Asma Bronkiale_mycin.pptx

ASMA BRONKIALE

Ulil Aidy’07

Page 1

 Erytromisin C  Arif Rahman DM  Dyah Ayu G  Puri Prahara  Zaki Yuli A  Anisatulafifa  Savitri Putri R  Azis Muktasim  Dikahayu AA  Winda Tiara

Ulil Aidy :

: J 500070001 : J 500070011 : J 500070025 : J 500070028 : J 500070030 : J 500070061 : J 500070063 : J 500070066 : J 500070081 : J 500070082
Page 2

Page 3 .Definisi • Asma adalah mengi berulang dan/atau batuk persisten dengan karakteristik sebagai berikut : timbul secara episodik. setelah aktifitas fisik. musiman. serta terdapat riwayat asma/atopi lain pada pasien dan/atau keluarganya. cenderung pada malam hari/dini hari (nokturnal).

infeksi.dll) Page 4 . 10% anak) • Morbiditas & mortalitas asma relatif tinggi (who : 250. pajanan iritan respiratorik (asap rokok. alergen.2% (6% dewasa.000 meninggal akibat asma) • Faktor timbulnya asma : olahraga. perubahan suhu mendadak.Epidemiologi • Penyakit kronik sering dijumpai pada anak di negara maju • Prevalensi asma di dunia 7.

tungau debu rumah. dewasa (lakilaki=perempuan) • Usia : timbul pertama kali pada usia muda (beberapa tahun pertama kehidupan) • Riwayat atopi : riwayat asma/mengi>hay fever/rhinitis alergi/eksema • Lingkungan : adanya alergen pencetus asma (serpihan kulit binatang piaraan.• Jenis kelamin : anak (laki-laki>perempuan). atau SO2 • Infeksi respiratorik Page 5 . nitrat dioksida. kecoa) • Ras : kulit hitam>kulit putih • Outdoor air pollution : debu jalan raya. jamur. karbon monoksida.

Patofisiologi Asma Page 6 .

Klasifikasi Derajat Asma Intermiten • Gejala <1x/minggu Persisten Ringan Persisten Sedang • Gejala terjadi setiap hari • Serangan dapat mengganggu aktivitas & tidur • Gejala nokturnal > 1x/minggu •Menggunakan agonis-B2 kerja pendek setiap hari FEV1 60-80% predicted atau PEF 60-80% nilai terbaik individu Variabilitas PEF atau FEV1 > 30% Persisten Berat • Gejala terjadi setiap hari • Serangan sering terjadi • Gejala asma nokturnal sering terjadi  FEV1 <60% predicted atau PEF <60%  Variabilitas PEF atau FEV1 >30% • Gejala >1x/minggu tapi <1x/hari • Serangan singkat • Serangan dapat mengganggu aktivitas & tidur • Gejala nokturnal <2 • Gejala nokturnal x/bulan >2x /bulan  FEV1 >80%  FEV1 >80% predicted atau PEF predicted atau >80% nilai terbaik PEF >80% nilai individu terbaik individu  Variabilitas PEF  Variabilitas PEF atau FEV1 <20% atau FEV1 2030% Page 7 .

Frekuensi serangan 2. Kebutuhan obat.Lama serangan < 1x/bulan < 1 minggu >1x/ bulan 1/ minggu 3.Obat pengendali Biasa ringan Tanpa gejala Tak terganggu Normal Tak perlu Biasa sedang Sering ada gejala Sering terganggu Mungkin terganggu Perlu (non steroid/steroid hirupan dosis rendah) VEF/FEV1 60-80% >30% Sering Hampir sepanjang tahun.Intensitas serangan 4.Variabilitas faal paru saat serangan VEF/FEV1>80% >15% VEF/FEV1 <60% Variabilitas 20-30% >50% Page 8 .Pemeriksaan fisik diluar serangan 7.Diantara serangan 5. tak ada remisi Biasa berat Gejala siang malam Sangat terganggu Tidak pernah normal Perlu (steroid hirupan/oral) 8.Tidur dan aktifitas 6.Klasifikasi Derajat Asma Parameter klinik.Uji faal paru tanpa serangan 9. dan Faal paru Asma episodik jarang Asma episodik sering Asma Peresisten 1.

Anamnesis  apakah sesak timbul berulang/pertama kali?  apakah sesak timbul secara mendadak/perlahan?  apakah dipengaruhi waktu : lebih berat pada malam hari?  apakah dipengaruhi posisi tidur pasien : terlentang/telungkup/setengah duduk?  apakah sesak timbul setelah melakukan aktivitas fisik? (lari/jalan jauh)  Adakah keluhan lain yang menyertai : batuk/napas berbunyi/nyeri dada/sianosis/riwayat muntah atau tesedak? Page 9 .

Manifestasi Klinis • Batuk kering intermiten dan/atau wheezing ekspiratori • Anak-anak yang lebih tua & orang dewasa : sesak napas & sesak dada • Anak-anak muda : nyeri dada non fokus secara intermiten • Gejala pernafasan dapat lebih buruk pada malam hari. terutama pada eksaserbasi berkepanjangan yang dipicu oleh infeksi saluran pernapasan atau alergen infeksi Page 10 .

Alergic March ASMA RINITIS DERMATITIS ATOPIC ALERGI MAKANAN 6 BULAN TAHUN 1 3 TAHUN 7 TAHUN 15 TAHUN Page 11 .

D I A G N O S I S Page 12 .

Diagnosis Banding • • • • • • • GER Rhinosinobronkitis OSAS Fibrosis kistik Primary cilliary dyskinesis Benda asing Vocal cord dysfunction Page 13 .

gelisah Tinggi & berat badan Penggunaan otot-otot bantu pernapasan Frekuensi nafas > 30 kali per menit Takikardia > 120x/menit Pulsus parokdoksus > 12 mmHg Wheezing ekspirator Page 14 .Pemeriksaan Fisik • • • • • • • Keadaan umum pasien : sulit duduk.

Pemeriksaan fisik • Inspeksi : – Pernafasan cepat dan sulit – Eksperium memanjang • Perkusi : – Hipersonor seluruh thorax (posterior) – Daerah jantung pekak & hati mengecil • Auskultasi : – Bunyi nafas mengeras/kasar – Stadium lanjut : suara nafas melemah/hampir tidak terdengar – Terdengar ronki kering & ronki basah serta suara lendir bila banyak sekresi bronchus Page 15 .

Pemeriksaan Penunjang • • • • • • • • Foto Rontgen thorax & sinus Spirometri Uji provokasi bronkus Pemeriksaan sputum Pemeriksaan eosinofil total Uji kulit Pemeriksaan kadar IgE total kadar IgE sputum Analisa gas darah Page 16 .

Prognosis • Jangka panjang : asma pada anak umumnya baik • Sebagian besar asma anak hilang/berkurang dengan bertambahnya umur Page 17 .

Komplikasi • • • • • • • Status asmatikus Atelektasis Hipoksemia Pneumothoraks Emfisema Deformitas thoraks Gagal nafas Page 18 .

pulang • jika gejala timbul lagi perlakukan sebagai serangan sedang Boleh pulang • beri beta agonis (oral/hirup) • obat pengendali teruskan • beri steroid oral (3-5) diberi bila pencetusnya infesi virus • dalam 24-48 jam kontrol rawat jalan Serangan sedang (nebulisasi 2x. respon baik) • observasi 1 jam • jika efek bertahan. lanjutkan rumatan • jika membaik dalam 4-6x nebulisasi.01-0. observasi di ruang rawat sehari • beri steroid oral • pasang jalur parenteral Serangan berat (nebulisasi 3x. jika sedang.3ml/kgBB/kali • oksigen 2l/mnt diberikan untuk serangan berat atau sedang Ruang Rawat Inap (nebulisasi 3x.selang 20 menit nebulisasi ketiga +antikolinergik Jika serangan berat. respon buruk) • O2 teruskan •Obati dehidrasi/ asidosis • steroid iv 6-8 jam • nebulisasi tiap 1-2 jam • aminofilin iv awal. jika berat dirawat di ruang rawat inap • perlakukan sebagai serangan sedang Ruang rawat sehari/observasi • oksigen teruskan • steroid oral teruskan • nebulisasi tiap 2 jam • dalam 12 jam membaik: pulang. pulang Page 19 • bila tak membaik. interval jadi 4-6 jam • 24 jam klinik stabil. bila tetap atu memburuk : rawat ianap Catatan : • serangan berat: nebulisasi dengan beta agonis+antikolinergik • terdapat ancaman henti napas: rawat ruang intensif • tak ada nebulizer: adrenalin subkutan 0. respon buruk) • sejak awal beri O2 saat/ diluar nebulisasi • pasang jalur parenteral • steroid intravena • nilai ulang klinisnya. respon parsial) • berikan oksigen • nilai lagi derajat serangan. nebulisasi beta agonis+antikolinergik Serangan ringan (nebulisasi 1x. rawat ruang intensif .ALUR PENATALAKSANAAN SERANGAN ASMA PADA ANAK Klinik/ Unit Gawat Darurat Nilai derajat serangan Tatalaksana awal Nebulisasi beta agonis 1-2x.

ALUR PENATALAKSAAN ASMA JANGKA PANJANG ASMA EPISODIK JARANG 4-6 minggu ASMA EPISODIK SERING Obat pereda: beta agonis/ teofilin (hirup/oral) pila perlu >3 dosis/ minggu <3 dosis/ minggu Tambah obat pengendali: steroid hirup dosis rendah 6-8 minggu.respons: - + Obat diganti steroid oral . respons: - + ASMA PERSISTEN Pertimbangkan alternatif penambahan salah satu obat • Beta agonis kerja panjang (LABA) • Teofilin lepas lambat • Antileukotrien Atau dosis steroid (medium) hirup dinaikkan 6-8 minggu. respons: - + Stesolid dosis medium ditambah salah satu obat • Beta agonis kerja panjang (LABA) • Teofilin lepas lambat • Antileukotrien Atau dosis steroid medium hirup dinaikkan P E N G H I N D A R A N Page 20 6-8 minggu.

Manfaat Kortikosteroid pada Asma Bronkial • Obat pengontrol asma yg plng efektif : kortikosteroid • Cara pemberian paling baik : inhalasi • Pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang dapat menurunkan kebutuhan terhadap kortikosteroid sistemik • Pada asma kronik berat dibutuhkan dosis inhalasi yang tinggi untuk mengontrol asma (bila perlu ditambah kortikosteroid oral) • Efek samping pemakaian kortikosteroid inhalasi jangka panjang : kandidiasis orofaring. Pencegahan : pemakaian spacer/dg mencuci mulut sesudah pemakaian alat Page 21 . kadang2 batu. disfonia.

N. Ann et al.Philadelphia • Rahajoe.Buku Ajar Respirologi Anak.2007.Buku Ajar Pediatri Rudolph Edisi 20 Volume 1.2006.M.Jakarta • Kliegman.Nelson Textbook Of Pediatrics 18th ed.2008.IDAI.Daftar pustaka • Alpers.EGC. Robert.Saunder Elvieser. Edisi Pertama.Jakarta Page 22 . Nastiti.

com/doc28707905/ASM A-BRONKIAL Page 23 .• http://www.pdf/06ManfaatKorti kosteroid121.kalbe.pdf • http://www.id/files/cdk/files/06Ma nfaatKortikosteroid121.scribd.co.

Terima Kasih Page 24 .

Page 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful