P. 1
Memahami Banten

Memahami Banten

|Views: 46|Likes:
Published by Alit Arimbawa
Memahami Banten
Memahami Banten

More info:

Published by: Alit Arimbawa on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

Memahami Banten

Banten adalah tata cara yajna [persembahan] yang berasal dari jaman Veda dan berakar pada Tantra. Tata cara yajna ini dibawa dari India ke nusantara oleh Maharsi Agastya [abad ke-4 M] dan Maharsi Markandeya [abad ke-8 M], dengan disesuaikan dengan keadaan dan situasi lokal. Lalu seiring waktu banten ini terus dikembangkan oleh orang-orang suci lokal, seperti [kalau khususnya di bali] oleh Mpu Sangkulputih, Mpu Jiwaya, Danghyang Nirartha, dll. FUNGSI BANTEN 1. Banten sebagai Yantra. Yantra adalah sebuah tehnologi spiritual. Yantra mewujudkan simbol-simbol suci dari misalnya alam semesta, kesadaran, para dewa-dewi, dll. Selaras dengan isi Lontar Yadnya Parakerti, bisa disimpulkan bahwa banten adalah yantra, yaitu simbol-simbol mistik yang berfungsi sebagai kanal [saluran] penghubung dengan para dewa-dewi dan Brahman. Simbol-simbol ini dalam banten [seperti halnya yantra], diwujudkan dalam tata letak perpaduan warna, bunga-bunga, biji-bijian dan unsur-unsur lainnya dalam banten. 2. Banten sebagai Mantra. Banten adalah mantra yang diwujudkan dalam bentuk fisik. Tujuannya agar lebih kuat, sehingga apa yang diharapkan dapat lebih mudah terwujud [tercapai tujuan]. Beberapa contoh banten sebagai perwujudan fisik mantra, misalnya : - Sesayut Pageh Tuwuh, perwujudan mantra Rig Veda VII.66.16 Om taccaksura devahitam sukram uccarat, pasyema saradah satam, jivema saradah satam[Brahman dan para dewa-dewi, semoga sepanjang hidup hamba selalu melihat mata-Mu yang bersinar]. - Daksina, perwujudan Gayatri Maha Mantram [Rig Veda III.62.10] Om bhur bhuvah svaha, tat savitur varenyam, bhargo devasya dimahi, dhiyo yo nah pracodayat[Kami bermeditasi kepada cahaya realitas mahasuci, yang merupakan dasar dari tiga macam alam semesta. Semoga pikiran kami dicerahkan]. - Byakala Dhurmanggala, perwujudan mantra Rig Veda V.82.5 Om visvani deva savitar, duritani para suva, yad bhadram tanna a suva [Brahman sebagai cahaya realitas mahasuci, jauhkanlah segala energi jahat dan berkahi kami dengan yang terbaik]. - Sesayut-canang pengrawos, perwujudan mantra Rig Veda I.89.1 Om a no bhadrah krattavo yantu visvatah [Semoga pikiran yang mulia datang dari segala arah]. - Sesayut Pageh Urip, perwujudan Maha Mrityunjaya Mantra [Rig Veda VII.59.12] Aum tryambakam yajamahe, sugandhim pusti-vardhanam, urvarukam iva bandhanan, mrtyor muksiya mamrtat [Kami memuja Dewa Shiva, yang penuh welas asih, yang wanginya memelihara semua mahluk. Semoga kami dibebaskan dari alam kematian menuju pembebasan. Laksana ketimun masak yang sangat mudah melepaskan diri dari tangkai yang mengikatnya].

Alam semesta berada dalam pengaruh vibrasi energi kosmik yang bersifat tri guna [tiga sifat alam].Dll. sekaligus membangkitkan dan meningkatkan vibrasi unsur sattvam. rajas dan tamas. Banten sebagai yajna [persembahan]. Sehingga memurnikan vibrasi kosmik alam sekitarnya. Ketika kita melakukan persembahan. Misalnya pada banten itu ada reringgitan dan tetuwasan yang melambangkan keteguhan bathin. maka banten itu dengan sendirinya akan banyak menuturkan berbagai ajaran dharma yang selaras dengan Veda dan Vedanta. dari bencana menuju aman-tenteram. Banten sebagai sastra [ajaran dharma]. Tapi seandainya kita cukup memahami sasahaning tukang banten. Ini bermakna sebagai wujud keteguhan bathin di dalam menghadapi berbagai bentuk godaan kehidupan. Secara garis besar. yaitu sebagai sarana penyucian. para tetua kita yang bijak mengharapkan ajaran dapat ditanamkan ke dalam lubuk hati secara motorik. 3. lalu disaat kita mejejaitan. Tidak ada tujuan lainnya lagi yang lebih penting. Pada jaman dahulu sarana komunikasi tidaklah semudah sekarang. ke semua arah dan semua loka [alam semesta]. dll. sarana somya [harmonisasi]. tapi alam sekitar lingkungan kita juga. Banten adalah ajaran dharma dalam bentuk simbol-simbol yang mona [diam]. dari keadaan suram menuju sejahtera. Terlebih lagi jaman dahulu banyak sekali orang yang buta huruf. inilah tujuan tertinggi dari banten. Misalnya [salah satu contoh] banten sebagai sarana somya [harmonisasi]. Bisa dikatakan bahwa secara umum landasan pokok dari yajna adalah welas asih dan rasa terimakasih. 4. Semuanya adalah pengetahuan rahasia yang diperoleh sebagai berkah dari alam dewa oleh para mahasiddha. dari pikiran gelap menuju terang. Sehingga tidak hanya manusia yang memiliki tingkatan-tingkatan spiritual. seperti halnya huruf-huruf tulisan yang diam. yaitu membuat segala sesuatu menjadi baik. Banten sebagai sarana untuk membuat segala sesuatu menjadi baik.. Bagi orang-orang yang mata bathinnya sudah terbuka. upakara]. . Apa-apa yang kita dapatkan dalam hidup ini. Sehingga oleh para tetua kita yang bijak. Dan aktifitas ini bukannya tidak ada efeknya. tidak ada internet. Dalam keadaan banyak sekali hambatan untuk meneruskan ajaran dharma secara tertulis di jaman dahulu. 5. yajna. vibrasi energi yang muncul dari persembahan mengurai vibrasi unsur rajas-tamas di alam. Ada berbagai macam tata-cara banten sesuai tujuannya. yaitu : sattvam. ajaran dharma diletakkan atau ”disembunyikan” di dalam banten. yang kita warisi sampai saat ini. melalui pembuatan banten. akan bisa melihat vibrasi kosmik kesucian dan kedamaian di Pulau Bali sungguh luar biasa. dll. Tidak ada percetakan yang dalam sekejap bisa mencetak ribuan buku. kita kembalikan dalam bentuk persembahan suci [mebanten.

Banten yang bersumber dari bahan atau uang yang tidak baik. Persembahan yang bersumber dari bahan atau uang seperti itu percuma. Maka dari itu. menjual tanah warisan. dll. tidak dari hasil korupsi. Sebab hal ini berpengaruh kepada vibrasi banten-nya. Kalau bisa dengan diam atau dengan menyanyi lagu-lagu kidung surgawi [atau boleh juga dengan lagu-lagu mantra ala modern]. agar pikiran kita terpusat. merampok. agar tujuan yajna dapat tercapai. Sumber bahan harus baik. Tempat membuat banten disebut dengan pesucian yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang atau orang yang tidak berkepentingan. penting sekali membuat banten yang sesuai dengan kemampuan kantong kita yang sewajarnya. sebab vibrasi sattvam [jyoti atau cahaya] dari banten-nya hilang. sebisa mungkin kita harus membuatnya dengan pikiran bersih. Proses menghantar. menipu. Ketika membuat banten. tidak nyambung dan sia-sia. Banten harus bersumber dari bahan atau uang yang baik. berhutang. Dan ini sama sekali tidak diukur dari besar-kecilnya volume banten atau besar-kecilnya biaya yang dihabiskan. Kita bisa bandingkan dengan saat banten disiapkan untuk upacara besar di Besakih. disertai ketulusan dan kesabaran. 2. 3. . mencuri.FAKTOR PENTING YANG MEMBUAT BANTEN BISA MEMANCARKAN VIBRASI KESUCIAN Yajna yang baik adalah Yajna yang sattvika. membelinya jangan disertai dengan keluhan-keluhan ini-itu. Melainkan harus memenuhi tiga persyaratan di bawah ini : 1. Kalaupun banten-nya membeli. Ini erat kaitannya dengan proses pembuatan. Jangan membuat banten sambil bergosip atau omongan aneh-aneh lainnya. Proses pembuatan.

Ini ada dua kemungkinan. misalnya : aliting alit. Hal yang membedakan adalah. Dalam berbagai lontar kuno di Bali banyak yang menjelaskan hal ini. alit. dll. . salah kaprah [ketidak-tahuan] atau sebuah ketidak-jujuran yang bermotif materi. Kalau gara-gara mebanten kita bertengkar atau marah-marah. yajna atau upakara kita jadi menyakiti hati orang lain. Sekali lagi. proses pembuatan dan proses menghantar sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Ini berarti bahwa volume banten yang kecil bisa digantikan oleh mantra. madya. Tidak benar kalau ada yang menyebutkan bahwa besar-kecilnya volume banten menentukan hasil yajna [upakara]. utamaning alit. Kesembilan alternatif volume banten itu adalah sama. madyaning alit. semakin kecil volume bantennya. Kemudian masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi 3 sub kelompok. teduh dan penuh kesabaran. agar tujuan yajna dapat tercapai. Sebaliknya semakin besar volume bantennya. diantaranya Lontar Kusuma Dewa [copy original tersimpan di Gedong Kertya. maka semakin banyak mantra yang dibacakan oleh yang memuput upakara-nya. maka semakin sedikit mantra yang dibacakan oleh yang memuput upakara-nya. penting sekali membuat banten yang sesuai dengan kemampuan kantong kita yang sewajarnya. utama. hal ini sangat mempengaruhi banten-nya. Tidak benar bahwa untuk setiap upakara diharuskan dengan volume banten besar. Jangan pernah sampai karena banten. tidak berbeda tingkatan secara siginifikan. jangan lupa dilaksanakan dengan sejuk. Singaraja]. BESAR-KECILNYA BANTEN Ada sembilan alternatif volume banten.Apapun yang terjadi ketika kita menghaturkan banten. yaitu mula-mula dibagi dalam 3 kelompok. Karena yang menentukan banten adalah sumber bahan.

canang. Misalnya [hanya contoh] kita punya niat untuk sembahyang ke sebuah pura. Dan ini adalah pondasi dasar yang terpenting dari semuanya. ajuman sadulang alah dening idep sanunggal". tapi karena satu hal kita tidak bisa membuat atau memperoleh pejati. jajan. ajuman sadulang bisa "kalah" oleh pikiran yang baik dan jernih-. Tapi dalam keadaan tertentu. karena canang sari adalah volume alit dari pejati [pejati = utama. "Banten satus soroh alah dening ajauman sadulang. kita mungkin saja mengalami kesulitan memperoleh banten yang sesuai. sehingga banten tetap dibutuhkan. . Tapi kalaupun canang sari juga tetap tidak bisa. -banten seratus macam [banyak] bisa "kalah" oleh ajuman sadulang [banten kecil yang terdiri dari penek.BAGAIMANA KALAU TIDAK ADA BANTEN Banten adalah yajna [persembahan] dan memberi vibrasi harmonis yang sangat kuat [karena diwujudkan]. Disini pejati bisa kita ganti dengan cukup satu buah canang sari saja. kita bisa ganti dengan cukup ketulusan dan kebersihan bathin. dll]. canang sari = alit]. Seperti halnya tertulis dalam lontar Kanda Pat Sari.

Banten. tidak terhitung banyaknya upakara yang dibikin untuk diri kita hanya untuk membuat kita menjadi baik [mulai bayi baru lahir di RS. bayi pulang sampai di rumah. sejuk dan terang. sejuk dan terang ? Dengan welas asih. tapi harus ingat yang satu hal pokok yang terpenting. 12 hari. kesabaran. kita juga baik.HAL YANG TERPENTING Sebagian kecil orang ada yang menganggap perjalanan bhatin. Dan satu hal yang akan membuat kesakralan ini baru muncul cahaya terangnya adalah. secara nyata dalam keseharian kita. sungai. karena sejak lahir sampai mati. Menjadi penganut Hindu itu sakral. otonan. Satu-satunya hal yang paling berguna adalah bathin yang bersih. mahluk lain. rendah hati dan selalu berpikir positif. Di jalan dharma. kebaikan. dll dst—nya]. Rasa hormat dan welas asih kepada orang lain. yaitu welas asih dan kebaikan. kalau di dalam bathin dan di dalam keseharian. 6 bulan. Hal ini adalah sebuah pendapat yang sangat salah. kita boleh lupa yang lain. Rumah Dharma . gunung. 3 bulan.Hindu Indonesia 15 January 2011 . perjalanan karma dan perjalanan ke alam kematian akan selesai dengan banten dan upakara. Tapi yang nomer satu terpenting adalah bagaimana membuat bathin kita menjadi bersih. yajna dan upakara itu baik dan penting. pepohonan. dll semua yang ada di bumi ini. sejuk dan terang. Bagaimana cara mendasar untuk membuat bathin kita bersih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->