Policy Brief Edisi 4

PERSPEKTIF: Pendidikan Karakter Menuju Bangsa Unggul

EDISI 4 JULI \ 2011

untuk Membangun Karakter Bangsa

Pendidikan Karakter

4

Pendidikan Karakter untuk Membangun Karakter Bangsa

FOTO: 2.BP.BLOGSPOT.COM

Susunan Redaksi
PENASIHAT: Direktur Jenderal Pendidikan Dasar PENGARAH: Sesditjen Dikdas NARA SUMBER: Direktur di Lingkungan Dikdas PEMIMPIN REDAKSI/REDAKTUR PELAKSANA: Nono Adya.S DEWAN REDAKSI: Nono Adya S, Supriyatno, Yudistira, Johan Achmady. ALAMAT REDAKSI: Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Gd. E Lantai 5 Direktorat, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. DIPUBLIKASIKAN OLEH: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemdiknas Jakarta http://dikdas.kemdiknas.go.id

Karakter Menentukan 20 Pendidikan Masa Depan Bangsa

24

PENDIDIKAN KARAKTER Tanggung Jawab Bersama Sekolah dan Masyarakat

membangun karakter individu di sekolah-sekolah pada gilirannya juga akan menentukan karakter bangsa di masa depan. Selamat membaca! Dirjen Pendidikan Dasar Kemdiknas Prof. nasionalis. Oleh karena itu. Era kebangkitan bangsa-bangsa di abad ke-20 merupakan bukti bahwa perjuangan yang seberatberatnya akan ditempuh guna meraih predikat sebagai bangsa yang merdeka lepas dari segala bentuk penjajahan dan ketergantungan. Kita tentu sama-sama tahu bahwa banyak SDA dan SDM kita yang terbang ke luar negeri. kemerdekaan yang diraih dengan perjuangan yang menelan korban jiwa dan harta benda yang tak ternilai merupakan suatu kebanggaan yang tak terperi. Pendidikan karakter bertujuan memunculkan semangat Pancasila tersebut di dalam diri tiaptiap individu bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia dengan falsafah Pancasila-nya harus dapat berdiri tegak di antara bangsa-bangsa lainnya. karakter. amanah. Ph. maka kita berani menatap masa depan Indonesia dengan lebih optimis. Menjawab tantangan di era global. Oleh karena itu. Melalui landasan fitrah Ilahi di dalam diri manusia Indonesia yang mewujud dalam jati diri. . Pendidikan ini berisi pembiasaan hidup taqwa. Tidak satu pun orang yang menginginkan bangsanya terpuruk. Tema ini diangkat untuk mengingatkan kita bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara karakter individu dan karakter bangsanya. dan beretos kerja tinggi. Sedangkan tenaga-tenaga ahli (SDM) kita banyak yang memilih untuk berkarir di luar negeri karena merasa memperoleh kesejahteraan yang jauh lebih tinggi.D. dan perilaku. Suyanto. Bagi Indonesia. maka jati diri kebangsaan menjadi poin penting yang menentukan identitas bangsa. Policy Brief kali ini mengangkat dua tema pendidikan karakter.policybrief conten pengantar DIRJEN DIKDAS S udah menjadi cita-cita setiap bangsa untuk menjadi bangsa yang unggul di antara bangsa-bangsa lainnya. yaitu tentang pendidikan karakter untuk membangun karakter bangsa dan penerapan pendidikan karakter di sekolahsekolah. Mudah-mudahan edisi kali ini dapat memberikan wawasan dan pencerahan bagi pembaca. Di sinilah terletak pentingnya pendidikan karakter. kritis. perasaan sedih dan prihatin yang mendalam sangat terasa bilamana melihat hasil perjuangan tersebut ternyata belum sepenuhnya mencapai apa yang dicita-citakan. Program pendidikan karakter tidak hanya meluluskan manusiamanusia Indonesia yang memiliki skill teknis yang tinggi tetapi juga hati nurani dan nasionalisme yang sama tingginya pula. jujur. Kita lebih sering menjual SDA dalam bentuk bahan mentah yang murah harganya. Pendidikan karakter didasarkan pada pembiasaan dan contoh mulia yang diberikan para guru terhadap murid-muridnya.

faktor inovasi dan kreativitas ternyata menempati posisi yang sangat penting bagi keunggulan suatu negara. jelas bahwa kemudinya adalah Pancasila yang merupakan falsafah bangsa. dunia usaha. dan media massa.blogspot. 20% faktor teknologi. masyarakat sipil. fenomena keseharian kita menunjukkan bahwa perilaku masyarakat belum sejalan dengan karakter bangsa yang dijiwai oleh falsafah Pancasila. Melihat permasalahan tersebut. Pembangunan Karakter Bangsa Tujuan dari pembangunan karakter adalah untuk mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. memperbaiki perilaku yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik. berpikiran baik. masyarakat politik.bp. Kondisi ini menyebabkan munculnya keinginan pemerintah dan berbagai kalangan masyarakat untuk merevitalisasi peran Pancasila dalam membangun karakter bangsa. satuan pendidikan. dan berperilaku baik. HAM. 4 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . and Compatibility). Bila ditarik secara lebih mendasar maka faktor inovasi dan kreativiats ini berhubungan erat dengan karakter suatu bangsa sebab hanya bangsa yang berkarakter mampu memiliki kreativitas dan menciptakan inovasi-inovasi penting bagi peradaban. Nano-teknologi). dan 10% sumber daya alam. Intangable. dan multikulturalisme. gender. Conectivity. Ruang lingkup pembangunan karakter ini mencakup keluarga. ketergantungan Iptek (ICT.REDAKSI Pendidikan Karakter untuk Membangun Karakter Bangsa H asil evaluasi Bank Dunia (1995) di 150 negara tentang faktor penentu keunggulan suatu negara menyatakan bahwa 45% keunggulan ditentukan oleh faktor inovasi dan kreativitas. 2. sisanya 25% oleh faktor jaringan (networking). Namun. Bio-teknologi. Ia ibarat kemudi dalam wahana berbangsa dan bernegara. Pembangunan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berbaik hati. serta menyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. isu demokratisasi. gelombang perubahan era global di abad ke21 telah memunculkan fenomena perdagangan bebas. Karakter bangsa merupakan pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.com Bagi bangsa Indonesia. pemerintah. lingkungan hidup. kehidupan global (Speed. Sementara itu.

menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab. Fitrah Ilahi inilah yang seharusnya membentuk jati diri ketika dalam prosesnya berinteraksi dengan lingkungan membentuk karakter yang akhirnya berwujud perilaku keseharian. amanah.Konsep Karakter Bangsa SOROTAN I Fitrah Ilahi manusia adalah baik. karakter yang unggul dari tiap-tiap pribadi akan membentuk karakter masyarakat yang pada akhirnya akan membentuk karakter bangsa. Padanan dalam Islam dapat dirujuk pada sifat sidiq. dan fathonah. Sementara itu. Manusia telah dilengkapi oleh akal pikiran dan hati nurani oleh Tuhan YME untuk digunakan dalam menebar kebaikan di muka bumi. 5 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . Sedangkan bila dikaitkan dengan sifat sosiologis manusia dapat dipadankan dengan istilah believer. thinker. tabligh. serta mengedepankan keadilan dan kesejahteraan rakyat. menjunjung tinggi demokrasi dan HAM. mengedepankan persatuan Indonesia. doer. dan networker. Pembangunan karakter bangsa berlandaskan Pancasila sehingga didasarkan kepada Ketuhanan YME.

olah pikir. tempat kerja. olah raga. pembudayaan berupa pembinaan dan penguatan perilaku berkarakter dengan penanaman nilai-nilai kehidupan agar menjadi budaya. kerjasama yang sinergis antara semua pemangku kepentingan. dan olah rasa/karsa. informal (rumah. ormas. pemberdayaan.) agar dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter. dsb. Inilah landasan dari program pendidikan karakter bagi generasi muda bangsa yang tengah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). pendidikan formal. Konsep dan strategi pembangunan karakter tersebut bila diimplementasikan dalam proses pendidikan dapat dilakukan melalui olah hati. pemberdayaan dengan memberdayakan semua pemangku kepentingan (orang tua. kerjasama yang sinergis antara semua pemangku kepentingan. metoda intervensi regulasi serta pelatihan dan habituasi (pembiasaan). SOROTAN I Strategi pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan cara sosialisasi (media cetak dan elektronik perlu berperanserta dalam sosialisasi). 6 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 ‘‘ . pembudayaan.Strategi pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan cara sosialisasi berupa penyadaran semua pemangku kepentingan akan pentingnya karakter bangsa (media cetak dan elektronik perlu berperanserta dalam sosialisasi). nonformal dan informal. sekolah. dan masyarakat). metoda intervensi regulasi serta pelatihan dan habituasi (pembiasaan). pendidikan di ranah formal (sekolah). nonformal (kursus).

masyarakat. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Orang sering terjebak. mandiri. Sementara itu. karya Donald Kennedy. ‘‘ SOROTAN I . berakhlak mulia.to publish. cakap. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. and then do what they believe to be right. care deeply about what is right. Sedangkan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa..Pendidikan Karakter Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.to publish. pengendalian diri. konsep pendidikan karakter dapat dijabarkan sebagai Character education is the deliberate effort to help people understand. akhlak mulia. care about.D. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. karya Donald Kennedy. even in the face of pressure from without and temptation from within (David Elkind & Freddy Sweet. 1999) adalah to teach. 7 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 Beberapa fungsi pendidikan (diadopsi dari Academic Duty. kreatif. 2011). kepribadian.to reach beyond the wall. Yang mau dibangun adalah karakter-budaya yang menumbuhkan kepenasaranan intelektual (intellectual curiosity) sebagai modal untuk mengembangkan kreativitas dan daya inovatif yang dijiwai dengan nilai kejujuran dan dibingkai dengan kesopanan dan kesantunan.to inform.to inform. it is clear that we want them to be able to judge what is right.to change.to tell the truth. bangsa dan negara. dalam arief rachman. Ph. and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children. kecerdasan.dan character building.to tell the truth. Beberapa fungsi pendidikan (diadopsi dari Academic Duty. to mentor. Padahal lebih dari itu. to mentor.to reach beyond the wall. 1999) adalah to teach. 2004. berilmu.dan character building. sehat.to discover.to change. pendidikan karakter itu diterjemahkan hanya sebagai sopan santun.to discover.

berjiwa wirausaha. inovatif. dan mempunyai rasa ingin tahu. kebudayaan. Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal. bergaya hidup sehat. kerja keras. kreatif. inovatif. bertanggung jawab. Sedangkan hubungan manusia dengan bangsa dan negaranya dinilai berdasarkan sikap nasionalisme dan menghargai keberagaman dan pemahaman terhadap budaya dan ekonomi.com 8 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 ‘‘ . mandiri. patuh pada aturan sosial.blogspot. kreatif. bergaya hidup sehat.Karakter adalah perilaku yang dilandasi oleh nilainilai berdasarkan norma agama. menghargai karya orang lain. dan estetika. disiplin. Hubungan manusia dengan Tuhannya dinilai menurut derajat taqwa dan sikap religius. santun dan demokratis. diri sendiri. peduli. berjiwa wirausaha. dan bangsa dan negara. Tahapan Pembentukan Karakter Hubungan manusia dengan diri sendiri dinilai berdasarkan sikap jujur. dan peduli lingkungan sosial dan lingkungan hidup. percaya diri. kerja keras. dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil. bertanggung jawab. hukum/konstitusi. percaya diri. Hubungan manusia dengan diri sendiri dinilai berdasarkan sikap jujur. SOROTAN I 3.bp. Hubungan manusia dengan sesama dan lingkungannya dinilai berdasarkan sikap sadar hak dan kewajiban. Karakter tersebut dinilai menurut hubungan manusia dengan Tuhan. sesama dan lingkungan. mandiri. dan mempunyai rasa ingin tahu. adat istiadat. disiplin.

20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional 9 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . dalam arief rachman (2011). bersih. Ph. jujur. dan suka menolong. dan penyimpangan seksual. dan kearifan lokal. kewirausahaan. sehat. kooperatif. Sumber-sumber nilai karakter tersebut diinternalisasikan pada para siswa melalui berbagai kegiatan di sekolah. serta upaya-upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba/Miras. imaginatif. empati. toleransi. kompetitif. Direktorat PSMP (2010) Donald Kennedy (1999) Academic Duty. UKS. Referensi David Elkind & Freddy Sweet.Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Bidang Pendidikan SOROTAN I Sumber-sumber nilai karakter berasal dari agama. leadership. rokok. OSIS. amanah. percaya diri. Pancasila. NKRI. adaptif. fathonah. PMR. tabligh. tata krama dan tata tertib. Hasil evaluasi Bank Dunia (1995) Kemdiknas (2010) Grand Design Pendidikan Karakter. sidiq. kreatif. UUD 1945. UU No. simpati. di antaranya MOS. kepramukaan. pendidikan berwawasan kebangsaan. (2004). disiplin.D. Hasil yang diharapkan adalah agar para generasi muda ini dapat berkarakter innovatif. upacara bendera. peduli.

dan perubahan pendekatan terhadap murid dari tekanan (tuntutan) menjadi dorongan (motivasi). covert rather than overt. Perubahan paradigma pendidikan dari pengajaran tradisional (traditional learning) menuju pengajaran baru (new learning) dapat ditangkap pada perubahan fokus pendidikan dari guru kepada murid. affected by individual differences among learners. Proses belajar-mengajar yang efektif tersebut hanya dapat dilakukan oleh para guru yang profesional. keimanan. (2) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. (5) memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. dan influenced by variety of context. banyak model pendidikan yang seharusnya dirombak. (8) memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. intangible. speed. (7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Prinsip-prinsip profesionalisme guru (berdasarkan UU Guru dan Dosen) dapat ditilik dari 9 poin berikut: (1) memiliki bakat. single media menjadi multimedia. perolehan pengetahuan tidak hanya dari pengajaran tetapi lebih pada pengalaman. ketakwaan. panggilan jiwa dan idealisme. kerja individu menjadi kerja kelompok. (3) memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya. Hal ini tidak lepas dari ciri perkembangan teknologi dewasa ini yang mengandalkan kekuatan connectivity. 10 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . dan ahlak mulia. (4) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya. minat. Mortimore (1991) memberikan panduan ciriciri proses belajar efektif adalah sebagai berikut: active rather than passive.Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah-sekolah M SOROTAN I emasuki abad ke-21. complex rather than simple. monolog menjadi dialog. dan compatibility. (6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. Kondisi ini menuntut kesiapan para guru untuk menyiapkan diri dalam proses pendidikan sepanjang hayat (long life education) untuk diri mereka sendiri. (9) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalannya.

dan membuat setiap pekerjaan menjadi hal yang menarik bagi orang-orang yang dipimpinnya.SOROTAN I Karakteristik Guru Efektif Karakteristik guru efektif adalah memiliki kemampuan yang terkait dengan iklim kelas. memunculkan semangat. Davis Seorang guru yang berkarakter pemimpin transformasional akan bertindak sebagai seorang pengarah yang sangat mempertimbangkan prinsip kerjasama. kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan (reinforcement). menumbuhkan kepercayaan. 11 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 ‘‘ . dan kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri (Gary A. kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen.

dan Margareth A. memunculkan semangat. (6) memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit. Pendidikan Karakter di Sekolah Hasil informasi dari berbagai Sarasehan Nasional Pendidikan Karakter yang diselenggarakan di banyak wilayah menyatakan bahwa sudah cukup banyak sekolah yang berhasil mengembangkan pendidikan karakter dengan berbagai cara. Seorang guru yang berkarakter pemimpin transformasional akan bertindak sebagai seorang pengarah yang sangat mempertimbangkan prinsip kerjasama. konsistensi pelaksanaan. dan jenis satuan pendidikan. dan tidak menentu. tidak jelas. Masing-masing sekolah memang punya ciri penekanan yang berbeda. Sebagai upaya untuk meningkatkan keselarasan dan mutu pendidikan karakter. (4) bertindak atas dasar sistem nilai (bukan atas dasar kepentingan individu. Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design  pendidikan karakter untuk setiap jalur. (5) meningkatkan kemampuan secara terus. (7) memiliki visi ke depan. dan tidak memerlukan sarana istimewa.  jenjang. namun semua sekolah punya kemiripan cara yaitu pendidikan karakter melalui pembiasaan kehidupan keseharian di sekolah dengan keteladanan guru dan disertai penanaman nilai-nilai kemuliaan hidup. atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya). SOROTAN I 12 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . 1989). terdapat 7 karakter kepemimpinan guru transformasional (Luthans. Yang pasti Pendidikan Karakter memerlukan keteladanan dari pimpinan dan guru. (3) memercayai orang lain. menumbuhkan kepercayaan.  Grand design  menjadi rujukan  konseptual  dan operasional pengembangan. 1995): (1) mengidentifikasikan dirinya sebagai agen perubahan (pembaruan). (2) memiliki sifat pemberani. Thomas. dan membuat setiap pekerjaan menjadi hal yang menarik bagi orangorang yang dipimpinnya. Setidaknya. Karakteristik tersebut pada gilirannya akan memberikan seorang guru kekuatan untuk menjadi pemimpin yang berkarakter transformasional bagi para murid-muridnya. pelaksanaan. sandaran nilai-nilai kemuliaan hidup sebagai acuan karakter.menerus sepanjang hayatnya.

Yang pasti Pendidikan Karakter memerlukan keteladanan dari pimpinan dan guru. 13 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 ‘‘ SOROTAN I . olah hati. dan terintegrasi dengan setiap kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka. pecinta alam. dan tidak memerlukan sarana istimewa. praktek keseharian di sekolah. Pendidikan karakter harus masuk dalam setiap aspek kegiatan belajar-mengajar di ruang kelas. Semua aspek pendidikan mulai dari ruang kelas hingga lingkungan tempat tinggal harus tetap berkesinambungan dalam menjaga nilai-nilai pendidikan karakter. Olah pikir dan olah hati yang mencakup proses intrapersonal merupakan landasan untuk mewujudkan proses interpersonal berupa olah raga dan olah rasa/karsa. olah raga. dan olah rasa/karsa merupakan aspek penting dari pendidikan karakter. dan karya tulis ilmiah. Keselarasan dan kesatuan (holistis) antara olah pikir. olah raga. sandaran nilainilai kemuliaan hidup sebagai acuan karakter. Guru dapat mentransformasikan logika berpikir dan laku spiritual kepada para murid dibarengi dengan pengawasan terhadap tingkah laku (amanah) dan jaringan sosial (tabligh) yang tengah dilakoni oleh mereka. palang merah. konsistensi pelaksanaan.dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Setelah itu setiap siswa diharapkan mampu menerapkannya di rumah dan lingkungan sekitarnya.

dan olah rasa/karsa. Kurikulum ini memadukan semua aspek dari olah pikir. olah hati mencakup jujur dan bertanggung jawab.SOROTAN I Secara ringkas. olah hati. 14 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . olah raga dapat berwujud sikap disiplin dan cinta kebersihan. serta olah rasa/ karsa mencakup sikap peduli dan suka menolong. olah raga. Daftar yang lebih lengkap dari keempat komponen pendidikan karakter ini dapat diamati pada gambar di bawah ini: Pengembangan pendidikan karakter dapat menggunakan kurikulum berkarakter atau “Kurikulum Holistis Berbasis Karakter” (Characterbased Integrated Curriculum) yang merupakan kurikulum terpadu dan menyentuh semua aspek kebutuhan para siswa. olah pikir mencakup unsur cerdas dan kreatif.

7th Ed. McGraw-Hill International Edition.2. pengembangan karakter dan persepsi motorik juga dapat tersusun dengan baik apabila materi ajarnya dirancang melalui pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh (holistis). F. 15 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. ISTE National Education Technology Standards for Teachers (USA). (1991) School Effectiveness Research: Which way at the Crossroads?. (1995) Organizational Behavior. pp. dan guru yang melaksanakannya memiliki pemahaman konsep pembelajaran terpadu dengan baik. Luthans. Davis dan Margareth A.. bereksplorasi. Mortimore P. dekat dengan diri para siswa. Kemdiknas (2010) Grand Design Pendidikan Karakter. 213-229. dan berbagi gagasan. UU No. No. Para siswa diberdayakan sebagai pembelajar dan diarahkan agar mampu mengejar kebutuhan belajar mereka melalui tema-tema yang telah dirancang. dimana para siswa dilibatkan dalam merencanakan. Vol. Selain itu juga diperlukan kreativitas dan sumber bahan yang kaya serta pengalaman guru dalam membuat modelmodel yang tematis juga sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. 3.SOROTAN I Bidang-bidang pengembangan yang ada di sekolah yang tercakup dalam konsep pendidikan kecakapan hidup personal dan sosial. Pembelajaran holistis berlandaskan pada pendekatan inquiry. Para siswa diarahkan untuk berkolaborasi bersama teman-temannya dan belajar dengan cara mereka sendiri. pengembangan berpikir/kognitif. Referensi • • • • • • Gary A. School Effectiveness and School Improvement.  natural. Thomas (1989) Effective Schools and Effective Teachers. Sebuah model pembelajaran holistis hanya dapat dilaksanakan dengan baik apabila pembelajaran yang dilakukan alami.

SOROTAN II Pendidikan Karakter: Tanggung Jawab Bersama Sekolah dan Masyarakat Pendidikan karakter merupakan bagian dari upaya pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.blogspot. tidak kalah dengan pembangunan di bidang lain.com . pendidikan karakter diharapkan menghasilkan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan penanaman nilai-nilai ini diharapkan terwujud kehidupan sosial yang harmonisasi. 16 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 2. Pembangunan SDM merupakan hal yang sangat penting. Kemajuan dan perkembangan pembangunan akan berjalan timpang bahkan dapat menimbulkan masalah bila tidak didukung dengan SDM yang berkualitas dan berkarakter. serta untuk mencegah munculnya ideologi radikalisme. Pendidikan karakter diarahkan pada penanaman nilai. Secara politis.bp.

Kepintaran hanya SOROTAN II kkg2wonosalam. keberhasilan pembinaan karakter dapat mendorong lahirnya sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas yang pada gilirannya dapat mendongkrak tingkat kompetitif negara.com 17 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . Tranfer berkaitkan dengan kapasitas intelektual. Mana mungkin seseorang akan berhasil di dalam kehidupan jika setiap berkomunikasi selalu menyakiti orang lain? Maka dari itu. teknologi juga berkembang dan era global juga terbuka. Semua aspek ini akan sangat menunjang kesukseskan siswa kelak di masa mendatang. mempunyai empati dan simpati. siswa juga belajar dari perubahan-perubahan itu. kedisiplinan.files.wordpress.Pendidikan karakter juga berorientasi kepada kemajuan kompetitif. bermodal kepandaian intelektual saja tidak cukup. untuk menggapai sukses. seyogyanya siswa diarahkan memiliki karakter yang abadi dan universal seperti kejujuran. Sementara dalam perspektif pendidikan. Maka dalam setiap proses pendidikan karakter diharapkan terjadi transfer ilmu dan perubahan perilaku hingga menghasilkan kompentensi dan kreativitas sesuai harapan. yaitu transfer dan transform. Kombinasi dari transfer pengetahuan dan transform perilaku ini menghasilkan kompetensi dan kreativitas. Zaman telah berubah. Dalam konteks pendidikan karakter. Dalam perspektif ekonomi. menghargai pluralisme. Tanamkan Karakter Universal Karakter ada yang bersifat universal dan abadi. sehingga menghasilkan kepandaian bagi peserta didik. sebuah proses pendidikan dianggap menghadirkan dua hal. seperti nilai kejujuran dan disiplin tetapi ada juga karakter yang mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan transform mengandung dimensi perubahan perilaku.

kemudian berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. kita perlu terus-menerus berupaya mencari metodologi dan strategi agar karakter bisa masuk dan tertanam kuat dalam kepribadian anak-anak. Pastinya pendidikan karakter tidak bisa diselesaikan oleh Kemdiknas sendiri. kita perlu terusmenerus berupaya mencari metodologi dan strategi agar karakter bisa masuk dan tertanam kuat dalam kepribadian anak-anak. Ranah ketiga ditautkan dengan kegiatan ektrakuriluler semisal pramuka. selebihnya. Pertama. olahraga. Ranah keempat. Pendidikan karakter yang baik adalah yang konsisten dan tidak kontradiktif. Pendidikan karakter yang baik adalah yang konsisten dan tidak kontradiktif. banyak orang yang tahu tetapi tetap melanggar. dan karya tulis di sekolah. Dalam upaya merevitalisasi dan meningkatkan efektivitas pendidikan karakter. Jangan sampai seperti yang jamak terjadi selama ini. Anak-anak mengetahui. Oleh karena itu Kemdiknas terbuka terhadap masukan dan saran dari berbagai kalangan masyarakat. sebab ini proyek super besar karena berkait dengan persoalan bangsa.SOROTAN II berkontribusi 20 persen dari keberhasilan seseorang. 80 persen amat ditentukan oleh sederet potensi-potensi yang berkait dengan karakter. pendidikan 18 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 ‘‘ . memadukan pendidikan karakter dengan aktivitas ko-kurikuler yaitu kegiatan belajar di luar kelas yang terkait langsung pada suatu materi dari suatu mata pelajaran. Ranah kedua. memahami. memercayai. termasuk para dokter. pengembangan karakter melalui kegiatan belajar di dalam kelas. Sinergi Sekolah dan Masyarakat Secara umum kegiatan pendidikan karakter dapat dilaksanakan dalam empat ranah. banyak orang tahu bahwa merokok itu tidak sehat tetapi tetap mengisapnya.

Namun harus diakui hingga kini sekolah pada umumnya masih dominan menggarap pendidikan karakter di lingkungan kelas dan seputar halaman sekolah. kegiatan ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler. Pendidikan karakter setidaknya dapat dilaksanakan melalui dua cara yaitu melalui proses intervensi dan pembiasaan (habituasi). olah raga. Inilah proses pembudayaan dan pemberdayaan nilai yang dikembangkan secara sistemik.Tantangan ke depannya adalah bagaimana kegiatan pendidikan karakter yang sudah mulai intensif dilaksanakan di sekolah-sekolah itu. di rumah. Sementara itu. olah pikir. dan dinamis. Siswa juga didorong untuk menjadikan perangkat nilai yang telah diinternalisasi dan dipersonalisasi melalui proses olah hati. kerja keras. guru sebagai pendidik yang mencerdaskan dan mendewasakan dan sekaligus sebagai sosok panutan. dan proses panjang untuk mewujudkannya. Tantangan kita adalah mengolah pendidikan karakter ini agar masuk ke sanubari anakanak sehingga mereka menjunjung tinggi dan menerapkan empat pilar bangsa. holistik. dan di lingkungan masyarakatnya membiasakan diri berperilaku sesuai nilai yang diharapkan. selain dikembangkan di dalam kelas harus dikembangkan melalui budaya sekolah. serta dalam kegiatan keseharian di rumah. lewat proses pembiasaan diciptakan dan ditumbuhkembangkan aneka situasi dan kondisi yang berisi aneka penguatan yang memungkinkan siswa di sekolah. dan olah rasa dan karsa itu sebagai karakter atau watak. Proses intervensi dikembangkan dan dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan pembentukan karakter dengan menerapkan berbagai kegiatan terstruktur. juga mendapat proses penguatan (reinforcement) dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam proses pembelajaran tersebut 19 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 ‘‘ SOROTAN II . yaitu Pancasila. Sehingga berbagai perilaku yang dikembangkan di sekolah juga menjadi kegiatan keseharian siswa di rumah maupun di lingkungan masyarakat masingmasing. kita sebagai orang tua dan warga bangsa bisa duduk tenang bahkan berbangga. Harapannya. juga mendapat proses penguatan (reinforcement) dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut tentu membutuhkan kesungguhan. Padahal pembudayaan dan pembiasaan karakter. Tantangan ke depannya adalah bagaimana kegiatan pendidikan karakter yang sudah mulai intensif dilaksanakan di sekolah-sekolah itu. Undang-Undang Dasar 1945. karakter melibatkan wali murid dan masyarakat sekitar untuk ikut membangun pembiasaan yang selaras dengan yang dikembangkan di sekolah. manakala menyaksikan tampilnya generasi penerus yang berkarakter kuat dan sanggup menghadapi tantangan zaman mengharumkan nama bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. di masa mendatang.

yaitu SD dan SMP.Menentukan Masa Depan Membangun karakter memang tidak mudah. Sebanyak 268 sekolah dijadikan sebagai pilot project program tersebut. pemerintah memulai pendidikan karakter di sekolah tingkat dasar. Hampir 1 tahun program dijalankan. Awalnya. pemerintah berkeinginan mengembalikan karakter bangsa yang sempat tidak memiliki arah bahkan cenderung hilang. Melalui program pendidikan karakter yang di-launching pertengahan tahun ini. Tapi hal tersebut harus terus digalakkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). bagaimana perkembangan program tersebut. Apakah berhasil menciptakan karakter di dalam diri siswa? Ataukah pendidikan karakter Pendidikan Karakter Bangsa SOROTAN II 20 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 .

Amerika Serikat dalam bidang Social Studies Curricullum and Instruction ini menerangkan. Menerobos lampu lalu lintas. Karakter sering didefinisikan sebagai hal unik yang menjadi unsur pembeda antara bangsa yang satu dengan bangsa lainnya. Jakarta.’’ ujar Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar Prof. Karakter memiliki peran penting dalam menentukan kekuatan dan kemampuan bangsa dalam mencapai tujuan pembangunan. narkoba. lanjut Suyanto. Untuk itu. pendidikan karakter menjadi sangat penting dalam membentuk karakter bangsa. Bagi mantan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) ini. sapaan akrab Suyanto. sekolah sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter malah lebih menekankan dan mementingkan pembelajaran instruksional. ’’Karakter bangsa adalah unsur penting bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa. di ruang kerjanya di Lantai 5 Gedung E Kemdiknas.D. alasan utama mulai digalakkan pendidikan karakter adalah karena mulai lunturnya semangat dan karakter generasi penerus bangsa.D. ”Berbagai fenomena sosial budaya yang sampai saat ini masih terjadi di masyarakat dirasakan sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Semangat dan budaya ‘ketimuran’ seolah-olah hilang karena perkembangan globalisasi. Terlebih. Suyanto Ph. pendidikan karakter bukan satu-satunya tugas Kemdiknas. Sementara pembelajaran yang berbasis pada pemahaman sikap dan nilainilai luhur bangsa mulai ditinggalkan. Peraih Doctor Philosophy (Ph. lanjut pria yang hobi bermain Tenis di setiap akhir pekan ini.hanya sebatas pembuatan kantin kejujuran di sekolah? ’’Pendidikan karakter tidak harus diperdengarkan seperti pilihan tangga lagu. tawuran pelajar. SOROTAN II 21 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . merupakan sebagian contoh perilaku negatif yang masih sering terjadi.’’ tandas pria berkacamata tersebut. tidak mau menghargai orang lain.” tutur Pak Yanto. Kita sudah memprogramkan. Michigan State University. melanggar aturan sekolah.) dari College of Education.

berpola hidup bersih. di lingkungan inilah makna dan nilai-nilai pendidikan karakter diberikan secara luas dan lebih banyak. penilaian berhasil atau tidaknya pendidikan karakter bukanlah hal yang mudah. Keberhasilan SOROTAN II atau kegagalan sebuah bangsa sangat tergantung pada upaya pembinaan dan pengembangan karakter warganya. Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah tata nilai. dalam agama apa pun manusia diajarkan nilai-nilai dan kaidah yang baik. di perpustakaan maupun di kantin. Hanya saja.’’ pungkasnya. sangat sedikit yang mengetahuinya. dan keseriusan dalam menerapkan nilai-nilai kehidupan yang positif dalam kehidupan bermasyarakat. sehingga aspek kognitif bisa terapkan. Selanjutnya. pendidikan karakter dapat diberikan dalam konteks pengetahuan. guru secara terprogram dan tersistematis dapat mendidik anak untuk disiplin. sangat mudah. Sumber-sumber pendidikan karakter juga banyak. Memang tidak mudah membudayakan antre. terang Pak Yanto. dibina. kapan pulang.smplematanglestari.com Pendidikan karakter juga menjadi tugas orang tua.wordpress.’’ ungkap pria yang hobi meng-update status sehari-sehari via Facebook ini. Oleh karena itu tata nilai wajib untuk dibangun. Pendekatan mendidik seperti ini dimasukkan ke berbagai mata pelajaran. ’’Prosesnya melalui pendidikan anak usia dini (PAUD). Yakni. pendidikan karakter sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Pancasila telah teruji selama bertahuntahun dalam membentuk karakter warga negara.’’ Lantas. ’’Tapi semua itu harus dipraktikkan dalam kehidupan. keluarga. Misalnya. Lewat pendidikan formal. Karenanya. dan ditumbuhkembangkan. kemauan. Secara keilmuan anak harus diberitahu pentingnya disiplin. misalnya menjadi aktivitas yang penting untuk membina dan menumbuhkembangkan nilai-nilai pendidikan karakter pada diri peserta didik. dan kapan memberikan PR. dan masyarakat. Bahkan. Diakuinya. Hanya saja. Salah satunya melalui budaya antre. lanjut pria asal Magetan ini. bagaimana mendidik anak untuk membangun karakter? Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menegaskan. warga negara yang memiliki kemampuan. agama. Sebagai dasar negara. Proses pembiasaan harus dilakukan. adalah Pancasila. Pemahaman tentang pentingnya budaya antre harus diberikan di sekolah. ’’Sebagai contoh. Karena sifatnya kualitatif. Kemdiknas menjadi institusi yang paling bertanggung jawab dalam pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter karena nilai-nilai tersebut paling mudah digalakkan melalui proses belajarmengajar secara formal dan itu di bawah tanggung jawab Kemdiknas. Bagi Pak Yanto. Sumber lainnya. kita dapat memberikan pelajaran kepada anak-anak agar tidak nyelonong. Makanya di sekolah ada jadwal kapan masuk. Bisa berupa baik atau buruk. Kegiatan Pramuka maupun Pecinta Alam. Saya paling marah kalau saat antre ada yang nyelonong. penilaian pendidikan karakter harus 22 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . Sebenarnya.files. tata nilai adalah komponen utama dari karakter suatu bangsa. dan berperilaku jujur. maka penilaiannya pun harus kualitatif.

’’ pinta Suyanto. sekolah juga harus menyediakan fasilitas yang memungkinkan nilainilai budaya dan karakter bangsa dapat terus berlangsung. dan budaya sekolah. Ada yang harus makan di meja makan bersama keluarga. atau contoh lainnya yang kontroversial. adalah melalui proses belajar aktif.’’ tegas Pak Yanto. ’’Jika hal tersebut dapat dilakukan dengan baik. Selain itu. guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian (yang kontroversial) untuk memberikan kesempatan bagi peserta didik dalam menyikapi dan menilai persoalan tersebut. Misalnya toilet harus selalu bersih.subjektif dan rasional. ’’Mata pelajaran Bahasa Indonesia bisa menghadirkan bacaan yang syarat pesan moral dan pentingnya kejujuran. Di semua tempat.com 23 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . ”Misalnya peserta didik diminta menilai ataupun menyatakan sikap terhadap upaya menolong pemalas. Tidak mengherankan. ’’Tapi kalau berkhianat di mana-mana dikutuk.mulia. Pak Yanto menyarankan agar guru secara terus-menerus melakukan penilaian dengan model adecdotal record di mana guru diarahkan untuk membuat catatan kecil mengenai perilaku siswa yang dinilainya. pengintegrasian pendidikan karakter juga bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun pengembangan diri. anak-anak harus menyanyangi tanaman. Untuk pengintegrasian pendidikan karakter melalui mata pelajaran. Prinsipnya. melalui muatan lokal. tegasnya. soal kejujuran.’’ tuturnya. Selain melalui mata pelajaran. kepribadian. tidak perlu membuat mata pelajaran baru. Oleh karena itu.” katanya. melalui semua mata pelajaran dan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain harus saling menguatkan. misalnya. Untuk penilaian pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. di Amerika Serikat yang sekuler pun orang jujur sangat disenangi. yang namanya kejujuran itu mempunyai makna yang sama.’’ tegas Suyanto. maka penanaman nilai-nilai pendidikan karakter perlahan-lahan dapat diwujudkan dengan baik. Yang tidak boleh diabaikan dan paling penting. Meskipun demikian terdapat nilai-nilai universal. memberikan bantuan kepada orang kikir (pelit).’’ ujar penggemar aneka batik ini. bagi pria kelahiran 2 Maret 1953 ini. Biologi bisa juga. dan ada juga yang makan di kamar sambil tonton televisi. lanjut Pak Yanto.wordpress. sambung Pak Yanto. Mata pelajaran Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) apalagi. (cdl) SOROTAN II harapan. ada yang makan di sofa. pendidikan karakter harus berkelanjutan. Misalnya. ’’Cara makan di keluarga berbeda-beda. Kalau tebang 1 harus tanam 2. nilai dari pendidikan karakter pun mempunyai relativitas terhadap kultur seseorang. Selain itu. Yang harus dilakukan adalah bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter dicantumkan dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada setiap mata pelajaran dari jenjang pendidikan dasar dan menegah. ’’Sekolah harus mencerminkan bagaimana penghuninya dapat mengimplementasikan pendidikan karakter.

bukan sematamata fisikawi. Ibarat air yang merupakan penyatuan unsur hidrogen dan oksigen (H2O).Dr. Tema Hardiknas-Harkitnas tahun 2011 tersebut adalah “Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa” dengan subtema “Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”. Bambang Indriyanto Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas Pendidikan Karakter Menuju Bangsa Unggul Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sudah digelar pada 20 Mei 2011 lalu. PERSPEKTIF 24 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . Ada benang merah antara pendidikan dan kebangkitan nasional sebagai satu keutuhan. Mengapa Indonesia memerlukan manusia-manusia unggul? Karena kita sebagai bangsa. Seseorang atau suatu bangsa tidak akan dapat bangkit kesadaran nasionalismenya bila tidak ditopang oleh pendidikan yang memadai. Pertanyaan yang muncul. gelaran Hardiknas tersebut dilangsungkan secara bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). di abad ke-21. ingin menjadi negara maju. ke depan kita menginginkan muncul dan berkembangnya manusia-manusia Indonesia yang unggul. Satu kesatuan utuh antara Hardiknas dengan Harkitnas tersebut ditegaskan oleh Mendiknas Mohammad Nuh sebagai satu penyatuan kimiawi. mengapa harus pendidikan karakter? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya menegaskan. Istimewanya.

Keutamaan kita justru terletak pada kemampuan untuk memberi manfaat bagi orang lain. ilmu dan pengetahuan. watak. Kesadaran sebagai makhluk Tuhan akan menumbuhkan rasa saling menghargai dan menyayangi. keunggulan dalam karakter. Penanaman logika ilmiah PERSPEKTIF 25 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . dibentuk. nilai.” pesan Presiden. Tentu juga menumbuhkan sifat jujur karena Tuhan Maha Mengetahui. tetapi juga moral. Kedua jenis keunggulan manusia itu dapat dibangun. kita tidak bisa berbohong. Kedua. menumbuhkan kesadaran kita sebagai sesama makhluk Tuhan. termasuk memuliakan orang lain. maka dirumuskanlah program pendidikan karakter yang terpadu dengan semangat kebangsaan. “Sasaran pendidikan bukan hanya kecerdasan. Guna memenuhi harapan tersebut. Karakter ini sangat ditentukan oleh keingintahuan (kuriositas) intelektual. pertama. keunggulan dalam pemikiran.Presiden SBY. Selain itu. Pendidikan karakter merupakan jawaban yang utuh dari berbagai kegelisahan dan keterpurukan yang masih mencengkeram bangsa Indonesia. inilah karakter. Sebagai sesama makhluk. unggul dan mulia. Ada tiga lapis (layer) pendidikan karakter yang hendak dikembangkan yaitu. dan dikembangkan melalui pendidikan. perilaku. mengatakan ada dua keunggulan manusia (human excellent): pertama. mental dan kepribadian yang tangguh. membangun dan menumbuhkan karakter keilmuan. semangat religiositas juga sangat mendesak untuk dikembangkan demi terciptanya suasana damai dan saling menyayangi antarsesama makhluk Tuhan di muka bumi. budi pekerti. seolah-olah merasa dirinya yang paling benar. mengutip Aristoteles. dan kedua. tidak pantas kalau kita itu sombong.

Tunas-tunas ini harus tumbuh di ladang pendidikan karakter sehingga akan muncul sebagai pohon-pohon unggul yang menjulang tinggi di langit-langit dunia. Kecintaan dan kebanggaan yang besar akan memacu semangat setiap warga bangsa untuk berprestasi setinggitingginya mengharumkan nama bangsa. semua itu harus dimulai dari sekarang. Melalui jalur pendidikan. Dalam kerangka berpikir ilmiah.sejak dari pendidikan usia dini menjadi langkah penting untuk dilakukan. Para warga bangsa yang saat ini tengah mengenyam pendidikan dasar merupakan tunas-tunas harapan bangsa 25 tahun kelak. Bhineka Tunggal Ika. dan produktivitas yang sangat menentukan daya saing bangsa. Pendidikan harus mampu menginternalisasikan keempat pilar kebangsaan (Pancasila. Pemahaman akan sejarah dan falsafah keempat pilar tersebut menjadi sangat penting guna menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. UUD 1945. Tidak dapat ditunda lagi. dan NKRI) ke dalam diri pendidik dan peserta didik. kemampuan mengelola jaringan berupa sikap memuliakan sesama makhluk Tuhan. PERSPEKTIF 26 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 . baik formal maupun nonformal. Dan yang ketiga. Kreativitas dan inovasi yang dibarengi dengan kemampuan mengelola jaringan merupakan kunci dari keunggulan suatu bangsa. kreativitas dan inovasi dihargai sangat tinggi melebihi sumber daya alam. dan kecintaan serta bangga terhadap bangsanya dilaksanakan dengan harmonis dan konsisten. Dari sinilah akan muncul kreativitas. Di era global saat ini. Sikap religius yang tumbuh di lapisan pertama hendaknya dibarengi dengan laku intelektual yang penuh rasa keingintahuan (intellectual curiosity) dan rasa bangga dan cinta yang besar terhadap bangsa dan negara Indonesia. pendidikan harus mampu menumbuhkan karakter yang mencintai dan bangga sebagai bangsa Indonesia. segala sesuatu harus diuji coba sebelum menjadi kesimpulan. Ketiga lapisan pendidikan karakter ini merupakan satu kesatuan (holistis) yang tidak dapat dipisahpisahkan. Keselarasan dari ketiga lapisan ini merupakan jaminan akan masa depan bangsa yang lebih baik. inovasi. ketiga layer pendidikan karakter tersebut harus diterapkan di sekolahsekolah. Situasi ini hanya dapat terwujud bila ketiga lapis pendidikan karakter yaitu kreativitas dan inovasi dalam bidang keilmuan. Program Pendidikan Karakter merupakan tumpuan untuk menjamin perpaduan dari ketiga lapisan di atas dapat berjalan selaras dengan zaman.

“Karakter memang sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan” PERSPEKTIF 27 POLICY BRIEF / E D I S I 4 / 2 0 1 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful