P. 1
TUGAS UJIAN

TUGAS UJIAN

|Views: 1|Likes:
Published by Ai Kardi
K
K

More info:

Published by: Ai Kardi on Jun 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2014

pdf

text

original

Fall

08

TUGAS UJIAN

Stase Neurolo gi RSUD Cianjur

Tugas Ujian
IKRIMAH NISA UTAMI (2007730067)
Dokter Muda Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Stase Neurologi Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur

Pembimbing: dr. Susanto, Sp. S

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2011

Kelompok studi SPRINT melaporkan insidens stroke setelah infark miokard dalam waktu 1 (satu) tahun diperkirakan 1%. Pada AF. XII mempersarafi otot-otot yang berasal dari myotom occipital. Bagaimana mekanisme Stroke karena Cardio-emboli? Jawab: Cardio-emboli adalah emboli yang terbentuk dari bekuan darah akibat gangguan jantung. Clot inilah yang akan menyebabkan cardio-emboli. sirkulasi anterior posterior.XII sentral dan perifer? Jawab: N.5 % populasi dan merupakan salah satu factor risiko independen stroke. Biasanya mural trombus terbentuk dalam waktu 10–12 jam post infark dimana hal ini penting dalam menentukan strategi pengobatan. sedangkan pada mural infark trombi inferior jarang disertai dengan timbulnya atau emboli. dan sirkulasi anterior parsial. Stroke non hemorhagik cenderung terjadi setelah 48 jam post infark. Sehingga terjadi turbulensi darah pada jantung yang menyebabkan terbentuknya clot. Bagaimana batas N.1. terutama Atrial Fibrilasi (AF). 2. Sebagian besar mural trombus terbentuk pada pasien dengan infark miokard anterior. AF ditemukan pada 1-1. Virchow menerangkan bahwa mural trombus terbentuk akibat 3 keadaan yaitu statis setempat. Misalnya otot-otot 2 . AF berhubungan dengan semua infark nonlakunar. kerusakan endotel dan hiper koagulasi. sedangkan stroke hemorhagik terjadi pada 48 jam pertama setelah pemberian terapi trombolitik. AF merupakan gangguan irama yang banyak menyerang pria dewasa. kontraksi atrium tidak adekuat dan tidak selalu dibarengi dengan kontraksi ventrikel. Ada 2 faktor yang menentukan resiko terjadinya stroke setelah infark miokard yaitu luasnya infark dan lokasi anatomis / Infark luas yang ditandai dengan meningkatnya enzim CPK> 1000 ID atau adanya gagal jantung kongestif lebih sering disertai dengan stroke dari pada infark yang kecil. Sebagian besar stroke yang terjadi post infark disebabkan oleh mural trombus yang berasal dari dinding miokard dengan gangguan gerakan yang berat (akiresis atau diskiresis).

X. tuberculosa. N. lingualis dan ganglion submandibulare. lewat di dorsal N.XI. digastrici untuk kemudian memasuki bagian cranial trigonum caroticum. Selanjutnya saraf ini melanjut ke ventral diantara m. dan N. jugularis interna dan a. hypoglossus membentang turun ke caudal diantara V. N. C1 yang tergabung dengan N. infrahyoidei.IX. turun di caudal venter posterior mm. Di permukaan m. hyoglossus. paralysis bulbar. Nervus hipoglosus berinti di nucleus hipoglossus yang terletak di dalam bagian ventromedial substantia grisea medulla oblongata. N. palatoglossus.stylohyoideus. anterior C1. XII 3 . Perifer (biasanya oleh karena sebab-sebab mekanik) Fraktur dasar tengkorak. XII muncul dengan beberapa radix dari sulcus anterolateralis yang terdapat diantara pyramis dan oliva. dislokasi vetebra cervical atas. occipitalis. carotis externa dan venter posterior mm. Saraf ini juga membawa r. Lesi Nuclear dan supranuclear Poliomyelitis. N. pseudobilbar palsy. kemudian jalan diantara a. XII untuk mempersarafi : m. hyoglossus. digastrici et m. alcohol.intrinsik dan extrinsic lidah kecuali m. multiple scelorosis Lesi yang mengenai N. di atas tepi lateral foramen magnum. lalu mengait pangkal a. keracunan timbale. carotis interna. arsen. thyrohyoideus m. Di basis cranii. XII terletak di caudal n. Keluar dari cavum cranii lewat canalis hypoglossi. geniohyoideus dan mm. mylohyoideus dan m.

Spinal Cord Injury Cedera tulang belakang (SCI) terjadi ketika peristiwa traumatis menghasilkan kerusakan pada sel-sel dalam sumsum tulang belakang atau mengganggu saluran saraf yang relay sinyal naik dan turun sumsum tulang belakang. 4 . dan dapat menyebabkan kelemahan otot. Hipotesis mengatakan bahwa obat dopaminergik secara transien menekan proprioseptif. kehilangan keseimbangan. Jenis lain dari luka termasuk luka (pemutusan atau robek dari beberapa serabut saraf.3. Umumnya disebut MS. Hal ini diyakini bahwa multiple sclerosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf pusat. dengan amplifikasi gerakan adventif sebagai hasilnya. Perkembangan dan keparahan dari multiple sclerosis sangat bervariasi antara individu. penyakit umumnya semakin memburuk dengan waktu dan dapat menyebabkan kerusakan saraf yang signifikan. dan kesulitan berjalan. dan sindrom kabel pusat (kerusakan khusus untuk saluran kortikospinalis daerah serviks dari sumsum tulang belakang). Jenis yang paling umum dari SCI termasuk memar (memar dari sumsum tulang belakang) dan kompresi (yang disebabkan oleh tekanan pada sumsum tulang belakang). seperti kerusakan yang disebabkan oleh luka tembakan pistol). Tingkat keparahan multiple sclerosis berkisar dari ringan sampai parah dan melumpuhkan. Penyakit apa saja yang menyebabkan gangguan proprioseptif? Jawab: Gangguan proprioseptif dapat ditemukan pada beberapa kondisi berikut: Parkinson’s Disease Sebelumnya telah dilaporkan terdapat gangguan propioseptif pada pasien dengan penyakit Parkinson. Multiple Sclerosis Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang progresif dan penyakit saraf yang paling umum didiagnosis pada dewasa muda.

Cairan Isotonik: osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah). sehingga larut dalam serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi). sehingga tekanan darah terus menurun). Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi. Cabang saraf dari sumsum tulang belakang melakukan perjalanan ke dalam tubuh di mana mereka mengendalikan tindakan dan merasakan sensasi.- Spinal Cord Tumor Medula spinalis merupakan bagian dari sistem saraf pusat dan berjalan ke bagian belakang di dalam tulang yang membentuk tulang punggung. juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Mengapa Dextrose tidak boleh diberikan pada stroke? Jawab: Jenis Cairan Infus 1. Cairan hipotonik: osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum). khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. dan menurunkan osmolaritas serum. sehingga terus berada di dalam pembuluh darah.5%. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh. 2. misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik. sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan). menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2. Contohnya adalah cairan 5 . Setiap pertumbuhan abnormal dalam sumsum tulang belakang disebut tumor sumsum tulang belakang (spinal cord tumor). Tumor sumsum tulang belakang dapat non-kanker (jinak) atau kanker (ganas). 4.

Gambaran klasik meningitis tuberkulosa terdiri dari : Stadium Prodromal Stadium ini berlangsung selama 1 – 3 minggu dan terdiri dari keluhan umum seperti : • Kenaikan suhu tubuh yang berkisar antara 38. meningkatkan produksi urin. Mampu menstabilkan tekanan darah. sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. dan mengurangi edema (bengkak). dan albumin. Misalnya Dextrose 5%. NaCl 45% hipertonik.9%). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Cairan hipertonik: osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum.Ringer-Laktat (RL). produk darah (darah). Selain itu. 5. Dextrose 5%+Ringer-Lactate. Bagaimana stadium Meningitis TB? Jawab: Meningitis TBC adalah infeksi mycobacterium tuberculosis yang mengenai arachnoid.90 C • Nyeri kepala • Mual dan muntah • Tidak ada nafsu makan 6 . 3.9%.2 – 38. dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0. Dextrose 5%+NaCl 0. piameter dan cairan cerebrospinal di dalam sistem ventrikel. setelah glukosanya dimetabolisme. Dextrose bersifat hiperkonsentrasi sehingga dapat memperlambat aliran darah ke otak pada kondisi perdarahan. Dextrose tidak boleh diberikan karena. Akibatnya akan terjadi infiltrasi sel radang disertai reaksi radang dari jaringan dan pembuluh darah didalamnya. Juga terjadi eksudasi dari fibrinogen yang sesudah beberapa waktu akan menjadi fibrin. hasil sampingannya berupa cairan bisa memperburuk keadaan udema.

mudah kesal (iritable) Stadium 2 : Tanda-tanda pada stadium 1 disertai dengan adanya tanda ransangan meningen dan kelainan neurologi seperti gangguan saraf otak. Stadium 3 : penurunan kesadaran disertai dengan suhu yang tidak teratur dan semakin tinggi serta gangguan pernafasan dalam bentuk cheynes stokes atau kussmaul. hemiplegi. penurunan kesadaran sampai koma. posisi dekortikasi atau deserebrasi. Selain itu terdapat gangguan miksi.• Penurunan berat badan • Apati dan malaise • Kaku kuduk dengan brudzinsky dan kernig tes positif • Defisit neurologi fokal : hemiparesis dan kelumpuhan saraf otak • Gejala TTIK seperti edema papil. disertai dengan penurunan kesadaran. kejang – kejang. kejang. 7 . Stadium perangsangan meningen Stadium kerusakan otak setempat Stadium akhir atau stadium kerusakan otak difus Pembagian stadium meningitis tuberkulosis menurut Medical Research Council of Great Britain ( 1948 ) : Stadium 1 : Adanya tanda penyakit umum seperti demam. gelisah. sefalgia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->