You are on page 1of 1

Abstrak

Pembahasan: Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa

Pada hasil pengamatan yang diperoleh dari kelompok 2, warna susu tidak mengalami perubahan, hal ini dikarenakan tidak terjadi reaksi pencoklatan yang dapat menyebabkan perubahan warna. Namun aroma susu yang dihasilkan semakin asam dikarenakan metabolisme Lactobacillus casei menghasilkan asam laktat. Akan tetapi asam laktat yang dihasilkan lebih sedikit, oleh karena itu penurunan pH juga berlangsung lambat sehingga aroma yang dihasilkan tidak terlalu asam dan viskositasnya pun tidak terlalu tinggi, sedangkan emulsi yang dihasilkan juga sedikit. Pada hasil pengamatan yang diperoleh dari kelompok 3, warna susu mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada pengamatan jam keempat. Perubahan warna tersebut diakibatkan oleh reaksi pencoklatan yang berjalan lambat sehingga warna susu baru berubah setelah diinkubasi lebih lama. Aroma susu yang diamati pada kelompok ini tidak mengalami perubahan, yaitu aromanya tetap seperti susu segar. Hal ini disebabkan suspense bakteri yang ditambahkan konsentrasinya semakin menurun. Oleh karena itu, aktifitas mikroba dalam susu akan semakin berkurang juga, sehingga metabolit yang dihasilkan akan semakin sedikit pula. Untuk pengamatan emulsi, tidak didaptkan perubahan. Sedangkan viskositas mengalami peningkatan akibat karena terjadinya agregasi misel kasein oleh asam sehingga terbentuk gel.