UANTUM

Agus Purwanto

PENERBIT GAVAMEDIA

kndasan

I~~II\;I yang berkembang sampai akhir abad sembilan belas III~I~II:II sebagai fisika klasik dan mempunyai dua cabang utama ; 1111I niekanikaklasik Newtoniandan teori medan elektromagnetik Mekanika klasik dicirikan oleh kehadiran partikel Fl~~rwr?llian. I $11:lrjni sesuatu yang terkumngdi dalam ruang. lstilah terkurung 'I :~ r sederhana n dapat dikatakan sebagai adanya batas yang 11 $ 1 I ,,; nntara materi dan sesuatu di luar dirinya atau lingkungannya. ' .I 11 lrrngkan medan elektromagnetikdicirikanoleh kuantitas medan I 11IIl clelombang yang menyebar di dalam ruang. Medan tersebar I 11 IIr~lam ruang bagai kabut dengan ketebalan yang berbeda dan II 11 br~ipis sampai akhirnya benar-benarlenyap. Batas antara ruang I11 )Irnedan dan ruang tanpa medan tidak jelas atau kabur. Ciri utama fisika klasik adalah sifatnya yang common sense I 11 I I I deterministik.
1
I I

I.1.l. Mekanika Sistem Partikel
Perhatikan partikel berrnassa m yang pada saat 4 berada pnda posisi F = r ' ( t ) , memptmyai kecepatan 9 = $(t) dan

1. keadaan sistem partikel pada suatu saat t direpresentasikan oleh nilai sesaat dari posisi F ( t ) dan kecepatan ~lrbnganfi = E ? . dan H = 4 yang mana dan B adalah 111cvIan listrik dan medan induksi magnetik. E dan . jika posisi. 1. Hasil .Fisika Kuantum I Landasan Fisika Kuanturn IIIII~~ teori I ~ medan I~ elektromagnetik.1 Radiasi Benda Hitam Jika suatu benda dipanaskan ia akan meradiasi. mengalamigaya F . 1. u adalah ~~rrrmitivitas dan permeabilitas bahan. kecepatan. Sampai menjelang abad kedua puluh. 1. dan gaya saat ini diketahui maka keadaan masa lalu partikel dapat diketahui secara pasti. teori-teori tersebut telah memicu llrnbulnya revolusi industri. cahaya lit*ll!~gai gelombang elektromagnetik merupakan salah satu II11 ~l~ilastasi dari fenornena elektromagnetisme yang terumuskan I 111l:lm persamaan Maxwell :. Fenomena yang ada di dalam sistem partikel (mekanika klasik) adalah fenomena tumbukan antara beberapapartikel yang memungkinkanterjadinya transfer momentumdan energi. demikian pula keadaan masa depannya. Karenanya. Sifat ini secara grafik dapat dilukiskan sebagai berikut : .Karena itu. orang mengatakan bahwa fisika klasik mengalami krisis ! 1.1 Lintasan Klasik suatu Partikel Dapat dikatakan. ? ( t ). Secara klasik partikel ini terikat oleh hukum Newton : F = mF(t) (1. Dengan demikian.1) dan akan bergerakdengan lintasantertentu (definitepath).2. kedua teori tersebut I lilnmbah termodinamika dipandang sebagai teori puncak (ulti111nte theory) yang mampu menjelaskan semua fenomena fisika. ! ivdangkan secara praktis. lnilah yang dimaksud dengan sifat deterministik fisika klasik. Siiat gelombangdari cahaya diidentifikasi beberapa dasawarsa kemudian sesuai perumusan Maxwell Ihtapi sayang.2 Medan Elektromagnetik Penemuan fenomena interferensi dan polarisasi cahaya di awal abad kesembilan belas meyakintan bahwa cahaya merupakangelombang. F(t'> t ) Gambar. beberapafenomena fisis yang ditemukan di akhir r~bad sembilan belas berikut ini tidak dapat dijelaskan oleh teori lisika klasik. sedangkan p dan J IIlrvupakan distribusi (sumber) muatan listrik dan distribusi arus Il0:lrik di dalam bahan.2 KRlSlS FlSlKA KLASIK DAN SOLUSINYA I isika terus berkembang dan temuan baru terus didapatkan.

3) diberikan oleh Gambar 1. Kegagalan atau penyimpangan teori Rayleigh-Jeanspada frekwensibesar ini dikenal sebagai bencana ultraungu (ultraviolet catastrophe). 2. digunakan fakta I I.sebagai realisasi I)r'nktiskonsep benda hitam) dapat dianalisa sebagai superposisi I I:~ri karakteristik moda normal rongga. Gambar. Jelas. 1. Garis . Gambar. Bedasarkan pemahaman tersebut. 1.3.3 Distribusi energi radiasi klasik Untuk mengatasi kesulitan analisa klasik.~hwa gelombang elektromagnetik yang merupakan radiasi di Il r darn rongga (cavity with a small aperture . Dengan demikian.2 Distribusi energi benda hitam Teori klasik yang dirumuskan oleh Rayleigh dan Jeans sampai pada bentuk fungsi distribusi energi : dengan k= 1. medan bervariasi secara harrnonik.3) ini hanya sesuai untuk frekwensi kecil tetapi gagal pada frekwensi tinggi. Dalam setiap moda norIIlnl. sedangkan garis putus 11 li 11: eksperimen yang menarik adalah sifat distribusi energi atau spektrum energi dari radiasi benda hitam yang bergantung pada frekuensi cahaya dan temperatur.2. Osilator hanya bisa memancarkan atau menyerap energi dalam satuan energi yang disebut kuanta sebesar hv . 111hasil eksperimen. hasil perumusan Rayleighdan Jeans (1. Max Planck mengajukan I~ipotesis radikal sebagai berikut : 1 . Hasil eksperimen tersebut untuk temperatur berbeda diungkapkan oleh Gambar 1.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum I 11 II 11 111 ndalah prediksi Rayleigh-Jeans.Grafik distribusi energi dari rumus Rayleigh-Jeans (1. setiap t~loda normal ekivalen dengan osilator harmonik dan radiasi lrlctmbentuk ensembel osilator harmonik.38x10-l6 ergPK adalah konstanta Boltzman dan c adalah kecepatan cahaya. Benda hitam didefinisikan sebagai benda atau sesuatu yang menyerap semua radiasi yang diterimanya. Osilator di dalam benda hitam tidak memancarkan cahaya secara kontinu melainkan hanya berubah amplitudonya transisi amplitudo besar ke kecil menghasilkanemisi cahaya sedangkan transisi dari amplitudo kecil ke besar dihasilkan dari absorbsi cahaya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(x. t) = A cos(o.t) = Acos(o.12 Superposisi dari n gelombang .k. Grafiknya. 1. yl (x. Sebagai pendekatan terhadap konsep paket gelombang.t .Fisika Kuantum bersifat bagai gelombang tetapi tidak menyebar melainkall terkurung di dalam ruang.x) Prinsip superposisi memberikan dengan amplitudo A. Gambar.11 Superposisi dua gelombang tunggal .111 Iqelombang tunggalnya diperbanyak.t . Hal ini dipenuhi oleh paket gelombari!l yang merupakan kumpulan gelombang dan terkurung di dala111 ruang tertentu.ig berikut I Landasan Fisika Kuantum ( hmbar. perhatikan kombinasi dari dua gelombang bida. 1.klx) W.

...a 8 % m m *a a C f. Q e Y . a m .- 5 cde $ a 2 5 F s- . E V) ' l a. L f a .

prinsip ini mengatakan : p = hk . Perkalian (Ax)(Ak) akan minimumjika paket gelombang berbentukfungsi a .Cahaya yang sampai di mikroskop adalahcahaya terhambur oleh elektron. Untuk mengatakanbahwa suatu partikel berada pada titik xdan bermomentum p berarti kita harus mengukur secara serempak koordinat x dan momentum p. 1.45) ini merupakanprinsip ketidakpastian Heisenberg (Heisenberg's uncertainty principle). maka didapatkan "Tidak mungkin mengetahui atau mendapatkan posisi dan momentum suatu partikel dengan tepaf secara serempak atau bersamaanJJ Prinsip ini merupakan fakta mendasar dari alam dan bukan sekedar disebabkanoleh keterbatasandan ketelitian pengukuran. 1. maka AxAk24 (1-44) Kalikan pertidaksamaan (1-44) dengan j i dan mengingat Gambar.15 Transform Fourier dari g ( k ) Dari uraian contoh dan gambar transformasi Fourier di atas diperoleh hubungan antara Ax dan Ak (atau Ap).maka hAk=1 2 (1-43) Karena pada umumnya paket gelombang tidak berbentuk Gaussian. Sebagai ilustrasi. Ax didefinisikan. perhatikangedanken eksperimen berikut ini. Gambar. - Untuk mengamati elektron.16 Kaitan antara & dan Hubungan antara Ax dan Ak bergantungdari bentuk paket gelombangdan bergantung pada Ak.jika Ax dan Ak diambil deviasi standar dari (x) dan g(k). Untuk paket Gaussian.1-isikaKuantum Landasan Fisika Kuantum Gaussian yang bertransformasi Fourier juga dalam fungsi Gaussian. karena tanpa pengukuran kita tidak mempunyai informasi apa-apa. kita harus menyinarinyadengan cahaya . Dalam kalimat. Hubungan ini secara grafik adalah sebagai berikut Pers(1.

karena selama proses hamburan. Ketaktentuan posisi elektron sama dengan diameter pola difraksi yaitu 2ysin 8 dengan sin 0 h l d. Gambar. momentum antara elektron dan foton dipertukarkan. sehingga komponen-x dari momentum mempunyai ketaktentuan Penyelesaian: a.juga berbentuk Gaussian b. Misalkan.45). Karena itu ca dengan ilf(x)l -0 2 Maka pasangan transformasi Fouriemya - .8 a. foton hams bergerak dalam sudut a . dan untuk menembus obyektif. Di sisi lain. Bila paket gelombang dalam komponen ruangnyasaja f ( x ) berbentuk Gaussian perlihatkan bahwa transformasi Fouriemya g(k) . posisi elektron juga tidak tentu disebabkan difraksi cahaya ketika menembus obyektif. 1. = h l A.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum sehingga dari dua hubungan Ap dm Ax di atas didapatkan AxAp = h (1 Al2) sesuai dengan prinsip (1. Bila & dm ~k diambil deviasi standar dari f(x) dan g(k) perlihatkan bahwa perkalian AxAk = $ .I7 Gedanken eksperiment penentuan posisi elektron - Momentumfoton terhambur p. paket gelombang Gaussian ternormalisasi berbentuk - Ketaktentuan inijuga merupakan ketaktentuan dalam arah-x dari momentum elektron setelah hamburan. (1 4 3 ) Contoh 1.

Deviasi standar didefinisikan Evaluasi lengkapnya memberikan Bentuk lain dari prinsip ketidakpastian Heisenberg dinyatakan dalam ketidaktentuan energi AE dan waktu A t . A AEAt 2Karena x fungsi ganjil sedangkan e-a2x2 fungsi genap.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum Selanjutnya dan Sehingga yang tidak lain adalah fungsi Gaussian. di dalam dunia mikroskopik tidak dikenal lintasan eksak.49) Sehingga Mengigat sedemikian kecilnya nilai h.Karena itu. prinsip ketaktentuan ini tidak relevan atau tidak tampak di dalam dunia makroskopik. mekanika klasik untuk dunia makroskopik bersifat deterministik sedangkan dunia mikroskopik secara esensial non-deterministik. 2 (1. . Di dalam konteks ini. dengan Dengan demikian b.

1. f (x.f) maksimum di X(t). Karena f(x.t) mempunyai maksimum di titik X(t). yaitu berharga di sekitar oo= o ( k o ).. maka Diferensiasi sekali lagi pers. 1.52) ke dalam pers. dan k i i selidiki kebergantungannya terhadap waktu. Pada saat t. didapatkan Substitusi uraian (1. paket gelombang direpresentasikan oleh f(x. o dapat diekspansi Taylor di sekitar k . Gambar. misalkan pada ko dan tak no1hanya di sekitar harga kotersebut. t ) = 1 (k)ei(h-m'dk do sebagai perluasan dari ungkapan (1. (1-53) terhadap waktu t.t).19 Paket gelombang pada saat f . Misalkan.54). frekuensi juga seperti itu.16 di depan. dengan mengabaikansuku ekspansi orde dua dan seterusnya.42). Karena itu. Dengan alasan serupa. $0 Seperti diperiihatkan padaGambar 1.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum Jika posisi paket gelombang berubah. laju gerak titik maksimumadalah kecepatan grup Gambar. (1. Kembali pada persoalan kecepatan grup v. amplitude g(k) bemilai maksimum.Hal ini diambil atau diasumsikan agar momentum terdefinisi dengan baik.18 Lintasan klasik dan kuantum Sekarang kembalipada persoalan paket gelombang. paket gelombang f(x.

.

Persamaan Postulat Max Planck dan konsep spekulatif de Broglie mengisyaratkanperlunya konsep barn tentang dunia mikroskopik.21) dapat ditulis sebagai .4) dan momentumCompton (1. energi partikelatau benda bebas bermassa m. 2. Ungkapanenergi Planck (1.3 adalah momentum partikel.1 PARTIKEL BEBAS Kita berangkat dari konsep klasik yang telah kita kenal dengan baik. Berikut ini diperlihatkan transisinya ke dalam persamaan kuantum. . diberikan oleh energi kinetik dengar. Di dalam bab ini diuraikan langkah-langkah penting dalam membangun mekanika baru yaitu mekanika gelombang atau mekanika kuantum dan beberapacontoh sistem sederhana serta konsep pokok terkait. Secara klasik.

2.(2. Selanjutnya. maka IY = w ( ~ . Bentuk korespondensi ini nantinya yang digunakan untuk membangun persamaan gerak kuantum berangkat dari bentuk energi klasik.1). t ) .1) dan pers(2. t ) =N J p m e i(p.2 PERSAMAAN SCHRODINGER 2.1 Partikel di dalam Potensial Dengan membandingkan pers. Diferensiasifungsi (2. tinjau partikel yang mengalami gaya yang Perluasan bentuk energi partikel bebas ke dalam ruang tiga dimensi diberikan oleh .3) terhadap waktu memberikan Jika energi Ediasosiasikansebagai energi partikel bebas (2.7) tampak adanya korespondensi antara energi E .4a) dapat ditulis sebagai 2. (2.r-Et)lhd3jj -- dan tetapan norrnalisasibaru N = Tetapi ruas kanan pers. momentum jj dan operator diferensial Daridua persamaan di atas diperoleh persamaan diferensialpaket gelombang W bagi partikel bebas Operator-operator ini bekerja padafungsigelombang w (J.5) dapat diperluas menjadi dengan Nadalah konstanta normalisasi.Fisika Kuantum sehingga ungkapan paket gelombang (1-50) dapat ditulis ulang dalam bentuk dan pem(2.

t) berada di antara x dan x+dx pada saat t.Fisika Kuanturn i 1 Persarnaan Schrodin. Jadi.t ) 2.kejadian apa? Atau. Secara lebih spesifik E =~ ( r ' . Mengacu pada persamaan Schrodinger yang merupakan persamaan diferensial (parsial) (2. .2. menyatakanbesar kemungkinanpartikel yang dideskripsikan oleh y/(x.12) ini dikenal sebagai persamaan gelombang Schrodinger untuk partikel di dalam potensial V ( 3 . masih tersisa satu pertanyaan mendasar: Karena itu. karena energi E dapat dinyatakan dalam Hamiltonian diintepretasikan sebagai kerapatan probabilitas. fungsi gelombang W merupakan kuantitasteoritis fundamental di dalam mekanika kuantum.9) persamaangerak kuanturn partikel di dalam potensial V ( 3 . Persamaan Schrodinger satu dimensi behentuk Singkatnya.t) di setiap posisi 7 pada saat t? Jawaban dari pertanyaan di atas diberikan oleh Max Born padatahun 1926yang menyatakan bahwa y(r'. t ) . . Dalam banyak hal. sistem fisis dapat didekati dengan model satu dimensi. t ) berada dalam elemen volume dv di sekitar posisi T pada saat t.2 Arti Fisis dari Fungsi Gelombang Di dalam persoalansesungguhnya Hamiltoniansuatu sistem diketahui atau diberikan.14). apa yang didiskripsikan oleh fungsi gelombang? Pers(2. tetapi Secara umum. t ) maka pers. (2. seandainyafungsigelombang W sudah diperoleh. apa arti fisis dari nilai y(T. tetapi. t ) itu sendiri tidak mempunyai arti fisis apa-apa. t ) diberikan oleh Fungsi gelombang merupakan suatu deskripsi dari kejadian yang mungkin.14) menyatakan kemungkinan untuk mendapatkan partikel yang dideskripsikan oleh y ( 7 . ~ . jelas persoalannyasekarang adalah mencari solusi W dari persamaan tersebut.ger dapat dituliskan sebagai gradient dari energi potensial V(T. Meskipun demikian.12) dapat dituliskan sebagai (2. energi total partikel Edapatdiungkapkansebagai Berdasarkan korespondensi(2. Di dalam kasus satu dimensi Hamiltonian H sekarang berperansebagai operator yang bekej a padafungsi gelombang ~ ( 7 t ).

dan rekaan grafiknya diberikan oleh gambar berikut Didiipatkankonstanta normalisasi C ." sin a x sumbu xdiberikan oleh: ~ ( x = a.1 Fungsi gelombang sutu partikel yang bergerak sepanjang )~ e . untuk x > 0 sehingga Untuk menghitung integral terakhir ini.Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger Jika partikel (memang) ada di dalam ruang.&I2 = ( ~~e~"sin~ untuk a r . Jika a = 7~ . Tentukan konstanta C jika fungsi gelombang temormalisasi b. untuk x > 0 Tampak bahwafungsiterakhiradalahfungsi genap. Secara eksplisit ~ ( x diberikan ) oleh Gambar 2. Fungsi gelombang yang memenuhi syarat (2. interpretasi di atas mensyaratkan dengan integrasidilakukan ke seluruh ruang V. x<O C2e-'" sin2 ax.1 Solusi Karena itu r -.20) dikatakansebagai fungsi gelombang temorrnalisasi.\y(2& =1= c~[~ sin2 -m~ d x~ + C 2~e2 sin2 x mdx =2c2r oe-" sin2ahr Cex sina x. untuk x < 0 Ce-" sin a x. Contoh2. tuliskan fungsi sinus dalam bentuk eksponensial dan akan didapatkan . hitung kemungkinan untuk mendapatknan partikel berada di sebelah kanan titik x=l Penyelesaian : a.

2.Fisika Kuantum Pe~amaan Schrodinger sehingga b.3 Persamaan Kontinyuitas Kembali pada probabilitas (2.21) menjadi dengan rapat arus S .21) ini tidak lain adalah persamaan kontinyuitas I 2.18) dan fluks atau rapat arus probabilitas 3 Untuk kasus satu dimensi. dan diferensiasi terhadap waktu atas besaran ini memberikan 1 I dengan Padalah rapat probabilitas (2.cos 2 a ) atau I Pers. Besar kemungkinan partikel berada di x 2 ] =-ge Untuk a = n 2a + a ' + sin 2a . persarnaankontinyuitas(2.(2.19).

4 NilaiHarap Sekali lagi.2. jika W tak temormalisasi maka pers. nilai rata-rataposisi 7 Subtitusi kembali ke dalam pers.Fisika Kuantum Persarnaan Schrodinger komponen misalkan komponen-x 2.i ~ yang variabel A di dalam mekanika kuantum. di mana partikel sering berada atau berapa momentum rata-rata partikel ? Jawaban atas pertanyaan ini diberikan oleh teorema Ehrenfest. .29b).26) menjadi Sebagai contoh.(2. Secara lebih umum. maka didefinisikan nilai harap (expectation value) dari besaranA sebagai Suku kedua ruas kanan dapat diuraikan menjadi v ) merepresentasikan dengan A. lakukan evaluasi per 1 . seandainyafungsi gelombang II/ sudah diperoleh kita dapat mengajukan beberapa pertanyaan lagi. Misalnya.(2.p). Misalkan kita ingin tahu nilai rata-ratavariabeldinamis A(x. memberikan Sedang dari analogi klasik untuk nilai rata-rata momentum I I sehingga Untuk menghitung secara rinci.adalah operator ~ ( x .

~ ( 7 . (2.(2.(2.') pada pers(2. dan hanya sama notasi belaka. pers.maka keduanya akan selalu sama jika dan hanya jika keduanyasama .35) hanya bergantung waktu sedangkan mas kanan hanyabergantungvariabel ruang T .39) ini disebut persamaan karakteristik atau persamaan nilai eigen dengan rn(7)sebagai fungsi eigen dan H adalah operator diferensial dari energi. subtitusi uraian (2.3).(2. Mengingat bentuk pers.36a) adalah persamaandiferensialorde satu dengan t Karena itu uraian solusi akan sebanding dengan exp(.36b) disebut persaman Schrodinger tak bergantung waktu. Karena itu ~(7.(2. misalkan E terpisah rnenjadi dua persamaan : yang tidak bergantungwaktu.34) menjadi Catatan: co(7)di sini tidak terkait dengan a.20).36b) dapat ditulis menjadi dan Pers. Hal ini tidak memenuhi syarat keberadaan partikel di dalam ruang memberikanrapat probabilitas (2.34) ke dalam pers.(2.35) akan dengan konstanta.(2. Sedangkan pers.Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger 2.(2.(2. Atau dan . Untuk sistem seperti ini.37) menggambarkankeadaanstasioner (stationarystate) karena tidak ada karakter atau sifat partikel yang berubah terhadap waktu.i ~I h).16) dengan V = V(T).12) kemudian dibagi q(3)f ( t ) maka didapatkan Pers(2.(k) pada pers.(2. Eadalah nilai eigen dari operator H. Selanjutnya.37) - . t dapat ) diuraikan rnenjadi perkalian bagian yang hanya bergantung ruang dan bagian yang hanya bergantung waMu Pers.dan disebut sebagai energi eigen dan ditafsirkan sebagai energi partikel. karenabila mempunyai harga imajiner E akan lenyap untuk semua r jika t -+ atau .37) secara implisit menyatakan bahwa E harus riel.oo sesuai tanda (-) atau (+) dariE .Dengandemikian pers.v Karena ruas kiri pers.6 Keadaan Stasioner dan Persamaan Nilai Eigen Tinjau partikelyang bergerak di dalam ruang dengan potensial tidak bergantung waktu V = V ( 7 ) . Selanjutnya per~~(2.2.

memberikan hubungan q(O)=O=A..3 Patikel dalam Kotak Potensial satu dimensi Potensial V + w di x = 0 dan x = L dibuat untuk menjamin agar partikel tidak dapat menembus dinding dan keluar kotak. llustrasinya diberikan oleh gambar di bawah .Karena itu. Secara matematis ha1ini berarti yang berarti A = 0. Jika dituliskan.Fisika Kuantum Persarnaan Schrodinger 2.1 Kotak Potensial Satu Dimensi dan Keadaan Dasar Perhatikan partikel bermassa mberada di dalam sumur atau kotak potensial satu dimensi sepanjang L.E ---- 2m dx2 . maka persamaan Schrodinger sistem ini kL = nn. Artinya tidak mungkin partikel berada di luar sumur potensial.3 MODEL-MODEL POTENSIAL SEDERHANA Berikut ini diuraikan contoh-contohsistem partikel yang bergerak di dalam ruang dengan potensialsederhana dan kuantitasterkait. . ( p menjadi q ( x ) = B sin kx Syarat batas di x = L q(x)=0 untuk x 5 0 dan x 2 L (2.3.m) maka persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu (2.3.2. untuk 0 < x < L 2.40b) menjadi Solusi umumnya diberikan oleh fungsi q ( x ) = A coskx+Bsinkx Syarat batas di x = 0. 2mE .l+O Gambar 2. .40a) Hal ini dipenuhi oleh Karena di dalam kotak V(x) = 0.k2 -A (2. dengan n = 1.. atau A2 d 2 q .

40c) dan k pers. yaitu partikel pasti ada di dalam sumur. (a) fungsi gelombang.40i).. yaitu: dan keadaan dasamya dengan Jelas bahwa energi partikel tidak dapat bernilaisembarang atau kontinu seperti dalam fisika klasik melainkan diskrit yaitu kuadrat bilangan bulat kali energi terendah E.(2. Keadaandengan energi terendah disebut keadaan dasar (groundstate).(2.Fisika Kuantum Persamaan Schrodjnger atau Dengan demikian. q. Jika partikelberada pada keadaan tereksitasi pertama. . Gambar 2.4. Karena itu.potensial satu dimensi berukuran L diberikanoleh Dari hubungan antara E pers. didapatkan nR x q ~ ( x= ) 9. ( x ) = B sin - Gralikfungsigelombang dan rapat probabilitas partikeldalam kotak diberikan oleh gambar-gambar berikut. diperoleh ungkapan energi partikeldi dalam kotak. L Konstanta B ditentukan melalui proses normalisasi. fungsi gelombang ternormalisasi untuk partikel terperangkap dalam sumur . Subtitusi bentuk akhir k ke dalam fungsi C p (x). (b) rapat probabilitas sehingga . maka posisi rata-rata partikel .

Pertarna.r)~. (x. t ) b. Perlihatkanbahwa energi rata-rata partikel t I ' l.4b. c. Dari ungkapan (2. a. sehingga dengan Contoh 2. Kemudian hitung ( E ) tersebut. E =o [1$111(x. t ) dan Y . dengan P.+ E.P. -sm L2 0 (y) ( y -x cos .(x.t) + E ( E ) = E. t ) adalah keadaan dasar dan keadaan tereksitasi tingkat pertarna setiap saat partikel di dalam kotak. Kedua.1)12 1.37) didapatkan 4n i h j . ( x . Karena itu secara rata-rata partikel berad di titik tengah U2.P.t)12 +> 2 y. .( x . E* +-b2 2 (x. Tuliskan secara eksplisit bentuk dari y ( x .2 : Keadaan pertikel setiap saat di dalarn kotak satu dirnensi L diberikan oleh b. peluang partikel berada di sebelah kiri titik tengah U2 dan di sebelah kanannya sama.F isika Kuantum keadaan dasar dan keadaan eksitasi pertama. dan P2masing-masing adalah rapat probabilitas I I . Dengan demikian momentum saling meniadakan atau momentum rata-ratanya adalah nol. Tentukan posisi rata-rata (x) pamkel dan momentum rata-ratanya Penyelesaian a.x Kedua hasil di atas berlaku sama untuk semua qn dan dapat diduga dari garnbar 2.42) dan (2. akibat keadaan pertama ini maka kemungkinan partikel bergerak ke kanan ke kiri adalah sama. f ) ' ~ f i z ~ ( ~ 9 ~ ) & a dengan Y . Dari definisi nilai harap L (E}= o ~ v ( ~ .

(. b.9. Energi partikel di dalam kotak L diberikan oleh I Dari ungkapan partikel di dalam kotak satu dimensi didapatkan I I I Untuk tingkat dasar n =I. 1h . maka ((P. karena qn( x )sudah ternorrnalisasi.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger dengan dan Karena itu. Energi tingkat dasar elektron tersebut. Posisi rata-rata partikel. 3 c. 1 ( x )= 2 L .o.1~10-~~(10-~~)~ . Besar peluang untuk rnenernukan elektron di daerah 0 0 +A<x<qA Penyelesaian: a. Karena itu. Hitung: a. amplitudo sebesar 1 6 ~ 1 9 ~ Contoh2 .~ C O S ~ 16L 937 Jadi ( x ) berosilasi di sekitar titik tengah kotak dengan dan ' frekuensi v = w l 2 n = 3E.x(P. = 1.(.(6.)) = (92(49x(P*(x)) = XL dan E. rnenggunakan notasi (3.626 x 1O-34)Z Joule 8.1) Suatu elektron terperangkap di dalarn kotak satu dirnensi dengan panjang 1 A.

Persamaan Schrodinger sistem Solusinya P-(x) = Ae i k " + Be-ikr dengan konstanta positif k 2.Fisika Kuantum b.6 Energi Partikel kllrang dari Potensial . daerah %/2< x < %A identik dengan daerah U2 < x < 3L14 Karena itu.3.. sebagai berikut: Garnbar 2. dan q + ( x ) = Ce-qx Deqx + 1 dengan yang juga positif. Dari Gambar 2.4.2 Tangga Potensial. yaitu E s V. perilaku partikel dibedakan menjadi dua kasus bergantung harga E.5 Potensial Tangga Untuk sistem dengan potensial tangga di atas. Gambamya diberika. Gambar 2. Koefisien Refleksi dan Koefisien Tranmisi Partikel-partikelberrnassa m diternbakkan dari kiri ke kanan. PersamaanSchrodinger Kasus 1.atau E > V. dan bergerak di dalarn tangga potensial berikut. Jika EI V.

untuk E I Vo B=-ik + q A ik .dapat ditafsirkan sebagai partikel datang (dari x = -m ke kanan rnenuju x = 0) dan suku ejk"sebagaipartikel yang dipantul ke kiri (menuju x = -m ) oleh .22) karena meledak (9 cc ew -t m) di x + m. Berikut ini kita tentukan konstanta A.i k + q IAI2 = IA12 ik-q -ik-q (2. Hasil yang mernbedakan dari potensial potensial V klasik adalah kehadiran suku eqxdari (p+.intensitas untuk partikel datang adalah JAI2.6) = .37). maka suku eik dari p.dan p+.48a) dan i Selanjutnya mengingat bentuk solusi umum bergantung waktu (2. Kedua..Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Suku eksponensial kedua p+jelas tidak dapat menggambarkan keadaan fisis atau tidak rnemenuhi syarat (2. Karena itu 9+ menjadi .q Sehingga dan 2ik A C =ik-q . Hasil inijuga dapat dipahami dari besar fluks atau arusj(x) di x < 0 .Suku ini rnenyatakan ada partikel yang menernbus (penefrafe) potensial Vo sarnpai kedalarnan x > 0 tertentu. Agar 9. intensitas medan terpantul sarna dengan intensitas rnedan datang. tetap rnewakili situasi fisis riel rnaka D harus nol. Sedangkan intensitas partikel terpantul adalah =-- ik-q i k + q .(0) = q+ Dari ungkapan p. di x = 0 .qc Grafik solusi Pers. I rnamberikan ik(A .47~) rnenghaslkan p. Ini berartisemua partikel datang akhirnya dipantul kernbali terrnasuk partikel yang sernpat dapat rnenembus potensial Vo.(2.47a) dan (2. Pertama.B dan C rnenggunakan (0) memberi hubungan syarat kontinyuitas. 9. (2.49) Jadi.

Solusi untuk daerah x < 0.47d) konstanta C akan nol. gan demikian Gambar 2.B dan C' ditentukan dengan menggunakan syarat kontinyuitas di x = 0 (0) . Tetapi solusi untuk daerah x 5 0 berbeda dari bentuk terdahulu. yaitu bentuk sinusosidal Gambar 2.46b) 9 juga hkedalarnanmenembusjuga mengecil akan besar sekali. Karena itu. dan B = -A. Karena itu.jika E<Vo Jika Vo besar sekali maka dari persamaan (2. Jika E > V.A k+k' k+k' k-k' Dt. PersamaanSchrodinger kasus ini sama dengan persamaan Schmdinger untuk Ec V..9+ Grafiknya Kedua hubungan di atas lebih lanjut memberikan B=- 2k A dan C ' = .(0) memberikan A + B = C' ii) 9.7 Fungsi Gelombang untuk tangga potensial.kasus terdahulu. q+(x)=C e dengan ik'x + *le-ik'x Mengingat partikel hanya ditembakkan dari kiri maka tidak ada partikel merambat dari kanan ( x = m) ke kiri di daerah x 2 0 . D'= 0 sehingga q+( x ) menjadi dan Konstanta-konstanta A. Karena ' atau dari (2.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Kasus 2.8 Fungsi gelombang untuk penghalang sangat tinggi . sama dengan 9.

mengapa? Pert. koefisien rc!llcksi R..atikanpendekatanenergiberikut. . .innrefleksi = - fluks berkas terpantul fluks berkas datang sedangka~i Itoofisientransrnisi Kenyataan bahwa B 0 rnenyatakanads sebagian partikel yang dipantulkan walau energi partikel lebih besar dari energi tangga penghalang E > V. untuk kasus tangga potensial didapatkan -+.arnplitudo maupunperiodisitas untuk x < 0 dan x > 0 berbeda. berikut ini kita hitung koefisien refleksi dan koefisien transrnisi dari keadaaan sistern tersebut. lnilah yang rnernbedakan dari hasil fisika klasik yang rnenyatakan bahwa semua partikel akan diteruskan jika E > V.I. . Mengingat kenyataan di atas.9 llustrasi fluks sistern banyak partikel Koefisien refleksididefinisikan sebagai Darihasildi atasjuga tampak bahwa kekekalanjurnlah partikel dip en^. yaitu R+T=1 Gambar fungsi gelornbangnya. Sedangkan koefisien transmisi T Fluks dari berkas partikel atau kerapatan arus partikel di definisikansebagai Fluks jumlah partikelyang melewafidaerah satu satuan luas per satuan wakfu = kecepatan dikalikan intensitas. Garnbar 2. llustrasinya danv' laju partikel-partikeldi sebelah kanan ( x > 0) Denganv adalah laju partikel-partikeldi daerah kiri ( x < O ) . lntensitasdari berkas partikeldidefinisikan sebagai lntensitas Jumlah partikelpersatuan volume (diberikan oleh kuadrat modulo amplitude) k c ~rrfisien tmnsmisi = - - fluks berkas diteruskan fluks berkas datang Dari dolinisi di atas.Fisika Kuantum dan 10 111lr:.

.4 : Misalkan. dari pers.45b) diperoleh Contoh 2. Gambar 2. diberikan oleh pers. .52a) dan pers.( x ) = Y).11 Fungsi Gelombang untuk sembarang E > Vo yang dipantulkan.10. didapatkan R = 0.25 Karen? itu.(2.51 b) dan (2.( x ) = ~e~~= p ( x ) Sketnya Penyelesaian : Energi elektron. Dalam ungkapan E dan Vo. Hitung jumlah elektron yang berbalik ketika elektron-elektron tersebut sampai pada tangga potensial. Fungsi gelombang jika E >> Vo 2) Secara umum Substitusi harga-harga Edan V. Dengan demikian. (2.. ada sejumlah N N = l000xR = 250 elektron Gambar 2.51b).Fisika Kuantum I Persarnaan Schrodinger 1) Jika E >> Vo Dan ungkapan (2. (2.52b).ada seribu elektron yang masing-masingberenergi 27 eV ditembakkan ke arah daerah bertangga potensial dengan ketinggian 24 eV.54) Koefisien refleksi untuk E > V dengan k dan k'seperti ungkapan (2.45b) dan (2. = 27 eV . E = 27 eV Tangga potensial V. didapatkan p.

32) rnembuat 5 dan E hardS nol. (2.58b) 2 . + d 2x dengan Gambar 2.58a) dan (2.E ) / h 2Y I 2 (2. persarnan Schrodingersistem ini diberikan oleh .12 Surnur potensialsedalarn Vo.57) + Be-9x . inilah yang rnembedakan dad perurnusan klasik. Menuruk rnekanika klasik sernua elektron (1000 elektron) tersebut akan lolos rnelewati tangga potensial karena D V 0 .58a) (2. sehingga 81 - . Energi Negatip UntuK energi negatip. dan F konstanta-konstanta. E -E dengan Ekuantitas positif. x < a (2. 3 .60) Solusi untuk daerah (1) dan (3) yaitu daerah 1x1 > a . A. pnalisa terhadap sistem ini dibedakan antara energi partikel E < 0 dan energi E > 0. Sedangkan solusi untuk daerah (2)) Dengandemikian.p3 ( x ) = Eeqx+ Fe-qJ (x) = Aeq' dengan A. maka per. Keadaan terikat. selebar 2a Potensial sistern diberikan oleh : untukdaerah 1.rp = E q . 3 . E. B.Fisika Kuantum Sekali lagi. Syaratfisis berhingga (2. -a r x 5 a untuk daerah 3. untuk daerah 2. x < -a untuk 1 x 1<a g = (2mE 1 ~ ' ) " dan ~ k = (2m(v0 . Sumur Potensial dan Paritas Berikut ini kita pelajari partikel yang bergerak di sumur potensialdengan kedalarnan berhingga.58b) menjadi + dan d 2k p 2 p= 0. Persamaan Schrodinger I d a n *--- I I I I h2 d 2 p V.61b) C dam D konstanta. 2m d 2 x untuk 1 x 1Ia (2. tanpa ada satupun elektron yang dipantulkan.p2(x)= ~coslrx+ ~sinkx untuk 1x1 > a (2.

91(-4=92(-4 -. r fit ...kC sin ka + kDcos ka = -qFe-qa Selanjutnya. berikut ini kita lihat perilaku energi partikel.F ) e-qa Lebih lanjut hubungan-hubunganini memberikan dua jenis solusi. .. membenkan Ae-qa= Ccos ka + D sin ka Sedangkan (2.6%) F = DIF sin ka memberikan Spektrurn Energi. hubungan di atas memberikan ( i ) 2C cos ka = ( A+ F ) e-qa (ii) 2kC sin ka = ( A + F ) qe-qa (iii) 2 0 sin ka = -(A -F ) e-qa (iv) 2kD cos ka = ( A.. Hal ini. tan (ka) positip. h'. (2. Pers.(x)= Aeqx q3 (x)= Fe-qx Selanjutnya tentukan konstanta-konstantaA.. menjadi .61h) Setelah dikalikan a*.\.1. jika A . Dengan demikian.. ' (2.62a). memberi hubungan Ccos ka + D sin ka = Fe-qa 1 (2. . parameter (v.Fisika Kuantum Persarnaan Schrodinger q. Pertama. (2.64) menyatakan ukuran dari kekuatan potensial. hanya dipenuhi jika ka berada . jika A + F# 0 maka C # 0 serta A=E D=O _. . (2.61e) Kedua.62a)..6 1i) dengan parameter E I I berdimensi energi. ( .F# 0 maka D # 0 dan q = -k cot ka dan A=+ C=O (2. Karena kdan q merupakan besaran positip maka dari pers. Kita tinjau solusi pertama (2..5) pada pers(2.. kontinuitas di x = a.. (@) = tan(ka) juga harus positip.61d) F = Cew cos ka .45) memberikan (2-619) qAe-qa= -kCsin ka + kD cos ka Dengan cara serupa.. ' menerapkan syarat kontinyuitas di x = -a.ECdanDdengan .

67b) rnenyiratkan bahwa hanya k diskrit tertentu yang memenuhi.1 3.64) didapatkan : j Atau I i Dan Garnbar 2. Dari gambar. . . Fungsi Eigen dan Paritas... yaitu jika (&/vo)"~ kecil sekali sehingga Nyang mernenuhi adalah nol.62a) ke pers.66a) tarnpak bahwajumlah energi yang diperoleh berhingga. . Harga tersebut bisa diperoleh melalui pendekatan grafik berikut Sin ka tan $ . jika (E/VO)"~ ka sarna dengan satu nilai.14. I X ios ka Gambar 2. sedikitnya ada satu keadaantenkat untuk sedangkal apapun surnur potensial.3. Solusi grafik untuk nilai k yang diijinkan Misalkan.. . untuk solusi jenis kedua (2.63a) didapatkan (~~/~)N(E/vo)~'~ 5 1 < (7r/2)(~+ ~)(E/vo)"~ I atau ji ka (2.2. Berikut ini kita lihat perilaku Energi Endengan fungsi gelornbang p untuk setiap energi En. irisan antara (&/vo)"~ dan I cos ka I atau lsin kal terjadi pada k = kn. Kedua solusi (2. n = 0.(2. energi yang diperbolehkan 1 dengan r = 0.1.(2.69) N 5 2/n(Vo/~)"~ c N+l 1 i dan ( E I V O ) " ' ka = lsin k a l 1 Dengan dernikian.14 atau dari pers. subtitusi pers. k a berada dalarn interval ~ ( ~ 112 ka ) < (N+ 1)(7r/2) maka ada (N+I) irisan.1. Berikutnya. Dengan kata lain ada ( N + l ) tingkat energi diskrit jika Dengan cara serupa.66b) dan (2. I Gambar 2..Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger pada interval (1) dan (3). serta pengulangannya. daerah dengari'harga cosin(+) . (2.2.

~ untuk x < -a q2. Suatu elektron bergerak di dalam sumur potensial yang mempunyai kedalaman 20 eV. . x)untuk-acx<a q3. Lebar sumur ( dalam A) b.. ( x ) = Ceqna ~ o S ( k .70) Sifat dari fungsi-fungsi di atas diilustrasikan secara grafis berikut : Gambar 2. Fungsieigen paritas genap Jika fungsi eigen keseluruhan dituliskan sebagai 9... ( x ) = B e9# sin (k. a ) e -. Energi tingkat dasar electron temyata adalah -1 5 eV. Jumlah tingkat energi diskrit yang mungkin... Sedangkan energi Endengan n=1.(x)=Ccosknx. berkaitan dengan solusi kedua.. .5.71) dikatakan mempunyai sifat paritasgenap. c.a l x l a q3.1 5.72) ..Fisika Kuantum n = 0.~ untuk ~ ~ x >a (2. Besar peluang mendapatkanelektron keadaandasar berada di luar sumur. (x) jelas bahwa y>. a ) e ". Confoh 2. u n t u k ... . ( x ) = -Beqnasin(kna)eqnx .. Tentukanlhitung : a.3. untuk x < -a ~ ) ~ ..2.4.1 6 Fungsi eigen paritasganjil Fungsi eigen ini antisimetri terhadap titik asal Gambar 2. (x) simetri terhadap titik asal Fungsi gelombang yang memenuhi sifat (2. berkaitan dengan solusi pertama Grafikfungsi-fungsi ini PersamaanSchrodinger p. ( x ) = Ceqna c ~ s ( k .a) e-qmx . untuk x > a I (2. ( x ) = B s i n ( k . q.5 Fungsi gelombang yang mempunyai sifat simetri (2.73) ini disebut fungsi eigen paritas ganjil.

I 1 1 Karena itu. p(Ixl> a ) = I q a + -sin(2ka) cos * (ka) 1+ Hal ini berarti. b. didapatkan I I .(2.harga N= 1. Memperhatikankesimetrisanfungsi gelombang keadaan dasar (gambar 2. didapatkan.4. maka besar peluang untuk mendapatkan elektron di luar sumur cukup dihitung untuk daerah positf. menggunakanpers(2.55) untuk fungsi 9 . (2.60). / m Subtitusi harga-harga V.66b). a. - -/. Karena energi tingkat dasar merupakanjenis solusi dengan paritas genap. i i Subtitusi harga-harga k. q. didapatkan lebar sumur : I dan. maka lebar sumur 2a dapat ditentukan menggunakan pers.54) .Fisika Kuantum I PersamaanSchrodinger Penyelesaian: a. = 20 eVdan E= 15 eV. didapat harga paremeter E I E=-- ti2 I .65) dan (2.15). Dari harga a di atas.56 eV 2ma sehingga. Karena itu tingkat energi diskrit yang mungkin adalah N + 1 = 2 c. I Menggunakanungkapan (2.. e dan Vo. ' arc c o s .

18. q = ( 2 m ~ / h ~ ) dan k = (2m(Vo Solusi umumnya diberikan oleh : + E J / ~ 'j (2.4 Kotak PotensialTiga Dimensi.y .17 Fungsi Gelombang untuk energi positip Operator diferensial nabla diuraikan dalam koordinatyang sesuai yakni koordinat Cartesian.3. B. Keadaan Degenerasi dan Kerapatan Energi Perhatikan partikel yang berada di dalam kotak potensial berukurana x bx cseperti diperlihatkanoleh Gambar 2.I Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger 2). V + co . D dan Ekonstanta. < 0. ~= ) X ( x ) Y ( y ) Z ( z ) dan nilai eigen E menjadi . Selanjutnya. C . PersamaanSchrodinger untuk partikel berrnassa m di dalam kotak : atau Gambar2. Schrodingemya.75) Gambar2. . karena potensial berbentuk balok. Energi positif. dengan. Grafik Fungsigelombangnya. terapkan metoda pemisahan variabel q ( T ) = q ( x . Setiap dinding kotak berpotensial besar sekali. E>0 ParUkeCpartikel ditembakkan dari kiri. Persamaan 2.18 Kotak PotensialTiga Dimensi dengan A. Sedangkan potensial di dalam kotak sama dengan nol.

setelah dilakukan normalisasi didapatkansolusi lengkap p(F) = p h ( . Bila kotak berupa kubus V = a3.Y. Solusi eigennya: Beberapaspesifikasifungsi eigen dan energinya diberikan oleh tabel berikut Sehingga. = abc ("-)" sin($ . ) sin(? y ) .80a) "I 2maz Ketiga persarnaan ini tidak lain adalahpersamaan Schrodinger untuk partikeldi dalam kotak satu dirnensi yang telah dibahas di depan.4 @ ). Spesifikasibeberapafungsi eigen. x .Persamaan Schrodinger E = Ex + E.. + Ez. . m dan n merupakan bilangan kuantum utama bagi sistem partikel di dalam kotak di atas.79a) dan bilangan e .( = sin(l: -x )- sm -y r: ) r: ) sin -2 (2. y. maka Tabel 1. (2.77b)tereduksi ke dalam bentuk : dan vtmn@.z) (2. Cara standar di dalam fisika matematika membuat pers.

Sebagai contoh untuk E= 6E1 fungsi eigennya ada tiga yaitu p. Untuk menghitung rapat keadaan per satuan energi tersebut.20 tampak bahwa Dalam notasi baru ini.Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger DariTabel. . Keadaan eigen dengan spesifikasi atau sifat di atas dikatakan sebagai keadaan non-degenerasi (non-degenerate state).. dan E = 12E1 untuk pZz2. buat vektor di dalam ruang bilangan kuantum.. seperti E = 3 E l untuk p. l akan kecil sekali sehingga Jika kubus besar sekali maka E spektrum energinya akan tampak kontinyu.p. . ungkapan (2. tertarik padajumlah tingkat energi yang ada di dalam selang d yaitu antara energi Ed m E+dE.19.20....1tampak bahwaada satufungsi dengan satu energi.dan seterusnya.80b) dapat ditulis menjadi Sehingga panjang n dapat dinyatakan dalam energi E (a) (b) Misalkan N(E) adalah jumlah keadaan antara no1dan Emaka Gambar 2. Vektor Z di dalam ruang bilangan kuantum nlrn2rn3 Dari Gambar2. . .19 Spektrum Energi untuk (a) kubus kecil. Sedangkan beberapa keadaan atau fungsi eigen yang berbeda tetapi mempunyai energi eigen yang sama dikatakan sebagai keadaan terdegenerasi (degenerate state). Tingkat energinya diilustrasikan oleh Gambar 2. Di dalam kasus seperti ini kita E .p. (b) kubus besar . . t n 3 Gambar 2.

Misalkan. Seperdelapan bola berjejari n Daerah bintik-bintikdibawah kurvarnenyatakanjumlah seluruh keadaan yang mungkin antara energi no1dan energi E . d N . partikel-partikel berenergi E ditembakkan dan bergerak dari kiri ke kanan melewati penghalang potensialberikut Biasanya didefinisikan rapat keadaan g(E) rnenurut dN(Q = g(E)dE.5 Penghalang Potensial dan Gejala Penerowongan. sehingga Garnbar 2.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Garnbar 2.23 Potensial Penghalangsetinggi Vo Kuantitas ini merupakanjurnlah keadaan per satuan selang energi pada energi E.21. dengan V = a3. Persarnaan Schrodinger partikel-partikel tersebut Solusi persamaan di atas dibedakan oleh besar energi partikel E . 2.22 Kerapatan Keadaan Gambar 2.3.Jumlah keadaan antara Edan E+dE per satuan volume.

(2. Syarat kontinyuitasfungsi gelombangdan turunannya terhadap posisi memberikan : 1. Fungsi gelombang untuk E < Vo Kehadiran solusi q3 yang tidak no1 untuk x>a ini dikenal sebagai fenomena penerowongan(funnelingphenomena).). Ungkapaneksplisitnya q2( x ) = B+eqx + B-e-qX -a 5 x 5 a x >a v )( ~ x) =ceik dengan rnernpertimbangkanarah partikeldatang. Untuk qa kecil sekali Gambar 2. menggunakan hukum kekekalan fluks R + T = 1 didapatkan koefisien transmisi T. Selanjutnya kita hitung koefisien transmisinya. Sehingga . Solusi umumnya.Fisika Kuantum PersarnaanSchrodinger sekaligus yang membedakannya dari partikel klasik.92b) ini juga dapat diperoleh melalui amplitudo transisi (CIA. Fenomena Penerowongan Untuk E < V. Bentuk (2.87) menjadi !I dan dengan dan Pers.24.91) yang kedua tidak lain adalah ungkapan dari amplitudorefleksi. Berikut ini bila kita selidiki sifat dari Tuntuk harga qa ekstrim.(2. maka pers. Karena itu. Gambamya..

(a) Penghalang sembarang (b) bagian yang diperhitungkan untuk koefisientransmisi Darigambar 2.25b.. Contoh2.65)./-J i Bentuk ini sangat menarik dan dapat diperluas untuk penghalang potensial yang tidak teratur. Keluamya partikel a dari inti ini dikenal sebagai peluruhan a. dan kembalikan ungkapan q dalam selisih energi maka Jika diambil logaritmiknya I 1'1 1 1I I Dengandemikian Tampak bahwa suku pertama ruas kanan mendominasi penjumlahan. .Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Perhatikanpenghalang potensial sebagai berikut : dengan E diberikan oleh ungkapan (2.~u!x.0 . . partikel a di dalam sumur potensial yang dibentuk oleh inti dan gaya Coulomb mempunyaipeluang untuk menerobos potensial penghalang. 101 '1.(I . sehingga T = exp . Sedangkan untuk 9a besar Gambar 2.I 8 I I .25. Langkah ini dapat dilakukan dengan mengingat bahwa 2a adalah lebar panjang penghalang dan q sebanding dengan akar kuadrat selisih antara potensial penghalangdan energi partikel. Gumey dan Condon.6 Menurutteori Gamow.98) ' I! 1 1 1 II Jika & . didapatkan I 1! i :I dan Ttereduksi menjadi In T = -2 C ( A X ) ( ~ ) (2.' .

Integral dapat diperoleh menggunakan tabel integral. . = arccos 4Z-E r = b = b c o s 2 0 2+e2 = O maka dan energi partikel-a Probabilitas partikel a rneluruh T. T = e-7 dengan .Hitung probabilitas partikel a meluruh atau keluar sumur potensial berjejariRtersebut.+ 8. Tetapi di sini akan dihitung langsungdengan penggantian variabel r = bcos26 Dengan penggantianvariabel ini dipedeh Energi partikel a di dalarn inti berjejari R adalah E.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger llustrasinya diberikan oleh garnbar berikut. Penyelesaian: Potensial berbentuk dr = -2b sin 8 cos 8 d e Untuk batas integrasi r = R = b cos28.

ambil peluruhan . = 90.89b) menjadi Sehingga soiusi umum (2. maka ungkapan (2. Lengkapnya.67~10-~'kg Z . nomor atom anak. maka seperti tampak pada gambar di depan.90) juga mengalami perubahan untuk daerah dua..x Subtitusi nilai-nilai di atas.. q . ( x ) = ~ + e ~ + A _ e . Maka didapatkan Keadaan Resonansi Untuk E > V.102) x >a Gambar solusi (2. dengan harga-harga msm.' ~x . <-a Dengan demikian q2(x)=B+e'K"+~-e-ifi q3 (x) = ceihr -alx<a (2. didapatkan koefisien transmisi T partikel a Suatu harga yang tidak not walaupun sangat kecil. Sebagai ilustrasi kongkret. Untuk x kecil sekali arccosx c arccosO-x = n / 2 . b>>R. sangat kecil.1 02) adalah sebagai berikut. dan Jika E.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger 92~238 + 90ThU4 + a (4. =4~1.2 Me V) Harga Tdiperoleh.

.28..95). Koefisientransmisi untuk tiga Sedangkan koefisien transmisi bersangkutan V. / & Contoh2.105) koefisien transmisi sama dengan satu.(2. Hal ini secara fisis berarti bahwa semua partikel diteruskan. Hitung : a.. Koefisientransmisi jika energi partikel E=V./I .7 : Suatu elektron berenergi E ditembakkan dari kiri melewati penghalangpotensialseperti Gambar2.27 Fungsi gelombang untuk E > V. 107 -- I). Penyelesaian : a. Karena penghalang potensial konstan dan q + 0 maka penghitungan koefisien transmisi dapat diperoleh menggunakanungkapan (2.i K. = 20 eVdan lebar 2A. V . / E yang berbeda. b. Sehingga diperoleh Gambar 2. Energi resonansi pertama dan kedua dari elektron. dengan penghalang . dengan Dari bentuk eksplisit koefisien transmisi ini tampak bahwa jika sin 2Ka = 0 atau (2.23. Keadaan ini dikenal sebagai keadaan resonansi. Koefisien refleksi maupun koefisien transmisi dapat diperoleh dari pers. Gambar 2.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Grafik koefisientransmisi untuk tiga nilai V..91) dengan melakukan penggantian q .

terdapat suatu keadaan yang lain dari sistem. Hal ini hanya rnungkin tejadi jika E>Vo.(2.y/. y / . 3. . koefisientransmisinya Jadi. dan yf2 merupakan dua furlgsi gelombang yang menggambarkan dua keadaan dari suatu sistem maka untuk setiap kombinasi linier c. Prinsip Superposisi. Postulat 1b. + c2y . Keadaan (state) dari sistem (mekanika) kuantum didiskripsikan atau direpresentasikan oleh fungsi gelombang. b. Postulat-postulat Dasar Mekanika Kuantum (a) Representasi keadaan Postulat 1a. ada sekitar 16 elektron dari 100 elektron datang. Fungsigelornbang rnengandung sernua informasi keadaan sistem setiap saat dan tidak (dapat) diukur secara langsung.Fisika Kuantum Dengan demikian.1. Pada bab ini disajikanperumusanformal dan berbagai konsekuensi dari mekanika kuantum yang berangkatdari pernyataan formal. dan c. Keadaan resonansi rnerupakan keadaan yang mana semua partikel (yang diternbakkan) dari kin tidak ada yang dipantulkan atau dengan kata lain sernua partikel diteruskan . .y/ (7.T=l. t ) . yang diteruskan rnelewati penghalang.106) Perurnusan Mekanika Jadi energi keadaan resonansi pertama dan kedua Ada dua pendekatanurnum yang dilakukan di dalamfisika. tepatnya rnenggunakan koefisien transrnisi T (2.104) dengan energi partikelmemenuhi pers. dengan c. Pertarna pendekatanfenornenologis yang diikuti perurnusandiferensial-integral biasadan lainnya pendekatanformal rnaternatis sejak awal. konstanta.

P) direpresentasikan oleh operatorlinier A. atau Operator A disebut operator linier. OperatorA didefinsikan menurut dengan c rnerupakan konstanta kornpleks. c. adalah konstanta-konstanta (bilangan) kornpleks. .-~AV).Fisika Kuantum Perurnusan Umum Mekanika Kuantum Prinsip superposisi ini rnembawa pada konsep rua~lg vektor. dan c. . jika bekerja pada fungsi gelornbang p.1 Selidiki linieritas operator A yang didefinisikansebagai berikut: Definisi di atas rnernberikan hubungan lebih lanjut sebagai benkut I I a.. skalar (scalar product) antara dua fungsi gelornbang Q dan yberikut: I dengan c. dan rnaka untuk c. Setiap variabel dinamis A(?. dan rnengubahnya rnenjadi fungsi gelornbang yang lain. ) = A(?. B . c. Operator tersebut bekerja pada fungsi-fungsi dari sistern. c. I . A ~ ( x=)z ~ ( * ) + a . Kumpulansernua fungsi gelombang dari suatu sistem mernbentuk ruang vektor linier kompleks berdimensi tak hingga Berkaitan dengan ruang vektor linier tersebut didefinisikan perkalia~. ry dan rnernenuhi hubungan: ~ ( c v ( x )#) v(x)) Jadi operator A bukan operator linier karena ada satu sifat atau definisi operator linier yang tidak dipenuhi. = A ( ~ . dengan a konstanta d Penyelesaian: a. Contoh3.konstanta i) berlaku sarna dengan no1jika dan hanya jika y = 0 (b) RepresentasiVariabel Dinamis Postulat2.

[AB. . = z. p3 = pZ.j = 1. x2 = y.yaitu: Selanjutnya. = px.ACB + ACB -CAB = A(BC . B dan C .CB)+ (AC . c. = 1.p]= izi (3.. V(X) +c 2V ( X 1 ) = x.{c. didefinisikanhubungan kornutasi atau komutator antara A dan B .C ]+ [A.5) memberikan hubungankornutasi bagi tiga operator A . p.CAB = ABC .B] (3-5) dan dengan cara serupa .9a) c]B AB-BA = [A.2.C ]= ABC .~ dr d ( x + c2q(x) ) 1 Dengan dernikian xp-px = [x. dan adalah fungsi delta Kronecker yang didefinisikan sebagai: 6g 6. A Y ( x ) = x z Y ( x ) Sebagi contoh perhatikan cara mernperoleh kornutator antara x dan P.Fisika Kuantum Perurnusan Umum Mekanika Kuantfrm d b.CA)B = A[B.konstanta berlaku: i) A ( c Y ( ~ ) ) = x ~ ( c Y ( ~ ) ) d = C(A Y( x ) ) ii) 4. Secara urnurn. jikai = j atau M n i s i kornutator (3. x. p2 = py. c. rnaka untuk c. untuk xi dan pj dengan i. urnurnnya berlaku: dengan x. Misalkan A dan B adalah dua variabel dinarnis. (3. variabel-vanabeldinarnis pada urnurnnya tidak kornut.6) Hubungan kornutasi antara x dan p ini dikenal sebagai kuantisasi pertarna..3 berlaku JadiAadalah operator tinier (karena kedua sifat dipenuhi) Di dalarn rnekanika kuanturn. = x.

Fisika Kuantum rcr clr 6 .pJx + i h * ' Karena itu. nilai harap atau nilai duga dari variabel dinamis A.:k#"i: Hitung komutator : Evaluasi lebiihnjut rnembeni maka Postubt3 .-Ix = .Nilairafa-ra& daripengukuran variabel dinamis A yang dilakukan pada sistem yang mmpunyai keadaan I diberikan deh: Penyelesaian : a.. Keadaan W bemriasi terhadap waMu menurut mmaan -- . Dengan kata lainjika A observabel.p] = [xn-* . i s e w hargae k p e k k i . x n = . -:an Umum Mekanika Kwnturn Confoh 3 . 2: . didapatjuga [xn-' .n-l. diperlukanbatasan (A) = (A)' atau Untuk m = n. d Atau secara umum. Memperhatikan pangkat dari x. (c) Evdusi Sistem dan Tetapan Gerak Postulat4. i Besa. Untuk yang tidak temolmalii.n (A). Mempertimbangkan kenyataan fisis. maka hanya variabel dinamis berharga ekspektasi riel yang diukur secara langsung atau teramati (observabel).

Dengan kata lain observabel A merupakan kuantitas kekal dan biasa disebut sebagai tetapan gerak.14) Contoh 3.7) Selanjutnyagunakan pers. diperoleh .4 Mengingatsifat nonkomutdari dua observabelA dan 6.14) ini tampak bahwa jika A tidak bergantungwaktu secara eksplisit dan komut terhadap H. Penyelesaian: (i) Misal. Contoh 3. maka secara umum berlakir Penyelesaian: Dari pers. (3. A = x. Turunkan pes(3. B = py.(3.H ] = 0 maka yang beratti bahwa (A) tidak bergantung waktu. (terbukti). (3. Maka [A.(3.10) memberikan evolusi terhadap waktu bagi harga ekspektasi ( A ) dan Dari pers.3.13).10) diperoleh Petlihatkandengan 2contoh eksplisit untuk (i) A dan 5 kornut dan (ii) A dan B tidak komut.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum Postulat ini dan pers. dengan komutator (3.

10) Dari dua hasil di atas. 3 .18).1 Operator Hermite Untuk operator liniersebaang. suatu operator A dikatakan operator Henitian jika: A+ = A (3. 2 OPERATOR DAN MASALAH ElGEN 3. jelas bahwa (AB)* = B+ A+ 3. uraian per operator memberikan (A)* = (A) = fV*A Karena itu dv (3.19) Contoh 3.6 Untuk dua operator Karena itu.p. didefinisikannilai haap Masih dari definisi (3. Dengan demikian (3.2.21) .I Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum J ( A ~ ) dv= '~ ~y*~'ydv = 2ihp.2. ditulis A+.2 Masalah Nilai Eigen dan Degenerasi Jika operator A bekerja pada fungsi qrdan berlaku Operator sekawan HerrnitedariA. (AB)' = B ' A' Penyelesaian: MisalkanAB = C maka dari definisi (3.18) didapatkan A dan 3 perlihatkanbahwa (3.didefinisikansebagai: A 9 =a9 (3.18) Sedangkan.20) Karena Lz komut dengan Hamiltonianpartikel bebasdan tidak tergantung waktu secara eksplisit maka momentum sudut (L.) dari partikel bebas merupakantetapan gerak atau kuantitaskekal.

secara umum .p 3.~rn)=a(qrn. ~ ~ n ) Suku pertama ekspansi berlaku bagi nilai eigen diskrit. Jika semua nilai eigen dari A diskrit.18) ( ~ ~ r n ~ ~ n ) = ( ~ r n . yang berati bahwa p.p. maka (~~rn. sedangkan suku kedua bila kontinyu.4 Kelengkapan dan Normalisasi Fungsi Eigen Fungsi eigen (suatu sistem) dari operator Hermite A. serta nilaieigen riel dari H. Sekali lagi menggunakan pers.2. .b)lPnopn dv =O - Karena itu berlaku Mengingatpertaksamaan(3.) dikatakan membentuk himpunan lengkap (completeset)jika fungsi sebarang 9 . mrd ii.(3. didapatkan.. .J q n p 'dv ~ = j(b*%*b" dv l V " * b ~ d "v = (b*. ortogonal. . dari sistem bersangkutandapat diekspansi: atau b*=b Jadi nilai eigen b riel. Karena a # b untuk m # n rnaka 0 = J'bqn YR dv.2d).Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuanturn Dari persamaan eigen di atas. {cp.qn) atau Jadi koefisien mernenuhi persyaratan I . maka untuk V ternormalisasiberlaku dan dari dua persarnaaneigen untuk pm . .

24). dan kernungkinanmendapatkan nilai tertentu a . Secara umum. Pasangan transformasi Fouriernya diberikan oleh: =( ~ c : . dengan spektrurn diskrit dengan N = ( 2 r ~ ) " " . arti fisis dad nilai-nilai keadaan adalah IcmI2.2. dari A. harga ekspektasi (A) adalah rata-rata bobot nilai eigen a.2. untuk semua nilai eigen kontinyu I = Jc* (m) qLdm Jc(n)qn dn dv = Ic*(m)c(n)dmdnIpiqndv = J Hasil pengukuranAadalah salah satu dari nilai-nilaieigennya. maka Jadi. 3. normalisasi dapat dilakukan dengan mernbuatjumlah seluruh modulus dari koefisien ekspansi sama dengan satu. eigen (dari) suatu observabel rnerupakan hasil yang mugkin dari pengukuran observabeltersebut.25b) = jc(m)12dm 3. . . jika y dapat diekspansi seperti pers.5 lnterpretasi Fisis Perhatikan ungkapan ekspektasi dari A dalam keadaan y. Berikut ini diuraikan representasi momentumbagi fungsi gelombang yaitu ungkapanfungsi gelornbang dalam ruang (variabel) momentum.a." m n 2 =CJcrn)am m Jadi. Kaitan antara fungsi gelombang dalam ruang koordinat dan ruang momentum diberikan oleh transformasi Fourier (2. Sedangkan fungsi eigen cpm (dari A) rnerepresentasikan satu keadaan yang mana observael A rnernpunyai nilai tertentu a . dengan N' = (27rh)':. (3. ) A ( ? C n pn]d v Untuk kasus satu dimensi tak bergantung waktu.Fisika Kuantum Perumusan Urnum Mekanika Kuantum Dengan cara yang sama. (3.6 Fungsi Gelombang dalam Ruang Momentum Fungsigelombang yang telah kita bahas merupakanfungsi gelombang dalam ruang koordinat. p = p..3'). jika sistem dalarn Dengan demikian.25~1) dan = CCc:cn J9):Aqn d v rn n = Cx~:~. IJc* (m)c(n)drndn~~~ (3.~.

untuk 1 x 12 a (3.5 : Sedangkan produk skalar p(p) sendiri memberikan hasil sesuai teorsma Farsevai. Rapat probabilitas P ( p ) dan grafiknya d. [x.28) mengisyaratkan bahwa q ( p ) dapat diinterpretasikan sebagai fungsi gelombang di dalam ruang momentum dengan Iyr(p)12merupakan kerapatan probabilitas untuk mendapatkan partikel berrnornentum p . Denyan demikian. Selanjutnya.27) dan (3. dari (hukum) kuantisasipertama (3. Fungsi gelombang suatu saat dari partikel yang bergerak sepanjang sumbu x berbentuk : Jyr* ( F ) ~ P dp ) = Jm' ( P I N 'JY (x)e-'"" dxdp = J y ( x )Jp* ~ ( p )e"P"R dp n~ = jY(x)Y*(x)& e.Fisika Kuantum P~rurnusan Umum Mekanika Kuantum Selanjutnya dari definisi harga ekspektasi. cy(x)ternorrnalisasi.27) tampak bahwa operator momentum p. didapatkan Secara umum. Fungsi gelombang momentum ~ ( p ) c. dari hasil(3. operator f ( x ) di dalam ruang momentum diberikan oleh: Perumusan di atas dapat diperluas ke dalam kasus tiga dimensi.6). yaitu: jadi .p ] = ii'i didapztkanobservabel x dalam ruang momentum. dalam ruang momentum diberikzn oleh: Tentukan : a. Contoh 3. Harga rata-rata momentum ( p ) dengan (i) fungsi gelombang ruang koordinat (ii) fungsi gelombang ruang momentum Penyelesaian : a. C jika cy ternorrnalisasi b.28) =1 Hasil(3.

Standartdeviasiyang didefinisikansebagaiakar kuadratdari rata-rata kuadratdeviasi.= O ii) atau dx Fungsigelombang q ( p ) . .dari pers.3d) = -+Im .1 HubunganUmum Hargaekspektasiadalah rata-ratadaribeberapa pengukuran. untuk 1 x 15 a 10.. Rapatprobabilitas P ( p ) 3. J 2 a 1 1 .Fisika Kuantum Perurnusan Umum Mekanika Kuanturn Sehingga d. (2. Sekarang dimisalkan ada dua observabel A dan B. b.3. Grafiknya ..3 PRlNSlP KETIDAKTENTUAN HEISENBERG 3. dan pengukuranindividualakanmenyirnpang(deviate)dari harga rata-ratatersebut. untuk 1x1 > a dv(x) karena . Nilaiduga ( p ) .-ip" dx - 1 (2) ( J z z ip nA e-ialfi -""I" Karena p fungsi ganjilsedangkan sin -P fungsigenap. dan dituliskan . (ap / A ) '(i1 c. Gambar. 3.1 Probabilitasdalam ruangmomentum dapat dianggap sebagai ukuran penyebaran dari nilai terukur. Penyebaran dalampengukuran A inidisebutketidaktentuan (uncertainties)di dalam pengukuran A .

16) sebagai latihan dan melemaskantangan.YPX Sebagaimanapers..L2 + ih(F. + YP. = x 2 p .2) dengan L2 = i. B = F . Uaian lebih lanjut memberikan Dari dua contoh (i) dan (ii) di depan dapat disimpulkan bahwa (AB)2= A2B2jika dan hanya jika A dan B komut.6).16) Gunakan komutator (3. Penyelesaian: Dari pers. = XPY . (3.17)diperoleh .6). = (r x p).Fisika Kuanturn Perurnusan Umum Mekanika Kuantum maka L. Uraikan pe~(3. =r 2 2 ? (3.9). diperoleh I1 11. Perlihatkan bahwa komponen z dari momentum sudut Lz sistem partikel bebas merupakan tetapan gerak. Sedangkanjika A = r'. didapatkan (3.2 Dengan demikian - -i h p . = x(xpx . tidak tergantung x dan y maka komut dengan L.i adalah operator momentum sudut L=r'xJj - 11 . 1I 1 1 (I 11 (xpx)2 = (xpxxxpx =X(P~X)P.1 7 ) p . B = pxmenggunakankomutator (3. + ZP.ih)p. maka II (F. (2.b)2 = (XP. Hamiltonian parSkel bebas diberikan oleh : (ii) BilaA = x. Karena p .Ma) atau (2.

dengan [ x .344 atau mengingat sebagaimana telah diperoleh pada bab terdahulu.i/lp))((a + iaB))2 0 atau uraiannya (3.34b) menjadi . tuliskan kuantitas Menggunakanungkapan (3.34b) mempunyai harga minimumjika derivative terhadap h mernpunyai harga nol. Dari sifat operator dan sekawan Herrnitenya didapatkan maka ((a . (3. Hal ini teQadi jika Contoh3 .35) merupakan ungkapan urnum dari prinsip ketaktentuan untuk pasangan observabel A dan B. 1 Fisika Kuantum Perurnusan Urnurn Mekanika Kuanturn atau Pertanyaannya. pers. (1.dapatkah diperoleh keadaanyang membuat dan keduanya no1atau A dan B keduanya rnempunyai nilai presisi? Untuk menjawab pertanyaan ini. keadaan tereksitasi pertarna dan keadaan tereksitasi kedua berturut-turut diberikan sebagai berikut: Untuk harga h ini. A dan B adalah pasangan sekawan kanonik x dan p . p] = iA dengan h adalah parameter riel.32') didapat dan ajoint-nya: Ungkapan (3. 7 : Perhatikankernbali partikel yang terperangkap di dalam kotak satu dimensi sepanjang L.36) merupakan bentuk yang lebih mendasar dari prisip ketaktentuan Heisenberg. Sebagai contoh. (3. Fungsi gelombang keadaan dasar. ' Ruas kiri pers. Dibanding pers.31) yang diperoleh dengan pendekatan semikualitatif. pers. (3.- _ _ 1 1 _ .

tampak bahwa kemungkinan untuk mendapatkan partikel di sebelah kanan % dan di sebelah kiri % adalah sama. (P) dan (p2) terlebih dahulu.dan c. untuk menghitung & dan Ap perlu dihitung. Penyelesaian: Uraian kbih lanjut dari persamaan(3.4b (terlampir). Para pembaca silahkan membuktikan secara kuantitatif.32) M = memberikan : Integralterakhir dihitung menggunakan integral parsial dan didapatkan Karena itu.Fisika Kuanturn Perurnusan Urnurn Mekanika Kuanturn Hitung: a. Karena itu. Subtitusi kembali ke dalam (x2) didapatkan: a.37) didapatkan: . rata-rata posisi (x) untuk semua tingkat keadaan secara kualitatif adalah %. (x) . Mengingat gambar 2.(x2). Sedangkan (x2). h untuk setiap keadaan tersebut di atas. b. (p2)dan Ap . periksa apakah hubungan Ax& 2 f h selalu dipenuhi.. Selanjutnya subtitusi ke dalam deviasi (3.

mengingatalasan kualitatifjawabana.(x) perlihatkan. berturut-tumt diberikan oleh ?r2ii2 4z2ii2 9n2h2 dan L2 ' L~ L2 . ( p 2 )untuk q. Gunakan solusi a dan b. q2dan q3. Untuk deviasi momentum =2nn qijzxz .101. untuk p. maka mas kanan (3.Fisika Kuanturn Perurnusan Umum Mekanika Kuantum Rinciannya. b.in($ x)}I 0 3 . . Dengan kata lain. L untuk semua tingkat keadaan n. . 3 . / m > 1 untuk semua n Sehingga )' d~ L {. Tinjau fungsi eigen qo dari A .. Coba Untuk p.35) . Karena itu Untuk p3(x) c. Jadi. yaitu kemungkinan partikel bergerak ke kanan sama dengan kemungkinan partikel bergerak ke kiri maka rata-rata momentum ( p ) adalah no1untuk semua tingkat keadaan. sehingga M dan AB bisa nol. B rnempunyai nilai presisi dan terdapat fungsi eigen serempak (simultaneously) dari A dan 6. i . ( x ) Sedangkan ( p ) . . B komut. terdapat keadaan dengan A. 2 Observabel Komut Unhrk kasus dua observabel A.(nnT Z ) ~ - j (T -x Tarnpak bahwa besarandi dalam tanda a k a r .2h2n2n2 sin L3 0 .

subsistern pertarna H Jika A dan B komut..2). AB = BA. v(2) masing-masingfungsi eigen dari H .juga fungsi eigen dari B dengan nilai eigen b. Keadaan sistem tersebut dilabel dengan simbol 1 Dengan dernikian. rnisal Harniltonian ini dapat disusun sebagai penjumlahan dari Harniltonian . maka Bpa harus konstanta kali qa . selalu bisa dipilih sekurnpulan lengkap dari fungsi eigen serernpak qabuntuk pasanganobservabel kornut A dan 6 . (I) dan subsistern kedua H2(2). ( l ) dan Jadi.40) melainkan: . rnerupakan fungsi eigen serempak dari A dan B. merupakanfungsi eigen dari A dengan nilaieigen sama. sedangkan nilai eigennya adalahjurnlah masing-masing nilai eigen individual.4. atau dua atom dan seterusnya. H2(2) Hal ini berarti q. Tetapi apa yang terjadi jika nilai eigennya degenerasi? Dari pers. maka atau Gabungan dua subsistern ini merupakan dua sistem bebas atau dua sistem tak berinteraksi. Artinya.38b). rnaka dengan energi eigen 3. . Karena itu 9.F isika Kuantum Perumusan Umurn Mekanika Kuantum dan 2.. keduanyatidak saling rnempengaruhi. (3. Jika u(l). (3. selalu mungkindipilih sejumlah r fungsi eigen (rrnerupakantingkat degenerasi dari nilai eigen a)yang kombinasi liniernya rnerupakanfungsi eigen dari B. fungsi eigen dari sistem gabungan yang terdiri dari dua subsistem takberinteraksi adalah perkalian dari masing-masing !f~ngsi eigen subsistem individual. Meskipundernikian. tampak bahwa Bqa juga fungsi eigen dari A. dan setiap observabel 1 akan kornut dengan setiap observabel 2 karena mereka merupakan dua sistern yang berbeda. Dua sistem tersebut bisa berupa satu elektron dan satu atom.1 Sistem lnteraktif Misalkan ada dua sistem yang masing-masing mempunyai sekumpulan variabel dinamisnya sendiri. pa dan Bq.2) tidak dapat diuraikan seperti pers. Tetapijika nondegenerasi. a. dan biasa ditulis qa+ qab . Harniltonian sistem gabungan ditulis H(1. Jiha kedua sistem tersebut berinteraksi maka H(1.

H. 3. Sedangkan . Berkaitan dengan nilai eigen ini. P rnerepresentasikan suatu kuantitas kekal. dan variabel dinarnis lainnya seperti spin dari partikel pertarna (secara kolektif ditulis 1) dipertukarkandengan variabel dinarnis dari partikel kedua (ditulis 2). Jika ry(1.45) didapat.2) sebagai berikut: Jika Operator pertukaran P rnernpertukarkan partikel (1) dan partikel(2). didefinisikan operator pertukaran (exchaGe operator) P yang bekerja pada fungsi gelornbang ry(1. (I).2) rnerupakanfungsi eigen dari Harniltonian (3. Karena itu. Lebih tepatnya.4.44). Pdan Hkornut dengan Hin (1.1=-1. (3. Selanjutnya.2 Sistem Partikel ldentik Dua partikeldikatakan identikjika tidak ada efek ketika kedua partikel tersebut dipertukarkan. Dari definisi (3.2) sebagai bagian atau Harniltonian interaksi dan H . yaitu sehingga P = l Bentuk ini rnernberi nilai eigen + 1. momentum.51) rnernberikanfungsi eigen q. Seperti telah disebutkan di depan nilai eigen 1 =1 atau .dengan Berkaitan dengan sistern partikel identik ini.y (231)= qs(192) (3.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum Jadi. sebagai fungsi eigen dari Parnbil Y + q .45) dan pers. rnaka 2 2 = 1.52a) yang disebutfungsieigen sirnetri (terhadap pertukaran partikel). sernua kuantitas terarnati hams tidak berubahjika posisi. (2) bagian Harniltonian bebas. untuk rnenghindarikerancuan sirnbol. arnbil qsdan qa yang rnernenuhi hubungan: rnaka penerapan P pada persarnaaneigen tersebut rnernberikan: Definisi (3. Fungsi eigen sistern tidak lagi perkalian u(l)v(2).

pehatikanfungsi gelornbang sistem tiga partikel.56) dengan mengganti semua tanda minusmenjadi tanda plus. dan seterusnya.54a) dapat dituliskan sebagai: Sedangkan fungsi gelombang simetri (3.*:determinan (3. dengan u(1) adalah keadaan u untuk partikel 1. Fungsiyang memenuhi dua sifat di atas adalah Hukum untuk dua partikel identik tersebut dapat diperluas untuk sistem Npartikel. Fungsi . maka y dapat dituliskan sebagai perkalianfungsi eigen individual Hasil atau ungkapan bahwa P merupakan tetapan gerak mempunyai arti bahwa keadaan simetri setiap saat akan selalu simetri.. dan seterusnya.3/2. Partikel-partikel ini disebut boson dan memenuhi statistik Bose-Einstein. Sebagai ilustrasi.. Sebagai misal. u. jika partikelnya fermion. ( j ) yang berarti partikel ke-j mempunyailmenempati keadaan ke-i.) digambarkan oleh fungsi gelombang simetri. 2) Sistem yang terdiri dari partikel-partikel identik ber-spin bulat (0. dan keadaan antisimetri akan senantiasa tetap antisimetri.55). fungsi gelombang antisimetri (3. Partikel-partikel ini disebut fermion dan memenuhi statistik Fermi-Dirac. Jika ketiga partikel tersebut tidak berinteraksi satu dengan lainnya.. Kesimetrian ini merupakan hukum alam dan menjadi karakteristik dari partikel-partikel.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum disebut fungsi eigen antisimetri.5/2.54b) dapat diperoleh melal..) digambarkanoleh fungsi gelombang antisimetri. Menggunakanungkapan (3. Hukum simetri-antisimetri dirumuskan oleh Pauli dan menyatakan: 1) Sistem yang terdiri dari partikel-partikel identik ber-spin tengahan (1/2. 2. Perluasannya untuk N partikel. 1. . perhatikanoperasi berikut sedangkan untuk boson. . dapat diperoleh dengan mengarnbil Nfungsi eigen untuk Npartikel.

energi total sistern yang terdiri dari Nbos~nide bentik tidak lain adalah N kali energi partikel individual Kedua. Artinya.n. dan fungsi eigennya Energi keadaan dasar bagi sistern dengan partikel-partikel . maka jumlah elektron di dalam seperdelapan bola berjejari ndal*lah. Seperti dalarn kasus tiga partikel. Artinya. Pertama. Misalkan ada Npartiel identik di dalarn kubus potensialberukuran L3. Determinan(3..57) ini disebut determinan Slater. bila partikel-partikeltersebut adalah bosonnKanarena satu keadaan boleh ditempati oleh lebih dari satu b o s o n V a k a dalam keadaan dasar semua boson menernpatikeadaandemZngan . Energitertinggi yang dite"Wwi olet. dari deterrninan ini jika terdapat sedikitnya dua keadaan individual ui = uj maka qa lenyap. D a l a m k ~ ~ ~ ~ ~ keadaan dasar.Energi r n a s i n g . (os tidak nol.n3) diisi oleh dua elektron.4.Menurut uraian pada subbab 2. rnaka setiap titik (n.. elektron ke-Ndalam keadaan dasar dikenal sebagaieneergi bemiMengingat setiap titik kisi bisa ditempati oleh d U a elehn R1. tidak boleh ada dua partikel (atau lebih) yang menempati keadaan sarna. Berikut ini kita lihat konsekwensi penting dari prinsip larangan Pauli terhadap tingkat energi sistem boson dan sistern ferrnion. elektron mengisi keadaan-keadaan den9a -nergi paling rendah yang mungkin. Karena elektron mempunyai spin-UP dan s~in-dbown. bila N partikel tersebut adalah ferrnion misa alnya elektron. Konsekwensi penggantian tanda ini adalah jika ui = uj.3. didapatkan energi eigen untuk setiap partikel. identik boson atau fermion mempunyai perbedaan Yang $anengat menyolok. diberikan oleh determinan. dua atau lebih partikel boson bisa menernpati satu keadaan yang sama.Fisika Kuantum gelornbang antisirnetri q.m a s i n ! ~ a n ~ ~ ~ ~ ~ ~ energi terendah yaitu q = q(lylyl) boson adalah Karena itu. ha1 inilah yang dikenal sebagai prinsip larangan Pauli (exclusion principle of Pauli) untuk ferrnion. Jelas. fungsi gelornbang sirnetri untuk boson diperoleh dari ekspansi determinan Slater dengan mengganti sernua tanda minus dengan plus.

Energi keadaan dasar siste dua elektron tersebut. Penyelesaian : a. Jika kedua spin elektron tersebut sama. Energi total sistem merupakan jumlah seluruh energi yang mungkin.Fisika Kuantum Perurnusan Urnum Mekanika Kuantum Atau. tentukan : a. erlergi Fermi sistem diberikan oleh: dengan p = N/ V merupakan kerapatan partikel per satuan volume.dengan N merupakan jumlah partikel pada titik-titik kisi di dalam seperdelapan bola bejejari R atau Sehingga energi total sistem elektron adalah: Dan. Fungsi gelombang keadaan dasar. Contoh 3. dan elektron lainnya di V = q2. . fungsi gelombang keadaan dasar anti simetrinya : Atau. dan b. dalam ungkapan energi Fermi. Karena spin kedua elektron sama maka keadaan dasar yang mungkinadalah satu elektron di U = q.8 : Dua elektron tak berinteraksi berada dalam kotak potensial satu dimensi sepanjang L.

3. Energinya. . secara umum posisi kedua boson berbeda. sedangkan potensialdi dalam adalah nol. b. Energi keadaan dasarnya : (a) (b) Contoh.. Dinding tepi permukaan berpotensial tidak berhingga.9 : Ulangi contoh soal. x. Sistem dalam keadaan dasar. . t x. Penyelesaian : a.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum llustrasi keadaan dua partikel dalam keadaan dasar.10 Lima belas elektrondengan spin-up dan spin-down yang tidak saling berinteraksiberada pada perrnukaan potensial dua dimensi L x L. jika kedua partikelnya adalah boson. b. 3. Jadi. partikel boson berada di tingkat paling bawah 9. Gambar. Ingat. Keadaan dasar sistem ini adalah keadaan dengan kedua . (b) boson Contoh 3.2 Keadaan Dasar Sistem Dua (a) fermion berspin sama.

Dengan dernikian. Keadaan eigennya setiap elektron Dalarn keadaan dasar elektron-elektronmenata diri dengan rnenempati keadaan dengan tingkat energi paling rendah.3. . . Sernua tingkat energi yang diternpati elektron b. = 13 E. Energi Ferrni sistern. Energi Fermi adalah energi elektron terluar. = 119 E. energi kelima belas elektron tersebut.. Energi total sistern dalarn keadaan terendah adalah jumlah selumh energi di atas. yaitu E. Serupa dengan kotak potensial pada pasa12.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum I Tentuka~ a. Penyelesaian: a.4 rnaka tingkat energi setiap elektron bermassa medi dalam kotak Jurnlah elektron pada dua keadaanterakhir dapat dipertukarkan. Karena elektron rnempunyai dua spin berbeda maka setiap tingkat dapat diternpati oleh dua elektron. yaitu E. b.

.Di dalam pembahasan pada bab ini dilakukan penyederhanaanberupa asumsi proton diam di pusat koordinat dan elektron bergerak mengelilinginyadi bawah pengaruh medan atau gaya Coulomb.mp= 1836me. Atom hidrogen merupakan atom paling sederhana yang terdiri dari satu proton sebagai nukleusdan satu elektron yang mengitarinya 4.Atom Htdrogen Pada bab ini akan diuraikan solusi dari persamaan Schrodinger untuk sistem fisis riel atom hidrogen dan mengkaji berbagai konsekuensinya.1 PERSAMAANSCHRODINGERATOM HIDROGEN Massa proton mpjauh lebih besar dibanding masa elektron me.

Posisi relatif antara proton dan elektron Pendekatanyang lebih baik dilakukan dengan memandang kedua partikel proton dan elektron berotasidi sekitar pusat massa bersarna yang berada (sedikit) di dekat pusat proton.3d).6) didapatkan dan energi potensial Dari pers. Tetapi. 8 dan y. {z( ar ) sins as ( l a .7) ini tampak bahwa suku pertama dan keempat hanya bergantung kri-jxi r. 4.1.6) ke dalam pers.4) rnenjadi K L Zme r 2 r 3. suku kedua dan ketiga hanya yaitu Dengan dernikian. Di dalam koordinat bola (r.(4.(4. .Fisika Kuantum Atom Hidrogen Mengingat sistem atom hidrogen mempunyai sirnetri bola. maka kontribusienergi sistem hanya diberikan oleh elekron yaitu energi kinetik Selanjutnya. untuk mendapatkan solusi bagi pers.p) .5) di atas dilakukan pemisahan variabel v ( 7 )= ry(r. efek ini diabaikan di sini. analisis menjadjlebihsederhana bila operator ~2 diungkapkan dalam koordinat bola. (4:0 1 r .6 ..p) sebagai berikut Subtitusi ungkapan (4.(4. ay .l a . persamaan Schrodinger untuk atom hidrogen bergantung sudut 8 dan y.(4.y as) sins am'} - . Penjumlahan suku-suku yang hanya bergantung pada jarijari dan dua sudut ini akan selalu sarna dengan no1 untuk sembarang nilai r. = Gambar. Suku yang hanya bergantungjari-jari menjadi .5) kernudian dikalikan (2m. Karena proton diangap diam.r2/h2) dan dibagi ungkapan (4. sekali lagi untuk penyederhanaan.8. pers(4.). Seperti akan jelas pada pers. tefapkan keduanya sama dengan tetapan c = fl(l + 1). jika masing-masing suku sama dengan kontanta.

(4.1. (4.10a) yakni persamaan azimuth yang menggambarkan rotasi di sekitar sumbu z.9a) 4.1 l a ) dipilih negatip (= -m2)agar memberi solusi berupafungsi sinusoidalyang periodik.+-2 ~ $ z ( ~ + ~ ) = t ( t + l ) (4. solusinya sin2 0 . Keunikan @ di setiap q yaitu. dan n?. Selanjutnya tetapkan masingmasing bagian sama dengan konstanta -m2. I d @sinedB Setelah dikalikan dengan + 1 -dZ@ @sinZ 0 dqZ - -@ + 1) (4.f l .(4.12) . di penuhi m=O.1Ob) Sehingga untuk setiap m bulat.Bb) sin8 d 8 3+{ @+I)- "'}@=o sin28 (4. pers.. Bila dipilih positip akan memberi solusi fungsi eksponensial.11b) Sedangkan suku yang hanya mengandungsudut 8 dan q menjadi Dengan demikian.(4. ltulah sebabnya konstanta (4.Fisika Kuantum Atom Hidrogen L~(z:) R dr r . setelah dikalikan dengan @/sinZ 8 diperoleh (' dr r - z) +-2. pilih @ =@ .Bal 4ns.. Selanjutnya. (p) = Aeimp atau (4. Untuk konstanta negatip. f 2. Sudut rotasi di sekitar sumbu-z ini adalah no1sampai 2n . kita tentukan solusi masing-masingpersamaan tersebut.5) dapat dipisah menjadi tiga persamaan deferensial biasa. pers.9b) juga terpisah menjadi dua bagian yaitu bagian yang hanya bergantung pada sudut azimut p dan bagian yang bergantung pada 0 .r atau s i n O d ( sine-d @ ) +t(e+l)sin2B=mZ O de atau. sehingga untuk satu posisi yang sama akan diberi nilai yang berbeda @(n/ 6) cc e-"I6 .1 Persamaaan Azimut Kita mulai dari persamaan paling sederhana (4. Jelas pemilihan konstanta positip ini tidak menceritakan kondisi fisis sesungguhnya.dan periodisitasnya. .<z -kqt)R 4m0r = e(* + I)R LL( sine(4. Dengan alasan yang akan menjadijelas kemudian.9a) menjadi 1 dZO (4. dan @(2n + n 16) oc e-z"-"'6 karena posisi p = n16 sama dengan posisi p = 2n + n / 6 .9b) sin8 d Tampak bahwa pers.

(4.ly = Wsin' 6 2'!! d cos 6" 2'P! ' :odan?kan m minimum terjadi pada - P. Sehingga sin 0 dB sin20 0=0 (4. .(cos 8) I jern (COS ~)~:'(co es) sin e d e = - 2 (!+ml6 c r ." 1 '12 d2' I:"=~'(COS~)=-(I-~~~~B) (cosz 6 . Bila konstantanya bukan f ! ( + 1) maka solusinya adalall deret takberhingga.11 b). "(cos 8) dapat diperoleh melalui Bentuk eksplisit polinom P rumus Rodigues: Dari hubungan (4. (Q~ Q. ) .(4.(4.1.Fisika Kuantum Atom Hidrogen X Sedangkan syarat norrnalisasi bagi @ .19) ini tampak bahwa untuk harga ! tertentu maka m maksimum terjadi jika m = 8 dan P.2 Persamaan Polar Selanjutnya kita tentukan solusi pers.llb) diberikan oleh polinom Legendrrr ... = ~N .I (COS e) dengan N .17b) 0 2 e + 1 (t-m)! didapatkan Bilangan bulat m disebut bilangan kuantum magnetik.17a) o dipenuhi oleh konstanta A =I/&.8a) dan (4. Solusi pers.(4.. 4. merupakan konstanta norrnalisasi =! . 6 . fern (COS e)e:'.11b) ( + I) dan m? Persamaan diferensial(4.(cose)sin ede =6 .9a).7) menjadi pers.- 6 mms (4. ~ .(4. .". Solusi dari persaaan ini dapat diperoleh menggunakan metode Frobeniusdan diberikanoleh deret berhinggayang dikenalsebagai polinorn Legendre terasosiasi.N. lnilah alasan pengambilan tetapan f! ( ! + 1) ketika rnenguraikanper.11b) dengan konstanta ! dikenal sebagai persamaan diferensial Legendre terasosiasi. diinginkanadalah Karena itu solusi yang Mengingat sifat ortogonalitas P.

Pada pembahasan di sini dibatasi pada keadaanterikat yaitu keadaan dengan energi negatif E= 1 q .14).23) tereduksi menjadi persamaan diferensial untuk U dengan Selanjutnya kalikan dengan p2dan ambil limit mendekati pusat koordinat Untuk menentukan solusi pen(4.(4.F isika Kuantum Jika dikaitkan dengan ungkapan (4.3 Persamaan Radial Sekarang kita tentukan solusi pers. Tampak bahwa suku dominannya adalah .8~) tereduksi menjadi Karena itu pers. Pengalian (1/P) pada persamaan (4. Rditulis sebagai (4. pers. (4.25) U(P> R(P) = P (4.(4. maka untuk l tertentu m dapat berharga Atom Hidrogen tuliskan terlebih dulu pers.26) dan subtitusikan ke dalam suku pertama pers.23) dalam bentuk Bilangan bulat ! disebut sebagai bilangan kuantum orbital.1.8b).23*) diperoleh membuat pers(4.3a) memberikan Untuk daerah jauh sekali p + oo .23) kita selidiki terlebih dahulu (perilaku) persamaan tersebut pada dua daerah ekstrim yaitu daerahjauh sekali dan daerah pusat koordinat Sebelumnya.(4. Perubahanvariabel Sedangkan pada daerah titik asal.23*) secara efektif menjadi Solusi persamaan ini adalah R K edpI2 Tampak pada persamaan radial ini terdapat nilai atau energi eigen E.(4. 4.

(4. yaitu Solusinya disebut polinom Laguerre terasosiasi diperoleh dari rumus Rodrigues L: dapat Solusi deret Untuk kasus kita koefisien p dan q dihubungkan dengan bilangan kuantum orbital & dan bilangan bulat n yang nantinya disebut bilangan kuantum utama menurut akan memberi rumus rekursi Karena itu solusi pers. . (4.35) s=n-C-1 Sehingga L(p)merupakan polinomial Karena itusolusi untuk daerah asal (koordinat). yang mempunyai bentuk umum Subtitusi ungkapan (4. posisi jauh sekali dan fungsi umum terhadap jarak Pers(4.38) ini tidak lain adalah persarnaan diferensial Laguerre terasosiasi.17) menjadi Menggunakan pemilihan .Fisika Kuantum Atoin Hidrogen I =n maka a .38) diberikan oleh Tarnpak bahwa deret akan berhinggajika A adalah bilangan bulat. Mempertimbangkan solusi-solusi untuk daerah ekstrirn di depan. = Lt? ( p ) (4.26) diberikan oleh: 1= n .29) dan hubungan (4. Solusi yang rnernenuhi persarnaan suku dorninan ini dan kondisi fisis keberhinggaan p + 0 adalah dan seterusnya akan menjadi no1jika (4. solusi urnurnnya diusulkan berbentuk perkalian antara solusi titik asal. rnenggunakan hasil(4.42) .23) didapatkan persamaan untuk L. misalkan L = L.31) ke dalam pers(4.pers.

yaitu R = R.1.tepatnya Untuk bilangan kuantum n = 4 . ~ .4 Solusi Eigen dan Distribusi Probabilitas Dari uraian di depan diperoleh solusi eigen lengkap bagi pers.26).. n . .. Untuk n = 4 maka Jadi untuk n tertentu maka ! = 0. = N. Contoh 4.2. solusi radial R diberikan oleh Atom Hidrogen 4.8c) berbentuk dan m pada y.3 . merupakanfungsi-fungsi temormalisasi. m pada posisi ( r . n dan Iserta penyebut pada ungkapan (4. solusi lengkap pers. juga temormalisasi dari hubungan p. Mengingat R.Fisika Kuantum Dengan demikian..5). Kombinasi ketiga bilangan n. tuliskan fungsi eigen dengan semua nilai f dan m yang mungkin. Penyelesaian : Dari uraian di depan didapatkan bahwa untuk ntertentu terdapat n harga . bentuk (4.P e r -pl2 L". keadaan n.48~) Bilangan bulat n ini disebut bilangan kuantum utama.1 atau (21 + 1) 5 n + t ..1 (4... Dengan demikian. mendefinisikansatu keadaan dari atom hidrogen. dan 0..(4.. 0 . I fungsi rapat probabilitas dapat diuraikan menjadi bagian radial dan bagian angular.1. adalah konstanta normalisasi dengan dan diberikan oleh dengan a.(4. Mengingat ~).. (PI 2t+1 dengan N.. = A' /(m..41) didapatkan bahwa q-p harus lebih besar atau sama dengan nol.. maka y. q. atau Hal ini sesuai dengan penafsiran awal bahwa V*V merupakan rapat probabilitas untuk mendapatkan partikel dalam .e2) adalah radius Bohr.

.--

Fisika Kuantum

Atom Hidrogen

Sedangkan untuk e tertentu ada (21 + 1) harga m. Lengkapnya, diberikan dalam fungsi gelombang ry,, seperti tabel berikut:

Bentukfungsi probabilitas ini selain bergantung pada jarak juga bergantung pada bilangan kuantum n dan e . Untuk spesifikasi keadaan seringkali digunakan notasi spektroskopik sebagai berikut:

e
notasi spektroskopik

0

1

2
d

3
f

...
...

s

p

Untuk mendapatkan gambaran perilaku umum Pn,(r) kita gunakan kenyataan-kenyataaansebagai berikut: i. Rumus rekursi (4.34) dan polinom (4.37) memperlihatkan bahwa polinom L(p) merupakan polinom berorde = ,-(-I sehingga L(p) mempunyai s titik nol. Akibatnya, Pnt(r) mempunyai n - e gelembung atau titik puncak. ii. Untuk nilai ! terbesar ( ( = n - 1 ), Pnt( r ) hanya mempunyai satu gelembung. Menurut ungkapan (4.47).

.

Karena itu, puncak Pnn-l (da

terjadi jika

DistribusiProbabilitas Radial. Dari hubunganortonormalitas R,, pers.(4.44), tampak bahwa probabilitas per satuan panjang rdiberikan oleh:

dipenuhi oleh

Beberpa fungsi R, diberikan oleh pada tabel berikut:

Fisika Kuantum

Atom Hidrogen

Tabel 4.1. Fungsi Radial

P

Grafik-grafik proabilitas radial P,, ( r ) diberikan oleh Gambar4.2

(b)

(a) Gambar4.2 Rapat Probabilitas sebagai fungsi jarak

,

Contoh 4.2:
Hitung kemungkinan mendapatkan elektron berada pada jarak kurang dari jari-jari Bohr untuk atom hidrogen dalam keadaan dasar.

1

Fisika Kuantum

Atom Hidrogen

Penyelesaian: Fungsiradial keadaan dasar atom hidrogen

Tabel 4.2. Fungsi Harmonik Bola
I

I

I

Maka probalitas per satuan panjang untuk mendapatkan elemon pada jarak rdari inti

, Karena itu, probabiliis elektronberada padajarak kurang dari a

/

1;,,(0,s)=

6 1
-sin

e e"

yZi2 (0,v )= s

i

2

e

1

Mengingat bentuk eksplisit @ , , maka rapat probabilitas polar hanya bergantung pada sudut 8

P(B,q ) = y r : (0,P)Y, (6,a)

02@)oh(8)= ~ ( 0 )

(4.56)

Gambar-gambarprobabilitasangular diberikan dalam diagram tiga dimensi berikut
Disfribusi Probabilitas Angular. Dari pers.(4.49), (4.15) dan

(4.18) diperoleh bagian sudut

Fungsi Y, (8,p) disebut fungsi harrnonik bola (spherical harrnonics function), dan memenuhi ortonormalitas

Beberapa bentuk eksplisit fungsi harrnonik bola Y, ( B , ~ ) diberikan pada tabel berikut

Sehingga . Energi total elektron keadaan dasar maka Penyelesaian : a.3 RepresentasiPerrnukaan Y. Energi kinetik rata-rata b.. Fungsi gelombang keadaan dasar v.Fisika Kuantum Atom Hidrogen Karena itu. ( 0 . ~ ) Rapat probabilitas di setiap titik di dalam ruang diperoleh dari perkalian antara distriusi angular ~ ( 0 dan ) distribusi radial P(r) Solusi eigen lainnya yakni nilaieigen diperoleh dari pers(4.24) dan (4. elektron dalam keadaan dasar dari atom hidrogen. hanya bergantung pada jari-jan r. yaitu energi atom hidrogen yang bersesuaian dengan prediksiteori atom Bohr terdahulu. enersi kinetik rata-ratanya : Gambar 4. Contoh 4. Energi potensial rata-rata.35).3 : Hitung : a. b.

.9) 1 a = -fi2{--(sin~-&)+a$} sin 0 ae 1 Selanjutnya. (8.i6) diperoleh Menggunakan hasil perhitungan (4.61).Di dalam teori kuantum kuantitas ini menjadi operator rnelalui korespondensi(2.v) Operator yang banyakdig~nakan adalah kuadrat dari momentum sudut.Atom Hidrogen 4.2.61) Jadi Y.Sedangkan pengoperasianL2 sudut Lzdengannilai eigen (mh) dan Y. p) merupakanfungsi eigen dari operator momentum .1 Operator MomentumSudut Operator momentum sodut didefinisikansebagaimana fisika klasik seperti pers. perhatikan penerapan operator LZpada fungsi ytm (e.ip) Di dalam koordinat bola kornponen-komponen operator momentum sudut di atas dapat din)'atakansebagai berikut = -ih(im){J- 4n(e + in)! P.(g 1 7 ) .(3. Dan' pers.(Q.' (COS e)eimv } (4..

~)..4.( o . (6. llustrasiklasik gerak elektron Dari Gambar 4. Hal ini berarti Y . diperoleh sin28 = -e(( + l p t m(4. memungkinkan untuk melakukanpenafsiran fisis sebagai berikut.p) juga merupakanfungsi eigen dati L2dengan ) fungsi nilai eigen P(! + l)A2 . Y.(8. llustrasigerak elektronnya diberikan oleh gambar berikut: =O 1 d d@tm --(sin@7)+k(L+l)-abh sin 6 dB m2 { sin . gunakan pers (4.11B) untuk @ . Y .~ 8 d@ d ( s i8%) ~ Dengan demikian. ~merupakan eigen serempak dari Lz dan L2 .p) menggambarkan perilaku elektron dengan besar momentum sudut L Sebagai sumbu z biasanya diambil arah medan luar misalnya medan magnet B yang meliputiatom .Fisika Kuantum Atom Hidrogen Karena itu L2 Ycm =-A2 = {sii -e : '$) 02) -L)O..62~) Selanjutnya. dan hasil ini memberikan konsekwensi lebih lanjut yaitu Dari operasi LZ dan L2 pada fungsi harmonik Y.&Iytm 1 d sin 0 d6 Momentum sudut sebesar A .. momentum sudut terkuantisasi dalam ruang.(O. Artinya..63) L2yfm = -h2[-~(~+1)0tm@m Gambar 4. / m ini tidak mepunyai arah yang bebas melainkiin sedemikian rupa sehingga proyeksinya telhadap sum bu-Z. 38 sin2e (4.4 tampak bahwa kendala bagi arah momen? adalah : tum sudut J Arbnya.)~ (Sin .

6. Energi b. (7) ( W ~ .~rnh kita dapatkan Gambar.. LZ.J~ n.~. ~ .5 Berbagaigerak elektron Kemudian menginat ortonormalitas fungsi eigen cy. . .. yang hanya bergantung pada bilangan kuantumorbital.4: Satu elektron di dalam medan Coulomb dari suatu proton mempunyai keadaan yang dinyatakan oleh fungsi gelombang: Hitung harga ekspektasidari a..Fisika Kuantum Atom Hidrogen Hyn.64) I? ytm= e(e + i ) Y ~. maka i) Z ~ ~ . . L2 c.. Menggunakanpers. 4.(4. W= ~ . ~ ( ? ) = O a.dari elektron Penyelesaian b. Kuantisasi ruang bagi momentum sudut J6ti Contoh4.4) memberikan . (7) = En~ntn ('1 dengan energi eigen hanya bergantungpada bilangankuantum utama n Gambar 4.3) dan persamaan eigen (4. Hamiltonian(4.

dari dua komp0t.9).61) sirlu~ bagi L . ( T ) = 2 A ~ y ~ ~ ~ ( r ' ) iii) ~ ~ ~ .25) memberikan jika permutasi genap jika permutasi ganjil jika ada indeks sama Selanjutnyq SeD~gai kombinasi didefinisikan operator L.-. (7) = 2A2v.v2. diperoleh L.serta operator (3. ( 7) iii) Lzt. .oo (7) = 0 ii) L.v2.Fisika Kuantum P 42.l7) memberikan: c.7b lorn Hidrogen ii) ~ ~ l y ~ . d symbol pemutagi Yang (dapat) berharga an Eiik adalah Bersama ortonormalitas (4.v210 ( 7 )= 0 b) L. (3) Sehingga dan (3. L #aka r LZadalahoperator Hermitian ..2 Spektrum Nit Bi Eigen Komutator (3. ~ = 2A21y2. yang hanya bergantung bilangan kuantum magnetik. . yang secab a kompak dituliskan $.-. . (7)= A v2..v. Dengan cara Serupa diperoleh hubungan dan L. Mmenggunakanpers(4.(?I i) .-1 ( 7 )= -A v21-.l en operator momentum sudut Mengingat L. = L.0 ( r ' ) (r') b) L2v2.

Untuk realisasi maksud ini operasikan Lz pada L + Y .(4.70) dan persamaan berikut dengan konstanta kompleks C +(1.61) dan komutator kedua (4.L+L.)= I c + ( ~ .Y h Menggunakan hasil operasi (4. Dari definisi operator sekawan Henite (3.Atom Hidrogen .p) merupakan fungsi eigen dari L. diperoleh dan sebaliknya Tampak bahwa L+Yh(O.18) (L+yem. Kornutator-kornutatordari operator momentum sudut secara lengkap diberikan oleh pe~(4. =L2-L:-AL. setelah membandingkan dengan pem(4. p ) .L+y. = (L.72a) serta (4. + L. m ) ~ ( y C m . y h ) = Ic+ (L.p). Karena itu.L+ .73b) maka didapatkan: Berikut ini kita gunakan kornutator-komutatoroperator momentum sudut untuk menguraispektrum nilaieigen dari fungsi eigen qm ( 0 . (0.77a) 20 dan mengingatpers. P) r Pertama. ~ yakni ) L+Y. -hL. ( 8 .L+ y.61) diperoleh Sedangkan perkalian anatara dua operator tersebut memberikan Kita andaikan dan L-L+ = LS.didapatkan Dua hasil terakhir memberikan .m)I2 (4.v L. )ycm+ L+L. m) yang akan kita tentukan.(B.74). kita lihat pengaruh L+ pada Y. dengan nilai eigen ( m + 1)h .

Atom Hidreen 'I Lakukanoperasi L. ~ tingkat ) rnenjadi Jadi. Karena itu. Karena itu. Selanjutnya kita tentukan m rnaksimum dan m minimum untuk !tertentu. didapatkan Dengan demikian .(4. misalkan m = m+ didefinisikan .73b)...L.73a) memberikan Jadi L. misalkan m = m.Y ( 8 ./P(~+I)-~(~-I) (4. disabut sebagai operator tangga penaik.m) Sehingga = h 2.= -hL- memberikan 1 Operasikan L+dan pers. untuk e tertentu m berharga seperti hasil yang diperoleh di depan.q) dan misalkan ditulis yang dipenuhi oleh didapatkan: C-(!.82) Sedangkan untuk m minimum. c). Untuk m maksimum.+. (8. Langkahserupa dapat diterapkan untuk operator L.didefinisikan [L. L+ menaikkan keadaan ~ ~ ( 8 satu keadaan Y.dan gunakan pers. (0.+.rnenurunkan fungsi eigen .dengan menggunakan komutator Persamaan terakhir ini dipenuhi oleh m + =! (4.(4.79~) Seperti telah diperlihatkan di depan L+(L-)menaikkan (menurunkan) bilangankuantumrn satu tingkat. Spektrum nilai eigen m diilustrasikan sebagai berikut. ~ ) + Y.

7 Spektrum dari operator Lz untuk [ tertentu Contoh 4. Hitung nilai momentum sudut (i) L dan (ii) Lz d. I a ==- -r126 d cos 0 Cre-r/26 sine 88 e-r126 -2-(sin2e) (2sin 8cos 8) sin 0 Gambar4. Operasikan operator energi kinetik pada ry . = 2c r e-'Iz6 cos B .5 : a. Tentukan energi keadaan tersebut. b. Sementara dua suku lainnya. c. Tunjukkan bahwa fungsi h ry = c r e . kita dapatkan . karena W tidak bergantung 9 secara eksplisit.Fisika Kuantum Atom Hidrogen I' Jelas suku ketiga ruas kanan sama dengan nol.-r c r e-'lts cos 0 + -cr 2 6 r (26)' e-'IM cos tJ Substitusi kembali ke dalam persamaan kinetis di atas.r 1 2 6 cos8. Hitung komponen momentum sudut LZdari L+v Penyelesaian : a. dengan S = mke2 adalah solusi dari atom hidrogen.

71) dan (4. + Sin p. y ) = -ih = c.32~) untuk rnendapatkan nilai kornponen-komponendari momentum sudut Persarnaan ini tidak lain adalah persarnaan Schrodinger untuk k eZ .Fisika Kuantum Atom Hidrogen Atau Tarnpak bahwa nilai eigen dari operator L~ adalah 2h2 .iftc r e-"" sin 8).i cos (D) ap.) e-r"6 = A(. Karena itu.(sin p.i eos p.i cos 9)cr e-r126 (-sin 0) = -ih c r e-'"%in didapatkan bahwa energi keadaan tersebut adalah sin p.i cosp. (L.ih c r e-r"b sin 0(sin p.59) didapatkan b.+ i sin p. . Menggunakan ungkapan (4. ih c r e-r"6 sin excos p. atom hirogen dengan energi potensial V(r) = -sehingga dalarn ungkapan HarniltonianH . pada L+y L. . Dari persarnaaneigen = itz(sin p.i COS 9)) .)} 89 ih i) Operasikan L* seperti (4. = -I(- d sin 6). Nilai momentumsudut L dapat diperoleh dengan rnenerapkan a -(. ii) Terapkan operator L.) Selanjutnya operasikan L. d. . r karena W tidak bergantung pada 9 secara eksplisit.) = RCifi e r e-'"& sin sin (o . . (4.33) pada ry .i cos p. nilai mornenturn sudut L adalah f i h .

komponen-z momentum sudut keadaan elektron L+cy adalah A . dalam banyak ha1persoalanjuga menjadi jauh lebih sederhana. 5. Sebagai gantinya orang rnenggunakan simbol-simbol abstrak yang masih membawa sifat dari fungsi eigen dan hasil operasi dari suatu operator padanya. Hal ini dilakukan karena selain rnemberikan hasil yang sama.Fisika Kuantum Jadi L+ y adalah fungsi eigen dari L. Atau dengan kata lain. Di dalam persoalan mekanika kuantum lebih lanjut seringkali orang tidak peduli pada ungkapan sebenarnya dari fungsi eigen.1) Fungsi ini bersifat ortonormal .V ) = (-1)"' 4 7 ~ (!+m)! Py (cos 8)ei""" (5. Di dalarn bab ini diuraikan metoda (dengan simbol-simbol) abstrak tersebut. dengan nilai eigen A .1 REPRESENTASI MATRIKS Perhatikan fungsi harrnonik bola ytm (6.

Dalam notasi Dirac ini..9) matriks.Fisika Kuantum Metoda Operator 1 1 Sekarang. Notasi Dirac ini juga dapat dikatakan mengungkapkan(merepresentasikan)fungsi Y.. yakni I atau L=1 em) = mhl em) Perkalian skalar dan pemakaian notasi Dirac (5.yang dibaca bra I Notasi Dirac diperkenalkan untuk'memudahkan serta menyedehanakanpenulisan...7) Untuk kasus (em).. (em]= ern)+ 1 Dalam kasus di atas sekawan Herrnite dapat diganti dengan adalah fungsi biasa bukan sekawan kompleks karena &. sebagai gantinya kita hanya mengganti dengan sifat-sifat ortogonalitas dan bila dikenai operasi suatu operator. Bentuk eksplisit elemen ini diberikanoleh rnAF. kita ambil contoh kasus I f = I = I dan tuliskan llm) = im) . .(e.dibaca ket. dari pers.(5. Dari uraian momentum sudut . Perhatikan sifat berikut Didefinisikanpasangan Hermite ( .p) dalam bentuk matriks seperti akan kita lihat nanti. Tetapi notasi Dirac ini dapat digunakan untukfungsi yang lebih urnum seperti dalam bentuk matriks kolorn.. perkalianskalar (5. Untuk kasus ini. )_.. Dalam notasi ini seringkali kita tidak perlu tahu bentuk eksplisit dari fungsi yang dinyatakannya. dari fungsi yang dituliskan dengan notasi Dirac ( ) . perkenalkan notasi baru yang dikenal sebagai notasi Dirac ) .8) diperoleh 1 Di dalam representasimatriks (L.. .2) dapat dituliskan sebagai Untuk memperoleh bentuk matriks baik bagi em) maupun L.(0.. menyatakanelemen baris ke-m'dan kolom ke-m dari matriks operator L.

l m ) = h .Dengan demikian elemen lengkap operator L. dan L.2 Berikan ungkapan matriks Lz untuk vektor basis ortonormal (m'l m) = 6.11b).48b) didapatkan hubungan L+ dan tPerlu ditekankan di sini bahwa bentuk matriks bagi L. Berikan ungkapan (representasi) matriks operator untuk ! = I .13a) = 1..didapatkan dan Contoh5.l)l l m . L.m(m ..diperoleh dari vektor basis standar (5. Maka.1) Dengan cara yang sama untuk 1 (5. diberikan oleh 1 0 -1 Sedangkan dari pers. / e ( e +1) .(49) kita dapatkan dengan m) = 1 1lm) L..Fisika Kuantum Metoda Operator m'\m didapatkan untuk f = 1 maka m = 1. dengan hubungan operasionalyang tetap (tidak bisa berubah). Bentuk di atas dapat berubah untuk vektor basis ortonormal yang lain. Penyelesaian: Dari pers. ..1.0.(4. Perkalianskalar untuk 2 = 1 Contoh 5. -1 .

Dalam notasi Dirac [em) dan representasi matriks fungsi inijuga dapat didefinisikan untuk .(S.q) kita ketahui bahwa fungsi ini hanya didefinisikan untuk P bulat. (0.2. diperoleh Dari perhitungan di atas diperoleh c = f = g = h = 0 .IO) yang harus tetap. i = -A dan a = b = d = e = A l 2 . dari pers.2 SPIN 5.1 Representasi Matriks dari Spin Dari proses perurnusan matematis untuk rnendapatkan bentuk fungsi harrnonik bola Y. Dengan dernikian 5.Fisika Kuantum Metoda Operator 1 Penyelesaian: Misalkan bentuk LZdiberikanoleh dan dengan cara serupa didapatkan Maka.

10) setelah dimodifikasi ( m ' l ~ .I ) ] sm . I m= ) (s.)~.1) Didefinisikanpula S. dan bentuk eksplisitnya diberikan oleh dan dengan vektor basis standar Dengan demikian .Fisika Kuantum Metoda Operator C tidak bulat misalkan 1 = 112 dan definisikan kuantitas mirip momentum sudut f . yaitu momentum sudut internalyang disebut spin 3 Contoh 5. Penyelesaian: Dari operasi operator tangga diperoleh S-1sm) = h.3 dengan komponen spin sebagaimana Z S memenuhi hubungan kornutasi Berikan representasi matriks dari Sxdan S..m(m .. m untuk 1 = 112 diperoleh m = 112 dan m = -112. Fungsi eigen dari Szadalah $) = dan If +) = I.. . If I$) dan .dengan Dari hubungan antara dan l ... = inh6.f ) . Sedangkan untuk SRepresentasi matriks dari SZ dapat diperoleh dari hubungan (5./s(s + 1) . maka untuk S.

bagaimana bila keduanya berinteraksi? Operator spin masing-masing 3. dan 3. X. Sedangkan seluruh kombinasi keadaan individual tidak berinteraksi yang mungkin adalah dan Sl. jelas bahwa keseluruhan spin masing-masingyang mungkin adalah X: . X: dan X. dan mengabaikan momentum sudut keduanya.Fisika Kuantum Metoda Operator Dari hasil-hasil di atas. menurut dan h Si = -oi dengan i= x.x: = 0 Spin total didefinisikan Operasikan Masalahnya. Untuk penyederhanaan kita tinjau dua elektron dengan momentum sudut internal 3 . definisikan matriks 0. . atau satu elektron dengan momentumsudut dan spin bagaimana momentum sudut total sistem. .z 2 maka Operator ini hanya bekerja pada keadaan spin masingmasing. .2 Penjumlahan Momentum Sudut Pada pembahasan terdahulu kita hanya membahasmomentum sudut satu elektron. dan 3. dan 3.y. elektron kedua 5. Masalahnya sekarang bila terdapat dua elektron masing-masing dengan momentum sudut internal S. Misalkan keadaan spin masing-masing dituliskan X I dan X Z .2. elektron pertama Matriks ini dikenal sebagai matriks (spin) Pauli.. Jika spin-up ditulis dengan tanda plus dan spin-down dengan tanda minus. .memenuhi .

dua dengan m=0 dan satu m=-1.31) m di dan Sedangkan untuk dua spin down dan Dan hasil-hasil di atas.x. Si = SI* + S2i Operator ini berfungsi menaikkan bilangan kuantum dalam satu multipletyang sama.(fix. . . diperoleh empat keadaan yaitu satu dengan m= 1. dapatjuga dibenkan oleh kombinasi tinier setelah dinorrnalisasi 45 + XI. Untuk kasusm= 0.Fisika Kuantum Metoda Operator atau Masalahselanjutnya bagaimana membedakandua keadaan dengan m = 0 di atas ? Untuk menjawab pertanyaan ini kita gunakan operator penaik dan penurun total Dengan cara serupa.32b) = Afix. (5.(%)Xi - JZ 1 (5.

. I S 1 . Ism) dan dan Spin total ISM) yang diperoleh - 6% k - ~ l - JZ (fin..S * I (5-36a) dan masing-masing S.) (5..S-1.s-2 ..36b) . penjumlahan momentum sudut dapat dilakukandengan S=Sl+s2..Fisika Kuantum Sedangkan Metoda Operator Perurnusandi atas dapat dinyatakandalam notasi Dirac. . didapatkan bahwa dan membangunsatutripetdan masingmasingkeadaandihubungkan oleh S.Sl+s2 -1 .sedangkan Secara sederhana. mempunyai merupakansinglet.32d) Daricontoh di atas.-S (5. . M=S.

0. .f = f dengan M = l .39) Keadaan tertinggi tidak dapat dinaikkan sedangkan keadaan terendah tidak dapat diturunkan Dua keadaan di antaranya dapat diperoleh dengan menerapkanoperator tangga pula. Setiap momentum sudut baru sebagai kombinasi linier kombinasi momentum individual. diperoleh 2 2 7 2 2 ) ' 77 ( 3 3 ) dan Dengan cara yang sama s. Semua momentum sudut total c. b. Untuk momentum sudut orbital t = 1 maka m = I. Contoh 5.4 Momentum Sudut Orbital dan Spin. Untuk 1 = I. bital mengelilingi inti atom juga mempunyai spin. Semua kombinasimomentum individual b.l++) =&. Elektron di dalam atom hidrogen selain mempunyai momentum sudut karena gerak or. Penyelesaian: a. Karena kombinasiindividual keadaan lama ada enam maka keadaan am juga ada enam yaitu untuk L = 1 + f = f dengan M = $.Fisika Kuantum Metoda Operator Jumlah keadaan baru sama dengan jumlah keadaan kombinasi yang lama. Keadaan yang dapat diketahui dan bukan merupakan kombinasi linier adalah keadaan tertinggi dan terendah.-f .l)l++) I$+)=11-1)1+?) (5. $.1 sedangkan spin s = f maka m = f .-L. -2 dan L = l .433) . c.l Keadaan-keadaantersebut adalah 1 2 2 ) 1 1 1 ) 2 2 2 9 2' 2 ' Penyamaan kedua persamaan di atas. setelah dimasukkan faktor normalisasi. Dengan demikian ada enam kombinasi keadaan yang mungkin. Suku ruas lainnya. ./+(++l)+f(-L+l 1 1 ~ 2 3d+l ) =h&IT 3 3 2 ) (5. tentukan: a. yaitu I$$)= ll.

52) rnenjadi Subtitusikan bentuk ini ke dalarn pers.* w .59) diperoleh .(5. z .57) diperoleh persarnaan baru bagi f ( 2 ) atau d2" (a-z ' b = o -+ dz dengan Solusi dari persarnaandiferensialorde dua ini dapat diperoleh dengan rnetoda Frobrnius yakni dengan cara rnengekspansidalarn deret takhingga.z 2 ' 2 . = u(z) = e-v2 dan diperoleh cobakan Subtitusi deret (5.54b) dengan a = 1.(5.54b) rnenjadi atau.Fisika Kuantum " .z 2 ' 2 .(5. 2m dx2 1 + -mo2x2g. dalarn frekwensi gerak osilasi = fi Persarnaan ini dipenuhi oleh sernua z jika q = 112.54b).(5.(5. 2 Pergantianvariabel Nilai 1 = 1I 2 juga menjamin bahwa fungsi gelombang lenyap g. Metoda Operator 1 sehihgga pers. = Eg. u ( Z ) = e-z2'2 rnerupakan solusi eksak bagi pers (5. Karena itu kita arnbil bentuk urnurn sernbarang yang rnerupakan perkalian dengan U ( Z ) = e . Artinya. Dari persarnaan energi total ini diperoleh persarnaan Schrodingertakbergantung waktu ii2 d2g. Hasil di atas rnenyatakan bahwa solusi urnurn haruslah rnernuat u ( ~=)e . A = 1. g.. Untuk rnendapatkan solusi pers. + 0 pada posisi jauh sekali.60) ke dalarn pers. mernbuat pers.

54b).(5. Hasil di atas menyatakan bahwa solusi umum haruslah . Dari persamaan energi total ini diperoleh persamaan Schrodingertakbergantungwaktu Nilai 77 = 112 juga menjamin bahwa fungsi gelombang lenyap p. dengan Untuk mendapatkan solusi pers.60) ke dalam pers.z 2 ' 2 K = e-z2'2. Artinya.54b) menjadi atau. sembarang yang merupakan perkalian dengan u ( ~ ) p = e-"" f (z) Pergantianvariabel (5.54b) dengan A = 1 .59) diperoleh .(5.Fisika Kuanturn Metoda Operator sehihgga pers.0 pada posisi jauh sekali.(5. = e-w2 dan diperoleh p= cobakan Subtitusi deret (5.58) membuat pers.+XI. dalam frekwensi gerak osilasi = Persamaan ini dipenuhi oleh semua z jika 7 = 112.(5. arena itu kita ambil bentuk umum memuat u(z) = e . u(Z) = e-'t'2 merupakan solusi eksak bagi pers (5. A. = 1. z .(5.57) diperoleh persamaan baru bagi f (2) atau Solusi dari persamaandiferensialorde dua ini dapat diperoleh dengan metoda Frobmius yakni dengan cara mengekspansidalam deret takhingga.52) menjadi Subtitusikan bentuk ini ke dalam pers.

+ a. . . (k+ 2)(k + l ) z* -x ca r=O a.= 0. Misalkan diketahui a.a.+. Persamaan di atas akan selalu dipenuhi oleh semua z jika koefisien Z k adalah not.( A . =a .= a (5. .z2 +---+ anzn (5. n! 0" 2*j(n.a.62b) dapat ditulis menjadi -. a. . Rumus rekursi (5..(5. .+.61) f (z)= a.2j)! j ! .= Sehingga a. a. maka atau dan Pers.65) Persoalan selanjutnya adalah menentukan bentuk koefisien a.1 = 2n pers(5.63b) an+.z+ a. . =0 ..59) menjadi dan solusi deretnya diberikan oleh 0 = k=O a . .. =a.l))zr (5.Fisika Kuantum Metoda Operator Dengan pengambilan .(2r . f 0 dan kita ambil (5.62b) mengisyaratkan bahwa solusi akan berbentuk deret berhingga yakni berhenti pada k = n jika yaitu an+* = 0..63~) = (-1)j --. .

. setelah dinor-nalisasi.Fisika Kuantum Metoda Operator Bila n genap maka a.1) 12. diberikan oleh Grafik beberapafungsi diberikan oleh garnbar berikut Gar!-'7ar5. yaitu n .63a) diperoleh energi Dengan dernikian solusi lengkap pers. Nilai dan Fungsi Eigen Osilator Harrnonik Garnbar 5.52).2 Solusi Ganjil Osilator Harrnonik Sedangkan dari pers.3 Energi Potensial Klasik. terjadi pada .65) menjadi f (2)= a. + genap n -+ ganjil (5. j = N = n / 2 tetapi bila n ganjil rnaka a. terendah adalah a .2j = 1 atau j = N= (n .C j=o 2" (n . solusi deret (5.2j)! j! Pernilihan an = 2" rnemberikan N (n .1 Solusi Genap Osilator Harrnonik .68a) 11 f (2)= Hn (z)= x (n(-l)jn! 2j)! j=o - j ! (2z)"-*j Garnbar 5.(5.(5.1)/2. terendah adalah a.55) dan (5.Dengan demikian.

solusi deret (5.1)12.70) Gar!. terendah adalah a .2 Solusi Ganjil Osilator Harmonik Sedangkan dari pers. terendah adalah a.C = .(5.2 j ) !j ! (-l)jn! n/2.63a) diperoleh energi Dengan demikian solusi lengkap pers.68a) Pemilihan a . Nilai dan Fungsi Eigen Osilator Harmonik Gambar 5.55) dan (5.2 j = 1 atau j = N= (n .'lar 5. n+ganjil (5. Dengan demikian.. setelah dinormalisasi. diberikan oleh E + E. n + genap ( n . 2 ' ( n . = 2" memberikan f ( 2 ) = H .(5. = ( n + + h m Grafik beberapafungsi diberikan oleh gambar berikut (5. terjadi pada j = N = n l 2 tetapi bila n ganjil maka a .Fisika Kuantum Metoda Operator Bila n genap maka a .1 ) / 2 .1 Solusi Genap Osilator Harmonik . yaitu n . .3 Energi Potensial Klasik.52).2 j)! j (2~)"-~j ! Gambar 5.65) menjadi N f(z)=a. (2) = C j=o (n ..

Perlihatkan ortogonatitas p.. ( z )H..5 Sifat Fungsi Eigen Osilator Harrnonik. Tinjau integral dari perkalian dua fungsi pernbangkit b.. Dengandernikian atau OD IH. Gunakan bentuk eksplisit (5. dan = JT jHm (mx).Fisika Kuantum Metoda Operator I Contoh 5... menggunakanfungsi pembangkit 4 Selanjutnya b.68b) Evaluasi ruas kiri rnaka .. Perhatikan solusi persamaan Schrodinger untuk osilator harmonik a. . Tentukan xp.(z)e"'dz = &2" n!6.. ( m X k .? d ( e x ) n2" m!2"n ! . Penyelesaian: a.

2j)!j!(n + 1 .1.1)jn!(2j) (2Z)n+I-2j (n-2j)!j! (n+l-2j)!j! N . C = 2zHn + 2 c = 2zH.Fisika Kuantum Metoda Operator I I Hn+.diperoleh (-~)~(n-l)! = 2zH.4 = 2zHn .=o (n .2j)! j ! . .' (2n)$ j=o (-1)jb -I)! (2z)"-'-2' ( n .75a) Sehingga Karena itu.~ +' N (.j=k+l k=o (n + 1 .2 j ) - (-l)'n!(n+l-2j) 2zg(n-2j)!j!(n+I-2j) (2~)"-~' &2"+' ( n + I ) ! e-22Hn+l (z) =2 z C j=o (-l)jn! ( 2 ~ ) " .2 n x n=o (n-1-2k)!k! (2. (-1)' n! (2Z)n+l-2j (n+l-2j)!(j-I)! +2 (-~)~+'n! (2Z)n+l-2(k+l) .76) dan bentuk eksplisit (5.2nHn-.l)! ( n . = .68b). Gunakan pers(5. (5. + Jy J L J fi2^-' 2n Jmolh -f.(z)= C ((-l)j(n+l)! (2z)"+l-2i n+1-2j)!j! j=o .2(k + I))!k! c c.

+ (XI ~ + J%GP~-.pada (on yaitu pers.78a) atau b.78). Dari pers(5.(5.77) didapatkan Hubungan ini cukup menarik. Dari pers(5. x2pn Penyelesaian: a.2 Operator Tangga dan Representasi Ma iks LY Perhatikan kembali hasil operasi x dan .1)~.+ . (XI) 2mo (5.3. Penjumlahan dan pengurangan dua operasi tersebut memberikan dx = R ~Fw% (x) + (2n .76) maka operasi lebih lanjut memberikan 5.6 Tentukan a.(5.- -- F isika Kuantum Metoda Operator Contoh 5. sebab dua operasi berturut-turut .77) dan pers.

-mAm(a2 -2a+a-1+(a+)~) 2 Karena itu. p . Dari kornutator [x. Perurnusan di atas dapat disederhanakan dengan rnendefinisikanoperator rnaka dan Kedua operator a dan a+ ini disebut sebagai operator tangga.Fisika Kuantum Metoda Operator Dari definisi ini. =i h (5. ( x ) merupakanfungsi eigen dari dua operator dengan urutan seperti di atas dan rnempunyai nilai eigen n . Hamiltonianosilator harrnonik rnenjadi didapatkan . didapatkan hubungan sebaliknya Artinya.82a) dan .

88) Karena itu. Dari komutator tiga operator dengan Selanjutnyadefinisikan keadaan dasar atau keadaanvakum (0) yang memenuhi b.1) .(5. komutatorantara fi dan a+ c. Dengan cara serupa dan . komutator antara 8 dan a b. Tentukan a. operator a disebut sebagai operatortanggapenurun In) + n .F isika Kuantum Metoda Operator Selanjutnya. hubunganantara keadaantereksitasi In) dan keadaanvakum disebut operatorjumlah atau operator bilangan. sedangkan a+ operator kreasi dari vakum menjadi ada satu partikel Hubungan(5. persamaan eigen bagi osilator harmonik menjadi 10) Penyelesaian: a. operator a disebut juga operatoranihilasiatau pemusnahsatu partikel menjaditidak ada 11) + lo). definisikan pula keadaan eigen In) ' ~ n 1") = ' m n (5. a+ operator tangga penaik in) +In + 1) sedangkan Contoh 5.87) dan ortonormalitas Keadaan vakum dapat ditafsirkan sebagai ketiadaan partikel dengan frekwensi o .7 Keadaan Eigen. Didalam ungkapan operator tangga ini.80) memberikan Io>+I1>Karena itu.79b) dan (5.3ari pers.89) didapatkan (mln) (5.

Penyelesaian: a. Terapkan pers(5.Fisika Kuantum Metoda Operator I I c.89) untuk operator kreasi n kali berturutturut dan 2 parameter kecil. Ortonormalitas dan operasi a. kornponen matriks Contoh5. Serupa. Hamiltonian osilator harrnonik c. a+terhadap In). Operator a dan a+ b. Hamiltonianosilator harmonik terganggu Bentuk eksplisitnya dengan . Berikan representasimatriks dari a.8 Representasi Matriks. diperoleh komponen matrtiks Bentuk eksplisitnya Sehingga.

Hamiltonian osilator harrnonik terganggu . pematikan hubungan Elemen matriks bersangkutan dan Atau Kedua persamaan ini memberikan Operasi lebih lanjut Dengan demikian.Fisika Kuantum Metoda Operator b. Untuk mendapatkan suku kubik dalam hamiltonian. Komponen matriks hamiltonian osilator harrnonik Bentuk eksplisitnya c.

Suku pengganggu rnasih diklasifikasikan menjadi dua yaitu gangguan stasioner atau takbergantung vv. Salah satu solusi pendekatan tersebut adalah teori gangguan. Hamiltoiiian sistem dapat dituliskan dalam bentuk umurn H = H . atom hidrogen dan osilator harmonik.1 . solusi hanya dapat diperoleh menggunakan pendekatan.1) . 6. dengan .I Keadaan Nondegenerasi Di dalam teori gangguan. Dalarn banyak kasus.1 parameter kecil (6. +AH. Pertama akan dibahas gangguan yang tak bergantung waktu.!ktu dan gangguan yang berubahterhadap waktu.Teori Gangguan Bentuk-bentukdi depan diberoleh menggunakan basis Dari contohcontoh terdahulu kita dapatkan hanya sedikit sistem fisis yang dapat diselesaikan secara eksak yaitu surnur potensial takhingga. Harniltonian sistem diuraikan menjadi dua bagian utama yaitu bagian tanpa gangguan dan bagian atau suku pengganggu.1 GANGGUAN STASIONER 6.

9) dan (6. ktn xc.Fisika Kuantum Hamiltonianyang telah dipisah dari bagian pengganggu hams diketahui solusi eigennya. (6.10) ke dalam pers(6."% dengan fungsi eigen rnernenuhi ortonormalitas (6-2) " pk+ A ' I .:) + a3c&) +.qk + Hlqn= E. dirnisalkan Harniltonianmernenuhi persamaan eigen Maka dalarn limit A + 0 pem(6. nilai eigen yang memenuhi kondisi (6. + a2c.5) .2) dengan Persamaan di atas akan dipenuhi jika semua komponen dari sarna. dan menggunakanortonormalitas (6.4) diperoleh qmn m*n Sekarang. .2). misalkan Teori Cangguan cnk ( a ) = LC. untuk komponen l o .= qn+ act:.Z + 0 .:'(Dk 2 + ktn ktn ~Li'qk +. untuk # E.. dipenuhi oleh x ktn c:.. Fungsi eigen yang memenuhi sifat tersebut dapat berbentuk yang konsistendengan pem(6. y n + q.:)qk+ E ~ ) A (6." ktn c. Sehingga (6.8) Hoqn = E.5) diuraikan dalarn deret E.4) mereduksi rnenjadi pem(6.9) Pada pernbahasansekarang k i batasi pada kasus nondegenerasi yaitu Serupa dengan fungsi eigen.3) diperoleh. Sedangkan unatk kornponen A x0 Kondisi (6. Pengalian masing-masing suku memberikan. mas kiri .2) rnenjadi ktn ktn Arnbil N(A) = 1 dan Selanjutnya lakukan kali skalar dengan q." Subtitusi ekspansi (6.1 3) atau dengan menerapkanpem(6.

dan ruas kanan x~ ktn 2+ H'."CC!:'pk + E.(6. .16) atau E.)qn (6.qk)+(qn.'tpk ~ ~= E. ! ' ) ~ n = E. ) x ktn c:i)6nk + (qn I P J I ) E. l~ p.+ ~ C ! ?l (~~ . ktn ktn (6." C c.)vk +H . c!. . " z ~ : : ) ( q m 3 q k ) + ( q m .Hl~n)=~E.:)vk + E:) Cc : . . + E." Ruas kanan memberikan dan mas kanannya Sehingga didapatkanenergi koreksi orde dua dari tinykat energi ke-n E.!" k+n ktn x x ktn C$'cp.I%) lnilah energi koreksi orde pertarna dari energi keadaan ke-n. ~ c : )I (% ~) .E. x c : )+ ~ X ( "~ I ~~ ~I")(~~ kin A*" km ILI E: ." .)= E ." . H l l ~ k ) E: . Ruas kiri ~ ." Cc!." x ktn c::) (qn 3 q k )+ ( q n 9 ' .Fisika Kuantum +(% I H l l h ) Selanjutnya komponendari l2 Teori Gangguan ~ I Eixc:~)(qn." c ktn ( ~ m q.13a) dengan pTuntuk m # n .Ez Kor'eksi untuk orde lebih tinggi dapat dilakukan dengan prosedur serupa. ." IH.E. ~ I q n ) = ~ ~ .dari ruas kin diperoleh E . lakukan perkalian skalar pada pers.(qm IHIlqn) - E. Selanjutnya. " ~ :+(qm ~ ) ~ m l Hk llqn) ktn ktn =o+C kin (PA ) t H I I ~ m ) ( ~ n ) . lakukan perkalianskalar dengan p . kt" x Ptn = E." Dari dua persarnaanterakhir ini diperoleh (1) 'nm ."c:l)6nk k tn ktn H. k )+( q n 9 ' : " ~ n ) = E: x ktn c::)6mk + E:') (% 1 q n ) E: =z ktn (qk ~ ~ I ~ ~ lH nl l q ) k )( ~ n E. )+ ~ E..16a) Sehingga Seperti proses sebelumnya.)v.E.

Fisika Kuantum

Teori Cangguan

I 1

Contoh 6.1 Model Matriks.
Hamiltonian suatu sistem diberikan oleh matriks berikut:

Jadi energi eigen tanpa gangguan

E," = 0 ,

E," = 1 ,

E; = 2

Fungsieigen bersangkutan

Tentukan: a. Solusi eigen tanpa gangguan b. Koreksi energi orde pertama c. Koreksi energi orde dua. Penyelesaian:

b. Koreksi energi orde pertama, dari pers(6.14)

a. Hamiltonian dapat diuraikan menjadi

Dengan cara yang sama maka

c. Koreksi energi orde kedua, dari pers.(6.17)

Nilai eigen dari H , ,diperoleh dari persamaan sekular
-

KE;E," I H , ( ~ ; ) ( 2+ I ( E ; E;I H , 1E," - E,"
-

~;)r

Dengan cara yang sama

Fisika Kuantum

Teori Cangguan

2 = E2

I(", I S lEr)12 + I H I Iq I 2 - -E," - E P E," - E," 2
-

1

Dari hasil-hasil perhitungan di depan, energi sistem sampai koreksiorde dua

Gambar6.2 Sumur Potensial Dasar Tidak Rata Tentukan energi partikel sampai orde pertama tonjolan dasar
sumur.
Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan persoalan di atas kita gunakan sumur
potensial satu dimensi dengan gangguan dasar sumur miring.
Hamiltoniandiberikan oleh

h2 d 2
7 -

L +Vo, O < x < -

2

2m dx2 '
Gambar 6.1 Spektrum Energi yang dapat dipisah menjadi

L , dengan Vo << -<x<L 2

Contoh 6.2 Sumur Potensial Dasar Tidak Rata.
Partikel berrnassa m terperangkapdalam sumur potensial sebagai berikut

dengan

Fisika Kuantum

Teori Gangguan

6.1.2 Kasus Degenerasi
Berikut ini k i bahas sisternfisis yang rnengalarni degenarasi, yaitu Solusi untuk sumur potensial rata H, ,

E: = E,"
untuk

dan fungsi eigen

Koreksi energi orde pertama

Bila ha1 ini terjadi rnaka penyebut (6.15) dan (6.17) menjadi nol. Karena itu, perurnusandi depan rnenjadi tidak terdefinisi dan perlu dirnodifikasi. Misalkan energi tingkat ke-n rnernpunyai derajat degenerasi g dan keadaan degenerasi kita label qf), i = l , 2, -..,g. Keadaan ini rnernpunyai ortonormalitas

Langkah rnodifikasi sederhana dilakukan dengan rnengubah ekspansi (6.9) rnenjadi

Selanjutnya subtitusi ekspansi ini dan uraian energi (6.10) ke dalarn pers.(6.4) diperoleh kornponen untuk suku ,

Jadi energi tingkat ke-n partikel di dalarn surnur

qi didapakan

Seperti kasus nondegenerasi, lakukan kali skalar dengan

h. i (q:1~ i=l . . a * + hka. dan fungsi eigen bersangkutan I ) Contoh 6. h. = Ei1)a2 hila. + h.-.I Fisika Kuantum Tmri Cangguan 2 .. Tuliskan Tentukan energi sistem sampai koreksi orde pertama. = h.3 I' I! I Model Matriks. I ~ : ) maka Penyelesaian: a.a. h./I I! l1 I 1 Jelas. Hamiltonian sistem fisis diberikan oleh .a. + . + h&a. . ) i=l I = Ell)a.. ag ag Solusinya h..". . koreksi energi orde pertama keadaan terdegenerasi merupakan nilai eigen dari Hamiltoniangangguan dalam basis ortogonal baru. = Eil)ag h. atau Hamiltonian Ho memberi persamaan sekular + . (4I X .". . Hamiltonian Persamaan ini tidak lain h.-+ h&a.-.".a. +h k a .+ h:a2 + .". !["]= . [h.". 19:) = ~ i l ' t a( i p i 9. =Ell)a.

a." 3 5 . = 1 . E. keadaan degenerasi dengan E.Untuk E. = -fi . Untuk kasus ini digunakan hubungan (6. keadaan nondegenerasi dengan E.14) yaitu Didapatkan E!) = S .3 . a." = 5 + 3 i l Spektrum energi diberikan oleh Gambar 6. = 1 . = 1 .3 4 E.Fisika Kuantum h r i Cangguan b. energi eigen setelah dikoreksi E." = 3 Kedua.Sehingga Untuk E!) = -3 dipenuhi oleh a. = A. = 1. Sehingga Energi koreksi orde satu adalah nilai eigen dari Jadi." = 5 dipenuhi oleh a. Pertama. Energi koreksi orde pertama dibagi menjadi dua bagian." = E.

.= . arah rnedan diarnbil sebagai arah surnbu z rnaka Harniltoniangangguan diberikan oleh Karena integral Jcosesin 0 = AH. Fisika Kuantum dengan bilangan kuanturn dan energi eigen Garnbar 6. Energi koreksi. Penyelesaian: Medan listrik E rnenirnbulkan beda potensial listrik pada titiktitik yang berlainan di dalam ruang. adalah y 2 . Atom hidrogen diternpatkan dalarn ruang yang ada medan listrik lernah dan hornogen. Tentukan spektrurn energi atom hidrogen..4 Efek Stark. Energi hidrogen bebas keadaan ini Harniltonianatom hidrogen tanpa rnedan luar. L ' x l0l0voltlm &<<(A'lrn. ~ I . untuk tingkat energi ke-n tertentu ada n 2 kedaan eigen yang berbeda. V 2 .E l . dalarn notasi Dirac. Dengan dernikian sernua keadaan atom hidrogen rnerupakan keadaan degenerasi kecuali keadaan dasar yaitu keadaan dengan n = 1. n = 2 .O Tuliskan yn. Contoh 6.26b) dan keadaan degenerasi yn. Energi koreksi orde pertama keadaandegenerasi lipat ernpat ini rnerupakan nilai eigen dari .ej Energi koreksi untuk keadaan eksitasi pertarna.IV . ~O . . Energi koreksi untuk tingkat dasar.. = Intm). y. ~V . Persarnaaneigen bersangkutan Hoyntm ('9 3' 'PI = En~ntm ( 9 ' 9' 9) (6. Misalkan.3 Pernisahan EnergiTerdegenerasi Sebagai catatan..

.u. H . sepuluh elemen matriks dalam pers. menggunakan Tabel 4.Fisika Kuantum Jeori Gangguan Untuk menghitung persamaan eigen di atas.. evaluasi komponen-komponen di atas Jelas.I. ~ n) m Jadi H. Selanjutnya. Pada evaluasi di atas kontribusijarak dapat diabaikan karena apa pun kontribusinya dilenyapkan kontribusi oleh sudut 0 . operator ini komut dengan z. tinjau terlebih dahulu operator momentum sudut LZ.(6. persamaan menjadi LZ( H I vnh ) = HlLzvntm = H. = m f i ( H . Dengan demikian.. dan akibatnya Dengan demikian.26) menjadi no1 dan secara efektif merupakan persamaan matriks orde dua . tidak mengubah nilai eigen Lz yaitu m .2. a ly. Mengingat bentuk (6.mfiV.1 dan Tabel 4.25) maka Dengan demikian..

. (6. sehingga JZ Contoh 6. I .37) IIL Selanjutnya. Rotator Tegar.Fisika Kuantum Teori Gangguan Untuk E:" = 3es a.5. energi koreksi E:') = S e s a. Sistem rotator tegar diungkapkan oleh Hamiltonian 1 H =-L2 " 21 dengan L adalah operator momentum sudut dan Iadalah momen kelembaman I = rnr: . Koreksi efek Stark y = -& f terhadap energi eigen rotator sampai orde kedua. Persamaaneigen tanpa gangguan Dengan demikian. keadaan terpisah dengan 1 E:') = 3 e a. il Persamaan di atas memberi persamaan sekular diperoleh a2 = -a4 =- fi . diperoleh 1 a2 = a4 = . b. untuk E!) = 3es a. Artinya. Penyelesaian: a.Tentukan a. ~ merupakan kombinasi linier Solusinya E:" = $2 1 O ~ H 1200)l . spektrum nilai eigen sistem. evaluasi komponen nondiagonal memberikan (2001~~1210) = es(2001z1210) Dengan cara yang sama.

m + 1 ) & ~ . m) ...E 2)em) = -&(tm1lcos 8 1em) Menggunakan hubungan pengulangan (recurrence relation) polinorn Legendreterasosiasi VI (emll Vl em) = -c(lrn1l cos 8 1 em) = -LC: (lmll . Ortonomalitas Ilm) ( e l m ' ( e m) = 6 ( . b.LC::.1.(cos8 ) + Karena itu.Fisika Kuantum Mengingat bentuk Harniltoniandan persarnaan eigen rnornenturn sudut pada pernbahasanatom hidrogen rnaka ry + t m ) dan 1 Jadi spektrum nilai eigen rotator E E E ot' = h2e(t+ 1 ) 0 21 dengan fungsi eigen degenerasi lipat ( 2 t + 1) . Itm) dengan m = 0. (tm'l t + 1. untuk semua t t-m+~ 2t+l &:I (COS 8) Sedangkan koreksi orde dua Maka . Koreksi energi oleh potensial v =-&. t 6 m .1. m mernberikan (em'[ t m ) = (em'(. (x). m ) =0 e (2e + l)." (cos 8) = P.+t. untuk kasus ! tertentu dan m berbeda degenerasi dapat dicek untuk nilai f (dalam subruang degenerasi).+1..~." ( x ) = (t + m ) e ( ~ x)~ + (l . x = cos 8 atau cos 8 P. koreksi orde pertarna E(') = (em e+m 22 + 1 ~ v I !m) = 0 ..f2.

" Seperti dalam kasus takbergantungwaktu. dan dari pers(6. ( t ) harus konstan.47) memberikan . Untuk el= c . ~ ( t diekspansi ini Subtitusi hasil-hasil di atas pada energi koreksi orde dua Subtitusi uraian (6.2. Perhatikan kehadirangangguan kecilyang berubah terhadap waktu dan persamaan Schrodinger dapat dituliskan sebagai (e .m Ivltm)= dan -EC.m= 0.(6.I.44) didapatkan c.1.Teori Cangguan Gunakan hublingan yang diperoleh di depan 6.1 Perumusan Umum Hasil ini memberi kaidah seleksi yaitu At = +1 dan -. dengan dan ) dalam suku-suku solusi lengkap Selanjutnya. kita mempunyai solusi lengkap Untuk e ' = ! + l .46) ke dalam pers(6.43) memberikan Tampak jika V ( t )= 0 .2 GANGGUAN BERGANTUNG WAKTU 6. Pers.

2 lnteraksi Elektromagnetik Jelas. A.0 yakni pada t + to = 0 .54) diperoleh Subtitusi (6. Syarat . ~ e .2 .( A . (6.48) diperoleh 6.j+A.~ ( ~ .45).45) diperoleh Kembali ke pers. Atom berada di dalam ruang dengan medan elektromagnetik )Hamiltonianatom yang dinyatakandalam potensialvektor j ( ~ . A. v(t)1pn) ih .( v . dan gunakan ortonormalitas (6. diekspansi dalam C.49) 1 (6. Dengan demikian.v ) . dari (6.46). dan y ( 0 ) = q.. ~ = O . . t .A ) + . I Selanjutnya. tersebut diberikan oleh karena suku A. memberikan awal.O+ ( t )+ A.55) ( t ) = C.terapkan ortogonalitas (6. koefisien c.' : ) (')(A ". ern( 0 ) = cr' ( 0 ) = 6.. dengan energi E: . persamaan ini dapat ditafsirkan bahwa pada waktu t keadaan terdiri dari kombinasi semua keadaan 9" dengan koefisien cn(t). j 2 C C e2 C . probabilitas keadaan ry(t) pada waktu t berada dalam keadaan eigen dari H. Untuk orde pertama.49) ke dalam (6.Fisika Kuantum Lakukan perkalian skalar dengan q.2. (6-58) Dalam gauge Coulomb dan orde ke-k V .(6.. adalah pm (0= l(qn1 ~ ( t ) )= l lcm ~ (t)12 atau dc ( t ) A=dt A... mas kanan paling rendah adalah orde satu. Uraian suku kinetiknya Suku orde pertama ( j j + g p =jj2+".~c?) ( t )+ .d)+ij2 C e2 C ieh ieh = -h2V2 .

F isika Kuanturn rnaka Hamiltonian (6. 2.57) rnenjadi Dari bentuk eksplisit medan vektor didapatkan Teori Gangguan Misalkan. Karena itu. maka ..i Karena itu. potensialvektor dapat diekspansi sebagai Kerapatan energi elektromanetik per satuan volume Dan persamaanMaxwelldapat diturunkan persarnaangelombang bagi potensialvektor Evaluasinya memberikan rnaka Kebergantunganpotensialvektor terhadap ruang dapat dinyatakan dan (7) = joeii.. -2 ( x ~io)(Zx 2:)) Gauge Coulomb memberikan Perata-rataanterhadap waktu akan membuat suku osilasi lenyap sehingga suku yang memberikontribusiterhadap kerapatan energi hanya suku silang 2. rnedan magnet dan potensialvektor dinyatakanoleh bentuk Misalkan energi ini ditirnbulkan oleh N foton di dalarn kotak V. Dari elektrornagnetisrne. hubungan antara rnedan listrik.

+ Dengandemikian.. bagianpotensialyang memberikanprosesemisi Karena itu.j j eii"lpk)l 1 /ei(md+m)'dtl 1) 16..4 Fungsi untuk ProbabilitasTransisi Untuk limit t maka probabilitas I'+.78) Probabilitas transisi per satuanwaktu didefinisikan Evaluasibagiantemporal menghasilkan .. ( a m k + 0)t ] ..ASin2[+] A2 dengan vektor polarisasi 2 memenuhi dengan A = w. (t)= + oo .fungsi di atas akan menjadi fungsi delta 27re2 Ie)(t)l =m2~vm 2 JC. (%k sin 2 + 42 [ .Fisika Kuantum Teori Gangguan Hubungan ini memberikanbentuk. energi satufoton Koefisienekspansiorde satu diberikanoleh Gambar 6. Grafiknya. w..

P] = 0 k . Untuk rnengevalusi integral ini. dari hubungan operator V diperoleh . perhatikan dua operator Maka atau Aproksimasi Dipol. Untuk rnengevaluasilebih lanjut. perhatikan integran berikut IE 1 !I 1- (6.i 1 2 dan =I rnaka.~< a <I rnaka eik.Fisika Kuantum Teori Cangguan Sedangkan laju transisi didefinisikan Sehingga I(qm j ei'+ m: = l(qm &'jlqk)I Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatandipol. Untuk rnenghitung laju transisi terlebih dulu kita evaluasi Dalarn tiga dimensi Ekspansi suku eksponensial Karena Untuk [V(r).? = .86) Kaidah Seleksi.

=T . .Sehingga = sin @(Ex cos 4 + zYsin I)+ JT&. ('lqk) qvk) 2 +E . 4z (6.91) = imq"kz .. (6.. elektromagnetik yang dinyatakan oleh potensial vektor Tentuhn laju transisi keadaan 2 p + 1 s .6 . 2 =-(E: A im (6..94) Atom hidrogen berada di dalam ruang dengan medan . . dan 1s = y. maka . Penyelesaian: Keadaan 2 p = ry.i c y - sin 0 ei' A . +i ~ . diperoleh Karena itu Bentuk eksplisit perkalian skalar Bentuk ini memberi kaidahseleksi transisi yakni transisi diijinkan jika dipenuhi Di dalam koordinat bola Gunakan cos e Contoh 6. .(vm I (HO7 -'HO)(P~) ---~. Y.")z-(q. / L sin e efi4 8 z (6.. rn) (qn1 I~'-?Iqk)=~~'(qrn im =-& im I[HO~'II~~) E.( % 1 Subtitusi kembali ke dalam ungkapan laju transisi.

r 1 2 a a r 3 & -- Transisi dari keadaan tereksitasi pertama ke keadaan dasar terjadi dengan melepas foton dengan frekwensi Selanjutnya. mengingat ada dua polarisasi maka laju transisi harus dikalikan faktor dua Sehingga - 2 '.-nl JZ 4.92) diperoleh I! Integralfungsi harmoniknya membenkan Untuk integrasi angular dipilih kondisi sederhana yakni keadaan awal p dapat berada dalam tiga keadaan-m yang mungkin dengan probabilitas yang sama.Fisika Kuantum Teori Canggiisn Subtitusi ke pers. + isy (T'l. Sedangkan bagian radialnya R ( r )( r )2 ( - e-"'~ 2 ~ ( : ~ ( ~ ) e . + &zSom dan kuadrat mutlaknya .(6.(Y/I. --icy + - E.~'(Y/~I~)= (3J - 8a. E.

energi potensial elektron oleh medan luar diberikan oleh Bagian radialnya d V ( t ) = ei?. rcose1Pk) l Koefisien ekspansi orde pertama Dengan demikian Dua suku dengan bilangan magnetik berbeda lenyap Evaluasi bagian sudut.. y ) + (P". hitung . Fisika Kuantum Teori Gangguan Contoh 6. r' = eErcos8 Subtitusi ke pers..7 Atom hidrogen ditempatkan di dalam ruang yang ada medan listrik serbasama dan berubahterhadap waktu menurut Atom hidrogen semula berada dalam keadaan dasar. . probabilitas transisi pada keadaan 2p setelah waktu t Penyelesaian: Ambil arah medan listrik sebagai arah sumbu-z.14) Sehingga eE -Sedangkan 1 iA ( i o .a.(7.

. Elements ofNuclearPhysics.E. New York. Introduction to Quantum Mechanics.L. E. Fundamental University Physics Ill. McGraw-Hill. Quantum Mechanics... Beiser.. Mathews.. New York. B. AddisonWesley. P. 3'11. 1974. Pauling. Liboff.Tata McGraw-Hill. A. Meyerhof. Massachussetts. and Finn. Introduction to Quantum Theory.Acosta. 1967.. Addison-Wesley. 1992.Citra Media. terjemahan The Houw Liong.. Massachussetts. Purwanto. Massachussetts. Introductory to Quantum Mechanics.. 1997.J. K. B. M.ed. 3'11. New Delhi. L. V. Surabaya. and Venkatesan. 1983. PenganfarFisikaKuantum.McGraw-Hill... Poweil J.A. A Textbook of Quantum Mechanics. Park. New York. Konsep Fisika Modem. Essentials of Mode m Physics. S. and Graham. 1973. Gasiorowicz. E. L. 1961. . Erlangga.. 1968. 1935. Harper and Row. and Crasemann. Alonso. New York. Addison-Wesley.B. 1976.W. C. 1992. Jakarta. New York. D. McGraw-Hill. R.J.. Quantum Physics. Cowan. and Wilson. John Wiley and Sons.L.M.

. The Dancing of Wu Li Master.. Modern Physics from a to Z.L. 1972. J. G.I. and Olness. J. Zimmerman. V'ddlesex. Rohlf. Massachussetts.a for Physics. Bantam Books. 1995. Penguin Books. 1979. Mathemar. F. The Atomic Nucleus. Addison-Wesley. 1994. Zukav.W... New York. New York. .Fisika Kuanturn Reid. .M. John 'Aliley and Sons. R.

Selai~i tercatat sehagai staf pengajar Program Pascasarjal sikajuga tercatat sebagai salah seorangpendiri danpengajarprogra Pascasarjana Studi Penihangunan ITS dengan mata h l i a h Sain Teknologi.. .I NuclearPhysics. Penulis adalah kepala Laboratoriu 4) ITS. ~ ! ~ ~11. 1 :lama kuliah S1 aktif menjadi asisten Laboratorium Fisika Dasar. 1 . . . mata kuliah Fisika Dasa. teori medan tetnperatur hinsga.I W I D \ KUANT ralkan salah sat^ ar bangur ! new[ ~ u d n t u m(lainnya budah teori ~ ~ l a u v i t a s balk ) 31: Ian3 mengharuskan kelahirannya. Suara Muhammadiyah.. .. . sika Matematik. . I . Simponi.\ I ~ ~ ~ \ . . Penjelasan ]Ian s: p konsep selalu berangkat dari sesuatu yang tela :enal u-~lgan baik (well known) dalam fisika klasik da _ . . I I ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ I \ [ . Filsafat dan Agama.(frontier).. dimensi ekstra ( iagadraya asimerrikatauharyogenesis. . buku ini dapat dijadikan sebagai pintu pertama unt1. ~ . Gelombang dan Mekanika Kuantum. . Mekatronika.. Sa. . I . 1987-1989. . ! \ I \ ProgressoTheorctca h s . Physical Revicw . Hal terakhir inilah yang menjadi kekuatan dan nil: tambah utama buku ini.! I . Sejak tahun 1989 menjadi staf pcngajar rusan fisika FMIPA lnstitut Teknologi Sepuluh Nopemher (IT: trabaya. / .. ~ . 1 1 .I \ ~ ~ .:'I . zngkapi contoh-contoh dengan penjabaran matematis yan sangat terinci.\. Pernah tnendirikan dan menjadi ken@ :lompokdishsi Fisika Astronomi'Teoritik (FiAsTe) ITB. ' II I~ ' i~. .i Singk memasuKl wilayah sains dan teknologi'tc--'--in.~eneli~i~va ernahdi ublikasikan di Modem Physics Letter. .. Suryk :puhlika dan Kompas.: [ ~. # ~'I .l !. . . ' ' 1: . . Sifatnya yang demikian menjadikan buk i pemula baik mahasiswa "<a maupu ini sanga' ~coC' ~ gpara ma has is^ bin dan binInni r nolekula nahasi elektro vanc teknol . evolusi dari klasik k -ta evolusi formalisme diferensial-integral yang n alisme operator yang abstrak. in.: . Penulis juga menja ika ~ e o r dan i Filsafat Alam (Ls a o t a Himpunan Fisika Indonesia 'hysical Society of lapan '1 I . :I. ( I I l~ '!\~'l!:'''. : I ! . Aktifmenulisdi m e d b assa seperti Kuntum. tidak ads qtqu n m n n n k n c n n n hi auantum mect ics 111 " I r ' - ' 1 Bidang minatnya adalah neutrino. Kharisma. ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful