You are on page 1of 4

Konversi Kayu Log terhadap Kayu Gergajian

Seringkali ketika kita berbicara tentang volume kayu, kita harus menyamakan dulu 'bahasa' yang digunakan. Apakah volume tersebut untuk kayu gergajian atau kayu log. Mengapa? karena volume 100 m³ log bukan berarti 100 m³ kayu gergajian, namun bisa berarti 50, 60 atau 70 m³ kayu gergajian. Perbedaan tersebut pun ditentukan oleh metode penggergajian, bentuk penampang kayu log dan ukuran gergajian yang diinginkan. Istilah yang sering digunakan ada bermacam-macam yaitu recovery, rendemen, waste dan lain sebagainya. Pada intinya semua istilah dan perhitungan tersebut untuk 'menghitung berapa m3 log yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap meter kubik kayu gergajian?'
Volume Log Volume log yang dihitung berdasarkan perkalian luas penampangnya terhadap panjang log ketika dibelah menjadi beberapa lembar papan atau balok, total volume log tersebut akan terpecah menjadi beberapa bagian dari yang terbesar adalah balok, lalu serpihan kayu dan serbuk gergaji. Rumus volume kayu log = luas penampang x panjang log. Contoh: Diameter (Ø) sebuah log kayu adalah 40cm (0,40 mtr) dengan panjang 2,5 meter. Volume logs = 3,14 x (0,20 cm x 0,20 m) x 2,5 mtr Volume logs = 3,14 x 0,040 x 2,5 mtr = 0,314 m³. Logs tersebut dibelah menjadi beberapa batang kayu balok sehingga menghasilkan 11 batang kayu yang efektif bisa dipakai sebagai bahan baku furniture (lihat gambar) dengan rincian sebagai berikut:

18 x 3.585 = 58.5% yang menjadi kayu gergajian.5 x 250 cm (7 batang) = 0. Konversi Kayu Gergajian terhadap Ukuran Jadi Jika anda ingin membuat beberapa buah kusen dan pintu untuk rumah baru.024 m³ Total Volume kayu gergajian = 0.110 m³ 20 x 4 x 250 cm (1 batang) = 0. Prosentase ini tidaklah nilai yang mutlak karena akan bisa berubah lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dari berbagai faktor misalnya jenis kayu. Sisanya sebesar 41. berapa kubik kayu gergajian yang perlu disediakan? .5% telah menjadi serpihan kayu dan serbuk gergaji. berapa kubik kayu balok yang perlu anda beli? Atau ketika akan memproduksi beberapa buah kursi makan. yaitu: 0.5 % Berarti dari 100% volume kayu log.314 = 0.184 m³ Dari hasil perhitungan di atas anda bisa melihat bahwa hanya 0.184 m³ yang menjadi kayu gergajian sehingga kalau kita konversikan menjadi: volume kayu gergajian : vol kayu logs.03 m³ 12 x 4 x 250 cm (2 batang) = 0.184 : 0.02 m³ 30 x 4 x 250 cm (1 batang) = 0. bentuk penampang kayu dan metode penggergajian. hanya 58.

Konversi ini hanya pada sisi lebar dan tebal. namun bagaimana kita mengolah kayu dengan bijak sehingga waste tersebut bisa diminimalkan adalah sebuah prestasi tersendiri terutama dalam rangka efisiensi produksi. Pada balok dengan panjang 1 meter. Begitu pula pada sisi lebarnya. Kita lihat ilustrasi berikut pada gambar: Balok pertama (panjang 1 meter) pada saat sebelum diserut/diketam berukuran 35 x 65mm (volume 0. tidak 100% kayu yang kita beli bisa diolah menjadi barang ataupun ukuran jadi. volume kayu menjadi 0. oleh karena itu dengan menghemat pemakaian bahan dasar kayu secara baik akan memberikan kita keuntungan yang cukup besar. Kita anggap satu sisi panjang berkualitas baik sehingga hanya diptong sepanjang 20 . Waste atau kayu terbuang akan selalu ada pada sebuah proses produksi.2-3 mm ketebalan pada setiap sisi pengetaman. itupun jika tidak terdapat cacat mata kayu atau retak/pecah. Sehingga setelah diketam menjadi ukuran 29 x 59 mm.001711 m3. untuk dipotong dengan halus dan rapi akan membutuhkan minimal 20 mm pada setiap sisi panjangnya.002275 m3). artinya volume awal berkurang dan tersisa hanya 75% nya saja.Sama halnya dengan konversi kayu log terhadap kayu gergajian. Kubikasi tersebut setelah dikonversikan terlihat menyusut sebesar 25%. Mari kita lihat pada sisi panjang. Untuk mendapatkan permukaan halus pengetaman akan memakan +/. Secara global biaya produksi untuk material utama kayu sebesar 60-75% dari keseluruhan cost.

debu dan potongan yang tidak bisa digunakan. Sangat sulit untuk mendapatkan rendemen di atas 35%. Untuk itu volume akhir yang digunakan adalah 0.58 m3 kayu gergajian --> (0. Berikut ini beberapa contoh dan rendemen dari beberapa jenis kayu: Jati kelas 1 (tanpa mata. 1 m3 log --> 0.58 x 0.57 m3 ukuran jadi. sehingga: 1 m3 log --> 0.001711 x 93% = 0.mm. Pada praktek pengerjaan yang sebenarnya. dan sisi lainnya terdapat retak hingga harus dipotong sepanjang 50 mm. metode pengerjaan dan hasil akhir yang diinginkan.001591 m3. konversi tersebut akan sangat bervariatif tergantung jenis kayu.002275 m3 = 57% Dari 100% volume kayu awal. Setelah dipotong 20 + 50 mm pada setiap ujung. dan konversi dari kayu gergajian ke ukuran jadi adalah 57% (ingat. Yang lebih menarik lagi dengan mengetahui hal ini adalah apabila kita konversikan dari Log ke ukuran jadi. tanpa putih): 20-27% Jati kelas 2 (ada mata. tanpa putih): 25-29% Akasia (tanpa putih): 23-28% Keruing: 30-35% . Pada artikel sebelumnya tentang konversi log terhadap kayu gergajian adalah sekitar 58%. Hasil konversi akhir adalah 0.57) = 0. konversi log terhadap ukuran jadi adalah antara 20% 35%.58 m3 kayu gergajian 1 m3 kayu gergajian --> 0. ukuran log.001591/0. panjang balok tinggal 930 mm.33 m3. 43% nya telah menjadi serbuk kayu.