BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK RS.

BINTANG AMIN HUSADA

STATUS UJIAN ILMU KESEHATAN ANAK
A. ANAMNESIS (ALLOANAMNESIS DARI IBU PENDERITA) I.KETERANGAN UMUM Nama : An. Sandi Kusnandi Kelamin : Laki-laki Umur : 8 tahun Alamat : jl.pramuka Gg.waylalaan Agama : Islam Bangsa : Sunda Ayah: Nama : Tn. Odi Umur : 37 tahun Pendidikan. : SD Pekerjaan. : Buruh Alamat : jl.pramuka gg.waylaan no.9 Ibu : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny. Neni : 24 tahun : SD : Ibu rumah tangga :jl.pramuka Gg.waylaan no.9

II. ANAMNESA Keluhan Utama : Demam Riwayat Penyakit Sekarang : Demam sejak 5 hari,demam nya tinggi dan terus menerus, Penderita tidak sesak nafas pada perubahan cuaca atau saat kontak dengan debu. Sesak nafas timbul kapan saja ( tidak hanya siang atau malam hari). Penderita tidak pernah terjatuh atau tertindih sesutu sebelumnya. Penderita tidak pernah tersedak saat menyusu dengan ibunya. Sesak nafas didahului dengan panas badan yang hilang timbul. Panas badan tidak disertai mengigil atau berkeringat. Sesak nafas disertai batuk berdahak (dahak tidak keluar). Batuk terjadi pada siang dan malam hari.

1

KESAN UMUM a. jari tangan dan kaki. Buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan. Penderita tidak pernah menderita penyakit serupa. Penderita tidak mempunyai riwayat alergi dan penyakit keturunan. Oleh dokter penderita diberi obat puyer (ibu lupa nama obatnya). III. Penderita lahir spontan (ditolong oleh bidan) dengan berat badan 2800 gram dan ibu lupa tinggi badannya. Keluarga penderita tidak ada yang mempunyai penyakit paru (batukbatuk lama dan keringat malam). tidak disertai kebiruan pada bibir. cepat dan merintih. mengalami perbaikan tetapi kambuh lagi. Keadaan umum Kesan sakit Kesadaran TB : pasien tampak sakit sedang : kompos mentis : 63 cm 2 . Penderita pernah berobat ke dokter spesialis anak dan disarankan untuk rawat inap tapi ibu menolak. STATUS PRAESENS I. Status imunisasi Hepatitis BCG DPT Polio Campak : Status asupan makan Jenis makanan Jumlah makanan Frekuensi makanan • : : : : • : ASI sampai sekarang : sesuai keinginan bayi : sesuai keinginan bayi • Status pertumbuhan dan perkembangan Berbalik : 6 bulan Duduk :Berdiri :Berjalan. :- B.Penderita tampak lemah.ANAMNESA TAMBAHAN : • Status kehamilan dan kelahiran Umur kehamilan cukup bulan ( 9 bulan ). :Berbicara. nafas pendek.

Palpasi . hangat III. retraksi epigastrium ada lembut.Inspeksi .Auskultasi : bunyi jantung I dan II reguler. sianosis tidak ada. retraksi intercostae ada . lidah basah b.BB : 5. reguler.Palpasi : sulit dinilai . PEMERIKSAAN KHUSUS a. murmur dan gallop tidak ada c. Keadaan pernafasan Frekuensi :: 100 x/menit.Palpasi : tidak teraba ictus cordis.000 3 .Perkusi .Auskultasi : bunyi nafas bronkial kiri = kanan. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Hemoglobin Leukosit Trombosit : 12 g/dl : 7000/mm3 : 300. Pemeriksaan thorak Paru : . isi cukup : 38. Pemeriksaan abdomen . Extremitas : : : : datar. reflek cahaya kiri (+) kanan (+) Hidung : pernafasan cuping hidung ada Mulut : bibir kering dan pecah-pecah. tidak ditemukan thrill . Leher : tidak ada pembesaran KGB. hepar dan limfa tidak teraba tympani diseluruh kuadran bising usus 12 x/menit : jari tangan dan kaki tidak sianosis. reguler. Keadaan sirkulasi Tekanan darah Nadi Suhu c.Inspeksi : bentuk dan gerak simetris. retraksi suprasternal ada b.6 kg Status gizi ( menurut berat badan terhadap umur ) : KEP ringan b. equal.Perkusi : sulit dinilai .40C : 64 x/menit.Auskultasi d.Perkusi :sulit dinilai . thoracoabdominal II. ronkhi (+) dan wheezing (-) Jantung: . Kepala Mata : konjungtiva tidak anemis.Inspeksi : tidak tampak ictus cordis .

c Haemophylus influenza + KEP ringan 2. Ampicillin 4 x 280 mg o VIII. RESUME Seorang anak laki-laki. Rawat inap 2.c Haemophylus influenza + KEP ringan VI. PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam : ad malam : ad bonam IX. DIAGNOSIS BANDING 1.Hematokrit : 31 % Urine rutin normal Feses rutin normal IV. Nutrisi enteral (NGT) : diet 520 kkal / hari terdiri dari ASI/PASI 6 x 90 cc Terapi khusus 1. Sesak nafas dirasakan penderita saat berbaring dan tidak hilang saat dipangku atau digendong.c Streptococcus pneumonia + KEP ringan V. Bronkhopneumonia berat e. O2 lembab 2-3 L nasal kanul / menit 4. Dari anamnesa : Sesak nafas untuk yang pertama kali (tidak berulang) dan terjadi pada saat istirahat dan bertambah parah saat menangis. PENGOBATAN o Terapi suportif 1. Bronkhopneumonia berat e. Infus 4 : 1 -> 4 gtt/menit mikrodrip 3. DIAGNOSIS KERJA Bronkhopneumonia berat e. 4 . USUL PEMERIKSAAN Thorak foto VII. 6 bulan datang ke RSU Tasikmalaya dengan keluhan sesak nafas.

Penderita tampak lemah. bibir kering dan pecahpecah. abdomen : retraksi epigastrium. pernafasan cuping hidung ada. ronkhi (+). nafas pendek. leher : retraksi suprasternal ada. reguler. paru : retraksi costae ada. tb 63 cm. status gizi kep ringan. equal. reguler. thoracoabdominal. UJIAN KASUS BRONKHOPNEUMONIA 5 .6 kg.Sesak nafas didahului dengan panas badan yang hilang timbul. bunyi nafas bronkial kiri = kanan. Sesak nafas disertai batuk berdahak (dahak tidak keluar). nadi 100 x/menit. suhu 38. cepat dan merintih Pemeriksaan fisik : kesadaran kompos mentis. Penderita batuk pada siang hari dan semakin sering pada malam hari.4 0c. isi cukup. sianosis tidak ada. respirasi 64 x/menit. bb 5. lidah basah.

OLEH : RAHMA WULANDARI KELOMPOK I SMF ILMU KESEHATAN ANAK PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER RSU TASIKMALAYA 2008 6 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful