P. 1
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

|Views: 9|Likes:
Published by Yessi Perlitasari
interna
interna

More info:

Published by: Yessi Perlitasari on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2014

pdf

text

original

TUGAS LAPORAN KASUS KECIL

ANEMIA APLASTIK

Oleh: YESSI PERLITASARI G0007173

Pembimbing,

dr. Supriyanto Muktiatmodjo, SpPD.

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA 2011

Definisi Anemia Aplastik Anemia aplastik adalah suatu sindroma kegagalan sumsum tulang yang ditandai dengan pansitopenia perifer dan hipoplasia sumsum tulang. ditemukan pada kira-kira 50% kasus. Konstitusional : adanya kelainan DNA yang dapat diturunkan. granulositopenia. Klasifikasi berdasarkan tingkat keparahan atau prognosis Anemia aplastik berat . Klasifikasi menurut kausa2 : a. Pada anemia aplastik terjadi penurunan produksi sel darah dari sumsum tulang sehingga menyebabkan retikulositopenia. c.A.000/ul retikulosit < 60. Klasifikasi Anemia Aplastik Anemia aplastik umumnya diklasifikasikan sebagai berikut : A.Seluraritas sumsum tulang <25% atau 25-50% dengan <30% sel hematopoietik residu. Sekunder : bila kausanya diketahui. monositopenia dan trombositopenia.000/ul Sama seperti anemia aplastik berat kecuali netrofil < 200/ul Anemia aplastik tidak berat Pasien yang tidak memenuhi kriteria anemia aplastik berat atau sangat berat. dengan sumsum tulang yang hiposelular dan memenuhi dua dari tiga kriteria berikut :    netrofil < 150/ul trombosit < 10. b.000/u. anemia.Dua dari tiga kriteria berikut :    Anemia aplastik sangat berat netrofil < 500/ul trombosit < 20. Idiopatik : bila kausanya tidak diketahui. B. misalnya anemia Fanconi B. dan . hemoglobin < 10 g/dl .

Gejala dan Pemeriksaan Fisis Anemia Aplastik Pada anemia aplastik terdapat pansitopenia sehingga keluhan dan gejala yang timbul adalah akibat dari pansitopenia tersebut. non-B. Pengurangan .C. palpitasi cordis. non-C. Anemia aplastik dapat juga terkait dengan infeksi virus dan dengan penyakit lain Anemia Aplastik yang Didapat (Acquired Aplastic Anemia) Anemia aplastik sekunder Radiasi Bahan-bahan kimia dan obat-obatan Efek regular Bahan-bahan sitotoksik Benzene Reaksi Idiosinkratik Kloramfenikol NSAID Anti epileptik Emas Bahan-bahan kimia dan obat-obat lainya Virus Virus Epstein-Barr (mononukleosis infeksiosa) Virus Hepatitis (hepatitis non-A. takikardi. kebanyakan pasien penyebabnya adalah idiopatik. pucat dan lain-lain. Akan tetapi. non-G) Parvovirus (krisis aplastik sementara. Etiologi Anemia Aplastik Anemi aplastik sering diakibatkan oleh radiasi dan paparan bahan kimia. dyspnoe d’effort. yang berarti penyebabnya tidak diketahui. Seckel) D. pure red cell aplasia) Human immunodeficiency virus (sindroma immunodefisiensi yang didapat) Penyakit-penyakit Imun Eosinofilik fasciitis Hipoimunoglobulinemia Timoma dan carcinoma timus Penyakit graft-versus-host pada imunodefisiensi Paroksismal nokturnal hemoglobinuria Kehamilan Idiopathic aplastic anemia Anemia Aplatik yang diturunkan (Inherited Aplastic Anemia) Anemia Fanconi Diskeratosis kongenita Sindrom Shwachman-Diamond Disgenesis reticular Amegakariositik trombositopenia Anemia aplastik familial Preleukemia (monosomi 7. dan lain-lain. Hipoplasia eritropoietik akan menimbulkan anemia dimana timbul gejala-gejala anemia antara lain lemah. Dubowitz.) Sindroma nonhematologi (Down.

Jumlah trombosit berkurang secara kuantitias sedang secara kualitas normal. Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan laboratorium a. gejala awal dari anemia aplastik yang sering dikeluhkan adalah anemia atau pendarahan. Pada pasien seperti ini. Jumlah neutrofil kurang dari 500/mm3 dan trombosit kurang dari 20.7 Pada kebanyakan pasien. Anemia yang terjadi bersifat normokrom normositer. Pemeriksaan Darah Pada stadium awal penyakit. Trombositopenia tentu dapat mengakibatkan pendarahan di kulit. walaupun demam atau infeksi kadang-kadang juga dikeluhkan. anisositosis.000/mm3 menandakan anemia aplastik berat. Jumlah neutrofil kurang dari 200/mm3 menandakan anemia aplastik sangat berat. Pada beberapa keadaan. selaput lendir atau pendarahan di organ-organ. Pemeriksaan hitung jenis sel darah putih menunjukkan penurunan jumlah neutrofil dan monosit. dan poikilositosis.elemen lekopoisis menyebabkan granulositopenia yang akan menyebabkan penderita menjadi peka terhadap infeksi sehingga mengakibatkan keluhan dan gejala infeksi baik bersifat lokal maupun bersifat sistemik. leukosit atau trombosit bukan merupakan gambaran klasik anemia aplastik yang didapat (acquired aplastic anemia). tidak disertai dengan tanda-tanda regenerasi. lini produksi sel darah lain juga akan berkurang dalam beberapa hari sampai beberapa minggu sehingga . lemah badan dan pusing merupakan keluhan yang paling sering dikemukakan. Limfositosis relatif terdapat pada lebih dari 75% kasus. Kadangkadang pula dapat ditemukan makrositosis. Adanya eritrosit muda atau leukosit muda dalam darah tepi menandakan bukan anemia aplastik. Anemia aplastik mungkin asimtomatik dan ditemukan pada pemeriksaan rutin Keluhan yang dapat ditemukan sangat bervariasi. pada mulanya hanya produksi satu jenis sel yang berkurang sehingga diagnosisnya menjadi red sel aplasia atau amegakariositik trombositopenia. Pendarahan. pansitopenia tidak selalu ditemukan. Jumlah granulosit ditemukan rendah. Perubahan kualitatif morfologi yang signifikan dari eritrosit. E.

akan tetapi megakariosit rendah. b.diagnosis anemia aplastik dapat ditegakkan. International Aplastic Study Group mendefinisikan anemia aplastik berat bila selularitas sumsum tulang kurang dari 25% atau kurang dari 50% dengan kurang dari 30% sel hematopoiesis terlihat pada sumsum tulang. trombopoietin. Pemeriksaan sumsum tulang Aspirasi sumsum tulang biasanya mengandung sejumlah spikula dengan daerah yang kosong. Pada beberapa keadaan. termasuk erittropoietin. sel plasma. Suatu spesimen biopsi dianggap hiposeluler jika ditemukan kurang dari 30% sel pada individu berumur kurang dari 60 tahun atau jika kurang dari 20% pada individu yang berumur lebih dari 60 tahun. . Waktu pendarahan biasanya memanjang dan begitu juga dengan waktu pembekuan akibat adanya trombositopenia. Semua spesimen anemia aplastik ditemukan gambaran hiposelular. Aspirasi dapat memberikan kesan hiposelular akibat kesalahan teknis (misalnya terdilusi dengan darah perifer). Plasma darah biasanya mengandung growth factor hematopoiesis. Biopsi sumsum tulang dilakukan untuk penilaian selularitas baik secara kualitatif maupun kuantitatif. beberapa spikula dapat ditemukan normoseluler atau bahkan hiperseluler. Hemoglobin F meningkat pada anemia aplastik anak dan mungkin ditemukan pada anemia aplastik konstitusional. Pada kebanyakan kasus gambaran partikel yang ditemukan sewaktu aspirasi adalah hiposelular. Kadar Fe serum biasanya meningkat dan klirens Fe memanjang dengan penurunan inkorporasi Fe ke eritrosit yang bersirkulasi. atau dapat terlihat hiperseluler karena area fokal residual hematopoiesis sehingga aspirasi sumsum tulang ulangan dan biopsi dianjurkan untuk mengklarifikasi diagnosis. dipenuhi lemak dan relatif sedikit sel hematopoiesis. dan faktor yang menstimulasi koloni myeloid. makrofag dan sel mast mungkin menyolok dan hal ini lebih menunjukkan kekurangan sel-sel yang lain daripada menunjukkan peningkatan elemen-elemen ini. Limfosit. Laju endap darah biasanya meningkat.

2. Pada anemia aplastik ditemukan pansitopenia disertai sumsum tulang yang hiposeluler dan kaya akan sel lemak. Pansitopenia dan hiposelularitas sumsum tulang tersebut dapat bervariasi sehingga membuat derajat anemia aplastik . Survei skletelal khusunya berguna untuk sindrom kegagalan sumsum tulang yang diturunkan. karena banyak diantaranya memperlihatkan abnormalitas skeletal. F. Diagnosa Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan pemeriksaan darah dan dan pemeriksaan sumsum tulang. Pemeriksaan Radiologik Pemeriksaan radiologis umumnya tidak dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa anemia aplastik. Pada pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) memberikan gambaran yang khas yaitu ketidakhadiran elemen seluler dan digantikan oleh jaringan lemak.

cepat lelah.Etiologi : Faktor congenital. precursor granulosit. ekstremitas dingin Respon inflamasi tertekan Perdarahan Risiko infeksi Ekimosis.000/mm3) Sirkulasi oksigen ke jaringan menurun Agranulositosis Gangguan pembekuan darah Lemas. pucat. petechie Epistaksis Perdarahan saluran cerna Hematuria .10. Eritrosit dan trombosit Pansitopenia Anemia (Hb < 12-16 g/dl) Leukopenia (Leukosit <4500. faktor didapat Hipoplasia Depresi sumsum tulang Kegagalan sempurna dan ireversibel Penurunan jumlah sel dalam sumsum tulang Abnormalitas pada stem sel.000/mm3) Trombositopenia (platelet < 100.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->