K3

Sehingga dicapai efisiensi dan produktivitas kerja semaksimal mungkin.

Manusia dan beban kerja serta factor-faktor dalam lingkungan kerja merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kesatuan demikian yang digambarkan sebagai roda kesetimbangan dinamis. Jika roda ini menguntungkan kesehatan tenaga kerja, maka roda tersebut akan merupakan roda pembangunan yang sangat penting. Sebaliknya apabila keseimbangan tidak menguntungkan, terdapatlah keadaan lebih bagi tenaga kerja dan akan berakibat gangguan daya kerja, kelelahan gangguan kesehatan, bahkan penyakit cacat atau kematian. Penyakit akibat demikian mungkin berupa pemburukan penyakit-penyakit umum dengan frekuensi dan bahayanya meningkat, tapi mungkin pula menjadi penyakit akibat kerja. 4. Sasaran Pengawasan Kesehatan Kerja sasaran pengawasan yang menunjang terhadap pelaksanaan kesehatan kerja meliputi: sumber bahaya - Golongan Fisik - Golongan kimiawi - Golongan biologi - Golongan fisiologi/ergonomik - Golongan psikologi Identifikasi asal sumber bahaya - Bahan baku - Bahan baku tambahan - Hasil antara - Hasil produksi - Hasil sampingan - Peralatan/proses produksi - Cara kerja - Lingkungan kerja - Limbah - Penyimpanan/gudang - Pemusnahan Kaitan dengan peraturan perundangan - Poliklinik - Dokter perusahaan atau dokter pemeriksa - Pemeriksaan kesehatan - Monitoring lingkungan kerja → MAB - Penggunaan atau pelindung diri - Perlengkapan P3K - Pengadaan kantin atau catering - Kebersihan + penerbangan - Tata ruang

Ketentuan – ketentuan dalam peraturan perundangan dalam melaksanakan kesehatan kerja diantaranya meliputi: Pencegahan Bahaya kebakaran peledakan kecelakaan keracunan penyakit akibat kerja .- Pengendalian teknis lingkungan kerja Gizi tenaga kerja Ketentuan – ketentuan Dalam Peraturan Perundangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful