P. 1
05_JARINGAN CLIENT – SERVER

05_JARINGAN CLIENT – SERVER

|Views: 94|Likes:
Published by Riza Falafi

More info:

Published by: Riza Falafi on Jun 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

PRAKTIKUM VI JARINGAN CLIENT – SERVER

1. TUJUAN Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa mampu membangun jaringan Client – Server. 2. DASAR TEORI 2.1. Konsep Jaringan Client – Server Client – server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource – nya kepada komputer lain ( client ) di dalam jaringan. Server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan. Model jaringan Client – Server, selain pada jaringan local, juga dapat diterapkan dengan terknologi internet. Model jaringan ini menyediakan suatu unit komputer yang berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju. Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia de server. Namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software aplikasi yang di–install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server. Jenis layanan Client – Server antara lain :  File Server; memberikan layanan fungsi pengelolaan file  Print Server; memberikan layanan fungsi pencetakan  Database Server; proses – proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat meminta pelayanan  DIP ( Document Information Processing ); memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data Contoh konfigurasi jaringan Client – Server seperti diperlihatkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Model Client – Server dengan sebuah server

yang berfungsi umum Ada beberapa kelebihan dan kekurangan jaringan Client – Server. Kemudian jaringan Client – Server antara lain :  Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik  Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar  Manajemen jaringan terpusat  Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi Adapun kekurangan jaringan client – server antara lain : Butuh administrator jaringan yang professional Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar Bila server down, semua data dan resource di server tidak bisa diakses

    

2.2. Domain Pada windows NT, Windows server 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain – domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controller. Ada satu pengendali domain utama atau Primary Domain Controller ( PDC ) dan beberapa domain controller pendukung atau backup Domain Controller ( BDC ) yang membantu PDC pada sewaktu – waktu sibuk atau pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu. Domain Name Service ( DNS ) adalah sistm server global untuk menterjemahkan nama domain, yang umumnya diketik pada halaman browsing, menjadi alamat IP untuk merujuk ke web yang bersangkutan. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki. 1. Root – level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.). 2. Top level domain : kode kategori organisasi atau Negara misalnya : .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu Negara dengan Negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia. 3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: Microsoft.com; yahoo.com, dll.

2.3.

Active Directory

Microsoft Windows Server 2000 tidak akan bekerja maksimal apabila Active Directory belum diinstalasi. Semua yang berhubungan dengan services dan domain ada dalam Active Directory ini. Jadi apabila Active Directory tidak diinstal, berarti komputer hanya dijadikan workgroup saja. Kalau dijadikan Workgroup, maka Active Directory tidak perlu diinstalasi. Active Directory Service digunakan dalam lingkungan Windows 2000 untuk memberikan penekanan pada kemampuannya untuk melakukan berbagai fungsi manajemen secara dinamis dan terotomasi dengan mudah dan cepat. Informasi yang disimpan dalam Active Directory antara lain meliputi user dan Group account, printer, file server, serta berbagai policy meyangkut user dan group. User sebagai pengguna jaringan berkepentingan untuk dapat mengakses berbagai sumber daya dengan cepat dan mudah, sedangkan administrator berkepentingan untuk mengelola berbagai obyek jaringan secara efisien. Active Directory memungkinkan pengelolaan jaringan menjadi lebih mudah karena berbagai sumber daya dan objek dapat disimpan secara terpusatuntuk dikonfigurasi secara terpadu. Active Directory hanya bisa diinstalasi apabila sudah terpasang kartu jaringan (NIC) yang baik dan benar seta harddisk harus diformat NTFS. Ada beberapa cara untuk menginstal Active Directory Microsoft Windows Server 2003, bisa dengan mengetikan DCPROMO dari RUN, bisa juga dengan memanfaatkan fasilitas Manage Your Server.

2.4.

Group Policy Group policy merupakan media untuk mengatur profil user terutama yang berkaitan dengan desktop setting. Pengaturan yang dilakukan antara lain menentukan jenis aplikasi yang tersedia bagi user, konfigurasi start menu, serta akses terhadap berbagai icon seperti Control Panel dan MyComputer. Fasilitas ini sangat bergunauntuk menyesuaikan lingkungan tampilan desktop dengan tingkat keahlian seorang user, serta memberikan tingkat keamanan system sehingga berbagai konfigurasi sensitive tidak akan dapat diubah user. Grop Policy dapatt dikonfigurasi secara terpusat dengan menggunkan fasilitas Active Directory.

2.5.

Distributed File System Ketika satu jaringan semakin besar dan jumlah user bertambah maka sering terjadi penyimpanan file menjadi tidak rapi lagi. File – file dapat tersimpan di server maupun lokal di komputer masing – masing dengnan memberikan hak sharing bagi pemakai lain. Proses pencarian file sering membingungkan karena peletakan file oleh user dilakukan dengan tidak konsisten. Distributed File Sistem ( DFS ) merupakan solusi masalah pentimpanan file dalam jaringan. Administrator menyediakan folder sesuai dengan kebutuhan, sedangkan folder pada

DFS tersebut dihubungkan dengan letak file secara fisik. Dengan demikian seorang user dapat dengan mudah menyimpan dan mencari file pada folder yang telah disediakan tanpa perlum mengetahui dimana sebenarnya letak fisik sutu file. File pada DFS juga dapat disimpan secara offline dikomputer local dan dilakukan proses sinkronisasi berkala dengan file di jaringan. 2.6. Terminal Service Terminal Service merupakan fasilitas yang dapat digunakan untuk memanfaatkan komputer dengan hardware lama untuk dapat menjalankan berbagai aplikasi terbaru. Terminal Service Server diinstal pada komputer server dengan spesifikasi hardware yang mampu menjalankan Windows 2000 Server, sedangkan Terminal Service Client diinstal pada komputer lama misalkan sekelas 486 atau Pentium klasik. Komputer client mengakses berbagai aplikasi di server dengan menggunakan processing power komputer server. Fasilitas ini sangat berguna untuk memudahkan administrasi dan maintenance berbagai aplikasi secara terpusat karena instalansi aplikasi hanya dilakukan diserver. Namun demikian berbagai aplikasi berat seperti AutoCad dan Corel Draw tidak akan berjalan maksimal dengan tools ini. Aplikasi yang cocok digunakan antara lain berbagai suite aplikasi office seperti MS Office dan internet sharing. Terminal Service juga dapat digunakan untuk melakukan remote administration terhadap suatu server.

3. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang diperlukan antara lain : 1. Switch 2. Kabel straight @ 2 Meter 3. Komputer dengan NIC dan OS Windows 2000 Server 4. Komputer dengan NIC dan OS Windows XP 4. GAMBAR TOPOLOGI

1 buah 3 buah 1 unit 2 unit

Gambar 2. Jaringan Client – server 5. LANGKAH KERJA Konfigurasi Jaringan 1. Menghubungkan 3 unit komputer (satu unit server dan dua unit client) ke switch menggunakan kabel straight seperti gambar 2. 2. Mengatur IP Address masing – masing komputer seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Konfigurasi IP Address PC IP Address Subnet Mask Server 192.168.0.1 255.255.255.0 Client 1 192.168.0.2 255.255.255.0 Client 2 192.168.0.3 255.255.255.0 3. Memastikan semua koneksi komputer telah terhubung dengan menggunakan perintah “ping” Instalasi Acive Directory 4. Ada dua cara yang bisa digunakan untuk menginstalasi Active Directory. Cara pertama adalah dengan mengetikkan DCPROMO pda menu RUN dan kedua adalah dengan memanfaatkan fasilitas Wizard. Pada praktikum ini menggunakan cara pertama. 5. Mengklik tombol start – run. Ketik DCPROMO pada koak Open kemudian mengklik OK. 6. Mengklik Next pada kotak dialog “Welcome to the Active Directory Installation Wizard”.

Gambar 3. Jendela instalasi Active Directory Wizard 7. Mengklik pilihan “Domain Controller for a new Domain” pada kotsk dialog”Domain Controller Type”, kemudian mengklik Next.

Gambar 4. Kotak Dialog Domain Controller Type 8. Mengklik pilihan “create a New Domain Tree” pada kotak dialog “Create Tree or Child Domain”, kemudian mengklik Next.

Gambar 5. Kotak Dialog Create Tree or Child Domain 9. Memilih “create a new forest of domain trees” pada kotak dialog “Create or Joint Forest “, kemudian klik Next

Gambar 6. Kotak dialog Create or Joint Forest 10. Mengetik Nama Domain, misalnya “Telkom_PNL.ac.id”, pada kolom Full DNS name for a new domain, kemudian mengklik Next

Gambar 7. Kotak dialog New Domain name 11. Jika tidak terjadi kesalahan atau bentrok, maka secara otomatis kotak dialog “NetBIOS Domain Name” akan berisi yaitu TELKOM_PNL.

Gambar 8. Kotak dialog NetBIOS Domain Name 12. Mengklik Next, maka kotak dialog ”Database and Log Location” tempat untuk menyimpan data yang berhubungan dengan database dan Log segera tampil.

Gambar 9. Kotak dialog Database and Log Location 13. Mengklik Next, maka kotak dialog “Shared System Volume” segera tampil.

Gambar 10. Kotak dialog Shared System Volume 14. Mengklik Next, maka kotak dialog “DNS Registration Diagnostics” segera tampil. Pilih Install and configure the DNS on this computer untuk membuat DNS secara otomatis.

Gambar 11. Kotak Dialog Shared System Volume 15. Mengklik Next, maka pernyataan bahwa “server ini bisa digunakan oleh semua komputer berbasis Microsoft Windows 2000 ke bawah atau hanya Microsoft Windows 2000 saja”, segera

tampil. Mengklik pilihan pertama, yaitu “permission compatible with pre Windows 2000 Server”, kemudian mengklik Next.

Gambar 12. Kotak Dialog Permissions 16. Kotak Dialog untuk menuliskan Password “Directory Service Restore Mode Administrator Password”segera tampil. Isi password pada kolom yang disediakan , misal “admin”. Ketik sekali lagi password tersebut pada kolom Confirm Password, kemudian mengklik Next.

Gambar 13. Kotak Dialog Directory Service Restore Mode Administrator Password 17. Kotak dialog “Summary” segera tampil. Mengklik Next untuk melanjutkan. Biarkan komputer bekerja. Tampilan proses instalasi Active Directory seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 14. Kotak dialog Summary 18. Mengklik tombol finish, kemudian restart komputer. 19. Meng-Login sesuai dengan nama domain dan password yang telah dibuat.

Pembuatan user account 20. Membuka jendela Active Directory User and Computer melalui Administrative Tools untuk menampilkan menu konfigurasi user, group dan berbagai obyek Active Directory

Gambar 15. Jendela Active directory dengan Domain Telkom_pnl.ac.id 21. Membuat user baru dengan cara mengklik kanan di area kosong yang terdapat di jendela sebelah kanan. Memilih New – User. 22. Setelah tampil kotak dialog New Object – User, isikan data untuk user yang akan dibuat. First name : mahasiswa Last name :Telkom Full name : mahasiswa Telkom Initial :tel User logon name :client1 ( Data First name, Last name, dan Initials merupakan data yang akan ditampilkan dijendela Active Directory Users and Computers. Sedangkan data yang digunakan untuk login ke jaringan adalah User logon name. dengan demikian anda dapat saja memberikan nama yang berbeda antara nama seorang pengguna dengan logon name yang digunakan sebagai account login ).

Gambar 16. Pengisian Data Log On 23. Mengklik Next. Mengisi Password untuk user tersebut, dan mengulangi pengisian di bagian Confirm password. Apabila Admin menghendaki pengguna menetapkan passwordnya sendiri. Aktifkan “user must password at next logon”. Dengan demikian seorang pengguna dapat mengganti password yang admin berikan, sehingga lebih menjamin privacy pengguna tersebut. 24. Mengklik Next – Finish. 25. Mengulangi langkah 21 sampai 24 untuk membuat user client2 26. Mengkli tombol Start – Control Panel Client1 dan Client2. Mengklik 2x pada icon system. Mengklik pada tab komputer Name – Change. Mengklik pilihan Domain, kemudian mengisi dengan domain “Telkom_pnl”.

Gambar 17. Konfigurasi komputer sebagai client dari Telkom_pnl 27. Mengklok OK – OK. meRestart komputer.

28. mengLogin dengan menggunakan user logon name dan password yang telah dibuat admin server. EVALUASI 1. jelaskan perbedaan antara komputer server dan komputer Client ! JAWAB :

2. jelaskan, mengapa Active Directory harus diinstal pada server Windows 2000 dalam jaringan Client – Server ! JAWAB :

3. jelaskan dengan contoh, yang dimaksud dengan domain ! JAWAB :

4. apa langkah yang harus ditempuh agar sebuah workstation bisa menjadi user client pada jaringan Client – Server ? JAWAB :

5. apa langkah yang harus ditempuh agar sebuah komputer client dapat logon ke domain server ? JAWAB :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->