INTOKSIKASI BAHAN KIMIA

Intoksikasi bahan kimia adalah suatu kondisi keracunan akibat masuknya bahan kimia tertentu ke dalam tubuh yang menyebabkan timbulnya kelainan pada tubuh. Intoksikasi obat dapat timbul akut atau kronis. Dapat terjadi akibat bunuh dini ( tentamen suicide ) atau pembunuhan ( homicide ), maupun kecelakaan tidak sengaja ( accidental ). Pada orang dewasa keracunan obat umumnya akibat usaha bunuh diri, kebanyakan dilakukan oleh wanita muda ( usia 10 – 30 tahun ). Sedang pada anak-anak kebanyakan karena kecelakaan Etiologi Penyebab terbanyak adalah insectisida fospat organik ( IFO ), sedativa- hipnotika dan analgetika, minyak tanah , bahan korosif, dan pestisida lain ( hido karbon clorin dan racun tikus ) Prosedur Penatalaksanaan Diagnosa tidak selamanya mudah. Harus selalu dipikirkan pada setiap penderita yang sebelumnya tampak sehat, mendadak timbul gejala-gejala koma, kejang-kejang, shock, cyanosis, psikosis akut, GGA, atau gagal hati akut tanpa diketahui penyebabnya

1. Anamnesa Biasanya hetero anamnesa karena penderita biasanya tidak sadar atau malu berterus terang Usahakan mendapatkan : • Nama bahan • Jumlah bahan • Saat penderita minum obat • Cari bekas-bekas bungkus/kemasan obat (bahan kimia) • Tempat / botol obat • Resep terakhir • Surat-surat yang baru saja ditulis Tanyakan apakah ada :
 

Riwayat perselisihan dengan keluarga, teman dekat , teman sekantor Masalah ekonomi yang berat

2. Pemeriksaan fisik • Ukur tekanan darah • Nadi • Suhu • Frekwensi pernafasan • Tentukan tingkat kesadaran Sifat gangguan kesadaran penderita Koma yang tenang biasanya akibat golongan sedativa- hipnotika

insectisida golongan hidrokarbon chlorin Perlu diperhatikan adanya : • Luka. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin biasanya tidak banyak membantu Pemeriksaan toksikologi Penting untuk kepastian diagnosa terutama untuk keperluan visum et repertum     Bahan diambil dari Muntahan penderita atau dari kumbah lambung yang pertama sekitar 100 ml Urine sebanyak 100 ml Darah tanpa anti koagulan sebanyak 10 ml Sisa bahan kima atau sisa obat yang diduga menjadi penyebab keracunan Penatalaksanaan 1.luka di sekitar mulut • Bau nafas yang khas • Adanya hyper salivasi • Hyperhidrosis • Pupil yang miosis 3. Racun yang dihirup    Bawa penderita ke udara bebas Berikan oksigen secepatnya Bila perlu lakukan pernafasan buatan c. Keracunan melalui kulit . Racun yang tertelan      Segera baringkan penderita pada tempat datar Usahakan secepatnya memuntahkan racun dengan cara : Merangsang faring dengan ujung telunjuk. Pertolongan pertama ( “ First aid “ ) Sangat tergantung pada cara racun masuk ke dalam tubuh penderita a.Bila disertai gelisah sampai kejang-kejang dapat disebabkan oleh alkohol. pangkal sendok Memberi minum 15 – 30 ml sirop Ipecac diikuti ½ gelas air minum diulang setelah 15 menit Berikan Norit sebanyak 25 – 40 gram Kontra indikasi :     Kejang Koma Tertelan bahan korosif ( asam atau basa kuat ) Bahan minyak (minyak tanah. minyak cat atau thinner) b. INH. bensin.

Penatalaksanaan darurat ( umum atau khusus ) Dikerjakan bersama-sama dengan tindakan diagnostik Tujuan    Mempertahankan kehidupan penderita Mencegah penyerapan racun dengan cara menghambat absorbsi Menghilangkan racun dari dalam tubuh Resusitasi ( ABC ) A ( airway ) :       Bebaskan jalan nafas dari sumbatan : Bahan muntahan Lendir Gigi palsu Pangkal lidah Kalau perlu dengan pemasangan Mayo dan penggunaan Suction pump B ( breathing ) :   Jaga agar pernafasan tetap dapat berlangsung dengan baik Bila perlu berikan nafas buatan C ( circulation ) :    Tekanan darah dan nadi dipertahankan dengan infus RL atau PZ dengan tetesan 15 – 20 tetes/ menit kalau perlu dengan kecepatan tinggi Bila perlu lakukan pemberian cairan koloid sebanyak 500 – 1000 ml dala 24 jam Bila terjadi “ cardiac arrest lakukan pijat jantung ekternal ( CPR ) Eliminasi Tujuannya : . Keracunan melalui mata   Lipat kelopak mata keluar Segera bersihkan mata dengan air mengalir sekitar 15 menit dengan semprotan atau tetes mata 2.    Bersihkan kulit yang terkena secepatnya dengan air mengalir Selama melepas pakaian penderita tubuh penderita tetap diguyur dengan air Kulit yang terkena disabuni sebersih mungkin Keramasi rambut penderita d.

Na fosfat ( “ Fleet’s Phospho soda “ ) : 15 – 60 ml diencerkan sampai seperempatnya 3. Na sulfat : 30 gram dalam 200 – 250 ml air 2.   Menghambat penyerapan lebih lanjut Menghilangkan bahan racun atau hasil metabolismenya dari tubuh penderita Tindakan ini dikerjakan dengan : Emesis :       Merangsang penderita supaya pada penderita yang sadar atau dengan memberikan syrup Ipecac 15 – 30 ml Dapat diulang setelah 20 menit bila masih belum berhasil Karbon aktif ( Norit ) baru bleh diberikan setelah emesis terjadi Bila emesis berhasil dikerjakan dalam waktu 1 jam setelam keracunan 30 – 60 % racun dapat dieliminasi Bila baru berhasil setelah lebih dari 1 jam efektivitasnya <> Kontra indikasi : 1. 3. Kesadaran menurun Keracunan bahan korosif Keracunan minyak tanah Keracunan obat-obat yang dapat menimbulkan convulsi Katarsis ( “ Intestinal lavage “ )    Dilakukan dengan pemberian laksansia Terutama untuk racun yang tidak dapat diserap melalui saluran cerna atau jika diduga racun telah mencapai usus halus atau colon Laksansia yang aman dipakai : 1. 4. 2. Sorbitol atau Manitol ( 20 – 40 % ) : 100 – 200 ml 4. Perawatan jiwa . Castor oil : 15 – 30 ml ( kontra indikasi pada keracunan “ Chlorinated insectisides “ ) 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful