MOMEN DAN KOPEL

 Momen adalah kecenderungan sebuah gaya untuk memutar sebuah benda di sekitar sumbu tertentu dari benda tersebut. Didefinisikan sebagai perkalian besar gaya F dengan jarak tegak lurus d.

M=Fxd
Arah momen gaya tergantung dari perjanjian, misalnya searah jarum jam (CW/clockwise) atau berlawanan arah jarum jam (CCW/contraclockwise).Begitu pula dengan perjanjian tanda positif dan negatif dari CCW atau CW.  Hukum Newton Hukum Newton I adalah sebuah partikel akan tetap diam atau terus bergerak dalam sebuah garis lurus dengan kecepatan tetap jika tidak ada gaya tak seimbang yang bekerja padanya Hukum Newton II adalah bila percepatan sebuah partikelnya sebanding dengan gaya resultan yang bekerja padanya dan searah dengan gaya tersebut F = m.a Hukum Newton III adalah bila gaya aksi dan reaksi antara bodi yang berinteraksi memiliki besar yang sama, berlawanan arah dan segaris  Komposisi Gaya Gaya-gaya kolinier (colinear forces) = gaya-gaya yang segaris kerjanya terletak pada satu garis lurus Gaya-gaya koplanar (coplanar forces) = gaya-gaya yang garis kerjanya terletak pada satu bidang rata Gaya-gaya ruang (three dimensional system of forces) = gaya-gaya yang bekerja didalam ruang Gaya-gaya konkuren (concurrent forces) = gaya-gaya yang garis kerjanya melalui sebuah titik sedang jika sebaliknya disebut nonkonkuren

3

- Gaya-gaya sejajar = gaya-gaya yang garis kerjanya sejajar baik pada bidang rata maupun dalam ruang Komposisi gaya diberikan pada gambar 1.1. P = G benda seimbang (lihat gambar 1.2) 4 . Konsep dari gaya adalah suatu aksi yang cenderung mengubah keadaan diam pada sebuah bodi ke keadaan dimana gaya bekerja.1 berikut: P 1 P Kolinier P 2 P 3 1 P Koplanar 2 P P P P 2 1 1 P 2 P 3 P 1 P 3 2 P Nonkonkuren 3 Sejajar Ruang Konkuren Gambar 1. Pada gaya kolinier. P < G benda akan keba-wah. Komposisi gaya-gaya Penandaan arah gaya Gaya positif jika arah gaya ke kanan atau ke atas Gaya negatif jika arah gaya ke kiri atau ke bawah  Keseimbangan gaya. Misal P > G maka benda akan ke atas. gaya akan seimbang bila jumlah aljabar gaya-gaya itu sama dengan nol.

gaya akan seimbang bila jumlah aljabar dari komponen-komponen pada sumbu X dan Y yang sama dengan nol (gambar 1.m Sin α + n sin β = 0 dan m cos α + n cos β=P Σ X = 0 atau – mx + nx = 0 dan Σ Y = 0 atau my + ny – G = 0 5 .3) Σ Fx = 0 dan Σ Fy = 0 M α β N m P n P m n m n G G Gambar 1.P G G 1 2 G 3 ΣG P= ΣG Gambar 1. Keseimbangan resultan gaya P dapat diganti oleh m dan n bila: .3. Keseimbangan gaya Pada gaya konkuren-koplanar.2.

Apabila momen positif lebih besar atau sebaliknya. Resultan momen Teori Varignon: Momen sebuah gaya terhadap sebuah titik sama dengan jumlah momen dari komponen-komponen gaya tersebut terhadap titik itu. M = F. Momen pada pengungkit paku dan penandaan momen Momen bernilai positif apabila mengakibatkan putaran searah jarum jam. Gaya-gaya pada tongkat umpil akan menimbulkan momen positif dan negatif terhadap titik A.- Momen: besaran yang mengindikasikan kemampuan dari sebuah gaya yang menyebabkan rotasi (perputaran). F + M r M A Gambar 1. dimana r adalah jarak gaya terhadap titik pusat tumpuan (A). lihat gambar berikut.5. dan sebaliknya bernilai negatif apabila mengakibatkan putaran berlawanan arah jarum jam F F M1 = F1 x r1 2 Resultan momen dari beberapa gaya terhadap suatu titik sama dengan jumlah aljabar dari momen setiap gaya terhadap titik tersebut.4. maka papan akan tidak seimbang.5. lihat gambar 1. 6 . M2 = F2 x r2 Resultan: M = M1 + M2 1 Gambar 1.r .

25 m Gambar 1.5 m 1. tongkat umpil dinyatakan seimbang. Besarnya kopel dinyatakan dengan momen kopel (M). Momen Kopel positif : searah dengan putaran jarum jam Momen Kopel negatif : berlawanan arah dengan putaran jarum jam Keterangan: 7 . Gaya-gaya pada tongkat umpil Kopel Momen kopel dinotasikan dengan M.m.5. Momen kopel merupakan besaran vektor dengan satuan N.25 m dari A maka MA = (-30 kg x 2.5)+(F2 x 2) = 45 kgm (positif) Jika F2 digeser kekiri sehingga berjarak 1.5 m 2m Momen A = (-F1 x 2.F 2 =60 kg F 1 =30 kg A 2. F 2 =60 kg Hal ini berarti momen positif sama dengan momen negatif. Pengaruh kopel terhadap suatu benda dapat menyebabkan benda berotasi. satuannya N.25 m) = 0.5 m) + (60 kg x 1. Kopel adalah pasangan dua buah gaya sama besar berlawanan arah dan sejajar.m. F 1 =30 kg 2. Momen Kopel adalah hasil kali salah satu gaya dengan jarak antara kedua gaya.

Momen terhadap titik O (MO) dapat dihitung: MO = P. satuannya meter (m) - Dua gaya sejajar. satuannya newton (N) d = jarak antara kedua gaya. sekalipun jumlah aljabarnya sama dengan nol. Gaya bekerja menyilang terhadap suatu sumbu. - Torsi menganut hukum tangan kanan. Pasangan gaya ini disebut gaya kopel. dan tidak mungkin berupa suatu resultan gaya ataupun gaya-gaya seimbang. berlawanan arah dengan jarak tertentu (kopel gaya). P O a b P L O P P gaya kopel Gambar 1.L. Besar puntiran pada sumbu akibat gaya ini dihitung sebagai: T = F. satuannya N.M = Momen kopel.6. sama besar. Momen kopel a L b momen kopel - Torsi: suatu gaya yang menimbulkan puntiran.(a+b) = P. Jadi resultan dari pasangan gaya ini adalah momen. yaitu bila ibu jari menunjuk ke arah sumbu maka jari-jari yang lain merupakan gaya yang menimbulkan torsi negatif.a + P. Garis kerja gaya tegak lurus sumbu dengan jarak d.b = P.m F = Gaya.6).d. yang menghasilkan momen-kopel (lihat gambar 1. 8 .

m = F2 .Contoh penerapan penggunaan kopel dalam kehidupan sehari-hari adalah pada prinsip kerja generator. 2 = 40 N. Contoh Soal : Sebuah batang homogen dipengaruhi beberapa gaya seperti gambar berikut ini : Hitung besarnya momen gaya total yang dialami oleh titik B akibat dari pengaruh kedua gaya F1 dan F2! Jawab : 1 2 = F1 .m = - Momen Gaya totalnya adalah B 2 1 = 30 . 3 = 10 . 2 = 20 .10 N.40 = .m Daftar Pustaka 9 . 3 = 30 N.

Yogyakarta.edukasi. Maliki. jilid 2. Statika Struktur: Plus Tegangan Regangan. Mitra Cendekia.. Statika: bagian dari Mekanika Teknik. 1997 Kamarwan. A.• • • http://www.php?mod=script&cmd=Bahan %20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=376&uniq=3106 Soekrisno. UI Press. Jakarta. 1984 10 . Sidharta S.net/index..K.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful