Reza Akbar Rafsanzani 1102009240 1. Memahami tentang pembiayaan kesehatan di klinik dokter keluarga 1.1.

Pengertian Biaya kesehatan didefinisikan besarnya dana yang harus disediakan untuk menyelenggarakan dan atau memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang diperlukan oleh perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. (Azrul A., 1996) Dari pengertian di atas, ada dua sudut pandang ditinjau dari : 1) Penyelenggara pelayanan kesehatan (provider) yaitu besarnya dana untuk menyelenggarakan upaya kesejatan yang berupa dana investasi serta dana operasional. 2) Pemakai jasa pelayanan yaitu besarnya dana yang dikeluarkan untuk dapat memanfaatkan suatu upaya kesehatan.

1.2. Jenis biaya kesehatan Dilihat dari pembagian pelayanan kesehatan, biaya kesehatan dibedakan : 1) Biaya pelayanan kedokteran yaitu biaya untuk menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kedokteran, tujuan utamanya lebih ke arah pengobatan dan pemulihan dengan sumber dana dari sektor pemerintah maupun swasta.

2) Biaya pelayanan kesehatan masyarakat yaitu biaya untuk menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat, tujuan utamanya lebih ke arah peningkatan kesehatan dan pencegahan dengan sumber dana terutama dari sektor pemerintah.

1.3. Sumber biaya kesehatan Pelayanan kesehatan dibiayai dari berbagai sumber, yaitu : 1) Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (propinsi dan kabupaten atau koya) dengan dana berasal dari pajak (umum dan penjualan), deficit financial (pinjaman luar negeri) serta asuransi sosial. 2) Swasta, dengan sumber dana dari perusahaan, asuransi kesehatan swasta, sumbangan sosial, pengeluaran rumah tangga serta communan self help.

1.4. Bentuk pembiayaan kesehatan di KDK 1.4.1. Sumber biaya kesehatan di KDK

misalnya donasi dari pemerintah atau hibah (charity) dari yayasan atau LSM atau dari institusi pendidikan (klinik pendidikan). yang dala istilah ekonomi ada suatu transaksi dengan pengeluaran sejumlah uang yang disebut premi. Premi ditetapkan secara kapitasi. Sumber-sumber lainnya. b. 4) Keadaan sakit merupakan sesuatu yang tidak pasti ( uncertainty). 1. Dokter dibayar secara flat setiap bulannya. dan kemungkinan biaya yang dibutuhkan bila ia sakit.Dalam pelayanan di klinik kedokteran keluarga sumber biaya utama adalah dari pasien sebagai imbalan atas jasa pelayanan kesehatan yang mereka peroleh. (JacobsP.. Dokter keluarga melakukan pembinaan kesehatan pada keluarga yang menjadi kliennya. The payment can be based on community or experience rating. 2001) . ciri asuransi di klinik kedokteran keluarga : a. Targetnya adalah penurunan angka kesakitan. Bentuknya berapa kunjungan secara berkala ke rumah asien dan memberikan penyuluhan. (Murti B. Metode pembayaran di KDK Metode pembayaran di klinik dokter keluarga : 1) Fee for service 2) Asuransi.5. frekuensi terjadinya penyakit dalam setahun. implikasi biaya pengobatan dapat demikian besar dan membebani ekonomi rumah tangga. Bila jumlah kasus sedikit maka dokter untung. 1. tidak teratur dan mungkin jarang terjadi.2. c. Tetapi bila peristiwa tersebut benar-benar terjadi. bukan berdasarkan jumlah kasus yang ditangani. namun bila banyak maka dokter tidak akan memperoleh keuntungan. yang diharapkan harus dikeluarkan karena penggunaan pelayanan medik. 1997) Definisi di atas ada beberapa kata kunci : 1) Ada pembayaran. d. yaitu dihitung berdasarkan faktor resiko dari setiap individu.. 2) Ada biaya. Asuransi kesehatan Health insurance : The payment for the excepted cost of a group resulting from medical utilization based on the excepted expense incurred by the group. 3) Pelayanan medik tersebut didasarkan pada bencana yang mungkin terjadi yaitu sakit. Kejadian sakit yang mengakibatkan bencana ekonomi bagi pasien atau keluarganya biasa disebut catastrophic illness.4.

Macam Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) rujukan di Indonesia dibedakan atas dua macam. • 1. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan untuk mendukung terselenggaranya pembangunan kesehatan. Sumber daya Sumber daya pembiayaan kesehatan terdiri dari: SDM pengelola. Unsur-unsur Pembiayaan Kesehatan Dana Dana digali dari sumber pemerintah baik dari sektor kesehatan dan sektor lain terkait. yang sehat membantu yang sakit. dari masyarakat. dalam arti antar sarana pelayanan kesehatan yang berbeda stratanya. yang muda membantu yang tua. baik oleh Pemerintah secara lintas sektor. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan. 2) Asuransi membantu mengurangi resiko perorangan ke resiko sekelompok orang dengan cara perangkuman resiko (risk pooling).6. maupun masyarakat yang mencakup mekanisme penggalian. regulasi dan kelembagaan yang digunakan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam upaya penggalian. yang kaya membantu yang miskin. Definisi Menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. maupun swasta serta sumber lainnya yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan. swasta. Untuk masalah kedokteran dan untuk menyembuhkan penyakit dan atau memulihkan status kesehatan pasien. atau secara horizontal. standar.Manfaat asuransi kesehatan : 1) Asuransi merubah peristiwa tidak pasti menjadi pasti dan terencana. yakni : 1) Rujukan medis. Rujukan medis dibedakan atas tiga macam : a a Rujukan pasien (transfer of patient) . Dengan demikian terjadi subsidi silang. Pengelolaan Dana Kesehatan Prosedur/Mekanisme Pengelolaan Dana Kesehatan adalah seperangkat aturan yang disepakati dan secara konsisten dijalankan oleh para pelaku subsistem pembiayaan kesehatan.032/Birhup/72 tahun 1972 yang dimaksud dengan rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab pengelolaan suatu kasus penyakit dan ataupun masalah kesehatan secara timbal balik. • • 2. yang dapat dilakukan secara vertikal. Dana yang tersedia harus mencukupi dan dapat dipertanggung-jawabkan. dalam arti antar sarana pelayanan kesehatan yang sama stratanya. Memahami tentang sistem rujukan A. B.

Rujukan operasional C. Memahami tentang analisis peranan dokter serta mitra kerjanya . melainkan kelompok rujukan medis. Untuk masalah kesehatan masyarakat. Manfaat Konsultasi dan Rujukan : 1. yakni : 1) Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab pada rujukan pelayanan dokter keluarga tidak bersifat total. 4) Sesuai dengan ketentuan kode etik profesi. (Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga) E. Rujukan sarana c.a a Rujukan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) a a Rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (transfer of specimens) 2) Rujukan kesehatan. Rujukan tenaga b. Tata cara Tata cara melakukan rujukan : 1) Alasan dilakukannya rujukan harus dijelaskan selengkap-lengkapnya kepada pasien. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (bila sistemnya berjalan sesuai dengan yang seharusnya) 2. 3) Keterangan tentang pasien yang disampaikan pada waktu rujukan harus lengkap. melainkan juga peningkatan derajat kesehatan dan ataupun pencegahan penyakit. pertimbangan tidak hanya atas dasar keadaan penyakit pasien saja. tetap berada ditangan dokter keluarga.rujukan pada pelayanan dokter keluarga mempunyai beberapa karakteristik khusus. melainkan hanya untuk masalah penyakit yang sedang ditanggulangi saja. 3) Tujuan rujukan pada pelayanan dokter keluarga tidak terbatas hanya pada penyembuhan penyakit dan ataupun pemulihan status kesehatan saja. tetapi tidak berlebihan. seyogyanya dokter yang dimintakan bantuan pelayanan rujukan bersedia merujuk kembali pasien tersebut apabila pelayanan rujukan telah selesai dilaksanakan. D. 2) Dalam melakukan rujukan pasien dalam pelayanan dokter keluarga. Sedangkan masalah penyakit lainnya atau kesehatan pasien secara keseluruhan. Rujukan kesehatan dibedakan atas tiga macam : a. Karakteristik Rujukan pelayanan dokter keluarga tidak termasuk dalam kelompok rujukan kesehatan. melainkan keadaan sosial ekonomi keluarga secara keseluruhan. Kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien akan terpenuhi (terbentuk team work) 3. dan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan ataupun mencegah penyakiy yang ada di masyarakat. 2) Dokter yang melakukan rujukan harus berkomunikasi secara langsung dengan dokter tempat rujukan.

 Mematuhi tugas. ras.Bentuk komunikasi/kerjasama antara dokter dan teman sejawatnya di lakukan dalam berbagai hal seperti :  Merujuk pasien. Pada pasien rawat jalan. Pendelegasian wewenang kepada perawat. Dokter harus memperlakukan teman sejawat tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. termasuk sebagai dokter pengganti. harus disesuaikan dengan kompetensi dalam melaksanakan prosedur dan terapi yang sesuai dengan peraturan baru. agama.usia. dokter yang merawat harua merujuk pasiennya pada teman sejawat lainnya. Komunikasi dokter – Profesi lain : • Kolaborasi dokter –perawat • Komunikasi dokter-Apoteker Kolaborasi  Prinsip : Perencanaan Pengambilan keputusan bersama Berbagi saran / ide Kebersamaan Tanggung gugat •     Pendekatan Praktik Hirarkis : Menekankan komunikasi satu arah Kontak Dokter dengan pasien terbatas Dokter merupakan tokoh yang dominan Cocok untuk diterapkan di keadaan tertentu.  Bekerja dalam tim. status sosial atau perbedaan kompetensi yang dapat merugikanhubungan profesional antar sejawat. Ketika seorang dokter berhalangan.  Mengatur dokter pengganti. karena alasan kompetensi dokter dan keterbatasan fasilitas pelayanan. dokter tersebut harus menentukan dokter pengganti serta mengatur proses mengalihkan yang efektif dan komunikatif dengan dokter pengganti.  Bekerjasama dengan sejawat. mahasiswa kedokteran dalam hal pengobatan atau perawatan atas nama dokter yang merawat. Seorang dokter yang bekerja pada institusi pelayanan atau pendidikan kedokteran harus mematuhi tugas yang digariskan pimpinan institusi. peseta prograrm pendidikan spesialis. sepert IGD 4. kecacatan.  Pendelegasian wewenang. Asuhan kesehatan selalu di ingatkan melalui kerjasama dalam tim multidisiplin. Memahami Tentang Prosedur Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Dokter Keluarga Standar Pelayanan Medis (standard of medical care) .

dokter keluarga menyimpulkan prognosis pasien berdasarkan jenis diagnosis. efektif dan efisien demi kepentingan pasien semata. serta tanda bukti terkini (evidence based). 6) Konsultasi Pada saat . serta memperoleh keterangan untuk dapat menegakkan diagnosis 2) Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Dalam rangka memperoleh tanda . 3) Penegakkan diagnosis dan diagnosis banding Pada setiap pertemuan. dokter keluarga melaksanakan konseling dengan kepedulian terhadap perasaan dan persepsi pasien (dan keluarga) pada keadaan di saat itu. 1) Anamnesis Pelayanan dokter keluarga melaksanakan anamnesis dengan pendekatan pasien (patient-centered approach) dalam rangka memperoleh keluhan utama pasien. derajat keparahan.saat dinilai perlu. dokter keluarga konsultan. dan bila perlu menganjurkan pemeriksaan penunjang secara rasional. 7) Rujukan . atau dinas kesehatan. dokter keluarga melakukan pemeriksaan fisik secara holistik.tanda kelainan yang menunjang diagnosis atau menyingkirkan diagnosis banding. dokter keluarga menegakkan diagnosis kerja dan beberapa diagnosis banding yang mungkin dengan pendekatan diagnosis holistik. dokter spesialis. Konsultasi dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain. kekhawatiran dan harapan pasien mengenai keluhannya tersebut.Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan medis yang melaksanakan pelayanan kedokteran secara lege artis. 5) Konseling Untuk membantu pasien (dan keluarga) menentukan pilihan terbaik penatalaksanaan untuk dirinya. 4) Prognosis Pada setiap penegakkan diagnosis. demi kepentingan pasien semata. dokter keluarga melakukan konsultasi ke dokter lain yang dianggap lebih piawai dan / atau berpengalaman.

baik dilaksanakan di klinik. berdasarkan tanda bukti (evidence based) yang sahih dan terkini. maupun di tempat pasien. dan demi kepentingan pasien. sesuai dengan kewenangan dokter praktik di strata pertama. Mengetahui tentang Manajemen Klinik dokter keluarga 5. 9) Tindakan Pada saat . Rujukan dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain.Pada saat . demi kepentingan pasien. 8) Tindak lanjut Pada saat-saat dinilai perlu. dokter keluarga konsultan.saat dinilai bahwa penatalaksanaan pasien akan berhasil lebih baik.dan perawatan di rumah pasien . 5. dokter keluarga menganjurkan untuk dapat dilaksanakan tindak lanjut pada pasien.1 Jenis Klinik DK Klinik DK • Kelas A (Ideal) – 24 jam – Kedaruratan dan kejadian luar biasa – Pelayanan rawat jalan – Pelayanan rawat inap sehari – Bedah minor – Konseling – Preventif dan promotif – Kunjungan ke. demi kepentingan pasien semata. dokter keluarga melaksanakannya dengan rasional. 10) Pengobatan rasional Pada setiap anjuran pengobatan. bila adanya partisipasi keluarga. maka dokter keluarga menawarkan pembinaan keluarga. dokter keluarga memberikan tindakan medis yang rasional pada pasien. termasuk konseling keluarga.saat dinilai perlu. dokter keluarga melakukan rujukan ke dokter lain yang dianggap lebih piawai dan/atau berpengalaman.saat dinilai perlu. 11) Pembinaan keluarga Pada saat . dokter spesialis. rumah sakit atau dinas kesehatan.

dan pengembangan • Kelas C (minimum) – 24 jam – Kedaruratan dan kejadian luar biasa – Pelayanan rawat jalan – Pelayanan rawat inap sehari – Bedah minor – Konseling – Preventif dan promotif – Kunjungan ke. riset. Ruang tunggu : • Bersih • Terang • Ventilasi baik • Lantai tidak licin • Tidak berbau .– Pemeriksaan penunjang – Penyediaan obat – Pendidikan. dan pengembangan • Kelas B (Optimum) – 24 jam – Kedaruratan dan kejadian luar biasa – Pelayanan rawat jalan – Pelayanan rawat inap sehari – Bedah minor – Konseling – Preventif dan promotif – Kunjungan ke.2 Standard pelayanan Syarat SDM dalam klinik dokter keluarga: • Dokter: 2 • Bidan: 1 • Asisten analis: 1 (honor) • Asisten apoteker: 1 • Staf administrasi dan keuangan: 1 • OB: 1 1. riset. riset.dan perawatan di rumah pasien – Pemeriksaan penunjang – Penyediaan obat – Pendidikan. dan pengembangan 5.dan perawatan di rumah pasien – Pemeriksaan penunjang – Penyediaan obat – Pendidikan.

Kerahasiaan dan privasi • Ruang konsultai terpisah dari ruang tunggu • Sistem yang menjamin kerahasiaan medik • Menjamin kerahasiaan pasien setelah pelayanan 3. • o o o o o Papan nama Poisis papan nama mudah dibaca Tidak ada hiasan maupun lampu warna Ukuran minimal 40x60cm maksimal 60x90cm Warna dasar putih dengan huruf balok warna hitam Memuat nama dokter.sip.dan jadwal praktek. Alat komunikasi Memiliki alat komunikasi yang biasa digunakan masyarakat sekitar 5. Bangunan dan interior • Merupakan bangunan permanen atau semi permanen yang dirancang sesuai pelayanan medis strata pertama yang aman dan terjangkau • Memiliki ruang : o Ruang administrasi o Ruang tunggu o Ruang pemeriksaan o Kamar kecil o Dapat melindungi dari panas dan hujan o Relatif mudah diberishkan o Mempunyai ventilasi cukup atau ber ac o Mempunyai sinar yang cukup 4. Peralatan klinik Memiliki alat alat pemeriksaan fisik sebagai berikut : Alat tes sensasi kulit Auriskop Lampu senter dan kepala Palu refleks Peak flow meter o Ophtalmoscop o Penekan lidah o Pengukur tinggi badan o Snellen chart o Spekulum vagina o Stetoskop o Tensimeter o Termometer . • • • • • 6.alamat praktek .• • • Tidak bising Suhu nyaman Terpisah dari pasien infeksius 2.

o o o o o o o o • Timbangan badan Memiliki alat laboratorium Alat monitoring gula darah Alat pengukur kadar hemoglobin Alat pemulas sediaan gram Alat pemulas sediaan basah Gelas obyek dan penutup Mikroskop Memiliki alat tindakan sebagai berikut o Bak instrumen mental o Benang otot dan sutra o Forsep hemostatik o Gunting perban o Jarum kulit o Jarum suntik o Kapas.plester o Minor set o Peralatan resusitasi Tas dokter untuk perawatan rumah o Alat penekan lidah forsep hemostat o Jarum suntik o Kapas dan alkohol o Lampu senter o Obat2an o Pali refleks o Spuit o Stetoskop o Tensimeter o Termometer o Peralatan luka o Kasa o Antiseptik o Larutan irigasi o Perangkat intravena o Kateter Persediaan obat o Adrenalin o Kortokosteroid o Antihistamin o Analgetik o Anti asma o Anti konvulsan o Cairan infus • • .perban.

dll) o Pendidikan formal seperti Akademi Keperawatan. Manajemen klinik Peningkatan Kemampuan & Pengembangan Staf o Bentuk: Kursus. Akademi Kebidanan. Mengetahui tentang adab dan tata cara dokter muslim dalam menangani pasien . ACLS. dll • Untuk tenaga non-medis o Kursus penggunaan alat tertentu o Kursus Manajemen laboratorium. o Pemeriksaan Kesehatan Berkala o Pendidikan Formal seperti Akademi Penata Rontgen. AKK.o o o o o o o • Parasetamol Nsaid Obat luka Anti konvulsan Spasmolitik Anestesi lokal Metode kontrasepsi 5. Lokakarya. dll) o Pendidikan formal (S2 Aktuaria. o Peer Review: Pembahasan kasus secara EBM o Kursus singkat untuk satu ketrampilan tertentu (ATLS. Simposium. EKG. pelatihan.dll o Bentuk Lain: Selia Bestari (peer review) di antara sesama staf (medis dan nonmedis) Pengaturan: Bisa dibuat perjanjian tersendiri o Proses: berdasarkan permintaan karyawan atau kebutuhan KDK • Untuk tenaga medis o PKB (pendidikan kedokteran berkelanjutan) Seminar. S2 Kesehatan Kerja. o Kursus perpajakan 6. pendidikan formal. dll) • Untuk paramedis o Kursus keperawatan o Peer Review: Diskusi kelompok o membahas satu masalah (rutin) o Kursus Manajemen pengelolaan o keperawatan di klinik (asuhan keperawatan. Kepemimpinan.3.

menjernihkan nafsu. Seorang dokter muslim menghilangkan anggapan bahwa dialah yang men yembuhkan pasiennya. Pasien yang sakit adalah mahluk sosial yang merupakan bagian dari suatu komunitas yang sakit. Adabuhu wa Fiqhuh (Dokter.6. ciri dokter yang diharapkan dapat menanggung amanat juga kekahalifahan adalah : 1. regional maupun internasional. melainkan juga harus melihatnya dalam skala makro (ingat konsep biopsikososiokultural dan relegius). Seorang dokter muslim harus mampu mengadakan pendekatan kepada masyarakat.Thabib . Dengan demikian. seorang dokter muslim tidak boleh hanya melihat seseorang penderita secara mikro (individual). lebih mendalami ilmu yang dikuasainya. namun hanya Allah jualah yang menyembuhkan.1 Konsep Dokter Muslim Seorang dokter muslim adalah seorang muslim itu sendiri. seorang dokter muslim harus menyadari bahwa ia adalah khalifah Allah dalam pengobatan yang senantiasa berlaku sopan kepada semua pasiennya dan selalu mendoakan agar Allah memberikan kesembuhan kepada pasien yang ditanganinya. Menurut Majid Ramadhan (2004) dalam bukunya “Karakteristik Dokter Muslim”. Jujur dalam perkataan dan perbuatan . Al Imran: 110) dan mematuhi semua perintah Allah. Dengan demikian. Meskipun sudah banyak penulis. Akhlak seorang dokter muslim ialah akhlak seorang muslim yang menjunjung tinggi adab Rasulullah shalallahu Alaihi Wasallam tersebut sebagai teladan yang sempurna dan akhlak Beliau disarikan dari Al-Qur’an itu sendiri sebagai pedoman hidup seorang muslim. bersahaja. adalah suatu amal yang amat tinggi nilainya. Ikhlas dan tekun dalam kerjanya 3. dan mawas diri. sehingga teladan yang paling utama adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Dokter hanya dapat mengenali jenis penyakit dan menuliskan resep. Oleh karenanya. Seorang dokter muslim juga harus mampu mengobati penyakit jasmani. Sebagai hamba Allah. ia telah melaksanakan dakwah Islam. namun sampai saat ini belum ada kesepakatan mengenai rumusan tertulis dokter muslim yang disetujui oleh segenap persatuan dokter muslim baik ditingkat nasional. apapun profesi dan jabatan seorang muslim. rendah hati. rohani. kasih sayang. Ia semata-mata mengabdi kepada Allah (QS. seorang dokter muslim harus mempunyai tujuan hidup: “Hasanah fiddunya dan hasanah fil-akhirah”. Aqidahnya benar 2. menggunakan metode ilmiah dalam berfikir. Etika dan Fikih Kedokteran). sosial serta gangguan pada iman dan Islam pasiennya. Maksimal dalam spesialisasi profesinya 4. benar dan jujur. Seorang dokter muslim harus menyadari dan menginsyafi bahwa mengobati orang sakit karena Allah. alim maupun pakar kedokteran muslim menyampaikan karakteristik atau ciri dokter muslim. bahwa Allah-lah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang menurunkan obatnya. Al-An’am: 112) dengan menjauhi segala larangan (QS. Etika/adab yang harus dimiliki oleh dokter muslim menurut Zuhair Ahmad al-Sibai dan Muhmmad Ali al-Bar dalam karyanya Al. rasul-Nya dan Ulil Amri. antara lain dikemukakan bahwa dokter muslim harus berkeyakinan atas kehormatan profesi.

Punya komitment untuk selalu dapat bermanfaat bagi manusia 6. dengan menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. kita dituntut supaya menuruti adab-adab yang mulia yang telah dianjurkan oleh ajaran Islam. Pendek kata adab-adab yang digariskan adalah lengkap dan meliputi keseluruhan aktivitis dan kegiatan harian seseorang individu muslim. guru. Dr. akhlak maupun . Adab memainkan peranan penting dalam menilai buruk dan baik budi seseorang. Sifat-sifat atau karakter dokter muslim seperti tersebut di atas juga banyak ditulis oleh ahli lain. 6. dan sebagainya. Semua ini adalah bertujuan agar kita menjadi insan yang akan mendapat ganjaran baik di dunia dan di akhirat. Adab-adab yang digariskan oleh Islam termasuklah yang meliputi kehidupan harian. jujur dan menjaga rahasia 7. Pemalu. Menurut beliau ‘Ahkam alSyari’ati’ ialah “tata tertib yang mesti dilakukan oleh umat manusia selama hidup di dunia. Berpenampilan indah 12. misal adab dokter terhadap pasien dan lingkungannya. dari segi konsepnya termasuklah adab-adab yang bersangkutan dengan kegiatan profesi seorang dokter (dan) muslim. Haji Abdullah Siddik (1980) telah mengaitkan adab sebagai satu dasar ‘Ahkam al-Syari’ati’ yaitu salah satu garis panduan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. maupun adab dalam menjalankan pekerjaan/profesinya.5. Islam amat menuntut umatnya agar sentiasa mempunyai adab-adab yang baik. Bagaimana Ahlakmu” (Gema Insani Press) atau juga oleh Sahid Athar dalama buku “Islam dan Etika Kedokteran” (PSKI UMY). Sebagai seorang muslim. adab ke masjid. Dalam perkembangan berkaitan. Pada dasarnya. Dalam hal ini. tercermin di dalamnya moral. tidak sombong dan ramah 10. adab ketika makan. Tidak melebih-lebihkan ongkos dan meringankan yang kesulitan 11. satu undang-undang Allah untuk umat manusia. Dokter muslim yang diinginkan Islam adalah dokter yang mampu memberikan keteladanan. termasuk seorang dokter dalam mempolakan warna hidup seseorang insan. Islam sebagai agama yang lengkap menggariskan berbagai adab dalam pelbagai kegiatan harian. unik dan berbeda dari yang lain. pemimpin. yang sempurna. seperti adab berpakaian. Menasehati pasiennya. manusia yang dilahirkan ke dunia ini adalah ibarat kain putih yang belum dipolakan. Peka dan penyanyang 8. masyarakat dan individu itu sendiri. yang dapat dipakai untuk segala zaman dan yang dapat dilakukan oleh manusia sesuai dengan kemampuan dan keperluannya dalam masalah hidup”.2 Kepentingan Adab dalam Menjalankan Profesi Dokter Adab amat penting dalam kehidupan manusia. Ikut merasakan rasa sakit pasien (empati) dan membangun optimisme pada pasien 9. antara lain seperti yang dinyatakan oleh Zuhair Ahmad Assi Ba’i dalam buku “Dokterdokter. Rendah hati. Adab-adab yang telah digariskan dengan dengan terperinci oleh Islam akan menjadi panduan kepada ibu bapa. yang praktis.

UII. Muhammad Agus Syafii. 3. 2006.edu.blogspot. Keluarga & Pelayanan Kedokteran yang . Ahmad Fauzi bin Mohammed. Dokter yang mampu mencapai pada tingkatan tinggi dari ahlak yang mulia dan mampu menterjemahkan ke dalam kehidupan riil dalam bentuk adab dokter adalah merupakan prestasi peradaban yang terbesar.my/esei_karya. Jakarta. 2004. Ilmu. 2.html. 4.com/2009/02/pengertian-adab. Anies. Ali Akbar. Jakarta. Badan Pembina dan Pengembangan Keagamaan.adab yang Islami. dalam download 5. Pustaka Antara. Yogyakarta. Muzhoffar Akhwan. Pengertian Adab. Etika Kedokteran dalam Islam. Majid Ramadhan. Perawatan Orang Sakit dan Sakharatul Maut dalam Perawatan Jenazah menurut Islam/Medis. Belajar & Mengajar. Referensi 1. Pustaka Al-Kautsar. 15 Aprill 2009. 1987. 1988. dowload Maret 2008.sach. Karakteristik Dokter Muslim. Adab. dalam http://www. Semarang. 6. http://agussyafii.kedah. Kedokteran Bermutu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful