KESEHATAN KERJA DAN KEPERAWATAN KESEHATAN KERJA

AI ROHIMAH HOERUL AHMAD MUBAROK KAMAL ALIYA DERAJAT

Apa Itu Konsep Kesehatan Dan Keselamatan Kerja?!!  .

104). p.Pengertian Kesehatan Keselamatan Kerja dan  Menurut Suma’mur (2001. mental dan stabilitas emosi secara umum. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik. menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. p. .  Mathis dan Jackson (2002. keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan. 245).

dan partisipasi kerja Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja . sosial. p. keserasian kerja.165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:        Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik.Tujuan Penerapan Keselamatan Kerja Kesehatan dan  Menurut Mangkunegara (2002. dan psikologis Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaikbaiknya selektif mungkin Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai Agar meningkatkan kegairahan.

maupun sosial. kimiawi. bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan.  Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi :       Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian Peralatan dan bahan yang dipergunakan Faktor-faktor lingkungan fisik. biologi. Proses produksi Karakteristik dan sifat pekerjaan Teknologi dan metodologi kerja  Penerapan Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa.Ruang Lingkup Keselamatan Kerja Kesehatan dan  Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja.  Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes. (Rachman. 1990): .

Pekerja pada industri mengatakan itu sebagai kecenderungan kecelakaan. . kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau kondisi yang tidak aman. Untuk mengukur kecenderungan kecelakaan harus menggunakan data dari situasi yang menunjukkan tingkat resiko yang ekivalen  Masalah Kesehatan Dan Keselamatan Kerja  Kinerja (performen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan resultante dari tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan merupakan nilai tersendiri dari teknik keselamatan  Faktor .faktor Kecelakaan  Studi kasus menunjukkan hanya proporsi yang kecil dari pekerja sebuah industri terdapat kecelakaan yang cukup banyak. beban kerja dan lingkungan kerja yang dapat merupakan beban tambahan pada pekerja.Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja  Sebab-sebab Kecelakaan  Kecelakaan tidak terjadi begitu saja.

Setelah itu perlu adanya rumah sakit pekerja sebagai pusat rujukan nasional . rumah sakit pekerja akan menjadi pelengkap dan akan menjadi pusat rujukan khususnya untuk kasus-kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja.  Diharapkan di setiap kawasan industri akan berdiri rumah sakit pekerja sehingga hampir semua pekerja mempunyai akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif.  Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah ada.Peran Tenaga Kesehatan Dalam Menangani Korban Kecelakaan Kerja  Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat saling berkaitan. Pekerja yang menderita gangguan kesehatan atau penyakit akibat kerja cenderung lebih mudah mengalami kecelakaan kerja.

Pengendalian Melalui kesehatan (Medical Control) Jalur  Pengendalian Melalui Jalur kesehatan (Medical Control) Yaitu upaya untuk menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal (Recognition) kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat tumbuh pada setiap jenis pekerjaan di unit pelayanan kesehatan dan pencegahan meluasnya gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap orang disekitarnya  Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan pekerja yang meliputi:  Pemeriksaan Awal  Pemeriksaan Berkala  Pemeriksaan Khusus .

Anamnese umumPemerikasaan kesehatan awal ini meliputi:        Anamnese pekerjaan Penyakit yang pernah diderita Alergi Imunisasi yang pernah didapat Pemeriksaan badan Pemeriksaan laboratorium rutin Pemeriksaan tertentu:  Tuberkulin test  Psiko test .  Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status kesehatan calon pekerja dan mengetahui apakah calon pekerja tersebut ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya. Pemeriksaan Awal adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorang calon/pekerja (petugas kesehatan dan non kesehatan) mulai melaksanakan pekerjaannya.

makin kecil jarak waktu antar pemeriksaan berkala. . sesuai dengan resiko kesehatan yang dihadapi dalam pekerjaan. Makin besar resiko kerja.  Ruang lingkup pemeriksaan disini meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus seperti pada pemeriksaan awal dan bila diperlukan ditambah dengan pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan Berkala  Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara berkala dengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya resiko kesehatan yang dihadapi.

yaitu pada keadaan dimana ada atau diduga ada keadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. dalam hal memberikan pelayanan paripurna juga harus merambah dan memberi panutan pada masyarakat pekerja di sekitarnya. utamanya pelayanan promotif dan preventif . Pemeriksaan Khusus  Yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada khusus diluar waktu pemeriksaan berkala.  Sebagai unit di sektor kesehatan pengembangan K3 tidak hanya untuk intern laboratorium kesehatan.

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan  Manajemen adalah pencapaian tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. dengan mempergunakan bantuan orang lain.  Untuk mencapai tujuan tersebut. dimembagi kegiatan atau fungsi manajemen tesebut menjadi:     Planning/ (Perencanaan) Organizing/ (Organisasi) Actuating/ (Pelaksanaan) Controlling/ (Pengawasan) . Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak kelalaian atau kesalahan (malprektek) serta mengurangi penyebaran langsung dampak dari kesalahan kerja.

Planning.  Dalam perencanaan tersebut. kegiatan yang ditentukan meliputi:        Hal apa yang dikerjakan Bagaiman cara mengerjakannya Mengapa mengerjakan Siapa yang mengerjakan Kapan harus dikerjakan Dimana kegiatan itu harus dikerjakan Hubungan timbal balik (sebab akibat) ..  Planning/ (Perencanaan)  Fungsi perencanaan adalah suatu usaha menentukan kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit / instansi kesehatan dapat dibentuk dalam beberapa jenjang.  Selain itu organisasi-organisasi profesi atau seminar tersebut dapat juga membentuk badan independen yang berfungsi sebagai lembaga penasehat atau Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit/Instansi Kesehatan.. mulai dari tingkat rumah sakit / instansi kesehatan daerah (wilayah) sampai ke tingkat pusat atau nasional. .Organizing/ (Organisasi).

sehingga semua aktivitas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya  Untuk itu setiap individu yang bekerja maupun masyarakat dalam rumah sakit / instansi kesehatan wajib mengetahui dan memahami semua hal yang diperkirakan akan dapat menjadi sumber kecelakaan kerja dalam rumah sakit / instansi kesehatan. mengerahkan aktivitas..Actuating/ (Pelaksanaan). mengkoordinasikan berbagai aktivitas yang akan menjadi aktivitas yang kompak (sinkron). serta memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja tersebut .  Fungsi pelaksanaan atau penggerakan adalah kegiatan mendorong semangat kerja.

yaitu:  Adanya rencana  Adanya instruksi-instruksi wewenang kepada bawahan.Controlling/ (Pengawasan).. dan pemberian . perlu diperhatikan 2 prinsip pokok.  Fungsi pengawasan adalah aktivitas yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki.  Untuk dapat menjalankan pengawasan.

Penegakan Peraturan Keselamatan Kesehatan Kerja Rumah sakit (K3RS)  Peraturan Kesehatan Kerja dan  UU Kesehatan Nomor 23 tahun 2002 pasal 23 tentang kesehatan kerja menyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan. kebetulan swasta.05/Men. 2006 juga mengatur bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya wajib menerapkan sistem manajemen K3 (Bab III Pasal 3). Satu rumah sakit dalam penelitian ini.  Kebijakan kita selama ini dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja adalah berupa sosialisasi program. pelatihan tentang K3RS. menyediakan tenaga khusus. bisa menjadi contoh karena mereka telah secara sadar menerapkan standar lebih internasional. .  Cara-cara pembinaan seperti itu memperlihatkan hasil yang minimal. dan membuat pedoman pelaksanaan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.

wasaalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh!!  .TERIMA KASIH!! atas perhatiannya. mohon maaf jika banyak kekurangannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful