P. 1
Hukum archimedes

Hukum archimedes

|Views: 2,216|Likes:
Published by Dwiyansmada
belajar bersama yaaaaaa!!!
belajar bersama yaaaaaa!!!

More info:

Published by: Dwiyansmada on Apr 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Manfaat dari pengalaman Hukum Archimedes

Mungkin anda pernah mendengar bahwa sebuah benda diletakkan di dalam air terasa lebih ringan di bandingkan saat berada di udara. Apalagi ketika kita berusaha mengangkat teman kita didarat pasti jauh lebih mudah ketimbang mengangkat teman yang berada di dalam air(zat cair) Tapi sebelumnya, anda pasti tidak asing dengan kata kata “Eureka!” yang bahasa yunani-nya berarti (sudah kutemukan) yang dilontarkan si penemu ini kepada “Raja Hieron”…. Ya, pastinya teman teman sudah mengetahuinya dialah Bapak penemu Gaya apung(hukum Archimedes) atau kerap disebut ARCHIMEDES. Selain itu, ia adalah seorang ilmuwan terbesar di zaman-nya. Yuk, kita liat sejarah beliau.^-^

Archimedes(287-212 SM) fisikawan dan matematikawan. Archimedes adalah ilmuwan terbesar zaman purbakala. Beliau dikenal sebagai penemu sifat gaya apung/Archimedes, hukum tuas katrol, dan model orbit bintang. Menurut legenda, beliau di perintahkan oleh raja Hieron untuk menentukan apakah mahkota raja di buat dari emas murni/ campuran tanpa merusak mahkota. Berhari hari beliau berpikir keras untuk mencari pemecahannya. Ketika kepala beliau mulai panas karna terlalu lama berpikir. beliau memutuskan masuk ke bak mandi umum dengan lepas seluruh pakaiannya. Tiba tiba beliau bangkit dan lari dalam keadaan telanjang dan sambil berteriak”Eureka!Eureka! yang artinya sudah kutemukan. Akhirnya beliau dapat membuktikan dengan teorinya: “ sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang di pindahkan”. Bahwa mahkota raja terbuat dari emas campuran.

Nah, teman teman apa yang dilakukan beliau tentunya membuat kalian heran mengapa hipotesa itu muncul saat berendam di bak mandi yang berisi zat cair? Sebetulnya itu bukanlah kejadian yang berdasarkan prediksi. Sebenarnya suatu hipotesis akan menjadi sempurna/real. Bila hipotesis itu di dukung berdasarkan hasil percobaan yang real/nyata. Selain itu, faktor interaksi dengan alam tentunya dapat memperkuat dugaan hipotesis seseorang dalam menyimpulkan pendapatnya. Jadi teman teman hargailah lingkungan. Sebab, tanpa lingkungan suatu masalah itu tak kan pernah ada/terjadi Created by Dwiyan N

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->