. Kemudian hubungkan data persentase kumulatif setiap data tersebut dengan garis . Tambahkan judul, legenda dan tanggal. Analisa diagram yang dibuat. Carilah breakpoint dari grafik persentase kumulatif.

Namun dalam beberapa kasus, kadang tidak ditemukan data yang signifikan atau tidak ada perbedaan dramatis dari suatu data dengan data lainnya. Untuk mengatasi hal ini, anda perlu menggunakan teknik yang berbeda, atau ambil dari sudut pandang yang berbeda ( different point of view). Sebagai contoh, ada kasus seperti dibawah ini : Seorang finance – manager sebuah perusahaan akan membayar utang perusahaan yang sudah outstanding, namun karena keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan, maka pembayaran hanya diberikan berdasarkan prioritas. Sejauh ini belum ada aturan perusahaan mengenai kategori mana utang yang prioritas dan mana yang tidak. Adapun data yang dimiliki adalah sebagai berikut :

Nama Kreditur Utang Tn Philip Utang Bank Negara Leasing Utang jangka pendek Finansia Pembayaran Cicilan Bangunan ke 3 Cicilan ke 3 kendaraan perusahaan

Jumlah Utang 2.15 milyar 2.2 milyar 2.0 milyar 2.25 milyar 2.05 milyar 2.1 milyar

Dalam bentuk diagram. maka hasilnya sebagai berikut : Jika dilihat. tidak ada data yang signifikan atau data yang dramatis dan membedakan utang satu dengan lainnya. Kemudian finance manager memutuskan melihat datanya kembali yakni denda bunga setiap utang. dibuat lagi diagram pareto berdasarkan tingkat suku bunga setiap utang Dari data diatas. tentu membingungkan manajemen untuk mengambil keputusan. dimana 80% utang yang prioritas untuk dibayar adalah kepada Tn. Bank Negara dan Leasing. . mana utang yang perlu dibayarkan dahulu. Jika dihadapkan dalam pilihan ini. Nama Kreditur Utang Tn Philip Utang Bank Negara Leasing Utang jangka pendek Finansia Pembayaran Cicilan Bangunan ke 3 Cicilan ke 3 kendaraan perusahaan Interest Rate 11% 10% 7% 4% 2% 1% Kemudian. Philip. tampak lebih berarti dan meaningful.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful