<html><br><head><title>Muqaddimah Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa'idah</tit le><link rel=stylesheet type=text/css href=..

/style.css></head><br><body><br><p align=center><div class=judulartikel>Muqaddimah Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayati s Sa'idah</div></p><br><p align=center><b>Kategori Al-Wasailu Al-Mufidah</b></p> <br>Kamis, 19 Agustus 2004 22:27:18 WIB<br><br><p align=justify>MUQADDIMAH AL-WA SAILU AL-MUFIDAH LIL HAYATIS SA'IDAH<br><br><br>Oleh<br>Syaikh Abdurrahman bin N ashir As-Saâ dy<br><br><br><br><br><br>PENDAHULUAM RESEP HIDUP BAHAGIA<br><br>Segala puji bagi Allah yang hanya milikNya puji-pujian seluruhnya. Aku bersaksi bahwa t iada Tuhan Yang Haq untuk disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. D an aku bersaksi bahwa Muhamamad adalah hamba dan RasulNya. Semoga Allah senantia sa melimpahkan shalawat dan salamNya kepada beliau, keluarga dan para sahabat be liau.<br><br>Ketentraman dan ketenangan hati serta hilangnya keresahan dan kesed ihan adalah tujuan setiap manusia. Dengan itu kehidupan bahagia menjadi realita dan kesenangan serta kegembiraan yang sebenarnya pun terwujud.<br><br>Hal ini te rgapai lantaran tiga sarana.<br><br>[a] Sarana melalui pembenahan dan kehidupan religi.<br>[b] Sarana yang bersifat alami, dan<br>[c] Sarana praktis yang dijala ni dengan kesungguhan.<br><br>Ketiga sarana ini hanyalah mungkin dimiliki para m uâ min. Sedangkan selain mereka, kalaupun tergapai oleh mereka satu sisi kebahagian d an karena suatu sarana yang diupayakan keras oleh orang-orang bijak dikalangan m ereka, tidaklah dapat tergapai oleh mereka sisi-sisi lain yang lebih tinggi manf aatnya, lebih mantap dan lebih bagus nilainya, baik yang dirasakan secara langsu ng di dunia ataupun kelak di Hari Kemudian.<br><br>Melalui buku kecil ini, Penul is akan memaparkan, sebatas ingatan penulis, beberapa sarana untuk mengayuh tuju an luhur ini, yang setiap orang berupaya untuk meraihnya.<br><br>Sebagai manusia ada yang beruntung meraih banyak dari sarana-sarana itu. Dengan itu ia hidup da n menjalani kehidupan dengan bahagia. Sebagian yang lain gagal meraih apapun. Ka renanya, ia hidup dan menjalani kehidupan dengan sengsara. Sedang sebagian yang lain lagi tidak begini dan tidak begitu. Mereka hanya meraih sebatas yang dapat mereka raih.<br><br>Hanya Allah jua Pengarunia taufiq. KepadaNya kita memohon pe rtolongan dalam meraih segala kebaikan dan menangkis semua keburukan.<br><br><br ><br>[Disalin dari kitab Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa'idah, edisi Indone sia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia, Penulis Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Nashi r As-Sa'di, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma'ruf, Diterbitkan Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]<br></p><br><br><br>Sumber : <a href=http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=995&bagian=0>http:/ /almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=995&bagian=0</a><br><br></body> <br></html>

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful