LAPORAN KASUS

HIDRONEFROSIS DEXTRA DAN URINARIUS TRACT INFECTION

Merdiana Wahyu Fithroya 012.06.5224

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

Adalah infeksi dimana pada urin yang diperiksa ditemukan mikroorganisme dalam jumlah lebih dari normal Infeksi akut pada organ padat (testis, epididimis, prostat, dan ginjal) biasanya lebih berat daripada yang mengenai organ berongga (buli-buli, ureter, dan uretra)

PATOGENESIS ISK

Mikroorganisme masuk ke saluran kemih secara : - ascending (Sebagian besar), - hematogen (M. tuberculosis) atau S. aureus, - limfogen, dan - langsung dari organ sekitarnya yang sebelumnya terinfeksi.

Mikroorganisme masuk saluran kemih melalui uretra  prostat  vas deferens  testis (pada pria)  VU  ureter  ginjal.

faktor dari mikroorganisme sendiri Bakteri dilengkapi oleh pili dan fimbriae pada permukaannya. Masuknya mikroorganisme ini dipengaruhi oleh: . pertahanan lokal dari host  wash out mechanism b. sistem imunitas seluler maupun humoral . . Bakteri juga menghasilkan toksin dan enzim urease shgga suasana urin mjdi basa. Pili untuk menempel pada urotelium melalui receptor pada permukaan urotelium.faktor dari host Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk ke saluran kemih: a.

penting untuk diagnosis ISK .bakteriuria jika didapatkan >100.dikatakan mengandung leukosit atau piuria jika didapatkan > 10 leukosit/mm3 atau > 5 leukosit/LPB .000 cfu (colony forming unit) per ml pada sampel urin porsi tengah. .DIAGNOSIS  PEMERIKSAAN URIN .kultur urin  u/ menentukan jenis kuman  tahu antibiotika yang cocok .meliputi pemeriksaan urinalisis dan kultur urin .

. atau divertikulum uretra pada wanita . peningkatan laju endap darah.u/ mengetahui adanya proses inflamasi  leukositosis.USG  hidronefrosis.FPA  batu radio-opaq pada saluran kemih.IVP  pielonefritis akut dan obstruksi saluran kemih . atau didapatkannya sel-sel muda pada sediaan hapusan darah PENCITRAAN .Voiding sistouretrografi  refluks vesiko-ureter. pionefrosis ataupun abses perirenal/ginjal pada pasien gagal ginjal  . PEMERIKSAAN DARAH . buli-buli neurogenik.

Enterococcus faecalis. Kadang-kadang oleh Proteus mirabilis. Klebsiella pneumonia. . dan Staphylococcus saprophyticus (flora normal pada uretra dan periuretra). dll.SISTITIS     adalah peradangan kandung kemih tanpa diikuti peradangan bagian atas saluran kemih dengan gejala-gejala lokal yang khas Terutama mengenai mukosa atau submukosa. bisa akut atau sembuh sendiri atau rekuren Lebih sering pada wanita 80% disebabkan oleh infeksi kuman enteric Escherichia coli.

Suhu tubuh umumnya tidak meningkat Bila sistitis + prostatitis pada pria  bisa disertai demam dan menggigil. terkadang hematuria.GEJALA DAN TANDA        Disuria Urgency Frekuensi Nyeri di daerah suprasimpisis Air kemih tampak keruh. Pada pem rectal toucher prostat membesar difus dan sangat nyeri .

vagina dan anus pda wanita berdekatan  bakteri terdorong masuk ke uretra. Letak oue. .PATOGENESIS    melalui infeksi ascenden pasasi kuman transuretra ke kandung kemih akibat kontaminasi orifisium uretra dengan kuman dri tinja atau kuman komensal di periuretra Hubungan seksual mempermudah terjadinya pasasi itu. Juga krn uretra wanita pendek.

.  Wanita hamil  penekanan vu o/ uterus yg membesar  stasis aliran kemih  bakteri berkembang dalam media urin  infeksi Wanita pada masa nifas  o/k laserasi vagina & perineum. atau o/k anestesi spinal  sensitivitas vu thd tekanan intravesika <<  infeksi.

FAKTOR PREDISPOSISI          Wanita usia reproduktif Wanita yang menggunakan spermisida dengan atau tanpa diafragma pada aktifitas seksual Penderita diabetes mellitus cenderung mengalami sistitis Lesi obstruktif saluran kemih  stasis aliran kemih Kateterisasi Penderita dengan berbagai keadaan neuropati disertai gangguan berkemih BPH vulvovaginitis atrofika Prolapsus kandung kemih .

kelainan struktural saluran kemih. atau bila terjadi pielonefritis. mungkin eritrosit Pemeriksaan radiologi digunakan untuk melihat adanya batu di kandung kemih. . urgency. frekuensi. Pemeriksaan mikroskopis memperlihatkan kuman Pewarnaan Gram biasanya akan menampilkan kuman gram negative adanya piuria yaitu adanya sedimen leukosit lebih dari 10/LPB.DIAGNOSA       gejala klinik yang khas (disuria. dan rasa nyeri suprasimpisis) hasil pemeriksaan penunjang lain seperti laboratorium. mungkin pula radiologi.

Proteus. pengobatan 3 hari atau pengobatan 5 hari Pengobatan dosis tunggal: .Enterobakteri (E. Klebsiella) dan Staphylococcus saprophyticus dapat diobati dengan pefloksasin 800 mg sekali sehari. kotrimiksazol 3 tablet forte sekali sehari.coli. fosfomisin-trometamol 3 gr skali sehari Pengobatan 3 hari  dapat diobati dengan lomefloksasin per oral 400 mg per hari selama 3 hari. siprofloksasin 500 mg sekali sehari.PENGOBATAN    pengobatan antibiotika dapat berupa pengobatan dosis tunggal. .

 Pengobatan 5 hari  asam nalidiksat. amoksilin + asam klavulanat. sefalosporin oral. nitrofurantoin. enoksasin. asam aksolinat. flumekuin. trimetoprim . asam pipemidat.

.PENCEGAHAN   PERUBAHAN PERILAKU . kotrimoksazol 80/400 mg. sefaleksin 250 mg. dan infeksinya tidak ada kaitannya dengan hubungan seksual.Banyak minum air sedikitnya 2 liter per hari. pemberian antibiotika sesudah hubungan seksual gagal. Pencegahan dilanjutkan sekurangkurangnya 6 bulan  dinilai apakah siklus kambuhan masih ada. nitrofurantoin 50/200 mg . dll).Jangan menunda berkemih PENCEGAHAN DENGAN ANTIBIOTIKA . norfloksasin 200-400 mg.Selalu berkemih sampai kandung kemih benar-benar kosong . ditelan dimalam hari.continous low-dose antibiotic prophylaxis  u/ wanita yang sering kambuh infeksinya. (kotrimoksazol 80/400 mg.Postcoital antibiotic prophylaxis  trimetoprim 150 mg.Mengosongkan kandung kemih sebelum tidur . diberikan 3 kali dalam seminggu. .

dan kokus gram positif yaitu Streptococcus faecalis dan enterokokus. Klebsiella spp. coli.PIELONEFRITIS AKUT  adalah reaksi inflamasi akibat infeksi yang terjadi pada pielum dan parenkim ginjal Biasanya o/k kuman saluran kemih bagian bawah yang naik ke ginjal melalui ureter. misalnya E.  . Proteus.

bakteriuria dan hematuria . suara usus melemah Pada pemeriksaan darah menunjukkan adanya leukositosis disertai peningkatan laju endap darah. nyeri di daerah perut dan pinggang mual dan muntah gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuria. frekuensi. urinalisis terdapat piuria.GAMBARAN KLINIS        demam tinggi dengan disertai menggigil. atau urgensi. Pada pemeriksaan fisis terdapat nyeri pada pinggang dan perut.

  FPA  adanya kekaburan dari bayangan otot psoas & bayangan radio-opaq dari batu saluran kemih IVP  bayangan ginjal membesar & terdapat keterlambatan pada fase nefrogram .

mampu mengadakan penetrasi ke jaringan ginjal dan kadarnya di dalam urin cukup tinggi Golongan obat-obatan : aminoglikosida dikombinasikan dengan aminopenisilin. sefalosporin. karboksipenisilin. dan fluoroquinolone . aminopenisilin dikombinasikan dengan asam klavulanat atau sulbaktam.TERAPI    ditujukan untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan memperbaiki kondisi pasien yaitu berupa terapi suportif dan pemberian terapi antibiotika Antibiotika yang bersifat bakterisidal dan berspektrum luas.

  keadaan klinis membaik dgn pemberian antibiotika pemberian parenteral diteruskan s/d1 minggu dan dilanjutkan dengan pemberian oral selama 2 minggu berikutnya jika dalam waktu 48-72 jam setelah pemberian antibiotika keadaan klinis tidak membaik  kuman tidak sensitive .

air kemih mengalir dari ginjal dengan tekanan yang sangat rendah Jika aliran air kemih tersumbat  air kemih akan mengalir kembali ke dalam tubulus renalis  pelvis renalis  ginjal menggembung  merusak ginjal scra perlahan.HIDRONEFROSIS    Hidronefrosis adalah penggembungan ginjal akibat tekanan balik terhadap ginjal karena aliran air kemih tersumbat keadaan normal. .

infeksi.Batu di dalam ureter . serta << kontraksi ureter o/ pengaruh hormon  stasis aliran kemih.Kelainan pada otot atau saraf di kandung kemih atau ureter .ETIOLOGI   biasanya terjadi akibat adanya sumbatan pada sambungan ureteropelvik .Kelainan struktural .dll Bsa juga terjadi pada wanita hamil o/k penekanan ureter o/ uterus yg membesar. terapi penyinaran atau pembedahan . cedera.Penyempitan ureter akibat cacat bawaan.Batu di dalam pelvis renalis .Lilitan pada sambungan ureteropelvik akibat ginjal bergeser ke bawah . .

muntah dan nyeri perut .GEJALA        Akut  kolik renalis pada sisi ginjal yang terkena Kronis  bisa tidak menimbulkan gejala atau nyeri tumpul di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul. Nyeri yang hilang timbul Hematuria ISK  terdapat nanah di dalam air kemih demam dan rasa nyeri di daerah kandung kemih atau ginjal mual.

DIAGNOSA      adanya massa di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul. ureter dan kandung kemih IVU bisa menunjukkan aliran air kemih melalui ginjal Sistoskopi bisa melihat kandung kemih secara langsung. . terutama jika ginjal sangat membesar Pemeriksaan darah  adanya kadar urea yang tinggi karena ginjal tidak mampu membuangnya USG memberikan gambaran ginjal.

PENGOBATAN hidronefrosis akut . Ureter yg menyempit  bisa diangkat lwt pembedahan  ujung2nya disambungkan lagi.  . infeksi menetap atau nyeri yang hebat  maka air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan segera dikeluarkan .penyumbatan total.  Hidronefrosis kronis diatasi dengan mengobati penyebab dan mengurangi penyumbatan air kemih.fungsi ginjal telah menurun. infeksi serius/terdapat batu.  dipasang kateter pada pelvis renalis untuk sementara waktu.

.pencahar   . dan rendah lemak. dan duodenum dengan menggunakan media kontras (biasanya barium sulfat) Pemeriksaan bisa dilakukan dengan single kontras (hanya barium sulfat saja)/double kontras (barium sulfat dan udara) PERSIAPAN . rendah serat.makan makanan yang mempunyai konsistensi lunak. maag. duodenum/barium meal/BNO) suatu teknik radiografi untuk memeriksa oesophagus. maag.minum banyak air .PEMERIKSAAN BNO  OMD (oesophagus.

INDIKASI PEMERIKSAAN     Hematemesis dan melena Penurunan berat badan Nyeri epigastrium Tumor-tumor lambung/diluar lambung .

KONTRAINDIKASI     Adanya perforasi Ileus Keadaan umum yang buruk Hal-hal lain yang memperburuk keadaan penderita .

mengevaluasi fungsi ginjal. bentuk. batu ureter.memperlihatkan ukuran. dan vesica urinaria. dan vesica urinaria. trauma. deteksi penyakit ginjal. dan vesica urinaria  IVP . . kontras bergerak melalui ginjal. ureter. pembesaran prostat.  . dan tumor.PEMERIKSAAN IVP IVP  suatu tipe X-ray yang menvisualisasi ginjal dan ureter setelah injeksi intravena bahan kontras  Setelah injeksi. ureter. dan struktur ginjal.

INDIKASI PEMERIKSAAN       Flank pain Hematuria Frekuensi Disuria Suspected renal calculus Renal tumor .

KONTRAINDIKASI         Alergi terhadap media kontras Pasien yang mempunyai kelainan atau penyakit jantung Pasien dengan riwayat atau dalam serangan jantung Multi myeloma Neonatus Diabetes mellitus tidak terkontrol/parah Pasien yang sedang dalam keadaan kolik Hasil ureum dan creatinin tidak normal .

KONTRAS YANG DIGUNAKAN    Conray (Meglumine iothalamat 60%) Urografin 60 (76 mg%) Urografin 60-70 mg% .

Pada pasien rawat inap dapat diberikan lavement Skin test subkutan.00 malam sebelum pemeriksaan  mendapatkan keadaan dehidrasi ringan Keesokan harinya pasien harus puasa. mengurangi bicara dan merokok (untuk menghindari gangguan udara usus saat pemeriksaan) Pada bayi dan anak diberi minum yang mengandung karbonat untuk mendistensikan lambung dengan gas. .PERSIAPAN        Pemeriksaan ureum kreatinin Malam sebelum pemeriksaan pasien diberi laksansia  membersihkan kolon dari feses yang menutupi daerah ginjal Pasien tidak diberi minum mulai pukul 22.

30. sakit kepala ringan.Menit ke-45 : menilai vesica urinaria .PELAKSANAAN     Pasien diminta mengosongkan kandung kemih Dilakukan foto BNO Injeksi kontras intravena (setelah dicek tekanan darah dan tes alergi). 15. rasa asin dilidah.Menit ke-15 : menilai SPC sampai pada kedua ureter .Menit ke-30 : menilai ureterovesico junction .Menit ke-5 : menilai nefrogram dan mungkin sistema pelvococalices (SPC) . beberapa saat dapat terjadi flushing. gatal. mual/muntah Diambil foto pada menit ke-5. 45 .

memberikan gambaran dan informasi yang jelas  diagnosa dan pengobatan lebih tepat .Relative aman . .Radiasi relative rendah .bersifat invasif. .KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IVP  KELEBIHAN .diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan.

dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv.tidak dapat dilakukan pada wanita hamil.menyebabkan efek alergi pada pasien. . .kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh . sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun . KEKURANGAN .

LAPORAN KASUS  IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. Muslim Umur : 29 tahun Perusahaan : Dinas/Militer Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa asli Agama : Islam .

Sebelumnya pasien bekerja sebagai supir sejak tahun 2004-2008 menyebabkan pasien sering duduk terlalu lama. mual (-). Pasien juga jarang minum air putih dan lebih suka minum minuman suplemen seperti extra joss. BAK lancar namun pasien terkadang merasa sakit saat BAK. Nyeri semakin parah jika digunakan untuk tidur terlentang. Sudah pernah dibawa berobat ke dokter spesialis dalam dan didiagnosis menderita batu ginjal. Pasien juga kadang-kadang merasakan nyeri di daerah suprasimpisis. sehingga pasien datang ke RST. 1 tahun yang lalu pasien pernah merasakan sakit seperti ini. BAB pasien lancar. pasien masih dapat melakukan aktivitas seperti biasanya hanya tidak bisa maksimal. Bila nyeri timbul. Nyeri muncul biasanya saat bangun tidur atau bila berdiri lama. namun nyeri yang dirasakan tidak sakit sekali seperti sekarang. BAK berwarna seperti teh (-). Oleh dokter pasien diberi obat selama 15 hari namun tidak ada perbaikan. Nyeri dirasakan hilang timbul. Nyeri agak berkurang bila digunakan untuk membungkuk atau tidur tengkurap. demam (-). pasien juga merasa sering sekali BAK. Nyeri seperti ditusuk-tusuk. ANAMNESIS Keluhan utama  Nyeri di pinggang kanan Riwayat Penyakit Sekarang  Pasien datang dengan keluhan nyeri di pinggang kanan terasa seperti ada yang mengganjal sejak 2 minggu ini. muntah (-). . terasa panas pada pinggang kanan dan tidak menjalar. dan tidak dapat menahannya. BAK keluar darah (-).

   Riwayat Keluarga Keluarga tidak ada yang menderita sakit seperti ini Riwayat penyakit batu ginjal disangkal Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit hipertensi disangkal Riwayat penyakit diabetes mellitus disangkal Riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya disangkal Riwayat penyakit menular seksual disangkal Riwayat Sosial Ekonomi/Pekerjaan Pasien sekarang bekerja sebagai seorang tentara. Tinggal dengan istri dan anak-anaknya .

    PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : baik Kesadaran : composmentis Tanda-tanda vital : Tekanan darah : 120/90 mmHg Nadi : 85 x/menit Frekuensi napas : 25 x/ menit Suhu : afebris .

sclera ikterik (-) Hidung : secret (-) Telinga : discharge (-). simetris palpasi : perkusi : auskultasi : simetris. simetris Leher : simetris. tidak ada retraksi dingding pergerakan dada kanan dan kiri stream fremitus kanan=kiri sonor di kedua lapang paru : vesikuler di kedua lapang paru . Status Internus Kulit : normoturgor Muka : simetris Mata : konjungtiva anemis (-). KGB tidak membesar Dada  paru-paru o o o o inspeksi dada.

2 cm kearah medial auskultasi : suara reguler .4 linea parasternalis sinistra apex cordis : ICS 5 linea midclavisularis sinistra. jantung inspeksi palpasi perkusi dextra : iktus cordis tidak tampak : iktus cordis tidak kuat angkat : batas atas : ICS 2 linea parasternalis dan sinistra batas pinggang jantung : ICS 3.

regio hipogastrica. Abdomen Inspeksi : datar Auskultasi : suara peristaltic (+) normal Palpasi : supel. nyeri ketok ginjal (+) Perkusi : timpani Ekstremitas : oedem (-)  . nyeri tekan didaerah pinggang kanan (+). nyeri tekan di daerah suprasimpisis.

batu (-) Lien  tidak membesar. echostruktur hyperechoic.C. P.S melebar ringan. permukaan rata. PEMERIKSAAN PENUNJANG USG tanggal 28 Januari 2011: Hepar  membesar. system porta dan bilier tidak melebar. P. nodul (-) Kesan  hepatomegalia dengan fatty liver Hydronefrosis dextra ringan Cystitis .C. batu (-) Vesica Urinaria  mucosa menebal. nodul (-). diameter 11. homogen. batu (-) Renal Sinistra  bentuk normal. Vesica fellea  tidak tampak kelainan Pancreas  tidak tampak kelainan Renal Dextra  bentuk normal.S tidak melebar.8 cm.

 BNO-IVP tanggal 31 Januari 2011 BNO  tidak tampak gambaran batu opaque IVU/IVP  system kalises kanan floating Pelvis renalis kanan samar-samar sedikit melebar Ureter kanan tidak jelas pelebaran Pelvis renalis kiri tidak jelas pelebaran Ureter kiri setinggi vertebra lumbalis 5 sedikit melebar Vesica urinaria dinding tidak rata Faal pengosongan baik Kesan  parsial hydronefrosis kanan oleh karena sumbatan pada ureter kanan Urinarius tract infection .

FOTO BNO FOTO IVP  5 MENIT .

FOTO IVP  15 MENIT FOTO IVP  30 MENIT .

FOTO IVP  45 MENIT .

2 mg/dl .500 sel/mm3 45.7 % 458.000 sel/mm3 21 mg/dl 1.1 gr% 11. LABORATORIUM HEMATOLOGI  Hemoglobin :  Leukosit :  Hematokrit :  Trombosit : KIMIA DARAH  Ureum :  Kreatinin : 15.

flumekuin.  DIAGNOSIS Hydronefrosis dextra Urinarius tract infection (cystitis) TERAPI . trimetoprim . asam aksolinat. sefalosporin oral. siprofloksasin 500 mg sekali sehari. nitrofurantoin. . asam pipemidat. kotrimiksazol 3 tablet forte sekali sehari. amoksilin + asam klavulanat.Pengobatan 3 hari lomefloksasin per oral 400 mg per hari selama 3 hari.Pengobatan 5 hari asam nalidiksat. fosfomisintrometamol 3 gr skali sehari .Pengobatan dosis tunggal pefloksasin 800 mg sekali sehari. enoksasin.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful