You are on page 1of 14

I.

PENDAHULUAN

Beberapa obat-obatan telah digunakan secara luas untuk mengubah kadar lipoprotein dalam plasma. Mekanisme kerjanya terdiri dari : Modifikasi Modifikasi dari dari metabolisme sintesa lipoprotein lipoprotein intravaskuler

- Mengubah clearance dari lipoprotein ( lihat tabel 1).

Ketika jumlah asupan diet terbukti tidak memenuhi harapan, maka penggunaan obat-obatan tersebut di atas harus dipertimbangkan. Mekanisme kerja dan indikasi utama dari pemberian obat-obatan tersebut terdapat dalam Tabel 2. Dosis yang biasa diberikan untuk obat-obatan penurun lemak terdapat dalam Tabel 3.

Kombinasi

obat

penurun

lipid

digunakan

untuk

meningkatkan

efek

terapi

hiperkolesterolemia dan dislipidemia. Kombinasi obat ini terutama digunakan pada pasien yang resisten dengan monoterapi.Beberapa alasan kombinasi terapi adalah untuk mengoptimalkan penurunan LDL, VLDL dan membuat minimal efek samping obat dengan dosis rendah.

Tabel 1 : ( Dalam tabel 1 dibahas mengenai klasifikasi obat-obatan penurun lemak berdasarkan indikasi utama dan mekanisme kerja )

Tabel 2 Membahas mengenai mekanisme kerja dan indikasi utama obat-obat penurun lemak

Tabel 3 membahas tentang jenis dan dosis dari obat-obat penurun lemak .

fluvastatin. oleh karena itu obat-obatan tersebut paling banyak digunakan untuk menurunkan kadar lemak dalam darah. Hal ini disebabkan adanya serangkaian proses yang pada akhirnya mengakibatkan peningkatan kualitas reseptor LDL pada sel-sel hepatosit sehingga mempercepat pembersihan LDL dari dalam plasma. Dengan demikian lovastatin dan simvastatin dapat dipertimbangkan sebagai obat awal. dan cerivastatin ada dalam bentuk aktif. simvastatin. Fluvastatin. Sebagai satu kelompok. OBAT-OBAT TERAPI DISLIPIDEMI 1. atorvastatin. Beberapa - HMG-KoA obat dalam Reduktase golongan ini yang Inhibitor sering dipakai (Statins) ialah : Atorvastatin Cerivastatin Fluvastatin Lovastatin Simvastatin (Lipitor) (Baycol) (Lescol) (Mevacor) (Zocor). obat-obatan ini adalah yang paling mudah bertoleransi dan paling manjur untuk menurunkan kadar LDL. . dan cerivastatin terbuat dari bahan sintetik. dan pravastatin berasal dari jamur . Mekanisme kerja dan metabolisme obat Penghambat HMG-KoA reduktase bekerja dengan jalan menghambat 3-hydroxy-3methylglutaryl koenzim A yaitu enzim yang mengontrol sintesa kolesterol. Lovastatin.II. atorvastatin. Pravastatin. Hidolisis dari bentuk lactone yang tidak aktif terjadi dalam sel hepatosit. Lovastatin dan simvastatin merupakan lactone yang tidak aktif dan mereka harus dihidrolisis untuk mendapat bentuk hydroxyacids yang mempunyai kemampuan farmakologik.

statin (kecuali atorvastatin) menghasilkan penurunan LDL yang lebih besar jika diberikan pada sore hari.Selain terjadi peningkatan pembersihan LDL dari dalam darah dengan adanya peningkatan jumlah reseptor. Penyerapan saluran pencernaan terhadap obat-obatan ini bervariasi dari 31% (lovastatin) sampai lebih dari 90% (fluvastatin). Sebagai tambahan mereka tidak mempunyai efek yang cukup kuat untuk meningkatkan kadar HDL sebaik mereka menurunkan kadar trigliserida seperti yang dilaporkan pada pasien dengan hipertrigliseremia. Obat-obatan ini berikatan dengan protein plasma cukup kuat (>95%) kecuali pravastatin. Ketika diberikan dalam dosis tunggal sehari-hari. Semua golongan statin diutamakan bekerja di hepar. . dimana hanya berikatan dengan protein plasma di bawah 50%. perlu diketahui statin juga mengurangi produksi dan mengubah pembersihan LDL oleh sel-sel hepar. dan LDL dibersihkan dari sirkulasi lebih cepat. hydroxymethyl glutarat diubah Akibat yang penting dari pengghambatan biosintesis kolesterol dalam sel-sel hepatosit adalah pengurangan jumlah cadangan kolesterol. Mekanisme homeostasis dalam sel-sel hepatosit akan meningkatkan kualitas kerja dari reseptor LDL di membran sel. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan dari kadar trigliserida yang dapat dinilai yaitu apabila obat ini digunakan Masing-masing obat mempunyai dua kunci fungsi yang terstruktur yaitu : Salah satu dari enzim Bagian belum yang jadi lain misalnya menyerupai obat berfungsi meniru struktur koenzim A dan HMG-KoA struktur dari produk dan reduktase. Efek Terhadap Lemak Statin adalah golongan yang paling efektif yang tersedia untuk menurunkan atau mengurangi kadar LDL dalam darah. yang masih menjadi mevalonat. Kemampuan atorvastatin tidak dipengaruhi waktu pemberian pada pemberian dosis hariannya.

pravastatin. Efek Klinik Usaha-usaha klinis telah menunjukkan penurunan proses aterosklerosis atau mengurangi terjadinya penyakit jantung koroner dengan penggunaan golongan statin kecuali atorvastatin dan cerivastatin. . Sebagian besar pasien dengan peningkatan LDL yang tidak terlalu besar. lovastatin. Untuk pasien dengan peningkatan LDL yang sangat tinggi. Tujuan yang diharapkan dari terapi tergantung pada kadar awal dari LDL dan kadar akhir yang diinginkan. Peningkatan dari penurunan LDL oleh atorvastatin dimungkinkan oleh karena waktu paruhnya yang lebih panjang. maka penggunaan dosis yang tinggi dari atorvastatin mungkin dibutuhkan. Dosis maksimum dari atorvastatin (80mg/hr) terbukti memberikan penurunan LDL sampai 58% pada penderita hiperkolesterolemia. dan simvastatin juga dihasilkan untuk menurunkan kadar trigliserida pada orang dengan peningkatan trigliserida atau LDL yang bersamaan. Meskipun semua kelompok obat-obatan statin dihasilkan untuk menurunkan kadar LDL yang meningkat. Hal ini lebih besar daripada penurunan LDL dengan dosis maksimum dari golongan statin yang lain. atorvastatin. Pada kebanyakan kasus. atau simvastatin) tidak cukup kuat. harus diketahui bahwa tidak selalu penting untuk mendapatkan penurunan LDL yang maksimal dari kemampuan yang dapat diturunkan oleh obat. harga dapat menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu sekarang kita seharusnya memakai atorvastatin dan cerivastatin jika golongan statin yang lain (fluvastatin. Golongan statin tidak dipakai untuk penurunan trigliserida jika dimana LDLnya normal. pravastatin. Cerivastatin dan pravastatin pada dosis maksimum dapat menurunkan LDL rata-rata sampai 28%. Pada pemilihan golongan statin. Fluvastatin pada dosis maksimum 40 mg menghasilkan penurunan LDL yang bertahap (32%). penggunaan obat lain dengan dosis lebih rendah dari biasanya sudah cukup.Beberapa obat dengan pemberian dosis maksimum menghasilkan perbedaan dalam memberikan efek terhadap jumlah penurunan LDL.

Eksem dan rash seluruh tubuh Samping Minor Dispepsia Hepatotoksik diwujudkan dalam bentuk peningkatan transasaminase. Bagaimanapun juga peningkatan transaminase yang persisten dengan nilai tiga kali diatas ambang batas normal membenarkan penghentian obat. yaitu penghambatan terhadap 3-hydroxy-3-methylglutaryl koenzim A reduktase. Hal ini berhubungan dengan dosis. pemberian ulang obat dengan dosis yang lebih rendah harus dipertimbangkan. ditunjukkan bahwa simvastatin mengurangi insiden penyakit grafting pembuluh darah dan untuk meningkatkan daya tahan.Efek . Peningkatan transaminase yang sedang tidak membenarkan penghentian terapi. dan akan hilang atau pulih kembali dengan penghentian obat secara bertahap. Efek Samping yang kurang baik Efek kurang baik yang paling utama dari golongan statin adalah sebagai berikut : a. kegunaannya juga berhubungan dengan sebuah tren yang mengarah kepada penurunan frekuensi kejadian rejeksi graft yang bersifat akut. Pengawasan rutin dari kadar transaminase direkomenasikan untuk 6 sampai 12 minggu setelah terapi. biasanya tidak berhubungan dengan gejala (symptom). Setelah terjadi peningkatan transaminase. dan peningkatan kreatin . Hepatotoksik yang muncul biasanya berhubungan secara langsung dengan mekanisme kerja obat.Efek Samping Utama Hepatotoksik Miopati Teratogenik b. Frekuensi timbulnya efek samping ini kurang lebih 1%. Miopati. myalgia.Golongan statin telah mengurangi insiden terjadinya penyakit jantung pada pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner. Hepatotoksik lebih mudah terjadi pada orang yang sering mengkonsumsi obatobat lain yang bersifat hepatotoksik atau orang yang mengkonsumsi alkohol secara rutin. Pada studi transplantasi jantung . mengarah pada kelemahan yang sangat.

gemfibrozil (5%).24%. dengan pemberian dosis 40mg/hr. Efek samping merugikan yang paling umum dari kelompok statin ini adalah dyspepsia.Pada studi evaluasi klinis lovastatin yang cukup luas. dan rasa tidak nyaman pada perut. semua obat-obatan ini harus dipertimbangkan karena berbahaya bagi kandungan. Frekuensi ini tidaklah lebih tinggi tetapi Bagaimanapun juga dengan jummlah laporan yang terbatas pada kehamilan yang terpapar dengan statin. et al). didapatkan bahwa frekuensi kejadian miopati berhubungan dengan pemberian dosis lovastatin yaitu 0. sehingga kemungkinan semua kelompok statin dapat menyebabkan masalah ini. Bagaimanapun juga jika dilihat dari sirkulasi sintesa kolesterol pada sel yang sedang tumbuh menunjukkan adanya gangguan.Miopati telah dilaporkan lebih sering terjadi jika lovastatin digunakan bersamaan dengan cyclosporin A (dilaporkan ada 30% kejadian miopati). Hal ini muncul dikarenakan hambatan pada sintesa kolesterol di stratum korneum kulit.kinase. Tidak ada bukti yang menjamin untuk mengatakan bahwa frekuensi terjadinya miopati berbeda untuk tiap orang. Hal ini terjadi pada 4% orang-orang yang mendapat terapi kelompok statin. Rash dan eksem pada seluruh tubuh telah dilaporkan sebagai salah satu efek samping dari simvastatin yang jarang terjadi. Efek teratogenik didapatkan dari hasil eksperimen pada binatang yang diberi lovastatin dan fluvastatin dan bukan pravastatin atau simvastatin. dari data ini kita hanya dapat menyimpulkan bahwa kelainan kongenital pada wanita hamil yang memakai golongan statin 3 –4 kali lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak memakai golongan statin. Pada hasil evaluasi 134 orang yang memakai lovastatin atau golongan statin lain pada kumpulan ibuibu hamil menunjukkan terjadinya insiden 4% yang lahir dengan memiliki kelainan kongenital (Manson JM. asam nikotinat (3%). nyeri ulu hati. Interaksi Obat . atau erithromycin.

. Baik cholestyramine maupun colestipol tersedia dalam bentuk powder yang dicampur dengan air kemudian ditelan. Asam empedu sequestrant telah digunakan sejak tahun 1960.cyclosporin A. Akibat ini dikarenakan mibefradil menghambat enzim sitokrom P450 CYP 450 3A4 yang mengkatalisa lovastatin dan simvastatin yang tidak aktif. oleh karena itu pengaruh mibefradil dengan obat-obatan tersebut seharusnya dihindari. gemfibrozil. erithromycin. pravastatin. Akhir-akhir ini asam empedu sequestrant adalah obat tambahan yang digunakan untuk menurunkan LDL apabila kelompok statin tidak mampu. Kelompok lain dari golongan statin menunjukkan bahwa mereka tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Peningkatan kecil dari prothrombin time telah ditunjukkan ketika simvastatin diberikan pada pasien yang diberi warfarin. oleh karena itu perlu dipertimbangkan sebelum diberikan. dan Prevalite) mempunyai kegunaan untuk mengurangi kadar LDL dalam plasma. Sekarang ini fungsi itu telah diambil alih oleh penghambat HMG-KoA reduktase. atorvastatin. Colestipol juga tersedia dalam bentuk tablet 1 g. dan anti jamur kelima obat ini memiliki pengaruh terhadap golongan statin. Obat ini juga satu-satunya obat yang dapat digunakan pada kehamilan. Bile Acid Sequestrant (Pengikat Asam Empedu) Dua obat golongan cholestyramine (Questran. asam nikotinat. yang mempunyai kemampuan toleransi dan dalam penurunan LDL lebih tinggi. Tetapi tidak ada reaksi antara mibefradil dengan fluvastatin atau pravastatin. Sebagai tambahan. dan cerivastatin. Untuk obat-obat ini mempunyai efek sistemik yang minimal karena mereka tidak diserap di saluran pencernaan. LoCholest Light. Pengikat asam empedu adalah satu-satunya obat penurun kolesterol yang direkomendasikan oleh National Cholesterol Education Program untuk anak-anak. kelima obat ini dapat meningkatkan potensi miopati dari simvastatin. Questran light. fluvastatin. 2. simvastatin dketahui menghasilkan sedikit peningkatan kadar digoksin dalam plasma. Pada tahun 1980 mereka merupakan obat utama untuk menurunkan kadar LDL dalam darah. Selain itu Pemberian mibefradil (Posicor) dengan lovastatin atau simvastatin dikontraindikasikan karena peningkatan resiko rhabdomyolisis.

Efek samping ini berhubungan dengan sifat fisik dari obat ini. Pertama meningkatkan reseptor LDL pada membran sel di hepar. terutama pada pasien dengan dasar hipertrigliseremia. . Kedua meningkatkan aktivitas HMGKoA reduktase sehingga meningkatkan sintesa kolesterol di sel-sel hepar. Hal ini merupakan daya tarik utama dari obat ini. cholestyramine juga mempengaruhi kadar Kadar Lipoprotein Plasma lainnya terutama VLDL. Lipid Research Clinics Coronary Prymary Prevention Trial (LCR-CPPT) melaporkan angka konstipasi sebesar 39% pada kelompok cholestyramine tetapi hanya 10% pada pada kelompok plasebo dalam penelitian terhadap efek cholestyramine terhadap penurunan kadar LDL. Jika diberikan dalam dosis besar. Efek Pada Kadar Lipoprotein Plasma Data terbaik mengenai kegunaan pengikat asam empedu didapatkan dari Lipid Research Clinics Coronary Prymary Prevention Trial (LCR-CPPT). Adanya hipertrigliserida sebagai efek samping dari penggunaan pengikat asam empedu. Didapatkan adanya penurunan kadar LDL pada penggunaan cholestyramine dalam penelitian. kolestiramin meningkatkan kadar trigliserida plasma. oleh karena itu hanya menyebabkan efek sistemik yang kecil. Efek samping Pengikat asam empedu tidak diserap secara sistemik. Pengikat asam empedu bekerja untuk mencegah sirkulasi enterohepatik dari asam empedu. hal ini mempercepat pembersihan LDL dari dalam plasma. kolestiramin dapat menyebabkan asidosis hiperkloremia.Sebagai catatan. Efek samping yang predominan dari obat ini adalah Konstipasi .Mekanisme Kerja Obat-obatan ini dapat meningkatkan jumlah reseptor LDL dan meningkatkan pembersihan LDL dari dalam plasma.Selain mengurangi kadar LDL. Efek ini mungkin cukup bermakna pada orang yang dasarnya mengalami peningkatan trigliserida dan mendapatkan cholestyramine. Mekanisme homeostatis yang kedua adalah meningkatkan konsentrasi kolesterol intraseluler.

Telah dipakai mengobati hiperkolesterolemia lebih dari 40 tahun. 3. mereka potensial untuk bereaksi dengan obat-obat anion yang diberikan bersama-sama. Banyak obat termasuk lovastatin dan simvastatin belum dites interaksinya dengan pengikat asam empedu. thyroxine. Interaksi tersebut antara lain dengan wafarin. karena itu harus hati-hati saat memberikannya dengan obat lain. Pemakaian Pada Penelitian Klinis Pengikat asam empedu telah dipakai sendirian atau kombinasi dengan penurunan lemak lain pada satu penelitian klinis dan di lima penelitian dengan angiografi. Interaksi Obat Pengikat asam empedu adalah resin penukar anion. Asam Nikotinat Asam nikotinat adalah obat penurun lemak yang paling tua. Ini adalah vitamin B pada dosis yang lebih tinggi . Secara umum obat lain seharusnya diberikan paling tidak 1 – 4 jam setelah pengikat asam empedu. Pasien perlu diberitahu kemungkinan terjadi konstipasi sehingga mereka harus menggunakan obat pelunak feses seperti sodium docusate dengan dosis 1200 mg/hari. pravastatin. hydrochlorothiazide. fluvastatin.Cara-cara Untuk Meningkatkan Kegunaan Tindakan serta perhatian yang hati-hati untuk meminimalkan efek gangguan intestinal pada pengobatan ini adalah penting. dan cerivastatin. sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan. Dosis awal harus kecil 4gr/hari untuk kolestiramin atau 5gr/hari untuk kolestipol. dan meningkat perlahan-lahan selama 2-3 minggu dari 4 ke 8 gr untuk kolestiramin atau 5 ke 10 gr untuk kolestipol. penambahan “bulk-forminglaxative” juga menolong.

dapat Meningkatkan Menurunkan trigliserida 20% sampai dengan 50%. Pada penilaian klinis penurunan VLDL bermanifestasi sebagai rendahnya konsentrasi trigliserida puasa. yaitu substrat untuk produksi VLDL dari jaringan lemak ke hepar.untuk keperluan pencegahan defisiensi. Niasin juga meningkatkan HDL lebih dari obat yang mempengaruhi lemak lainnya. Obat ini menurunkan kadar VLDL dan LDL serta meningkatkan kadar HDL. hal ini mungkin juga menyebabkan penurunan trigliserida plasma. Jadi penurunan produksi VLDL dapat menurunkan kadar LDL karena LDL adalah produk metabolisme VLDL. Efek Lipoprotein Plasma Niasin dengan dosis 3 gr/hari sampai dengan 4. Peningkatan HDL ini berhubungan dengan hambatan pembersihan HDL. kadar .5 gr/hari dapat Menurunkan LDL 20% sampai dengan 25%. Niasin direkomendasikan sebagai obat pertama sebagai terapi hipertrigliseremia dan kadar HDL yang rendah. Niasin mencegah lipolisis di sel lemak. serta dapat HDL secara signifikan. niasin adalah pilihan yang terbaik. Mekanisme Kerja Efek primer niasin pada metabolisme lipoprotein adalah menurunkan produksi VLDL hepar. Jika peningkatan LDL berhubungan dengan HDL yang rendah. Sebagai tambahan pasien dengan kadar LDL yang tinggi kombinasi dengan statin atau dengan pengikat asam empedu memberikan hasil yang sangat baik. kelihatannya ini merupakan hasil penurunan pemasukan asam lemak.

Hal ini terjadi lebih sering pada bentuk lepas lambat utuh jika dipakai tanpa makanan. Eksaserbasi flushing terjadi pada komsumsi niasin bersamaan dengan mengkomsumsi makanan yang panas. 4. Ichthyosis dan Acanthosis nigricans.Efficacy-Secara Klinis pada Aterosklerosis Pada . Oleh karena itu dianjurkan agar Jangan diminum sewaktu komsumsi makanan panas. Mortalitas niasin menurunkan : total Efek Samping Efek samping pada penggunaan niasin yaitu. Efek samping yang mengenai kulit yang umum pada pemakaian niasin yaitu Kulit kering.Hepatisis terjadi sampai 3% pada individu yang diterapi dengan niasin. dan dapat dieliminasi atau diminalkan dengan pemberian dosis sedang aspirin atau penghambat prostaglandin. Flushing yang berhubungan dengan niasin dimediasi oleh prostaglandin. Niasin harusnya diberikan dengan makanan untuk meminimalkan flushing dan sakit perut.dan nonfatal MI penelitian klinis. hampir 30% individu tidak mentoleransi terapi ini. absobsi dapat lambat dan flushing dapat minimal.Dengan mencegah konsumsi dengan makanan panas.Untuk meminimalkan flushing dosis awal harus kecil. hal ini mungkin karena peningkatan kecepatan absorbsi. jumlah 50 mg lalu kemdian ditingkatkan. Tachyphylaksis terjadi cepat dan pada hampir semua individu. Gastritis atau ulkus peptik adalah alasan yang umum tidak digunakanya niasin. . Derifat Asam Fibrat 2 obat dari kelas asam fibrat yang ada yaitu Gemfibrozil (Lopid) dan Clofibrate (Atromid). flushing menjadi lebih ringan setelah 1-2 minggu. Flushing terjadi pada semua individu yang diterapi dengan obat ini pada dosis terapi.

Dosis 6 gr mendekati 160 kkal/hari. dapat dikombinasi satu dengan lainnya bila dengan pengobatan tunggal gagal.Efek utama derivat asam fibrat adalah menurunkan kadar VLDL dan meningkatkan metabolisme intravaskulernya melalui peningkatan pada aktivitas lipoprotein. Turunan asam fibrat dikonjugasi dengan glukoronida di hepar dan diekskresi melalui ginjal. Jadi pasien yang mendapat terapi warfarin harus dimonitor ketat untuk memutuskan apakah terapi asam fibrat diteruskan atau tidak. Asam lemak ini terutama terdapat di minyak ikan. 5. Efek samping utama dari asam fibrat ialah Obat ini meningkatkan resiko pembentukan batu empedu. Perhatian pada perdarahan karena obat ini mempengaruhi fungsi platelet. Minyak Ikan Minyak ikan berguna untuk terapi hipertrigliseremia. dalam dosis besar dapat menghambat sekresi VLDL dengan meningkatkan degradasi intraseluler ApoB-100. Meskipun demikian pada pasien dengan hipertrigliseremia minyak ikan ini sering juga meningkatkan kadar LDL. TG puasa dapat turun 75% dengan Dosis 2-6 gr/hari. Peningkatan ini sama terlihat pada pasien hipertrigliseremia yang diterapi dengan asam fibrat. Alasan mengapa dilakukan terapi dengan Kombinasi Obat ialah a)untuk memaksimalkan penurunan LDL. PUFA n-3 dengan docohexaenoic acid. sehingga bersihan obat atau metabolitnya akan terlambat pada pasien dengan kerusakan hepar atau fungsi ginjal. b) untuk memaksimalkan . Selain itu asam fibrat terikat kuat dengan albumin dan mereka mengusir ikatan antara warfarin dengan albumin. Pemberiannya dalam dosis tinggi untuk terapi hipertrigliserida dapat membebani asupan kalori. Jadi dosis obat harus diturunkan pada pasien ini.Pemakaian bersama dengan HMG-KoA Reduktase inhibitor secara bermakna meningkatkan terjadinya kondisi miopati. III. TERAPI DENGAN KOMBINASI OBAT Obat-obat yang digunakan dalam terapi dislipidemia diatas.

Pada pasien dengan hipertrigliseremia yang cukup bermakna kadang-kadang penggunaan obat tunggal tidak menghasilkan penurunan kadar trigliserida yang diinginkan. e) serta Untuk menerapi peningkatan LDL sebagai konsekuensi dari terapi dengan asam fibrat. Terapi kombinasi harus dilakukan langkah demi langkah. derivat asam fibrat. asam nikotinat dan golongan statin. . c) untuk meminimalkan efek samping dengan dosis rendah. Pada pasien ini penggunaan kombinsi dua atau tiga obat penurun trigliserida yang bekerja dengan mekanisme yang berbeda-beda (asam nikotinat. kadar lipoprotein dan efek samping harus dinilai setiap 4-8 minggu. atau minyak ikan) dapat menambah penurunan kadar trigliserida. menambah satu persatu obat. Terapi kombinasi diberikan bila diet tunggal gagal. d)untuk dapat memakai pengikat asam empedu pada pasien hipertrigliseremia dengan peningkatan LDL. 3 regimen obat yang paling efektif untuk menurunkan kadar LDL telah ditemukan yaitu sequestrant asam empedu. Regimen yang mengandung asam niasin mempunyai manfaat yang terbesar untuk meningkatkan HDL dan menurunkan trigliserida.penurunan VLDL.