You are on page 1of 18

Tanggal : 26 September 2012

TUGAS TAKE HOME SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Penerapan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro OLEH: RUSIYANI PUSPITA NINGRUM P056111651.48

Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan, yang atas rahmat-nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul. Penerapan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro. Dalam menghadapi tantangan, suatu perusahaan harus mampu mengintegrasikan setiap lini dalam perusahaanya dengan baik. Oleh karena itu diperluakan suatu aplikasi untuk dapat membantu perusahaan untuk menjalankan roda bisnisnya menjadi lebih baik. Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangan. Dengan demikian penulis sangat berharap semua pihak dapat memberikan kritik dan saran, sehingga dapat menyempurnakan pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi setiap orang yang membutuhkan informasi mengenai bagaimana penerapan dan manfaat dari penggunaan enterprise resource planning pada perusahaan agribisnis di Indonesia.

Bogor, September 2012

Rusiyani Puspita Ningrum

DAFTAR ISI

Hal KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i DAFTAR ISI......................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................................1 1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 1 1.2 Perumusan Masalah ................................................................................................ 2 1.3 Tujuan ..................................................................................................................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 3 2.1 Sistem Informasi Manajemen dan Telekomunikasi............................................... 3 2.2 Sistem Elektronik Bisnis ....................................................................................... 5 2.3 Enterprise Resource Planning ............................................................................... 5 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................. 9 3.1 Gambaran Umum Perusahaan ................................................................................ 9 3.2 Penggunaan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro ....................... 9 3.3 Manfaat Penggunaan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro ........ 10 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................. 13 4.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 13 4.2 Saran ....................................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA

ii

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Komponen Sistem Informasi .............................................................................. 4 Gambar 2. Perbedaan Ruang Lingkup Intranet, Ekstranet dan Internet ............................... 4 Gambar 3. Penggunaan Intranet, Ekstranet dan Internet di Perusahaan ............................... 5 Gambar 4. Komponen Aplikasi ERP .................................................................................... 6 Gambar 5. System Aplication and Products in Data Processing R/3 ...................................9

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Electronic Business System merupakan kegiatan berbisnis dengan memanfaatkan

internet yang tidak saja meliputi pembelian atau penjualan

barang atau jasa, tapi juga

meliputi pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis (baik individual maupun instansi). Electronic Business System dapat juga didefinisikan sebagai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung semua kegiatan bisnis. Metode bisnis elektronik memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan seluruh aktivitas internal dan eksternal perusahaan sehingga sistem pengolahan data lebih efisien dan fleksibel, bekerja lebih sistematis dan terintegrasi dengan pemasok dan distributor, serta lebih memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Electronic Business System melibatkan proses bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai: pembelian elektronik dan manajemen rantai suplai, pemrosesan order elektronik, penanganan layanan pelanggan, dan bekerja sama dengan mitra bisnis. (Rachmat, 2009). E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam dunia internet. Penggunaan sistem ini sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, produsen maupun penjual (retail). Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap. E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat ecommerce tidak begitu populer. Persaingan yang semakin ketat antar perusahaan menuntut suatu perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan sebagai usaha peningkatan pelayanan terhadap stakeholder perusahaan. Salah satu hal yang diperlukan dalam peningkatan kinerja perusahaan adalah tersedianya data terintegrasi sehingga didapatkan informasi dengan cepat yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan. Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan suatu metode integrasi dari beberapa proses bisnis seperti aspek operasi, produksi maupun distribusi perusahaan. Penerapan ERP tidak terlepas dari timbulnya permasalahaan baik yang 1

disebabkan oleh faktor internal dan eksternal sehingga perlu dilakukan analisis faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap keberhasilan ERP. Konsep ERP adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan proses setiap line dalam manajemen perusahaan secara transparansi dan memiliki akuntabilitas yang cukup tinggi. Untuk memasuki pasar internasional, ERP merupakan salah satu yang menjadi pra syarat dasar bagi setiap perusahaan. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, dimana basis perekonomiannya bertumpu di bidang bisnis, maka efisiensi menjadi salah satu faktor yang cukup penting dalam setiap perusahaan. Pada kenyataannya, masih didapati banyak perusahaan berskala besar yang masih kurang efisien contohnya saja dalam penerapan ERP yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Jika dilihat dari kondisi perusahaan-perusahaan di Indonesia, banyak perusahaan besar yang belum cukup optimal dalam mengintegrasikan setiap proses dalam perusahaan tersebut ke dalam suatu sistem komputerisasi. Terlebih lagi pada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil, pengimplementasian ERP terasa sulit untuk diaplikasikan bahkan pemikiran untuk menerapkan sistem yang terintegrasi tersebut seolah-olah masih menjadi suatu hal yang baru. PT. Sinar Sosro sebagai salah satu penghasil minuman teh kemasan terbesar di Indonesia tentu saja berhasil bertahan sampai saat ini dengan memanfaatkan sistem informasi. Seluruh proses bisnis yang dijalankan dan ditunjang dengan fasilitas SAP. Modulmodul SAP yang mereka gunakan adalah inventory management, plant maintenance, production, financial and accounting, dan human resources management. 1.2 Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah dalam makalah ini, adalah : 1. Bagaimana penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) pada PT. Sinar Sosro? 2. Apa manfaat dari penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) pada PT. Sinar Sosro? 1.3 Tujuan Adapun maksud dan tujuan dilakukannya penulisan makalah ini adalah selain sebagai Ujian Akhir Triwulan Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen juga bertujuan untuk mengkaji penerapan E-business di Indonesia. serta memberikan masukan bagi para pelaku bisnis dan para stakehouldernya. Pembatasan makalah ini dibatasi pada penerapan ERP secara garis besar dan manfaat dari penggunaanya pada salah satu perusahaan agribisnis di Indonesia, yaitu PT. Sinar Sosro.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Sistem Informasi Manajemen dan Telekomunikasi Menurut OBrien (2000), sistem didefinisikan sebagai sekelompok unsur yang saling

bekerja sama untuk menuju pada tujuan bersama dengan menerima masukan dan menghasilkan keluaran dalam sebuah proses perubahan yang dikoordinasi. Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan manusia (Laundon, 2003). Sistem informasi merupakan suatu pengumpulan data yang terorganisir berserta tata cara penggunaannya yang mencakup lebih jau daripada sekedar penyajiaannya. Istilah tersebut menyiratkan seuatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tata cara penggunaannya. Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produksi tertentu dan atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah sistem kerja yang kegiatannya ditunjukkan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi (Alter, S. 2008). Setiap sistem informasi menyajikan tiga pokok : 1) pengumpulan dan pemasukan data, 2) penyimpanan dan pengambilan kembali (retrieval) data, dan 3) penerapan data, dalam hal sistem informasi terkomputer termasuk penayangan (display) (Lynch, LG. 1977). Menurut OBrien (2000) Sistem Informasi manajemen merupakan kombinasi yang teratur antara people, hardware, software, network dan data resources (kelima unsure ini disebut komponen sistem informasi) yang mengumpulkan, merubah dan menyebarkan informasi dalam organisasi seperti pada gambar 1.

Gambar 1. Komponen Sistem Informasi Menurut OBrien (2005), telekomunikasi adalah pertukaran informasi dalam bentuk apa pun (suara, data, teks, gambar, audio, maupun video) melalui jaringan berbasis komputer. Dengan digunakannya jaringan telekomunikasi, seperti internet, intranet, dan ekstranet, perusahaan dapat mengurangi biaya, mempersingkat waktu pemrosesan bisnis, mendukung ecommerce, memperbaiki kerja sama kelompok kerja, mengembangkan proses operasional online berbagai sumber daya, mengunci pelanggan dan pemasok serta mengembangkan jasa dan produk baru.

Gambar 2. Perbedaan Ruang Lingkup Internet, Ekstranet dan Intranet Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat perbedaan ruang lingkup internet, intranet dan ekstranet. Perusahaan menjalankan kegiatan operasionalnya tidak akan terlepas dari

penggunaan internet, ekstranet dan intranet. Berikut ini gambaran penggunaan ketiga jenis jaringan dalam perusahaan1.

Gambar 3. Penggunaan Internet, Intranet dan Ekstranet di Perusahaan.

2.2

Sistem Elektronik Bisnis (Electronic Business Systems) Kegiatan membeli dan menjual informasi, produk dan jasa melalui jaringan internet,

intranet atau ekstranet. Sistem elektronik bisnis terdiri dari beberapa perspektif yaitu dari komunikasi, bisnis, jasa dan online. Ditinjau dari perspektif komunikasi adalah menyampaikan informasi, produk atau jasa dan pembayaran melalui telpon, jaringan komunikasi. Dari perspektif bisnis untuk mempermudah transaksi bisnis dan mempermudah alur pekerjaan. Dari perspektif jasa untuk mengurangi pada biaya jasa untuk dialihkan kepada peningkatan kualitas barang dan peningkatan pada kecepatan pada pengiriman barang. Dari perspektif online adalah menyediakan kemampuan membeli dan menjual produk dan jasa melalui internet dan jasa online lainnya. 2.3 Enterprise Resource Planning Enterprises Resource Planning (ERP) bertindak sebagai tulang punggung lintas fungsi perusahaan yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses internal dan sistem informasi dalam fungsi produksi, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan dan
1

Sumber OBrien, 2005

sumberdaya manusia perusahaan (OBrien, 2005). Konsep ERP dikembangkan dengan latar belakang pemikiran perlunya dilakukan aktivitas pengintegrasian proses secara lintas fungsi di dalam perusahaan, agar dapat lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan pelanggan atau customer. Aplikasi ERP adalah suatu paket piranti lunak (software) yang dapat memenuhi kebutuhan suatu perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhan aktivitasnya, dari sudut pandang proses bisnis di dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Dilibatkannya aplikasi atau software dalam konsep ERP adalah semata-mata karena perangkat teknologi tersebut dapat memberikan nilai tambah berupa: penghapusan proses-proses yang tidak perlu (process elimination), penyederhanaan proses-proses yang rumit atau bertele-tele (process simplification), penyatuan proses-proses yang redundan (process integration), dan pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation)2.

Gambar 4. Komponen Aplikasi Utama dari ERP Beberapa faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam mengimplementasikan suatu aplikasi ERP yaitu3: 1. Fitur Piranti lunak yang tergolong aplikasi ERP secara umum dirancang supaya dapat memberikan solusi untuk perusahaan atau industri jenis apapun (horizontal solution). Namun, pada kenyataannya, setiap industri itu punya ciri khas tersendiri. Hal ini menyebabkan timbulnya fungsi-fungsi atau features di aplikasi yang spesifik untuk industri tertentu (vertical solution). Salah pengertian atau salah memilih berdasarkan faktor features akan menimbulkan kekacauan dan bahkan menghambat operasi
2

Anonim. Apa itu ERP (Enterprise Resource Planning). http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,18,apakah-yangdimaksud-dengan-erp. Diakses pada 18 September 2012. 3 Anonim. Pemilihan Sistem ERP. http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,65,pemilihan-sistem-erp. Diakses pada 18 September 2012.

perusahaan. Sesuai atau tidaknya fitur yang disediakan dapat di selidiki dari daftar konsumen yang telah memakai aplikasi ERP tersebut. 2. Teknologi Pada pemilihan aplikasi ERP harus dilihat teknologi yang digunakan dibaliknya. Untuk mengetahui teknologi mana yang digunakan merupakan suatu tantangan bagi departemen MIS/EDP perusahaan calon pengguna, yang biasanya lebih ter-update dibanding dengan departemen lainnya. Faktor teknologi kadang terabaikan, karena perusahaan lebih fokus pada fitur. 3. Sumber daya manusia Secanggih apapun teknologi aplikasi ERP yang digunakan tetap saja belum sempurna seperti yang diharapkan manusia. Oleh karena itu, seberapa sukses pun aplikasi ERP yang dipilih dari luar negeri, di Indonesia belum tentu dapat berjalan jika tidak didukung oleh lokal support yang kuat. Pada saat ini di Indonesia telah ada beberapa vendor yang mulai mengembangkan aplikasi ERP lokal yang mengimplementasikan best practise process yang berlaku bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, serta penyediaan support secara menyeluruh dari aplikasi ERP lokal yang telah dikembangkan. Selain vendor, perusahaan-perusahaan tersebut juga dituntut untuk menyediakan sumber daya manusia yang terampil dalam melaksanakan proyek implementasi dalam perusahaan. 4. Infrastruktur Infrastruktur dalam hal ini termasuk sistem pendukung untuk penerapan suatu proyek ERP. Perusahaan tersebut harus dapat membedakan infrastuktur yang sekedarnya dengan yang benar-benar bisa diandalkan. Penerapan suatu aplikasi ERP merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Begitu dimulai sudah tidak mungkin lagi dihentikan dan tidak ada titik kesempurnaannya. Yang ada hanyalah proses penyempurnaan yang tak akan berhenti. Pada umumnya aplikasi ERP yang masuk ke Indonesia sudah teruji kesuksesannya, namun kesuksesan di negara lain belum tentu dapat menjadi jaminan bahwa aplikasi ERP tersebut akan dapat digunakan (suitable) bagi perusahaan di Indonesia karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dan dipikirkan dalam melakukan pemilihan penggunaan aplikasi ERP tersebut. Sistem ERP dapat menghasilkan manfaat bisnis yang signifikan bagi perusahaan. Menurut OBrien (2005) manfaat dari penggunaan ERP antara lain: 1. Kualitas dan efisiensi

ERP menciptakan kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yang menghasilkan peningkatan signifikan dalam kualitas serta efisiensi layanan pelanggan, produksi dan distribusi. 2. Penurunan biaya ERP bermanfaat dalam penurunan secara signifikan dalam biaya pemrosesan transaksi dan hardware, software serta karyawan pendukung IT, jika dibandingkan dengan sistem yang tidak terintegrasi sebelumnya. 3. Pendukung keputusan ERP menyediakan informasi mengenai kinerja bisnis lintas fungsi yang membantu meningkatkan kemampuan para manajer dalam mengambil keputusan secara tepat waktu. 4. Kelincahan perusahaan Implementasi sistem ERP dapat meruntuhkan banyak dinding departemen dan fungsi atau benteng berbagai proses bisnis, sistem informasi dan sumberdaya informasi. Sehingga menghasilkan struktur organisasi, tanggung jawab manajerial dan peran kerja yang lebih fleksibel. Akibatnya organisasi perusahaan dan tenaga kerja menjadi lebih lincah dan adaptif. Untuk dapat mengadopsi teknologis sistem ERP, suatu perusahaan tidak jarang harus menyediakan dana dari ratusan juta hingga milyaran rupiah. Dana sebesar itu harus disediakan untuk investasi paket software aplikasi ERP, hardware berupa server dan desktop, database dan operating sistem software, high performance network, hingga biaya konsultasi untuk implementasi. Meskipun dihalangi oleh biaya investasi yang besar, banyak perusahaan di dunia dan tidak terkecuali di Indonesia, berlomba-lomba untuk mengadopsi sistem informasi ini, karena paket software ERP yang diimplementasikan secara baik akan menghasilkan return terhadap investasi yang layak dan dalam waktu cepat. Pemanfaatan ERP dalam suatu perusahaan dapat mengalami kegagalan. Menurut OBrien kegagalan ERP dapat diakibatkan oleh (1). Manajer bisnis dan ahli IT meremehkan

kerumitan perencanaan, pengembangan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi sistem ERP yang akan diaplikasikan; (2). Perusahaan gagal melibatkan karyawan yang seharusnya berperan dalam tahap perencanaan dan pengembangan penggunaan ERP; (3). Pelatihan yang tidak memadai dalam berbagai tugas baru yang dibutuhkan oleh sistem ERP; (4). Kegagalan dalam konversi data dan pengujian yang cukup atas data; (5). Perusahaan terlalu mempercayai penjual software ERP atau konsultan ERP sehingga menjadi kurang kritis terhadap informasi yang diberikan. 8

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1

Gambaran Umum Perusahaan PT. Sinar Sosro adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dibidang

agribisnis. PT. Sinar Sosro berdiri pada tahun 1974, PT SINAR SOSRO merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Dasar atau Filosofi PT. Sinar Sosro adalah Niat Baik yang di jabarkan dalam 3K dan RL yakni : Peduli terhadap kualitas, peduli terhadap keamanan, peduli terhadap kesehatan, serta ramah lingkungan. 3.2 Penggunaan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro PT. Sinar Sosro menggunakan SAP sebagai ERP program. SAP yang dikenal pada saat ini adalah sistem R/3-nya yang sudah teruji oleh perusahaan-perusahaan dunia dalam menjalankan bisnisnya, yang lebih dikenal dengan SAP R/3. Berikut ruang lingkup sistem ERP pada SAP :

Gambar 5. Systems Application and Products in Data Processing R/3 Sistem ini menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan. Sistem ini membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia. Fungsi SAP tersebut diantaranya : (1) mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik, (2) menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, (3) penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk, menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan. Keuntungan yg bisa diukur antara lain, penurunan inventori, penurunan tenaga 9

kerja secara total, peningkatan service level, peningkatan kontrol keuangan, dan penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi. Salah satu program yang digunakan oleh bagian human resource untuk seluruh karyawan adalah absensi online dengan menggunakan fingerscan yang digunakan sebagai basis pengganjian, perhitungan cuti dan benefit lainnya yang berkaitan dengan absensi. Selain itu fungsi utama dari program ini adalah perhitungan penggajian, jamsostek dan asuransi. Kebijakan intranet di PT. Sinar Sosro mencakup aplikasi penggunaan intranet di dalam perusahaan, dimana aplikasinya dapat dilihat dalam dua aspek sebagai berikut: 1. Komunikasi dan Kolaborasi Intranet yang dikembangkan di PT. Sinar Sosro memungkinkan terjadinya electronic collaboration system diantara pengguna intranet sehingga memungkinkan karyawan dapat menggunakan PC atau NC workstation untuk mengirim dan menerima e-mail serta fax. Dengan demikian, penggunaan intranet membuat komunikasi di perusahaan menjadi lebih efektif sehingga bisa memungkinkan terjadinya transfer knowledge antar karyawan. Dari sisi biaya, penggunaan intranet untuk komunikasi juga membuat biaya yang dikeluarkan perusahaan menjadi lebih kecil. 2. Operasi Bisnis dan Manajemen Kebijakan intranet di PT. Sinar Sosro dikembangkan lebih jauh lagi sehingga bisa mendukung operasi bisnis dan manajemen perusahaan. Dukungan tersebut dimungkinkan karena perusahaan mengembangkan aplikasi bisnis berupa order processing application, sales management dan supply chain management. Dengan demikan, intranet di PT. Sinar Sosro bukan hanya sebagai media komunikasi dan kolaborasi akan tetapi juga sebagai alat yang membantu pengambilan keputusan. 3.3 Manfaat Penggunaan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro Melihat benefit yang akan didapatkan dengan mengimplementasikan sistem ERP dalam manajemen sumber daya dan juga kapabilitasnya untuk diterapkan di berbagai tipe perusahaan, termasuk diantaranya PT. Sinar Sosro. Bentuk efisiensi setelah melakukan komputerisasi dengan pendekatan ERP. Pada awal kemunculanya PT. Sinar Sosro sudah merancang untuk mengintegrasikan sistem komputernya sejak tahun 1999. Semula ada dua jaringan komputer terpisah, yakni jaringan komputer unit produksi, dan jaringan komputer unit distribusi. Dua jaringan tersebut terpisah karena pada mulanya keduanya adalah unit bisnis yang memang terpisah. IT kedua unit itu sudah dimerger sejak sebelum kedua unit usaha tersebut demerger. 10

Saat ini PT. Sinar Sosro, sedang menangani proses integrasi jaringan komputer seluruh unit kerja perusahaan itu. PT. Sinar Sosro mempunyai delapan pabrik sembilan kantor cabang besar dan lebih dari seratus stockist, sehingga perlu mengintegrasikan komputer yang tersebar di sekitar 140 tempat yang berbeda. Dalam waktu dekat, seluruh 140 unit kerja itu sudah akan tergabung dalam satu sistem yang terintegrasi menggunakan database dan aplikasi yang disediakan oleh SAP. Meskipun proses integrasi antara unit produksi dengan unit distribusi belum sepenuhnya tuntas, namun manajemen sudah mendapatkan banyak sekali manfaat dari sistem online yang sudah berhasil dicapai di masing-masing jalur. Ketika awal kemunculanya PT. Sinar Sosro, perlu waktu yang sangat lama untuk mendapatkan berbagai data terbaru perusahaan, misalnya data produksi, data stock barang atau data penjualan. Kelambatan itu terjadi karena seluruh proses pengumpulan data dilakukan secara manual. Di pabrik dilakukan data entry, kemudian data direkap dan dikirim melalui fax, dan di kantor pusat dilakukan konsolidasi setelah dilakukan data entry lagi. Tetapi dengan sistem online semuanya berubah. Hari ini kantor pusat sudah bisa mendapatkan data penjualan, data produksi, sampai dengan stock barang per kemarin. Hal itu bisa terjadi karena hanya diperlukan satu kali proses input data, dan seluruh proses konsolidasi dilakukan oleh komputer. Penggunaan ERP telah mendongkrak efisiensi perusahaan secara signifikan.

Kesalahan manusia (human error) dalam proses konsolidasi data kini bisa diabaikan. Jumlah tenaga kerja sudah bisa dikurangi, dan kini sejumlah staf sudah dialihkan untuk bidang kerja yang lain. Walaupun belum bisa paperless, tetapi pasti sudah less paper dalam manajemen perusahaan. Karena penyebaran unit kerja PT. Sinar Sosro yang sedemikian luas, diperlukan satu sistem jaringan yang sangat luas (wide area network, WAN), dan untuk itu diperlukan layanan pihak ketiga untuk menyediakan layanan komunikasi data untuk tujuan tersebut. A. Tujuan Pengguanaan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro Tujuan dari penggunaan ERP bagi PT. Sinar Sosro adalah : 1. Mengantisipasi pertumbuhan perusahaan yang terus berkembang. 2. Menyajikan data yang konsisten dan akurat sehingga meningkatkan visibilitas bisnis. dan kemudahan dalam pengambilan keputusan. 3. Mengintegrasikan informasi diantara kantor dalam jaringan PT. Sinar Sosro 4. Mempermudah dalam fungsi akuntasi perusahaan. 5. Memperkecil human error dalam proses konsilidasi.

11

B.

Manfaat Pengguanaan Enterprise Resource Planning Pada PT. Sinar Sosro Manfaat yang diperoleh dari penggunaan ERP bagi PT. Sinar Sosro adalah : 1. Meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis misalnya dalam fungsi akuntansi yaitu mempermudah dalam tutup buku. 2. Mempermudah pengambilan keputusan bisnis, dikarenakan data yang selalu terupdate, akurat dan konsisten. 3. Efisiensi penggunaan jumlah pegawai. 4. Mempermudah kontrol perusahaan. 5. Penyeragaman kebijakan diantara semua unit bisnis perusahaan.

12

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1

Kesimpulan PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan agribisnis di Indonesia yang

menggunakan SAP sebagai ERP program. Sistem ini menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan. Sistem ini membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia Tujuan dari penggunaan ERP pada PT. Sinar Sosro, seperti : mengantisipasi pertumbuhan perusahaan yang terus

berkembang, menyajikan data yang konsisten dan akurat sehingga meningkatkan visibilitas bisnis. dan kemudahan dalam pengambilan keputusan, mengintegrasikan informasi diantara kantor dalam jaringan PT. Sinar Sosro, mempermudah dalam fungsi akuntasi perusahaan, serta memperkecil human error dalam proses konsilidasi Sedangkan pengunaan ERP pada PT. Sinar Sosro dapat memberikan manfaat yang lebih bagi perusahaan, seperti meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis misalnya dalam fungsi akuntansi yaitu mempermudah dalam tutup buku, mempermudah pengambilan keputusan bisnis, dikarenakan data yang selalu terupdate, akurat dan konsisten, efisiensi penggunaan jumlah pegawai, mempermudah kontrol perusahaan, dan penyeragaman kebijakan diantara semua unit bisnis perusahaan. 4.2 Saran Saran yang dapat diberikan dalam penulisan makalah ini adalah : Untuk melakukan penerapan ini perlu dilakukan proses uji kelayakan dari penerapan proyek ERP ini. Karena di atas sudah dibahas bahwa untuk menerapkan system ERP ini diperlukan dana yang tidak sedikit. Tujuan dari penerapan ERP dan dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu adalah sebagai berikut, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1. Aspek kelayakan ekonomi. 2. Aspek kelayakan teknis atau system 3. Aspek kelayakan organisasi atau sumber daya manusia 4. Aspek kelayakan jadwal proyek

13

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Apa itu ERP (Enterprise Resource Planning). http://www.midassolusi.com/knowledge-space,en,detail,64,apa-itu-erp-%28enterprise-resourceplanning%29. Diakses pada 18 September 2012. Ernita, Halida dan Wisnu Ananta Kusuma. Pengembangan Enterprises Resource Planning untuk Perusahaan Ritel: Makalah pada Seminar Nasional Informatika 2008. http://repository.upnyk.ac.id/37/1/19_Pengembangan_Enterprise_Resource_Planning _%28ERP%29_Untuk_Perusahaan_Ritel.pdf. Diakses pada 18 September 2012. OBrien, James A. 2005. Pengantar Sistem Informasi: Perspektif Bisnis dan Manajerial. Penerbit Salemba. Utama, Agung. Upaya Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Perusahaan dalam Era Persaingan Global Melalui Aliansi Strategis. Dimuat pada Kajian Bisnis No.30 September-Desember 2003.http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Agung%20Utama,%20SE.,%2 0M.Si./UPAYA%20MENINGKATKAN%20KEUNGGULAN%20KOMPETITIF.pd f. Diakses pada 15 Maret 2012.

14