Peranan Anestesi terapi Lokal dan Regional Anestesi regional bukan hanya sebuah jawaban untuk masalah anestesi

bagi pasien-pasien yang dinyatakan tidak cukup sehat untukmenjalani anestesi umum. Berikut ini merupakan beberapa hal yang turut menjadi pertimbangan: 1. Analgesia atau anesthesia dilakukan terutama di daerah yang di perlukan sehingga menghindari efek sistemik obat 2. Pada pasien-pasien dengan penyakit pernapasan kronik, ventilasi spontan dapat dijaga dan obat depresi pernapasan dapat dihindari. 3. Umumnya terdapat lebih sedikit gangguan dalam pengontrolan penyakit sistemik penyerta yang memerlukan terapi medis, misalnya diabetes mellitus. 4. Reflek jalan nafapasien dijaga, pada seorang dengan lambung yang penuh, terutama karena keterlambatan pengosongan lambung (misalnya: pada kehamilan), resiko aspirasi dapat dikurangi 5. Blockade sarf sentral dapat memperbaiki akses dan memfasilitasi pembedahan, misalnya dengan menyebabkan kontraksi usus atau dengan menimbulkan relaksasi otot yang nyata. 6. Kehilangan darah dapat dikurangi dengan pengontrolan hipotensi. 7. Terdapat pengurangan bermagna dalam hal perawatan yang digunakan dan biaya anesthesia. Ininmungkin penting pada daerah-daerah yang kurang berkembang. 8. Apabila digunakan bersamaan dengan anesthesia umum , hanya diperlukan obat anestesi yang cukup ( inhalasi atau IV) untuk memelihara ketidaksadaram; analgesia dan relaksasi otot dicapai dengan tehnik regional 9. Beberapa tehnik dapat dilanjutkan paska operasi untuk meredakan nyeri, seperti anetesia epidural. 10.Komplikasi setelah bedah major, terutama bedah ortopedi berkurang secara signifikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful