You are on page 1of 139

UANTUM

Agus Purwanto

PENERBIT GAVAMEDIA

kndasan

I~~II\;I yang berkembang sampai akhir abad sembilan belas III~I~II:II sebagai fisika klasik dan mempunyai dua cabang utama ; 1111I niekanikaklasik Newtoniandan teori medan elektromagnetik Mekanika klasik dicirikan oleh kehadiran partikel Fl~~rwr?llian. I $11:lrjni sesuatu yang terkumngdi dalam ruang. lstilah terkurung 'I :~ r sederhana n dapat dikatakan sebagai adanya batas yang 11 $ 1 I ,,; nntara materi dan sesuatu di luar dirinya atau lingkungannya. ' .I 11 lrrngkan medan elektromagnetikdicirikanoleh kuantitas medan I 11IIl clelombang yang menyebar di dalam ruang. Medan tersebar I 11 IIr~lam ruang bagai kabut dengan ketebalan yang berbeda dan II 11 br~ipis sampai akhirnya benar-benarlenyap. Batas antara ruang I11 )Irnedan dan ruang tanpa medan tidak jelas atau kabur. Ciri utama fisika klasik adalah sifatnya yang common sense I 11 I I I deterministik.
1
I I

I.1.l. Mekanika Sistem Partikel
Perhatikan partikel berrnassa m yang pada saat 4 berada pnda posisi F = r ' ( t ) , memptmyai kecepatan 9 = $(t) dan

1. Fenomena yang ada di dalam sistem partikel (mekanika klasik) adalah fenomena tumbukan antara beberapapartikel yang memungkinkanterjadinya transfer momentumdan energi. demikian pula keadaan masa depannya. E dan .2 KRlSlS FlSlKA KLASIK DAN SOLUSINYA I isika terus berkembang dan temuan baru terus didapatkan. ! ivdangkan secara praktis.1 Radiasi Benda Hitam Jika suatu benda dipanaskan ia akan meradiasi.Fisika Kuantum I Landasan Fisika Kuanturn IIIII~~ teori I ~ medan I~ elektromagnetik. jika posisi. orang mengatakan bahwa fisika klasik mengalami krisis ! 1. 1.2. Siiat gelombangdari cahaya diidentifikasi beberapa dasawarsa kemudian sesuai perumusan Maxwell Ihtapi sayang. kecepatan. Sampai menjelang abad kedua puluh. dan gaya saat ini diketahui maka keadaan masa lalu partikel dapat diketahui secara pasti. u adalah ~~rrrmitivitas dan permeabilitas bahan. Secara klasik partikel ini terikat oleh hukum Newton : F = mF(t) (1. sedangkan p dan J IIlrvupakan distribusi (sumber) muatan listrik dan distribusi arus Il0:lrik di dalam bahan. keadaan sistem partikel pada suatu saat t direpresentasikan oleh nilai sesaat dari posisi F ( t ) dan kecepatan ~lrbnganfi = E ? . Hasil . kedua teori tersebut I lilnmbah termodinamika dipandang sebagai teori puncak (ulti111nte theory) yang mampu menjelaskan semua fenomena fisika. F(t'> t ) Gambar. ? ( t ).Karena itu.1) dan akan bergerakdengan lintasantertentu (definitepath).1 Lintasan Klasik suatu Partikel Dapat dikatakan.2 Medan Elektromagnetik Penemuan fenomena interferensi dan polarisasi cahaya di awal abad kesembilan belas meyakintan bahwa cahaya merupakangelombang. teori-teori tersebut telah memicu llrnbulnya revolusi industri.1. Dengan demikian. cahaya lit*ll!~gai gelombang elektromagnetik merupakan salah satu II11 ~l~ilastasi dari fenornena elektromagnetisme yang terumuskan I 111l:lm persamaan Maxwell :. 1. dan H = 4 yang mana dan B adalah 111cvIan listrik dan medan induksi magnetik. Karenanya. lnilah yang dimaksud dengan sifat deterministik fisika klasik. mengalamigaya F . Sifat ini secara grafik dapat dilukiskan sebagai berikut : . beberapafenomena fisis yang ditemukan di akhir r~bad sembilan belas berikut ini tidak dapat dijelaskan oleh teori lisika klasik.

2. Benda hitam didefinisikan sebagai benda atau sesuatu yang menyerap semua radiasi yang diterimanya.3 Distribusi energi radiasi klasik Untuk mengatasi kesulitan analisa klasik. sedangkan garis putus 11 li 11: eksperimen yang menarik adalah sifat distribusi energi atau spektrum energi dari radiasi benda hitam yang bergantung pada frekuensi cahaya dan temperatur. Hasil eksperimen tersebut untuk temperatur berbeda diungkapkan oleh Gambar 1. 1. Garis . Osilator di dalam benda hitam tidak memancarkan cahaya secara kontinu melainkan hanya berubah amplitudonya transisi amplitudo besar ke kecil menghasilkanemisi cahaya sedangkan transisi dari amplitudo kecil ke besar dihasilkan dari absorbsi cahaya.3.2 Distribusi energi benda hitam Teori klasik yang dirumuskan oleh Rayleigh dan Jeans sampai pada bentuk fungsi distribusi energi : dengan k= 1. 2. Dalam setiap moda norIIlnl.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum I 11 II 11 111 ndalah prediksi Rayleigh-Jeans. digunakan fakta I I. Bedasarkan pemahaman tersebut. Jelas.Grafik distribusi energi dari rumus Rayleigh-Jeans (1. hasil perumusan Rayleighdan Jeans (1.~hwa gelombang elektromagnetik yang merupakan radiasi di Il r darn rongga (cavity with a small aperture . Dengan demikian. 1. Kegagalan atau penyimpangan teori Rayleigh-Jeanspada frekwensibesar ini dikenal sebagai bencana ultraungu (ultraviolet catastrophe). setiap t~loda normal ekivalen dengan osilator harmonik dan radiasi lrlctmbentuk ensembel osilator harmonik. Gambar.38x10-l6 ergPK adalah konstanta Boltzman dan c adalah kecepatan cahaya.3) diberikan oleh Gambar 1.3) ini hanya sesuai untuk frekwensi kecil tetapi gagal pada frekwensi tinggi. Osilator hanya bisa memancarkan atau menyerap energi dalam satuan energi yang disebut kuanta sebesar hv . Max Planck mengajukan I~ipotesis radikal sebagai berikut : 1 . Gambar. 111hasil eksperimen.sebagai realisasi I)r'nktiskonsep benda hitam) dapat dianalisa sebagai superposisi I I:~ri karakteristik moda normal rongga. medan bervariasi secara harrnonik.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

k.Fisika Kuantum bersifat bagai gelombang tetapi tidak menyebar melainkall terkurung di dalam ruang.x) Prinsip superposisi memberikan dengan amplitudo A. perhatikan kombinasi dari dua gelombang bida.12 Superposisi dari n gelombang . Gambar. (x.ig berikut I Landasan Fisika Kuantum ( hmbar. t) = A cos(o.t) = Acos(o.111 Iqelombang tunggalnya diperbanyak.t .klx) W. Grafiknya. yl (x. Hal ini dipenuhi oleh paket gelombari!l yang merupakan kumpulan gelombang dan terkurung di dala111 ruang tertentu. Sebagai pendekatan terhadap konsep paket gelombang.t . 1. 1.11 Superposisi dua gelombang tunggal .

.a 8 % m m *a a C f. L f a . a m . E V) ' l a. Q e Y ..- 5 cde $ a 2 5 F s- ..

Sebagai ilustrasi. - Untuk mengamati elektron.1-isikaKuantum Landasan Fisika Kuantum Gaussian yang bertransformasi Fourier juga dalam fungsi Gaussian.Cahaya yang sampai di mikroskop adalahcahaya terhambur oleh elektron. Untuk mengatakanbahwa suatu partikel berada pada titik xdan bermomentum p berarti kita harus mengukur secara serempak koordinat x dan momentum p. kita harus menyinarinyadengan cahaya . Untuk paket Gaussian. Perkalian (Ax)(Ak) akan minimumjika paket gelombang berbentukfungsi a . prinsip ini mengatakan : p = hk . maka didapatkan "Tidak mungkin mengetahui atau mendapatkan posisi dan momentum suatu partikel dengan tepaf secara serempak atau bersamaanJJ Prinsip ini merupakan fakta mendasar dari alam dan bukan sekedar disebabkanoleh keterbatasandan ketelitian pengukuran.16 Kaitan antara & dan Hubungan antara Ax dan Ak bergantungdari bentuk paket gelombangdan bergantung pada Ak. 1.15 Transform Fourier dari g ( k ) Dari uraian contoh dan gambar transformasi Fourier di atas diperoleh hubungan antara Ax dan Ak (atau Ap).jika Ax dan Ak diambil deviasi standar dari (x) dan g(k). Hubungan ini secara grafik adalah sebagai berikut Pers(1. Gambar. perhatikangedanken eksperimen berikut ini. Ax didefinisikan. maka AxAk24 (1-44) Kalikan pertidaksamaan (1-44) dengan j i dan mengingat Gambar.maka hAk=1 2 (1-43) Karena pada umumnya paket gelombang tidak berbentuk Gaussian. 1. Dalam kalimat.45) ini merupakanprinsip ketidakpastian Heisenberg (Heisenberg's uncertainty principle). karena tanpa pengukuran kita tidak mempunyai informasi apa-apa.

Gambar. paket gelombang Gaussian ternormalisasi berbentuk - Ketaktentuan inijuga merupakan ketaktentuan dalam arah-x dari momentum elektron setelah hamburan. Ketaktentuan posisi elektron sama dengan diameter pola difraksi yaitu 2ysin 8 dengan sin 0 h l d. momentum antara elektron dan foton dipertukarkan.juga berbentuk Gaussian b. (1 4 3 ) Contoh 1. Karena itu ca dengan ilf(x)l -0 2 Maka pasangan transformasi Fouriemya - . Bila paket gelombang dalam komponen ruangnyasaja f ( x ) berbentuk Gaussian perlihatkan bahwa transformasi Fouriemya g(k) .45).8 a. karena selama proses hamburan. foton hams bergerak dalam sudut a . = h l A. sehingga komponen-x dari momentum mempunyai ketaktentuan Penyelesaian: a. Di sisi lain. Misalkan. Bila & dm ~k diambil deviasi standar dari f(x) dan g(k) perlihatkan bahwa perkalian AxAk = $ .Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum sehingga dari dua hubungan Ap dm Ax di atas didapatkan AxAp = h (1 Al2) sesuai dengan prinsip (1.I7 Gedanken eksperiment penentuan posisi elektron - Momentumfoton terhambur p. 1. dan untuk menembus obyektif. posisi elektron juga tidak tentu disebabkan difraksi cahaya ketika menembus obyektif.

49) Sehingga Mengigat sedemikian kecilnya nilai h. dengan Dengan demikian b. . mekanika klasik untuk dunia makroskopik bersifat deterministik sedangkan dunia mikroskopik secara esensial non-deterministik. Deviasi standar didefinisikan Evaluasi lengkapnya memberikan Bentuk lain dari prinsip ketidakpastian Heisenberg dinyatakan dalam ketidaktentuan energi AE dan waktu A t .Karena itu. A AEAt 2Karena x fungsi ganjil sedangkan e-a2x2 fungsi genap.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum Selanjutnya dan Sehingga yang tidak lain adalah fungsi Gaussian. prinsip ketaktentuan ini tidak relevan atau tidak tampak di dalam dunia makroskopik. di dalam dunia mikroskopik tidak dikenal lintasan eksak. Di dalam konteks ini. 2 (1.

Karena f(x. f (x. Karena itu. frekuensi juga seperti itu. t ) = 1 (k)ei(h-m'dk do sebagai perluasan dari ungkapan (1.42). amplitude g(k) bemilai maksimum. maka Diferensiasi sekali lagi pers. (1-53) terhadap waktu t. Gambar. dan k i i selidiki kebergantungannya terhadap waktu. paket gelombang f(x.f) maksimum di X(t).. Kembali pada persoalan kecepatan grup v. dengan mengabaikansuku ekspansi orde dua dan seterusnya.Fisika Kuantum Landasan Fisika Kuantum Jika posisi paket gelombang berubah.18 Lintasan klasik dan kuantum Sekarang kembalipada persoalan paket gelombang.19 Paket gelombang pada saat f .52) ke dalam pers. paket gelombang direpresentasikan oleh f(x. misalkan pada ko dan tak no1hanya di sekitar harga kotersebut. 1. didapatkan Substitusi uraian (1. yaitu berharga di sekitar oo= o ( k o ). $0 Seperti diperiihatkan padaGambar 1. Pada saat t.t) mempunyai maksimum di titik X(t). (1. 1.Hal ini diambil atau diasumsikan agar momentum terdefinisi dengan baik. o dapat diekspansi Taylor di sekitar k .54). Misalkan. Dengan alasan serupa.t).16 di depan. laju gerak titik maksimumadalah kecepatan grup Gambar.

.

Persamaan Postulat Max Planck dan konsep spekulatif de Broglie mengisyaratkanperlunya konsep barn tentang dunia mikroskopik. Secara klasik.3 adalah momentum partikel.1 PARTIKEL BEBAS Kita berangkat dari konsep klasik yang telah kita kenal dengan baik.4) dan momentumCompton (1. Ungkapanenergi Planck (1. diberikan oleh energi kinetik dengar. Di dalam bab ini diuraikan langkah-langkah penting dalam membangun mekanika baru yaitu mekanika gelombang atau mekanika kuantum dan beberapacontoh sistem sederhana serta konsep pokok terkait. 2. . energi partikelatau benda bebas bermassa m.21) dapat ditulis sebagai . Berikut ini diperlihatkan transisinya ke dalam persamaan kuantum.

Bentuk korespondensi ini nantinya yang digunakan untuk membangun persamaan gerak kuantum berangkat dari bentuk energi klasik.1 Partikel di dalam Potensial Dengan membandingkan pers. momentum jj dan operator diferensial Daridua persamaan di atas diperoleh persamaan diferensialpaket gelombang W bagi partikel bebas Operator-operator ini bekerja padafungsigelombang w (J.2. (2.(2.4a) dapat ditulis sebagai 2. t ) =N J p m e i(p.1). maka IY = w ( ~ .5) dapat diperluas menjadi dengan Nadalah konstanta normalisasi.3) terhadap waktu memberikan Jika energi Ediasosiasikansebagai energi partikel bebas (2. Selanjutnya. t ) .Fisika Kuantum sehingga ungkapan paket gelombang (1-50) dapat ditulis ulang dalam bentuk dan pem(2.r-Et)lhd3jj -- dan tetapan norrnalisasibaru N = Tetapi ruas kanan pers.2 PERSAMAAN SCHRODINGER 2. tinjau partikel yang mengalami gaya yang Perluasan bentuk energi partikel bebas ke dalam ruang tiga dimensi diberikan oleh .7) tampak adanya korespondensi antara energi E . Diferensiasifungsi (2.1) dan pers(2.

(2. Meskipun demikian. apa arti fisis dari nilai y(T. Di dalam kasus satu dimensi Hamiltonian H sekarang berperansebagai operator yang bekej a padafungsi gelombang ~ ( 7 t ). Jadi. jelas persoalannyasekarang adalah mencari solusi W dari persamaan tersebut. masih tersisa satu pertanyaan mendasar: Karena itu. .9) persamaangerak kuanturn partikel di dalam potensial V ( 3 . Secara lebih spesifik E =~ ( r ' .2.14). Mengacu pada persamaan Schrodinger yang merupakan persamaan diferensial (parsial) (2.t) di setiap posisi 7 pada saat t? Jawaban dari pertanyaan di atas diberikan oleh Max Born padatahun 1926yang menyatakan bahwa y(r'. t ) . ~ . energi total partikel Edapatdiungkapkansebagai Berdasarkan korespondensi(2.2 Arti Fisis dari Fungsi Gelombang Di dalam persoalansesungguhnya Hamiltoniansuatu sistem diketahui atau diberikan. menyatakanbesar kemungkinanpartikel yang dideskripsikan oleh y/(x. t ) berada dalam elemen volume dv di sekitar posisi T pada saat t.ger dapat dituliskan sebagai gradient dari energi potensial V(T. sistem fisis dapat didekati dengan model satu dimensi.kejadian apa? Atau. tetapi Secara umum.t ) 2. fungsi gelombang W merupakan kuantitasteoritis fundamental di dalam mekanika kuantum.t) berada di antara x dan x+dx pada saat t. Dalam banyak hal. tetapi. t ) itu sendiri tidak mempunyai arti fisis apa-apa. seandainyafungsigelombang W sudah diperoleh. Persamaan Schrodinger satu dimensi behentuk Singkatnya. t ) maka pers. apa yang didiskripsikan oleh fungsi gelombang? Pers(2.14) menyatakan kemungkinan untuk mendapatkan partikel yang dideskripsikan oleh y ( 7 .Fisika Kuanturn i 1 Persarnaan Schrodin. karena energi E dapat dinyatakan dalam Hamiltonian diintepretasikan sebagai kerapatan probabilitas. .12) ini dikenal sebagai persamaan gelombang Schrodinger untuk partikel di dalam potensial V ( 3 . t ) diberikan oleh Fungsi gelombang merupakan suatu deskripsi dari kejadian yang mungkin.12) dapat dituliskan sebagai (2.

1 Solusi Karena itu r -. untuk x > 0 Tampak bahwafungsiterakhiradalahfungsi genap. Contoh2. tuliskan fungsi sinus dalam bentuk eksponensial dan akan didapatkan . untuk x > 0 sehingga Untuk menghitung integral terakhir ini.&I2 = ( ~~e~"sin~ untuk a r .\y(2& =1= c~[~ sin2 -m~ d x~ + C 2~e2 sin2 x mdx =2c2r oe-" sin2ahr Cex sina x. interpretasi di atas mensyaratkan dengan integrasidilakukan ke seluruh ruang V.1 Fungsi gelombang sutu partikel yang bergerak sepanjang )~ e . Jika a = 7~ . Secara eksplisit ~ ( x diberikan ) oleh Gambar 2. dan rekaan grafiknya diberikan oleh gambar berikut Didiipatkankonstanta normalisasi C .20) dikatakansebagai fungsi gelombang temorrnalisasi." sin a x sumbu xdiberikan oleh: ~ ( x = a. hitung kemungkinan untuk mendapatknan partikel berada di sebelah kanan titik x=l Penyelesaian : a. untuk x < 0 Ce-" sin a x. Tentukan konstanta C jika fungsi gelombang temormalisasi b. x<O C2e-'" sin2 ax. Fungsi gelombang yang memenuhi syarat (2.Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger Jika partikel (memang) ada di dalam ruang.

Fisika Kuantum Pe~amaan Schrodinger sehingga b.3 Persamaan Kontinyuitas Kembali pada probabilitas (2. persarnaankontinyuitas(2.2.18) dan fluks atau rapat arus probabilitas 3 Untuk kasus satu dimensi.21) ini tidak lain adalah persamaan kontinyuitas I 2. dan diferensiasi terhadap waktu atas besaran ini memberikan 1 I dengan Padalah rapat probabilitas (2. Besar kemungkinan partikel berada di x 2 ] =-ge Untuk a = n 2a + a ' + sin 2a .cos 2 a ) atau I Pers.(2.21) menjadi dengan rapat arus S .19).

seandainyafungsi gelombang II/ sudah diperoleh kita dapat mengajukan beberapa pertanyaan lagi. Secara lebih umum.i ~ yang variabel A di dalam mekanika kuantum.26) menjadi Sebagai contoh. lakukan evaluasi per 1 .Fisika Kuantum Persarnaan Schrodinger komponen misalkan komponen-x 2. maka didefinisikan nilai harap (expectation value) dari besaranA sebagai Suku kedua ruas kanan dapat diuraikan menjadi v ) merepresentasikan dengan A.29b).(2. Misalkan kita ingin tahu nilai rata-ratavariabeldinamis A(x.p).adalah operator ~ ( x . jika W tak temormalisasi maka pers. .(2. memberikan Sedang dari analogi klasik untuk nilai rata-rata momentum I I sehingga Untuk menghitung secara rinci.2. di mana partikel sering berada atau berapa momentum rata-rata partikel ? Jawaban atas pertanyaan ini diberikan oleh teorema Ehrenfest.4 NilaiHarap Sekali lagi. nilai rata-rataposisi 7 Subtitusi kembali ke dalam pers. Misalnya.

') pada pers(2. Atau dan .36b) dapat ditulis menjadi dan Pers. (2.39) ini disebut persamaan karakteristik atau persamaan nilai eigen dengan rn(7)sebagai fungsi eigen dan H adalah operator diferensial dari energi. Hal ini tidak memenuhi syarat keberadaan partikel di dalam ruang memberikanrapat probabilitas (2.(2.Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger 2.v Karena ruas kiri pers. subtitusi uraian (2.(2.34) menjadi Catatan: co(7)di sini tidak terkait dengan a.36b) disebut persaman Schrodinger tak bergantung waktu.37) - .oo sesuai tanda (-) atau (+) dariE .(k) pada pers. Karena itu ~(7.36a) adalah persamaandiferensialorde satu dengan t Karena itu uraian solusi akan sebanding dengan exp(.(2. Untuk sistem seperti ini.2.35) hanya bergantung waktu sedangkan mas kanan hanyabergantungvariabel ruang T .16) dengan V = V(T). ~ ( 7 .(2.37) menggambarkankeadaanstasioner (stationarystate) karena tidak ada karakter atau sifat partikel yang berubah terhadap waktu.34) ke dalam pers.dan disebut sebagai energi eigen dan ditafsirkan sebagai energi partikel. karenabila mempunyai harga imajiner E akan lenyap untuk semua r jika t -+ atau . Sedangkan pers. Selanjutnya per~~(2.(2.20). pers.maka keduanya akan selalu sama jika dan hanya jika keduanyasama .6 Keadaan Stasioner dan Persamaan Nilai Eigen Tinjau partikelyang bergerak di dalam ruang dengan potensial tidak bergantung waktu V = V ( 7 ) .37) secara implisit menyatakan bahwa E harus riel. Eadalah nilai eigen dari operator H.(2.i ~I h).(2. dan hanya sama notasi belaka. misalkan E terpisah rnenjadi dua persamaan : yang tidak bergantungwaktu.3).12) kemudian dibagi q(3)f ( t ) maka didapatkan Pers(2.(2. Selanjutnya. t dapat ) diuraikan rnenjadi perkalian bagian yang hanya bergantung ruang dan bagian yang hanya bergantung waMu Pers.35) akan dengan konstanta. Mengingat bentuk pers.Dengandemikian pers.(2.

memberikan hubungan q(O)=O=A.1 Kotak Potensial Satu Dimensi dan Keadaan Dasar Perhatikan partikel bermassa mberada di dalam sumur atau kotak potensial satu dimensi sepanjang L. .3.. Artinya tidak mungkin partikel berada di luar sumur potensial.Karena itu. ( p menjadi q ( x ) = B sin kx Syarat batas di x = L q(x)=0 untuk x 5 0 dan x 2 L (2.Fisika Kuantum Persarnaan Schrodinger 2.3 MODEL-MODEL POTENSIAL SEDERHANA Berikut ini diuraikan contoh-contohsistem partikel yang bergerak di dalam ruang dengan potensialsederhana dan kuantitasterkait. maka persamaan Schrodinger sistem ini kL = nn. .2. Jika dituliskan. untuk 0 < x < L 2. dengan n = 1.. atau A2 d 2 q .40a) Hal ini dipenuhi oleh Karena di dalam kotak V(x) = 0.k2 -A (2. llustrasinya diberikan oleh gambar di bawah .3.m) maka persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu (2.l+O Gambar 2.E ---- 2m dx2 . 2mE .3 Patikel dalam Kotak Potensial satu dimensi Potensial V + w di x = 0 dan x = L dibuat untuk menjamin agar partikel tidak dapat menembus dinding dan keluar kotak. Secara matematis ha1ini berarti yang berarti A = 0.40b) menjadi Solusi umumnya diberikan oleh fungsi q ( x ) = A coskx+Bsinkx Syarat batas di x = 0.

( x ) = B sin - Gralikfungsigelombang dan rapat probabilitas partikeldalam kotak diberikan oleh gambar-gambar berikut. yaitu: dan keadaan dasamya dengan Jelas bahwa energi partikel tidak dapat bernilaisembarang atau kontinu seperti dalam fisika klasik melainkan diskrit yaitu kuadrat bilangan bulat kali energi terendah E. Karena itu.(2.. L Konstanta B ditentukan melalui proses normalisasi.40i).(2. yaitu partikel pasti ada di dalam sumur. .potensial satu dimensi berukuran L diberikanoleh Dari hubungan antara E pers. q.Fisika Kuantum Persamaan Schrodjnger atau Dengan demikian. Subtitusi bentuk akhir k ke dalam fungsi C p (x). Keadaandengan energi terendah disebut keadaan dasar (groundstate). maka posisi rata-rata partikel . (b) rapat probabilitas sehingga . Jika partikelberada pada keadaan tereksitasi pertama. didapatkan nR x q ~ ( x= ) 9.4. Gambar 2.40c) dan k pers. (a) fungsi gelombang. fungsi gelombang ternormalisasi untuk partikel terperangkap dalam sumur . diperoleh ungkapan energi partikeldi dalam kotak.

f ) ' ~ f i z ~ ( ~ 9 ~ ) & a dengan Y . Dari definisi nilai harap L (E}= o ~ v ( ~ .42) dan (2.P. sehingga dengan Contoh 2.t) + E ( E ) = E. t ) dan Y . ( x .t)12 +> 2 y. Tuliskan secara eksplisit bentuk dari y ( x . Kemudian hitung ( E ) tersebut.( x .4b. Pertarna. dengan P. E =o [1$111(x. Tentukan posisi rata-rata (x) pamkel dan momentum rata-ratanya Penyelesaian a.2 : Keadaan pertikel setiap saat di dalarn kotak satu dirnensi L diberikan oleh b.+ E.1)12 1. Kedua. Dari ungkapan (2. Dengan demikian momentum saling meniadakan atau momentum rata-ratanya adalah nol. dan P2masing-masing adalah rapat probabilitas I I . t ) adalah keadaan dasar dan keadaan tereksitasi tingkat pertarna setiap saat partikel di dalam kotak.(x.x Kedua hasil di atas berlaku sama untuk semua qn dan dapat diduga dari garnbar 2.r)~. t ) b. Karena itu secara rata-rata partikel berad di titik tengah U2. a. (x. . peluang partikel berada di sebelah kiri titik tengah U2 dan di sebelah kanannya sama. E* +-b2 2 (x. c. -sm L2 0 (y) ( y -x cos .F isika Kuantum keadaan dasar dan keadaan eksitasi pertama. Perlihatkanbahwa energi rata-rata partikel t I ' l. akibat keadaan pertama ini maka kemungkinan partikel bergerak ke kanan ke kiri adalah sama.37) didapatkan 4n i h j .P.

= 1.(6.1) Suatu elektron terperangkap di dalarn kotak satu dirnensi dengan panjang 1 A. Energi partikel di dalam kotak L diberikan oleh I Dari ungkapan partikel di dalam kotak satu dimensi didapatkan I I I Untuk tingkat dasar n =I. b. rnenggunakan notasi (3.x(P. karena qn( x )sudah ternorrnalisasi.(. 1 ( x )= 2 L . amplitudo sebesar 1 6 ~ 1 9 ~ Contoh2 .Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger dengan dan Karena itu.o. Posisi rata-rata partikel.(.~ C O S ~ 16L 937 Jadi ( x ) berosilasi di sekitar titik tengah kotak dengan dan ' frekuensi v = w l 2 n = 3E.)) = (92(49x(P*(x)) = XL dan E.9. 1h . Karena itu. Hitung: a. Energi tingkat dasar elektron tersebut. 3 c. Besar peluang untuk rnenernukan elektron di daerah 0 0 +A<x<qA Penyelesaian: a.626 x 1O-34)Z Joule 8. maka ((P.1~10-~~(10-~~)~ .

Persamaan Schrodinger sistem Solusinya P-(x) = Ae i k " + Be-ikr dengan konstanta positif k 2. dan bergerak di dalarn tangga potensial berikut. Jika EI V.2 Tangga Potensial. Koefisien Refleksi dan Koefisien Tranmisi Partikel-partikelberrnassa m diternbakkan dari kiri ke kanan.6 Energi Partikel kllrang dari Potensial . PersamaanSchrodinger Kasus 1. Gambar 2. Dari Gambar 2. perilaku partikel dibedakan menjadi dua kasus bergantung harga E..Fisika Kuantum b. yaitu E s V.atau E > V. Gambamya diberika. daerah %/2< x < %A identik dengan daerah U2 < x < 3L14 Karena itu.5 Potensial Tangga Untuk sistem dengan potensial tangga di atas. dan q + ( x ) = Ce-qx Deqx + 1 dengan yang juga positif.3. sebagai berikut: Garnbar 2.4.

intensitas medan terpantul sarna dengan intensitas rnedan datang.49) Jadi. Berikut ini kita tentukan konstanta A.48a) dan i Selanjutnya mengingat bentuk solusi umum bergantung waktu (2. Karena itu 9+ menjadi ..(2.dapat ditafsirkan sebagai partikel datang (dari x = -m ke kanan rnenuju x = 0) dan suku ejk"sebagaipartikel yang dipantul ke kiri (menuju x = -m ) oleh . Hasil inijuga dapat dipahami dari besar fluks atau arusj(x) di x < 0 .6) = .Suku ini rnenyatakan ada partikel yang menernbus (penefrafe) potensial Vo sarnpai kedalarnan x > 0 tertentu.47~) rnenghaslkan p.q Sehingga dan 2ik A C =ik-q .22) karena meledak (9 cc ew -t m) di x + m.qc Grafik solusi Pers.(0) = q+ Dari ungkapan p. Sedangkan intensitas partikel terpantul adalah =-- ik-q i k + q . (2. I rnamberikan ik(A . Kedua. Hasil yang mernbedakan dari potensial potensial V klasik adalah kehadiran suku eqxdari (p+.intensitas untuk partikel datang adalah JAI2. di x = 0 .dan p+. 9.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Suku eksponensial kedua p+jelas tidak dapat menggambarkan keadaan fisis atau tidak rnemenuhi syarat (2. Agar 9. tetap rnewakili situasi fisis riel rnaka D harus nol. Pertama.47a) dan (2.37).B dan C rnenggunakan (0) memberi hubungan syarat kontinyuitas.i k + q IAI2 = IA12 ik-q -ik-q (2. maka suku eik dari p. Ini berartisemua partikel datang akhirnya dipantul kernbali terrnasuk partikel yang sernpat dapat rnenembus potensial Vo. untuk E I Vo B=-ik + q A ik .

sama dengan 9. Tetapi solusi untuk daerah x 5 0 berbeda dari bentuk terdahulu. Karena itu.7 Fungsi Gelombang untuk tangga potensial. q+(x)=C e dengan ik'x + *le-ik'x Mengingat partikel hanya ditembakkan dari kiri maka tidak ada partikel merambat dari kanan ( x = m) ke kiri di daerah x 2 0 .9+ Grafiknya Kedua hubungan di atas lebih lanjut memberikan B=- 2k A dan C ' = .Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Kasus 2..kasus terdahulu. Jika E > V.B dan C' ditentukan dengan menggunakan syarat kontinyuitas di x = 0 (0) . Solusi untuk daerah x < 0. dan B = -A.A k+k' k+k' k-k' Dt.46b) 9 juga hkedalarnanmenembusjuga mengecil akan besar sekali.(0) memberikan A + B = C' ii) 9. Karena itu. D'= 0 sehingga q+( x ) menjadi dan Konstanta-konstanta A.8 Fungsi gelombang untuk penghalang sangat tinggi . PersamaanSchrodinger kasus ini sama dengan persamaan Schmdinger untuk Ec V. yaitu bentuk sinusosidal Gambar 2. Karena ' atau dari (2.jika E<Vo Jika Vo besar sekali maka dari persamaan (2. gan demikian Gambar 2.47d) konstanta C akan nol.

I.atikanpendekatanenergiberikut. . koefisien rc!llcksi R. lnilah yang rnernbedakan dari hasil fisika klasik yang rnenyatakan bahwa semua partikel akan diteruskan jika E > V. lntensitasdari berkas partikeldidefinisikan sebagai lntensitas Jumlah partikelpersatuan volume (diberikan oleh kuadrat modulo amplitude) k c ~rrfisien tmnsmisi = - - fluks berkas diteruskan fluks berkas datang Dari dolinisi di atas. Garnbar 2. berikut ini kita hitung koefisien refleksi dan koefisien transrnisi dari keadaaan sistern tersebut. Mengingat kenyataan di atas..innrefleksi = - fluks berkas terpantul fluks berkas datang sedangka~i Itoofisientransrnisi Kenyataan bahwa B 0 rnenyatakanads sebagian partikel yang dipantulkan walau energi partikel lebih besar dari energi tangga penghalang E > V. .9 llustrasi fluks sistern banyak partikel Koefisien refleksididefinisikan sebagai Darihasildi atasjuga tampak bahwa kekekalanjurnlah partikel dip en^. untuk kasus tangga potensial didapatkan -+. . Sedangkan koefisien transmisi T Fluks dari berkas partikel atau kerapatan arus partikel di definisikansebagai Fluks jumlah partikelyang melewafidaerah satu satuan luas per satuan wakfu = kecepatan dikalikan intensitas. mengapa? Pert.Fisika Kuantum dan 10 111lr:. llustrasinya danv' laju partikel-partikeldi sebelah kanan ( x > 0) Denganv adalah laju partikel-partikeldi daerah kiri ( x < O ) . yaitu R+T=1 Gambar fungsi gelornbangnya.arnplitudo maupunperiodisitas untuk x < 0 dan x > 0 berbeda.

Hitung jumlah elektron yang berbalik ketika elektron-elektron tersebut sampai pada tangga potensial. Dalam ungkapan E dan Vo.10. ada sejumlah N N = l000xR = 250 elektron Gambar 2.( x ) = Y).51b).11 Fungsi Gelombang untuk sembarang E > Vo yang dipantulkan.54) Koefisien refleksi untuk E > V dengan k dan k'seperti ungkapan (2.52b).Fisika Kuantum I Persarnaan Schrodinger 1) Jika E >> Vo Dan ungkapan (2. dari pers.45b) dan (2. = 27 eV .( x ) = ~e~~= p ( x ) Sketnya Penyelesaian : Energi elektron. didapatkan R = 0.ada seribu elektron yang masing-masingberenergi 27 eV ditembakkan ke arah daerah bertangga potensial dengan ketinggian 24 eV.52a) dan pers. (2. (2.25 Karen? itu.4 : Misalkan.. . diberikan oleh pers.. didapatkan p.51 b) dan (2.(2. Dengan demikian.45b) diperoleh Contoh 2. Gambar 2. Fungsi gelombang jika E >> Vo 2) Secara umum Substitusi harga-harga Edan V. E = 27 eV Tangga potensial V.

Keadaan terikat. Persamaan Schrodinger I d a n *--- I I I I h2 d 2 p V. maka per.57) + Be-9x . untuk daerah 2. tanpa ada satupun elektron yang dipantulkan.rp = E q . + d 2x dengan Gambar 2. x < -a untuk 1 x 1<a g = (2mE 1 ~ ' ) " dan ~ k = (2m(v0 . selebar 2a Potensial sistern diberikan oleh : untukdaerah 1. x < a (2. Syaratfisis berhingga (2. pnalisa terhadap sistem ini dibedakan antara energi partikel E < 0 dan energi E > 0.58b) 2 .58a) dan (2.58a) (2.61b) C dam D konstanta.Fisika Kuantum Sekali lagi. persarnan Schrodingersistem ini diberikan oleh .p3 ( x ) = Eeqx+ Fe-qJ (x) = Aeq' dengan A. dan F konstanta-konstanta. sehingga 81 - .32) rnembuat 5 dan E hardS nol. -a r x 5 a untuk daerah 3. Sedangkan solusi untuk daerah (2)) Dengandemikian. B.E ) / h 2Y I 2 (2. inilah yang rnembedakan dad perurnusan klasik.58b) menjadi + dan d 2k p 2 p= 0. 3 .12 Surnur potensialsedalarn Vo.60) Solusi untuk daerah (1) dan (3) yaitu daerah 1x1 > a . Menuruk rnekanika klasik sernua elektron (1000 elektron) tersebut akan lolos rnelewati tangga potensial karena D V 0 .p2(x)= ~coslrx+ ~sinkx untuk 1x1 > a (2. A. Energi Negatip UntuK energi negatip. E -E dengan Ekuantitas positif. 2m d 2 x untuk 1 x 1Ia (2. Sumur Potensial dan Paritas Berikut ini kita pelajari partikel yang bergerak di sumur potensialdengan kedalarnan berhingga. (2. E. 3 .

62a).6%) F = DIF sin ka memberikan Spektrurn Energi.F ) e-qa Lebih lanjut hubungan-hubunganini memberikan dua jenis solusi..64) menyatakan ukuran dari kekuatan potensial. (@) = tan(ka) juga harus positip.. h'.. ( .. jika A . Karena kdan q merupakan besaran positip maka dari pers.45) memberikan (2-619) qAe-qa= -kCsin ka + kD cos ka Dengan cara serupa. . Dengan demikian. hubungan di atas memberikan ( i ) 2C cos ka = ( A+ F ) e-qa (ii) 2kC sin ka = ( A + F ) qe-qa (iii) 2 0 sin ka = -(A -F ) e-qa (iv) 2kD cos ka = ( A.F# 0 maka D # 0 dan q = -k cot ka dan A=+ C=O (2. ' (2. (2.ECdanDdengan . tan (ka) positip.62a). menjadi . 91(-4=92(-4 -. Kita tinjau solusi pertama (2..5) pada pers(2. kontinuitas di x = a. hanya dipenuhi jika ka berada .. ... membenkan Ae-qa= Ccos ka + D sin ka Sedangkan (2. (2. .Fisika Kuantum Persarnaan Schrodinger q. jika A + F# 0 maka C # 0 serta A=E D=O _.kC sin ka + kDcos ka = -qFe-qa Selanjutnya..61d) F = Cew cos ka .. memberi hubungan Ccos ka + D sin ka = Fe-qa 1 (2.1. (2.61h) Setelah dikalikan a*. ' menerapkan syarat kontinyuitas di x = -a.(x)= Aeqx q3 (x)= Fe-qx Selanjutnya tentukan konstanta-konstantaA. Pers. Pertama. berikut ini kita lihat perilaku energi partikel.6 1i) dengan parameter E I I berdimensi energi.61e) Kedua. Hal ini.. r fit .\. parameter (v.

n = 0. Dari gambar. Fungsi Eigen dan Paritas. I Gambar 2.67b) rnenyiratkan bahwa hanya k diskrit tertentu yang memenuhi.64) didapatkan : j Atau I i Dan Garnbar 2. jika (E/VO)"~ ka sarna dengan satu nilai. Berikutnya.69) N 5 2/n(Vo/~)"~ c N+l 1 i dan ( E I V O ) " ' ka = lsin k a l 1 Dengan dernikian.1. k a berada dalarn interval ~ ( ~ 112 ka ) < (N+ 1)(7r/2) maka ada (N+I) irisan. subtitusi pers. Kedua solusi (2. untuk solusi jenis kedua (2.1 3. Berikut ini kita lihat perilaku Energi Endengan fungsi gelornbang p untuk setiap energi En.. .3.. I X ios ka Gambar 2.. Dengan kata lain ada ( N + l ) tingkat energi diskrit jika Dengan cara serupa.63a) didapatkan (~~/~)N(E/vo)~'~ 5 1 < (7r/2)(~+ ~)(E/vo)"~ I atau ji ka (2. sedikitnya ada satu keadaantenkat untuk sedangkal apapun surnur potensial.66b) dan (2. . .14 atau dari pers..(2. . irisan antara (&/vo)"~ dan I cos ka I atau lsin kal terjadi pada k = kn.62a) ke pers.2.(2. (2.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger pada interval (1) dan (3). Solusi grafik untuk nilai k yang diijinkan Misalkan. serta pengulangannya.14.1. yaitu jika (&/vo)"~ kecil sekali sehingga Nyang mernenuhi adalah nol.66a) tarnpak bahwajumlah energi yang diperoleh berhingga. daerah dengari'harga cosin(+) . energi yang diperbolehkan 1 dengan r = 0.2. Harga tersebut bisa diperoleh melalui pendekatan grafik berikut Sin ka tan $ .

a ) e -. untuk x > a I (2. untuk x < -a ~ ) ~ .1 5. Fungsieigen paritas genap Jika fungsi eigen keseluruhan dituliskan sebagai 9.2.70) Sifat dari fungsi-fungsi di atas diilustrasikan secara grafis berikut : Gambar 2. .72) ... Tentukanlhitung : a. Jumlah tingkat energi diskrit yang mungkin. Besar peluang mendapatkanelektron keadaandasar berada di luar sumur. ( x ) = B s i n ( k . berkaitan dengan solusi kedua. Lebar sumur ( dalam A) b. ~ untuk x < -a q2. a ) e ". (x) jelas bahwa y>.5 Fungsi gelombang yang mempunyai sifat simetri (2. Sedangkan energi Endengan n=1.(x)=Ccosknx.~ untuk ~ ~ x >a (2.a l x l a q3. (x) simetri terhadap titik asal Fungsi gelombang yang memenuhi sifat (2.71) dikatakan mempunyai sifat paritasgenap.3.Fisika Kuantum n = 0.. x)untuk-acx<a q3.1 6 Fungsi eigen paritasganjil Fungsi eigen ini antisimetri terhadap titik asal Gambar 2. ( x ) = Ceqna ~ o S ( k .. Suatu elektron bergerak di dalam sumur potensial yang mempunyai kedalaman 20 eV.. ( x ) = Ceqna c ~ s ( k . .. Energi tingkat dasar electron temyata adalah -1 5 eV.73) ini disebut fungsi eigen paritas ganjil. ( x ) = -Beqnasin(kna)eqnx .a) e-qmx .. berkaitan dengan solusi pertama Grafikfungsi-fungsi ini PersamaanSchrodinger p. c.. Confoh 2.. u n t u k ..5. ..4. q. ( x ) = B e9# sin (k.

' arc c o s . menggunakanpers(2. maka besar peluang untuk mendapatkan elektron di luar sumur cukup dihitung untuk daerah positf. b.15). didapatkan. didapatkan I I . p(Ixl> a ) = I q a + -sin(2ka) cos * (ka) 1+ Hal ini berarti. I Menggunakanungkapan (2.Fisika Kuantum I PersamaanSchrodinger Penyelesaian: a. - -/. i i Subtitusi harga-harga k.55) untuk fungsi 9 .(2.65) dan (2. / m Subtitusi harga-harga V. Memperhatikankesimetrisanfungsi gelombang keadaan dasar (gambar 2.60). Karena itu tingkat energi diskrit yang mungkin adalah N + 1 = 2 c.harga N= 1. = 20 eVdan E= 15 eV. maka lebar sumur 2a dapat ditentukan menggunakan pers. Dari harga a di atas. didapat harga paremeter E I E=-- ti2 I . (2.56 eV 2ma sehingga.66b). a. I 1 1 Karena itu.54) ..4. e dan Vo. Karena energi tingkat dasar merupakanjenis solusi dengan paritas genap. q. didapatkan lebar sumur : I dan.

dengan.4 Kotak PotensialTiga Dimensi. ~= ) X ( x ) Y ( y ) Z ( z ) dan nilai eigen E menjadi . Setiap dinding kotak berpotensial besar sekali. q = ( 2 m ~ / h ~ ) dan k = (2m(Vo Solusi umumnya diberikan oleh : + E J / ~ 'j (2. Grafik Fungsigelombangnya. Keadaan Degenerasi dan Kerapatan Energi Perhatikan partikel yang berada di dalam kotak potensial berukurana x bx cseperti diperlihatkanoleh Gambar 2. Schrodingemya. C . E>0 ParUkeCpartikel ditembakkan dari kiri. Persamaan 2. Sedangkan potensial di dalam kotak sama dengan nol. PersamaanSchrodinger untuk partikel berrnassa m di dalam kotak : atau Gambar2. Selanjutnya. D dan Ekonstanta. B. karena potensial berbentuk balok. V + co . < 0.17 Fungsi Gelombang untuk energi positip Operator diferensial nabla diuraikan dalam koordinatyang sesuai yakni koordinat Cartesian.75) Gambar2.y . Energi positif.18 Kotak PotensialTiga Dimensi dengan A.I Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger 2).18. . terapkan metoda pemisahan variabel q ( T ) = q ( x .3.

y. x . Spesifikasibeberapafungsi eigen. Solusi eigennya: Beberapaspesifikasifungsi eigen dan energinya diberikan oleh tabel berikut Sehingga. Cara standar di dalam fisika matematika membuat pers.z) (2. (2.80a) "I 2maz Ketiga persarnaan ini tidak lain adalahpersamaan Schrodinger untuk partikeldi dalam kotak satu dirnensi yang telah dibahas di depan.Y. + Ez..( = sin(l: -x )- sm -y r: ) r: ) sin -2 (2. m dan n merupakan bilangan kuantum utama bagi sistem partikel di dalam kotak di atas. ) sin(? y ) . = abc ("-)" sin($ .4 @ ).77b)tereduksi ke dalam bentuk : dan vtmn@. maka Tabel 1. . Bila kotak berupa kubus V = a3. setelah dilakukan normalisasi didapatkansolusi lengkap p(F) = p h ( .79a) dan bilangan e .Persamaan Schrodinger E = Ex + E.

tertarik padajumlah tingkat energi yang ada di dalam selang d yaitu antara energi Ed m E+dE. (b) kubus besar .. seperti E = 3 E l untuk p..Fisika Kuantum PersamaanSchrodinger DariTabel. .20 tampak bahwa Dalam notasi baru ini.p.1tampak bahwaada satufungsi dengan satu energi.. ..19. Tingkat energinya diilustrasikan oleh Gambar 2. Vektor Z di dalam ruang bilangan kuantum nlrn2rn3 Dari Gambar2. dan E = 12E1 untuk pZz2. Di dalam kasus seperti ini kita E .dan seterusnya. .19 Spektrum Energi untuk (a) kubus kecil..80b) dapat ditulis menjadi Sehingga panjang n dapat dinyatakan dalam energi E (a) (b) Misalkan N(E) adalah jumlah keadaan antara no1dan Emaka Gambar 2. Keadaan eigen dengan spesifikasi atau sifat di atas dikatakan sebagai keadaan non-degenerasi (non-degenerate state). t n 3 Gambar 2.p. . Sebagai contoh untuk E= 6E1 fungsi eigennya ada tiga yaitu p. Sedangkan beberapa keadaan atau fungsi eigen yang berbeda tetapi mempunyai energi eigen yang sama dikatakan sebagai keadaan terdegenerasi (degenerate state). buat vektor di dalam ruang bilangan kuantum. Untuk menghitung rapat keadaan per satuan energi tersebut.20. ungkapan (2. . l akan kecil sekali sehingga Jika kubus besar sekali maka E spektrum energinya akan tampak kontinyu.

2. partikel-partikel berenergi E ditembakkan dan bergerak dari kiri ke kanan melewati penghalang potensialberikut Biasanya didefinisikan rapat keadaan g(E) rnenurut dN(Q = g(E)dE. Seperdelapan bola berjejari n Daerah bintik-bintikdibawah kurvarnenyatakanjumlah seluruh keadaan yang mungkin antara energi no1dan energi E .23 Potensial Penghalangsetinggi Vo Kuantitas ini merupakanjurnlah keadaan per satuan selang energi pada energi E. Persarnaan Schrodinger partikel-partikel tersebut Solusi persamaan di atas dibedakan oleh besar energi partikel E . Misalkan. dengan V = a3.Jumlah keadaan antara Edan E+dE per satuan volume.21.22 Kerapatan Keadaan Gambar 2. d N .Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Garnbar 2.5 Penghalang Potensial dan Gejala Penerowongan.3. sehingga Garnbar 2.

Sehingga . Fungsi gelombang untuk E < Vo Kehadiran solusi q3 yang tidak no1 untuk x>a ini dikenal sebagai fenomena penerowongan(funnelingphenomena). maka pers..). Fenomena Penerowongan Untuk E < V. Syarat kontinyuitasfungsi gelombangdan turunannya terhadap posisi memberikan : 1. (2.91) yang kedua tidak lain adalah ungkapan dari amplitudorefleksi. Ungkapaneksplisitnya q2( x ) = B+eqx + B-e-qX -a 5 x 5 a x >a v )( ~ x) =ceik dengan rnernpertimbangkanarah partikeldatang. Karena itu.87) menjadi !I dan dengan dan Pers.24. Selanjutnya kita hitung koefisien transmisinya. Untuk qa kecil sekali Gambar 2. Solusi umumnya. Berikut ini bila kita selidiki sifat dari Tuntuk harga qa ekstrim.92b) ini juga dapat diperoleh melalui amplitudo transisi (CIA.(2.Fisika Kuantum PersarnaanSchrodinger sekaligus yang membedakannya dari partikel klasik. Bentuk (2. menggunakan hukum kekekalan fluks R + T = 1 didapatkan koefisien transmisi T. Gambamya.

Keluamya partikel a dari inti ini dikenal sebagai peluruhan a. partikel a di dalam sumur potensial yang dibentuk oleh inti dan gaya Coulomb mempunyaipeluang untuk menerobos potensial penghalang.0 .98) ' I! 1 1 1 II Jika & ./-J i Bentuk ini sangat menarik dan dapat diperluas untuk penghalang potensial yang tidak teratur. Gumey dan Condon. Contoh2.(I . .65).Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Perhatikanpenghalang potensial sebagai berikut : dengan E diberikan oleh ungkapan (2.~u!x. sehingga T = exp .25b.' ..6 Menurutteori Gamow. 101 '1. Langkah ini dapat dilakukan dengan mengingat bahwa 2a adalah lebar panjang penghalang dan q sebanding dengan akar kuadrat selisih antara potensial penghalangdan energi partikel.I 8 I I . didapatkan I 1! i :I dan Ttereduksi menjadi In T = -2 C ( A X ) ( ~ ) (2.25. . (a) Penghalang sembarang (b) bagian yang diperhitungkan untuk koefisientransmisi Darigambar 2. Sedangkan untuk 9a besar Gambar 2. dan kembalikan ungkapan q dalam selisih energi maka Jika diambil logaritmiknya I 1'1 1 1I I Dengandemikian Tampak bahwa suku pertama ruas kanan mendominasi penjumlahan.

= arccos 4Z-E r = b = b c o s 2 0 2+e2 = O maka dan energi partikel-a Probabilitas partikel a rneluruh T. Integral dapat diperoleh menggunakan tabel integral. Tetapi di sini akan dihitung langsungdengan penggantian variabel r = bcos26 Dengan penggantianvariabel ini dipedeh Energi partikel a di dalarn inti berjejari R adalah E.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger llustrasinya diberikan oleh garnbar berikut. Penyelesaian: Potensial berbentuk dr = -2b sin 8 cos 8 d e Untuk batas integrasi r = R = b cos28.Hitung probabilitas partikel a meluruh atau keluar sumur potensial berjejariRtersebut.+ 8. T = e-7 dengan . .

1 02) adalah sebagai berikut. ambil peluruhan .89b) menjadi Sehingga soiusi umum (2. b>>R. dengan harga-harga msm.90) juga mengalami perubahan untuk daerah dua.67~10-~'kg Z . Lengkapnya. Maka didapatkan Keadaan Resonansi Untuk E > V. maka ungkapan (2. = 90. nomor atom anak. sangat kecil. <-a Dengan demikian q2(x)=B+e'K"+~-e-ifi q3 (x) = ceihr -alx<a (2.Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger 92~238 + 90ThU4 + a (4. =4~1.2 Me V) Harga Tdiperoleh. didapatkan koefisien transmisi T partikel a Suatu harga yang tidak not walaupun sangat kecil. Untuk x kecil sekali arccosx c arccosO-x = n / 2 ..x Subtitusi nilai-nilai di atas.. dan Jika E. maka seperti tampak pada gambar di depan. Sebagai ilustrasi kongkret. q .' ~x .102) x >a Gambar solusi (2. ( x ) = ~ + e ~ + A _ e .

/ & Contoh2. 107 -- I).27 Fungsi gelombang untuk E > V.105) koefisien transmisi sama dengan satu. .91) dengan melakukan penggantian q . Sehingga diperoleh Gambar 2. Koefisientransmisi untuk tiga Sedangkan koefisien transmisi bersangkutan V. V .Fisika Kuantum Persamaan Schrodinger Grafik koefisientransmisi untuk tiga nilai V. dengan penghalang . = 20 eVdan lebar 2A./I . b.. Penyelesaian : a.i K. Karena penghalang potensial konstan dan q + 0 maka penghitungan koefisien transmisi dapat diperoleh menggunakanungkapan (2.7 : Suatu elektron berenergi E ditembakkan dari kiri melewati penghalangpotensialseperti Gambar2. Hal ini secara fisis berarti bahwa semua partikel diteruskan. / E yang berbeda.23.. Keadaan ini dikenal sebagai keadaan resonansi. Hitung : a. dengan Dari bentuk eksplisit koefisien transmisi ini tampak bahwa jika sin 2Ka = 0 atau (2. Koefisien refleksi maupun koefisien transmisi dapat diperoleh dari pers. Koefisientransmisi jika energi partikel E=V. Gambar 2. Energi resonansi pertama dan kedua dari elektron..(2.95).28.

t ) . Keadaan resonansi rnerupakan keadaan yang mana semua partikel (yang diternbakkan) dari kin tidak ada yang dipantulkan atau dengan kata lain sernua partikel diteruskan . Pada bab ini disajikanperumusanformal dan berbagai konsekuensi dari mekanika kuantum yang berangkatdari pernyataan formal. Keadaan (state) dari sistem (mekanika) kuantum didiskripsikan atau direpresentasikan oleh fungsi gelombang.1. yang diteruskan rnelewati penghalang. . koefisientransmisinya Jadi. dengan c. dan c. . ada sekitar 16 elektron dari 100 elektron datang. Prinsip Superposisi.106) Perurnusan Mekanika Jadi energi keadaan resonansi pertama dan kedua Ada dua pendekatanurnum yang dilakukan di dalamfisika. b.(2. Postulat-postulat Dasar Mekanika Kuantum (a) Representasi keadaan Postulat 1a. konstanta. y / .y/.Fisika Kuantum Dengan demikian. Postulat 1b.y/ (7. Fungsigelornbang rnengandung sernua informasi keadaan sistem setiap saat dan tidak (dapat) diukur secara langsung. 3. Pertarna pendekatanfenornenologis yang diikuti perurnusandiferensial-integral biasadan lainnya pendekatanformal rnaternatis sejak awal. + c2y . dan yf2 merupakan dua furlgsi gelombang yang menggambarkan dua keadaan dari suatu sistem maka untuk setiap kombinasi linier c. Hal ini hanya rnungkin tejadi jika E>Vo.T=l.104) dengan energi partikelmemenuhi pers. terdapat suatu keadaan yang lain dari sistem. tepatnya rnenggunakan koefisien transrnisi T (2.

Kumpulansernua fungsi gelombang dari suatu sistem mernbentuk ruang vektor linier kompleks berdimensi tak hingga Berkaitan dengan ruang vektor linier tersebut didefinisikan perkalia~. skalar (scalar product) antara dua fungsi gelornbang Q dan yberikut: I dengan c.P) direpresentasikan oleh operatorlinier A.1 Selidiki linieritas operator A yang didefinisikansebagai berikut: Definisi di atas rnernberikan hubungan lebih lanjut sebagai benkut I I a. dan c. ry dan rnernenuhi hubungan: ~ ( c v ( x )#) v(x)) Jadi operator A bukan operator linier karena ada satu sifat atau definisi operator linier yang tidak dipenuhi. A ~ ( x=)z ~ ( * ) + a . B . = A ( ~ .Fisika Kuantum Perurnusan Umum Mekanika Kuantum Prinsip superposisi ini rnembawa pada konsep rua~lg vektor.-~AV). dan rnaka untuk c. dan rnengubahnya rnenjadi fungsi gelornbang yang lain. dengan a konstanta d Penyelesaian: a. ) = A(?.konstanta i) berlaku sarna dengan no1jika dan hanya jika y = 0 (b) RepresentasiVariabel Dinamis Postulat2.. . . Contoh3. c. OperatorA didefinsikan menurut dengan c rnerupakan konstanta kornpleks. Operator tersebut bekerja pada fungsi-fungsi dari sistern. I . Setiap variabel dinamis A(?. atau Operator A disebut operator linier. jika bekerja pada fungsi gelornbang p. c. c. adalah konstanta-konstanta (bilangan) kornpleks.

c. untuk xi dan pj dengan i. c. = x.Fisika Kuantum Perurnusan Umum Mekanika Kuantfrm d b. x. p3 = pZ.C ]= ABC . jikai = j atau M n i s i kornutator (3.5) memberikan hubungankornutasi bagi tiga operator A . rnaka untuk c.{c.CB)+ (AC . [AB. dan adalah fungsi delta Kronecker yang didefinisikan sebagai: 6g 6. A Y ( x ) = x z Y ( x ) Sebagi contoh perhatikan cara mernperoleh kornutator antara x dan P..9a) c]B AB-BA = [A.ACB + ACB -CAB = A(BC . variabel-vanabeldinarnis pada urnurnnya tidak kornut. = 1. p.p]= izi (3.6) Hubungan kornutasi antara x dan p ini dikenal sebagai kuantisasi pertarna. p2 = py.. urnurnnya berlaku: dengan x.B] (3-5) dan dengan cara serupa . Misalkan A dan B adalah dua variabel dinarnis.~ dr d ( x + c2q(x) ) 1 Dengan dernikian xp-px = [x.yaitu: Selanjutnya. x2 = y. = px.3 berlaku JadiAadalah operator tinier (karena kedua sifat dipenuhi) Di dalarn rnekanika kuanturn.j = 1.konstanta berlaku: i) A ( c Y ( ~ ) ) = x ~ ( c Y ( ~ ) ) d = C(A Y( x ) ) ii) 4. (3. didefinisikanhubungan kornutasi atau komutator antara A dan B . Secara urnurn. = z. V(X) +c 2V ( X 1 ) = x. B dan C . .C ]+ [A.2.CA)B = A[B.CAB = ABC .

2: .Fisika Kuantum rcr clr 6 . Untuk yang tidak temolmalii.Nilairafa-ra& daripengukuran variabel dinamis A yang dilakukan pada sistem yang mmpunyai keadaan I diberikan deh: Penyelesaian : a. maka hanya variabel dinamis berharga ekspektasi riel yang diukur secara langsung atau teramati (observabel).pJx + i h * ' Karena itu. d Atau secara umum.n (A).p] = [xn-* . diperlukanbatasan (A) = (A)' atau Untuk m = n. Keadaan W bemriasi terhadap waMu menurut mmaan -- . -:an Umum Mekanika Kwnturn Confoh 3 .:k#"i: Hitung komutator : Evaluasi lebiihnjut rnembeni maka Postubt3 .n-l. i s e w hargae k p e k k i . i Besa. Mempertimbangkan kenyataan fisis.-Ix = . Memperhatikan pangkat dari x. (c) Evdusi Sistem dan Tetapan Gerak Postulat4. didapatjuga [xn-' . x n = . Dengan kata lainjika A observabel.. nilai harap atau nilai duga dari variabel dinamis A.

H ] = 0 maka yang beratti bahwa (A) tidak bergantung waktu.3.7) Selanjutnyagunakan pers. (3. A = x.(3. dengan komutator (3. B = py.14) ini tampak bahwa jika A tidak bergantungwaktu secara eksplisit dan komut terhadap H.10) diperoleh Petlihatkandengan 2contoh eksplisit untuk (i) A dan 5 kornut dan (ii) A dan B tidak komut.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum Postulat ini dan pers.(3. Contoh 3. (terbukti).13).10) memberikan evolusi terhadap waktu bagi harga ekspektasi ( A ) dan Dari pers. Penyelesaian: (i) Misal.14) Contoh 3.4 Mengingatsifat nonkomutdari dua observabelA dan 6. diperoleh . (3. Turunkan pes(3. Dengan kata lain observabel A merupakan kuantitas kekal dan biasa disebut sebagai tetapan gerak. maka secara umum berlakir Penyelesaian: Dari pers. Maka [A.

suatu operator A dikatakan operator Henitian jika: A+ = A (3. uraian per operator memberikan (A)* = (A) = fV*A Karena itu dv (3.21) .6 Untuk dua operator Karena itu.I Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum J ( A ~ ) dv= '~ ~y*~'ydv = 2ihp. didefinisikannilai haap Masih dari definisi (3. Dengan demikian (3.p. 3 .20) Karena Lz komut dengan Hamiltonianpartikel bebasdan tidak tergantung waktu secara eksplisit maka momentum sudut (L. ditulis A+.10) Dari dua hasil di atas. 2 OPERATOR DAN MASALAH ElGEN 3.2.19) Contoh 3.) dari partikel bebas merupakantetapan gerak atau kuantitaskekal.didefinisikansebagai: A 9 =a9 (3.1 Operator Hermite Untuk operator liniersebaang. jelas bahwa (AB)* = B+ A+ 3.2.18) Sedangkan.2 Masalah Nilai Eigen dan Degenerasi Jika operator A bekerja pada fungsi qrdan berlaku Operator sekawan HerrnitedariA. (AB)' = B ' A' Penyelesaian: MisalkanAB = C maka dari definisi (3.18).18) didapatkan A dan 3 perlihatkanbahwa (3.

sedangkan suku kedua bila kontinyu. . maka (~~rn. maka untuk V ternormalisasiberlaku dan dari dua persarnaaneigen untuk pm . . Karena a # b untuk m # n rnaka 0 = J'bqn YR dv. . mrd ii. ortogonal.qn) atau Jadi koefisien mernenuhi persyaratan I . serta nilaieigen riel dari H.p..Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuanturn Dari persamaan eigen di atas.~rn)=a(qrn.2d).(3.p 3. yang berati bahwa p. ~ ~ n ) Suku pertama ekspansi berlaku bagi nilai eigen diskrit. .4 Kelengkapan dan Normalisasi Fungsi Eigen Fungsi eigen (suatu sistem) dari operator Hermite A.J q n p 'dv ~ = j(b*%*b" dv l V " * b ~ d "v = (b*.b)lPnopn dv =O - Karena itu berlaku Mengingatpertaksamaan(3.18) ( ~ ~ r n ~ ~ n ) = ( ~ r n . didapatkan.) dikatakan membentuk himpunan lengkap (completeset)jika fungsi sebarang 9 . dari sistem bersangkutandapat diekspansi: atau b*=b Jadi nilai eigen b riel. secara umum . Jika semua nilai eigen dari A diskrit. {cp.2. Sekali lagi menggunakan pers.

a.2. Sedangkan fungsi eigen cpm (dari A) rnerepresentasikan satu keadaan yang mana observael A rnernpunyai nilai tertentu a . Berikut ini diuraikan representasi momentumbagi fungsi gelombang yaitu ungkapanfungsi gelornbang dalam ruang (variabel) momentum. dengan spektrurn diskrit dengan N = ( 2 r ~ ) " " . (3.3'). untuk semua nilai eigen kontinyu I = Jc* (m) qLdm Jc(n)qn dn dv = Ic*(m)c(n)dmdnIpiqndv = J Hasil pengukuranAadalah salah satu dari nilai-nilaieigennya.2. harga ekspektasi (A) adalah rata-rata bobot nilai eigen a. maka Jadi.. Pasangan transformasi Fouriernya diberikan oleh: =( ~ c : . dengan N' = (27rh)':.Fisika Kuantum Perumusan Urnum Mekanika Kuantum Dengan cara yang sama. arti fisis dad nilai-nilai keadaan adalah IcmI2. eigen (dari) suatu observabel rnerupakan hasil yang mugkin dari pengukuran observabeltersebut. Secara umum. (3. Kaitan antara fungsi gelombang dalam ruang koordinat dan ruang momentum diberikan oleh transformasi Fourier (2." m n 2 =CJcrn)am m Jadi.6 Fungsi Gelombang dalam Ruang Momentum Fungsigelombang yang telah kita bahas merupakanfungsi gelombang dalam ruang koordinat. 3.24). jika sistem dalarn Dengan demikian. ) A ( ? C n pn]d v Untuk kasus satu dimensi tak bergantung waktu.25~1) dan = CCc:cn J9):Aqn d v rn n = Cx~:~. IJc* (m)c(n)drndn~~~ (3. dari A. . normalisasi dapat dilakukan dengan mernbuatjumlah seluruh modulus dari koefisien ekspansi sama dengan satu.5 lnterpretasi Fisis Perhatikan ungkapan ekspektasi dari A dalam keadaan y.~. dan kernungkinanmendapatkan nilai tertentu a .25b) = jc(m)12dm 3. jika y dapat diekspansi seperti pers. p = p. .

27) dan (3.Fisika Kuantum P~rurnusan Umum Mekanika Kuantum Selanjutnya dari definisi harga ekspektasi. dari hasil(3. [x.5 : Sedangkan produk skalar p(p) sendiri memberikan hasil sesuai teorsma Farsevai.28) mengisyaratkan bahwa q ( p ) dapat diinterpretasikan sebagai fungsi gelombang di dalam ruang momentum dengan Iyr(p)12merupakan kerapatan probabilitas untuk mendapatkan partikel berrnornentum p . Denyan demikian. Harga rata-rata momentum ( p ) dengan (i) fungsi gelombang ruang koordinat (ii) fungsi gelombang ruang momentum Penyelesaian : a. dari (hukum) kuantisasipertama (3. didapatkan Secara umum. Selanjutnya. Fungsi gelombang momentum ~ ( p ) c. C jika cy ternorrnalisasi b. untuk 1 x 12 a (3. Contoh 3. operator f ( x ) di dalam ruang momentum diberikan oleh: Perumusan di atas dapat diperluas ke dalam kasus tiga dimensi.p ] = ii'i didapztkanobservabel x dalam ruang momentum. cy(x)ternorrnalisasi. Fungsi gelombang suatu saat dari partikel yang bergerak sepanjang sumbu x berbentuk : Jyr* ( F ) ~ P dp ) = Jm' ( P I N 'JY (x)e-'"" dxdp = J y ( x )Jp* ~ ( p )e"P"R dp n~ = jY(x)Y*(x)& e.27) tampak bahwa operator momentum p. yaitu: jadi . Rapat probabilitas P ( p ) dan grafiknya d.6).28) =1 Hasil(3. dalam ruang momentum diberikzn oleh: Tentukan : a.

(ap / A ) '(i1 c.-ip" dx - 1 (2) ( J z z ip nA e-ialfi -""I" Karena p fungsi ganjilsedangkan sin -P fungsigenap.. Penyebaran dalampengukuran A inidisebutketidaktentuan (uncertainties)di dalam pengukuran A . Nilaiduga ( p ) . . Gambar.= O ii) atau dx Fungsigelombang q ( p ) .dari pers. Sekarang dimisalkan ada dua observabel A dan B.3d) = -+Im . Standartdeviasiyang didefinisikansebagaiakar kuadratdari rata-rata kuadratdeviasi.1 HubunganUmum Hargaekspektasiadalah rata-ratadaribeberapa pengukuran. b. untuk 1x1 > a dv(x) karena . Grafiknya .Fisika Kuantum Perurnusan Umum Mekanika Kuanturn Sehingga d. Rapatprobabilitas P ( p ) 3.3. (2.3 PRlNSlP KETIDAKTENTUAN HEISENBERG 3. untuk 1 x 15 a 10. 3. J 2 a 1 1 .1 Probabilitasdalam ruangmomentum dapat dianggap sebagai ukuran penyebaran dari nilai terukur. dan dituliskan . dan pengukuranindividualakanmenyirnpang(deviate)dari harga rata-ratatersebut..

Perlihatkan bahwa komponen z dari momentum sudut Lz sistem partikel bebas merupakan tetapan gerak.2 Dengan demikian - -i h p . 1I 1 1 (I 11 (xpx)2 = (xpxxxpx =X(P~X)P.L2 + ih(F.6). (2. maka II (F. Uaian lebih lanjut memberikan Dari dua contoh (i) dan (ii) di depan dapat disimpulkan bahwa (AB)2= A2B2jika dan hanya jika A dan B komut.Ma) atau (2. Hamiltonian parSkel bebas diberikan oleh : (ii) BilaA = x.16) sebagai latihan dan melemaskantangan. Uraikan pe~(3.2) dengan L2 = i.9).i adalah operator momentum sudut L=r'xJj - 11 . Penyelesaian: Dari pers. = XPY . Karena p . diperoleh I1 11. tidak tergantung x dan y maka komut dengan L.Fisika Kuanturn Perurnusan Umum Mekanika Kuantum maka L.b)2 = (XP. (3.. Sedangkanjika A = r'.YPX Sebagaimanapers. =r 2 2 ? (3.17)diperoleh . = x(xpx . = x 2 p . B = pxmenggunakankomutator (3.ih)p. = (r x p).6).16) Gunakan komutator (3. + ZP. + YP. B = F .1 7 ) p . didapatkan (3.

pers. (1. Dari sifat operator dan sekawan Herrnitenya didapatkan maka ((a . Hal ini teQadi jika Contoh3 . Fungsi gelombang keadaan dasar. 1 Fisika Kuantum Perurnusan Urnurn Mekanika Kuanturn atau Pertanyaannya. 7 : Perhatikankernbali partikel yang terperangkap di dalam kotak satu dimensi sepanjang L. ' Ruas kiri pers. (3. tuliskan kuantitas Menggunakanungkapan (3. A dan B adalah pasangan sekawan kanonik x dan p .32') didapat dan ajoint-nya: Ungkapan (3.i/lp))((a + iaB))2 0 atau uraiannya (3.dapatkah diperoleh keadaanyang membuat dan keduanya no1atau A dan B keduanya rnempunyai nilai presisi? Untuk menjawab pertanyaan ini.35) merupakan ungkapan urnum dari prinsip ketaktentuan untuk pasangan observabel A dan B. (3.36) merupakan bentuk yang lebih mendasar dari prisip ketaktentuan Heisenberg. pers. Dibanding pers.- _ _ 1 1 _ . Sebagai contoh. p] = iA dengan h adalah parameter riel.31) yang diperoleh dengan pendekatan semikualitatif.34b) menjadi .344 atau mengingat sebagaimana telah diperoleh pada bab terdahulu.34b) mempunyai harga minimumjika derivative terhadap h mernpunyai harga nol. (3. keadaan tereksitasi pertarna dan keadaan tereksitasi kedua berturut-turut diberikan sebagai berikut: Untuk harga h ini.dengan [ x .

Para pembaca silahkan membuktikan secara kuantitatif.dan c.4b (terlampir). (x) .37) didapatkan: . Penyelesaian: Uraian kbih lanjut dari persamaan(3. Karena itu. rata-rata posisi (x) untuk semua tingkat keadaan secara kualitatif adalah %. (P) dan (p2) terlebih dahulu.Fisika Kuanturn Perurnusan Urnurn Mekanika Kuanturn Hitung: a. h untuk setiap keadaan tersebut di atas..32) M = memberikan : Integralterakhir dihitung menggunakan integral parsial dan didapatkan Karena itu. untuk menghitung & dan Ap perlu dihitung. tampak bahwa kemungkinan untuk mendapatkan partikel di sebelah kanan % dan di sebelah kiri % adalah sama. (p2)dan Ap . b. Sedangkan (x2). Selanjutnya subtitusi ke dalam deviasi (3. periksa apakah hubungan Ax& 2 f h selalu dipenuhi. Subtitusi kembali ke dalam (x2) didapatkan: a.(x2). Mengingat gambar 2.

in($ x)}I 0 3 . . Dengan kata lain.2h2n2n2 sin L3 0 .Fisika Kuanturn Perurnusan Umum Mekanika Kuantum Rinciannya. / m > 1 untuk semua n Sehingga )' d~ L {. sehingga M dan AB bisa nol. . B komut. q2dan q3.mengingatalasan kualitatifjawabana. yaitu kemungkinan partikel bergerak ke kanan sama dengan kemungkinan partikel bergerak ke kiri maka rata-rata momentum ( p ) adalah no1untuk semua tingkat keadaan.(nnT Z ) ~ - j (T -x Tarnpak bahwa besarandi dalam tanda a k a r . L untuk semua tingkat keadaan n. Coba Untuk p. maka mas kanan (3. Karena itu Untuk p3(x) c. b. berturut-tumt diberikan oleh ?r2ii2 4z2ii2 9n2h2 dan L2 ' L~ L2 .(x) perlihatkan. untuk p. ( x ) Sedangkan ( p ) . 2 Observabel Komut Unhrk kasus dua observabel A. 3 . i . Tinjau fungsi eigen qo dari A ..35) . Untuk deviasi momentum =2nn qijzxz . . terdapat keadaan dengan A. Jadi. ( p 2 )untuk q.101. Gunakan solusi a dan b. B rnempunyai nilai presisi dan terdapat fungsi eigen serempak (simultaneously) dari A dan 6.

maka Bpa harus konstanta kali qa . ( l ) dan Jadi. Karena itu 9.2). sedangkan nilai eigennya adalahjurnlah masing-masing nilai eigen individual. . Jiha kedua sistem tersebut berinteraksi maka H(1.juga fungsi eigen dari B dengan nilai eigen b. AB = BA.38b). keduanyatidak saling rnempengaruhi. Tetapijika nondegenerasi. subsistern pertarna H Jika A dan B komut. v(2) masing-masingfungsi eigen dari H ..1 Sistem lnteraktif Misalkan ada dua sistem yang masing-masing mempunyai sekumpulan variabel dinamisnya sendiri. selalu mungkindipilih sejumlah r fungsi eigen (rrnerupakantingkat degenerasi dari nilai eigen a)yang kombinasi liniernya rnerupakanfungsi eigen dari B. (3. merupakanfungsi eigen dari A dengan nilaieigen sama. rnisal Harniltonian ini dapat disusun sebagai penjumlahan dari Harniltonian .40) melainkan: . a. dan setiap observabel 1 akan kornut dengan setiap observabel 2 karena mereka merupakan dua sistern yang berbeda. Keadaan sistem tersebut dilabel dengan simbol 1 Dengan dernikian. tampak bahwa Bqa juga fungsi eigen dari A.F isika Kuantum Perumusan Umurn Mekanika Kuantum dan 2. H2(2) Hal ini berarti q. Harniltonian sistem gabungan ditulis H(1. rnaka dengan energi eigen 3.. maka atau Gabungan dua subsistern ini merupakan dua sistem bebas atau dua sistem tak berinteraksi. rnerupakan fungsi eigen serempak dari A dan B. Meskipundernikian. (3.2) tidak dapat diuraikan seperti pers. atau dua atom dan seterusnya. Dua sistem tersebut bisa berupa satu elektron dan satu atom. fungsi eigen dari sistem gabungan yang terdiri dari dua subsistem takberinteraksi adalah perkalian dari masing-masing !f~ngsi eigen subsistem individual. pa dan Bq. Jika u(l). Artinya. Tetapi apa yang terjadi jika nilai eigennya degenerasi? Dari pers.4. dan biasa ditulis qa+ qab . (I) dan subsistern kedua H2(2). selalu bisa dipilih sekurnpulan lengkap dari fungsi eigen serernpak qabuntuk pasanganobservabel kornut A dan 6 .

sebagai fungsi eigen dari Parnbil Y + q . Jika ry(1. untuk rnenghindarikerancuan sirnbol. H. didefinisikan operator pertukaran (exchaGe operator) P yang bekerja pada fungsi gelornbang ry(1. arnbil qsdan qa yang rnernenuhi hubungan: rnaka penerapan P pada persarnaaneigen tersebut rnernberikan: Definisi (3.44). Berkaitan dengan nilai eigen ini. (2) bagian Harniltonian bebas.2 Sistem Partikel ldentik Dua partikeldikatakan identikjika tidak ada efek ketika kedua partikel tersebut dipertukarkan. Sedangkan . Dari definisi (3. Fungsi eigen sistern tidak lagi perkalian u(l)v(2).4. momentum. dan variabel dinarnis lainnya seperti spin dari partikel pertarna (secara kolektif ditulis 1) dipertukarkandengan variabel dinarnis dari partikel kedua (ditulis 2). Pdan Hkornut dengan Hin (1.51) rnernberikanfungsi eigen q.y (231)= qs(192) (3. 3.52a) yang disebutfungsieigen sirnetri (terhadap pertukaran partikel). (3.dengan Berkaitan dengan sistern partikel identik ini.2) sebagai bagian atau Harniltonian interaksi dan H . P rnerepresentasikan suatu kuantitas kekal. rnaka 2 2 = 1. Seperti telah disebutkan di depan nilai eigen 1 =1 atau . yaitu sehingga P = l Bentuk ini rnernberi nilai eigen + 1. sernua kuantitas terarnati hams tidak berubahjika posisi.45) dan pers.2) sebagai berikut: Jika Operator pertukaran P rnernpertukarkan partikel (1) dan partikel(2).1=-1.45) didapat.2) rnerupakanfungsi eigen dari Harniltonian (3. Karena itu. (I).Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum Jadi. Lebih tepatnya. Selanjutnya.

dan seterusnya.) digambarkan oleh fungsi gelombang simetri. Sebagai ilustrasi.3/2. maka y dapat dituliskan sebagai perkalianfungsi eigen individual Hasil atau ungkapan bahwa P merupakan tetapan gerak mempunyai arti bahwa keadaan simetri setiap saat akan selalu simetri. jika partikelnya fermion. Partikel-partikel ini disebut boson dan memenuhi statistik Bose-Einstein. ( j ) yang berarti partikel ke-j mempunyailmenempati keadaan ke-i. Menggunakanungkapan (3.54b) dapat diperoleh melal..54a) dapat dituliskan sebagai: Sedangkan fungsi gelombang simetri (3. Kesimetrian ini merupakan hukum alam dan menjadi karakteristik dari partikel-partikel.55). pehatikanfungsi gelornbang sistem tiga partikel.. . Partikel-partikel ini disebut fermion dan memenuhi statistik Fermi-Dirac.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum disebut fungsi eigen antisimetri.5/2. 1. dengan u(1) adalah keadaan u untuk partikel 1. dan seterusnya. Sebagai misal. . Jika ketiga partikel tersebut tidak berinteraksi satu dengan lainnya. fungsi gelombang antisimetri (3. 2) Sistem yang terdiri dari partikel-partikel identik ber-spin bulat (0.56) dengan mengganti semua tanda minusmenjadi tanda plus.. dan keadaan antisimetri akan senantiasa tetap antisimetri. dapat diperoleh dengan mengarnbil Nfungsi eigen untuk Npartikel. 2. Hukum simetri-antisimetri dirumuskan oleh Pauli dan menyatakan: 1) Sistem yang terdiri dari partikel-partikel identik ber-spin tengahan (1/2. perhatikanoperasi berikut sedangkan untuk boson. Perluasannya untuk N partikel.. Fungsi .*:determinan (3. Fungsiyang memenuhi dua sifat di atas adalah Hukum untuk dua partikel identik tersebut dapat diperluas untuk sistem Npartikel. u.) digambarkanoleh fungsi gelombang antisimetri.

n3) diisi oleh dua elektron. Karena elektron mempunyai spin-UP dan s~in-dbown. energi total sistern yang terdiri dari Nbos~nide bentik tidak lain adalah N kali energi partikel individual Kedua. dan fungsi eigennya Energi keadaan dasar bagi sistern dengan partikel-partikel .. ha1 inilah yang dikenal sebagai prinsip larangan Pauli (exclusion principle of Pauli) untuk ferrnion. fungsi gelornbang sirnetri untuk boson diperoleh dari ekspansi determinan Slater dengan mengganti sernua tanda minus dengan plus. D a l a m k ~ ~ ~ ~ ~ keadaan dasar. Artinya. Pertama. elektron mengisi keadaan-keadaan den9a -nergi paling rendah yang mungkin.Menurut uraian pada subbab 2. Seperti dalarn kasus tiga partikel.Fisika Kuantum gelornbang antisirnetri q. dari deterrninan ini jika terdapat sedikitnya dua keadaan individual ui = uj maka qa lenyap. Misalkan ada Npartiel identik di dalarn kubus potensialberukuran L3. bila partikel-partikeltersebut adalah bosonnKanarena satu keadaan boleh ditempati oleh lebih dari satu b o s o n V a k a dalam keadaan dasar semua boson menernpatikeadaandemZngan .m a s i n ! ~ a n ~ ~ ~ ~ ~ ~ energi terendah yaitu q = q(lylyl) boson adalah Karena itu. (os tidak nol. bila N partikel tersebut adalah ferrnion misa alnya elektron.57) ini disebut determinan Slater.. Jelas. rnaka setiap titik (n. diberikan oleh determinan. didapatkan energi eigen untuk setiap partikel. Artinya.3. dua atau lebih partikel boson bisa menernpati satu keadaan yang sama.Energi r n a s i n g . elektron ke-Ndalam keadaan dasar dikenal sebagaieneergi bemiMengingat setiap titik kisi bisa ditempati oleh d U a elehn R1. Determinan(3. Berikut ini kita lihat konsekwensi penting dari prinsip larangan Pauli terhadap tingkat energi sistem boson dan sistern ferrnion. maka jumlah elektron di dalam seperdelapan bola berjejari ndal*lah. identik boson atau fermion mempunyai perbedaan Yang $anengat menyolok. tidak boleh ada dua partikel (atau lebih) yang menempati keadaan sarna. Konsekwensi penggantian tanda ini adalah jika ui = uj. Energitertinggi yang dite"Wwi olet.4.n.

8 : Dua elektron tak berinteraksi berada dalam kotak potensial satu dimensi sepanjang L.Fisika Kuantum Perurnusan Urnum Mekanika Kuantum Atau. dan elektron lainnya di V = q2. Penyelesaian : a. . erlergi Fermi sistem diberikan oleh: dengan p = N/ V merupakan kerapatan partikel per satuan volume. Contoh 3. Energi keadaan dasar siste dua elektron tersebut. Karena spin kedua elektron sama maka keadaan dasar yang mungkinadalah satu elektron di U = q. fungsi gelombang keadaan dasar anti simetrinya : Atau. Fungsi gelombang keadaan dasar.dengan N merupakan jumlah partikel pada titik-titik kisi di dalam seperdelapan bola bejejari R atau Sehingga energi total sistem elektron adalah: Dan. Energi total sistem merupakan jumlah seluruh energi yang mungkin. dan b. dalam ungkapan energi Fermi. tentukan : a. Jika kedua spin elektron tersebut sama.

jika kedua partikelnya adalah boson. Dinding tepi permukaan berpotensial tidak berhingga. Sistem dalam keadaan dasar. Jadi. partikel boson berada di tingkat paling bawah 9.2 Keadaan Dasar Sistem Dua (a) fermion berspin sama. Ingat. x. b. Keadaan dasar sistem ini adalah keadaan dengan kedua . Energi keadaan dasarnya : (a) (b) Contoh. (b) boson Contoh 3.. Energinya.9 : Ulangi contoh soal. t x. . sedangkan potensialdi dalam adalah nol.Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum llustrasi keadaan dua partikel dalam keadaan dasar. secara umum posisi kedua boson berbeda.3. Gambar. Penyelesaian : a. 3. . b.10 Lima belas elektrondengan spin-up dan spin-down yang tidak saling berinteraksiberada pada perrnukaan potensial dua dimensi L x L.

Penyelesaian: a. Serupa dengan kotak potensial pada pasa12. yaitu E. Keadaan eigennya setiap elektron Dalarn keadaan dasar elektron-elektronmenata diri dengan rnenempati keadaan dengan tingkat energi paling rendah. yaitu E. Sernua tingkat energi yang diternpati elektron b. energi kelima belas elektron tersebut. Energi Fermi adalah energi elektron terluar. = 13 E. Energi total sistern dalarn keadaan terendah adalah jumlah selumh energi di atas. .Fisika Kuantum Perumusan Umum Mekanika Kuantum I Tentuka~ a.4 rnaka tingkat energi setiap elektron bermassa medi dalam kotak Jurnlah elektron pada dua keadaanterakhir dapat dipertukarkan. = 119 E. Karena elektron rnempunyai dua spin berbeda maka setiap tingkat dapat diternpati oleh dua elektron. . b. Dengan dernikian.. Energi Ferrni sistern.3.

1 PERSAMAANSCHRODINGERATOM HIDROGEN Massa proton mpjauh lebih besar dibanding masa elektron me. Atom hidrogen merupakan atom paling sederhana yang terdiri dari satu proton sebagai nukleusdan satu elektron yang mengitarinya 4.mp= 1836me.Atom Htdrogen Pada bab ini akan diuraikan solusi dari persamaan Schrodinger untuk sistem fisis riel atom hidrogen dan mengkaji berbagai konsekuensinya.Di dalam pembahasan pada bab ini dilakukan penyederhanaanberupa asumsi proton diam di pusat koordinat dan elektron bergerak mengelilinginyadi bawah pengaruh medan atau gaya Coulomb. .

l a .p) sebagai berikut Subtitusi ungkapan (4. Suku yang hanya bergantungjari-jari menjadi .6) ke dalam pers. untuk mendapatkan solusi bagi pers.y as) sins am'} - . Seperti akan jelas pada pers. Posisi relatif antara proton dan elektron Pendekatanyang lebih baik dilakukan dengan memandang kedua partikel proton dan elektron berotasidi sekitar pusat massa bersarna yang berada (sedikit) di dekat pusat proton. Di dalam koordinat bola (r. {z( ar ) sins as ( l a .8.Fisika Kuantum Atom Hidrogen Mengingat sistem atom hidrogen mempunyai sirnetri bola. 4.(4.4) rnenjadi K L Zme r 2 r 3. Penjumlahan suku-suku yang hanya bergantung pada jarijari dan dua sudut ini akan selalu sarna dengan no1 untuk sembarang nilai r. (4:0 1 r . Karena proton diangap diam. jika masing-masing suku sama dengan kontanta. analisis menjadjlebihsederhana bila operator ~2 diungkapkan dalam koordinat bola. = Gambar.5) di atas dilakukan pemisahan variabel v ( 7 )= ry(r. . sekali lagi untuk penyederhanaan.r2/h2) dan dibagi ungkapan (4. Tetapi. persamaan Schrodinger untuk atom hidrogen bergantung sudut 8 dan y.1. tefapkan keduanya sama dengan tetapan c = fl(l + 1).(4..6) didapatkan dan energi potensial Dari pers.7) ini tampak bahwa suku pertama dan keempat hanya bergantung kri-jxi r.(4. pers(4.3d). 8 dan y. ay .p) .6 .(4.5) kernudian dikalikan (2m. efek ini diabaikan di sini. maka kontribusienergi sistem hanya diberikan oleh elekron yaitu energi kinetik Selanjutnya. suku kedua dan ketiga hanya yaitu Dengan dernikian.).

Untuk konstanta negatip.dan periodisitasnya.11b) Sedangkan suku yang hanya mengandungsudut 8 dan q menjadi Dengan demikian.. pers. pers.. solusinya sin2 0 .9b) juga terpisah menjadi dua bagian yaitu bagian yang hanya bergantung pada sudut azimut p dan bagian yang bergantung pada 0 . sehingga untuk satu posisi yang sama akan diberi nilai yang berbeda @(n/ 6) cc e-"I6 .9b) sin8 d Tampak bahwa pers. Selanjutnya. Sudut rotasi di sekitar sumbu-z ini adalah no1sampai 2n . Selanjutnya tetapkan masingmasing bagian sama dengan konstanta -m2.1 Persamaaan Azimut Kita mulai dari persamaan paling sederhana (4. Bila dipilih positip akan memberi solusi fungsi eksponensial.+-2 ~ $ z ( ~ + ~ ) = t ( t + l ) (4.<z -kqt)R 4m0r = e(* + I)R LL( sine(4. .f l . di penuhi m=O. Dengan alasan yang akan menjadijelas kemudian. Keunikan @ di setiap q yaitu. ltulah sebabnya konstanta (4.5) dapat dipisah menjadi tiga persamaan deferensial biasa.9a) 4.Bb) sin8 d 8 3+{ @+I)- "'}@=o sin28 (4. kita tentukan solusi masing-masingpersamaan tersebut.1. dan @(2n + n 16) oc e-z"-"'6 karena posisi p = n16 sama dengan posisi p = 2n + n / 6 .(4. setelah dikalikan dengan @/sinZ 8 diperoleh (' dr r - z) +-2.(4. (p) = Aeimp atau (4.12) . dan n?. Jelas pemilihan konstanta positip ini tidak menceritakan kondisi fisis sesungguhnya.Fisika Kuantum Atom Hidrogen L~(z:) R dr r . pilih @ =@ .r atau s i n O d ( sine-d @ ) +t(e+l)sin2B=mZ O de atau.(4. (4.Bal 4ns. f 2.1 l a ) dipilih negatip (= -m2)agar memberi solusi berupafungsi sinusoidalyang periodik. I d @sinedB Setelah dikalikan dengan + 1 -dZ@ @sinZ 0 dqZ - -@ + 1) (4.9a) menjadi 1 dZO (4.10a) yakni persamaan azimuth yang menggambarkan rotasi di sekitar sumbu z.1Ob) Sehingga untuk setiap m bulat.

Fisika Kuantum Atom Hidrogen X Sedangkan syarat norrnalisasi bagi @ .. lnilah alasan pengambilan tetapan f! ( ! + 1) ketika rnenguraikanper. Bila konstantanya bukan f ! ( + 1) maka solusinya adalall deret takberhingga. 4. (4.(cos 8) I jern (COS ~)~:'(co es) sin e d e = - 2 (!+ml6 c r .. .7) menjadi pers.2 Persamaan Polar Selanjutnya kita tentukan solusi pers.(4.- 6 mms (4.9a). Sehingga sin 0 dB sin20 0=0 (4.(4.llb) diberikan oleh polinom Legendrrr .I (COS e) dengan N .11b) ( + I) dan m? Persamaan diferensial(4. Solusi dari persaaan ini dapat diperoleh menggunakan metode Frobeniusdan diberikanoleh deret berhinggayang dikenalsebagai polinorn Legendre terasosiasi.ly = Wsin' 6 2'!! d cos 6" 2'P! ' :odan?kan m minimum terjadi pada - P. merupakan konstanta norrnalisasi =! .1.(4.8a) dan (4. ) . fern (COS e)e:'.(cose)sin ede =6 .". . = ~N ." 1 '12 d2' I:"=~'(COS~)=-(I-~~~~B) (cosz 6 . diinginkanadalah Karena itu solusi yang Mengingat sifat ortogonalitas P.17a) o dipenuhi oleh konstanta A =I/&.11b) dengan konstanta ! dikenal sebagai persamaan diferensial Legendre terasosiasi. Solusi pers.17b) 0 2 e + 1 (t-m)! didapatkan Bilangan bulat m disebut bilangan kuantum magnetik. ~ . "(cos 8) dapat diperoleh melalui Bentuk eksplisit polinom P rumus Rodigues: Dari hubungan (4. 6 .11 b).19) ini tampak bahwa untuk harga ! tertentu maka m maksimum terjadi jika m = 8 dan P.. (Q~ Q.(4.N.

3 Persamaan Radial Sekarang kita tentukan solusi pers.23) kita selidiki terlebih dahulu (perilaku) persamaan tersebut pada dua daerah ekstrim yaitu daerahjauh sekali dan daerah pusat koordinat Sebelumnya.(4.1. Rditulis sebagai (4.F isika Kuantum Jika dikaitkan dengan ungkapan (4. (4.25) U(P> R(P) = P (4.26) dan subtitusikan ke dalam suku pertama pers.3a) memberikan Untuk daerah jauh sekali p + oo .23) dalam bentuk Bilangan bulat ! disebut sebagai bilangan kuantum orbital. maka untuk l tertentu m dapat berharga Atom Hidrogen tuliskan terlebih dulu pers.(4.14). Tampak bahwa suku dominannya adalah .8~) tereduksi menjadi Karena itu pers.8b). Pengalian (1/P) pada persamaan (4. 4. pers.23) tereduksi menjadi persamaan diferensial untuk U dengan Selanjutnya kalikan dengan p2dan ambil limit mendekati pusat koordinat Untuk menentukan solusi pen(4. Pada pembahasan di sini dibatasi pada keadaanterikat yaitu keadaan dengan energi negatif E= 1 q .(4.(4. Perubahanvariabel Sedangkan pada daerah titik asal.23*) secara efektif menjadi Solusi persamaan ini adalah R K edpI2 Tampak pada persamaan radial ini terdapat nilai atau energi eigen E.23*) diperoleh membuat pers(4.

17) menjadi Menggunakan pemilihan . posisi jauh sekali dan fungsi umum terhadap jarak Pers(4. (4. yang mempunyai bentuk umum Subtitusi ungkapan (4. .38) ini tidak lain adalah persarnaan diferensial Laguerre terasosiasi.35) s=n-C-1 Sehingga L(p)merupakan polinomial Karena itusolusi untuk daerah asal (koordinat). misalkan L = L.31) ke dalam pers(4.42) . Mempertimbangkan solusi-solusi untuk daerah ekstrirn di depan. yaitu Solusinya disebut polinom Laguerre terasosiasi diperoleh dari rumus Rodrigues L: dapat Solusi deret Untuk kasus kita koefisien p dan q dihubungkan dengan bilangan kuantum orbital & dan bilangan bulat n yang nantinya disebut bilangan kuantum utama menurut akan memberi rumus rekursi Karena itu solusi pers. solusi urnurnnya diusulkan berbentuk perkalian antara solusi titik asal.29) dan hubungan (4. Solusi yang rnernenuhi persarnaan suku dorninan ini dan kondisi fisis keberhinggaan p + 0 adalah dan seterusnya akan menjadi no1jika (4.26) diberikan oleh: 1= n .Fisika Kuantum Atoin Hidrogen I =n maka a .38) diberikan oleh Tarnpak bahwa deret akan berhinggajika A adalah bilangan bulat. rnenggunakan hasil(4.pers. = Lt? ( p ) (4.23) didapatkan persamaan untuk L.(4.

Fisika Kuantum Dengan demikian. Penyelesaian : Dari uraian di depan didapatkan bahwa untuk ntertentu terdapat n harga . merupakanfungsi-fungsi temormalisasi.. Contoh 4.e2) adalah radius Bohr.2. ~ . bentuk (4. dan 0..4 Solusi Eigen dan Distribusi Probabilitas Dari uraian di depan diperoleh solusi eigen lengkap bagi pers.tepatnya Untuk bilangan kuantum n = 4 . (PI 2t+1 dengan N....1 atau (21 + 1) 5 n + t .3 . yaitu R = R.5).(4. maka y. Mengingat ~).(4. = N. q.41) didapatkan bahwa q-p harus lebih besar atau sama dengan nol. tuliskan fungsi eigen dengan semua nilai f dan m yang mungkin..26)... = A' /(m. adalah konstanta normalisasi dengan dan diberikan oleh dengan a. m pada posisi ( r . juga temormalisasi dari hubungan p. n dan Iserta penyebut pada ungkapan (4.48~) Bilangan bulat n ini disebut bilangan kuantum utama.P e r -pl2 L".1.1 (4. Mengingat R. Kombinasi ketiga bilangan n. I fungsi rapat probabilitas dapat diuraikan menjadi bagian radial dan bagian angular..1..8c) berbentuk dan m pada y. keadaan n. solusi lengkap pers. atau Hal ini sesuai dengan penafsiran awal bahwa V*V merupakan rapat probabilitas untuk mendapatkan partikel dalam . 0 .. mendefinisikansatu keadaan dari atom hidrogen. . solusi radial R diberikan oleh Atom Hidrogen 4. Untuk n = 4 maka Jadi untuk n tertentu maka ! = 0. n . Dengan demikian..

.--

Fisika Kuantum

Atom Hidrogen

Sedangkan untuk e tertentu ada (21 + 1) harga m. Lengkapnya, diberikan dalam fungsi gelombang ry,, seperti tabel berikut:

Bentukfungsi probabilitas ini selain bergantung pada jarak juga bergantung pada bilangan kuantum n dan e . Untuk spesifikasi keadaan seringkali digunakan notasi spektroskopik sebagai berikut:

e
notasi spektroskopik

0

1

2
d

3
f

...
...

s

p

Untuk mendapatkan gambaran perilaku umum Pn,(r) kita gunakan kenyataan-kenyataaansebagai berikut: i. Rumus rekursi (4.34) dan polinom (4.37) memperlihatkan bahwa polinom L(p) merupakan polinom berorde = ,-(-I sehingga L(p) mempunyai s titik nol. Akibatnya, Pnt(r) mempunyai n - e gelembung atau titik puncak. ii. Untuk nilai ! terbesar ( ( = n - 1 ), Pnt( r ) hanya mempunyai satu gelembung. Menurut ungkapan (4.47).

.

Karena itu, puncak Pnn-l (da

terjadi jika

DistribusiProbabilitas Radial. Dari hubunganortonormalitas R,, pers.(4.44), tampak bahwa probabilitas per satuan panjang rdiberikan oleh:

dipenuhi oleh

Beberpa fungsi R, diberikan oleh pada tabel berikut:

Fisika Kuantum

Atom Hidrogen

Tabel 4.1. Fungsi Radial

P

Grafik-grafik proabilitas radial P,, ( r ) diberikan oleh Gambar4.2

(b)

(a) Gambar4.2 Rapat Probabilitas sebagai fungsi jarak

,

Contoh 4.2:
Hitung kemungkinan mendapatkan elektron berada pada jarak kurang dari jari-jari Bohr untuk atom hidrogen dalam keadaan dasar.

1

Fisika Kuantum

Atom Hidrogen

Penyelesaian: Fungsiradial keadaan dasar atom hidrogen

Tabel 4.2. Fungsi Harmonik Bola
I

I

I

Maka probalitas per satuan panjang untuk mendapatkan elemon pada jarak rdari inti

, Karena itu, probabiliis elektronberada padajarak kurang dari a

/

1;,,(0,s)=

6 1
-sin

e e"

yZi2 (0,v )= s

i

2

e

1

Mengingat bentuk eksplisit @ , , maka rapat probabilitas polar hanya bergantung pada sudut 8

P(B,q ) = y r : (0,P)Y, (6,a)

02@)oh(8)= ~ ( 0 )

(4.56)

Gambar-gambarprobabilitasangular diberikan dalam diagram tiga dimensi berikut
Disfribusi Probabilitas Angular. Dari pers.(4.49), (4.15) dan

(4.18) diperoleh bagian sudut

Fungsi Y, (8,p) disebut fungsi harrnonik bola (spherical harrnonics function), dan memenuhi ortonormalitas

Beberapa bentuk eksplisit fungsi harrnonik bola Y, ( B , ~ ) diberikan pada tabel berikut

~ ) Rapat probabilitas di setiap titik di dalam ruang diperoleh dari perkalian antara distriusi angular ~ ( 0 dan ) distribusi radial P(r) Solusi eigen lainnya yakni nilaieigen diperoleh dari pers(4. Fungsi gelombang keadaan dasar v. Energi potensial rata-rata. elektron dalam keadaan dasar dari atom hidrogen. Energi total elektron keadaan dasar maka Penyelesaian : a.35). Sehingga . hanya bergantung pada jari-jan r. Contoh 4.3 : Hitung : a.Fisika Kuantum Atom Hidrogen Karena itu. enersi kinetik rata-ratanya : Gambar 4.24) dan (4. ( 0 . yaitu energi atom hidrogen yang bersesuaian dengan prediksiteori atom Bohr terdahulu. Energi kinetik rata-rata b. b..3 RepresentasiPerrnukaan Y.

Sedangkan pengoperasianL2 sudut Lzdengannilai eigen (mh) dan Y.1 Operator MomentumSudut Operator momentum sodut didefinisikansebagaimana fisika klasik seperti pers.(3.Di dalam teori kuantum kuantitas ini menjadi operator rnelalui korespondensi(2.' (COS e)eimv } (4. . p) merupakanfungsi eigen dari operator momentum . (8.9) 1 a = -fi2{--(sin~-&)+a$} sin 0 ae 1 Selanjutnya.61).(g 1 7 ) .(Q. Dan' pers.2.ip) Di dalam koordinat bola kornponen-komponen operator momentum sudut di atas dapat din)'atakansebagai berikut = -ih(im){J- 4n(e + in)! P.Atom Hidrogen 4.61) Jadi Y.v) Operator yang banyakdig~nakan adalah kuadrat dari momentum sudut.i6) diperoleh Menggunakan hasil perhitungan (4.. perhatikan penerapan operator LZpada fungsi ytm (e.

(O.4 tampak bahwa kendala bagi arah momen? adalah : tum sudut J Arbnya.62~) Selanjutnya. diperoleh sin28 = -e(( + l p t m(4.p) juga merupakanfungsi eigen dati L2dengan ) fungsi nilai eigen P(! + l)A2 .)~ (Sin .&Iytm 1 d sin 0 d6 Momentum sudut sebesar A .( o .Fisika Kuantum Atom Hidrogen Karena itu L2 Ycm =-A2 = {sii -e : '$) 02) -L)O. llustrasiklasik gerak elektron Dari Gambar 4.. Hal ini berarti Y . ~merupakan eigen serempak dari Lz dan L2 .(8. momentum sudut terkuantisasi dalam ruang.. dan hasil ini memberikan konsekwensi lebih lanjut yaitu Dari operasi LZ dan L2 pada fungsi harmonik Y. llustrasigerak elektronnya diberikan oleh gambar berikut: =O 1 d d@tm --(sin@7)+k(L+l)-abh sin 6 dB m2 { sin .~ 8 d@ d ( s i8%) ~ Dengan demikian.~). gunakan pers (4. Artinya. / m ini tidak mepunyai arah yang bebas melainkiin sedemikian rupa sehingga proyeksinya telhadap sum bu-Z. (6.. Y.p) menggambarkan perilaku elektron dengan besar momentum sudut L Sebagai sumbu z biasanya diambil arah medan luar misalnya medan magnet B yang meliputiatom .4.63) L2yfm = -h2[-~(~+1)0tm@m Gambar 4..11B) untuk @ . Y . 38 sin2e (4. memungkinkan untuk melakukanpenafsiran fisis sebagai berikut.

(7) = En~ntn ('1 dengan energi eigen hanya bergantungpada bilangankuantum utama n Gambar 4.5 Berbagaigerak elektron Kemudian menginat ortonormalitas fungsi eigen cy. (7) ( W ~ ...Fisika Kuantum Atom Hidrogen Hyn.~. L2 c. ~ ( ? ) = O a. W= ~ . Kuantisasi ruang bagi momentum sudut J6ti Contoh4. Energi b. Menggunakanpers. ~ . . .~rnh kita dapatkan Gambar. LZ. 4. .3) dan persamaan eigen (4.6.4) memberikan .(4..dari elektron Penyelesaian b.64) I? ytm= e(e + i ) Y ~. Hamiltonian(4.4: Satu elektron di dalam medan Coulomb dari suatu proton mempunyai keadaan yang dinyatakan oleh fungsi gelombang: Hitung harga ekspektasidari a. maka i) Z ~ ~ .J~ n. yang hanya bergantung pada bilangan kuantumorbital..

serta operator (3. .. yang hanya bergantung bilangan kuantum magnetik. Mmenggunakanpers(4. (7) = 2A2v. Dengan cara Serupa diperoleh hubungan dan L..v.Fisika Kuantum P 42.(?I i) . ( 7) iii) Lzt. .l en operator momentum sudut Mengingat L.v2. L #aka r LZadalahoperator Hermitian .7b lorn Hidrogen ii) ~ ~ l y ~ .l7) memberikan: c.25) memberikan jika permutasi genap jika permutasi ganjil jika ada indeks sama Selanjutnyq SeD~gai kombinasi didefinisikan operator L.2 Spektrum Nit Bi Eigen Komutator (3.-1 ( 7 )= -A v21-.61) sirlu~ bagi L . ~ = 2A21y2. (7)= A v2. d symbol pemutagi Yang (dapat) berharga an Eiik adalah Bersama ortonormalitas (4. . (3) Sehingga dan (3. diperoleh L.-.oo (7) = 0 ii) L. dari dua komp0t.9). ( T ) = 2 A ~ y ~ ~ ~ ( r ' ) iii) ~ ~ ~ .v2. yang secab a kompak dituliskan $.-. = L.0 ( r ' ) (r') b) L2v2.v210 ( 7 )= 0 b) L.

-hL.Y h Menggunakan hasil operasi (4. Kornutator-kornutatordari operator momentum sudut secara lengkap diberikan oleh pe~(4. y h ) = Ic+ (L. =L2-L:-AL.p) merupakan fungsi eigen dari L.(4.L+ y. Dari definisi operator sekawan Henite (3. )ycm+ L+L.v L.Atom Hidrogen . + L.L+L. ~ yakni ) L+Y. m) yang akan kita tentukan.70) dan persamaan berikut dengan konstanta kompleks C +(1. diperoleh dan sebaliknya Tampak bahwa L+Yh(O. P) r Pertama.18) (L+yem. Untuk realisasi maksud ini operasikan Lz pada L + Y .(B. = (L.L+ . kita lihat pengaruh L+ pada Y. m ) ~ ( y C m . setelah membandingkan dengan pem(4.L+y.61) diperoleh Sedangkan perkalian anatara dua operator tersebut memberikan Kita andaikan dan L-L+ = LS.didapatkan Dua hasil terakhir memberikan .72a) serta (4.77a) 20 dan mengingatpers. p ) .m)I2 (4.74). dengan nilai eigen ( m + 1)h .73b) maka didapatkan: Berikut ini kita gunakan kornutator-komutatoroperator momentum sudut untuk menguraispektrum nilaieigen dari fungsi eigen qm ( 0 . (0.p).61) dan komutator kedua (4.)= I c + ( ~ . ( 8 . Karena itu.

73a) memberikan Jadi L. Selanjutnya kita tentukan m rnaksimum dan m minimum untuk !tertentu.Atom Hidreen 'I Lakukanoperasi L.79~) Seperti telah diperlihatkan di depan L+(L-)menaikkan (menurunkan) bilangankuantumrn satu tingkat. misalkan m = m+ didefinisikan ..q) dan misalkan ditulis yang dipenuhi oleh didapatkan: C-(!. misalkan m = m.82) Sedangkan untuk m minimum.+..L.rnenurunkan fungsi eigen .+. ~ tingkat ) rnenjadi Jadi. Karena itu. Langkahserupa dapat diterapkan untuk operator L. Karena itu. (0.dan gunakan pers. L+ menaikkan keadaan ~ ~ ( 8 satu keadaan Y. disabut sebagai operator tangga penaik./P(~+I)-~(~-I) (4.(4.73b).= -hL- memberikan 1 Operasikan L+dan pers. ~ ) + Y.(4. Spektrum nilai eigen m diilustrasikan sebagai berikut.m) Sehingga = h 2. untuk e tertentu m berharga seperti hasil yang diperoleh di depan. Untuk m maksimum.dengan menggunakan komutator Persamaan terakhir ini dipenuhi oleh m + =! (4. c).Y ( 8 . didapatkan Dengan demikian . (8.didefinisikan [L.

Hitung nilai momentum sudut (i) L dan (ii) Lz d. karena W tidak bergantung 9 secara eksplisit. = 2c r e-'Iz6 cos B . Sementara dua suku lainnya. c. kita dapatkan .-r c r e-'lts cos 0 + -cr 2 6 r (26)' e-'IM cos tJ Substitusi kembali ke dalam persamaan kinetis di atas. Operasikan operator energi kinetik pada ry . I a ==- -r126 d cos 0 Cre-r/26 sine 88 e-r126 -2-(sin2e) (2sin 8cos 8) sin 0 Gambar4. Hitung komponen momentum sudut LZdari L+v Penyelesaian : a. b.5 : a. Tentukan energi keadaan tersebut.r 1 2 6 cos8.Fisika Kuantum Atom Hidrogen I' Jelas suku ketiga ruas kanan sama dengan nol. Tunjukkan bahwa fungsi h ry = c r e .7 Spektrum dari operator Lz untuk [ tertentu Contoh 4. dengan S = mke2 adalah solusi dari atom hidrogen.

(4.32~) untuk rnendapatkan nilai kornponen-komponendari momentum sudut Persarnaan ini tidak lain adalah persarnaan Schrodinger untuk k eZ . .iftc r e-"" sin 8).) Selanjutnya operasikan L. Nilai momentumsudut L dapat diperoleh dengan rnenerapkan a -(. ih c r e-r"6 sin excos p. = -I(- d sin 6).59) didapatkan b. ii) Terapkan operator L.i cos p. pada L+y L.) = RCifi e r e-'"& sin sin (o .+ i sin p.)} 89 ih i) Operasikan L* seperti (4.(sin p.71) dan (4. Karena itu. (L. atom hirogen dengan energi potensial V(r) = -sehingga dalarn ungkapan HarniltonianH .i COS 9)) .Fisika Kuantum Atom Hidrogen Atau Tarnpak bahwa nilai eigen dari operator L~ adalah 2h2 .i cos 9)cr e-r126 (-sin 0) = -ih c r e-'"%in didapatkan bahwa energi keadaan tersebut adalah sin p. d.ih c r e-r"b sin 0(sin p.) e-r"6 = A(. nilai mornenturn sudut L adalah f i h .33) pada ry . r karena W tidak bergantung pada 9 secara eksplisit.i cos (D) ap. + Sin p. . . y ) = -ih = c. . Dari persarnaaneigen = itz(sin p.i cosp. Menggunakan ungkapan (4.i eos p.

dengan nilai eigen A .1 REPRESENTASI MATRIKS Perhatikan fungsi harrnonik bola ytm (6. 5. dalam banyak ha1persoalanjuga menjadi jauh lebih sederhana.V ) = (-1)"' 4 7 ~ (!+m)! Py (cos 8)ei""" (5. Di dalarn bab ini diuraikan metoda (dengan simbol-simbol) abstrak tersebut. Hal ini dilakukan karena selain rnemberikan hasil yang sama. Atau dengan kata lain. komponen-z momentum sudut keadaan elektron L+cy adalah A . Di dalam persoalan mekanika kuantum lebih lanjut seringkali orang tidak peduli pada ungkapan sebenarnya dari fungsi eigen. Sebagai gantinya orang rnenggunakan simbol-simbol abstrak yang masih membawa sifat dari fungsi eigen dan hasil operasi dari suatu operator padanya.Fisika Kuantum Jadi L+ y adalah fungsi eigen dari L.1) Fungsi ini bersifat ortonormal .

8) diperoleh 1 Di dalam representasimatriks (L. perkenalkan notasi baru yang dikenal sebagai notasi Dirac ) .7) Untuk kasus (em).(5. sebagai gantinya kita hanya mengganti dengan sifat-sifat ortogonalitas dan bila dikenai operasi suatu operator..9) matriks. Notasi Dirac ini juga dapat dikatakan mengungkapkan(merepresentasikan)fungsi Y...Fisika Kuantum Metoda Operator 1 1 Sekarang.2) dapat dituliskan sebagai Untuk memperoleh bentuk matriks baik bagi em) maupun L. )_.. perkalianskalar (5. ..p) dalam bentuk matriks seperti akan kita lihat nanti. Tetapi notasi Dirac ini dapat digunakan untukfungsi yang lebih urnum seperti dalam bentuk matriks kolorn.(0...dibaca ket. kita ambil contoh kasus I f = I = I dan tuliskan llm) = im) . Dari uraian momentum sudut . yakni I atau L=1 em) = mhl em) Perkalian skalar dan pemakaian notasi Dirac (5. Dalam notasi Dirac ini.. dari fungsi yang dituliskan dengan notasi Dirac ( ) . Perhatikan sifat berikut Didefinisikanpasangan Hermite ( .(e.yang dibaca bra I Notasi Dirac diperkenalkan untuk'memudahkan serta menyedehanakanpenulisan. Untuk kasus ini. menyatakanelemen baris ke-m'dan kolom ke-m dari matriks operator L. (em]= ern)+ 1 Dalam kasus di atas sekawan Herrnite dapat diganti dengan adalah fungsi biasa bukan sekawan kompleks karena &. Dalam notasi ini seringkali kita tidak perlu tahu bentuk eksplisit dari fungsi yang dinyatakannya. . Bentuk eksplisit elemen ini diberikanoleh rnAF. dari pers..

m(m .1) Dengan cara yang sama untuk 1 (5.l)l l m .48b) didapatkan hubungan L+ dan tPerlu ditekankan di sini bahwa bentuk matriks bagi L. / e ( e +1) .11b).1. diberikan oleh 1 0 -1 Sedangkan dari pers.0.. Penyelesaian: Dari pers.13a) = 1. Maka.. Bentuk di atas dapat berubah untuk vektor basis ortonormal yang lain. dengan hubungan operasionalyang tetap (tidak bisa berubah).diperoleh dari vektor basis standar (5..Dengan demikian elemen lengkap operator L.didapatkan dan Contoh5. Perkalianskalar untuk 2 = 1 Contoh 5..l m ) = h . Berikan ungkapan (representasi) matriks operator untuk ! = I .Fisika Kuantum Metoda Operator m'\m didapatkan untuk f = 1 maka m = 1.2 Berikan ungkapan matriks Lz untuk vektor basis ortonormal (m'l m) = 6. dan L.(4. L.(49) kita dapatkan dengan m) = 1 1lm) L. -1 . .

diperoleh Dari perhitungan di atas diperoleh c = f = g = h = 0 .2 SPIN 5.Fisika Kuantum Metoda Operator 1 Penyelesaian: Misalkan bentuk LZdiberikanoleh dan dengan cara serupa didapatkan Maka. Dalam notasi Dirac [em) dan representasi matriks fungsi inijuga dapat didefinisikan untuk .1 Representasi Matriks dari Spin Dari proses perurnusan matematis untuk rnendapatkan bentuk fungsi harrnonik bola Y. Dengan dernikian 5.q) kita ketahui bahwa fungsi ini hanya didefinisikan untuk P bulat. dari pers.2.(S.IO) yang harus tetap. (0. i = -A dan a = b = d = e = A l 2 .

.)~. m untuk 1 = 112 diperoleh m = 112 dan m = -112.. Sedangkan untuk SRepresentasi matriks dari SZ dapat diperoleh dari hubungan (5. dan bentuk eksplisitnya diberikan oleh dan dengan vektor basis standar Dengan demikian .Fisika Kuantum Metoda Operator C tidak bulat misalkan 1 = 112 dan definisikan kuantitas mirip momentum sudut f .3 dengan komponen spin sebagaimana Z S memenuhi hubungan kornutasi Berikan representasi matriks dari Sxdan S.10) setelah dimodifikasi ( m ' l ~ .f ) . Penyelesaian: Dari operasi operator tangga diperoleh S-1sm) = h..I ) ] sm . If I$) dan .dengan Dari hubungan antara dan l .. I m= ) (s./s(s + 1) . . Fungsi eigen dari Szadalah $) = dan If +) = I. maka untuk S.m(m . yaitu momentum sudut internalyang disebut spin 3 Contoh 5..1) Didefinisikanpula S. = inh6.

.y. Misalkan keadaan spin masing-masing dituliskan X I dan X Z . Untuk penyederhanaan kita tinjau dua elektron dengan momentum sudut internal 3 . jelas bahwa keseluruhan spin masing-masingyang mungkin adalah X: . elektron pertama Matriks ini dikenal sebagai matriks (spin) Pauli. Sedangkan seluruh kombinasi keadaan individual tidak berinteraksi yang mungkin adalah dan Sl. dan 3. dan 3.. elektron kedua 5. atau satu elektron dengan momentumsudut dan spin bagaimana momentum sudut total sistem. X: dan X.2. . .x: = 0 Spin total didefinisikan Operasikan Masalahnya. bagaimana bila keduanya berinteraksi? Operator spin masing-masing 3.z 2 maka Operator ini hanya bekerja pada keadaan spin masingmasing.memenuhi . X. menurut dan h Si = -oi dengan i= x. Masalahnya sekarang bila terdapat dua elektron masing-masing dengan momentum sudut internal S. . dan 3.Fisika Kuantum Metoda Operator Dari hasil-hasil di atas. Jika spin-up ditulis dengan tanda plus dan spin-down dengan tanda minus.2 Penjumlahan Momentum Sudut Pada pembahasan terdahulu kita hanya membahasmomentum sudut satu elektron. definisikan matriks 0. dan mengabaikan momentum sudut keduanya.

Si = SI* + S2i Operator ini berfungsi menaikkan bilangan kuantum dalam satu multipletyang sama.32b) = Afix.x.31) m di dan Sedangkan untuk dua spin down dan Dan hasil-hasil di atas. Untuk kasusm= 0. diperoleh empat keadaan yaitu satu dengan m= 1. dua dengan m=0 dan satu m=-1. .Fisika Kuantum Metoda Operator atau Masalahselanjutnya bagaimana membedakandua keadaan dengan m = 0 di atas ? Untuk menjawab pertanyaan ini kita gunakan operator penaik dan penurun total Dengan cara serupa.(fix. (5. . dapatjuga dibenkan oleh kombinasi tinier setelah dinorrnalisasi 45 + XI.(%)Xi - JZ 1 (5.

Ism) dan dan Spin total ISM) yang diperoleh - 6% k - ~ l - JZ (fin. didapatkan bahwa dan membangunsatutripetdan masingmasingkeadaandihubungkan oleh S.sedangkan Secara sederhana.. .Sl+s2 -1 .36b) .S-1. penjumlahan momentum sudut dapat dilakukandengan S=Sl+s2.. I S 1 .32d) Daricontoh di atas.. M=S.s-2 .) (5. .-S (5...Fisika Kuantum Sedangkan Metoda Operator Perurnusandi atas dapat dinyatakandalam notasi Dirac.S * I (5-36a) dan masing-masing S. mempunyai merupakansinglet.

b.4 Momentum Sudut Orbital dan Spin.1 sedangkan spin s = f maka m = f . Penyelesaian: a. Karena kombinasiindividual keadaan lama ada enam maka keadaan am juga ada enam yaitu untuk L = 1 + f = f dengan M = $. Setiap momentum sudut baru sebagai kombinasi linier kombinasi momentum individual.l++) =&. Elektron di dalam atom hidrogen selain mempunyai momentum sudut karena gerak or. diperoleh 2 2 7 2 2 ) ' 77 ( 3 3 ) dan Dengan cara yang sama s.-L.39) Keadaan tertinggi tidak dapat dinaikkan sedangkan keadaan terendah tidak dapat diturunkan Dua keadaan di antaranya dapat diperoleh dengan menerapkanoperator tangga pula. Untuk 1 = I. $. 0. Semua momentum sudut total c./+(++l)+f(-L+l 1 1 ~ 2 3d+l ) =h&IT 3 3 2 ) (5. . Dengan demikian ada enam kombinasi keadaan yang mungkin. yaitu I$$)= ll. Keadaan yang dapat diketahui dan bukan merupakan kombinasi linier adalah keadaan tertinggi dan terendah. .l Keadaan-keadaantersebut adalah 1 2 2 ) 1 1 1 ) 2 2 2 9 2' 2 ' Penyamaan kedua persamaan di atas. Contoh 5. Suku ruas lainnya. Semua kombinasimomentum individual b. c.f = f dengan M = l .l)l++) I$+)=11-1)1+?) (5.-f . Untuk momentum sudut orbital t = 1 maka m = I. bital mengelilingi inti atom juga mempunyai spin. tentukan: a. -2 dan L = l . setelah dimasukkan faktor normalisasi.Fisika Kuantum Metoda Operator Jumlah keadaan baru sama dengan jumlah keadaan kombinasi yang lama.433) .

(5.Fisika Kuantum " .z 2 ' 2 . 2 Pergantianvariabel Nilai 1 = 1I 2 juga menjamin bahwa fungsi gelombang lenyap g. + 0 pada posisi jauh sekali. A = 1. = Eg. Metoda Operator 1 sehihgga pers. z .54b).52) rnenjadi Subtitusikan bentuk ini ke dalarn pers. Hasil di atas rnenyatakan bahwa solusi urnurn haruslah rnernuat u ( ~=)e .54b) rnenjadi atau. dalarn frekwensi gerak osilasi = fi Persarnaan ini dipenuhi oleh sernua z jika q = 112.59) diperoleh .57) diperoleh persarnaan baru bagi f ( 2 ) atau d2" (a-z ' b = o -+ dz dengan Solusi dari persarnaandiferensialorde dua ini dapat diperoleh dengan rnetoda Frobrnius yakni dengan cara rnengekspansidalarn deret takhingga.(5. Artinya. mernbuat pers. Dari persarnaan energi total ini diperoleh persarnaan Schrodingertakbergantung waktu ii2 d2g.z 2 ' 2 .54b) dengan a = 1. u ( Z ) = e-z2'2 rnerupakan solusi eksak bagi pers (5.. Karena itu kita arnbil bentuk urnurn sernbarang yang rnerupakan perkalian dengan U ( Z ) = e . 2m dx2 1 + -mo2x2g.(5.(5.* w . Untuk rnendapatkan solusi pers. g.60) ke dalarn pers. = u(z) = e-v2 dan diperoleh cobakan Subtitusi deret (5.(5.

(5. Artinya. Dari persamaan energi total ini diperoleh persamaan Schrodingertakbergantungwaktu Nilai 77 = 112 juga menjamin bahwa fungsi gelombang lenyap p. = 1.57) diperoleh persamaan baru bagi f (2) atau Solusi dari persamaandiferensialorde dua ini dapat diperoleh dengan metoda Frobmius yakni dengan cara mengekspansidalam deret takhingga. sembarang yang merupakan perkalian dengan u ( ~ ) p = e-"" f (z) Pergantianvariabel (5.(5.Fisika Kuanturn Metoda Operator sehihgga pers. Hasil di atas menyatakan bahwa solusi umum haruslah .54b).54b) dengan A = 1 . arena itu kita ambil bentuk umum memuat u(z) = e . dalam frekwensi gerak osilasi = Persamaan ini dipenuhi oleh semua z jika 7 = 112.52) menjadi Subtitusikan bentuk ini ke dalam pers. A. u(Z) = e-'t'2 merupakan solusi eksak bagi pers (5.0 pada posisi jauh sekali.54b) menjadi atau.+XI. z .(5.(5.60) ke dalam pers. = e-w2 dan diperoleh p= cobakan Subtitusi deret (5.(5.58) membuat pers.59) diperoleh .z 2 ' 2 K = e-z2'2. dengan Untuk mendapatkan solusi pers.

Rumus rekursi (5.+. .61) f (z)= a.63b) an+.z2 +---+ anzn (5.a.Fisika Kuantum Metoda Operator Dengan pengambilan . =a. =a .(2r .= Sehingga a.2j)! j ! .(5.65) Persoalan selanjutnya adalah menentukan bentuk koefisien a.1 = 2n pers(5.+.59) menjadi dan solusi deretnya diberikan oleh 0 = k=O a . .62b) mengisyaratkan bahwa solusi akan berbentuk deret berhingga yakni berhenti pada k = n jika yaitu an+* = 0. maka atau dan Pers.= a (5.62b) dapat ditulis menjadi -.a. + a. .63~) = (-1)j --. (k+ 2)(k + l ) z* -x ca r=O a.. a. . . Misalkan diketahui a. Persamaan di atas akan selalu dipenuhi oleh semua z jika koefisien Z k adalah not.z+ a.. a. f 0 dan kita ambil (5. . ... =0 .= 0. .l))zr (5. n! 0" 2*j(n.( A .

+ genap n -+ ganjil (5. Nilai dan Fungsi Eigen Osilator Harrnonik Garnbar 5.3 Energi Potensial Klasik. terjadi pada .(5.1 Solusi Genap Osilator Harrnonik . terendah adalah a. yaitu n .65) menjadi f (2)= a.C j=o 2" (n .2j)! j! Pernilihan an = 2" rnemberikan N (n .Fisika Kuantum Metoda Operator Bila n genap maka a.55) dan (5.68a) 11 f (2)= Hn (z)= x (n(-l)jn! 2j)! j=o - j ! (2z)"-*j Garnbar 5.2j = 1 atau j = N= (n .1)/2.Dengan demikian. setelah dinor-nalisasi. terendah adalah a . diberikan oleh Grafik beberapafungsi diberikan oleh garnbar berikut Gar!-'7ar5. j = N = n / 2 tetapi bila n ganjil rnaka a. solusi deret (5..(5.2 Solusi Ganjil Osilator Harrnonik Sedangkan dari pers.63a) diperoleh energi Dengan dernikian solusi lengkap pers.1) 12.52).

. diberikan oleh E + E.65) menjadi N f(z)=a.. n+ganjil (5. = 2" memberikan f ( 2 ) = H . n + genap ( n . Nilai dan Fungsi Eigen Osilator Harmonik Gambar 5.2 j ) !j ! (-l)jn! n/2.3 Energi Potensial Klasik. terendah adalah a. yaitu n .C = .63a) diperoleh energi Dengan demikian solusi lengkap pers.2 j)! j (2~)"-~j ! Gambar 5. solusi deret (5.(5.2 Solusi Ganjil Osilator Harmonik Sedangkan dari pers.70) Gar!. . setelah dinormalisasi. 2 ' ( n .2 j = 1 atau j = N= (n .Fisika Kuantum Metoda Operator Bila n genap maka a .1 Solusi Genap Osilator Harmonik . (2) = C j=o (n . terendah adalah a .52). = ( n + + h m Grafik beberapafungsi diberikan oleh gambar berikut (5.55) dan (5.1 ) / 2 . terjadi pada j = N = n l 2 tetapi bila n ganjil maka a .68a) Pemilihan a .1)12. Dengan demikian.(5.'lar 5.

( z )H..Fisika Kuantum Metoda Operator I Contoh 5... Penyelesaian: a. dan = JT jHm (mx). Gunakan bentuk eksplisit (5..68b) Evaluasi ruas kiri rnaka . menggunakanfungsi pembangkit 4 Selanjutnya b..5 Sifat Fungsi Eigen Osilator Harrnonik. Perlihatkan ortogonatitas p.? d ( e x ) n2" m!2"n ! . Perhatikan solusi persamaan Schrodinger untuk osilator harmonik a.(z)e"'dz = &2" n!6. ( m X k . Tentukan xp... . Tinjau integral dari perkalian dua fungsi pernbangkit b. Dengandernikian atau OD IH.

(z)= C ((-l)j(n+l)! (2z)"+l-2i n+1-2j)!j! j=o .68b).~ +' N (.2nHn-. = .l)! ( n .1)jn!(2j) (2Z)n+I-2j (n-2j)!j! (n+l-2j)!j! N . + Jy J L J fi2^-' 2n Jmolh -f. (-1)' n! (2Z)n+l-2j (n+l-2j)!(j-I)! +2 (-~)~+'n! (2Z)n+l-2(k+l) .76) dan bentuk eksplisit (5. (5. C = 2zHn + 2 c = 2zH.2(k + I))!k! c c. .' (2n)$ j=o (-1)jb -I)! (2z)"-'-2' ( n .j=k+l k=o (n + 1 .2j)! j ! .Fisika Kuantum Metoda Operator I I Hn+.2 j ) - (-l)'n!(n+l-2j) 2zg(n-2j)!j!(n+I-2j) (2~)"-~' &2"+' ( n + I ) ! e-22Hn+l (z) =2 z C j=o (-l)jn! ( 2 ~ ) " .75a) Sehingga Karena itu. Gunakan pers(5.2j)!j!(n + 1 .=o (n .diperoleh (-~)~(n-l)! = 2zH.2 n x n=o (n-1-2k)!k! (2.4 = 2zHn .1.

(5.77) didapatkan Hubungan ini cukup menarik. x2pn Penyelesaian: a. (XI) 2mo (5.pada (on yaitu pers.78).(5.6 Tentukan a.76) maka operasi lebih lanjut memberikan 5.- -- F isika Kuantum Metoda Operator Contoh 5.1)~.78a) atau b.77) dan pers. Dari pers(5.+ . sebab dua operasi berturut-turut . Penjumlahan dan pengurangan dua operasi tersebut memberikan dx = R ~Fw% (x) + (2n . Dari pers(5.2 Operator Tangga dan Representasi Ma iks LY Perhatikan kembali hasil operasi x dan .3. + (XI ~ + J%GP~-.

-mAm(a2 -2a+a-1+(a+)~) 2 Karena itu. Dari kornutator [x.82a) dan . ( x ) merupakanfungsi eigen dari dua operator dengan urutan seperti di atas dan rnempunyai nilai eigen n . Perurnusan di atas dapat disederhanakan dengan rnendefinisikanoperator rnaka dan Kedua operator a dan a+ ini disebut sebagai operator tangga. p .Fisika Kuantum Metoda Operator Dari definisi ini. didapatkan hubungan sebaliknya Artinya. =i h (5. Hamiltonianosilator harrnonik rnenjadi didapatkan .

88) Karena itu. operator a disebut juga operatoranihilasiatau pemusnahsatu partikel menjaditidak ada 11) + lo). komutator antara 8 dan a b. operator a disebut sebagai operatortanggapenurun In) + n . Didalam ungkapan operator tangga ini. definisikan pula keadaan eigen In) ' ~ n 1") = ' m n (5.1) .79b) dan (5.87) dan ortonormalitas Keadaan vakum dapat ditafsirkan sebagai ketiadaan partikel dengan frekwensi o .80) memberikan Io>+I1>Karena itu. sedangkan a+ operator kreasi dari vakum menjadi ada satu partikel Hubungan(5. Dengan cara serupa dan .7 Keadaan Eigen.89) didapatkan (mln) (5.(5. Tentukan a. Dari komutator tiga operator dengan Selanjutnyadefinisikan keadaan dasar atau keadaanvakum (0) yang memenuhi b. komutatorantara fi dan a+ c. hubunganantara keadaantereksitasi In) dan keadaanvakum disebut operatorjumlah atau operator bilangan. persamaan eigen bagi osilator harmonik menjadi 10) Penyelesaian: a.F isika Kuantum Metoda Operator Selanjutnya. a+ operator tangga penaik in) +In + 1) sedangkan Contoh 5.3ari pers.

Hamiltonianosilator harmonik terganggu Bentuk eksplisitnya dengan . Berikan representasimatriks dari a. kornponen matriks Contoh5.89) untuk operator kreasi n kali berturutturut dan 2 parameter kecil. Operator a dan a+ b. Serupa. a+terhadap In).Fisika Kuantum Metoda Operator I I c. diperoleh komponen matrtiks Bentuk eksplisitnya Sehingga. Terapkan pers(5. Ortonormalitas dan operasi a. Hamiltonian osilator harrnonik c.8 Representasi Matriks. Penyelesaian: a.

Hamiltonian osilator harrnonik terganggu . pematikan hubungan Elemen matriks bersangkutan dan Atau Kedua persamaan ini memberikan Operasi lebih lanjut Dengan demikian. Untuk mendapatkan suku kubik dalam hamiltonian. Komponen matriks hamiltonian osilator harrnonik Bentuk eksplisitnya c.Fisika Kuantum Metoda Operator b.

I Keadaan Nondegenerasi Di dalam teori gangguan. Hamiltoiiian sistem dapat dituliskan dalam bentuk umurn H = H . solusi hanya dapat diperoleh menggunakan pendekatan. Harniltonian sistem diuraikan menjadi dua bagian utama yaitu bagian tanpa gangguan dan bagian atau suku pengganggu. Suku pengganggu rnasih diklasifikasikan menjadi dua yaitu gangguan stasioner atau takbergantung vv.1 parameter kecil (6.1) . Dalarn banyak kasus.Teori Gangguan Bentuk-bentukdi depan diberoleh menggunakan basis Dari contohcontoh terdahulu kita dapatkan hanya sedikit sistem fisis yang dapat diselesaikan secara eksak yaitu surnur potensial takhingga. 6.1 GANGGUAN STASIONER 6. atom hidrogen dan osilator harmonik.!ktu dan gangguan yang berubahterhadap waktu. Salah satu solusi pendekatan tersebut adalah teori gangguan. +AH. dengan . Pertama akan dibahas gangguan yang tak bergantung waktu.1 .

untuk komponen l o .Z + 0 .4) diperoleh qmn m*n Sekarang. dirnisalkan Harniltonianmernenuhi persamaan eigen Maka dalarn limit A + 0 pem(6.1 3) atau dengan menerapkanpem(6. (6. dan menggunakanortonormalitas (6. untuk # E. nilai eigen yang memenuhi kondisi (6.9) dan (6. Sedangkan unatk kornponen A x0 Kondisi (6."% dengan fungsi eigen rnernenuhi ortonormalitas (6-2) " pk+ A ' I .:)qk+ E ~ ) A (6..4) mereduksi rnenjadi pem(6.2). y n + q.10) ke dalam pers(6.9) Pada pernbahasansekarang k i batasi pada kasus nondegenerasi yaitu Serupa dengan fungsi eigen. Sehingga (6.2) dengan Persamaan di atas akan dipenuhi jika semua komponen dari sarna." Subtitusi ekspansi (6. Fungsi eigen yang memenuhi sifat tersebut dapat berbentuk yang konsistendengan pem(6.3) diperoleh.= qn+ act:." ktn c.:'(Dk 2 + ktn ktn ~Li'qk +.5) . + a2c.5) diuraikan dalarn deret E. misalkan Teori Cangguan cnk ( a ) = LC.qk + Hlqn= E. Pengalian masing-masing suku memberikan.Fisika Kuantum Hamiltonianyang telah dipisah dari bagian pengganggu hams diketahui solusi eigennya. .8) Hoqn = E. dipenuhi oleh x ktn c:.2) rnenjadi ktn ktn Arnbil N(A) = 1 dan Selanjutnya lakukan kali skalar dengan q.. ktn xc. mas kiri .:) + a3c&) +.

. )+ ~ E.)v.:)vk + E:) Cc : .)= E .(qm IHIlqn) - E." Cc!.E. " z ~ : : ) ( q m 3 q k ) + ( q m .Fisika Kuantum +(% I H l l h ) Selanjutnya komponendari l2 Teori Gangguan ~ I Eixc:~)(qn.16a) Sehingga Seperti proses sebelumnya. k )+( q n 9 ' : " ~ n ) = E: x ktn c::)6mk + E:') (% 1 q n ) E: =z ktn (qk ~ ~ I ~ ~ lH nl l q ) k )( ~ n E.Ez Kor'eksi untuk orde lebih tinggi dapat dilakukan dengan prosedur serupa." Ruas kanan memberikan dan mas kanannya Sehingga didapatkanenergi koreksi orde dua dari tinykat energi ke-n E.'tpk ~ ~= E. x c : )+ ~ X ( "~ I ~~ ~I")(~~ kin A*" km ILI E: .+ ~ C ! ?l (~~ . ktn ktn (6." Dari dua persarnaanterakhir ini diperoleh (1) 'nm . ~ c : )I (% ~) . " ~ :+(qm ~ ) ~ m l Hk llqn) ktn ktn =o+C kin (PA ) t H I I ~ m ) ( ~ n ) .13a) dengan pTuntuk m # n ." c ktn ( ~ m q. l~ p.Hl~n)=~E.16) atau E.I%) lnilah energi koreksi orde pertarna dari energi keadaan ke-n. . ~ I q n ) = ~ ~ . lakukan perkalianskalar dengan p ."CC!:'pk + E."c:l)6nk k tn ktn H." x ktn c::) (qn 3 q k )+ ( q n 9 ' .dari ruas kin diperoleh E . ! ' ) ~ n = E. .!" k+n ktn x x ktn C$'cp.qk)+(qn." IH. Selanjutnya." C c. lakukan perkalian skalar pada pers.. .(6. H l l ~ k ) E: . + E." .E. kt" x Ptn = E." . ) x ktn c:i)6nk + (qn I P J I ) E. c!. dan ruas kanan x~ ktn 2+ H'.E. Ruas kiri ~ .)vk +H .)qn (6.

Fisika Kuantum

Teori Cangguan

I 1

Contoh 6.1 Model Matriks.
Hamiltonian suatu sistem diberikan oleh matriks berikut:

Jadi energi eigen tanpa gangguan

E," = 0 ,

E," = 1 ,

E; = 2

Fungsieigen bersangkutan

Tentukan: a. Solusi eigen tanpa gangguan b. Koreksi energi orde pertama c. Koreksi energi orde dua. Penyelesaian:

b. Koreksi energi orde pertama, dari pers(6.14)

a. Hamiltonian dapat diuraikan menjadi

Dengan cara yang sama maka

c. Koreksi energi orde kedua, dari pers.(6.17)

Nilai eigen dari H , ,diperoleh dari persamaan sekular
-

KE;E," I H , ( ~ ; ) ( 2+ I ( E ; E;I H , 1E," - E,"
-

~;)r

Dengan cara yang sama

Fisika Kuantum

Teori Cangguan

2 = E2

I(", I S lEr)12 + I H I Iq I 2 - -E," - E P E," - E," 2
-

1

Dari hasil-hasil perhitungan di depan, energi sistem sampai koreksiorde dua

Gambar6.2 Sumur Potensial Dasar Tidak Rata Tentukan energi partikel sampai orde pertama tonjolan dasar
sumur.
Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan persoalan di atas kita gunakan sumur
potensial satu dimensi dengan gangguan dasar sumur miring.
Hamiltoniandiberikan oleh

h2 d 2
7 -

L +Vo, O < x < -

2

2m dx2 '
Gambar 6.1 Spektrum Energi yang dapat dipisah menjadi

L , dengan Vo << -<x<L 2

Contoh 6.2 Sumur Potensial Dasar Tidak Rata.
Partikel berrnassa m terperangkapdalam sumur potensial sebagai berikut

dengan

Fisika Kuantum

Teori Gangguan

6.1.2 Kasus Degenerasi
Berikut ini k i bahas sisternfisis yang rnengalarni degenarasi, yaitu Solusi untuk sumur potensial rata H, ,

E: = E,"
untuk

dan fungsi eigen

Koreksi energi orde pertama

Bila ha1 ini terjadi rnaka penyebut (6.15) dan (6.17) menjadi nol. Karena itu, perurnusandi depan rnenjadi tidak terdefinisi dan perlu dirnodifikasi. Misalkan energi tingkat ke-n rnernpunyai derajat degenerasi g dan keadaan degenerasi kita label qf), i = l , 2, -..,g. Keadaan ini rnernpunyai ortonormalitas

Langkah rnodifikasi sederhana dilakukan dengan rnengubah ekspansi (6.9) rnenjadi

Selanjutnya subtitusi ekspansi ini dan uraian energi (6.10) ke dalarn pers.(6.4) diperoleh kornponen untuk suku ,

Jadi energi tingkat ke-n partikel di dalarn surnur

qi didapakan

Seperti kasus nondegenerasi, lakukan kali skalar dengan

h. Tuliskan Tentukan energi sistem sampai koreksi orde pertama. + h&a. Hamiltonian sistem fisis diberikan oleh . = h. + h.". i (q:1~ i=l ..".. ) i=l I = Ell)a. a * + hka.. !["]= .a. = Ei1)a2 hila.". dan fungsi eigen bersangkutan I ) Contoh 6. 19:) = ~ i l ' t a( i p i 9. (4I X . .". + .-. =Ell)a.-+ h&a. I ~ : ) maka Penyelesaian: a.I Fisika Kuantum Tmri Cangguan 2 . h. . koreksi energi orde pertama keadaan terdegenerasi merupakan nilai eigen dari Hamiltoniangangguan dalam basis ortogonal baru.a.+ h:a2 + . . +h k a . atau Hamiltonian Ho memberi persamaan sekular + .3 I' I! I Model Matriks. [h. h./I I! l1 I 1 Jelas. = Eil)ag h. ag ag Solusinya h.-.". Hamiltonian Persamaan ini tidak lain h. .a.

= 1 .14) yaitu Didapatkan E!) = S .3 4 E. a.3 . = A. keadaan nondegenerasi dengan E." = 3 Kedua. Untuk kasus ini digunakan hubungan (6. energi eigen setelah dikoreksi E. a. = 1. = 1 ." = 5 + 3 i l Spektrum energi diberikan oleh Gambar 6. Sehingga Energi koreksi orde satu adalah nilai eigen dari Jadi.Untuk E.Sehingga Untuk E!) = -3 dipenuhi oleh a. = -fi . E. Energi koreksi orde pertama dibagi menjadi dua bagian. = 1 ." = E. Pertama." 3 5 ." = 5 dipenuhi oleh a.Fisika Kuantum h r i Cangguan b. keadaan degenerasi dengan E.

Penyelesaian: Medan listrik E rnenirnbulkan beda potensial listrik pada titiktitik yang berlainan di dalam ruang. = Intm). .ej Energi koreksi untuk keadaan eksitasi pertarna. V 2 .IV . Energi koreksi. untuk tingkat energi ke-n tertentu ada n 2 kedaan eigen yang berbeda. Misalkan.26b) dan keadaan degenerasi yn. n = 2 . adalah y 2 . Atom hidrogen diternpatkan dalarn ruang yang ada medan listrik lernah dan hornogen. Dengan dernikian sernua keadaan atom hidrogen rnerupakan keadaan degenerasi kecuali keadaan dasar yaitu keadaan dengan n = 1. Tentukan spektrurn energi atom hidrogen.. Energi koreksi untuk tingkat dasar.3 Pernisahan EnergiTerdegenerasi Sebagai catatan. dalarn notasi Dirac. Contoh 6. ~V . ~O .4 Efek Stark..= . . Fisika Kuantum dengan bilangan kuanturn dan energi eigen Garnbar 6. ~ I . y. L ' x l0l0voltlm &<<(A'lrn. Energi koreksi orde pertama keadaandegenerasi lipat ernpat ini rnerupakan nilai eigen dari .E l . arah rnedan diarnbil sebagai arah surnbu z rnaka Harniltoniangangguan diberikan oleh Karena integral Jcosesin 0 = AH. Persarnaaneigen bersangkutan Hoyntm ('9 3' 'PI = En~ntm ( 9 ' 9' 9) (6..O Tuliskan yn. Energi hidrogen bebas keadaan ini Harniltonianatom hidrogen tanpa rnedan luar.

25) maka Dengan demikian. Selanjutnya. persamaan menjadi LZ( H I vnh ) = HlLzvntm = H. a ly.u.. = m f i ( H .(6.. tidak mengubah nilai eigen Lz yaitu m . H .2.. sepuluh elemen matriks dalam pers.I. ~ n) m Jadi H.Fisika Kuantum Jeori Gangguan Untuk menghitung persamaan eigen di atas. tinjau terlebih dahulu operator momentum sudut LZ. dan akibatnya Dengan demikian.. operator ini komut dengan z. Pada evaluasi di atas kontribusijarak dapat diabaikan karena apa pun kontribusinya dilenyapkan kontribusi oleh sudut 0 .mfiV.1 dan Tabel 4. Mengingat bentuk (6.26) menjadi no1 dan secara efektif merupakan persamaan matriks orde dua . evaluasi komponen-komponen di atas Jelas. menggunakan Tabel 4. Dengan demikian.

energi koreksi E:') = S e s a. spektrum nilai eigen sistem.Tentukan a. untuk E!) = 3es a.37) IIL Selanjutnya. Rotator Tegar. sehingga JZ Contoh 6. keadaan terpisah dengan 1 E:') = 3 e a.Fisika Kuantum Teori Gangguan Untuk E:" = 3es a. (6. diperoleh 1 a2 = a4 = . Artinya. il Persamaan di atas memberi persamaan sekular diperoleh a2 = -a4 =- fi . b. evaluasi komponen nondiagonal memberikan (2001~~1210) = es(2001z1210) Dengan cara yang sama. I .5. Persamaaneigen tanpa gangguan Dengan demikian. Sistem rotator tegar diungkapkan oleh Hamiltonian 1 H =-L2 " 21 dengan L adalah operator momentum sudut dan Iadalah momen kelembaman I = rnr: . Koreksi efek Stark y = -& f terhadap energi eigen rotator sampai orde kedua. ~ merupakan kombinasi linier Solusinya E:" = $2 1 O ~ H 1200)l . Penyelesaian: a. .

~. m mernberikan (em'[ t m ) = (em'(. untuk kasus ! tertentu dan m berbeda degenerasi dapat dicek untuk nilai f (dalam subruang degenerasi). (x). Itm) dengan m = 0..f2. untuk semua t t-m+~ 2t+l &:I (COS 8) Sedangkan koreksi orde dua Maka .E 2)em) = -&(tm1lcos 8 1em) Menggunakan hubungan pengulangan (recurrence relation) polinorn Legendreterasosiasi VI (emll Vl em) = -c(lrn1l cos 8 1 em) = -LC: (lmll . m) . Ortonomalitas Ilm) ( e l m ' ( e m) = 6 ( ." ( x ) = (t + m ) e ( ~ x)~ + (l ...Fisika Kuantum Mengingat bentuk Harniltoniandan persarnaan eigen rnornenturn sudut pada pernbahasanatom hidrogen rnaka ry + t m ) dan 1 Jadi spektrum nilai eigen rotator E E E ot' = h2e(t+ 1 ) 0 21 dengan fungsi eigen degenerasi lipat ( 2 t + 1) .LC::." (cos 8) = P.(cos8 ) + Karena itu. b. Koreksi energi oleh potensial v =-&. m ) =0 e (2e + l). x = cos 8 atau cos 8 P.+t. t 6 m .+1. (tm'l t + 1.m + 1 ) & ~ ..1. koreksi orde pertarna E(') = (em e+m 22 + 1 ~ v I !m) = 0 .1.

2.m Ivltm)= dan -EC.m= 0. ~ ( t diekspansi ini Subtitusi hasil-hasil di atas pada energi koreksi orde dua Subtitusi uraian (6. kita mempunyai solusi lengkap Untuk e ' = ! + l . Pers.1. dan dari pers(6.44) didapatkan c.Teori Cangguan Gunakan hublingan yang diperoleh di depan 6. Untuk el= c .43) memberikan Tampak jika V ( t )= 0 .2 GANGGUAN BERGANTUNG WAKTU 6.1 Perumusan Umum Hasil ini memberi kaidah seleksi yaitu At = +1 dan -.I. dengan dan ) dalam suku-suku solusi lengkap Selanjutnya.(6. ( t ) harus konstan. Perhatikan kehadirangangguan kecilyang berubah terhadap waktu dan persamaan Schrodinger dapat dituliskan sebagai (e ." Seperti dalam kasus takbergantungwaktu.47) memberikan .46) ke dalam pers(6.

49) 1 (6. t . Syarat .48) diperoleh 6.( v ..54) diperoleh Subtitusi (6.46). koefisien c. Dengan demikian..A ) + . probabilitas keadaan ry(t) pada waktu t berada dalam keadaan eigen dari H. (6. A.0 yakni pada t + to = 0 . j 2 C C e2 C .. ern( 0 ) = cr' ( 0 ) = 6. persamaan ini dapat ditafsirkan bahwa pada waktu t keadaan terdiri dari kombinasi semua keadaan 9" dengan koefisien cn(t).55) ( t ) = C. tersebut diberikan oleh karena suku A.2 lnteraksi Elektromagnetik Jelas.' : ) (')(A ". mas kanan paling rendah adalah orde satu. diekspansi dalam C.Fisika Kuantum Lakukan perkalian skalar dengan q. dan gunakan ortonormalitas (6. ~ e . . I Selanjutnya.45). dengan energi E: . ~ = O . A.j+A.~ ( ~ .d)+ij2 C e2 C ieh ieh = -h2V2 . (6-58) Dalam gauge Coulomb dan orde ke-k V . dan y ( 0 ) = q. memberikan awal.O+ ( t )+ A.v ) . Atom berada di dalam ruang dengan medan elektromagnetik )Hamiltonianatom yang dinyatakandalam potensialvektor j ( ~ .( A .. Untuk orde pertama. Uraian suku kinetiknya Suku orde pertama ( j j + g p =jj2+".terapkan ortogonalitas (6.~c?) ( t )+ . adalah pm (0= l(qn1 ~ ( t ) )= l lcm ~ (t)12 atau dc ( t ) A=dt A. v(t)1pn) ih .49) ke dalam (6.2 .45) diperoleh Kembali ke pers.(6. dari (6.2..

potensialvektor dapat diekspansi sebagai Kerapatan energi elektromanetik per satuan volume Dan persamaanMaxwelldapat diturunkan persarnaangelombang bagi potensialvektor Evaluasinya memberikan rnaka Kebergantunganpotensialvektor terhadap ruang dapat dinyatakan dan (7) = joeii. -2 ( x ~io)(Zx 2:)) Gauge Coulomb memberikan Perata-rataanterhadap waktu akan membuat suku osilasi lenyap sehingga suku yang memberikontribusiterhadap kerapatan energi hanya suku silang 2.57) rnenjadi Dari bentuk eksplisit medan vektor didapatkan Teori Gangguan Misalkan..i Karena itu. maka . Karena itu. Dari elektrornagnetisrne. hubungan antara rnedan listrik.F isika Kuanturn rnaka Hamiltonian (6. rnedan magnet dan potensialvektor dinyatakanoleh bentuk Misalkan energi ini ditirnbulkan oleh N foton di dalarn kotak V.. 2.

ASin2[+] A2 dengan vektor polarisasi 2 memenuhi dengan A = w.j j eii"lpk)l 1 /ei(md+m)'dtl 1) 16.Fisika Kuantum Teori Gangguan Hubungan ini memberikanbentuk. + Dengandemikian..78) Probabilitas transisi per satuanwaktu didefinisikan Evaluasibagiantemporal menghasilkan . ( a m k + 0)t ] . bagianpotensialyang memberikanprosesemisi Karena itu. w.4 Fungsi untuk ProbabilitasTransisi Untuk limit t maka probabilitas I'+. Grafiknya.. energi satufoton Koefisienekspansiorde satu diberikanoleh Gambar 6... (%k sin 2 + 42 [ .fungsi di atas akan menjadi fungsi delta 27re2 Ie)(t)l =m2~vm 2 JC. (t)= + oo ..

~< a <I rnaka eik. Untuk rnenghitung laju transisi terlebih dulu kita evaluasi Dalarn tiga dimensi Ekspansi suku eksponensial Karena Untuk [V(r). dari hubungan operator V diperoleh .i 1 2 dan =I rnaka. Untuk rnengevalusi integral ini. P] = 0 k .? = .Fisika Kuantum Teori Cangguan Sedangkan laju transisi didefinisikan Sehingga I(qm j ei'+ m: = l(qm &'jlqk)I Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatandipol. perhatikan integran berikut IE 1 !I 1- (6. perhatikan dua operator Maka atau Aproksimasi Dipol.86) Kaidah Seleksi. Untuk rnengevaluasilebih lanjut.

.94) Atom hidrogen berada di dalam ruang dengan medan ..")z-(q.( % 1 Subtitusi kembali ke dalam ungkapan laju transisi.Sehingga = sin @(Ex cos 4 + zYsin I)+ JT&. .91) = imq"kz . =T .(vm I (HO7 -'HO)(P~) ---~.i c y - sin 0 ei' A . ('lqk) qvk) 2 +E . .. maka . . (6. rn) (qn1 I~'-?Iqk)=~~'(qrn im =-& im I[HO~'II~~) E.. +i ~ . / L sin e efi4 8 z (6.6 . dan 1s = y. Y. 2 =-(E: A im (6. 4z (6. diperoleh Karena itu Bentuk eksplisit perkalian skalar Bentuk ini memberi kaidahseleksi transisi yakni transisi diijinkan jika dipenuhi Di dalam koordinat bola Gunakan cos e Contoh 6. Penyelesaian: Keadaan 2 p = ry. elektromagnetik yang dinyatakan oleh potensial vektor Tentuhn laju transisi keadaan 2 p + 1 s .

--icy + - E.(6. + &zSom dan kuadrat mutlaknya .(Y/I.-nl JZ 4. Sedangkan bagian radialnya R ( r )( r )2 ( - e-"'~ 2 ~ ( : ~ ( ~ ) e . + isy (T'l.Fisika Kuantum Teori Canggiisn Subtitusi ke pers.r 1 2 a a r 3 & -- Transisi dari keadaan tereksitasi pertama ke keadaan dasar terjadi dengan melepas foton dengan frekwensi Selanjutnya. E.92) diperoleh I! Integralfungsi harmoniknya membenkan Untuk integrasi angular dipilih kondisi sederhana yakni keadaan awal p dapat berada dalam tiga keadaan-m yang mungkin dengan probabilitas yang sama.~'(Y/~I~)= (3J - 8a. mengingat ada dua polarisasi maka laju transisi harus dikalikan faktor dua Sehingga - 2 '.

a. energi potensial elektron oleh medan luar diberikan oleh Bagian radialnya d V ( t ) = ei?..(7. Fisika Kuantum Teori Gangguan Contoh 6.14) Sehingga eE -Sedangkan 1 iA ( i o .7 Atom hidrogen ditempatkan di dalam ruang yang ada medan listrik serbasama dan berubahterhadap waktu menurut Atom hidrogen semula berada dalam keadaan dasar. y ) + (P". hitung . probabilitas transisi pada keadaan 2p setelah waktu t Penyelesaian: Ambil arah medan listrik sebagai arah sumbu-z. . rcose1Pk) l Koefisien ekspansi orde pertama Dengan demikian Dua suku dengan bilangan magnetik berbeda lenyap Evaluasi bagian sudut.. r' = eErcos8 Subtitusi ke pers.

1961. 1983. 3'11. R. C. and Finn. and Venkatesan.Citra Media. New Delhi.W. New York.L.. P. Purwanto.. 1992. Introduction to Quantum Theory. Massachussetts.J. Jakarta. 1973. AddisonWesley. Konsep Fisika Modem. 1935. B.B.A.McGraw-Hill. Gasiorowicz. Massachussetts..J. Surabaya. E.Tata McGraw-Hill. 1976.M. 3'11. A Textbook of Quantum Mechanics. Massachussetts. 1992. New York. Alonso. Liboff. New York. 1974... B. D. New York. Essentials of Mode m Physics.. Beiser. Elements ofNuclearPhysics. and Wilson. Erlangga.. Mathews. 1968. 1967.. V.L.ed. K. McGraw-Hill. Introduction to Quantum Mechanics. Introductory to Quantum Mechanics. Fundamental University Physics Ill. Park.E. 1997.Acosta. Quantum Physics.. terjemahan The Houw Liong. and Graham. S. Pauling. A. . M. PenganfarFisikaKuantum. Addison-Wesley. E. Addison-Wesley. Quantum Mechanics... L. Cowan. L. John Wiley and Sons. McGraw-Hill. and Crasemann. Harper and Row. Meyerhof.. New York. Poweil J.

The Atomic Nucleus. R..a for Physics.. . 1979.. Penguin Books. G. 1995. Modern Physics from a to Z. The Dancing of Wu Li Master. V'ddlesex. Zimmerman.W. and Olness.L.M. New York. F. 1994. J. Bantam Books. New York. 1972.Fisika Kuanturn Reid. Rohlf. ..I. Massachussetts. Mathemar. John 'Aliley and Sons. Zukav. J. Addison-Wesley.

l !. ~ ! ~ ~11.(frontier). . Selai~i tercatat sehagai staf pengajar Program Pascasarjal sikajuga tercatat sebagai salah seorangpendiri danpengajarprogra Pascasarjana Studi Penihangunan ITS dengan mata h l i a h Sain Teknologi. I . Physical Revicw .I W I D \ KUANT ralkan salah sat^ ar bangur ! new[ ~ u d n t u m(lainnya budah teori ~ ~ l a u v i t a s balk ) 31: Ian3 mengharuskan kelahirannya. Sa. sika Matematik.I NuclearPhysics. Aktifmenulisdi m e d b assa seperti Kuntum. Sejak tahun 1989 menjadi staf pcngajar rusan fisika FMIPA lnstitut Teknologi Sepuluh Nopemher (IT: trabaya. 1 :lama kuliah S1 aktif menjadi asisten Laboratorium Fisika Dasar.~eneli~i~va ernahdi ublikasikan di Modem Physics Letter. Sifatnya yang demikian menjadikan buk i pemula baik mahasiswa "<a maupu ini sanga' ~coC' ~ gpara ma has is^ bin dan binInni r nolekula nahasi elektro vanc teknol . Kharisma. zngkapi contoh-contoh dengan penjabaran matematis yan sangat terinci.\ I ~ ~ ~ \ . buku ini dapat dijadikan sebagai pintu pertama unt1. . # ~'I . . . Penjelasan ]Ian s: p konsep selalu berangkat dari sesuatu yang tela :enal u-~lgan baik (well known) dalam fisika klasik da _ . ~ . tidak ads qtqu n m n n n k n c n n n hi auantum mect ics 111 " I r ' - ' 1 Bidang minatnya adalah neutrino. . 1 . . . . . I I ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ I \ [ .. . I . Penulis juga menja ika ~ e o r dan i Filsafat Alam (Ls a o t a Himpunan Fisika Indonesia 'hysical Society of lapan '1 I . Penulis adalah kepala Laboratoriu 4) ITS.: . mata kuliah Fisika Dasa. .. Suara Muhammadiyah. teori medan tetnperatur hinsga....i Singk memasuKl wilayah sains dan teknologi'tc--'--in. ! \ I \ ProgressoTheorctca h s . . evolusi dari klasik k -ta evolusi formalisme diferensial-integral yang n alisme operator yang abstrak. ' ' 1: . : I ! . . Suryk :puhlika dan Kompas. :I. Hal terakhir inilah yang menjadi kekuatan dan nil: tambah utama buku ini.: [ ~. 1987-1989.. . Simponi..I \ ~ ~ .. Pernah tnendirikan dan menjadi ken@ :lompokdishsi Fisika Astronomi'Teoritik (FiAsTe) ITB. Filsafat dan Agama. .\. ' II I~ ' i~. ~ . Gelombang dan Mekanika Kuantum. . . dimensi ekstra ( iagadraya asimerrikatauharyogenesis. 1 1 . Mekatronika.:'I . in. ( I I l~ '!\~'l!:'''.! I . . / ..