You are on page 1of 20

!"#$%&'%(")#&*!+!$),"-.(')*(.!/!

)
ArslLekLur nusanLara
!urusan ArslLekLur
unlverslLas lslam lndonesla
QS Al Hujuraat 49: 13!
"ahai umat manusia! Sesungguhnya Kami #lah menciptaka$
%amu dari lelaki dan perempuan dan Kami #lah menjadika$
%amu berbagai bangsa dan bersuku suku, supaya kamu berkena&
-%enalan 'dan beramah mesra antara satu dengan yang lain(.
)esungguhnya semulia-mulia kamu di sisi A*ah ialah orang yan+
lebih takwanya di antara kamu, 'bukan yang lebih keturuna$
atau bangsanya(. Sesungguhnya A*ah Maha Mengetahui, lag,
-aha Mendalam PengetahuanNya 'akan keadaan dan amala$
%amu(.
! 8udaya adalah keseluruhan hal yang kompleks
Lermasuk pengeLahuan, kepercayaan, senl, moral,
hukum, adaL-lsuadaL, dan kemampuan serLa
keblasaan laln yang dlperoleh manusla sebagal
anggoLa masyarakaL. (Slr L.8. 1ylor, 1871, dlkuup
oleh Zlauddln Sardar, 1997)
! coltote ls OtJlooty. tbot ls tbe ftst foct. vety
bomoo soclety bos lts owo sbope, lts owo
potposes, lts owo meooloqs. vety bomoo soclety
exptesses tbese, lo losutouoos, ooJ lo otts ooJ
leotoloq. 5ecooJ, epool lo lmpottooce.(koymooJ
wlllloms, 1958)
! .1be lJeo of coltote Jesctlbes oot commoo
lopolty, bot oot cooclosloos ote Jlvetse, os oot
stotuoq polots wete Jlvetse.lts emetqeoce, lo
moJeto meooloqs, motks tbe e[ott ot totol
poolltouve ossessmeot, bot wbot loJlcotes ls o
ptocess, oot o cooclosloo. (koymooJ wlllloms,
1961)
pengeruan 'kebudayaan'
! kebudayaan bukan sebuah nokLah yang dlam
seLelah dlclpLakan oleh manusla, melalnkan
secara dlalekus kemball membenLuk
kehldupan manusla dalam cara-cara yang
udak selamanya sama dengan proses
Lerdahulu. (lgnas kleden, 1987)
! coltote ls o ptocess of becomloq, o sboteJ
boblt of becomloq lo wotlJ wblcb ls botb
symbollc ooJ oot, cotpoteol. coltote ls o
bobltool telouoo betweeo (ot leost) tbtee
ptocesses (petcelveJ, coocelveJ, llveJ spoce),
o complexlty. (I. MocCteqot wlse, 1999).
! 8udaya hanyalah serangkalan cerlLa yang klLa
cerlLakan pada dlrl klLa mengenal dlrl klLa
sendlrl (Cllord CeerLz, dlkuup oleh Zlauddln
Sardar, 1997)
pengeruan 'kebudayaan'
Secara keseluruhan, kebudayaan Lerdlrl aLas uga
wu[ud:
1.!lde lde-lde, gagasan, nllal-nllal, norma-norma, peraLuran dan laln
sebagalnya, berslfaL absLrak, gagasan LersebuL udak lepas darl saLu
kepada yang lalnnya, melalnkan suaLu yang berkalLan men[adl suaLu
slsLem budaya aLau adaL, aLau adaL lsuadaL.
2. kelakuan berpola darl manusla dalam
masyarakaL kompleks akuvlLas masyarakaL seperu undakan
berpola darl manusla lLu sendlrl, Wu[ud lnl merupakan slsLem soslal
yang Lerdlrl aLas akuvlLas-akuvlLas manusla yang berlnLeraksl,
berhubungan, bergaul saLu dengan yang lalnnya darl harl ke harl.
3. 8enda hasll karya manusla benda-benda hasll karya
manusla. Wu[ud lnl merupakan segala karya manusla berwu[ud benda
darl hasll akuvlLas manusla.
keuga wu[ud kebudayaan dl aLas dalam kenyaLaannya
udak dapaL Lerplsahkan anLara saLu dengan yang laln.
kebudayaan ldeal dan adaL lsuadaL mengaLur dan
memberlkan arah kepada undakan dan karya manusla.
wu[ud kebudayaan
kebudayaan Lerdlrl aLas unsur-unsur. 8eberapa
unsur dlLemukan dl berbagal belahan dunla
sehlngga dlsebuL sebagal unsur kebudayaan
unlversal. unsur-unsur LersebuL LerdapaL
Lu[uh buah, yalLu:
! peralaLan dan perlengkapan hldup
! maLa pencaharlan dan slsLem ekonoml
! slsLem kemasyarakaLan
! bahasa
! kesenlan
! slsLem pengeLahuan
! slsLem kepercayaan
keLu[uh unsur LersebuL pada kenyaLaannya udak
Lerplsah-plsah, melalnkan sallng
berhubungan. ArslLekLur blasanya dlpahaml
sebagal peralaLan dan perlengkapan hldup
(Leknologl), akan LeLapl dl dalamnya LerllbaL
[uga keenam unsur yang laln.
unsur-unsur kebudayaan
QS Al Baqarah 2:22!
!ialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hampara"
dan langit #serta segala isinya$ sebagai bangunan #yang dibin%
dengan kukuhnya$ dan diturunkanNya air hujan dari langit,
lalu dikeluarkanNya dengan air itu berjenis-jenis buah-buaha"
&ang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kam'
(engadakan bagi A)ah, sebarang sekutu, padahal kamu semu%
(engetahui #bahwa A)ah ialah Tuhan Yang Maha Esa$.
! ArchlLecLure expresses culLural
values... 1he formal descrlpuon of
archlLecLural works remalns an
exLremely lmporLanL elemenL ln
hlsLorlcal narrauve. Puman
belngs, aer all, see Lhe world
and everyLhlng ln lL as forms and
space: Lhe posluve forms of
bulldlngs or landscapes and
negauve space LhaL surrounds or
ls lnLegraLed wlLh Lhese masses.
(Crouch and !ohnson)
! Space and forms LogeLher... for
an lnseparable reallLy, a unlLy of
opposlLes, [usL as Lhe elemenLs of
form and space LogeLher for Lhe
reallLy of archlLecLure (l.u. Chlng)
archlLecLure - culLure
1ora[a, Sulawesl SelaLan
ArslLekLur bukan hanya mengenal
penyedlan naungan yang
dlbangun darl berbagal
maLerlal, namun penclpLaan
ruang soslal dan slmbollk.
(8oxana WaLerson)
archlLecLure - culLure
nlas, SumaLera uLara
arslLekLur sebagal produk budaya
ArslLekLur sesungguhnya leblh merupakan
sebuah produk hlsLorlk darlpada
geograk, sebuah produk darl berbagal
aspek budaya yang berLumpang undlh
dan sallng berlnLeraksl secara umbal
ballk. (Lnrlco Culdonl, 1939)
namun demlklan, fakLor-fakLor penyebab
keberadaan upe-upe bangunan yang sama
pada perlode wakLu yang sama dl berbagal
LempaL yang berbeda belum dapaL dlkeLahul
karena bangunan-bangunan LersebuL udak
mengandung lnformasl yang dapaL
men[elaskan dlferenslasl darl suaLu kawasan.
!awa 1engah
Sumba, n11
uasar arslLekLur :
...toooq fslk, Jl mooo ospek
soslol boJoyo leblb
meoJomloosl JotlpoJo
ospek oyoto, sepetu
beotok, Jlmeosl, motetlol
Joo solosl tekols.
(Lnrlco Culdonl, 1939)
8umah Cadang, SumaLera 8araL
arslLekLur sebagal produk budaya
Amos 8apoporL (1981):
1be boose, tbe vllloqe ooJ tbe towo exptess tbe
foct tbot tbe socleues sbote cettolo qeoetolly
occepteJ qools ooJ llfe voloes
8umah, perkampungan dan koLa merupakan
ekspresl qeote Je vle.
!"#$"%&"%'("%- (Max Sorre): mellngkupl seluruh
aspek-aspek kulLural, splrlLual, maLerlal dan
soslal yang mempengaruhl benLuk.
Salah saLu darl genre de vle ! 0(1%("&)(budaya)
Cleh sebab lLu "(2!34),&"'!2,(5+!5).!5)1!5#'!,)
adalah ,"-.(').!"$)#$#%&2)*(.!/!)sehlngga
merupakan baglan darl slsLem yang saLu.
arslLekLur sebagal produk budaya
kampung 8aduy, !awa 8araL
kampung 8aduy, !awa 8araL

MenuruL knapp (2003), sebagal LempaL unggal,
hunlan adalah ottefok boJoyo yooq meoyootokoo
kepotosoo soJot Joo tok soJot yooq Jlboot oleb
kelootqo Jolom bol boqolmooo toooq uoqqol Joo
beketjo ootok lokl-lokl Joo petempooo setto yooq too
Joo yooq moJo betbobooqoo soto somo lolo.
Punlan merupakan hal yang pallng lama berLahan
darl seluruh arLefak budaya, mesklpun bahan
bangunannya blsa sa[a lapuk dan rusak. ul Asla,
generasl deml generasl menempau hunlan yang
sama dl suaLu LempaL yang speslk, mesklpun
dlmodlkasl. Modlkasl dan penggunaan yang
menerus darl sLrukLur yang dlwarlskan LersebuL
menun[ukkan kepekaan dan keLanggapan Lerhadap
perubahan kebuLuhan.
hunlan sebagal arLefak budaya
uesa engllpuran, 8all
uesa engllpuran, 8all
MenuruL 8apoporL (1981):
komob metopokoo eksptesl looqsooq Jotl ollol, cltto,
petsepsl Joo pooJooqoo blJop yooq betobob
8umah adalah bukan semaLa sebuah sLrukLur, LeLapl
sebuah lnsuLusl yang dlclpLakan unLuk Lu[uan yang
kompleks. MenglngaL 2&2*!5+(5)"(2!3)!.!1!3)
#&*(!3)6&5-2&5!)'(1%("!1, benLuk dan organlsaslnya
amaL dlpengaruhl oleh llngkungan budaya dl mana
rumah lLu berada.
erkampungan naga, !awa 8araL
hunlan sebagal ekspresl budaya
kampung naga, !awa 8araL
Sebuah rlLual dl kampung naga, !awa 8araL
ada zaman dahulu kala, rumah udak hanya
men[adl naungan (sbeltet) bagl manusla
purbakala, dan se[ak awal 'fungsl' bermakna leblh
darl konsep slk aLau uullLarlan. erayaan rellglus
selalu mendahulu dan menyerLal proses membuaL
pondaslnya, mendlrlkannya hlngga
menempaunya. Apablla penyedlaan naungan
adalah fungsl paslf darl sebuah rumah, maka
fungsl akufnya adalah penclpLaan suaLu
llngkungan yang sesual dengan pandangan hldup
masyarakaL, dengan kaLa laln, unlL soslal darl
ruang. (8apoporL, 1981)
hunlan sebagal ekspresl budaya

1radlsl (adaL lsuadaL) merupakan salah saLu aspek
kebudayaan.
1toJluoo (Lradlsl) ~ booJloq Jowo (menurunkan -
Lurun Lemurun)
1radluon, llke hlsLory, ls someLhlng LhaL ls
0-575(!11/)*&$5+)"&0"&!%&.)!5.)"&2-.&1&.)$5)%3&)
,"&#&5%, even (Lhough) lL ls represenLed as xed
and unchanglng ... 1here ls no archlLecLure wlLhouL
lnvlolable rules of consLrucuon and lnLerpreLauon
LhaL are formed ln Lhe course of hlsLory for every
people by means of a more or less complex
convergence and superposluon of elemenLs ... and
assoclauons ... whlch lead Lo and acL as)
explanauon of Lhe world." (Crouch and !ohnson, 2001)
1radlsl (adaL lsuadaL)
erkampungan 1ora[a, Sulsel
8umah 1ongkonan
Semua kebudayaan menggunakan bangunan.
8ollJloq ttoJluoos ote os mocb o speclfc coltotol
betltoqe of o qtoop os ls looqooqe ooJ petbops
moslc. (knapp, 2003).
8!.!)9!2!5)2-.&"5: 8angunan dlbuaL oleh
arslLek dan lnslnyur profeslonal dengan banLuan
para peker[a dengan berbagal [enls keahllan dan
Langgung [awab.
8!.!)2!#/!"!'!%)%"!.$#$-5!1: akuvlLas
membangun dlaLur menuruL Lradlsl yang berslfaL
Lurun Lemurun
Melalul sebuah proses yang dlsebuL 'Lransfer of
knowledge'
8umah Cadang, SumaLera 8araL
1radlsl (adaL lsuadaL)
keuka *!5+(5!5:*!5+(5!5)2-5(2&5%!1)dl dunla,
seperu Candl 8orobudur dan rambanan, lramlda dl
Meslr, lsLana-lsLana dl ersla, dlbangun, pada saaL
yang bersamaan mayorlLas warga unggal dl *!5+(5!5:
*!5+(5!5);&"5!'(1!r.
1eorl dan se[arah arslLekLur blasanya selalu mengka[l
mengenal monumen, yang merupakan hasll karya darl
manusla yang [enlus, yang luar blasa, dan yang [arang.
klLa blasanya melupakan hasll karya yang leblh kecll,
llngkungan slk buaLan manusla, yang udak
dlkendallkan oleh seorang desalner. namun
llngkungan semacam lnllah yang selalu berada
mellngkupl monumen-monumen seperu dl aLas.
Cleh sebab lLu, bangunan monumenLal semacam lnl
harus selalu dlllhaL dalam konLeks llngkungan
vernakularnya, karena mereka berada pada saaL
bangunan-bangunan megah LersebuL dlrancang dan
dlbangun.
Candl 8orobudur
A 1ora[a vlllage, SouLh Sulawesl
vernakular vs monumenLal
kampung naga, !awa 8araL
Candl 8orobudur
uewasa lnl, perhauan mulal dlberlkan udak hanya
pada bangunan-bangunan seperu candl, lsLana dan
makam, LeLapl pada koLa secara keseluruhan
sebagal ekspresl darl budaya. namun sayangnya,
keberadaan bangunan-bangunan vernakular maslh
serlngkall dlabalkan.
klLa cenderung hanya memperhaukan yang
penung" (! monumenLal) dengan yang udak/
kurang penung (! vernakular)
adahal, bangunan-bangunan vernakular
membenLuk keseluruhan llngkungan, sehlngga klLa
harus mempela[arl keseluruhan llngkungannya
unLuk memahamlnya
vernakular vs monumenLal
kampung kauman, Solo
Mas[ld Agung, Solo
8agalmana kalLannya dengan 'budaya'?
MenuruL Amos 8apoporL (1981)
<-5(2&5)! dlbangun unLuk mengesankan rakyaL
dengan suaLu kekuasaan
=!5+(5!5)%"!.$#$)"!'/!%)(folk ttoJluoo) !
perwu[udan langsung budaya dan nllal-nllal
budaya, [uga kelnglnan, lmplan dan hasraL
sekelompok masyarakaL.
>"!.$#$)"!'/!%)leblh berhubungan dengan boJoyo
Jotl moyotltos, sedangkan 2-5(2&5 blsa
dlkaLakan boJoyo koom ellte.
kampung naga, !awa 8araL
vernakular vs monumenLal
Cedung SaLe, 8andung, !awa 8araL