BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Perilaku merupakan basil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon Skinner, cit. Notoatmojo 1993). Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Kognitif diukur dari pengetahuan, afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan). Pengetahuan diperoleh dari pengalaman, selain guru, orangtua, teman, buku, media massa (WHO 1992). Menurut Notoatmojo (1993), pengetahuan merupakan hasil dari tabu akibat proses penginderaan terhadap suatu objek. Penginderaan tersebut terjadi sebagian besar dari penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan yang cakap dalam koginitif mempunyai enam tingkatan, yaitu : mengetahui, memahami, menggunakan, menguraikan, menyimpulkan dan evaluasi. Dalam promosi kesehatan perubahan perilaku merupakan hal yang penting karena untuk mengetahui sejauh mana promosi kesehatan yang di berikan berjalan efektif. Keberhasilan suatu promosi kesehatan dapat di nilai dari perubahan perilaku dari penerima promosi kesehatan. 2. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang kami angkat yaitu masalah “perubahan perilaku sebagai dampak dari promosi kesehatan”. Apa pengertian, batasan-batasan perilaku, teori perubahan perilaku, bentuk-bentuk perubahan perilaku, stratregi perubahan perilaku dan cara-cara perubahan perilaku.

Cara-cara perubahan perilaku 4. Mengetahui strategi perubahan perilaku dalam promosi kesehatan 4. Tujuan Umum Makalah ini dibuat sebagai pedoman atau acuan kami untuk mengaplikasikan teori yang di dapat dalam memberikan promosi kesehatan terhadap pasien. Manfaat Penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa. Tujuan Khusus 1.3. Mengetahui bentuk-bentuk perubahan perilaku 3. sehingga dapat memberikan promosi kesehatan secara efektif. . 2. Mengetahui batasan-batasan perilaku 2. Tujuan 1. terutama untuk memberikan perubahan perilaku positif untuk masyarakat.

Menurut Harvey & Smith (1997) sikap. Menurut Notoatmojo (1993). teman. selain guru. Azwar (1995) menyatakan sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara tertentu. PENGERTIAN PERILAKU Perilaku merupakan basil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon Skinner. afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan). mendekati dan menghindari situasi. Menurut Notoatmojo (1993) sikap merupakan reaksi yang masih tertutup. kelompok. bentuk reaksinya dengan positif dan negatif sikap meliputi rasa suka dan tidak suka. dan kebijaksanaan social (Atkinson dkk. buku. Sikap hanya dapat ditafsirkan dari perilaku yang nampak. Pengetahuan diperoleh dari pengalaman. 1993). cit. . Notoatmojo 1993). Penginderaan tersebut terjadi sebagian besar dari penglihatan dan pendengaran. Sikap tidak dapat diamati secara langsung tetapi sikap dapat diketahui dengan cara menanyakan terhadap yang bersangkutan dan untuk menanyakan sikap dapat digunakan pertanyaan berbentuk skala. yaitu : mengetahui. Pengetahuan yang cakap dalam koginitif mempunyai enam tingkatan. menguraikan.BAB II ISI A. menyimpulkan dan evaluasi. media massa (WHO 1992). afektif dan psikomotor. menggunakan. Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif. memahami. orang. pengetahuan merupakan hasil dari tabu akibat proses penginderaan terhadap suatu objek. Kognitif diukur dari pengetahuan. benda. orangtua. tidak dapat terlihat langsung. keyakinan dan tindakan dapat diukur.

lndividu atau masyarakat dapat merubah perilakunya bila dipahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap berlangsungnya dan berubahnya perilaku tersebut. maka perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus objek yang berkaitan dengan sakit . dan perilaku tidaklah selalu mencerminkan sikap seseorang. Hal ini karena tindakan nyata ditentukan tidak hanya oleh sikap. akan tetapi oleh berbagai faktor eksternal lainnya. melalui persuasi serta tekanan dari kelompok sosialnya (Sarwono 1993). PERILAKU SEHAT DAN PERILAKU SAKIT Berdasarkan batasan perilaku dari Skiner tersebut. sikap dan kepercayaan (cit. sebagian terletak di dalam individu sendiri yang disebut faktor intern dan sebagian terletak diluar dirinya yang disebut faktor ekstern. Azwar (1995) menyatakan bahwa sekalipun diasumsikan bahwa sikap merupakan predisposisi evaluasi yang banyak menentukan cara individu bertindak. yaitu faktor lingkungan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi perilaku seseorang. dan keluaran (output) (Notoatmojo 1993). sikap dan tindakan.Dalam proses belajar ada tiga unsur pokok yang saling berkaitan yaitu masukan (input). Sikap seseorang dapat berubah dengan diperolehnya tambahan informasi tentang objek tersebut.Tindakan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan. Notoatmojo 1993). Menurut Sarwono (1993) perilaku manusia merupakan pengumpulan dari pengetahuan. akan tetapi sikap dan tindakan seringkali jauh berbeda. sedangkan sikap merupakan reaksi seseorang terhadap stimulus yang berasal dari luar dan dari dalam dirinya. sebab seringkali terjadi bahwa seseorang memperlihatkan tindakan yang bertentangan dengan sikapnya. Sikap tidaklah sama dengan perilaku. Perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat terjadi melalui proses belajar. B. proses. Belajar diartikan sebagai proses perubahan perilaku yang didasari oleh perilaku terdahulu.

Perilaku gizi (makanan dan minuman). atau sering disebut perilaku pencairan pengobatan (health seeking behavior) Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan. makanan dan minuman. Perilaku pencegahan penyakit. perlu dijelaskan di sini. serta lingkungan. dan penyembuhan penyakit bila sakit. dari batasan ini. Perilaku peningkatan kesehatan. Perilaku kesehatan lingkungan Adalah bagaimana seseorang merespons lingkungan. bahwa kesehatan itu sangat dinamis dan relatif.dan penyakit. Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. tetapi sebaliknya makanan dan minuman dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan seseorang. bahkan dapat mendatangkan penyakit. sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi . sistem pelayanan kesehatan. b. baik lingkungan fisik maupun sosial budaya. 2. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintanance). oleh sebab itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari tiga aspek. hal ini sangat tergantung pada perilaku orang terhadap makanan dan minuman tersebut. 1. c. Perilaku pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan. apabila seseorang dalam keadaan sehat. maka dari itu orang yang sehatpun perlu diupayakan supaya mencapai tingkat kesehatan yang seoptimal mungkin. serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit. perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :. a. tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri. makanan dan minuman dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan seseorang. dan sebagainya. a.

dengan sendirinya kedua aspek ini akan tergantung dari usia. 1979 : 214) membuat klasifikasi l ain tentang perilaku kesehatan ini. bahkan dari hasil suatu penelitian. Secara kualitas mungkin di Indonesia dikenal dengan ungkapan empat sehat lima sempurna.kesehatannya. Hampir 50% penduduk Indonesia usia dewasa merokok. mengharuskan orang untuk bekerja keras dan . keluarga. dan kuantitas dalam arti jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh (tidak kurang. menu seimbang di sini dalam arti kualitas (mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh). bagaimana seseorang mengelola lingkungannya sehingga tidak mengganggu kesehatannya sendiri. merokok adalah kebiasaan jelek yang mengakibatkan berbagai macam penyakit. dengan perkataan lain. sekitar 15% remaja kita telah merokok. dan masyarakatnya. dan kuantitas dalam arti frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olahraga. dan status kesehatan yang bersangkutan. 2) Olahraga teratur. Perilaku hidup sehat Adalah perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. b. tetapi juga tidak lebih). khususnya di Indonesia seolah-olah sudah membudaya. Ironisnya kebiasaan merokok ini. 5) Istirahat cukup. Sekitar 1% penduduk Indonesia dewasa diperkirakan sudah mempunyai kebiasaan minuman keras ini. perilaku ini mencakup antara lain : 1) Makan dengan menu seimbang (appropriate diet). Kebiasaan minuman keras dan mengkonsumsi narkoba (narkotik dan bahan-bahan berbahaya lainnya) juga cenderung meningkat. dengan meningkatnya kebutuhan hidup akibat tuntutan untuk penyesuaian lingkungan modern. 3) Tidak merokok. 4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba. yang juga mencakup kualitas (gerakan). Seorang ahli lain (Becker. inilah tantangan pendidikan kesehatan kita.

pengetahuan tentang : penyebab dan gejala penyakit. yang mencakup hak-hak orang sakit (right) dan kewajiban sebagai orang sakit (obligation). 6) Mengendalikan stres. orang sakit (pasien) mempunyai peran. d. misalnya : tidak bergantiganti pasangan dalam hubungan seks. stres tidak dapat kita hindari. maka yang penting agar stres tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Perilaku sakit (illness behavior) Perilaku sakit ini mencakup respons seseorang terhadap sakit dan penyakit. Perilaku ini mliputi : 1) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan. memperoleh pelayanan kesehatan. hal ini dapat juga membahayakan kesehatan. persepsinya terhadap sakit. 7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan. sehingga kurang waktu istirahat. 2) Mengenal / mengetahui fasilitas atau sarana pelayanan penyembuhan penyakit yang layak. yang selanjutnya disebut perilaku peran orang sakit (the sick role).berlebihan. Stres akan terjadi pada siapa saja. Hak dan kewajiban ini harus diketahui oleh orang sakit sendiri maupun orang lain (terutama keluarganya). Mengetahui hak (misalnya : hak memperoleh perawatan. Perilaku peran sakit (the sick role behavior) Dari segi sosiologi. dan sebagainya. Lebih-lebih sebagai akibat dari tuntutan hidup yang keras seperti diuraikan di atas. dan akibatnya bermacammacam bagi kesehatan. pengobatan penyakit. dan sebagainya c. dsb) dan kewajiban orang sakit (memberitahukan penyakitnya kepada orang . Kecenderungan stres akan meningkat pada setiap orang. kita harus dapat mengendalikan atau mengelola stres dengan kegiatankegiatan yang positif. penyesuaian diri kita dengan lingkungan.

lain terutama kepada dokter/petugas kesehatan. Apabila diterima (adanya perhatian) à mengerti (memahami) stimulus. Adanya stimulus (rangsangan): Diterima atau ditolak b. c. Subyek (organisme) mengolah stimulus. Teori “Dissonance” Festinger • Perilaku seseorang pada saat tertentu karena adanya keseimbangan antara sebab atau alasan dan akibat atau keputusan yang diambil (conssonance). dan hasilnya: ○ Kesediaan untuk bertindak terhadap stimulus (attitude) ○ Bertindak (berperilaku) apabila ada dukungan fasilitas (practice) 2. • Perubahan perilaku terjadi dgn cara meningkatkan atau memperbanyak rangsangan (stimulus).: a. Proses perubahan perilaku menurut teori S-O-R. TEORI-TEORI PERUBAHAN PERILAKU 1. Teori S-O-R: • Perubahan perilaku didasari oleh: Stimulus--àOrganisme--àRespons. dan sebagainya) C. . tidak menularkan penyakit kepada orang lain. • Materi pembelajaran adalah stimulus. • Oleh sebab itu perubahan perilaku terjadi melalui proses pembelajaran (learning process).

Oleh sebab itu stimulus atau obyek perilaku harus sesuai dengan kebutuhan orang (subyek). Kekuatan pendorong meningkat. 3. dan akhirnya kembali terjadi keseimbangan lagi (conssonance). • Prinsip teori fungsi: a) Perilaku merupakan fungsi instrumental (memenuhi kebutuhan subyek) b) Perilaku merupakan pertahanan diri dalam mengahadapi lingkungan (bila hujan. panas) c) Perilaku sebagai penerima obyek dan pemberi arti obyek (respons terhadap gejala sosial) d) Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dalam menjawab situasi. Teori fungsi: Katz • Perubahan perilaku terjadi karena adanya kebutuhan. kekuatanpenahan tetap. Teori “Driving forces”: Kurt Lewin • Perilaku adalah merupakan keseimbangan antara kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan penahan (restraining forces). • Kalau akhirnya stilmulus tersebut direspons positif (menerimanya dan melakukannya) maka berarti terjadi perilaku baru (hasil perubahan). . • Kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan perilaku: a. maka dalam diri orang tersebut akan terjadi ketidak seimbangan (dissonance).(marah.• Apabila terjadi stimulus dari luar yang lebih kuat. senang) 4. • Perubahan perilaku terjadi apabila ada ketidak seimbangan antara kedua kekuatan tersebut.

. Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat.b. tetapi makan waktu lama. mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. Perubahan terencana (planned change): Perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh yang bersangkutan 3. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN PERILAKU 1. Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran. dan atau menggunakan peraturan atau perundangan. kekuatan penahan menurun. kekuatan penahan menurun. c. Kekuatan pendorong tetap. tetapi untuk sementara (tidak langgeng) • Education: 1. 2. 2. E. STRATEGI PERUBAHAN PERILAKU • Inforcement: 1. Perubahan alamiah (natural change): Perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam (lingkungan) secara alamiah 2. Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng. Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan. Kesiapan berubah (Readiness to change): Perubahan perilaku karena terjadinya proses internal (readiness) pada diri yang bersangkutan. Kekuatan pendorong meningkat. dimana proses internal ini berbeda pada setiap individu. D.

menakut-nakuti tentang bahaya yang mungkin akan diderita kalau tidak mengerjakan apa yang dianiurkan Misal: menyampaikan kepada ibu-ibu bahwa anaknya bisa mati kalau tidak diberi oralit waktu mencret . Mencari pengobatan: Ke pengobat tradisional. Tidak berbuat apa-apa 2. ada beberapa cara yang bias ditempuh. Misalnya : instruksi atau peraturan tidak membuang sampah disembaerang tempat. b. Rumah Sakit) G. CARA-CARA PERUBAHAN PERILAKU Untuk mencapai perubahan perilaku. HEALTH SEEKING BEHAVIOR • Adalah perilaku orang untuk mencari penyembuhan pada waktu ia sakit atau mengalami nasalah kesehatan. dan ancaman huluman kalau tidak mentaati instruksi atau peraturan tersebut. Diobati sendiri (tradisonal atau modern) 3. Dengan Paksaaan. • Reaksi orang pada waktu sakit: 1. Puskesmas. Ke fasilitas kesehatan modern (mantri.F. dan ancaman hukuman atau denda jikatidak mentaatl. Ini bisa dengan : a. dokter praktek swasta. yaitu : 1. Mengeluarkan instruksi atau peraturan.

rapi dan ramah. misalnya tidak merokok. bukan karena kesadran atau keyakinan akan manfatnya 3. karena ingin memelihara hubungan baiknya dengan kita. Misal: Pak Lurah membuat jamban karena tidak ingin mengecewakan petugas kesehatan yeng sudah dikenalnya dengan baik Jadi bukan karena kesadarannya akan pentingnya jamban tersebut. Dengan contoh seperti ini biasanya orangakan ikut berbuat yang serupa yaitu berperilaku sehat 5.2.kalau ibu-ibu membawa anaknya ke Posyandu untuk ditimbang dan diimunisasi. Salah satu sifat manusia ialah ingin meniru Karena itu usahakanlah agar Puskesmas dengan lingkungannya bersih. tidak meludah disembarang tempat. para petugas juga berperilaku sehat. Kalau kita mempunyai hubungan yang baik dengan seseorang atau dengan masyarakat. lmbalan bisa berupa materi seperti uang atau barang. tidak membuang sampah sembarangan. Contoh: . 4. . Dengan memberi imbalan. seperti pujian. Selain itu. para petugas nampak bersih. dan sebagainya. Dengan menunjukkan contoh-contoh. Dengan membina hubungan baik. biasanya orang tersebut atau masyarakat akan mengikuti anjuran kita untuk berbuat sesuatu. (ini juga imbalan non materi) Dalam hal ini orang berbuat sesuatu karena terdorong atau tertarik oleh imbalan tersebut. dan sebagainya. Dibeberapa tempat disediakan tempat sampah agar orang juga tidak membuang sampah sembarangan. maka anaknya akan sehat. tetapi blsa juga imbalan yang tidak berupa materi. Dengan memberikan kemudahan.

Semua ini merupakan kemudahan bagi masyarakat. Dengan menanamkan kesadaran dan motivasi Dalam hal ini individu. photo. maka ia akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan cara cara lainnya. tetapi sekali berhasil. kelompok. maupun masyarakat. slide. gambar. dan sebagainya. tidak usah menunggu lama. Kemudian ditunjukkan kepada mereka baik secara langsung ataupun tidak langsung. bagaimana bahayanya perilaku yang lidak sehat . diberi pengertian yang benar tentang kesehatan. 6. mampu membayar pelayanannya yang baik dan ramah. Hal ini diharapkan akan bisa membangkitkan keinginan mereka untuk berperilaku hidup sehat Selanjutnya berkali-kali disampaikan ataupun ditunjukkan kepada mereka bahwa telah makin banyak orang yang berperilaku sehat tersebut dan sekaligus ditunjukkan atau disampaikan pula keuntungankeuntungannya. .Misalnya kita ingin agar masyarakat memanfaatkan Puskesmas. maka Puskesmas didekatkan kepada masyarakat. pembayarannya dibuat sedemikian hingga masyarakat. yaitu misalnya melalui film. maka diharapkan masyarakat akan tergerak untuk memanfaatkan Puskesmas. hingga mereka akan tergerak untuk berperilaku sehat. atau ceritera. ltulah sebabnya mengapa Puskesmas berlokasi dekat dengan masyarakat. ditambah pula dengan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas keliling. Cara ini memang memakan waktu lama untuk bisa dilihat hasilnya. dan apa untungnya kalau berperilaku sehat.

serta lingkungan. afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan). Strategi perubahan perilaku: . Berdasarkan batasan perilaku dari Skiner tersebut. Notoatmojo 1993). makanan dan minuman. maka perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. dimana proses internal ini berbeda pada setiap individu. Kesimpulan Perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon Skinner. cit. Perubahan alamiah (natural change): Perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam (lingkungan) secara alamiah 2. Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif. Bentuk-bentuk perubahan perilaku: 1.BAB III PENUTUP 1. Kognitif diukur dari pengetahuan. afektif dan psikomotor. sistem pelayanan kesehatan. Kesiapan berubah (Readiness to change): Perubahan perilaku karena terjadinya proses internal (readiness) pada diri yang bersangkutan. Perubahan terencana (planned change): Perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh yang bersangkutan 3.

Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng. Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat. 2. ada beberapa cara yang bias ditempuh. Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan. bentuk dan bagaimana cara perubahan perilaku kita sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan dalam promosi kesehatan secara efektif. Dengan memberi imbalan. dan atau menggunakan peraturan atau perundangan. Untuk mencapai perubahan perilaku. 4. tetapi makan waktu lama. 5. Dengan memberikan kemudahan. 3. Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran. 6. mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. . 2. Dengan menunjukkan contoh-contoh. Dengan menanamkan kesadaran dan motivasi 2. tetapi untuk sementara (tidak langgeng) • Education: 1.• Inforcement: 1. Dengan Paksaaan. 2. Saran Dengan mengetahui teori. Dengan membina hubungan baik. Sebaiknya para tenaga kesehatan menggunakan cara-cara ini sebagai pegangan dalam membina masyarakat yang sehat dan produktif. yaitu : 1.

Kes. Syamsuddin Alan. Pusdiknakes. Anthropologi Kesehatan : CARA PENDEKATAN SOSBUD. Depkes RI. SH.DAFTAR PUSTAKA 1. Jurusan Kebidanan Poltekkes Banjarmasin 2. Jakarta. M. 1986 .. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Bagi Pekarya Kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful