GANGGUAN CEMAS ANXIETY DISORDER

Dr.Chatidjah Satriyo dr SpKJ(k)

Bagian Psikiatri

I.Batasan Anxietas:suatu keadaan dg ciri khas perasaan takut diikuti oleh tanda somatik yg menunjukkan hiperaktivitas sistim syaraf otonom. Berbeda dari kekhawatiran yg merupakan respons wajar terhadap ancaman yg diketahui; anxietas merupakan respons terhadap suatu ancaman yg tidak diketahui, tidak jelas atau bersifat konflik.

II. Tanda, gejala, diagnosis Tanda2 fisik: -Gemetar, gugup, bergoncang -Sakit punggung, sakit kepala -Ketegangan otot -Napas pendek, hiperventilasi -Kelelahan -Mudah kaget

palpitasi Berkeringat Tangan dingin Diare Mulut kering (xerostomia) Sering buang air kecil -Parestesia -Sulit menelan .-Hiperaktivitas otonomik Merona (flushing) dan pucat Takhikardi.

Gejala psikologis • Perasaan takut • Sulit berkonsentrasi • Kewaspadaan berlebihan • Insomnia • Penurunan libido • Leher serasa tersumbat • Gangguan lambung .

takut hipokhondriakal. di luar rumah. . serangan panik penuh. • Panik bisa berkembang dalam tingkatan: serangan panik subklinis. sendirian atau di keramaian). Ggn Panik dan Agorafobia • Ggn panik ditandai oleh serangan panik spontan.A. Bisa tunggal atau bersamaan dgn agorafobia (takut di tempat terbuka. dan agorafobia. anxietas antisipatori. menghindar fobik dari situasi tertentu.

tidak keluar rumah jika tidak ada yg menemani. • Psn agorafobik selalu di rumah. . rasa tidak berdaya dan malu. walaupun biasanya psn mengalami gabungan dgn serangan panik. • Agorafobia dapat terjadi tunggal. dan keterbatasan okupasional serta sosial.• Hal tsb dapat mengarahkan pd penyalah gunaan alkohol atau obat. • Anxietan antisipatorik ditandai oleh takut panik. depresi.

Gangguan anxietas menyeluruh Meliputi kekhawatiran berlebihan tentang keadaan sekitar. peristiwa. Fobia spesifik Merupakan suatu rasa takut irasional t/h suatu obyek (ump. konflik yg aktual. Kuda. jarum).B. C. Orang tsb mengalami kecemasan hebat ketika dihadapkan pada obyek yg menakutkan dan berusaha menghindarinya. . ketinggian.

D. sebagian besar situasi sosial dihindari. Pada tipe generalisasi. menggunakan toilet umum). Fobia sosial Fobia sosial adalah ketakutan irasional terhadap situasi publik (ump berbicara di depan publik. makan di depan publik. .

kesan. Baik obsesi maupun kompulsi merupakan hal yg bertentangan atau tidak dikehendaki.E. pikiran (obsesi). lamunan. sehingga menyebebkan anxietas kalau dilawan. . Gangguan obsesif-kompulsif Meliputi ide/gagasan yg mengganggu datang berulang-ulang . atau pola-pola tingkah laku atau perbuatan yg berulang-ulang (kompulsi).

F. Psn yg mengalami gejala kurang dari 1 bulan D/yg sesuai adalah ggn stres akut . dan sering muncul kembali berakhir lebih dari 1 bulan. Gejala dari pengulangan pengalaman. Ggn stres pasca trauma Anxietas dihasilkan oleh kejadian yg menegangkan. Kejadian tsb teringat kembali saat bermimpi dan terpikir kembali saat bangun (kilas balik). penghindaran.

alkohol. kanabis/ganja. kondisi toksik. Ggn anxietas disebabkan zat Banyak zat yg dapat menyebabkan anxietas. ggn peradangan (iflammatory). di antaranya: ggn neurologis. cafein.sedatif-hipnotik.ump amfetamin. Ggn anxietas yg terjadi pada kondisi fisik umum Kondisi medis umum cukup banyak yg dapat menimbulkan anxietas. kondisi lain.G. antihipertensif. kokain. . H. kekacauan endokrin. opioid. keadaan defisiensi vitamin. kondisi sistemik.

Ggn campuran anxietas-depresi Menggambarkan pasien-pasien dgn campuran gejala anxietas dgn depresi tidak memenuhi kriteria D/ ggn anxietas atau ggn mood. . disebut neurasthenia. Di Eropa D/ kadang-kadang dipakai di primary care.I.

Anxietas sekunder terhadap ggn psikiatrik lain 70% dari psn depresi mengalami anxietes. atau ggn psikotik singkat—sering menunjukkan anxietas (anxietas psikotik). mania. Keadaan anxietas lainnya 1. Ggn penyesuaian dgn anxietas Mengarahkan pada psn dgn suatu stresor yg jelas sehingga menimbulkan anxietas berlebihan dl waktu 3 bulan dan diharapkan berakhir tidak lebih dari 6 bulan.J. . 2. Anxietas sering pada delirium dan demensia (catasyrophic anxiety). Psn psikosis– skizofrenia.

3. Hal ini bisa terjadi pada situasi ringan jika teringat kembali stres berlebihan tadi. Anxietas situasional Efek dari suatu situasi menekan untuk sementara kemampuan mengatasi (cope) secara berlebihan. kehilangan lainnya sebagai tambahan pada rasa bersalah dan malu. . 4. Anxietas kematian Khas mengenai ketakutan terhadap ketidak berdayaan. perubahan secara fisik. hilang kontrol.

. termasuk beberapa dari mereka yg sakit secara medis.5.bisa menimbulkan anxietas yg berubungan pada fenomena masa kecil ketika berpisah dari orang yg dicintai. Anxietas perpisahan dan anxietas pada orang yg belum dikenal Orang dewasa yg mengalami regresi.

Anxietas dikaitkan pada kehilangan hargadiri Hal ini mungkin sebagai reaksi terhadap penyakit. terutama jika dirasakan sebagai kegagalan.6. 7. seperti sakit fisik atau dirawat psn dg kebutuhan untuk merasa dikontrol bisa sangat mengancam. atau kehilangan pekerjaan.Anxietas dikaitkan pada kehilangan kontrol diri Dlm keadaan jika harus menyerah pada keadaan harus dikontrol. . penolakan.

Anxietas dikaitkan pada dependensi atau keintiman Jika kebutuhan dependensi masa lalu tidak terselesatkan. psn bisa menolak situasi. yg melibatkan suatu dependensi. 9. .8.Anxietas dikaitkan pada rasa bersalah dan hukuman Jika seorang psn mengharapkan hukuman untuk kelakuan tidak senonoh yg sebenarnya atau yg dibayangkan. ump perawatan medis atau hubungan dekat.

. Anxietas isyarat (signal anxiety) Istlah Sigmund Freud utk menggambarkan anxietas yg tidak dialami secara sadar tapi memicu mekanisme pertahanan yg digunakan oleh orang tersebut untuk dapat menerima situasi yg berpotensi mengancam.10.

III. Umumnya perempuan lebih banyak d/p laki-laki. . Epidemiologi Ggn anxietas merupakan kelompok paling sering dijumpai pada ggn psikiatrik.

. 3-methoxy4-hydroxyphenylglycol).IV. Melibatkan suatu reaksi otonomik berlebihan dg peningkatan tonus simpatetik. 3. Peningkatan produksi metabolit norepinefrin (ump. Etiologi A. 4. Biologis 1. Pelepasan katekolamin meningkat. Penurunan rapid eye movement (REM) latensi dan stadium IV dari tidur bisa terjadi (serupa pada depresi). 2.

lokus seruleus pusat otak neuron adrenergik hiperaktif terutama pada serangan panik. 8.5. Penurunan kadar GABA menyebabkan hiperaktivitas SSP (GABA menghambat iritabilitas SSP). 6. Aktivitas di korteks serebral temporal meningkat. Penurunan serotonin menyebabkan anxietas. Pd keadaan anxietas. . kenaikan aktivitas dopaminergik dikaitkan dg anxietas. 7.

Seks atau agresi) mengancam muncul ke sadar dan menimbulkan anxietas.B. Anxietas berkaitan dg perkembangan pada rasa takut masa kanak2 karena disintegrasi yg berasal dari rasa takut kehilangan objek cinta atau rasa takut dikastrasi. impuls2 asadar (ump. . Psikoanalitik Menurut Freud.

Teori Belajar 1. menyimpang. Anxietas kemudian menjadi conditioned response t/h situasi lain yg lebih ringan. Anxietas dihasilkan oleh frustrasi atau stres berat yg berkelanjutan. Bisa dipelajari melalui identifikasi dan imitasi dari pola anxietas orangtua (social learning theory). Kecelakaan) 4. 3.C. Anxietas meliputi pola pikir kognitif yg salah. . Anxietas dihubungkan dg stimulus biasa yg menakutkan (ump. 2.

2. Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) . Kira2 5% mempunyai suatu varian gen berkaitan dg metabolisme serotonin dan menunjukkan tingkatan anxietas tinggi. Setengah dari pasien2 dg ggn panik salah satu keluarganya mengalami ggn panik. V.D. Studi genetik 1. Skala penilaian psikiatrik 1.

PET tampak penambahan aliran darah di parahipokampus kanan pd panik.dan girus singulat. nuklei kaudatus. Tes laboratorium Tidak ada tes laboratorium spesifik untuk anxietas. C.VI. VII. . Patofisiologi A. Pada ggn obsesif-kompulsif. Tidak ada perubahan patognomonik. PET tampak penurunan metabolisme di girus orbital. B. lobus frontalis pada anxietas.

Kegagalan represi menyebabkan anxietas. Psikodinamika Mekanisme pertahanan mencegah anxietas. medis dan neurologis. 20-30% psn anxietas primer juga mengalami depresi. Diagnosis banding Anxietas adalah gambaran utama dalam ggn psikologis. 50-70% psn depresi menunjukkan anxietas atau obsesif mikir yg sedih2. A.VIII. IX. Ggn Depresive. .

Ggn bipolar 1. D. Bisa terdapat anxietas masif saat episode manik. Psikotik lain yg tak tergolongkan. Skizofrenia. C. Psn skizofrenik bisa mengalami obsesi berat sebagai penyerta atau timbul halusinasi atau waham. .Terdapat anxietas masif.B. sebagai tambahan gambaran psikotik.

Ggn psikotik sekunder disebabkan oleh medis spesifik atau faktor biologis. halusinogen) dan keadaan lepas obat.E. Kondisi medis dan neurologis. amfetamin. bisa terdapat pelemahan/hendaya kognitif. Psn ada riwayat stresor selama onset 3 bulan. G. Ggn penyesuaian dg anxietas. kokain.related disorders. Panik dan anxietas sering dikaitkan dg intoksikasi (kafein. Substance. F. .

2. 4.X. Agorafobia paling resisten dari semua fobia. . Perjalanan penyakit dan prognosis A. Serangan panik terjadi 2-3 kali seminggu 2. Ggn panik 1.Perjalanan khronik. Prognosis baik/sangat baik kalau diterapi. 3. B. Ggn fobik 1. Fobia bisa memburuk/berkembang kalau tidak diterapi. Perjalanan khronik dg remisi dan eksaserbasi 3. Prognosis sangat baik dg terapi.

Ggn anxietas menyeluruh 1.C. 2. gejala bisa berkurang kalau psn menjadi tua. . Jika kondisi tsb tidak diobati lama2 terjadi depresi sekunder. D. Perjalanannya khronik. Prognosis dg terapi baik. 2. Ggn obsesive-kompulsif 1. gejalanya maju mundur. tapi beberapa kasus bertahan. Perjalanannya khronik.

Ggn stres pasca trauma 1. . Penatalaksanaan Beberapa ggn anxietas seperti ggn pasca trauma pengobatan awalnya psikoterapi. Prognosis buruk jika sebelumnya telah dg psikopatologi XI. Trauma dialami secara periodik untuk beberapa tahun. Perjalanannya khronik.E. 2. lain2nya diterapi dg obat atau dg kombinasi terapi obat dan psikoterapi. 3.

Efek samping ngantuk dan lelah. . Benzodiazepin a.5mg 3x/hari Indikasi: kerja cepat. hipotensi. Farmakologik 1. Diazepam (valium) Dosis 2-10mg oral 2x/hari. atau 2-10mg im/iv untuk agitasi akut.A. Efek samping ngantuk. Alprazolam (Xanax) Dosis 0. Ada gejala lepas obat lebih berat dibanding dg benzodiazepin lainnya. pelemahan kognitif. pengobatan jangka pendek untuk ggn panik dan agorafobia.25-0. Perhatian: Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan b.

5-2mg 2-4x/hari. . ggn panik fobia sosial.5-2mg inj iv untuk agitasi akut. Selective serotonin reuptake inhibitor(SRRI) Fluoxetine dosis 10-20mg/hari. Lorazepam (Ativan) Dosis 0. Sertraline 25-50mg/hari Indikasi ggn obsesit=kompulsif. ggn stres pasca trauma. 0. 2.c. ggn cemas menyeluruh.

Psikoterapi • Psikoterapi suportif • Psikoterapi orientasi-tilikan • Terapi tingkah-laku • Terapi kognitif • Terapi krlompok .B.

10th ed. Wolters Kluwer. Behavioral Sciences/ clinical of Psychiatry. Kaplan & Sadock”s Synopsis of Psychiatry. Lippincott Williams & Wilkins.Referensi utama: 1 Sadock BJ. 2007. . Sadock VA.