Fosfatase Alkali Posted by Riswanto on Saturday, December 26, 2009 Labels: Tes Kimia Darah Fosfatase alkali (alkaline phosphatase

, ALP) merupakan enzim yang diproduksi terutama oleh epitel hati dan osteoblast (sel-sel pembentuk tulang baru); enzim ini juga berasal dari usus, tubulus proksimalis ginjal, plasenta dan kelenjar susu yang sedang membuat air susu. Fosfatase alkali disekresi melalui saluran empedu. Meningkat dalam serum apabila ada hambatan pada saluran empedu (kolestasis). Tes ALP terutama digunakan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati (hepatobiliar) atau tulang.

Pada orang dewasa sebagian besar dari kadar ALP berasal dari hati, sedangkan pada anak-anak sebagian besar berasal dari tulang. Jika terjadi kerusakan ringan pada sel hati, mungkin kadar ALP agak naik, tetapi peningkatan yang jelas terlihat pada penyakit hati akut. Begitu fase akut terlampaui, kadar serum akan segera menurun, sementara kadar bilirubin tetap meningkat. Peningkatan kadar ALP juga ditemukan pada beberapa kasus keganasan (tulang, prostat, payudara) dengan metastase dan kadang-kadang keganasan pada hati atau tulang tanpa matastase (isoenzim Regan). Kadar ALP dapat mencapai nilai sangat tinggi (hingga 20 x lipat nilai normal) pada sirosis biliar primer, pada kondisi yang disertai struktur hati yang kacau dan pada penyakit-penyakit radang, regenerasi, dan obstruksi saluran empedu intrahepatik. Peningkatan kadar sampai 10 x lipat dapat dijumpai pada obstruksi saluran empedu ekstrahepatik (misalnya oleh batu) meskipun obstruksi hanya sebagian. Sedangkan peningkatan sampai 3 x lipat dapat dijumpai pada penyakit hati oleh alcohol, hepatitis kronik aktif, dan hepatitis oleh virus. Pada kelainan tulang, kadar ALP meningkat karena peningkatan aktifitas osteoblastik (pembentukan sel tulang) yang abnormal, misalnya pada penyakit Paget. Jika ditemukan kadar ALP yang tinggi pada anak, baik sebelum maupun sesudah pubertas, hal ini adalah normal karena pertumbuhan tulang (fisiologis). Elektroforesis bisa digunakan untuk membedakan ALP hepar atau tulang. Isoenzim ALP digunakan untuk membedakan penyakit hati dan tulang; ALP1 menandakan penyakit hati dan ALP2

fenotiazin. metildopa (Aldomet). ALP2 : 20 – 120 U/L. kehamilan trimester akhir. ALP1 : 20 – 130 U/L. Masalah Klinis  PENINGKATAN KADAR : obstruksi empedu (ikterik). alopurinol. indometasin (Indocin). kanker hati. oksasilin. linkomisin. payudara. penyakit Paget. beberapa kontrasepsi oral. osteitis deforman. fotometer/spektrofotometer) manual atau dengan analizer kimia otomatis. obat penenang. antibiotic (eritromisin. asam para-aminosalisilat. Anak berusia lebih tua (13 – 18 th) : 50 – 230 U/L. leusine aminopeptidase (LAP) dan gamma-GT. myeloma multiple.menandakan penyakit tulang. kanker (tulang. penisilin). tolbutamid. penyembuhan fraktur. Pengaruh obat : albumin IV. isoniazid. Nilai Rujukan  DEWASA : 42 – 136 U/L. karena itu GGT sering digunakan untuk menilai perubahan dalam hati oleh alcohol daripada untuk pengamatan penyakit obstruksi saluran empedu. ulkus. maka dipakai pengukuran enzim-enzim yang tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan pertumbuhan tulang. Elektroforesis isoenzim ALP dilakukan untuk membedakan ALP hati dan tulang. hepatitis.Lansia : agak lebih tinggi dari dewasa  ANAK-ANAK : Bayi dan anak (usia 0 – 20 th) : 40 – 115 U/L). Metode pengukuran kadar ALP umumnya adalah kolorimetri dengan menggunakan alat (mis. Jika gambaran klinis tisak cukup jelas untuk membedakan ALP hati dari isoenzimisoenzim lain. osteomalasia. . arthritis rheumatoid (aktif). hiperparatiroidisme. Enzim-enzim itu adalah : 5’nukleotidase (5’NT). Bahan pemeriksaan yang digunakan berupa serum atau plasma heparin. sirosis sel hati. prostat). leukemia. kolkisin. prokainamid. Kadar GGT dipengaruhi oleh pemakaian alcohol.

Latu. EGC. Griffin Press Ltd. http://labkesehatan. EGC. 2007. EGC. 2. isufisiensi plasenta.blogspot. R. Andrianto. 3. hipofosfatasia. alih bahasa : Siti B. Netley. fluoride. Edisi 9. 2008. Kehamilan trimester akhir sampai 3 minggu setelah melahirkan dapat meningkatkan kadar ALP. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik.S. anemia pernisiosa. alih bahasa : P. Edisi 9. 1989. Widmann. propanolol (Inderal) Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :    Sampel hemolisis. J. Tafsiran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinik.N. 5. Pengaruh obat-obatan tertentu (lihat pengaruh obat). Edisi 4. J. Frances K. Karisma Publishing Group.   Bahan bacaan : 1. Pengaruh obat : oksalat. Pemberian albumin IV dapat meningkatkan kadar ALP 5-10 kali dari nilai normalnya. Kapita Selekta Patologi Klinik.com/2009/12/fosfatase-alkali. Usia pasien (mis.. D. The Royal College of Pathologists of Australasia. Usia muda dan tua dapat meningkatkan kadar ALP). Kosasih & A. Tangerang.html Fungsi Hati . Manual of Use and Interpretation of Pathology Tests. 1990. Joyce LeFever Kee. 1990. malnutrisi.N. Gunawan. Kresno. PENURUNAN KADAR : hipotiroidisme. South Australia. Gandasoebrata. sariawan/skorbut (kekurangan vit C). Kosasih. Edisi 2. Jakarta. Baron. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium. 4. E.

pemeriksaan massa prothrombin (PT) dan International Normalised Ratio (INR).Hati pada manusia memiliki fungsi yang banyak. Alkaline phosphatase (ALP). mengatur kerja empedu. Pada penderita hepatitis. Gamma glutamyl transferase (GGT atau Gamma GT). Namun. Pemeriksaan Fungsi Hati Pemeriksaanterhadap fungsi hati secara umum meliputi Alanine aminotransferase (ALT). memerangi infeksi. menghasilkan enzim dan protein yang berguna untuk berbagai proses dalam tubuh seperti dalam proses pembekuan darah dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak. nilai ALT 20-50 kali lebih tinggi dibanding pada orang yang normal. Pemeriksaan dini terhadap fungsi hati dapat menyelamatkan hati agar dapat tetap menjalankan fungsinya. bertujuan untuk mengetahui apakah ada sumbatan pada saluran empedu. Bilirubin. Fungsihati biasanya tetap akan berfungsi dengan baik tanpa dipengaruhi faktor umur. asam amino dan kadar gula dalam darah. bukan karena faktor lain. bertujuan sebagai indikator untuk para pengguna alkohol. Alkaline phosphatase (ALP) Pemeriksaan Alkaline phosphatase (ALP). perlemakan hati dan virus hepatitis yang menyerang hati. Hasil yang ingin diketahui dari pemeriksaan yang telah disebutkan sebelumnya adalah: Alanine aminotransferase (ALT) dan Aspartarte aminotransferase (AST) Pemeriksaan Alanine aminotransferase (ALT) dan Aspartarte aminotransferase (AST) bertujuan untuk mengetahui inflamasi yang terjadi dalam tubuh. lebih dari 500 fungsi hati. Angka yang tinggi biasanya menjadi indikasi adanya gangguan hati. Beberapa fungsi hati yang penting antara lain menetralisir racun dalam tubuh sebagai organ yang mengontrol lemak. memproses makanan yang sudah selesai dicerna oleh usus halus. Bilirubin . Nilai AST yang tinggi menunjukkan adanya gangguan otot pada salah satu bagian tubuh. Masing-masing pemeriksaan tersebut menjadi petunjuk untuk mengetahui apakah ada masalah pada fungsi hati atau tidak. Albumin. Aspartarte aminotransferase (AST). beberapa “musuh” yang dapat merusak hati antara lain karena konsumsi alkohol yang berlebihan. Pemeriksaan GGT ini biasa dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan ALP untuk meyakinkan bahwa kenaikan angka pada ALP disebabkan karena adanya masalah pada hati. Gamma glutamyl transferase (GGT atau Gamma GT) Pemeriksaan Gamma glutamyl transferase (GGT atau Gamma GT).

Misalnya.Pemeriksaan Bilirubin. bertujuan untuk mengetahui kadar “penyakit kuning” karena gangguan pada hati. Peningkatan angka menunjukkan penyakit kronik menjadi semakin buruk. http://www. Pada penderita kanker bilier. pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah CA 19-9 dan CEA. Enzim ini juga berasal dari usus.artikelbagus.com/2012/06/pemeriksaan-fungsi-hati-manusia. penurunan albumin juga bisa disebabkan karena kekurangan protein. plasenta dan kelenjar susu yang sedang membuat air susu. Meningkat dalam serum apabila ada hambatan pada saluran empedu (kolestasis). Hindari sakit hati dengan melakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum terlambat. bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar albumin yang biasa terjadi pada penyakit hati kronik. Jika terjadi kerusakan ringan pada sel hati.html BAB II TINJAUAN PUSTKA Fosfatase alkali (alkaline phosphatase. Massa Prothrombin (PT) dan International Normalised Ratio (INR) Pemeriksaan Massa Prothrombin (PT) dan International Normalised Ratio (INR). Kenaikan nilai AFP menunjukkan tingkat parahnya kanker hati yang diderita. Fosfatase alkali disekresi melalui saluran empedu. bertujuan sebagai indikasi apakah penyakit hati semakin buruk atau tidak. Tetapi. sedangkan pada anak-anak sebagian besar berasal dari tulang. . Pada orang dewasa sebagian besar dari kadar ALP berasal dari hati. sedangkan penurunan nilai AFP menujukkan menjinaknya kanker karena pengobatan yang berhasil. Tes ALP terutama digunakan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati (hepatobiliar) atau tulang. tubulus proksimalis ginjal. Pemeriksaan hati yang rutin sangat baik untuk memastikan agar organ ini dapat terus bekerja secara maksimal. pemeriksaan kadar protein dalam darah yang disebut Alpha fetoprotein (AFP). Albumin Pemeriksaan Albumin. maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Angka yang tinggi menggambarkan bahwa pasien mengalami gangguan tersebut yang biasa ditandai dengan mata dan kulit yang menjadi kuning. Pemeriksaan ini sangat penting pada penderita kanker untuk memantau efektivitas pengobatan yang sedang dilakukan. ALP) merupakan enzim yang diproduksi terutama oleh epitel hati dan osteoblast (sel-sel pembentuk tulang baru). Jika ada kecurigaan penderita mengalami kanker hati.

pada kondisi yang disertai struktur hati yang kacau dan pada penyakitpenyakit radang. kanker hati. dan hepatitis oleh virus. sementara kadar bilirubin tetap meningkat. penyakit Paget. payudara) dengan metastase dan kadang-kadang keganasan pada hati atau tulang tanpa matastase (isoenzim Regan). Isoenzim ALP digunakan untuk membedakan penyakit hati dan tulang. Elektroforesis isoenzim ALP dilakukan untuk membedakan ALP hati dan tulang. Peningkatan kadar ALP juga ditemukan pada beberapa kasus keganasan (tulang. leukemia. kadar ALP meningkat karena peningkatan aktifitas osteoblastik (pembentukan sel tulang) yang abnormal. karena itu GGT sering digunakan untuk menilai perubahan dalam hati oleh alcohol daripada untuk pengamatan penyakit obstruksi saluran empedu. regenerasi. misalnya pada penyakit Paget. Bahan pemeriksaan yang digunakan berupa serum atau plasma heparin. prostat). payudara. hiperparatiroidisme. Peningkatan kadar sampai 10 x lipat dapat dijumpai pada obstruksi saluran empedu ekstrahepatik (misalnya oleh batu) meskipun obstruksi hanya sebagian.mungkin kadar ALP agak naik. Masalah Klinis : 1. Jika ditemukan kadar ALP yang tinggi pada anak. sirosis sel hati. hal ini adalah normal karena pertumbuhan tulang (fisiologis). hepatitis kronik aktif. Sedangkan peningkatan sampai 3 x lipat dapat dijumpai pada penyakit hati oleh alcohol. Enzim-enzim itu adalah 5’nukleotidase (5’NT). kanker (tulang. leusine aminopeptidase (LAP) dan gamma-GT. Kadar ALP dapat mencapai nilai sangat tinggi (hingga 20 x lipat nilai normal) pada sirosis biliar primer. osteitis . tetapi peningkatan yang jelas terlihat pada penyakit hati akut. maka dipakai pengukuran enzim-enzim yang tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan pertumbuhan tulang. baik sebelum maupun sesudah pubertas. ALP1 menandakan penyakit hati dan ALP2 menandakan penyakit tulang. Jika gambaran klinis tidak cukup jelas untuk membedakan ALP hati dari isoenzimisoenzim lain. Kadar GGT dipengaruhi oleh pemakaian alkohol. Elektroforesis bisa digunakan untuk membedakan ALP hepar atau tulang. hepatitis. kadar serum akan segera menurun. Pada kelainan tulang. Begitu fase akut terlampaui. PENINGKATAN KADAR : obstruksi empedu (ikterik). dan obstruksi saluran empedu intrahepatik. Metode pengukuran kadar ALP umumnya adalah kolorimetri dengan menggunakan alat (misalnya fotometer/spektrofotometer) manual atau dengan analizer kimia otomatis. prostat.

BAB III METODE KERJA A. Tabung reaksi Rak tabung Mikropipet Yellow tip Blue tip Photometer/Microlab 300 B. Pengaruh obat-obatan tertentu (lihat pengaruh obat). Pemberian albumin IV dapat meningkatkan kadar ALP 5-10 kali dari nilai normalnya. 5. 5. Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : 1. Sampel hemolisis.deforman. Kehamilan trimester akhir sampai 3 minggu setelah melahirkan dapat meningkatkan kadar ALP. 4. 3. fenotiazin. propanolol (Inderal). oksasilin. sariawan/skorbut (kekurangan vit C). arthritis rheumatoid (aktif). hipofosfatasia. osteomalasia. antibiotic (eritromisin. alopurinol. prokainamid. anemia pernisiosa. 4. 6. kehamilan trimester akhir. Usia pasien (mis. penyembuhan fraktur. 3. Usia muda dan tua dapat meningkatkan kadar ALP). penisilin). Alat Alat – alat yang digunakan : 1. isufisiensi plasenta. PENURUNAN KADAR : hipotiroidisme. 2. indometasin (Indocin). Pengaruh obat : oksalat. ulkus. tolbutamid. fluoride. beberapa kontrasepsi oral. isoniazid. 2. Bahan . asam para-aminosalisilat. 2. Pengaruh obat : albumin IV. myeloma multiple. kolkisin. malnutrisi. metildopa (Aldomet). obat penenang. linkomisin.

yaitu : 1. ( R1 + R2 ) Test 1. Reagensia R1 : Diethanolamine 1. inkubasi 1 menit pada suhu 370C.000 µl 20 µl b. a. 1.51 mmol/l 2. Hasil diukur pada Mikrolab 300.Bahan – bahan yang digunakan. 2. Nilai Normal : Jenis Kelamin Pria 30oC 30 – 90 IU/L 37oC 5 – 25 IU/L . a) Prosedur Kerja Pembuatan monoreagent : Reagent Start Monoreagent Reagen 1 Reagen 2 Tabung 1.02 mol/l pH 9.8 Magnesium klorida 0. Serum pasien Tissue C.600 µl 400 µl Campur selama ± 1 menit b) Sample Start Bahan Monoreagent Sampel Aquadest Campur. R2 : p-nitrofenilfosfat 10 mmol/l D.

menilai dan memantau penyakit atau kerusakan hati. Saran Saran yang dapat diberikan. yaitu diharapkan untuk segera melengkapi reagen yang akan digunakan agar praktikum dapat dilakukan. Tes fungsi hati umumnya digunakan untuk membantu mendeteksi. sebab ketidak-tersediaannya reagen yang akan digunakan pada pemeriksaan ini. Pada praktikum ini tidak ditemukan hasil pemeriksaan sebab tidak dilakukan praktikum. B. . Latar Belakang Tes fungsi hati atau lebih dikenal dengan liver panel atau liver function testadalah sekelompok tes darah yang mengukur enzim atau protein tertentu di dalam darah anda. BAB I PENDAHULUAN A. Kesimpulan Pemeriksaan ALP merupakan salah satu pemeriksaan yang bertujuan untuk mendiagnosa adanya kelainan pada fungsi hati dan tulang.Wanita 45 – 132 IU/L 8 – 18 IU/L BAB IV PENUTUP A.

Pada saat ini banyak test faal hati yang dapat di lakukan. dan dapat memberikan informasi tentang kesanggupan hati mengangkut empedu secara umum disamping memberikan informasi tentang kesanggupan untuk mengkonjugasi bilirubin dan diekskresikan ke empedu. kecuali tes dilakukan bersamaan dengan tes lain yang mungkin memerlukan persiapan khusus. Membedakan diagnostik ikterus dan memonitor progresifitasnya.Biasanya jika untuk memantau kondisi hati. . tidak diperlukan persiapan khusus. ketika Anda memiliki penyakit hati. Hati merupakan salah satu organ yang paling besar dalam tubuh manusia. Hati memetabolisme dan mendetoksifikasi obat-obatan dan unsur-unsur yang berbahaya bagi tubuh. dialirkan melalui saluran langsung ke usus halus untuk membantu mencerna lemak atau ke kandung empedu untuk disimpan dan digunakan untuk keperluan kemudian. atau muncul gejala-gejala tertentu seperti jaundice(ikterus). dalam. Untuk tes ini diperlukan contoh darah yang diambil dari pembuluh balik (vena) umumnya pada lengan pasien. Pemeriksaaan bilirubin dalam serum dapat menggambarkan faal sekresi hati. salah satu test faal hati adalah pemeriksaan kadar bilirubin dalam serum. protein dan enzim pembekuan darah. Berlokasi di abdomen (perut) bagian atas kanan dan di balik rusuk-rusuk bagian bawah. Dan sebelum tes dilakukan. Atau dilakukan juga ketika Anda memiliki risiko perlukaan hati. Ia juga menghasilkan faktor-faktor. tes ini dilakukan secara berkala. Empedu. Pelayanan pemeriksaan laboratorium klinik biasanya di lakukan sesuai dengan permintaan dokter sehubungan dengan gejala klinis dari penderita. Pemeriksaan bilirubin direct dan indirect digunakan untuk menentukan lokasi gangguan aliran darah (apakah berada di lokasi sebelum. B. 1. serta menyimpan vitamin dan mineral. Pemeriksaan laboratorium klinik merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam membantu diagnosis suatu penyakit. 2. suatu cairan yang dibentuk oleh hati. Tujuan Mengevaluasi fungsi hepatobilier dan eritropoitik (gangguan hemolitik transfuse darah). membantu keseimbangan hormon. atau sesudah organ hati).

1. 2. D.blogspot. 4. http://sovasilinzuensik. Intensitas warna yang terjadi sesuai dengan konsentrasi bilirubin yang diukur denan photometer. Membedakan diagnosis obstruksi bilier (bilirubin direct) dan anemia hemolitik (bilirubin indirect). 5. Prinsip Bilirubin bereaksi dengan 4 – sulfobenzehediazonium chloride membentuk senyawa berwarna merah (azobilirubin). Untuk membedakan dan menentukan apakah bayi perlu transfusi atau fototerapi karena meningginya ankonjugated. Manfaat Untuk mendiagnosa adanya kelainan pada fungsi hati.com/2012/07/laporan-praktikum-kimia-klinik. Untuk membantu mendiagnosa penyakit hepar. Bilirubin + diazonium + ion → azobilirubin. Mengetahui kadar Bilirubin di dalam serum darah. C.html .3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful