BAB 1 Pendahuluan: Konsep Atom

Material tersusun dari atom. Langkah pertama kita dalam mengenal material adalah mengenal atom. Pengertian tentang atom berkembang melalui jangka waktu yang panjang. 1.1. Democritus: Partikel Kecil Tak Dapat Dipecah Lagi Sejarah mengenai atom dapat dilacak kembali sampai pada jaman Yunani kuno. Beberapa filosof Yunani kuno, seperti Democritus (± 460 SM), berpandangan bahwa material terdiri dari partikel-partikel kecil, sedemikian kecilnya sehingga ia tidak dapat dibagi lagi. (Dalam bahasa Yunani “atomos”, dalam bahasa Latin “atomus”, berarti “tak dapat dibagi”). Walaupun pandangan atau teori ini bersifat spekulatif, namun ia mampu bertahan sampai kurang lebih dua ribu tahun lamanya. 1.2. Dalton:Setiap Unsur Terdiri Dari Atom Identik Pada tahun 1803, John Dalton (1766-1844), akhli kimia dan fisika Inggeris, memberikan landasan yang lebih tegas pada teori mengenai atom. Melalui pemahamannya tentang perilaku gas, John Dalton menyatakan bahwa setiap unsur terdiri dari atom-atom identik dan atom dari suatu unsur berbeda beratnya dari semua unsur yang lain. Ia menghitung berat relatif dari berbagai unsur, yang kemudian disebut berat atom. Dengan dasar teori Dalton, atom digambarkan sebagai kelereng kecil yang halus, licin, keras dan tak dapat dipecah lagi; gambaran seperti ini bertahan sampai akhir abad ke-19. 1.3. Thomson: Elektron Pada tahun 1897 fisikawan Inggeris Sir J.J. Thomson (1856-1940) menunjukkan bahwa suatu bentuk radiasi, yang disebut sinar katoda, terdiri dari partikel-partikel yang jauh lebih kecil dari atom dan partikel ini mengandung muatan listrik negatif. Partikel-partikel inilah yang kemudian disebut elektron yang merupakan partikel subatom yang pertama kali ditemukan. Thomson menyatakan bahwa

Pendahuluan: Konsep Atom

1

Rutherford: Inti Atom Dikelilingi Elektron Antara 1906-1908 Sir Ernest Rutherford (1871-1937) menunjukkan bahwa partikel-partikel yang dipancarkan oleh bahan radioaktif hampir seluruhnya dapat menembus lembaran tipis metal. Pertukaran energi terjadi melalui radiasi gelombang elektromagnetik dari atom-atom pada kedua benda tersebut. sementara partikel yang tidak menabrak inti atom akan melewati ruang kosong di sekitar inti atom. Inti atom inilah yang memantulkan partikel radioaktif apabila kebetulan partikel ini menabrak inti atom. Partikel bermuatan positif yang berada dalam inti atom ia namakan proton. atau perpindahan energi. Jika atom menyerap energi maka tingkat energinya akan naik dan jika ia memancarkan energi maka tingkat energinya menurun. Rutherford kemudian memberi gambaran bahwa muatan positif atom terkonsentrasi dalam ruang kecil di pusat atom (yang kemudian disebut inti atom) dan dikelilingi oleh elektron-elektron. Mengenal Material . konveksi.5. melalui radiasi. Kirchhoff: Tentang Radiasi Thermal Perpindahan panas dapat terjadi melalui konduksi. akan mengalami proses penyamaan temperatur dan proses ini tetap terjadi walaupun mereka berada dalam ruang hampa. Kejadian ini membuat Rutherford percaya bahwa sebagian besar dari suatu atom adalah berupa ruang kosong. 1. dan sangat sedikit partikel yang dipantulkan. dan radiasi. Kita akan melihatnya secara singkat dalam pembahasan berikut ini. Senentara itu terjadi pula perkembangan pemahaman mengenai gejala-gejala fisika yang lain. yang perlu kita lihat pula dalam kaitannya dengan perkembangan pemahaman tentang atom. 2 Sudaryatno Sudirham. Apa yang akan kita bahas berikut ini adalah perpindahan panas. Ia menggambarkan atom sebagai partikel yang bermuatan positif dengan di sana-sini tertanam partikel lain yang bermuatan negatif (seperti roti kismis).4.atom bukanlah partikel terkecil akan tetapi terdiri dari partikelpartikel yang lebih kecil lagi. 1. Dua benda yang berbeda temperatur. Jumlah partikel yang bermuatan negatif itu adalah sedemikian rupa sehingga keseluruhan atom secara elektris menjadi netral.

yaitu sistem yang terisolasi sehingga tidak terjadi radiasi yang menembus dinding isolasi. = ϑ A1 A2 A3 (1.3) Pendahuluan: Konsep Atom 3 . Jadi E1 E 2 E3 = = = .... dan sebagian yang lain dipantulkan olehnya. setiap benda menyerap sebagian radiasi yang diterima untuk menaikkan tingkat energi atom-atomnya. namun kelompok atom-atom pada benda ini di setiap saat menerima dan mengeluarkan jumlah energi yang sama.1) dengan A adalah faktor tak berdimensi yang disebut absorbtivitas. Setelah beberapa waktu. dan hal ini berlaku untuk semua panjang gelombang..2) Pertanyaan yang timbul adalah: bagaimanakah keseimbangan harus terjadi jika beberapa benda yang masing-masing memiliki absorbtivitas berbeda terlibat dalam pencapaian keseimbangan tersebut? Berdasarkan analisis thermodinamis. Peningkatan dan penurunan energi tetap terjadi pada setiap atom dari benda ini. energi yang diserap ini sama dengan energi yang diradiasikan E serap = Eradiasi = E = Aϑ dan temperatur tidak berubah. Gustav Kirchhoff (1824−1887)..Misalkan dua benda yang terlibat dalam proses penyamaan temperatur membentuk sistem tertutup. sistem ini mencapai keseimbangan dan memiliki temperatur sama dan merata di seluruh sistem. (1. menunjukkan bahwa keseimbangan akan terjadi jika intensitas radiasi yang diterima di permukaan satu benda sama dengan intensitas yang sampai di permukaan bendabenda yang lain. fisikawan Jerman. maka energi yang diserap per detik oleh satu satuan luas ini dapat dinyatakan dengan E serap = Aϑ (1. Kenaikan energi yang terjadi pada suatu atom tidaklah berlangsung lama karena ia akan kembali pada tingkat energi sebelumnya dengan melepaskan energi yang diterimanya dalam bentuk radiasi. Dalam keadaan keseimbangan. Secara umum. Jika kita tinjau satu satuan luas yang terdiri dari sejumlah atom dan energi yang diterima per detik pada satu satuan luas ini adalah ϑ.. Namun hal ini tidak berarti bahwa peristiwa radiasi berhenti.

kecuali mungkin jika berkas sinar ini sudah berkali-kali dipantulkan oleh dinding kotak. Wien: Radiasi Benda Hitam Pada dekade terakhir abad 19. Relasi (1. diperoleh satu nilai ϑ.3) ini dikenal sebagai hukum Kirchhoff. tidak tergantung dari macam material dan sifat fisiknya. Oleh karena itu terdapat fungsi universal ϑ(f.4) 4 Sudaryatno Sudirham. yang berlaku untuk sembarang panjang gelombang dan sembarang temperatur. Oleh karena itu jika kotak cukup besar dan lubang cukup kecil maka berkas sinar tak dapat lagi keluar dari lubang yang berarti lubang menyerap keseluruhan sinar. ia menjadi benda hitam. Untuk benda hitam A =1.T) yang akan menentukan proses perpindahan panas melalui radiasi. Benda yang terlibat perpindahan panas melalui radiasi pada frekuensi dan temperatur tertentu. 1. semua panjang gelombang. yaitu distribusi energi pada spektrum radiasi benda hitam (black-body radiation). Hukum Kirchhoff yang kita bahas dalam sub-bab sebelumnya. relasi ini masih bisa diaplikasikan jika kita meninjau interval-interval waktu yang pendek dalam proses menuju ke keseimbangan tersebut. Ia menyatakan bahwa rasio daya radiasi (enegi radiasi per detik) terhadap absorbtivitas untuk sembarang panjang gelombang dan sembarang temperatur adalah konstan. memiliki konsekuensi sangat menarik. tanpa memancarkan kembali. Benda hitam adalah benda yang menyerap seluruh radiasi gelombang elektromagnetik yang jatuh padanya dan sama sekali tidak memantulkannya. Mengenal Material .dengan Ei dan Ai adalah energi yang diserap dan absortivitas masingmasing benda yang terlibat. Dalam hal keseimbangan belum tercapai. Perilaku benda hitam semacam ini diperoleh pada lubang kecil dari suatu kotak atau bola tertutup. berkas sinar yang masuk melalui lubang ini sulit akan keluar lagi melalui lubang tersebut. Untuk setiap panjang gelombang λ (atau frekuensi f ) dan untuk setiap temperatur T. beberapa ahli fisika memusatkan perhatiannya pada suatu problem.6. namun demikian dalam setiap pantulan ia sudah kehilangan energi. sehingga diperoleh relasi E = ϑ( f . T ) (1. menerima gelombang elektromagnetik dengan intensitas yang sama dari benda sekelilingnya.

yang termuat dalam banyak buku referensi. maka hanya pada temperatur tinggi saja radiasi benda hitam mencakup spektrum cahaya tampak. Pergeseran ini mengikuti hukum pergeseran Wien (Wilhelm Wien 1864 − 1928.T).1. Pada selang temperatur yang biasa kita jumpai sehari-hari. terlihat bahwa radiasi terkonsentrasi pada selang panjang gelombang yang tidak lebar. terlihat pula bahwa nilai panjang gelombang yang terkait dengan intensitas radiasi yang maksimum bergeser ke kiri dengan naiknya temperatur. T temperatur dalam derajat Kelvin.1.5) dengan λm panjang gelombang pada radiasi maksimum. dan b = 2.1. Hasil eksperimen ini sangat dikenal dengan bentuk kurva seperti diperlihatkan pada Gb.T) adalah energi per detik yang diserap atau dipancarkan. Daya radiasi sebagai fungsi panjang gelombang. 1700o Daya Radiasi 1500o 1300o 1100o 1 2 3 4 5 λ[µ] Gb. gelombang infra merah merupakan pembawa energi dan sering disebut sebagai gelombang panas. disebut daya radiasi dari benda hitam. Untuk mengukur ϑ(f. yaitu antara 1 sampai 5 µ.1. ke arah panjang gelombang infra merah.1. Jika kita ingat bahwa panjang gelombang cahaya tampak adalah antara 4000 sampai 7000 Å. dimasukkan dalam oven dan intensitas radiasi yang keluar dari lubang pipa dipelajari dengan menggunakan spektrograf. Pada Gb.1. Radiasi panas terjadi pada panjang gelombang yang lebih pendek. fisikawan Jerman) λ mT = b (1.ϑ(f.1.1.8978 ×10 −3 m oK yang disebut Pendahuluan: Konsep Atom 5 . Pada Gb. sebuah pipa terbuat dari material tahan panas.

elemen energi tiap osilator 6 Sudaryatno Sudirham. Planck menggambarkan dinding rongga sebagai terdiri dari osilator-osilator kecil. Mengenal Material . sebagai titik awal studinya.6693 ×10 −5 W m−2 oK−4. Max Planck: Energi Terkuantisasi Teori Kirchhoff digunakan oleh Max Karl Ernst Ludwig Planck (1858 – 1947). maka radiasi total adalah R = ∫ Eλ dλ 0 ∞ (1.7) dengan σ = 5. Nilai R berubah cepat dengan naiknya temperatur. dan secara selektif menyerap radiasi yang jatuh padanya. Jika radiasi untuk panjang gelombang tertentu disebut Eλ. energi osilatorlah yang pertama-tama harus diperhatikan dan bukan energi radiasi yang dipancarkannya. yang disebut konstanta Stefan-Boltzmann.1.konstanta pergeseran Wien. (Ludwig Boltzmann 1844 – 1906. Pada tahap ini Planck tidak menganggap penting arti fisis dari “elemen-elemen energi” yang dikemukakannya. 1. Pengertian tersebut dimunculkan agar ia dapat melakukan perhitungan-perhitungan pada masalah yang sedang dihadapinya.1. Ternyata bahwa perhitungan tersebut hanya mungkin dilakukan jika energi terdiri dari elemen-elemen diskrit. yang dapat dinyatakan dalam relasi R = σT 4 erg/cm 2 sec (1. Pada 1901 ia mengemukakan postulat bahwa perubahan energi hanya terjadi dalam kuantitas yang diskrit (quanta). Akan tetapi kemudian ia menemukan bahwa agar hukum pergeseran Wien dapat dipenuhi. Planck melakukan perhitungan untuk memperoleh distribusi dari keseluruhan energi.7. dan masing-masing osilator memancarkan radiasi sesuai dengan frekuensinya sendiri. Ia menyatakan bahwa dalam masalah radiasi benda hitam. Energi radiasi akan mempunyai relasi tertentu dengan energi osilator. fisikawan Jerman. yang akhirnya membawanya pada hukum mengenai radiasi dan teori kuantum energi. dan dengan postulatnya ini Planck sangat mempengaruhi perkembangan fisika pada masa-masa berikutnya. fisikawan Austria).6) yang tidak lain adalah luas daerah antara kurva dan sumbu mendatar pada Gb.

Energi osilator adalah E = nhf (1. 3.626 ×10 −34 joule .6) dengan n bilangan bulat.8. Energi yang dikeluarkan ataupun energi yang diserap haruslah dalam jumlah yang diskrit.1. h = 6.7) 2.626 × 10 −27 erg . Planck menghitung nilai dari h.2. Skema eksperimen mengenai peristiwa photolistrik ini diperlihatkan pada Gb. Skema eksperimen photolistrik. 1. h konstanta. Dari data-data eksperimental yang diperoleh. Anggapan yang dikemukakan oleh Planck adalah sebagai berikut: 1. cahaya monochromatik A V emisi elektron Gb. yang kemudian dikenal sebagai suatu konstanta universal yang disebut konstanta Planck. Albert Einstein: Efek Photolistrik Gagasan Planck mengenai terkuantisasinya energi digunakan oleh Albert Einstein (1879 – 1955). Pendahuluan: Konsep Atom 7 . Photolistrik adalah peristiwa terjadinya emisi elektron dari permukaan metal apabila permukaan tersebut menerima cahaya monochromatik. untuk menjelaskan efek photolistrik.2. seorang fisikawan keturunan Yahudi yang lahir di Jerman dan kemudian pindah ke Amerika.haruslah sama dengan frekuensinya kali suatu konstanta h yang ia sebut “quantum of action”. Karena perubahan energi adalah diskrit maka transisi dari satu tingkat energi ke tingkat energi yang lain haruslah diikuti oleh pengeluaran (emisi) energi atau penyerapan (absorbsi) energi. f frekuensi.sec = 6.sec (1.1.

Hal ini berarti bahwa energi kinetik elektron bertambah apabila frekuensi cahaya bertambah. Mengenal Material . Dengan perkataan lain frekuensi gelombang cahayalah (gelombang elektromagnit) yang menentukan berapa besar energi elektron yang diemisikan dan bukan intensitasnya. Jadi energi kinetik elektron yang diemisikan bukan merupakan fungsi intensitas cahaya yang jatuh di permukaan metal.0) menunjukkan apa yang disebut sebagai fungsi kerja. Jika intensitas cahaya ditambah maka jumlah elektron yang diemisikan dari permukaan metal akan bertambah (ditandai dengan naiknya arus listrik di rangkaian luar) akan tetapi energi kinetik maksimum elektron yang keluar tersebut tidak berubah.3. Hal inilah yang terjadi pada peristiwa photolistrik dan gejala ini 8 Sudaryatno Sudirham. Jika frekuensi cahaya dinaikkan dengan menjaga intensitasnya tetap. energi kinetik maksimum elektron yang diemisikan akan bertambah tetapi jumlah elektron yang diemisikan tidak berubah (arus listrik di rangkaian luar tidak berubah). Perbedaan terletak pada titik potong antara kurva dengan sumbu tegak (energi). Jarak antara titik potong ini dengan titik (0.1. Hubungan linier ini diperoleh untuk berbagai macam metal dan semuanya memberikan kemiringan kurva yang sama. Perbedaan letak titik potong kurva dari bermacam metal menunjukkan perbedaan fungsi kerja dari berbagai metal. Jika dibuat kurva energi kinetik maksimum terhadap frekuensi gelombang cahaya terlihat hubungan yang linier seperti terlihat pada Gb.Elektron dapat keluar meninggalkan permukaan metal karena ia menerima tambahan energi dari cahaya. W.1. Fungsi kerja adalah tambahan energi minimum yang diperlukan agar elektron dapat keluar dari permukaan metal. Energi maksimum elektron yang diemisikan permukaan metal sebagai fungsi frekuensi cahaya. Emaks metal 1 metal 2 metal 3 0 W1 W2 W3 f Gb.3.

Eke hf energi maksimum elektron dalam metal makss Eke < Eke W hf maks tingkat energi terisi dinding potensial pada permukaan metal metal vakum permukaan metal Gb. yaitu paling sedikit sebesar energi yang semula ia miliki ditambah dengan sejumlah energi sebesar W. Keadaan ini digambarkan pada Gb.4. Work function dan dinding potensial di permukaan metal.3.1. 2.4. 4. Radiasi cahaya terbangun dari pulsa-pulsa diskrit yang disebut photon. dapat dituliskan sebagai E = hf = W + E ke E ke = hf − W atau (1.8) Jadi peristiwa photolistrik menunjukkan bahwa elektron dalam metal hanya akan meninggalkan permukaaan metal apabila ia memiliki energi yang cukup. 3. Photon berperilaku seperti gelombang dengan frekuensi yang sesuai. Setiap photon memiliki energi yang merupakan kelipatan bulat dari hf. Photon-photon ini diserap atau dikeluarkan dalam kuantitas yang diskrit. maka hubungan linier pada Gb. Jika Eke adalah energi kinetik maksimum elektron yang meninggalkan permukaan metal. Pendahuluan: Konsep Atom 9 .1.dijelaskan oleh Einstein pada 1905 dengan mengambil postulat bahwa energi radiasi juga terkuantisasi seperti halnya Planck membuat postulat kuantisasi energi pada osilator. Anggapananggapan yang dipakai oleh Einstein dalam menjelaskan peristiwa photolistrik adalah: 1. dan hf adalah energi gelombang cahaya.1.

Jika elektron kembali pada tingkat energi sebelumnya yang lebih rendah maka atom mengeluarkan energi. Tingkat-tingkat energi tersebut mempunyai nilai-nilai diskrit (terkuantisasi). pada 1913 Niels Bohr (1885-1962). 10 Sudaryatno Sudirham. 1. Partikel bermuatan positif berada di pusat atom. yang disebut inti atom. Niels Bohr: Struktur Atom Berangkat dari gagasan Planck mengenai kuantisasi energi. Model atom Bohr mampu menjelaskan cukup baik atom hidrogen tetapi tidak mampu menjelaskan atom dengan banyak elektron dan juga tidak mampu menjelaskan ikatan atom. Perbedaan penting antara kedua model atom itu adalah bahwa dalam model Rutherford elektron berada di sekeliling inti atom dengan cara yang tidak menentu sedangkan pada model atom Bohr elektronelektron tersebut berada pada lingkaran-lingkaran orbit yang diskrit dan tertahan pada orbitnya tanpa kehilangan energi. Model atom Bohr dikemukakan dengan menggunakan pendekatan mekanika klasik. energi elektron adalah diskrit. Walaupun model atom Bohr ternyata kurang memadai untuk menjelaskan berbagai gejala atom. Model atom yang dikemukakan oleh Bohr berbasis pada model yang diberikan oleh Rutherford. Ia juga melakukan perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan gerak Brown. Jika atom menyerap energi. yang pada akhirnya meyakinkan para ilmuwan bahwa atom memang benar-benar ada. yaitu bahwa atom tersusun dari partikel-partikel. Mengenal Material . menyatakan bahwa elektron di dalam atom berada pada tingkattingkat energi tertentu.9.Penjelasan Einstein memantapkan validitas hipotesa mengenai kuantum energi. penyerapan dan pengeluaran energi juga terjadi secara diskrit. namun langkah Bohr merupakan satu tahapan penting dalam perkembangan konsep atom. Atom dengan konsep ini disebut atom Bohr. Kita akan meninjaunya agar memperoleh gambaran lengkap mengenai perkembangan pengertian tentang atom. Gagasan mengenai energi yang diskrit ini pada dasarnya sama dengan gagasan yang telah dikemukakan oleh Planck serta Einstein. elektron melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi. seorang fisikawan Denmark. dan di sekeliling inti atom ini terdapat elektron-elektron yang bermuatan negatif dengan jumlah yang sama dengan muatan positif inti atom.

9) Jika elektron ini harus tetap berada pada orbitnya maka gaya sentripetal yang ia alami haruslah sama dengan gaya coulomb.13) Relasi (1. yaitu energi elektron pada orbit ini.60 × 10 −19 C .10) ini kita dapat menghitung energi kinetik elektron. jadi Ze 2 r2 = mv 2 r atau mv 2 = Ze 2 r (1.Energi Elektron Terkuantisasi.14) kita dapatkan mv 2 m(2π r ) 2 f = 2 2 2 (1. e = −1. Kita bayangkan satu atom dengan inti bermuatan positif sebesar Ze dan sebuah elektron mengelilingi inti atom ini dalam orbit lingkaran berjari-jari r. Jika f adalah frekuensi siklus peredaran elektron pada orbit lingkaran yang berjari-jari r. maka kecepatan elektron adalah v = 2πrf dan energi kinetiknya adalah Ek = Dari (1. Elektron ini mendapat gaya coulomb sebesar Fc = Ze 2 r2 (1. kita ambil referensi energi potensial 0 pada r = ∞ sehingga energi potensial elektron adalah Ep = − Ze 2 = −2 E k r (1.13) menunjukkan bahwa besar energi total elektron sama dengan energi kinetiknya. adalah E = E p + Ek = − Ze 2 = −Ek 2r (1.14) Pendahuluan: Konsep Atom 11 .11) Mengenai energi potensialnya. Elektron bermuatan negatif. yaitu Ek = mv 2 Ze 2 = 2 2r (1.12) Energi total.10) Dari (1.

14) dapat ditulis ∆pθ = mr 2 (2 π ∆f ) Sementara itu (1.18) Dari sini kita dapatkan momentum sudutnya.dE k = m( 2 π r ) 2 f df atau ∆E k = m(2π r ) 2 f ∆f (1.22) dan (1.15) Jadi perubahan-perubahan energi elektron terkait dengan perubahan frekuensi siklus. ∆E = nhf dengan n bilangan bulat.20) ∆E k = m(2π r ) 2 f ∆f = m(2π r 2 )(2π ∆f ) f = nhf Persamaan (1. yaitu pθ = dE k = mr 2 ω dan perubahan ∆pθ = mr 2 ∆ω dω (1.17) Relasi energi kinetik (1.15) dapat kita tulis sebagai (1. Gagasan Bohr adalah bahwa orbit elektron adalah diskrit dan bahwa ada hubungan linier antara energi dan frekuensi seperti halnya apa yang dikemukakan oleh Planck dan Einstein.20) menunjukkan bahwa perubahan momentum juga diskrit 12 Sudaryatno Sudirham.16) Dengan demikian perubahan frekuensi siklus juga diskrit. (1. dan h adalah konstanta Planck.21) ini memberikan (1.19) Karena ω = 2 π f maka ∆ω = 2 π ∆f sehingga (1. Dari (1.14) dapat ditulis sebagai Ek = m( 2 π r ) 2 f 2 2 = m(2π f ) 2 2 mr 2 2 r = ω 2 2 (1.16) diperoleh ∆f = n h m( 2 π r ) 2 (1.15) dan (1.22) Persamaan (1.21) m r 2 ( 2 π ∆f ) = nh 2π (1. Mengenal Material .

9) sampai (1. r Pendahuluan: Konsep Atom 13 . Oleh karena itu kita menggunakan momentum dengan mengalikan pembilang dan penyebut dengan m sehingga kita peroleh r= mZe 2 (mv) 2 (1. Dari sini kita dapatkan r = Ze 2 / mv 2 . yaitu bilangan kuantum primer n yang menentukan tingkat energi. Untuk n tertentu. energi dan juga momentum sudut adalah terkuantisasi. kuantum sekunder l yang menentukan momentum sudut sebesar 2π n Rasio sama dengan perbandingan antara sumbu panjang dan l sumbu pendek orbit yang berbentuk elips. Atom yang paling stabil adalah atom yang seluruh elektronnya menempati orbit-orbit yang paling rendah yang diperkenankan. pθ = mr 2 ω . mv 2 = Ze 2 / r .24) Momentum sudut diberikan oleh (1.8) yang menyatakan bahwa gaya sentripetal elektron sama dengan gaya coulomb. Untuk suatu nilai n tertentu. Akan tetapi kecepatan elektron tidak diketahui. Jika n = l orbitnya berbentuk lingkaran.15). setiap orbit ditandai dengan dua macam bilangan kuantum. Jari-Jari Atom Bohr. Nilai l paling besar adalah n karena pada l = n itu orbitnya berbentuk lingkaran. dan bilangan lh .23) Jadi dalam model atom Bohr ini. Oleh karena itu dalam model atom Bohr. yang disebut ground states. Jari-jari atom dapat dihitung melalui persamaan (1.23) di atas. bilangan kuantum l dapat mempunyai n nilai. Karena ω = maka v .∆p θ = mr 2 (2 π ∆f ) = nh 2π (1. makin rendah nilai l makin tinggi eksentrisitas dari orbit yang berbentuk elips dan elektron yang berada di orbit ini akan secara periodik mendekat ke inti atom. yaitu bentuk orbit yang digunakan untuk menurunkan hubungan-hubungan (1.

25) dan (1. Kecepatan elektron dapat dihitung dari formula untuk energi kinetik (1.528 Å.28) dengan konstanta k1 = 0. total elektron adalah Menurut (1.25) Karena momentum sudut adalah diskrit maka dari (1.26) mv = 2πr Substitusi (1.29) Kecepatan Elektron.27) Inilah formulasi untuk jari-jari atom Bohr. Ek = mv 2 Ze 2 = 2 2r dan mv = nh 2πr (1.26). Energi Kinetik Elektron. yang dapat pula dituliskan sebagai r = k1 n2 Z (1.23) dan (1.13) energi 14 Sudaryatno Sudirham.11) dan momentum (1.528 × 10−8 cm .30) v= Ek Ze 2 4πr 2πZe 2 = × = 2r mv / 2 nh nh Tingkat-Tingkat Energi Atom Hidrogen.9) 2 Ze 2 Ze 2 (4π 2 mZe 2 ) 2  Ze  Ek = m 2 = = π   2r 2n 2 h 2   nh   2 (1.24) memberikan r= mZe 2 (2π r ) 2 n h 2 2 sehingga r= n2h2 4π 2 mZe 2 (1.25) kita peroleh nh (1.26) ke (1. di mana n dan Z bernilai satu.p θ = mr 2 v = mrv r atau mv = pθ r (1. Energi kinetik elektron dapat diperoleh dari (1. Mengenal Material . maka r = 0. Untuk atom hidrogen dalam ground state.

6 -16 ground state Gb1. Menurut (1.1.4 ≈ 1. En = − 2π 2 mZ 2 e 4 n2h2 13.5.E=− Dengan memasukkan (1.51 0 −3.11) energi total elektron adalah E = − Ek .6 = − 2 eV n (1.27) Ze 2 2r r= n2h2 4π 2 mZe 2 dan mengambil Z = 1 untuk hidrogen. Tingkat-tingkat energi atom hidrogen. maka energi yang terkait dengan garis spektrum adalah  Ze 2   1 1  hf = E 2 − E1 = E k1 − E k 2 = 2π 2 m    2 − 2  h      n1 n 2   2 (1. bilangan kuantum prinsipal 1 2 3 4 0 n: 5 energi total [eV] −1. Dengan anggapan bahwa frekuensi dari suatu garis spektrum sebanding dengan beda dari dua status energi.32) Pendahuluan: Konsep Atom 15 . Spektrum Atom Hidrogen.2 eV −13. kita peroleh energi untuk tiap bilangan kuantum prinsipal n.5.89 eV ≈ 10.31) Tingkat-tingkat energi ini digambarkan pada Gb.

6.6. yang akan kita pelajari dalam bab selanjutnya.33) Beberapa garis spektrum atom hidrogen diperlihatkan pada Gb.7.5.3.6.… Radiasi UV tampak IR IR IR UV : ultra violet .1. [1] Spektrum selengkapnya adalah seperti dalam Tabel 1.4.1.4. Kesulitankesulitan ini diatasi oleh mekanika kuantum.7.6.5.… 5.… 6.1. IR : infra merah Model atom Bohr berhasil menjelaskan dengan cukup baik atom hidrogen namun tidak mampu menjelaskan detil spektrum dari atom yang memiliki banyak elektron. Deret Lyman Balmer Paschen Brackett Pfund n1 1 2 3 4 5 n2 2.atau f = 2π 2 mZ 2 e 4  1 1  −  2 2 h3    n1 n 2  (1.8. model ini juga tidak mampu memberikan penjelasan mengenai ikatan-ikatan kimia. 5 4 Tingkat Energi 3 2 deret Paschen deret Balmer 1 deret Lyman Gb. Diagram spektrum atom hidrogen.… 4.… 3. Mengenal Material .1. 16 Sudaryatno Sudirham. Tabel 1.

Pernyataan ini dapat dilihat sebagai kebalikan dari pernyatan Einstein yang mengatakan bahwa gelombang elektromagnetik terkuantisasi seperti layaknya partikel.34) di mana h adalah konstanta Planck dan p adalah momentum elektron. Peristiwa defraksi ini dapat dijelaskan melalui anggapan bahwa elektron berperilaku seperti gelombang. teori inilah yang akan mengatasi kelemahan dari model atom Bohr. de Broglie. Germer. Louis de Broglie: Elektron Sebagai Gelombang Jika Niels Bohr masih memandang bahwa elektron adalah partikel.10. dan juga George P Thomson (1892 . Mekanika kuantum memberikan hasil matematis yang lebih mendekati hasil observasi dibandingkan dengan mekanika klasik.12.1. Schrödinger: Persamaan Gelombang Pada masa itu. 1.34) ini di Bab-2. tidak demikian halnya Louis V. Kita akan mencoba memahami formula (1. de Broglie menyatakan bahwa partikel sub-atom dapat dipandang sebagai gelombang. 1. Dalam persamaan Schrödinger.11. Pendahuluan: Konsep Atom 17 . De Broglie membuat postulat bahwa elektron dapat dipandang sebagai gelombang dengan panjang gelombang λ= h p (1. seorang fisikawan Perancis. yang disebut photon (1905). seorang fisikawan Austria yaitu Erwin Schrödinger (1887 – 1961) mengembangkan pengetahuan mekanika kuantum dan aplikasinya pada gejala-gejala atom (1926).). Pada tahun 1923. melalui percobaan yang menunjukkan bahwa berkas elektron yang semuanya memiliki energi sama besar dapat didefraksi oleh sebuah kristal. elektron dimodelkan sebagai gelombang yang akan kita bahas lebih lanjut di Bab-3 yang akan diaplikasikan pada struktur atom pada bab berikutnya. Davisson dan Germer: Konfirmasi Eksperimental Pada 1927 pendapat de Broglie dikonfirmasi oleh fisikawan Amerika Clinton Joseph Davisson (1881 – 1958) dan Lester H.

Inti atom mengandung hampir seluruh massa atom karena massa elektron jauh lebih kecil dari massa proton maupun massa neutorn. 1. Teori Dirac tidak hanya menjelaskan tentang “spin elektron”. makin tidak akurat kita mengetahui posisinya. memformulasikan mekanika kuantum secara independen dari Erwin Schrödinger. Pada 1927 ia mengemukakan prinsip ketidak-pastian yang berimplikasi bahwa makin akurat kita mengengetahui momentum suatu partikael. kita melihat secara selintas penemuan partikel-partikel sub-atom selanjutnya. fisikawan Amerika. yang tidak dijelaskan oleh mekanika kantum non-relativitas yang telah dikemukakan sebelumnya oleh Schrödinger. seorang fisikawan Inggris.D. Partikelpartikel ini disebut messon yang dipercaya bertindak sebagai perekat inti atom. Partikel-Partikel Sub Atom Yang Lain Untuk melengkapi riwayat atom. Dengan penemuan ini maka inti atom digambarkan sebagai terbangun dari proton dan neutron.15. pada 1932. fisikawan Jerman. Pada tahun-tahun empatpuluhan dan lima puluhan ditemukan berbagai partikel yang mempunyai massa antara massa proton dan elektron. 1. Anderson pada 1932. Mengenal Material . yang menggabungkan relativitas dan mekanika kuantum. Teori baru ini dapat menjelaskan sifat elektron yang disebut “spin elektron”. tetapi juga meramalkan adanya anti-elektron atau positron. Partikel sub-atom yang lain ditemukan oleh C. Pada 1932 James Chadwick.1.D. Heisenberg: Prinsip Ketidak-Pastian Werner Karl Heisenberg (1907 ). menemukan partikel sub-atom yang tidak bermuatan listrik dan dinamakannya neutron.14. mengembangkan lebih lanjut teori mekanikan kuantum yang dikemukakan oleh Schrödinger dan Heisenberg. Partikel ini seperti elektron akan tetapi bermuatan positif dan disebut positron. Anderson. fisikawan Inggris. Neutron dan proton mempunyai massa hampir sama dan massa masingmasing adalah sekitar 1800 kali massa elektron. yang kemudian diamati secara eksperimental oleh C.13. Dirac: Pengembangan Lebih Lanjut Mekanika Kuantum Paul Adrien Maurice Dirac (1902 ). Pada 1928 ia mengemukakan teori baru tentang elektron. 18 Sudaryatno Sudirham.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful