You are on page 1of 2

DPSCs merupakan sel heterogen yang memiliki potensi replika dan dapat membentuk singgle –cell colony.

DPSCs memiliki perangkat stem cell yang penting dan mamiliki peran untuk memperbaiki diri, multipotensi, serta mengekspresikan mesenchimal stem cell marker, antara lain CD 105, CD 166, Dan STRO-1 pada permukaan sel. DPSCs mengandung banyak organel sel, diantaranya mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma kasar dan matrik ekstraselular. Kolagen fibril yang dihasilkan DPSCs lebih besar dan tebal jika dibanding dengan APSC pada kondisi yang sama. Dengan menggunakan pengecatan IHC dan western blot analysis menunjukan bahwa kultur DPSCs mengekspresikan jumlah marker osteoblastik antara lain alkaline phospatase (ASP), bone sialoprotein (BSP), osteocaclin, dan TGF reseptor. STRO-1 merupakan colony-forming osteogenik precursor yang dapat di isolasi dari sumsum tulang. Terekspresinya STRO-1 pada permukaan DPSCs mengindikasikan bahwa DPSCS memiliki precursor osteogaenik yang dapat terdeferensiasi menjadi osteoblas. Tahapan dalam pembentukan osteoblas melibatkan sejumlah gen spesifik dan tiap tahapan tersebut mempunyai ciri fenotip DPSCs merupakan multipotent mesenchymal stem cell yang dapat berdeferensiasi menjadi beberapa sel antara lain adiposit, kondrosit, dan osteosit. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dengan mengisolasi dan mengkarakterisasi DPSCS manusia. Induksi osteogenik dapat diketahui dengan DPSCs diuji dengan menggunakan Alizerin red S Staining untuk mengetahui ekspresi ALP dan BSP. Hasilnya ekspresi BSP manpak pada hari ke -7 dan ASP pada hari ke -14. Induksi adipogenik pada DPSCs dapat diketahui dengan Oil red O Staining dengan mengamati ekspresi PPAR2. Hasilnya, ekspresi PPAR2 nampak pada hari ke-25. Untuk mengetahui induksi kondrogenik, DPSCs diuji menggunakan toluidine blue stining dengan mengamati ekspresi kolagen tipe II. Hasilnya pada hari ke-21 nampak ekspresi kolagen tipe II dan glikosaminoglikan. Pembentukan osteoblas dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya bipoten mesenchymal stem cell, tripoten mesenchymal stem cell, commited osteoprogenitor cell, preosteoblas, osteoblas, dan osteosit. Pada tahapan bipoten mesenchymal stem cell dan tripoten mesenchymal stem cell, DPSCs berdeferensiasi menjadi adiposit, kondrosit, dan osteosit. Pada tahap ini ciri fenotipe yang nampak DPSCs natara lain renewing cell, ekspesi STRO-1, ALP, dan kolagen tipe I, III, dan IV. Pada tahapan commited osteoprogenitor cell, gen MSX-2 menstimulasi peningkatan ekspresi faktor transkripsi RUNX-2. Faktor transkripsi RUNX-2 adalah faktor yang dibutuhkan untuk diferensiasi osteoblas. MSX-2 bersama dengan RUNX-2 mengatur transkripsi osteocalcin yang dibutuhkan untuk proses meneralisasi tulang. Pada tahapan pre-osteoblas, TGFB berperan untuk merekrut dan menstimulasi proliferasi sel osteoprogenitor. Selanjutnya, sel osteoprogenitor akan diekspresikan oleh faktor transkripsi

Membran sel osteoblas memiliki reseptor yang mengikat hormone paratiroid. BSP dan Osteopoietin mengandung asam amino argglyasp dan dapat memediasi perlekatan osteoblast pada matriks tulang. Kolagen tippe 1 merupakan matriks organik yang menyusun 90% tulang. osteopoietin. Enzim ini berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi fosfat inorganik dan mengaktifkan sabut kolagen sehingga dapat menyebabkan pengendapan garam-garam kalsium. TGFb akan menghentikan diferensiasi dan mineralisasi dari osteoblas dengan cara menghambat ekspresi gen RUNX-2. osteonectin dan BSP. kolagen tipe 1. kolagen tipe 1. Pada tahap ini. Protein-protein tersebut memiliki aktivitas untuk mengikat kalsium yang bertanggung jawab pada regulasi hidroksi apatit.RUNX-2 yang sangat dibutuhkan untuk diferensiasi osteoblas dengan bantuan MSX-2 sehingga sel osteoprogenitor berdiferensiasi menjadi sel pre-osteoblas. BSP dan PTH-related protein receptor dan dengan menggunakan pengecatan nimmunohistochemical dan western blot analysis. ciri fenotip yang tampak antara lain. osteoclacin dan PTH-related protein receptor ALP merupakan enzim yang disekresi oleh osteoblas pada saat osteoblas itu aktif. Ciri yang nampak pada tahap ini antara lain proliferasi sel ALP. Pada tahap akhir pembentukan osteoblast. sehingga sel tidak berproliferasi secara terus-menerus. Tahap pembentukan osteoblas diperantarai oleh gen RUNX-2 dan DLX-5. Hormon paratiroid dapat meningkatkan permeabilitas membrane osteosit dan mengaktifkan pompa kalsium dengan kuat sehingga terjadi difusi ion kalsium ke dalam membran osteoblas. . ALP dalam darah merupakan indicator kecepatan pembentukan tulang. Selanjutnya. Protein non-kolagen yang menyusun tulang antara lain osteopoietin. Ekspresi dari osteocalcin berhubungan dengan regulasi masa tulang. ALP<BSP. pompa kalsium disisi lain dari sel akan memindahkan ion kalsium yang tersisa ke dalam cairan ekstavaskuler.